Ramalan Nomor 7
Perang dagang America dan China memanas lagi. Trump mengancam tarif tambahan sebesar 100%. Bitcoin jatuh lebih dari -10%, 1 triliun dolar atau hampir 17 ribu triliun menguap begitu saja dari pasar modal. Seorang influencer kripto bernama Konstantin Galish ditemukan meninggal dunia di Lamborghini-nya, diduga keras menembak dirinya sendiri. SP500 jatuh hampir -3%.
Walaupun kemudian Trump kembali melunak, mau tidak mau, orang-orang pun kembali mulai bertanya-tanya, apakah situasi dunia akan baik-baik saja?
Saya tidak akan memberikan jawaban atau ramalan singkat, karena seorang pemalas tidak akan pernah menemukan kebenaran dalam bentuk jawaban apa pun – baik panjang maupun singkat – dan seseorang yang lebih lihai tentu tidak memerlukan jawaban singkat semacam ini. Selain itu, untuk alasan yang agak egois, tujuan utama dari artikel ini adalah untuk merapikan pikiran saya sendiri – yang semoga dalam prosesnya bisa juga membantu Anda merapikan pikiran Anda sendiri.
Artikel ramalan berseri panjang ini dimulai satu hari SEBELUM Trump mengumumkan Liberation Day Tariff pada tanggal 2 April jam 4 sore waktu America, yang kemudian secara hampir seketika direspons oleh pasar modal dengan jatuhnya SP500 lebih dari -10%, disusul oleh jatuhnya indeks pasar modal di seluruh dunia, termasuk IHSG yang setelah tertunda oleh liburan luar-biasa panjang, akhirnya juga menyusul jatuh hampir sebesar -10%.
Tidak terasa, setelah berjalan lebih dari 6 bulan, 6 artikel panjang dan 6 ramalan, kita kembali dihadapkan kepada dinamika yang hampir sama. Saya ulang terlebih dahulu 6 ramalan tersebut:
1. Tarif pasti kejadian;
2. Pada akhirnya semua negara akan follow – termasuk America dan China;
3. Free-trade akan lebih free-trade / fair ( yang akan men-drive tarif semakin mengecil – thus a better world );
4. America dan China sedang kompak2-nya – berteriak ke seluruh dunia – let bygones be bygones – let’s renegotiate but be gentle!
5. Dunia akan mulai menegosiasi ulang trade-nya dengan China – dengan membawa tarif sebagai senjata utama-nya;
6. Indonesia akan banjir likuiditas (IHSG 9000 lah).
Untuk kenyamanan pembaca (yang termasuk saya sendiri), kita mulai dengan me-review-nya satu per satu secara terurut. Untuk yang sudah terjadi, akan diurutkan menurut urutan kejadian-nya, dan untuk yang belum terjadi akan diurutkan sesuai dengan urutan perkiraan kapan akan terjadi
Saya jelaskan panjang-lebar di artikel pertama America Dream vs China Fundamental ( https://stockbit.com/post/18081578 ), bahwa America dalam bahaya besar bisa runtuh setiap saat karena defisit yang terus membesar dan under-invest, dan demikian juga China karena over-invest, yang tentu saja dalam prosesnya akan menyeret satu dunia untuk runtuh bersamanya. Dan oleh karenanya, tarif adalah sebuah keharusan, karena tarif akan me-rebalance over/under-investment di seluruh dunia, sehingga yang diperlukan berikutnya adalah sebuah keberanian politik. Saya menilai Trump mempunyai keberanian politik ini.
Inilah ramalan nomor satu saya dimana saya yakin tarif pasti akan terjadi. Sehingga walaupun Trump awalnya menunda penerapan tarif karena protes dari orang-orang terdekatnya, kalangan bisnis, negara-negara sahabat, dan entah siapa lagi, saya tidak bergeming dari ramalan saya.
Keyakinan saya ini, membuat saya bingung dengan gaya negosiasi Trump yang sangatlah konfrontatif, yang kemudian dibalas oleh China dengan tidak kalah konfrontatifnya. Saya mempunyai keyakinan Trump dengan seluruh tim ekonominya, dan demikian juga Xi dengan seluruh tim ekonominya, jauh-jauh-jauh lebih pintar dari saya, dan oleh karenanya pasti mengerti pertaruhan sebesar apa yang sedang mereka mainkan.
Dari kebingungan ini, saya akhirnya mengeluarkan ramalan nomor empat di artikel America Tariff Part 3 ( https://stockbit.com/post/18453295 ), yang intinya saya menebak negosiasi yang sangat konfrontatif ini alias kontes siapa yang berani berteriak lebih kencang tidak lain adalah sandiwara politik belaka.
Trump mengerti bahwa tarif AWALNYA akan membawa ekonomi America menjadi lebih buruk, dan Xi mengerti bahwa model pertumbuhan China tidaklah bisa berkelanjutan, dan memerlukan sebuah model pertumbuhan yang baru, yang AWALNYA juga akan membawa ekonomi China menjadi lebih buruk, dan oleh karenanya keduanya membutuhkan dukungan politik besar dari dalam negerinya masing-masing.
Adakah dukungan politik yang lebih baik daripada memberikan satu musuh bersama untuk satu bangsa. Inilah arah panah politik pertama dari kontes berteriak ini.
Arah panah politik kedua adalah ditujukan ke seluruh dunia. Mari bernegosiasi – tetapi jangan sekali-kali mencoba meninggalkan meja perundingan – kecuali jika Anda sudah merasa lebih adidaya daripada America maupun China itu sendiri.
Dengan konteks ini, tidaklah sulit untuk semakin yakin bahwa ramalan nomor dua di artikel America Tariff ( https://stockbit.com/post/18096366 ) adalah benar adanya, yaitu semua negara akan mengikuti tarif ini, dalam arti negosiasi-negosiasi dan deal-deal akan terjadi, termasuk America sendiri dengan China. America masih merupakan sebuah kue ekonomi terbesar dan paling menjanjikan di dunia, sehingga siapapun tidak akan rela jika kue ini dilepas untuk kemudian dicaplok oleh negara lain.
Per hari ini, menurut ChatGPT sudah ada 18 negara yang telah selesai menegosiasikan tarifnya dengan America. Walaupun sekarang hubungan China dan America kembali “memanas” – saya tetap tidak bergeming dari ramalan ini.
Tarif sudah pasti akan memperlambat ekonomi dunia, karena harga barang pasti naik, dan harga yang naik akan memperlambat konsumsi. Karena America merupakan negara tujuan ekspor terbesar, mayoritas negara akan mengecil pendapatan-nya. Solusinya hanya ada dua: berhemat dalam arti mengurangi impor dan menambah pendapatan dalam arti meningkatkan ekspor.
Sebaliknya posisi China sebagai negara yang mempunyai surplus secara mayoritas terhadap dunia, sekaligus sebagai salah satu market terbesar, adalah posisi yang menjadikan-nya sebagai sasaran tembak bersama. Dan karena WTO sudah dikerdilkan oleh America sendiri, setiap negara akan bebas membawa senjata tarif untuk menegosiasikan trade-nya dengan China. Inilah ramalan nomor lima saya di artikel America Tariff Part 4 ( https://stockbit.com/post/18516679 ).
Saat ini setiap negara masih sibuk menegosiasikan tarifnya dengan America. Hingga saat ini baru satu negara yaitu Mexico yang terang-terangan berencana menaik-kan tarifnya ke China, sementara EU baru mengemukakan rencana untuk meminta perusahaan-perusahaan China yang beroperasi di EU untuk melakukan transfer teknologi, yang saya rasa juga merupakan bagian dari negosiasi tarif dengan China. Sementara ini, kita tunggu saja.
Kenaikan harga, baik karena tarif, maupun alasan-alasan lain, dalam jangka yang relatif panjang bukanlah masalah, dan justru merupakan indikator bahwa ekonomi berjalan dengan baik. Kecuali ada terobosan teknologi baru, secara umum permintaan market-lah yang mendorong ekonomi untuk bergerak maju, dan karena produksi baru berjalan setelah permintaan sudah terjadi, harga selalu bergerak naik terlebih dahulu.
Bedakan dengan hyper-inflation, dimana faktornya hampir selalu karena masalah mencetak uang terlalu banyak, defisit atau hutang yang terlalu banyak, produksi yang terhenti secara massal yang biasanya disebabkan oleh disrupsi politik, financial market-crash, apapun itu, intinya adalah ekonomi berhenti berputar karena terjadi krisis kepercayaan.
Ada dua orang, yang satu membuat makanan, yang satu lagi membuat pakaian, kalau dua orang ini saling tidak percaya, jual-beli tidak akan terjadi, yang akibatnya adalah yang satu akan kelaparan, yang satu lagi akan kedinginan, hidup menjadi susah, dan inilah krisis ekonomi. Sebaliknya kalau saling percaya, mau pakaian dan makanan dihargai satu triliun rupiah, maupun dihargai seratus ribu rupiah, tidaklah masalah, mereka berdua akan sama-sama kenyang dan hangat, alias makmur.
Terlalu banyak analis-analis yang meng-kotak-kotak-kan tarif dalam konteks yang sempit, terbatas hanya kepada cara pandangnya masing-masing, tetapi digerojok ke publik secara sekaligus dalam puluhan bentuk analisis, yang membuatnya menjadi kompleks, mengaburkan fundamental sesungguhnya dari tarif itu sendiri.
