2,580

0.00

(0.00%)

Today

13.43 M

Volume

17.04 M

Avg volume

Company Background

PT. Bukit Asam Tbk (PTBA) bergerak dalam bidang pertambangan batubara, termasuk survei umum, eksplorasi, eksploitasi, pengolahan, pemurnian, pengangkutan dan perdagangan, pemeliharaan fasilitas pelabuhan batubara khusus untuk keperluan internal dan kebutuhan eksternal, pengoperasian pembangkit listrik tenaga uap untuk kebutuhan internal dan eksternal dan memberikan jasa konsultasi terkait industri pertambangan batubara serta produk turunannya, dan pengembangan perkebunan. Pada tahun 1993, Perusahaan ditunjuk oleh Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan Unit Usaha Briket Batubara.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

ditengah kenaikan batu bara $PTBA gak masuk akal... perlu audit ni...

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@RUJITO
$PTBA jadi perahan BUMN lain,
sama KAI diperah lewat biaya transpotasi
sama Pertamina diperah lewat Bahan bakar B40

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@HendricRenanta
Udah dimakan KA laba $PTBA
Jaman dl per ton 100-150 rb an
Skrg 200 rb lebih

50 rb x 45 jt ton
200 eps melayang pak

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Semoga Danantara masuk di $PTBA dan Audit pengelolaan keuangan $PTBA saya sangkut di $PTBA jengkel 👺

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@ardhatopan
Dan di saat covid batubara di $50, harga $PTBA >2.000/saham, sedangkan $BSSR hanya +-1.200an/saham.
Dan saat ini batubara di 100usd, BSSR udah di 3.900 dan PTBA balik lagi ke 2.500 an.🤔🤔🤭

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PTBA just fun aja, tebak dividennya tahun ini

Lagi males mikir, males narik narasi, males jelasin thesis panjang

Tapi ini udah lewat hitungan y
risiko kebaca,
skenario disiapin,
salah ya cut,
bener ya tinggal nikmatin.

$PTBA nggak butuh banyak kata.
Cukup satu, disiplin.
Selamat menikmati proses.

DYOR!!!

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PTBA jaman covid harga bb menyentuh 50$ aja masih cuan 100 rb per ton

Ini harga bb 100$ malah laba nyungsep jadi 50 rb per ton



$AADI $BSSR

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@fikrikawakibi yield $PTBA tahun ini gak akan mencapai 10%, kecuali harga turun di bawah 1600

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@reyvan itu data dari key stats @stockbit. key stats stockbit itu ngambil dividen terakhir. bahkan kalau dividen terakhirnya adalah interim, yang dihitung adalah interim terakhirnya. makanya saham-saham yang bagi interim, di key stats pasti yield-nya satu digit, padahal kalau ditotal jadi double digit

untuk kasus $PTBA, di key stats jadi double digit karena tidak ada interim langsung final, dan final terakhirnya DPR-nya TIDAK 100%. ini wajar untuk sektor cyclicals karena pas commodity boom dia akan nimbun retained earnings buat mengompensasi pas harga komoditas lagi turun

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@RizkiSipahutar masa lalu itu bang.
$PTBA berat utk bisa kasih yield >10%

EPS nya 161, kl mau yield 10% maka harga musti ke 1600, dan DPR nya 100%

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Beberapa saham dengan deviden yield tertinggi

$ITMG $PTBA $BMRI

https://cutt.ly/htnpqPXA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PTBA $BMRI $BBRI

danantoro sedang memasak $PTBA $ADRO $AADI

PTBA Cetak Penjualan Tertinggi Sepanjang Masa! Harga Batubara Masih Jadi Tantangan?

PTBA sepanjang tahun 2025 berhasil mencatatkan volume penjualan tertinggi sepanjang masa, yang mencapai 45,4 juta ton, dimana ada kenaikan 5,8% jika dibandingkan tahun 2024.

Dari sisi produksi & pembelian batubara juga terlihat mencapai level tertinggi tahun 2025 sebesar 47,2 juta ton. Begitu juga dengan transportasi untuk pengangkutan batubara mencapai 40,4 juta ton.

