1,275

-5

(-0.39%)

Today

4,600

Volume

124,088

Avg volume

Company Background

PT Duta Intidaya Tbk (DAYA), didirikan pada 16 Juni 2005 dan tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 28 Juni 2016, adalah pemegang lisensi eksklusif merek Watsons di Indonesia di bawah AS Watson Group. Perseroan bergerak di bidang ritel produk kesehatan, kecantikan, obat-obatan, alat kesehatan, serta makanan dan minuman, yang dipasarkan melalui 179 gerai di pusat perbelanjaan kawasan pemukiman di Pulau Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara, serta kanal online milik sendiri dan mitra marketplace. Saat ini DAYA memfokuskan pengembangan omnichannel retail dengan peningkatan pengalaman pelanggan melalui platfo... Read More

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$SDPC Perusahaan yang Hidup dari Janji Rumah Sakit

Lanjutan dari postingan sebelumnya di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

SDPC ini bisnisnya sangat bergantung pada kepercayaan pada rumah sakit. Karena modelnya wholesaler distribusi obat dan alat kesehatan, SDPC itu hidup dari invoice, bukan dari kas kontan di meja kasir. Begitu rumah sakit telat bayar, SDPC tetap harus kirim barang, tetap harus gaji karyawan, dan yang paling kejam tetap harus bayar bunga bank tepat waktu. Jadi kualitas bisnis SDPC bukan di seberapa besar omzetnya, tapi di seberapa patuh pelanggan membayar dan seberapa murah biaya dananya. Kalau kepercayaan runtuh, piutang menumpuk, bank makin mahal, laba langsung gepeng. Dan itulah kenapa saham seperti ini bisa kelihatan murah, tapi tidak pernah benar-benar terasa aman. Investor tidak sedang membeli toko yang ramai, investor sedang membeli disiplin penagihan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Secara identitas, SDPC sudah tua dan sangat mapan sebagai entitas, berdiri 20 Oktober 1952 dan listing 7 Mei 1990. Gap 38 tahun dari berdiri sampai IPO, lalu sampai 2025 umur usahanya 73 tahun dan sudah 35 tahun jadi emiten. Maknanya, ini bukan startup, jaringan 36 kantor cabang itu hasil puluhan tahun. Karyawannya 1.180 orang dan growth 0% dibanding akhir 2024, ini biasanya berarti perusahaan sedang menjaga efisiensi, bukan sedang ekspansi agresif lewat penambahan SDM.

Dari sisi kepemilikan, SDPC memang milik Malaysia secara kontrol. PSP Pharmaniaga International Corporation Sdn. Bhd. pegang 73,43% dan UBO Boustead Holdings Bhd. Free float 11,63% dengan total saham 1.274.000.000 lembar. Maknanya dua. Pertama, likuiditas publik cenderung tipis dan harga bisa lebih mudah liar saat ada arus beli jual. Kedua, kontrol stabil, jadi arah strategis lebih konsisten, tapi publik harus sadar kepentingan grup bisa lebih dominan daripada kepentingan pemegang saham minoritas. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Sekarang masuk ke mesin laba rugi yang bikin SDPC terlihat seperti bisnis volume. Revenue 9M-2025 3,00 triliun Rupiah tumbuh 2,67%, tapi COGS 2,75 triliun Rupiah atau 91,4% dari revenue. Artinya margin kotor kecil, khas distributor, bisnisnya bukan cari spread besar, tapi cari putaran cepat. Gross profit margin 8,56%, operating profit margin 2,66%, dan net profit margin 0,68%. Terjemahan gampangnya, dari setiap 100 Rupiah penjualan, laba bersih yang benar-benar jadi milik pemegang saham cuma 0,68 Rupiah. Ini bukan jelek untuk distributor, tapi bikin ruang salahnya sempit, salah sedikit di biaya atau bunga, laba hilang.

Itulah yang terjadi di 2025. SGA 173,25 miliar Rupiah tumbuh 3,2% dan finance costs 52,26 miliar Rupiah naik 4,4%. Revenue naik, tapi biaya jalan lebih cepat, hasilnya laba bersih pemilik entitas induk 20,39 miliar Rupiah malah turun 0,6%. Jadi SDPC sedang lari di treadmill, capek, tapi posisinya tidak maju-maju karena beban bunga dan biaya operasional menggerus kenaikan omzet.

Yang paling penting untuk memahami SDPC adalah komposisi asetnya. Piutang usaha pihak ketiga 879,79 miliar Rupiah atau 46,2% aset. Persediaan 559,11 miliar Rupiah atau 29,3% aset. Kas cuma 37,82 miliar Rupiah dan turun dari 53,4 miliar Rupiah. Aset tetap 104,75 miliar Rupiah. Sebagian besar aset SDPC adalah aset kerja yang tidak langsung bisa dipakai bayar utang hari ini. Piutang itu janji, persediaan itu barang, tapi bank maunya uang tunai. Jadi ketika kas turun dan piutang naik, itu sinyal squeeze likuiditas.

Rasio perputaran memperjelas kenapa SDPC harus pinjam bank. DSO sekitar 72 hari artinya SDPC rata-rata baru terima uang 72 hari setelah jual. DI sekitar 55 hari artinya barang rata-rata ngendap 55 hari sebelum laku. DPO sekitar 55 hari artinya SDPC bayar vendor rata-rata 55 hari. CCC sekitar 72 hari, inti maknanya SDPC bayar vendor lebih cepat daripada ditagih oleh pelanggan, jadi selalu ada gap kas yang harus dijembatani, biasanya lewat utang bank. Di sinilah kata kepercayaan pada rumah sakit menjadi literal, karena rumah sakit adalah kontributor piutang terbesar 71,7% dari piutang usaha pihak ketiga. Kalau termin makin molor, SDPC makin tergantung pada bank.