Sewaktu saya melihat tarif, saya hanya secara sederhana (fundamental) berpikir apakah tarif akan menyebabkan ekonomi berhenti berputar atau tidak. Tujuan dari tarif bukan untuk memutus America dari supply-chain dunia, tetapi me-rebalance investasi. Kalau Anda sehari mandi dua kali, tetapi karena harga sabun naik, Anda menjadi mandi hanya satu kali saja, atau tadinya biasa duduk-duduk di Starbucks, sekarang menjadi duduk-duduk di sebuah kopitiam tanpa merek, apakah ini akan menyebabkan kiamat ekonomi? Jawaban-nya menjadi sederhana sekali.
Memang, selama masa transisi ke harga yang lebih tinggi, mayoritas dari orang akan menderita. Harga barang naik, tetapi gaji umumnya akan telat untuk disesuaikan. Akan tetapi selama tidak menimbulkan kiamat ekonomi, atau krisis kepercayaan, seluruh harga dan gaji akan membentuk keseimbangan yang baru. Pakaian dan makanan akan terhambat sebentar, tetapi kemudian mengalir kembali, dan biasanya bahkan mengalir lebih baik kembali. Ekonomi selama ribuan tahun selalu begitu ceritanya.
Jadi saya membuang jauh-jauh pemikiran tarif akan menghancurkan dunia, dan dengan keyakinan Trump dan tim ekonomi-nya bukan orang-orang bodoh seperti yang dituduhkan oleh hampir semua orang, untuk kemudian mencoba berpikir dengan lebih jernih: KENAPA PERLU TARIF???
Free-trade / globalisasi / masuknya China si pabrik dunia ke WTO 30 tahun yang lalu, membawa kemajuan ekonomi dunia dalam skala dan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelum-nya di sepanjang sejarah manusia modern. Masalahnya hanya satu, free-trade rawan dicurangi. Kecurangan akan membuat mekanisme free-trade tidak bisa berjalan sempurna. Jadi, walaupun free-trade sudah membawa kemajuan ekonomi yang luar-biasa, ada pihak-pihak yang meraup keuntungan secara luar-biasa dan ada pihak-pihak yang menanggung kerugian secara luar-biasa pula.
Free-trade dengan cara seperti ini, tidaklah berkesinambungan, karena pihak-pihak yang menanggung kerugian, lambat-laun akan habis kekayaan-nya, sehingga yang menjual barangpun akan juga kehilangan market-nya. Ujungnya adalah ekonomi / supply-chain akan berhenti total.
WTO diharapkan bisa menyelesaikan masalah ini dengan bertindak sebagai juri yang adil, sayangnya mereka gagal. Dan kita tahu jelas kenapa mereka gagal, yaitu alasan yang sama bahwa kenapa sistem ekonomi terpusat selalu gagal, karena dinamika ekonomi terlalu kompleks untuk diatur secara terpusat, apalagi jika si pembuat kebijakan, dalam kebanyakan kasus, tidak mempunyai skin-in-the-game secara langsung.
08 tidak akan bisa paham bahwa di kampung ini sudah ada 5 warteg, sehingga peluang bisnis yang terbaik adalah dengan membuka warung pecel-lele. Tetapi seorang Udin bisa tahu ini.
Oleh karena itu dengan “membebaskan“ setiap negara untuk mengurus trade-nya dengan negara lain secara bebas, kita membebaskan setiap Udin / negara untuk mengurus ekonominya sendiri secara lebih bebas dan oleh karenanya akan lebih tepat sasaran.
Tiket menuju KEBEBASAN ini adalah TARIF.
Free-trade atau kapitalisme memang kejam, tetapi kekejaman inilah yang membuat dunia selalu menjadi lebih baik. Sama halnya dengan mendidik anak secara disiplin. Kalau Udin tahu kegagalan menjalankan bisnis warung pecel-lele bisa membuat dirinya bangkrut (skin-in-the-game), dia akan berpikir lebih panjang untuk membuat warung pecel-lele-nya menjadi warung pecel-lele yang lebih baik. Hasilnya adalah alokasi sumber-daya yang lebih tepat-guna. Dan itulah yang menjaga pertumbuhan ekonomi selalu terjadi sepanjang masa.
Apakah bisa sebuah negara menjadi semena-mena? Bisa sekali – namanya juga BEBAS BEBAS BEBAS – tetapi mekanisme free-trade akan mengontrol itu dengan efektif. Misalnya America sendiri, boleh saja Trump memutuskan memberikan tarif 1000%, tetapi sudah pasti akan terjadi kehancuran ekonomi America, yang akhirnya akan melengserkan dirinya sendiri juga.
Trump memang akan memaksimalkan sedemikian rupa sehingga manufaktur bisa kembali (sebagian) ke America, dan kalau bisa tetap mempertahankan America sebagai negara nomor satu, tetapi dalam prosesnya akan diatur sedemikian juga, sehingga tidak malah membuat America menjadi hancur atau melengserkan dirinya sendiri.
Ini adalah keseimbangan yang diserahkan ke mekanisme market.
Dalam jangka panjang setelah free-trade selesai beradaptasi, kemudian supply-chain juga sudah diatur ulang dan siap, adalah menjadi kepentingan setiap pemangku mandat politik untuk meningkatkan ekonomi-nya, dan salah satu cara termudahnya adalah tentu saja dengan mengurangi tarif secara bilateral, atau dengan kata lain SECARA BEBAS tanpa harus mendapatkan “ijin” terlebih dahulu dari WTO.
Tidak perlu lagi dengan cara kucing-kucingan seperti mengoper-oper pelabuhan impor, cara kucing-kucingan seperti ini rumit dan efektivitas-nya juga terbatas.
Inilah yang menjadi dasar ramalan nomor tiga saya: free-trade yang lebih free-trade di artikel America Tariff Part 2 ( https://stockbit.com/post/18169944 ), dimana tarif akan semakin turun dengan sendirinya.
( Ramalan nomor tiga ini memberikan hadiah manis untuk saya, dimana karena saya yakin EU yang dicekek ekspornya, akhirnya akan membebaskan impor sawit dari Indonesia, alias lebih free-trade, sehingga setelah hampir 5 tahun memegang ITMG, untuk pertama kalinya saya menukar $ITMG dengan $TAPG hingga akhirnya mencapai 30% dari porto saya, mengenai hal ini bisa dibaca di sini: https://stockbit.com/post/18486934 – terima-kasih yang sebesar-besar-nya untuk kawan-kawan sekalian yang sudah memberikan dukungan selama ini sehingga saya tetap bersemangat menulis panjang-panjang 😭😭😭 )
Bahkan jika melihat rumus tarif yang digunakan oleh America, tarif sangat mungkin diturunkan pada saat negosiasi. Rumus tarif ini saya turunkan secara detail di artikel America Tariff, dan kemudian di artikel America Tariff Part 2, saya tunjukkan secara detail, berdasarkan rumus tarif tersebut, mengapa tarif bahkan bisa turun pada saat negosiasi. Ramalan ini sengaja tidak saya masukkan dalam daftar enam ramalan di atas, karena sifatnya lebih jangka pendek. Dan betul saja, saat ini semuanya sudah terjadi.
Saya sudah menjelaskan situasi Indonesia panjang-lebar di artikel America Dream vs China Fundamental dan Indonesia Fundamental & Dream Part 2 ( https://stockbit.com/post/21098109 ). Silahkan dibaca di sana sepuas-puasnya.
Intinya adalah: kondisi Indonesia tidak baik-baik saja, tetapi kita sudah berada di arah yang betul dengan potensi yang luar-biasa besar, dan posisi kita saat ini sudah berada di dasar dengan “harga” untuk berinvestasi yang sangat murah. Saya juga menilai 08 memiliki kemampuan untuk memanfaatkan situasi politik dan ekonomi ini, baik di dalam negeri maupun di luar-negeri.
Sehingga tidaklah sulit untuk saya meramalkan kita akan bangkit dan menjadi bintang dalam masa transisi free-trade ini. Dan itulah ramalan nomor enam saya: Indonesia akan banjir likuiditas / IHSG akan tembus 9000.
Siklus ekonomi, jalinan ceritanya sangatlah sederhana. Pada saat ekonomi bagus, orang akan cenderung over-invest. Over-invest akan membuat supply menjadi banjir, harga jatuh, dan bisnis jatuh. Dimulailah krisis ekonomi, bisnis bangkrut, supply turun, harga kembali naik, profit mulai naik kembali, dan dimulailah siklus ekonomi kembali naik ke atas. Ekonomi menjadi bagus kembali, dan demikian terus selanjutnya selalu berulang seperti itu.
Penyebab yang lebih fundamental dari siklus ekonomi ini adalah karena informasi market tidak mengalir secara sempurna. ( Siapapun yang bisa membuat informasi market mengalir dengan sempurna – sudah pasti akan mendapatkan Nobel Prize ekonomi selama sepuluh tahun berturut-turut. )
Jika para pelaku ekonomi sendiri juga selalu terlambat mendapatkan informasi yang lengkap, apalagi pasar modal, pasar modal adalah penerima informasi yang paling terlambat. Dan tidak hanya terlambat, apa yang terjadi di pasar modal bahkan bisa disconnect sepenuhnya dari ekonomi.