Stripping ratio juga menunjukkan kondisi yang bagus mencapai 6,1x, dimana stripping ratio ini menunjukkan jumlah tanah yang harus digali untuk mendapatkan batubara, artinya dari 6,1 ton tanah yang digali berhasil memperoleh 1 ton batubara. Ini lebih efisien dari dua tahun sebelumnya yang mencapai 6,2x.

Penjualan batubara PTBA tersebut mayoritas-nya berada di pasar domestik yang berkontribusi sekitar 54%, sedangkan sisanya ekspor mencapai 46%.

Penjualan pasar domestik tersebut mayoritasnya dijual ke PLN yang digunakan untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) mencapai 37% dari total penjualan PTBA, kemudian ada mine mouth (penjualan langsung di tambang) sebesar 10%, dan lainnya mencapai 8%.

Ekspor perusahaan paling besarnya dituju ke Bangladesh sebesar 27%, kemudian India mencapai 16%, Vietnam sebesar 11%, Korea Selatan sebesar 10%, Filipina mencapai 8%, sisanya ke beberapa negara lain seperti China, Malaysia, Kamboja, dan lain sebagainya. Bahkan Spanyol juga mulai menjadi tujuan pasar baru pada Q4 2025.

Dari sisi harga rata-rata penjualan (ASP) PTBA belum ada untuk full year 2025, akan tetapi pada sembilan bulan tahun 2025 untuk ASP tersebut turun 6% dari Rp970 ribu per ton menjadi Rp910 ribu per ton.

Jika melihat dari website minerba.esdm, harga batubara acuan 2 Indonesia dalam tren turun, awal tahun 2024 menyentuh level USD 58,56 per ton, kemudian pada akhir Desember 2025 ditutup pada harga USD 45,44 per ton.

Penurunan harga batubara acuan ini berpotensi menekan kinerja laba bersih PTBA pada FY 2025, tapi secara realisasi seperti apa bisa ditunggu ketika rilis laporan keuangan terbarunya nanti.

Tahun 2025 kemarin sebenarnya perusahaan juga menargetkan kinerja operasional tersebut, dimana perusahaan menargetkan volume produksi sebesar 50 juta ton, penjualan 50,1 juta ton, dan angkutan batubara-nya mencapai 43,2 juta ton.

Jika dibandingkan dengan realisasi kinerja operasional tersebut, maka ketiganya tidak tercapai, meski tetap bagus yang mencapai level kinerja operasional tertinggi sepanjang masa.

Ada yang pegang saham PTBA?

👉 Join ke channel Telegram buat dapetin insight lainnya! Klik link di bio.

Disclaimer: Konten ini dibuat dengan tujuan informasi dan edukasi, bukan merupakan rekomendasi untuk jual, beli, atau hold suatu saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

$PTBA $ITMG $ADRO

Read more...

1/4

testestestes

@ERDIANAND10 ya lu tggu aja 5 thn lagi... kan lu yg minta ARB tadi🤣🤣🤣🤣
sana urus $CUAN $BMRI $PTBA lu yg asik sisiran🤣🤣🤣🤣🤣

@ERDIANAND10 sotoy🤣🤣🤣🤣
sono urus funda lu $PTBA $CUAN $BMRI yg asik sisiran🤣🤣🤣🤣
maen gorengan kena sisiran disini... minta2 arb lagi di 95,arb tu 78 hari ni.. bilang aja mau serok udh ketinggalan kereta 🤣🤣🤣🤣🤣

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PTBA Haka Lah. nunggu yg lain gk kjemput".

btw ada kah yg sdh bbrapa kali dapat dividen dsini. misal yg beli M'an/ Ratusan

Project DME Batu Bara akan groundbreaking di Maret 2026, project ini akan memberikan tambahan nilai 4,2 kali lipat dari penjualan batu bara mentah.
$PTBA