Penerimaan kas dari pelanggan 2,85 triliun Rupiah, sedangkan revenue 3,00 triliun Rupiah. Selisih 150 miliar Rupiah itu pada dasarnya penjualan yang belum jadi uang dan masuk ke piutang. CFO 16,2 miliar Rupiah, hampir sejalan dengan laba 20,4 miliar Rupiah, ini bagus karena laba tidak fiktif. Namun capex 30,6 miliar Rupiah membuat FCF negatif sekitar minus 14,4 miliar Rupiah. SDPC memang mulai menghasilkan kas dari operasi, tapi masih belum cukup untuk membiayai investasi, apalagi untuk menurunkan utang bank secara natural. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Utangnya inilah yang bikin SDPC seperti hidup di bawah bayang-bayang bank. Utang bank total sekitar 848 miliar Rupiah, dan seluruhnya floating rate. Ini risiko paling kritikal, karena kenaikan bunga kecil saja bisa menyapu bersih laba bersih yang cuma 20 miliar Rupiah-an. Secara kasar, debt to profit annualized sekitar 31 tahun, artinya kalau laba tidak naik dan semua laba dipakai bayar utang, butuh puluhan tahun. Debt to FCF tidak bisa dipakai karena FCF negatif, artinya SDPC tidak bisa menutup utangnya dari kas bebas saat ini tanpa pembiayaan eksternal. Ada mitigasi berupa letter of comfort dan fasilitas kredit yang diperpanjang, jadi gagal bayar tidak otomatis, tapi tetap menunjukkan ketergantungan.

Capex juga perlu dibaca sebagai dua sisi. Capex dipakai terutama untuk construction in progress 25,7 miliar Rupiah dan peralatan kantor teknis. Lonjakan capex 30,6 miliar Rupiah dibanding 4,6 miliar Rupiah pada 2024 mengindikasikan upgrade fasilitas, gudang, atau sistem. Maknanya, manajemen sedang menyiapkan kapasitas, tetapi ini terjadi saat kas menipis dan utang bank besar, jadi ekspansi ini dibayar dengan menambah tekanan likuiditas, bukan dari surplus kas.

Di operasional, SDPC punya konsentrasi yang bisa jadi senjata atau bumerang. Segmen obat resep menyumbang 69,5% revenue, ini defensif. Tapi obat non-resep anjlok 38% YoY, dari 170 miliar Rupiah jadi 105 miliar Rupiah, dan segmen ini biasanya lebih enak marginnya. Vendor juga terkonsentrasi, PT Lapi Laboratories Indonesia sekitar 33,6% pembelian. Maknanya, SDPC kuat karena punya jalur volume besar ke segmen inti, tetapi rentan kalau kontrak vendor berubah atau segmen yang marginnya lebih tinggi melemah. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Hidden asset SDPC ada, tapi jangan dibesar-besarkan. Ada tanah di Bintara Jaya 9.436 m2 dan surplus revaluasi 4,2 miliar Rupiah. Ini kelihatan miliaran asetnya tapi tidak menyelesaikan masalah utama, yakni piutang yang membengkak, kas yang tipis, dan bunga floating yang mencekik.

Kalau dibandingkan dengan saham lain yang sudah dibahas di Pintar Nyangkut, kontrasnya jelas. $DAYA itu retailer Watsons, bermain di depan, 204 toko per 30 September 2025 naik 25 toko dari akhir 2024, bertaruh pada ekspansi gerai dan O plus O. Risiko utamanya biasanya ada di sewa mall, stok, promo, dan produktivitas toko baru. SDPC kebalikannya, tidak peduli trafik mall, tapi peduli termin kredit dan bunga bank. HERO juga beda, $HERO ritel khusus yang sempat terbantu restitusi pajak besar untuk CFO, sedangkan SDPC CFO baru pulih tipis dan langsung kalah oleh capex. Jadi, DAYA growth play toko, HERO turnaround play format, SDPC ini trust play modal kerja.

SDPC itu bukan pertaruhan omzet, tapi pertaruhan penagihan. Kalau rumah sakit bayar lebih cepat, DSO turun, bank berkurang, bunga turun, laba bisa melonjak tanpa perlu revenue meledak. Tapi kalau piutang terus naik lebih cepat dari revenue, SDPC akan tetap terlihat murah di PBV dan PER, namun murahnya adalah kompensasi risiko, bukan hadiah.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/8

testestestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$SDPC Perusahaan Malaysia yang Cari Cuan di Indonesia

Lanjutan dari postingan sebelumnya di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

SDPC adalah perusahaan milik orang Malaysia. Bukan sekadar ada investor asing nyantol, tapi kontrolnya dominan dan jelas, PSP-nya Pharmaniaga International Corporation Sdn. Bhd. dari Malaysia pegang 73,43% saham. Ini bikin SDPC terasa seperti perpanjangan tangan ekosistem distribusi farmasi regional, tetapi sekaligus membuat standar akuntabilitasnya harus lebih ketat, karena keputusan besar bisa mengikuti kepentingan grup, bukan sekadar kepentingan pemegang saham publik. Di kertas, bisnisnya defensif karena obat dan alat kesehatan selalu dibutuhkan. Tapi di dunia nyata, distributor itu hidup-mati di dua kata yang tidak seksi, piutang dan bunga bank. Kalau piutang melambat, SDPC tetap harus bayar bank tepat waktu. Jadi yang diperdagangkan pasar bukan cuma omzet 3,00 triliun Rupiah, melainkan keyakinan bahwa uangnya benar-benar balik, bukan nyangkut di rumah sakit. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Model bisnis SDPC itu wholesaler, bukan retailer. SDPC menyalurkan obat resep, obat non-resep, alat kesehatan, juga kosmetik lewat 36 kantor cabang, jadi sumber skala ada di volume dan jaringan, bukan di estetika toko. Dampaknya langsung terlihat di neraca. Aset terbesar adalah piutang usaha pihak ketiga 879,7 miliar Rupiah, setara 46,2% total aset, artinya hampir setengah kekayaan SDPC adalah tagihan yang belum dibayar pelanggan. Di sisi lain, liabilitas jangka pendek 1,51 triliun Rupiah menekan, dan utang bank jangka pendek 794,9 miliar Rupiah menjadi komponen terbesar. Ini ciri distributor yang operasinya dibiayai bank, bukan dibiayai kas sendiri. Kasnya malah turun menjadi 37,8 miliar Rupiah dari 53,4 miliar Rupiah, jadi bantalan likuiditasnya tipis.