Jadi, seperti yang telah saya tulis di artikel yang berisi ramalan nomor satu, dan akan selalu saya ulang setiap terjadi market-crash, PASAR MODAL ADALAH REFLEKSI YANG TERLAMBAT DARI KONDISI FUNDAMENTAL YANG SESUNGGUHNYA – APAPUN ITU FUNDAMENTALNYA.
Jangankan -30%, bahkan jika SP500 turun -90% pun – it’s not a big deal!
Sudah telat.
Jika Anda salah membaca, Anda akan seperti menembak target yang bergerak, dimana peluru Anda akan selalu mendarat di tempat yang sudah kosong. Jadi, walaupun saling terkait, pisahkan selalu ekonomi dan pasar modal. Perbedaan waktu di antara keduanya itulah terletak kesempatan besar untuk membuat profit.
Tetapi profit terbesar hanya bisa didapat jika bisa meramal semuanya sekaligus, baik ekonomi dan pasar modal, pada saat semuanya belum terjadi.
Ada beberapa indikator untuk mencermati apakah ekonomi sedang tidak baik-baik saja, yaitu:
1. Real GDP growth di bawah atau hampir sama dengan pertumbuhan populasi;
2. PMI (Purchasing Manager Index) di bawah 50 selama beberapa bulan;
3. Inflasi rendah dan GDP growth rendah;
4. Unemployment naik;
5. Gaji tumbuh di bawah inflasi;
6. Investasi tidak tumbuh;
7. Penurunan suku bunga kredit / cetak uang, tetapi tetap tidak menghasilkan growth yang cukup;
8. Penjualan retail / indeks kepercayaan konsumer turun;
9. Ekspor / impor tidak tumbuh;
10. Tanya tetangga.
Ada pula indikator-indikator untuk menunjukkan apakah pasar modal sudah bubble, yaitu:
1. Valuasi yang terlalu ekstrim (e.g. Buffett-indicator terlalu tinggi), alias disconnect dari fundamental market;
2. Margin-debt meningkat lebih besar dari 20-30% yoy;
3. Banjir likuiditas (e.g. COVID money printing, rate-cut);
4. Peningkatan harga saham terlalu terkonsentrasi pada beberapa saham (e.g. perusahaan-perusahaan AI dan saham-saham gorengan konglomerasi);
5. Jumlah saham yang harganya lebih tinggi daripada 200-day-moving-average-nya menurun;
6. Pengemudi Gojek membuka-buka @Stockbit di lampu merah atau orang-orang terdekat kalian mulai bertanya-tanya mengenai saham;
7. Volatility harga saham menurun, yang ada naik-naik dan naik;
8. Sedangkan fundamental revenue dan profit tidak menunjukkan peningkatan yang berarti atau malah cenderung turun;
9. Jumlah kredit dengan risiko tinggi meningkat tetapi credit-spread semakin kecil;
10. Semakin banyak influencer-influencer bermunculan yang mengklaim sudah cuan ribuan persen.
Sekilas terlihat semua indikator-indikator ini adalah seperti sebuah informasi yang berharga. Sayangnya, seperti yang sudah dijelaskan, pada saat kita menerima informasi-informasi ini, sudahlah telat karena setiap orang dengan mudah juga bisa mendapatkan informasi yang sama.
Selain daripada itu, semakin Anda mengerti indikator-indikator tersebut, dijamin Anda akan semakin pusing sendiri. Berapa kalikah Anda mendengar analis yang mengatakan hasilnya adalah "mixed-results"? Terlalu banyak indikator inilah penyebabnya.
Misalnya (ini contoh semprul saja supaya mendapat gambaran-nya): unemployment naik belum tentu buruk, karena bisa saja ini terjadi karena AI sudah sedemikian suksesnya menggantikan tenaga kerja manusia. Dan oleh karenanya dibutuhkan indikator lain untuk mengkonfirmasi hal tersebut, misalnya apakah terjadi pertumbuhan gaji, karena pertumbuhan gaji menunjukkan yang masih bekerja adalah memang yang hanya berkeahlian tinggi yang belum dapat digantikan oleh AI. Atau bisa juga digunakan indikator dimana walaupun unemployment naik, real GDP growth masih harus lebih tinggi dari pertumbuhan populasi.
Dari contoh semprul ini saja, terlihat dua indikator dengan arah yang berlawanan bisa jadi menunjukkan hal yang sama, dan sebaliknya indikator dengan angka yang sama belum tentu menunjukkan arah yang sama. Pusinglah kepala kita kalau hanya bermain-main dengan indikator, tanpa punya terlebih dahulu benang merah penjalin-nya.
Oleh karenanya, saya bukanlah penggemar dari indikator-indikator tersebut, apalagi reaktif terhadap indikator-indikator tersebut. Untuk yang suka berteriak-teriak, tuh kan si A, si B, si C, bodoh, karena indikator-indikator ini menunjukkan ini-itu blah-blah, berpikirlah lebih panjang lagi siapa sesungguhnya yang bodoh.
Dunia tidak bekerja dengan cara sesempit yang ada di otakmu yang terbatas itu.
Bedanya investor dan analis adalah: investor meramal berdasarkan hal-hal yang fundamental, dan hal yang paling fundamental dalam berinvestasi adalah kepercayaan kepada kapabilitas dari seseorang / perusahaan / negara, dan kemudian menggunakan indikator-indikator market untuk mengkonfirmasi / mengawal ramalan-nya, sedangkan analis menggunakan indikator-indikator market untuk meramal masa depan.
Investor berpegang bahwa setiap angka pada sebuah dadu mempunyai kemungkinan keluar sebesar 1/6, atau melihat dadunya secara keseluruhan, sedangkan analis berusaha menebak angka yang akan keluar kemudian.
Jadi investor secara umum lebih tenang dan selalu berpikir jangka-panjang, supaya semua angka pada dadu mempunyai kesempatan yang cukup untuk tampil semua.
Sedangkan analis terlalu sibuk dengan dinamika market sehingga tidak ada waktu untuk berpikir fundamental – dan biasanya yang kebetulan menebak angka dadu dengan betul menjadi mendadak terkenal – sehingga tersebarlah ilmu sesatnya ke seluruh penjuru dunia. Ilmu sesat selalu tersebar dengan lebih cepat karena orang pada umumnya lebih dan sangat menyukai kesempatan untuk bisa kaya mendadak ala menang besar di kasino.
Stockbit mempromosikan profil saya sebagai seseorang yang berinvestasi dengan metode scientific. Yang dimaksud sebetulnya adalah saya selalu berusaha meramal masa depan berdasarkan hal-hal yang fundamental.
Definisi fundamental dalam ilmu investasi, atau untuk semua ilmu yang dikategorikan sebagai ilmu non-pasti, adalah hal-hal yang mempunyai nilai kebenaran jauh lebih besar daripada salahnya. Nilai kebenaran lebih besar itu tidak cukup hanya sekadar benar di atas 51% atau 60%, tetapi tetap harus di atas 80% sd 90% baru mempunyai kegunaan yang cukup untuk berinvestasi.
( Angka-angka ini saya comot dari conjecture pareto 80:20, karena hampir selalu ada 20% orang yang cara berpikirnya berbeda jauh dengan 80% orang sisanya. Dan membuang angka 100% karena tidak mungkin terjadi – bahkan di ilmu fisika sekalipun.
Jadi sebetulnya saya juga sangat mempertanyakan perbedaan ilmu pasti dan non-pasti – menurut saya ini hanyalah pengkategorian yang dibuat-buat belaka. )
Susahnya mencari fundamental yang tepat, adalah kita harus bisa melihat jernih menerobos semua kerumitan dinamika ekonomi makro dan mikro, politik dan pasar modal, untuk mencari hal-hal yang fundamental, dan tidak cukup berhenti di situ, pencarian harus dilanjutkan terus sampai akhirnya didapat fundamental yang lebih fundamental, dan semakin sedikit fundamental yang didapatkan semakin baik, dan lebih baik lagi jika kita bisa mendapatkan satu saja fundamental yang menyatukan semuanya.
Yang paling saya kagumi dari seorang @tomhardi adalah cara berpikirnya yang selalu mencari fundamental. Bermain gorengan-pun tetap berpikir secara fundamental hahaha Yes Bro, itu fundamental juga, karena yang namanya fundamental bukanlah sekadar debt-ratio dan net-profit. Debt-ratio dan net-profit hanyalah sekelumit dari yang namanya fundamental.
Satu hal fundamental dari beliau yang saya pikirkan selama berbulan-bulan adalah: pada saat kondisi ekonomi tidak baik-baik saja, likuiditas JUSTRU akan mengalir ke pasar modal.
Ada dua sumber likuiditas, big-fund dan retail. Big-fund bermain-main dengan indikator makro yang canggih-canggih dan menentukan arah market, dimana retail selalu menjadi pelengkap-penderita-nya. Big-fund akan mengalir dari saham –> bond –> komoditas –> bond –> saham dan demikian seterusnya dengan lincah. Retail hanya mengikuti mengais-ngais sisanya.
Ada dua cerita fundamental mengenai likuiditas, yaitu likuiditasnya sendiri, dan tentu saja para pemain likuiditas-nya alias si big-fund-nya itu sendiri.
Cerita fundamental-nya dari likuiditas adalah sebagai-berikut:
1. Pada saat-saat awal market-crash terjadi, likuiditas akan lari dari saham dan aset-aset berisiko tinggi, masuk ke aset-aset aman: cash, UST / bond-bond pemerintah, dan gold, karena mereka tidak peduli lagi dengan imbal-balik;
2. Pada saat market-crash sudah terjadi, stimulus besar akan turun, imbal-balik aset-aset aman turun, ketakutan sudah memudar, likuiditas akan masuk kembali ke aset-aset dengan risiko lebih tinggi karena bisa memberikan imbal-balik yang lebih tinggi.
Dan beginilah cerita fundamental-nya PEMAIN likuiditas:
1. SELALU akan masuk ke tempat-tempat yang mempunyai likuiditas terbanyak – dan kemudian membuatnya menjadi memiliki imbal-balik tertinggi;
Jika uang sudah tersedia untuk pasar modal / kasino, tidak masalah berasal dari stimulus maupun dari hasil kerja keras secara jujur, kalau pertumbuhan ekonomi baik maka larilah ke perusahaan-perusahaan sehat, kalau pertumbuhan ekonomi masih lambat, larilah ke gorengan atau menggoreng ciptaan-nya sendiri, atau apapun juga bentuk permainan-nya, sampai semuanya kering.
Sehingga big-fund yang akan mendapat bocoran-bocoran informasi lebih cepat, mereka akan masuk terlebih dahulu, dan karena mereka adalah big-fund, mereka bisa melakukan leverage, repo, derivatif dan narasi besar, yang artinya juga akan terjadi efek money-multiplier.
Retail juga akan ikutan masuk, tetapi tentu saja setelah ketinggalan kereta.
2. Setelah likuiditas habis, baru kemudian lari balik ke fixed-income.
Karena likuiditas-nya sekarang sudah berada di mereka sendiri.
Retail juga akan lari kembali ke fixed-income, tetapi larinya ketinggalan, karena big-fund akan terus pom-pom sampai seluruh uangnya sudah aman terlebih dahulu.
Bisa melihat perbedaan dari keduanya? Likuiditas selalu mengalir ke tempat dimana memberikan imbal-balik tertinggi atau dimana likuiditas dibutuhkan, sedangkan pemain likuiditas selalu mencari dimana likuiditas sudah tersedia dan kemudian menciptakan permainan-nya sendiri.
Likuiditas bergerak berdasarkan indikator-indikator, seperti retail bergerak berdasarkan indikator-indikator yang terlambat, sedangkan pemain likuiditas bergerak menciptakan indikator-indikator tersebut.
Dengan kata lain, pemain likuiditas bahkan bergerak lebih cepat daripada likuiditas itu sendiri.
Itulah teori fundamental dibalik teori fundamental-nya Tom Hardi. Kenapa dalam kondisi ekonomi susah, likuiditas justru mengalir ke pasar modal... ya karena di situlah likuiditas sudah siap tersedia!
Pertempuran seperti Trump vs Powell adalah pertempuran abadi sepanjang masa. Powell tidak mungkin bergerak mendahului market, karena kalau salah, salahnya dobel. Dan kalau antara betul dan salah perbedaan-nya masing-masing sudah dobel, total kesalahan dengan memperhitungkan opportunity-lost menjadi kuadruppel.
Oleh karena itu, sangatlah masuk akal jika disimpulkan bahwa tanda-tanda market-crash akan terjadi, adalah pada saat kerabat, teman dan tetangga, yang sama sekali tidak mengerti permainan pasar modal, mulai bertanya-tanya mengenai crypto dan saham, dan seperti layaknya para newbie, mereka inilah yang akan rajin pamer portonya dan mendadak alih profesi menjadi salesman pasar modal musiman.
Dan itulah jalan mereka menuju Roma, karena setelah bertanya-tanya kiri-kanan, tidak peduli diberikan jawaban apapun, mereka akan tetap masuk ke pasar modal karena tidak tahan mendengar kerabat, teman dan tetangganya semua untung besar.
Setelah uang mereka terserap habis, tidak ada lagi dorongan pasar-modal untuk terus naik, karena mau beli saham pakai uang dari mana lagi, dan pada saat itulah mereka mulai bosan, karena tidak ada lagi kenaikan profit yang lumayan, rumor-rumor krisis ekonomi mulai bergaung (e.g. The Fed mulai rate-cut, somehow baca artikel ini, etc), dan big-fund yang sudah habis barang jualan-nya, memperbesar rumor ini, denial beberapa saat, panic-selling dimulai, dan akhirnya market-crash pasti terjadi karena realitanya uangnya memang sudah tidak ada.
Ratusan tahun tidak berubah tanda-tanda-nya ( ingat bagaimana Sir Isaac Newton pun bangkrut karena berinvestasi ke pasar modal ), dan sekarang kita tahu alasan fundamental-nya adalah karena likuiditas-nya sudah habis.
Dan kemudian, tergantung dari setup berikutnya, apakah terus langsung ke fixed-income atau stimulus dikucurkan, akan terjadi saat dimulainya kembali big-fund memungut saham-saham yang dijual terlalu murah di pasar modal.
Perhatikan bagaimana Jamie Dimon dan Ray Dalio mulai berbicara mengenai gold – mereka adalah pemain likuiditas. Perhatikan ketidak-suka-an mereka terhadap gold, tetapi karena likuiditas saat ini bergerak ke gold – suka-tidak-suka mereka tahu bahwa di situlah mereka harus berada. Bahkan crypto!
( NO NO NO – berhati-hatilah jangan gegabah dulu dengan gold – ramalan saya masih belum saya tuliskan. )
Supaya pembaca bisa memahami lebih jelas, dan untuk men-summary-kan semua cerita di atas, saya berikan cerita singkat mengenai perkembangan ekonomi dan pasar modal dimulai dari COVID yang terjadi di akhir tahun 2019 sampai dengan hari ini (18 Oktober 2025):
1. 8 Desember 2019: kasus pertama COVID dilaporkan terjadi di Wuhan, berita COVID mulai menyebar;
2. Februari 2020: SP500 mencapai puncaknya;
3. Februari-Maret 2020: berita pandemi menyebar secara global, lockdown dimulai di mana-mana, ekonomi ambruk, panik di pasar modal terjadi, SP500 turun lebih dari -30% (definisi definitif dari market-crash);
( Perhatikan begitu cepatnya pasar modal ambruk. “B”-nya saya, bukan “B-i”-nya si “dia” ya, juga ikut ambruk bersamanya 🤦♀️🤦♀️🤦♀️ )
4. Mid 2020: likuiditas besar-besaran diturunkan ke market, ekonomi rebound lebih dari 30% karena base-effect, SP500 rebound hampir 70% mendahului pertumbuhan ekonomi;
5. 2021: ekonomi tumbuh hampir 7%, SP500 naik hampir 30%;
6. 2022: ekonomi masih tumbuh hampir 3%, inflasi, The Fed mulai menaikkan suku bunga secara agresif, SP500 turun hampir -20%, ChatGPT diluncurkan pada akhir tahun, demam AI dimulai;
7. 2023: ketakutan terhadap resesi turun, ekonomi tumbuh antara 3% sd 5%, AI dari ChatGPT menggemparkan dunia, SP500 tumbuh lebih dari 20%;
8. 2024: ekonomi masih tumbuh lebih dari 2%, SP500 naik lebih dari 20%, demam AI berlanjut, SP500 naik lagi lebih dari 20%, trade-war America-China semakin memanas, ketidak-pastian semakin tinggi, China membeli terus gold, di-ikuti oleh banyak bank-sentral yang lain, gold naik banyak dan menandai dimulainya rally-rally panjang gold, Trump menang pemilihan umum;
9. April 2025: Trump mengumumkan Liberation Day Tariff, SP500 turun lebih dari -10%, yang kemudian karena dikoreksi dengan penundaan pelaksanaan tarif, SP500 rebound dan melanjutkan kenaikan-nya, dan gold juga tetap melanjutkan kenaikan-nya;
10. Oktober 2025: ekonomi Q2 masih tumbuh lebih dari 3%, demam AI berlanjut, SP500 ATH dengan 30% market-cap-nya disumbang oleh Mag7 (atau Mag8 jika Oracle Corp dimasukkan, dan Mag9 jika Berkshire Hathaway saya masukkan), The Fed menurunkan rate, gold ATH.
Perhatikan, pasar modal selalu bereaksi berlebihan terhadap berita-berita ekonomi. Kenaikan pasar modal hampir selalu lebih besar dari ekonomi karena efek FOMO (fear-of-missing-out), dan kejatuhan pasar modal hampir selalu lebih dalam dari ekonomi karena efek murni dari ketakutan.
Ada hal yang sangat menarik yang terjadi di antara tahun 2022 dan 2023.
Pada tahun 2022 karena The Fed menaikkan rate, SP500 jatuh hampir sebesar -20%, yang mana biasanya akan di-ikuti dengan resesi-resesi-resesi dan bear-bear-bear.
Yang memang jika hanya berkaca kepada histori, setelah kenaikan rate yang cukup lama dan besar, sangatlah jarang ekonomi bisa soft-landing. Dan dari 10 kali kejadian, hanya pernah terjadi sekali antara tahun 1994 dan 1995 oleh Greenspan.