$RMKE menurutku akan tembus 8000, mulai nyicil bertahap, apalagi bulan lalu perasaan eksekutif mereka pernah datang di podcastnya ajaib, meyakinkan banget dan tidak bergantung ke siklus batubara

rdmtag $ADRO $PTBA

$GTSI $PTBA $BBCA

sorry lupa, tuk pengaturan suhu DME menggunakan batubara kalori rendah + LNG caranya :
bila kita ingin membentuk minyak dari batu bara maka suhu tungku batu bara sekitar 400° - 800° , sedangkan LNG nya sebelum masuk ke tungku bergabung dengan batu bara harus sudah mencapai suhu pirolisisnya >1000° (==> LNG YG PANAS INILAH YG MENGATUR SUHU 400° - 800° pada batu bara dan panas tungku untuk mempertahankan stabilitas suhu yg diharapkan)

suhu yg berlebihan ini agar metana/LNG/CH4 sudah mulai terurai, sedangkan pengikatannya dengan atom karbon batubara pada saat terpapar metana/LNG akan terjadi ikatan CH yg baru, dan itu PASTI AKAN MENURUNKAN SUHU AKIBAT TIDAK ADA OKSIGEN MAUPUN AKIBAT PEMBENTUKAN IKATAN CH, meskipun terjadi penurunan suhu oleh penggabungan atom batubara dengan metana/LNG, namun metana sudah memiliki energi panas yg cukup untuk membantu pengikatan atom C dengan H, sehingga suhu nya akan tetap stabil pada 400° - 800°. Dan rangkaian atom hidrokarbon adalah dasar pembuatan BBM.

Kenapa SYNGAS yg dihasilkan dengan metode diatas (LNG +BATU BARA KALORI RENDAH) lebih baik dan lebih banyak SYNGASnya dibandingkan batubara tunggal maupun LNG tunggal?

karena produk yg dihasilkan merupakan rangkaian hidrokarbon CH yg lebih banyak dan siap bereaksi lanjutan (bahan pembuat BBM), sedangkan pada metode biasa sangat sedikit ikatan HIDROKARBON (CH) nya sebab banyak menghasilkan CO + H2 saja.

DIDUNIA INI HANYA INDONESIA YG MELAKUKAN PEMROSESAN PIROLISIS DENGAN METODE DIATAS 🇮🇩🇮🇩🇮🇩

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PTBA groundbreaking DME kapan?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$WIRG $PTBA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Jejak yang Terlihat dan Nilai yang Tersembunyi

Tampaknya ada semacam kelegaan saat kita memutuskan untuk berhenti menjadi yang paling pintar dan mulai mencoba mengikuti jejak yang lebih besar. Sepertinya ada kenyamanan tersendiri saat kita menganggap bahwa tugas kita hanyalah melihat ke mana 'uang besar' bergerak, seolah-olah dengan menjadi pengikut yang setia, kita sedang berjalan di jalur yang paling aman.

...Jalur yang paling aman?

Sepertinya narasi tentang 'jangan melawan arus' terdengar sangat rendah hati dan bijaksana. Rasanya sangat masuk akal untuk percaya bahwa angka di volume atau ringkasan transaksi adalah satu-satunya kebenaran yang perlu kita ikuti.

Kedengarannya seperti ada pengakuan bahwa kita, sebagai retail, punya batasan. Bahwa lebih baik berenang searah arus daripada melawannya. Pesannya menjadi: "Jangan terlalu percaya opini sendiri; lihatlah ke mana uang besar mengalir."

Itu benar. Nasihat itu terasa aman dan rendah hati. Ia mengakui ketidaksetaraan informasi dan kekuatan modal. Wajar untuk merasa bahwa dengan mempelajari pola arus ini, kita bisa menemukan jalan yang lebih pasti.

Namun, saya penasaran. Bagaimana perasaan Anda jika ternyata jejak yang Anda ikuti hari ini hanyalah umpan yang sengaja ditinggalkan agar ada seseorang yang bersedia membeli di saat mereka ingin pergi?

...Sengaja ditinggalkan?

Dua Cara Melihat Air yang Mengalir

Alkisah dua orang berdiri di tepi sungai yang sama.

Orang pertama hanya menatap benda-benda yang hanyut di permukaan: daun, ranting, perahu. Dia bergegas dari satu titik ke titik lain, mencoba menebak benda mana yang akan melintas berikutnya dan berusaha mengikutinya. Fokusnya adalah pada gejala arus—apa yang bergerak sekarang.

Orang kedua menunduk. Dia memperhatikan bentuk dasar sungai, kontur tepian, dan arah angin. Dia ingin tahu mengapa arus berbelok di suatu tikungan, dan di mana tempat yang dalam dan tenang. Fokusnya adalah pada penyebab arus—struktur yang membuat air mengalir seperti itu.