Laba rugi SDPC kelihatan jalan, tapi napasnya pendek. Revenue 9M-2025 3,00 triliun Rupiah tumbuh 2,6%, namun laba bersih pemilik entitas induk turun tipis menjadi 20,3 miliar Rupiah. Masalahnya bukan penjualan, masalahnya biaya yang tumbuh lebih cepat, beban keuangan naik 4,4% dan beban umum naik 5,7%. Yang paling menyakitkan, bunga utang bank 52,2 miliar Rupiah itu memakan sekitar 65% dari laba usaha 79,8 miliar Rupiah. Maknanya sederhana, SDPC bekerja keras, lalu bank mengambil porsi besar lebih dulu, baru pemegang saham dapat sisa.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Bagian yang sering menipu investor ada di modal kerja. Piutang usaha naik 20,2% dari 731,9 miliar Rupiah ke 879,7 miliar Rupiah, padahal revenue cuma tumbuh 2,6%. Ini mismatch yang tidak sehat, karena artinya pertumbuhan bukan dibayar tunai, tapi dibayar janji. Segmen rumah sakit bahkan jadi kontributor piutang terbesar, 71,7% dari total piutang usaha pihak ketiga. Di saat penagihan melambat, SDPC mencoba menambal dengan menaikkan utang usaha ke vendor menjadi 604,1 miliar Rupiah. Ini bisa membantu sementara, tapi tidak menyelesaikan akar masalah, yakni kecepatan uang kembali.

Arus kas SDPC memang membaik, tetapi belum nyaman. CFO berbalik positif 16,2 miliar Rupiah dari posisi minus 148,6 miliar Rupiah pada 2024, ini sinyal perbaikan disiplin modal kerja. Namun uang itu langsung kalah oleh capex aset tetap 30,6 miliar Rupiah, sehingga free cash flow tetap negatif. Dengan kata lain, SDPC belum menghasilkan kas bebas yang cukup untuk secara natural menurunkan ketergantungan ke bank. Selisih revenue 3,00 triliun Rupiah dengan penerimaan kas dari pelanggan 2,85 triliun Rupiah juga menunjukkan ada sekitar 150 miliar Rupiah yang tidak masuk kas tahun ini dan mendarat sebagai tambahan piutang.

Di SDPC, risiko konsentrasi itu nyata, bukan teori. Vendor PT Lapi Laboratories Indonesia menyumbang 33,6% penjualan neto, lalu ada ketergantungan juga ke PT Global Dispomedika. Kalau kontrak distribusi berubah atau pindah, volume SDPC bisa langsung kempis. Dari sisi geografi, penjualan masih terpusat di Pulau Jawa 59,6%, jadi diversifikasinya belum sempurna. Ada juga utang pihak berelasi ke Pharmaniaga Logistics sekitar 32,1 miliar Rupiah dengan bunga mengambang, menambah sensitivitas ke suku bunga.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Risiko makro SDPC juga jelas dan mudah menghantam laba. Liabilitas moneter neto valuta asing 71,1 miliar Rupiah, mayoritas Ringgit Malaysia, jadi pelemahan Rupiah terhadap MYR berpotensi menekan laba lewat rugi kurs. Hampir semua utang bank dan utang pihak berelasi berbunga mengambang, jadi kenaikan suku bunga akan langsung memotong laba bersih. Mitigasinya ada, yakni letter of comfort dari induk dan fasilitas kredit yang diperpanjang, jadi risiko gagal bayar tidak berdiri sendirian. Tapi ini juga mengingatkan investor bahwa napas SDPC masih bergantung pada dukungan grup dan bank.

Soal valuasi, SDPC tampak murah, tapi murahnya punya alasan. Di harga 159 Rupiah, PER 7,45 kali, PBV 0,67 kali, dan P S 0,05 kali, seolah pasar bilang saham ini cuma dihargai 5% dari omzetnya. Namun struktur pendanaannya berat, debt per share 665,7 Rupiah jauh di atas harga saham 159 Rupiah, sementara cash per share 29,7 Rupiah. Itu sebabnya pasar kasih diskon, karena ekuitas publik seperti duduk di bawah beban utang jangka pendek dan beban bunga. Kalau investor mau berharap rerating, pemicunya bukan sekadar revenue naik, tetapi piutang harus melambat, bunga harus turun, dan CFO harus konsisten cukup untuk mengurangi utang bank.

Kalau dibandingkan dengan saham lain yang sudah dibahas sebelumnya di External Community Pintar Nyangkut di Telegram, SDPC itu kebalikan $DAYA. DAYA adalah retailer Watsons yang ketemu konsumen, punya 204 toko per 30 September 2025, tumbuh 13,97% dari 179 toko akhir 2024, dan strategi O plus O mengandalkan trafik serta eksekusi toko. SDPC tidak peduli trafik, SDPC peduli termin, kualitas piutang, dan bunga bank. Dibanding $HERO, SDPC juga beda mesin. HERO itu ritel khusus seperti IKEA dan Guardian, CFO-nya besar tetapi sempat terbantu restitusi pajak, sedangkan SDPC CFO-nya baru pulih tipis dan masih kalah oleh capex. Jadi di ekosistem kesehatan, DAYA menang di wajah depan, HERO menang di format ritel khusus, SDPC menang di pipa distribusi, tapi SDPC juga paling sensitif ke dua musuh klasik distributor, piutang dan bunga.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/8

testestestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$SDPC vs $DAYA: Bisnis Apotik

SDPC dan DAYA itu unik, karena keduanya sama-sama main di ekosistem kesehatan, tapi berdiri di dua ujung rantai uang yang beda total. DAYA itu wajah depan, ketemu konsumen, main di emosi, kebutuhan, dan impulse buying kosmetik. SDPC itu mesin belakang, ngangkut obat dan alat kesehatan, main di volume, termin kredit, dan disiplin penagihan. DAYA bisa terlihat kinclong karena toko bertambah dan brand global Watsons punya daya tarik. SDPC bisa terlihat membosankan karena kerjaannya gudang, truk, dan invoice, tapi justru di situ sumber skala. DAYA paling sensitif ke trafik mall dan biaya sewa. SDPC paling sensitif ke bunga bank dan kualitas piutang rumah sakit, apotek, supermarket. Jadi membandingkan keduanya bukan soal siapa lebih keren, tapi siapa punya risiko yang lebih masuk akal dibanding harga sahamnya. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

DAYA adalah retailer. Produk utamanya kesehatan-kecantikan, parfum, kosmetik, dijual langsung ke konsumen lewat jaringan gerai Watsons, plus strategi O+O offline plus online lewat web, aplikasi, dan marketplace. Sampai 30 September 2025, DAYA punya 204 toko, naik dari 179 di akhir 2024, berarti tambah 25 toko atau 13,97%. Banyak gerai ada di pusat perbelanjaan dengan sewa 2 sampai 5 tahun, jadi modelnya ringan aset tapi berat komitmen sewa, lalu butuh modal kerja untuk stok dan promo. Ekspansinya juga ditopang PSP AS Watson Holdings Limited, artinya ada payung grup untuk fase tumbuh, tapi konsekuensinya sederhana, toko baru harus cepat jadi kontributor penjualan, kalau tidak, biaya sewa dan stok bisa menekan arus kas.

SDPC kebalikannya, dia wholesaler. SDPC mendistribusikan obat resep, obat non-resep, alat kesehatan, juga produk lain termasuk kosmetik, lalu menyalurkan ke rumah sakit, apotek, dan ritel besar lewat 36 kantor cabang. Di 9M 2025, aset terbesar SDPC adalah piutang usaha pihak ketiga Rp879,79 miliar, ini ciri khas distributor yang hidup dari termin. Utang terbesar adalah utang bank jangka pendek Rp794,92 miliar, jadi modal kerja SDPC jelas dibiayai bank. Pendapatan terbesar datang dari obat resep Rp2,08 triliun sekitar 69% total pendapatan, artinya SDPC punya core yang jelas dan defensif, tapi margin bisnis distribusi memang tipis dan mudah habis untuk bunga.

Di sini rasio SDPC langsung bicara. CFO margin 0,54% artinya dari tiap Rp100 penjualan, kas operasi yang benar-benar tersisa cuma Rp0,54, jadi ruang salahnya sempit. FCF margin minus 0,48% artinya setelah capex, kas bebas negatif, perusahaan belum menghasilkan kas yang benar-benar bisa dipakai bebas. Capex Rp30,69 miliar lebih besar dari CFO, rasio capex terhadap CFO 1,88 kali, jadi SDPC belanja modal lebih cepat daripada kemampuan kas operasionalnya. Laba bersih 9M 2025 Rp20,38 miliar terlihat ada, tapi beban bunga Rp52,25 miliar lebih besar dari laba itu, jadi logika sederhananya SDPC seperti kerja keras untuk bank dulu baru pemegang saham. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Walau begitu, valuasi SDPC terlihat murah di permukaan. Di harga Rp159, PER 7,45 kali dan PBV 0,67 kali, bahkan P/S 0,05 kali, seolah pasar bilang ini cuma 5% dari omzetnya. Tapi investor wajib lihat sisi gelapnya, beban utang bank per saham Rp665,7 jauh di atas harga saham Rp159, sementara cash per saham Rp29,7, jadi struktur pendanaan masih berat. Utang terhadap CFO annualized 39,1 kali dan utang terhadap laba annualized 31,2 kali adalah sinyal kualitas kas yang belum cukup untuk mengurangi beban bank dengan cepat. Murahnya SDPC bukan hadiah, itu kompensasi risiko piutang dan risiko likuiditas utang jangka pendek yang besar.

DAYA menang di brand dan kedekatan ke konsumen, serta ekspansi toko yang nyata 204 gerai. Tapi karena banyak toko di mall, investor harus curiga pada tiga hal yang biasanya diam-diam membebani retailer, yakni biaya sewa yang terus jalan, kebutuhan stok yang membesar, dan perang promo yang bisa menggerus margin. Keunggulan DAYA ada di eksekusi O+O, karena kalau online dan offline saling menguatkan, toko bisa jadi titik layanan dan titik akuisisi pelanggan, bukan cuma tempat bayar sewa.

SDPC itu value play yang kelihatan murah tapi rentan karena piutang besar dan utang bank besar membuat bunga jadi musuh utama. DAYA itu growth play berbasis ekspansi gerai yang kelihatan hidup, tapi harus dibuktikan lewat produktivitas toko baru dan disiplin biaya sewa. Kalau investor suka bisnis yang terasa nyata setiap hari, DAYA biasanya lebih mudah dipahami. Kalau investor suka bisnis yang membosankan tapi bisa besar karena volume, SDPC menarik, tapi hanya masuk akal kalau manajemen bisa menipiskan utang bank, menahan piutang, dan menjaga kas operasional tetap positif tanpa makin mengorbankan neraca.

🧬 Dua dunia beda mesin
πŸ›οΈ DAYA retailer Watsons, jual langsung ke konsumen
🚚 SDPC wholesaler, distribusi obat dan alkes ke RS, apotek, ritel besar

πŸ›οΈ DAYA kuat di gerai dan brand
πŸͺ Gerai 204 per 30 Sep 2025 naik dari 179 akhir 2024
πŸ“ˆ Tambah 25 gerai setara 13,97%
🏬 Lokasi dominan mall, sewa 2 sampai 5 tahun
🌐 Strategi O+O offline plus online via web, aplikasi, marketplace
πŸ›‘οΈ PSP AS Watson Holdings Limited, ada payung grup
⚠️ Risiko utama sewa, stok, promo, modal kerja naik saat ekspansi

🚚 SDPC kuat di jaringan distribusi tapi berat modal kerja
🏒 36 kantor cabang se Indonesia
🧾 Aset terbesar piutang usaha Rp879,79 miliar, hidup dari termin
🏦 Utang terbesar utang bank jangka pendek Rp794,92 miliar
πŸ’Š Revenue core obat resep Rp2,08 triliun setara 69% total
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

πŸ’Έ Kualitas kas SDPC
πŸ§ͺ CFO margin 0,54% tipis
🧯 FCF margin minus 0,48% kas bebas negatif
πŸ—οΈ Capex Rp30,69 miliar, capex terhadap CFO 1,88 kali
πŸ’£ Beban bunga Rp52,25 miliar lebih besar dari laba bersih Rp20,38 miliar

🏷️ Valuasi SDPC vs risikonya
πŸ’° Harga Rp159, PER 7,45 kali, PBV 0,67 kali, P S 0,05 kali
🧱 Cash per saham Rp29,7 vs debt per saham Rp665,7
⏳ Utang terhadap CFO annualized 39,1 kali, terhadap laba 31,2 kali

✨ DAYA growth story, harus dibuktikan produktivitas toko baru
🧊 SDPC value story, murah karena risiko piutang dan bunga bank

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/10

testestestestestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$HERO vs $DAYA vs $AMRT: Persaingan

Request member External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

HERO dan DAYA kalah saing lawan AMRT. Bukan karena dua-duanya tidak punya gerai, tetapi karena medan tempurnya berbeda dan AMRT bermain di kebutuhan harian yang frekuensi belinya jauh lebih tinggi. Di ritel, yang menang biasanya bukan yang paling keren tokonya, tetapi yang paling sering dikunjungi dan paling cepat memutar uang. HERO sedang menyembuhkan luka lama setelah menutup Giant dan melepas Hero Supermarket, jadi energi manajemen banyak habis untuk beres-beres neraca. DAYA justru gas ekspansi Watsons, tetapi ekspansi di mall membuat biaya sewa dan kebutuhan modal kerja ikut naik. AMRT punya skala transaksi yang membuat vendor ikut membiayai operasional lewat utang dagang, sementara pemain non-minimarket harus lebih rajin mencari napas kas sendiri. Pasar bisa menganggap HERO murah karena sedang pulih, atau menganggap DAYA menarik karena sedang tumbuh, tetapi dua-duanya tetap di bawah bayang-bayang mesin perputaran AMRT. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

HERO, sekarang jadi PT DFI Retail Nusantara Tbk, fokus ke ritel khusus, terutama IKEA dan Guardian, plus kontribusi layanan restoran. Ini format yang margin bisa bagus, tetapi sangat tergantung eksekusi kategori, lokasi, dan ritme belanja non-harian. Sedangkan DAYA adalah jaringan ritel kesehatan dan kecantikan Watsons, dan sampai 30 September 2025 sudah 204 toko, naik dari 179 toko di akhir 2024. Kenaikan 25 toko ini setara 13,97%, artinya ekspansi memang nyata, bukan sekadar wacana.

Dari sisi lokasi dan cara main, DAYA tampak lebih jelas polanya. Gerai Watsons umumnya ada di pusat perbelanjaan dengan sewa 2 sampai 5 tahun, lalu didorong strategi O plus O, yaitu integrasi offline dan online lewat web, aplikasi, dan marketplace. Kantor pusatnya di EightyEight at Kasablanka Tower A lantai 28 dan 37, Jl Casablanca Raya Kav 88 Menteng Dalam Tebet Jakarta Selatan. Ekspansi juga terlihat dari investasi prasarana toko dan peralatan yang masuk akun aset dalam penyelesaian, jadi ada capex yang memang disiapkan untuk nambah toko. Yang menarik, rencana pertumbuhan ini disokong pemegang saham pengendali AS Watson Holdings Limited, bahkan dengan konsekuensi modal kerja lebih tinggi, jadi ada dukungan grup untuk fase bertumbuh. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

HERO kebalikannya, lebih banyak cerita pemulihan neraca ketimbang cerita buka toko baru. Di 9M-2025, HERO sudah laba Rp70,34 miliar dan CFO Rp311,64 miliar, tetapi investor wajib sadar CFO itu terbantu restitusi pajak Rp258,71 miliar. Modal kerja negatif Rp1,13 triliun membuat perusahaan tetap sensitif, karena kewajiban lancar lebih besar dari aset lancar dan ritme kas harian jadi penyangga utama. Di saat yang sama, HERO juga aktif divestasi properti non-inti, termasuk Parigi Tangerang Selatan dan Ciangsana Bogor, yang dijual ke pihak berelasi PT Binamandiri Majugemilang pada Juni 2025. Ini bisa membantu napas kas, tetapi karena pihak berelasi, investor perlu ekstra ketat menilai kewajaran harga dan syarat transaksi.

Kalau investor ingin membandingkan fundamental, bisa pakai tiga kacamata. Satu, kacamata pertumbuhan gerai. DAYA unggul di sini karena angka pertambahan toko jelas dan strateginya memang ekspansi. Dua, kacamata kualitas kas. HERO terlihat kuat di CFO dan FCF, tetapi kualitasnya perlu dinilai ulang tanpa faktor restitusi pajak, jadi investor sebaiknya fokus ke tren beberapa kuartal berikutnya. Tiga, kacamata risiko neraca. HERO punya utang berbunga sekitar Rp1,23 triliun dan modal kerja negatif Rp1,13 triliun, jadi salah langkah kecil bisa terasa besar. DAYA, karena ekspansi di mall dengan sewa 2 sampai 5 tahun, cenderung menumpuk komitmen sewa dan kebutuhan persediaan, jadi risiko utamanya biasanya ada di modal kerja, efisiensi toko baru, dan ketahanan margin saat promo.

Jadi DAYA sedang membangun sarang toko yang makin rapat dan ditenagai integrasi digital, tetapi konsekuensinya adalah kebutuhan modal kerja dan disiplin eksekusi per toko. HERO sedang menutup bab lama dan mencoba membuat ritel khusus kembali stabil, tetapi investor harus memastikan kas operasinya benar-benar organik dan neracanya tidak terus bergantung pada aksi jual aset. Dan di atas keduanya, AMRT menang karena frekuensi transaksi harian dan perputaran kas yang membuat model bisnisnya paling tahan cuaca, sementara HERO dan DAYA harus menang lewat fokus kategori dan eksekusi, bukan lewat skala transaksi.

πŸ†š Kenapa kalah saing vs AMRT.
⚑ AMRT kebutuhan harian, frekuensi beli tinggi, kas berputar cepat.
🏦 Utang dagang besar bikin vendor ikut biayai operasional.

🧩 Spesies bisnis.
πŸ›‹οΈ HERO ritel khusus IKEA dan Guardian, belanja non-harian.
πŸ’„ DAYA Watsons, 204 toko per 30 Sep 2025, naik dari 179 (25 toko atau 13,97%).

🏬 Lokasi dan strategi.
🏒 DAYA banyak di mall, sewa 2 sampai 5 tahun, strategi O+O offline plus online, ditopang AS Watson.
🧯 HERO fokus pemulihan setelah penutupan Giant 2021.

πŸ’° Kualitas kas dan risiko.
βœ… HERO laba 9M 2025 Rp70,34 miliar.
⚠️ CFO (arus kas operasi) Rp311,64 miliar, tapi restitusi pajak Rp258,71 miliar.
🚨 Modal kerja negatif Rp1,13 triliun, utang berbunga Rp1,23 triliun.

πŸ—οΈ Tata kelola.
🧾 Jual Parigi dan Ciangsana ke pihak berelasi Juni 2025, bantu likuiditas tapi wajib cek kewajaran.

🎯 Cara baca investor.
πŸ” DAYA bet ekspansi toko, butuh modal kerja dan efisiensi per toko.
πŸ” HERO bet pemulihan kas organik dan neraca makin longgar.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/10

testestestestestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DAYA taeget hari ini berapa suhu

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

IDXChannel – Sejumlah saham mencatat pelemahan pada periode perdagangan 1-5 Desember 2025. PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI) Β memimpin 10 saham top losers pekan ini. ESTI turun 34,92 persen ke Rp123 dari Rp189 sepanjang pekan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN...

www.idxchannel.com

www.idxchannel.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DAYA YUK DI GAS YUKK

random tag $BUMI$CDIA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DAYA gaskan $IHSG $BUMI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DAYA BUY YUK LAGI DISKON

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

🧾 Bukti Transaksi: Mengapa Kita Percaya Pada Data Trade Done
Dalam trading, spekulasi tidak akan mengalahkan data. Indikator yang mengandalkan harga yang sudah terbentuk sering kali terlambat. Untuk mengidentifikasi pergerakan Smart Money yang cepat, kita harus fokus pada bukti transaksi yang tidak dapat dibantah: Data Trade Done yang terjadi di BEI pada saat itu juga. Volume adalah buktinya, dan money flow adalah niatnya.

Trigger Smart Money adalah sistem yang secara eksklusif menggunakan data transaksi live ini sebagai bahan analisisnya. Kami dirancang untuk secara otomatis memproses miliaran data trade per hari di pasar saham Indonesia, mencari signature yang hanya dapat dicetak oleh akumulasi modal besar.

Metode kami dimulai dengan Identifikasi Volume Anomali yang Ekstrem. Kami mencari lonjakan volume yang mendadakβ€”misalnya, 5x hingga 9x lipat dari rata-rata volume intradayβ€”yang merupakan indikasi kuat dari intervensi Tangan Besar. Keunggulan penting kami adalah Verifikasi Arah Aliran Dana (Money Flow). Kami menganalisis setiap transaksi yang membentuk volume abnormal tersebut untuk memastikan dominasi dana masuk bersih (net buying). Hanya sinyal yang terkonfirmasi oleh data transaksi yang menunjukkan aksi beli yang kuat yang akan disajikan kepada Anda. Dengan mengandalkan bukti transaksi real-time ini, Trigger Smart Money menghilangkan spekulasi dan memberikan Anda sinyal yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan untuk masuk di awal pergerakan Smart Money.
$DAYA $BBTN $MBMA

Read more...

1/2

testes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DAYA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DAYA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DAYA untung sudah keluar duluan, bagi yang masih punya barang harus jual soalnya LG nya ( broker emiten nya ) sudah mulai jualan dari tanggal 27

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DAYA siapa yg sangkut di avg 1600 an

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$NASI $DAYA $ESIP

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

di gas lah $DAYA $IHSG $PSKT

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DAYA aduh sakit nyo jantung ini 😭

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Apalah $DAYA ku $DADA ini Sakit melihat Porto merah,, 😁

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@BOSCRIPTO gas arb hunter bsok rebound $DAYA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DAYA serokkk $IHSG $CDIA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DAYA wkwk monyett untung keluar πŸ˜­πŸ™‚β€β†”οΈ

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Data real-time dari trade done memberikan keunggulan signifikan karena informasi yang diterima pengguna selalu up-to-date.
Tidak seperti indikator konvensional yang terlambat dan bergantung pada data rata-rata, Trigger Smart Moneymenangkap perubahan mikro di pasar pada detik ketika pergerakan terjadi.
Hal ini memungkinkan trader mengambil posisilebih awal sebelum momentum besar terbentuk.Dengan informasi yang akurat ini, seorang trader dapat memahami konteks pergerakan harga, bukan hanya memantaucandlestick tanpa arah.
Tools ini memberikan perspektif yang lebih lengkap dan strategis sehingga keputusan tidak hanyaberdasarkan emosi tetapi berdasar data konkret yang menunjukkan aktivitas investor besar.
Memahami hal ini memberikankeunggulan kompetitif yang sebelumnya hanya dimiliki pihak institusional.Di pasar saham Indonesia, pergerakan besar jarang terjadi tanpa adanya manuver dari pelaku bermodal besar.
Sering kali,saham yang tampak biasa saja tiba-tiba berubah menjadi pusat perhatian karena kenaikan harga yang signifikan.
Namunlonjakan ini bukanlah kejutan bagi mereka yang memahami bagaimana smart money bekerja.
Investor besar biasanya tidakpernah membeli dalam jumlah besar secara langsung.
Mereka masuk secara bertahap, menyebarkan transaksi agar tidakmeninggalkan pola yang mudah terbaca oleh trader pemula.Trigger Smart Money dirancang untuk membaca pola tersembunyi yang muncul dari aktivitas akumulasi ini.
Dengan mengamativolume intraday secara mendalam, tools ini mampu mengidentifikasi lonjakan yang tidak wajar yang sering kali menjadisinyal awal bahwa big player sedang mulai menyusun posisi.
Volume menjadi petunjuk paling mudah dikenali, karena setiaptransaksi meninggalkan sidik jari yang jelas dalam bentuk perubahan aktivitas perdagangan.Salah satu kekuatan utama dari tools ini adalah kemampuannya membedakan antara akumulasi dan distribusi.
Walaupun volumenaik tajam, hal itu bisa berarti dua hal: pembelian besar-besaran atau justru aksi pembuangan yang dilakukan pelakupasar.
Di sinilah analisis Money Flow menjadi penting.
Tools akan membaca arus dana masuk dan keluar secara real-time,memberikan indikasi apakah pasar sedang digerakkan oleh tekanan beli atau tekanan jual.
$DAYA $BMHS $PTRO

Read more...

1/2

testes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DAYA pindah sini $IHSG $PJHB-W

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

πŸ€– STOCKBOT INTELLIGENCE LOG
πŸ“‘ SUBJECT: $MINA (PT Sanurhasta Mitra Tbk)
πŸ“… TIMESTAMP: Kamis, 20 November 2025 | 23:35 WIB
πŸ“Š LAST PRICE: Rp232 (+8,41%) | 🚦 SYSTEM TREND: BULLISH (Rebound/Accumulation Phase)

⚑ STOCKBOT CALCULATED ENTRIES (PRIORITAS):

βœ… ENTRY IDEAL (Conservative Mode)
Range Beli: Rp218 – Rp224
Analisa Sistem: [Retracement ke area Support MA9/MA21 dan Demand Zone terdekat setelah breakout. Menunggu volume reda untuk entry aman.]
πŸ”° ENTRY AGRESIF (Momentum Mode)
Range Beli: Rp228 – Rp232
Analisa Sistem: [Buy on Momentum. Harga baru saja breakout Resistance 226 dengan volume signifikan. Validasi dengan 'Offer' tipis di 234.]

🎯 PROJECTED TARGETS & RISK MANAGEMENT:

πŸ”₯ TAKE PROFIT (UPSIDE POTENTIAL)
TP1: Rp248 (Resistance Swing High Sebelumnya)
TP2: Rp270 (Target Psikologis / Fibonacci 0.618)
🚫 STOP LOSS (DOWNSIDE PROTECTION)
SL: Rp206 (Support Structure / Bawah Low Candle Breakout)

πŸ“Š RISK-REWARD CALCULATION
(Berdasarkan Entry Ideal Rp221)
🟒 TP1 Gain: +12,22% ((Rp248-Rp221)/Rp221100)
🟒 TP2 Gain: +22,17% ((Rp270-Rp221)/Rp221100)
πŸ”΄ SL Risk: -6,79% ((Rp206-Rp221)/Rp221*100)

(Berdasarkan Entry Agresif Rp230)
🟒 TP1 Gain: +7,83%
🟒 TP2 Gain: +17,39%
πŸ”΄ SL Risk: -10,43%

πŸ“° MARKET SENTIMENT & INTELLIGENCE DATA:

πŸ“’ Katalis Utama (Korporasi): TENDER OFFER HAPPY HAPSORO. Pengusaha Happy Hapsoro (pemilik RAJA & RATU) akan menggelar Mandatory Tender Offer sebanyak 2,82 miliar saham MINA pada 9 Januari - 7 Februari 2025 di harga Rp25 per saham. Meskipun harga pasar saat ini (Rp232) jauh di atas harga tender, sentimen masuknya "Nama Besar" Hapsoro sebagai pengendali baru menjadi magnet spekulasi pasar yang sangat kuat. Selain itu, MINA menyiapkan lahan 11 hektar di Boyolali untuk Program 3 Juta Rumah Pemerintah.​
🌍 Katalis Sektoral/Makro (Dynamic): Pariwisata Bali Bullish. MINA (pemilik The Santai Villas Bali) diuntungkan oleh lonjakan wisatawan Bali yang diproyeksikan tembus 7 juta di akhir 2025. Rencana pengembangan Beach Club eksklusif di lahan 4 hektar Sanur juga menjadi value driver jangka panjang.​
⚠️ Risk Factor: Fundamental Rugi. MINA masih mencatatkan Rugi Bersih Rp3,8 Miliar di Q3 2025, membengkak dari tahun lalu. Kenaikan harga saat ini murni Sentiment Driven (Hapsoro Effect & Proyek Bali), bukan kinerja keuangan. Hati-hati jika euforia Hapsoro mereda.​
🌑 Community Heatmap: EUPHORIA. Investor ritel dan asing ramai mengakumulasi saham MINA dan BUVA (grup Hapsoro). Narasi "Saham Hapsoro" masih sangat kuat mendominasi diskusi forum.​

βš™οΈ ALGORITHMIC TRADING STRATEGY:

✨ MODE SCALPING (Fast Execution)
Timeframe: 5 Menit (M5)
Trigger: Breakout 234 dengan Volume Spike > 100k lot.
Sizing: Agresif (Manfaatkan volatilitas tinggi).
Order Type: Buy Stop di 234.
✨ MODE SWING (Trend Following)
Timeframe: Daily (D1)
Trigger: Akumulasi di 218-224 (Area 'Higher Low' baru).
Trailing Stop: MA10.
Exit Plan: Jual jika harga closing di bawah 200 (Invalidasi Tren).

🏁 FINAL STOCKBOT VERDICT:
πŸ“ˆ MOMENTUM CHECK: [POSITIVE SPECULATIVE]
Reasoning: Kenaikan harga didukung oleh Volume Flow asing dan sentimen 'Ganti Pengendali'. Meskipun fundamental masih merah, pasar sedang pricing in masa depan di bawah kendali Hapsoro.
πŸš€ PRIMARY SIGNAL: [TRADING BUY] βœ… RECOMMENDED FOR: [Risk Taker / Speculator]
⭐ SYSTEM CONFIDENCE SCORE: 78%
Logic: +Hapsoro Effect (Pengendali Baru), +Proyek Beach Club Bali, +Volume Breakout, -Harga Pasar Jauh di Atas Harga Tender (Rp25), -Fundamental Rugi.
πŸ“š EXECUTIVE SUMMARY
"Berdasarkan analisis StockBot, saham MINA sedang dalam fase Bullish Speculative yang kuat. Pemicu utamanya adalah sentimen masuknya Happy Hapsoro sebagai pengendali baru dan rencana ekspansi proyek properti di Bali & Boyolali. Meskipun secara fundamental perusahaan masih merugi, 'Hapsoro Effect' terbukti menjadi katalis kenaikan harga yang masif (+282% YTD). StockBot menyarankan strategi Trading Buy dengan memanfaatkan koreksi ke area Rp218-Rp224. Target kenaikan terdekat adalah Rp248. Waspadai volatilitas tinggi karena harga pasar saat ini sudah decoupling dari nilai fundamental dan harga tender offer (Rp25)."

⚠️ Disclaimer: Analisis ini dihasilkan oleh StockBot AI berdasarkan probabilitas statistik & data historis. Bukan nasihat keuangan mutlak. Do Your Own Research (DYOR).

$BHAT $DAYA

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

πŸ€– STOCKBOT INTELLIGENCE LOG
πŸ“‘ SUBJECT: $BRRC
πŸ“… TIMESTAMP: 19 November 2025, 02:11 WIB
πŸ“Š LAST PRICE: Rp132 | 🚦 SYSTEM TREND: Bullish Konsolidasi Minor (New Range After Upmove) ​​

⚑ STOCKBOT CALCULATED ENTRIES (PRIORITAS):

βœ… ENTRY IDEAL (Conservative Mode)
Range Beli: Rp128 – Rp132
Analisa Sistem: Support MA9, MA21 dan trigger volume akumulasi di zona 128–132, price action bullish bertahan selama 2 minggu, area ini jadi titik defensif awal di trend up. Lot akumulasi bertambah, distribusi rendah, konfirmasi sideways bullish.​​

πŸ”° ENTRY AGRESIF (Momentum Mode)
Range Beli: Rp133 – Rp136
Analisa Sistem: Entry breakout pada candle di atas 133–136 disertai spike volume, target swing pendek jika terjadi push ke minor resistance. Risk tinggi jika gagal breakout, price action reversal cepat (volatilitas tinggi di atas 135).​​

🎯 PROJECTED TARGETS & RISK MANAGEMENT:

πŸ”₯ TAKE PROFIT (UPSIDE POTENTIAL)
TP1: Rp150 (Resistance Minor, top 14 Nov–1st target swing)
TP2: Rp178 (Resistance Major, psikologis + ext bullish & chart top)
🚫 STOP LOSS (DOWNSIDE PROTECTION)
SL: Rp113 (Support Struktur/ATR Pullback)

πŸ“Š RISK-REWARD CALCULATION
(Berdasarkan Entry Ideal Rp130)
🟒 TP1 Gain: +15.38% ((150-130)/130100)
🟒 TP2 Gain: +36.92% ((178-130)/130100)
πŸ”΄ SL Risk: -13.08% ((113-130)/130*100)
(Berdasarkan Entry Agresif Rp134)
🟒 TP1 Gain: +11.94%
🟒 TP2 Gain: +32.84%
πŸ”΄ SL Risk: -15.67%

πŸ“° MARKET SENTIMENT & INTELLIGENCE DATA:

πŸ“’ Katalis Utama (Korporasi):
β€” BRRC segera mengumumkan aksi korporasi strategis dengan PT Bisnis Bersama Berkah (Triple B Advisory) sebagai lead advisor (potensi merger, akuisisi, atau strategic cooperation).​
β€” Semester I 2025 BRRC catatkan penjualan Rp54,66 miliar (laba Rp647,8 juta), target pendapatan 2025 Rp150 miliar, siap operasikan dua pabrik baru Medan dan Makassar semester I-2025.​
β€” Kolaborasi dengan Triple B memicu lonjakan saham hingga 118% dalam 6 bulan terakhir, sentimen euforia terus didorong narasi aksi korporasi.​

🌍 Katalis Sektoral/Makro (Dynamic):
β€” Sektor: Food & Beverages, Consumer Non-Cyclical/Staples, Industri Makanan Olahan (tepung roti/B2B B2C Bakery).​
β€” Consumer Staples Index +6% YoY Q3 (+8.9% QoQ, Q3), outlook Q4 lebih kuat berkat konsumsi Natal/libur & cash stimulus pemerintah.​
β€” Margin ekspansi dan pemulihan volume domestik menopang bullish sectorβ€”saham prime foods retail outperform peer tahun 2025.​

⚠️ Risk Factor:
β€” Risiko utama: volatile swing, risk profit taking cepat >150 jika corporate action delay/ambigu. Risk sell-off jika rumor tak terkonfirmasi.​​
β€” Industrialisasi makanan olahan sensitif input cost bahan baku & distribusi, risk seasonal.

🌑 Community Heatmap:
β€” Diskusi forum sangat FOMO, euforia tinggi pada rumor aksi korporasi dan breakout. Spekulan dan trader swing dominan, rotasi volume tinggi di atas 132+.​​

βš™οΈ ALGORITHMIC TRADING STRATEGY:

✨ MODE SCALPING
Timeframe: 5–15 menit
Trigger: Candle breakout atau pantulan MA 128–132
Sizing: 4% modal
Order Type: Limit/market, trailing stop sub-125

✨ MODE SWING
Timeframe: Harian–2 minggu
Trigger: Buy the dip support 128–132 atau momentum breakout 133+
Trailing Stop: Di bawah 128
Exit Plan: TP1 di 150, TP2 di 178, exit jika candle reversal atau rumor batal

🏁 FINAL STOCKBOT VERDICT:
πŸ“ˆ MOMENTUM CHECK: POSITIVE
Reasoning: Bullish trend, katalis rumor aksi korporasi, volume breakout, sentimen FOMO sangat aktif, katalis factory baru 2025.​​
πŸš€ PRIMARY SIGNAL: SWING–SCALPING βœ… RECOMMENDED FOR: Momentum Swing & FOMO Scalper
⭐ SYSTEM CONFIDENCE SCORE: 86%
Logic: +Aksi korporasi, +breakout euforia, +pabrik baru 2025, +sector staples bullish, -volatility tinggi, -risk speculative buy.

πŸ“š EXECUTIVE SUMMARY
"Berdasarkan analisis StockBot, BRRC menunjukkan setup bullish didorong narasi aksi korporasi dan ekspansi produksi, dengan volume euforia tinggi dan outlook konsumsi domestik positif menuju akhir tahun. Algoritma memprediksi upside teknikal 15–36% selama rumor korporasi berlanjut, namun proteksi volatilitas tetap prioritas. Kesimpulannya, entry konservatif disarankan pada support MA, trailing stop di bawah 128, confidence 86%."
⚠️ Disclaimer: Analisis ini dihasilkan oleh StockBot AI berdasarkan probabilitas statistik & data historis. Bukan nasihat keuangan mutlak. Do Your Own Research (DYOR).​​

$DAYA $FUJI

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

KABARBURSA.COM – Sepuluh saham mencatatkan pelemahan terdalam dan masuk daftar top losers pada perdagangan Selasa, 18 November 2025.Aksi jual meluas terjadi di tengah tekanan pasar yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 54.96 poin atau 0.65 persen ke level 8,361.93. Sepanjan...

www.kabarbursa.com

www.kabarbursa.com

2013-2026 Stockbit Β·AboutΒ·ContactHelpΒ·House RulesΒ·TermsΒ·Privacy