Tetapi sebuah black-swan terjadi di akhir tahun 2022, ChatGPT merilis pertama-kali AI-nya ke publik, menggemparkan satu dunia, dan yang terjadi selanjutnya adalah SP500 justru rebound kembali dengan kenaikan lebih dari 20%, istilah Mag7 dan AI semakin popular dan demikian pula harga saham-saham mereka terus meroket, dan terus naik hingga sekarang.
30% dari kapitalisasi SP500 disumbang oleh Mag7. 80% dari gain di SP500 disumbang oleh perusahaan-perusahaan AI.
Jadi tetap ada keterkaitan antara ekonomi dan pasar modal.
Buffett pasti mendesah kecewa karenanya 😂😂😂
Sebetulnya pada saat The Fed pertama kali menaik-kan rate, di situlah kondisi ekonomi sedang bagus-bagus-nya, disertai resahnya kelas menengah ke bawah melihat daya belinya rontok karena inflasi (thus The Fed menaik-kan rate), dan mungkin The Fed juga sudah melihat gejala over-investment atau ekonomi yang terlalu panas, sehingga bahkan walaupun SP500 turun hampir -20% di tahun 2022, ekonomi sampai akhir tahun 2023-pun masih tumbuh 3% sd 5%, bahkan pertumbuhan masih terus berlanjut hingga Q2 2025.
Tetapi bukankah likuiditas seharusnya sudah habis pada saat SP500 jatuh hampir -20% di tahun 2022? Darimana likuiditas yang menjadi bahan-bakar narasi AI ini berasal? Saya tidak tahu pasti, dan saya juga jamin tidak ada seorangpun yang tahu pasti, tetapi selama pasar modal masih naik terus, saya hampir yakin likuiditas masih ada. Secara sepintas saya cek, konon katanya karena stimulus COVID yang terlalu luar-biasa besar, dan ketakutan akan COVID dan ekonomi yang menyebabkan orang-orang cenderung menahan diri untuk belanja, likuiditas ini masih ada.
Ekonomi sendiri tidak baik-baik saja. Tidak perlu 100 indikator untuk mengambil kesimpulan ini, karena bagaimana ekonomi bisa baik jika dalam 5 tahun terakhir ini kita disuguhi: COVID, America under-invest selama berpuluh-puluh tahun, China over-invest berpuluh-puluh tahun, China sudah berusaha mati-matian dan belum berhasil juga keluar dari ancaman resesi / stagflasi, Germany lemah, Japan tidak baik-baik saja, South Korea juga, perang dagang, defisit meningkat terus, kemudian tarif, dan finalnya adalah kerusuhan / krisis politik di Indonesia, Thailand, Nepal, South Korea, Japan, France, UK, Venezuela, America, bahkan riak-riak kecil banyak terjadi di China, dan entah di mana lagi.
Untuk yang saya sebut final, fundamental-nya adalah: it’s economy stupid! Dan begitulah kesimpulan-nya.
10 indikator ekonomi di atas memberikan konfirmasinya (awas: jangan dibalik cara berpikirnya).
The Fed-cut adalah satu indikator lagi bahwa ekonomi SUDAH sedang tidak baik-baik saja, walaupun artinya juga perbaikan-nya sudah dimulai. AWAS: BUKAN indikator ekonomi akan MENDADAK membaik.
Saya hampir yakin kondisi likuiditas di Indonesia sudahlah mendekati kering – berdasarkan indikator dari kerabat, teman dan tetangga saya yang mulai bertanya-tanya mengenai saham.
Saya tidak tahu bagaimana kondisi likuiditas di America, China dan dunia, dan belum terlalu tertarik untuk mempelajarinya lebih dalam, tetapi Buffett-indicator yang sudah mencapai angka lebih dari 200% – tertinggi sepanjang masa, sehingga kalaupun belum habis, sudah pasti telah menyedot likuiditas cukup significant.
10 indikator market akan crash atau kehabisan likuiditas pun sudah berada pada status yang mengkhawatirkan.
Entah karena memang sekadar ada narasi yang dimainkan, atau memang betul ini yang terjadi, bermunculanlah narasi-narasi bahwa AI berhasil menahan kejatuhan ekonomi dan pasar modal, dan satu dunia pun terlibat dalam debat soft-landing dan hard-landing yang belum konklusif hingga hari ini.
Sepertinya memang tidak mungkin meramal masa depan tanpa memperhitungkan AI lebih banyak. Jadi, saya akan belok membahas dulu mengenai AI – tidak perlu khawatir – saya hanya akan bahas secara singkat saja dan menghindari jargon-jargon AI yang terlalu teknikal.
Betul, kemajuan AI saat ini masih dalam fase-fase awal, potensinya masih sangat luar-biasa besar. Tetapi ini bukan berita bagus, karena peluang besar itu, besar kemungkinan-nya masih terlalu jauh di depan.
Saya katakan demikian, karena terlepas dari hype-nya, AI sekarang MASIHLAH TIDAK LEBIH DARIPADA:
Sebuah “mesin” yang mengambil informasi di “lokasi“ yang ditentukan oleh “koordinat“ yang dispesifikasikan dengan natural-language / vision. (AR)
Untuk yang mengerti programming, AI masih tidak lebih daripada database server dengan query statement ber-“syntax” natural-language / vision.
Karena masih ada paling sedikitnya tiga kekurangan terbesar AI, yang sifatnya fundamental, sehingga solusinya kemungkinan besar membutuhkan perubahan model secara besar-besaran – tidak mungkin hanya disolusikan dengan “sekadar” small-hack seperti kasusnya DeepSeek.
Tiga kekurangan terbesar AI tersebut adalah:
1. Biaya training AI sangatlah besar, dan masalah utamanya bukanlah ini, tetapi tidak seperti halnya dengan otak manusia yang bisa berubah secara struktural dengan skill dan pengetahuan baru, AI membutuhkan training ulang dari awal untuk mencapai perubahan struktural yang sama;
Ini menimbulkan pertanyaan besar atas efektivitas dari produktifitas yang diciptakan dengan menerapkan AI.
2. Halusinasi AI hanyalah bahasa sopan dari sebuah problem yang sangat struktural, yaitu AI belum mempunyai kecerdasan seperti halnya manusia untuk mengerti hal-hal yang dimasukkan ke dalam “otak“-nya. Sehingga pertanyaan sulit bisa dijawab dengan sempurna, dan sebaliknya pertanyaan gampang bisa dijawab dengan salah;
Ini bukan berhalusinasi, ini bodoh.
3. Dan oleh karenanya AI belum bisa menghasilkan sebuah pengetahuan baru, AI hanyalah memberikan sebuah ringkasan dari kolektif pengetahuan yang sudah ada.
Untuk orang yang belum mengerti, ringkasan hanya memberikan ilusi mengerti – sehingga tidak ada peningkatan produktifitas secara eksponensial karena tidak ada ilmu terobosan baru yang didapat.
Untuk orang yang sudah mengerti, ringkasan tidak memberikan pengertian baru – sehingga selain daripada menghemat waktu membaca ulang – juga tidak ada peningkatan produktifitas secara eksponensial karena tidak ada ilmu terobosan baru yang didapat.
Yang dilakukan oleh DeepSeek, yang juga kemudian menggemparkan dunia, dan sampai merubah arah politik China, BUKANLAH sebuah terobosan dalam skala perubahan model AI secara struktural, tetapi optimisasi engineering yang sangat kreatif dan cerdik – yang dilakukan di banyak bagian dari algoritma untuk men-training AI – tetapi belum sampai termasuk dalam kategori aha-moment.
Sehingga pertanyaan besarnya adalah, bagaimana mungkin seluruh engineer OpenAI, Google, Microsoft, Facebook, Amazon dan X / Tesla, yang telah dibayar dengan gaji yang fantastis, bisa ketinggalan ini???
( Kalau Apple, saya tidak heran – dan dalam hal ini justru bagus sekali – dan itulah kenapa membuatnya menjadi perusahaan yang sangat dicintai oleh Warren Buffett tetapi tidak oleh saya. )
Ini yang semakin meyakinkan saya waktu itu bahwa AI memang sudah menunjukkan tanda-tanda terjadi bubble.
Kalau tiga masalah ini bisa diketemukan solusinya, itulah AI yang kita sebut-sebut sebagai AGI (artificial general intelligence), AI yang semakin mendekati kemampuan berpikir manusia tetapi tentu saja dengan kecepatan berpikir sebesar satu juta kali lebih cepat.
Kalau bisa seperti itu, kiamat umat manusia mungkin sudah semakin dekat. Tetapi tidak perlu terlalu khawatir untuk saat ini, karena untuk mencapai kemampuan seperti itu, ada kemungkinan besar baru bisa tercapai setelah kita menemukan sebuah terobosan besar baru di ilmu fisika, setara dengan diketemukan-nya GR & QM oleh Einstein, yang membutuhkan sebuah fundamental particle / force baru, yang itupun kalau masih bisa disebut sebagai particle / force klasik, dan sebuah cabang baru matematika yang tidak mempunyai kemampuan untuk memprediksi – yes cabang baru matematika yang TIDAK MEMPUNYAI KEMAMPUAN UNTUK MEMPREDIKSI.
Cerita AI ini sengaja saya tutup dengan kesimpulan yang walaupun serius, dan sangat serius malah, tetapi saat ini lebih terasa berbau-bau science-fiction – dan itulah poin dari saya.
Di lain sisi, saya bisa hitung dengan mudah bahwa produktifitas dari AI generasi sekarang, jika seluruh pekerja kerah-putih dan kerah-biru digantikan / menggunakan AI, dimana pekerja kerah-putih bisa dikurangi sebesar hampir 50%, dan pekerja kerah-biru bisa dikurangi sebesar hampir 30% ( ya betul – tidak terbalik – lebih banyak pekerja kerah-putih yang bisa digantikan oleh AI ), akan didapat peningkatan produktifitas masing-masing sebesar 2x lipat, yang ujungnya adalah peningkatan GDP sebesar hampir 15%.
Sedangkan kapitalisasi dari Mag7 sudah mencapai 30% dari total kapitalisasi SP500.
Jadi di ujung spektrum kanan ada janji AI setinggi langit, sedangkan di spektrum kiri ada realita AI saat ini yang bahkan jika semua orang sudah menggunakan AI, baru mungkin baru bisa balik modal dari investasinya ( anggap kapitalisasi Mag7 yang hanya bagian AI-nya saja 15% dari SP500 – ini kira-kira yang akan meningkatkan GDP sebesar 15% – atau Buffett-indicator sebesar 1x ).
Saya orangnya memang agak susah menahan diri, jadi kita belok lagi sedikit, membahas Buffett-indicator ini, karena saya belum pernah membaca penjelasan yang fundamental mengenai Buffett-indicator – walaupun indicator ini benar adanya. Saya hampir yakin ini Munger – bukan Buffett.
Sederhana sekali fundamental-nya.
Anda berinvestasi 100. Anggap Anda adalah seorang penguasa dunia yang memiliki seluruh pabrik di seluruh dunia, jadi seluruh proses produksi yang dimulai dari mengambil material dari perut bumi sampai menjadi produk dan servis akhir yang bisa dinikmati oleh manusia, yang dalam proses ini terjadi jual beli baik untuk barang tangible maupun intangible, termasuk desain produk, termasuk proses kreatif untuk bersenang-senang seperti membuat film, supaya umat manusia tidak keburu mati terlebih dahulu karena kebosanan, dan lain-sebagai-nya, hasil akhirnya adalah sebuah produk dengan nilai yang kurang lebih haruslah sebesar 100 juga – SAMA DENGAN nilai investasi Anda – KALAU SELURUH proses produksi itu TEPAT menghabiskan waktu sebesar 1 tahun.
Dan karena nilai rata-rata dari Buffett-indicator sejak tahun 1995 adalah sebesar 109%, saya menduga rata2 seluruh proses produksi dunia dari segala macam produk akhir dan servis akhir adalah juga sebesar satu-tahun-satu-bulan.
Dan karena saya juga orang yang suka semprul-semprul, saya menduga dengan AI, justru Buffet-indicator akan menjadi semakin rendah dalam jangka panjang. BUKAN malah naik.
You heard it here first.
Baru saja saya cek P/E dari NVIDIA adalah di sekitar 50-an. Dengan P/E sebesar ini, dan kalau saya mau imbal-balik minimal 20% per tahun dari investasi saya di NVIDIA, itu baru bisa tercapai jika NVIDIA sanggup growth minimal 70% per tahun, compounding, selama 5 tahun.
Mungkinkah? Profit-growth NVIDIA di tahun 2024 adalah 581% (yes you read it right) dan di tahun 2025 diperkirakan mencapai 145%.
Tidak perlu dijawab, yang bisa jawab sudah 10x lebih kaya dari Elon 😂😂😂
Jangan menjawab pertanyaan yang tidak bisa dijawab – dan lebih-lebih lagi jangan menebak dengan jawaban dari pertanyaan yang tidak bisa dijawab.
Saya akan menunjukkan bagaimana sebuah fundamental bisa membuang seratus pertanyaan yang tidak bisa dijawab.
Fundamental yang saya pilih adalah fundamental yang mungkin tertua dan terdalam di ilmu ekonomi setelah the-invisible-hands:
Inflation is always and everywhere a monetary phenomenon. (Milton Friedman)
Singkatnya: likuiditas.
Yang kemudian, berdasarkan seluruh runtutan cerita di atas, saya modifikasi menjadi seperti ini:
Crash and boom cycles is always and everywhere a liquidity phenomenon. (Ari Royce 😂😂😂)
Follow-the-money. Whatever.
Masih adakah likuiditas? Tebakan yang paling generous adalah sisa-sisa likuiditas. Jadi, seperti biasanya, jackup sebelum crash akan terjadi sampai likuiditas betul-betul kering.
Yang dimaksud likuiditas kering adalah ketika the-last-fool sudah tidak ada uang. Seberapa tingginya harga sebuah saham atau indeks, SAMA SEKALI BUKANLAH masalah untuk bisa lebih tinggi lagi.
Masalah terjadi kalau sudah tidak ada uang untuk membeli saham atau indeks tersebut dengan harga yang lebih tinggi.
Ada dua macam the-last-fool: big-fund dan retail. Ini hanya perbedaan ukuran dari amunisinya.
Retail bermain di permainan bandar biasa atau IPO / right-issue, sedangkan big-fund permainan-nya adalah permainan indeks atau konglo-play – alias menyedot likuiditas dari big-fund yang lain ( baca: DUM DUM DUM - Part Konglo Play https://stockbit.com/post/20050734 ).
Konglo-play mungkin hanya bisa sukses terjadi di Indonesia dimana perlindungan terhadap pasar modal masihlah sangat longgar, atau di negara-negara lain dengan maturiti pasar modal yang serupa.
Untuk Indonesia, masih adakah konglo-play yang akan dimainkan? Mentorbaik menjawab tidak banyak lagi, dan saya rasa juga demikian. Ini bukan permainan yang singkat dan saat ini simply waktunya tidak cukup untuk men-setup sebuah permainan baru.
Dengan keringnya likuiditas, permainan big-fund menjadi jauh lebih berbahaya.
Permainan tersisa yang paling aman untuk dimainkan adalah IPO / right-issue, karena simply tidak dibutuhkan uang besar, tinggal cetak lembar saham sebanyak-banyaknya saja – yang tentu bisa di-absorb melalui leverage atau whatever – ini kan kantong kiri kantong kanan saja ( Gan Dong Tian Gan Dong Di ). Dan kita tahu masih akan ada satu right-issue jumbo lagi.
Kita tunggu end-game yang semakin dekat ini.
( No – saya bukan fans IPO – IPO itu si empunya hajatan kurang mempunyai skin-in-the-game – karena hampir gratis untuk mereka – belum lagi ada book-building yang artinya saya harus melepas beberapa saham untuk ikut-serta. )
Yang menurut saya lebih fundamental dari teori Milton Friedman mengenai monetary adalah:
Manusia selalu menginginkan hidup yang lebih baik, TIDAK PEDULI kita sedang berada di siklus ekonomi mana, sehingga satu-satu-nya yang bisa menyebabkan ekonomi berhenti berputar hanyalah kalau likuiditasnya tidak ada.
Ini seperti Anda ingin berlari cepat, tidak peduli punya semangat setinggi gunung apapun, tidak akan bisa terwujud jika kakinya tidak ada.
Saya tidak tahu apakah sudah pernah ada hukum ekonomi seperti ini, tetapi saya begitu suka dengan kesimpulan ini dan mau menganugerahkan pernyataan ekonomi ini atas nama diri saya sendiri. Silahkan para ilmuwan dan analis menyebutnya sebagai conjecture.
Selama tidak ada force majeure, siklus ekonomi hanyalah siklus naik-turun yang tidak akan membunuh / membangkrutkan orang secara massal. Untuk mendapatkan gain lebih besar, ini hanya masalah pemilihan perusahaan yang tepat sesuai dengan siklusnya, dan kemudian duduk manis.
Untuk ini diperlukan likuiditas, likuiditas ini yang sekarang tidak ada.
Dengan setup inilah, ramalan nomor tujuh saya akan dimulai.
Ramalan ini akan menyentuh ekonomi, pasar modal, AI, dan karena permintaan dari banyak penggemar, termasuk gold sekaligus.
Saya akan menuai protes dari banyak investor yang sudah berpengalaman panjang, karena saya akan memulainya dengan mengatakan: THIS TIME IS INDEED A LITTLE BIT DIFFERENT!
Saya katakan this-time-is-different: ekonomi akan soft-landing, dengan 5 argumen fundamental sebagai berikut:
1. Pemahaman dan pengalaman ekonomi kita sudah jauh lebih maju dibandingkan dari zaman-nya Keynes, Friedman sudah menunjukkan bahwa resesi, stagflasi, dan bahkan Great Depression, penyebabnya adalah monetary / likuiditas;
Kita juga sudah berdiskusi panjang-lebar mengenai likuiditas.
Kalau tahu penyebabnya, obatnya juga pasti tahu.
Bisa dilihat, pada saat COVID dimana satu dunia seperti mendadak berhenti berputar, dan adakah krisis ekonomi yang lebih dahsyat dari ini, pun tidak membawa dunia ke dalam resesi yang berkepanjangan. Dengan menggerojok likuiditas ke ekonomi, Mr Powell dan US government telah melakukan tugasnya dengan baik.
2. Sudah saya ceritakan panjang-lebar, bahwa tarif akan menyebabkan free-trade yang lebih free-trade;
Free-trade akan mengembalikan kita ke pertumbuhan ekonomi terbesar seperti 30 tahun lalu pada saat globalisasi mulai dicanangkan di seluruh dunia.
Kalau tadinya China adalah pabrik dunia (Zhongguo shi shejie de gongchang) – ke depan kita akan mengatakan: seluruh dunia adalah pabrik dunia!
Dengan kata lain, optimalisasi opportunity-cost akan bisa berjalan secara maksimum ( baca IDE ekonomi paling ajaib: globalization https://stockbit.com/post/9849856 ).
3. Sumitronomics / LKYnomics / Suhartonomics / Dengnomics / Xinomics / Putinomics / Trumponomics / Prabowonomics adalah tren politik masa depan;
Negara harus campur-tangan / hadir SECARA KUAT untuk mengatur alokasi sumber-daya dan arahnya secara strategis. Bukan campur-tangan terlalu jauh, kita sudah tidak sebodoh itu lagi, tetapi juga tidak sepenuhnya diserahkan ke invisible-hands, dan kita juga sudah tidak sebodoh itu lagi.
Balancing-nya akan penuh dengan dinamika – tetapi saya percaya secara kolektif kita sudah lebih berpengalaman mengatur balancing ini.
Tarif membuat tren politik ini semakin menggiurkan, sehingga lebih penting lagi untuk kita cermati.
4. Dunia dan perusahaan-perusahaan besar sudah belajar dari China bahwa riset dan teknologi adalah kuncinya kemajuan sebuah bangsa;
Adopsi, tiru dan kembangkan!
Jangan dianggap hanya China yang terus melakukan riset – bacalah berita-berita dengan lebih luas – Anda akan melihat bahwa America, UK, EU, Japan, South Korea dan termasuk Singapore disebut sebagai negara maju – bukanlah dengan alasan yang kosong.
Mereka semua adalah raksasa yang sedang tidur saja – tidur karena terlalu ngantuk karena perutnya terlalu buncit karena makan-nya sudah terlalu banyak dari menekan / membodohi / memanipulasi negara-negara berkembang. Trump sudah mendobrak tradisi yang tidak adil ini karena dia mengerti sudah tidak bisa lagi dibendung.
Negara-negara berkembang semakin berani dan cerewet. Oleh karenanya tidak ada cara lain untuk negara-negara maju ini selain adopsi, tiru dan kembangkan teknologi.
Semua juga mau menjadi China berikutnya.
5. Tentu saja: AI. BUT NO-NO-NO! Yes AI akan menciptakan produktifitas yang lebih baik, tidak ada keraguan atas hal ini, tetapi tidak dalam skala sebesar seperti yang dikatakan oleh Jensen maupun Elon maupun Sam. Lupakan Larry – iya-iya kan saja – dari dulu sampai sekarang, dia selalu adalah seorang badut – tetapi badut yang sangatlah luar-biasa pintar.
Saya urutkan apa yang menurut saya akan terjadi.
Don’t ask the time – no one knows – so prepare – not predict the timing!
1. Likuiditas akan mengering dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi;
Note: Nyokap saya baru tanya-tanya mengenai saham, belum transfer uang untuk beli saham, jadi yes lebih berbahaya, tetapi masih ada nih sisa-sisa likuiditas 😂😂😂
Ekonomi sudah berada atau paling sedikit sudah mendekati dasar.
2. Market-crash akan terjadi, baik SP500 maupun IHSG – ini tidak ada hubungan-nya dengan kondisi ekonomi – walaupun bisa saling mempengaruhi seperti pom-pom AI – tetapi likuiditas habis ya selesai – tidak ada ampun – jadi tidak perlu terlalu pusing-pusing dengan kemajuan di dunia AI;
Black-swan bisa saja terjadi – dan dengan sedang tegila-gilanya orang-orang dengan AI – chance terjadinya juga masih ada.
Tetapi tidak perlu ditebak-tebak – cukup dicermati saja – tidak akan terlambat untuk bermain kembali di sini jika betul itu terjadi – tetapi fokus dari preparation kita adalah preparation untuk market-crash.
3. Angka-angka psikologis-nya yang pertama adalah penurunan sampai-dengan -10% – pada saat ini retail akan denial – pom-pom dari big-fund dan influencer masih akan masif – mencoba-coba menarik likuiditas terakhir dari the-last-fool – kemungkinan rebound dan bahkan lebih tinggi masih bisa terjadi – dan biasanya betul terjadi – ya karena memang masih ada sisa-sisa likuiditas itu;
Pada saat ini – big-fund akan menahan diri, pemerintah juga akan menahan diri – mereka tahu tidak ada gunanya bermain di sini – lagipula mayoritas dari big-fund sudah kenyang perutnya.
The Fed tidak peduli karena fokus mereka adalah ekonomi – dan juga menggarami pasar modal di saat-saat ini tidaklah berguna untuk ekonomi – ini murni permainan pasar modal dan likuiditas yang tersisa.
Naik-turun-nya pasar modal akan dilepaskan sepenuhnya ke mekanisme market.
Ekonomi memang tidak baik dan memang biasanya market-crash akan terjadi pada saat ekonomi sudah tidak baik-baik saja – walaupun ini fenomena yang saling mempengaruhi – analisis justru sering menjadi terlalu kompleks / sengaja dibuat kompleks karena memasukkan faktor ekonomi terlalu banyak – analisis ekonomi tidak terlalu berguna di sini (kecuali jika terjadi black-swan).
Karena, sekali lagi, market-crash adalah fenomena dari likuiditas – bukan ekonomi secara langsung.
Jadi kalaupun The Fed menurunkan rate-nya – ini semata-mata karena faktor ekonomi – tetapi ekonomi tidak akan bergerak secepat mengeringnya likuiditas di pasar modal – so be it.
4. Angka-angka psikologis berikutnya adalah penurunan menembus -10% sampai dengan -20%;
Pada saat ini pemerintah akan “mulai” menyusun “rencana” penanggulangan-nya, dengan mengeluarkan pernyataan-pernyataan kosong mengenai rencana mereka untuk menahan ini, dan tentu saja influencer-influencer ketinggalan kereta masih coba-coba berkicau untuk membuang sisa-sisa barangnya, tetapi pada saat ini ketakutan sudah merebak ke seluruh jagat dunia – dan obatnya hanya satu yaitu: likuiditas.
Tetapi pemerintah dan bank-sentral tahu injeksi likuiditas di saat-saat seperti ini hanyalah seperti menjadi tukang cuci-piring orang lain, jadi bisa dipastikan tidak akan ada likuiditas yang akan turun – sehingga likuiditas akan tetaplah kering kerontang.
Penjualan saham akan masif terjadi terutama dipicu oleh margin-call yang semakin memperkuat kejatuhan, memicu siklus dahsyat yang tidak bisa dibendung, menembus penurunan lebih dari -20%.
Black-swan di April 2025 kemarin adalah Trump chicken-out, dan jelas saat ini sudah tidak ada lagi ayam maupun Trump, tetapi ada bagusnya kalau di-ingat-ingat kembali betapa gelapnya suasana hari itu – bahkan pada saat-saat masih jauh dari penurunan sebesar -20%.
Inilah saat-saat dimana influencer model-model AH mulai dihujat habis-habisan dan dituntut penipuan kiri kanan.
5. Di tahapan inilah saya mengatakan this-time-is-different;
Kejatuhan pasar modal akan ditahan di angka kira-kira di -30%-an ini, worst case seperti COVID, karena kita sudah tahu obatnya hanya satu: IT’S ABOUT LIQUIDITY!
Mereka sudah mengerti, jika telat bergerak, pertaruhan-nya adalah stagflasi dan depresi panjang – yang obatnya membutuhkan pergantian arah politik secara masif.
Sumitronomics / LKYnomics / Suhartonomics / Dengnomics / Xinomics / Putinomics / Trumponomics / Prabowonomics tidak akan membiarkan ini terjadi.
6. Di antara penurunan -20% sampai dengan -30% inilah, pemerintah mulai bereaksi, karena ketakutan sudah mulai memberikan impak ke ekonomi, semua orang menahan investasi dan belanja;
Dan pada saat ini, sebagian besar saham-saham yang solid sudah berpindah-tangan kembali ke big-fund dan retail yang cerdas. Jadi likuiditas yang dikucurkan tidak akan seperti menggarami lautan di fase sebelum-nya.
Note: penentuan harga perpindahan saham-saham ini akan bergerak-gerak liar antara pertimbangan fundamental dan likuiditas, diatur sesuai dengan selera dan profil risiko masing-masing pemain.
Tetapi sebagian besar likuiditas masih akan mengendap di bank-bank karena efek ketakutan masih belum pulih dan ekonomi belum bergerak banyak. Yang tabungan-nya sudah habis, belum punya uang cukup lagi untuk bermain-main atau cukup menarik untuk dirampok habis-habisan.
Mau Jensen dan Elon tampil di X bernyanyi-nyanyi setiap satu jam sekalipun tidak akan memberikan dampak – karena likuiditas-nya memang sudah tidak ada – dan tentu saja mereka bukanlah retail yang mau merelakan uangnya dipakai menjadi sarana cuci piring.
Ekonomi yang sudah tidak baik-baik saja, akan semakin tidak baik.
The Fed akan melanjutkan rate-cut-nya, dengan lebih agresif dan cepat. Demikian pula bank-bank sentral di seluruh dunia.
Di saat-saat ini juga, The Fed akan selalu kehilangan independensi-nya. Karena antara ekonomi dan pasar modal sudah saling bertukar pandangan-mata setiap jam.
Dan secara umum, saya tidak percaya pemisahan yang terlalu saklek antara monetary dan fiscal. Selain ini hampir tidak mungkin dicapai, juga saya tidak yakin pemisahan saklek antara monetary dan fiscal adalah bentuk yang akan memberikan hasil pertumbuhan ekonomi paling optimum.
Kekuasaan-nya dibagi, yes, tetapi bekerjanya harus bekerja-sama.
Big-fund masih tenang dalam liburan panjangnya menikmati bonus tertingginya. Sesekali tampil di media untuk berpura-pura peduli.
7. Tetapi jangan gegabah dengan mengatakan kejatuhan tidak bisa menembus angka -40% – kemungkinan ini tetap ada walaupun tidak besar probabilitas-nya;
Yang walaupun not-so-black-swan di sini, adalah unwinding dari perusahaan-perusahaan AI yang men-jackup valuation-nya sendiri dengan berinvestasi di pantatnya sendiri. Persis seperti permainan lama grup-grup-nya MC## dan WI##. Untuk urusan begini, mereka masih selalu di belakang kita.
Entah berapa besar multiplier-effect dari ini.
Yang mungkin mencegah kejatuhan pasar modal yang lebih dahsyat adalah tidak banyak dari perusahaan-perusahaan AI ini yang sudah IPO, termasuk OpenAI dan X. Dan investor-investor mereka adalah perusahaan-perusahaan yang menghasilkan arus kas luar biasa besar, dan itulah kenapa probabilitas-nya saya katakan tidak terlalu besar.
8. AI generasi sekarang – dimana bahkan OpenAI / Google / X / Amazon pun masih jauh dari profit – yang masih membakar uang gila-gila-an – sehingga apalagi perusahaan-perusahaan AI yang lain – seluruh perusahaan AI-AI-an ini tidak akan mempunyai kekuatan yang cukup untuk menggerakkan kembali ekonomi – baik secara likuiditas, kemampuan dan timing;
Dan seperti halnya pada saat demam tambang emas, hanya NVIDIA-lah pemenang babak ini – profitable – tetapi tetap saja, bahkan termasuk NVIDIA-pun, mereka semua tidak mempunyai kekuatan yang cukup.
Tidak ada satupun dari para pemain-pemain AI itu yang sanggup membangkitkan ekonomi secara significant – kecuali mungkin tentu saja si Mag Nomor 9 alias Berkshire Hathaway dengan likuiditas raksasa-nya.
Jika waktunya tepat – ini akan menjadi penutup yang SANGAT SANGAT SANGAT MANIS DAN SANGAT SANGAT SANGAT KONKLUSIF untuk perjalanan investasi selama 80 tahun dari Warren Buffett dan Charlie Munger.
9. Semua yang uangnya habis di market-crash ini akan mulai mengumpulkan uangnya kembali – ingat ekonomi tidaklah pernah berhenti kecuali ada disrupsi luar-biasa;
Ekonomi pasti rebound – tetapi saya katakan this-time-is-different.
Kita akan mengalami masa-masa susah – yang tidak terlalu susah juga – selama 2-3 tahun ke depan, alias soft-landing.
Alasan-nya adalah: re-investment untuk alokasi manufaktur yang masif.
Tidak ada pilihan lain, China juga akan melakukan transformasi ekonomi-nya yang luar-biasa masif.
Pada saat ini, semua enam ramalan saya sudah terjadi mendekati sempurna.
Dan kemudian kita akan rebound dengan kecepatan seperti kecepatan pertumbuhan ekonomi seperti pada saat globalisasi dicanangkan ke seluruh dunia, thanks to free-trade yang lebih free-trade.
Dalam 2-3 tahun, likuiditas akan mulai tersedia kembali – untuk disapu-bersih lagi pada saat market-crash berikutnya.
10. Baru ingat, dan sebagai penutup, saya masih menyisakan pembahasan mengenai gold.
Gold adalah gold karena historisnya yang sangat panjang adalah penyimpan kekayaan yang paling dipercaya sepanjang masa.
Sejarah juga menunjukkan bahwa, sejak tahun 1750, sekitar 80 persen dari seluruh mata uang di dunia telah lenyap, dan 20 persen sisanya semuanya telah mengalami penurunan nilai yang sangat parah.
Gold berbeda dengan metal-metal yang lain karena metal-metal yang lain jumlahnya terlalu sedikit, dan digunakan untuk industri dalam porsi yang jauh lebih besar daripada gold, sehingga membuat mereka lebih berfluktuatif mengikuti kondisi ekonomi dibandingkan dengan gold. Oleh karenanya, tidak bisa digunakan sebagai penyimpan kekayaan pada saat ekonomi sedang susah atau ketidak-pastian sedang merebak.
Gold berbeda dengan crypto-currency lain – karena gold betul-betul unik – sedangkan setiap saat bisa dibuat crypto-currency baru. Kalau yang paling mendekati keunikan gold adalah Bitcoin – dan itu karena sejarahnya Bitcoin yang paling panjang sebagai crypto-currency pertama di dunia.
Karakteristik yang PALING menggiurkan dari gold adalah jumlah gold yang likuid, dalam arti bisa diperdagangkan bebas, total flow-nya hanyalah sebesar 1% dari total flow seluruh securities market – yang artinya 1% saja uang-uang panik itu mengalir – sudah mendobel market dari gold – sehingga bisa dibayangkan akan berapa besar itu kenaikan-nya.
Masalah dari gold adalah sebagai berikut:
Tidak susah menebak gold akan naik sampai nanti ekonomi mulai rebound kembali – karena pada saat itu likuiditas akan mengalir kembali – dan salah-satu-nya dari gold.
Yang kita tidak pernah tahu adalah berapa harga gold yang sesungguhnya. Ini adalah misteri kehidupan yang tidak akan pernah bisa dipecahkan selamanya. Thus, tidak perlu dijawab.
Dalam 5 tahun terakhir, kenaikan gold adalah sebesar 120%-an, atau 25%-an per tahun, tetapi dalam 3 tahun belakangan kenaikan gold adalah sebesar 50%-an per tahun.
Sangat menggiurkan tetapi perlu di-ingat juga bahwa gold pernah terjun bebas sebesar 50% dari nilainya saat itu, dan baru mencapai nilainya kembali 10 tahun kemudian.
Saya melihat gold semakin menyerupai Bitcoin, dan Bitcoin semakin menyerupai gold.
Untuk masalah gold ini, saya kurang setuju dengan Dalio.
Beliau yakin akan chaos akan terjadi dalam jangka waktu yang panjang sehingga gold akan terus meningkat nilainya.
Sedangkan saya yakin chaos terbatas.
Menurut saya thesis Dalio terlalu condong ke historis – tetapi sekali lagi: this time is indeed a little bit different – pengetahuan kita mengenai ekonomi makro thanks to Friedman dan pelajaran dari COVID, sudah jauh lebih baik, kemajuan teknologi AI juga akan eksponensial, bahkan politik – thanks to LKY Deng dan Xi – dengan munculnya pemimpin-pemimpin baru seperti Trump, 08, dan right-wing yang lebih mengedepankan otak daripada ideologi buta.
Likuiditas adalah kuncinya – sehingga waktu diperlukan likuiditas mengalir dengan deras – dari manakah likuiditas ini akan mengalir – ya salah satunya adalah dari gold itu. Jadi betul-betul ngeri-ngeri sedap ini gold – posisinya sekarang tidak ubahnya seperti Bitcoin.
Saya menebak masih akan ada one last ride untuk gold, tetapi pada saat kejatuhan ekonomi sudah mencapai -20%, dan likuiditas perlu dikucurkan dengan kecepatan tinggi, di situlah gold akan mulai membalik-kan arahnya.
Ingat juga, pemegang cadangan gold terbesar adalah para bank-bank sentral tersebut. Yang akan bergerak pertama ketika market-crash sudah menembus -20%.
Demikianlah, tujuh ramalan ini saya tulis ulang sebagai berikut:
1. Tarif pasti kejadian;
2. Pada akhirnya semua negara akan follow – termasuk America dan China;
3. Free-trade akan lebih free-trade / fair ( yang akan men-drive tarif semakin mengecil – thus a better world );
4. America dan China sedang kompak2-nya – berteriak ke seluruh dunia – let bygones be bygones – let’s renegotiate but be gentle!
5. Dunia akan mulai menegosiasi ulang trade-nya dengan China – dengan membawa tarif sebagai senjata utama-nya;
6. Indonesia akan banjir likuiditas (IHSG 9000 lah);
7. This time is a little bit different: market-crash, soft-landing then boom!
Si Xiaofo (Budha Tertawa) Buffett sudah sedang tertawa terbahak-bahak – so you semua harus mulai ekstra hati-hati.
$IHSG