Mengikuti "smart money" berdasarkan volume beli/jual hari ini adalah seperti orang pertama. Ia bereaksi terhadap gejala. Masalahnya, saat kita melihat daun itu bergerak, ia sudah jauh di depan. Kita selalu terlambat.

Tapi ada cara lain untuk "mengikuti uang besar". Uang besar institusi yang sebenarnya—dana pensiun, asuransi, dana abadi—tidak berenang seperti ikan panik mengejar daun. Mereka membangun bendungan dan kanal. Mereka bergerak pelan, berdasarkan peta yang mereka buat setelah mempelajari kontur dasar sungai selama bertahun-tahun. Peta itu adalah membeli apa yang mereka pahami, dan memahami apa yang mereka miliki: di manakah aliran kas yang stabil? Di manakah tepian yang kokoh (neraca kuat)? Di manakah geografi yang memungkinkan pertumbuhan jangka panjang?

Mereka tidak sekadar "ikut arus"—mereka memahami sungainya hingga bisa memperkirakan ke mana arus akan mengalir selanjutnya.

Tampaknya kita mulai menyadari sebuah realita yang sering terlewat: bahwa 'uang besar' tidak memiliki kewajiban untuk menyelamatkan siapa pun. Sepertinya kita mulai memahami bahwa angka-angka di layar bisa dimanipulasi, jejak bisa disamarkan, dan ringkasan transaksi bisa dibentuk untuk menciptakan ilusi kekuatan. Ada pengakuan yang jujur bahwa menjadi pengikut jejak tanpa memahami apa yang dibeli adalah bentuk penyerahan kendali yang paling halus.

...Penyerahan kendali?

Tampaknya kita kini lebih menghargai kedaulatan atas keputusan kita sendiri. Ada ketenangan yang berbeda saat kita membeli sesuatu bukan karena melihat 'siapa' yang masuk, melainkan karena kita tahu 'apa' yang kita miliki. Kita mulai menyadari bahwa perbedaan antara spekulasi/taruhan dan investasi/menciptakan nilai bukan terletak pada siapa yang kita ikuti, tapi pada seberapa besar kita memahami nilai dari apa yang kita pegang saat semua orang memutuskan untuk lari.

Jadi, ketika kita mendengar ajakan untuk "ikut arus uang besar," mungkin kita perlu bertanya pada diri sendiri satu hal:

"Apakah saya lebih ingin menjadi ahli dalam mengenali riak di permukaan air, atau dalam memahami kenapa sungai ini mengalir ke arah sini sejak awal?"

Jika pada akhirnya jejak digital bisa dihapus dan arus uang bisa berbalik arah dalam sekejap tanpa permisi, bagaimana cara Anda memastikan bahwa posisi Anda di pasar didasarkan pada kekuatan bisnis yang nyata, dan bukan sekadar khayalan bahwa 'uang besar' akan selalu berbaik hati meninggalkan pintu keluar yang terbuka untuk Anda?

$ADRO $PTBA $ADMR

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PTBA lemooooooootttt

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PTBA mau nambah lot aman gak sih?maaf pemula ni ,,,

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@puspitasariR ADRO, TPMA, $LPPF, $PTBA, $ANTM, ITMG, ini aja mba kalau mau main aman, kalau nyangkut ada asuransinya (dividen) 😬😬😬😂

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PTBA saham lain ijo dia merah, yg lain merah dia ijo🤯

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PTBA masih bisa dividen 300 an gak ya, tp dari EPS ga naympek segitu..

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

🚀 [Tuesday Mindset]
Takut Beli di Pucuk? Anda Kehilangan Momentum.

Kemarin kita bicara soal sabar menunggu di bawah (BOW). Tapi ada kalanya market bergerak terlalu cepat dan tidak memberi kesempatan koreksi.

Di situlah strategi Buy on Breakout (BOB) bermain.

Filosofinya sederhana: 'Buy High, Sell Higher.' (Beli Mahal, Jual Lebih Mahal).

Banyak trader takut beli saham yang sudah naik +5% atau tembus resisten. Mereka bilang 'Sudah Pucuk'. Padahal bagi trader momentum, itu bukan pucuk. Itu adalah Peluit Start.

Hari ini kita belajar cara menunggangi ombak, bukan menunggu ombak surut. Siapkan nyali, tapi jangan lupa pengaman.

$PTBA $ERAL $BRIS

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy