


Volume
Avg volume
PT. Bukit Asam Tbk (PTBA) bergerak dalam bidang pertambangan batubara, termasuk survei umum, eksplorasi, eksploitasi, pengolahan, pemurnian, pengangkutan dan perdagangan, pemeliharaan fasilitas pelabuhan batubara khusus untuk keperluan internal dan kebutuhan eksternal, pengoperasian pembangkit listrik tenaga uap untuk kebutuhan internal dan eksternal dan memberikan jasa konsultasi terkait industri pertambangan batubara serta produk turunannya, dan pengembangan perkebunan. Pada tahun 1993, Perusahaan ditunjuk oleh Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan Unit Usaha Briket Batubara.
$PTBA
Haka 2550++? DYOR
Buy 1/S1: 2540
Buy 2/S2: 2520
CL/S3 <: 2510
TP 1/R1: 2590
TP 2/R2: 2660
Arah Trend : ⏩ Sideways bias naik
Rec : ✅ Hold
Tag : @Putratb
$RAJA
Haka 4890++? DYOR
Buy 1/S1: 4880
Buy 2/S2: 4800
CL/S3 <: 4690
TP 1/R1: 5200
TP 2/R2: 5600
Arah Trend : ⏩ Sideways
Rec : ✅ Hold / 💰 Sell
Tag : @Edward598
$RATU
Haka 6700++? DYOR
Buy 1/S1: 6650
Buy 2/S2: 6500
CL/S3 <: 6375
TP 1/R1: 7000
TP 2/R2: 7750
Arah Trend : 🔻 Downtrend
Rec : ✅ Hold / 👁️ WNS
Tag : @Kaumrebahan19
CMIIW, Disclaimer On, DYOR!
Fun fact bagi investor $PTBA yg sudah hold lama hingga dapat dividen 5 tahun kebelakang maka diharga sekarang sudah balik modal dari dividenya saja. Btw dividen tahun ini dipastikan tidak akan terlalu tinggi mengingat eps yg menurun dr tahun sebelumnya
Kalian yg ngikutin berita terkait cuaca di negara 4 musim pada sadar ga kalau winter kali ini lebih panjang? 👀 🤔
Random tag:
$AADI $ITMG $PTBA
IDXChannel - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) bagian dari Holding Industri Pertambangan MIND ID terus memperkuat kapasitas angkutan batu bara. Langkah ini sejalan dengan konsistensi perseroan mendukung agenda ketahanan energi nasional melalui penyediaan pasokan batu bara yang andal dan berkelanjutan.
Saat i...

www.idxchannel.com

@skydrugz27
Sebetulnya kalo kemampuan analisa cukup tajam dan memiliki pemahaman yg baik tentang bisnis tambang, khususnya batubara, maka kita akan paham mengapa demikian adanya? 🤔Terutama terkait data cadangan ini.
Kalo kamu analisa lebih tajam lagi, maka kamu akan paham, bahwa data cadangan ini adalah informasi strategis perusahaan tersebut.
Ada bbrp yg dgn sengaja di ungkapkan posisi cadangannya, Krn memang mereka sudah lakukan jorc atopun pengukuran di lapangan, Krn ada kepentingan strategisnya, salah satunya adalah presentasi ke pihak kreditur, seperti kepentingan untuk mendapatkan pinjaman hutang bank, ato penerbitan obligasinya.🤔 Hutang bank dalam jumlah besar, membutuhkan back up aset dan cadangan yg besar pula utk meyakinkan pihak kreditur.🤔
Sedangkan emiten yg TDK memiliki kepentingan tersebut, artinya dia TDK butuh hutang bank dalam jumlah besar, tentu mereka TDK butuh segera lakukan jorc dan pembuktian lapangan untuk seluruh area yg dikuasai. Bisa step by step per area kerja saja, mungkin karena alasan efisiensi.🤔
Seperti contoh di $BSSR, hutang bank mereka sangat kecil, bahkan tahun ini SDH lunas, sehingga BSSR TDK ada urgensi utk melakukan pengungkapan total cadangannya dari total ++24.500 hektar lahan yg dikuasai.
BSSR hanya mengungkapkan data cadangan dari lahan +-4.000 hektar yg sedang di garap. Dan dari 4.000 ini saja masih butuh +- 2 tahun utk bisa di selesaikan.
Sedangkan sisanya +-18.000-20.000 hektar lahan yg belum tersentuh belum di JORC.
Dan sebagai informasi, tahun 2025 PT AGM (anak usaha BSSR) baru selesaikan pembangunan jembatan underpass menuju area blok 3 Utara di kecamatan Padang Batung yang baru mulai beroperasi disana, dan pada saat peresmian pihak manajemen mengungkapkan, bahwa area blok 3 Utara ini saja akan butuh +-20 tahun ke depan untuk di garap.😅🤔🤣
Dan kalo kamu cukup jeli dan paham arti due diligence serta kewajiban pubex saat Tata Power akuisisi BSSR di THN 2012, maka mestinya kamu SDH paham posisi cadangan BSSR.🤔🤭
Di atas kertas, secara matematis, di volume produksi saat ini, umur tambang BSSR hanya kalah dari $PTBA saja.🤔🤭😅
Kalo dari +-4.000 hektar yg mulai di garap tahun 2010 dan estimasi selesai tahun 2027 (+-17 tahun) dgn hasil total estimasi +-204 JT ton, maka kalo dari lahan yg belum tergarap +-18.000-20.000 hektar, kira2 akan butuh berapa puluh tahun lagi? dan akan menghasilkan berapa ratus juta ton batubara lagi?🤔 Silahkan hitung sendiri aja.😅
$AADI
Ini bukan ajakan jual/beli saham, dyor.
1/2


Apakah $RMKE dan $RMKO Terdampak Larangan Truk Lewat Jalan Umum Sumatera Selatan dan Jambi?
Pertanyaan salah satu user Stockbit bukan di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Ada user Stockbit yang tanya apakah RMKO dan RMKE bisa terdampak oleh larangan truk lewat jalan umum Sumatera Selatan dan Jambi. Untuk mengetahui hal tersebut kita perlu cek peta wilayah kerja RMKE dan RMKO untuk memastikan apakah truk mereka melalui jalur umum atau jalur sendiri. Pertanyaannya valid, karena di batubara yang paling sering bikin laba terhenti bukan harga komoditas, tapi logistik yang macet. Begitu jalan umum ditutup, emiten yang model bisnisnya bergantung ke truk akan langsung terasa seperti mesin diputus bensinnya. Sebaliknya, emiten yang sudah punya moda alternatif bisa malah kebagian limpahan volume dari yang panik cari jalur baru. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Dari sisi bisnis, RMKE itu pemain logistik batubara yang terintegrasi, bongkar muat, loading, unloading, crushing, sampai trading, jadi napasnya memang di arus barang. Titik berat operasinya di Sumatera Selatan, dengan fasilitas pelabuhan di Keramasan Kertapati Palembang dan stasiun pemuatan di Gunung Megang Muara Enim. RMKE juga punya tambang lewat TBBE di Muara Enim, jadi ada sumber pasokan internal, tidak murni tergantung pihak ketiga. RMKO beda karakter, RMKO itu kontraktor tambang dan sewa alat berat, uangnya ngikut volume kerja di site, terutama mendukung tambang TBBE dan operasional RMKE di area yang sama.
Kalau bicara dampak larangan truk jalan umum, yang paling menentukan adalah seberapa besar rantai pasok RMKE dan kliennya harus menyentuh jalan umum sebelum masuk ke jalur milik sendiri. RMKE punya hauling road di Ogan Ilir, ini membantu mengurangi ketergantungan ke jalan umum pada segmen tertentu. Tetapi tetap ada risiko penurunan volume jika batubara dari tambang pihak ketiga tidak bisa dibawa ke stasiun atau pelabuhan RMKE tanpa lewat ruas yang dilarang. Jadi efeknya lebih ke perpindahan volume, sebagian bisa menguap, sebagian bisa pindah moda.
Keunggulan RMKE ada pada kereta api. RMKE dan TBBE punya kerja sama dengan KAI bareng $PTBA untuk angkut batubara dari area Muara Enim ke pelabuhan Palembang, jadi ketika truk di jalan umum dipersempit, RMKE punya jalur yang secara desain lebih tahan gangguan regulasi jalan. Ini membuat profil risiko RMKE cenderung lebih rendah dibanding pemain yang hidup dari jalan angkut darat menuju dermaga pihak ketiga. Bahkan ada skenario yang cukup menarik, ketika banyak tambang lain kepepet dan dipaksa cari jalur kereta, terminal dan ekosistem RMKE bisa kebagian limpahan volume. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
RMKO mengikuti RMKE, tapi dengan sudut risiko yang beda. RMKO sangat bergantung pada ritme produksi TBBE, kalau pengiriman tersendat dan produksi melambat, maka jam kerja alat dan jasa kontraktor turun, dampaknya langsung ke pendapatan RMKO. Jadi untuk RMKO, indikator yang perlu dipantau investor bukan hanya larangan truk, tetapi kapasitas kereta, kelancaran loading, dan seberapa cepat RMKE menjaga throughput. Untuk Jambi, dari sumber yang ada, jejak fisik utama RMKE RMKO tetap di Sumatera Selatan, paparan Jambi lebih terlihat lewat piutang, jadi dampak operasional langsung dari aturan Jambi cenderung tidak sedominan Sumatera Selatan.
Peta operasi
• 🧭 RMKE, Sumatera Selatan dominan
• ⚓ Pelabuhan, Keramasan Kertapati Palembang
• 🚆 Stasiun pemuatan, Gunung Megang Muara Enim
• 🛣️ Hauling road, Ogan Ilir
• ⛏️ Tambang internal, TBBE Muara Enim
• 🧰 RMKO, Sumatera Selatan dominan
• 🚜 Kontraktor overburden dan coal getting di site grup RMK
• 🔩 Pendapatan mengikuti volume produksi TBBE dan aktivitas RMKE
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
• 🚚 Truk jalan umum dipersempit
• 📉 Volume dari pihak ketiga berpotensi turun bila akses ke fasilitas RMKE wajib lewat jalan umum
• ⏱️ Pengiriman molor, throughput terminal turun, trading ikut melambat
• 🚆 Jalur kereta jadi penentu
• ✅ RMKE punya mitigasi lewat kerja sama KAI
• 📈 Potensi limpahan volume dari tambang lain yang terpaksa pindah moda
Perbandingan rasa risikonya di Sumsel dan Jambi
• 🟢 Lebih tahan ketika aturan jalan menguat
• 🚆 RMKE, karena ada kereta dan pelabuhan sendiri
• 🏛️ PTBA, punya kereta juga
• 🟡 Masih bisa kena, tapi bentuknya lebih ke throughput
• 🧰 RMKO, karena bergantung ritme produksi TBBE dan kelancaran pengiriman RMKE
• 🔴 Biasanya paling terpukul saat truk dibatasi
• 🛣️ SMMT dan ARII, dominan jalan angkut darat dan hak atas jalan
• 🛣️ GEMS unit Jambi, sangat bergantung akses darat panjang
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Hal yang perlu dipantau investor
• 🚆 Kapasitas dan kelancaran slot kereta ke pelabuhan Palembang
• 🧱 Perubahan komposisi volume, internal TBBE versus pihak ketiga
• 🚚 Apakah ada segmen yang tetap wajib menyentuh jalan umum sebelum masuk jalur sendiri
• 🧾 Risiko penundaan pendapatan, bukan hanya turun permintaan
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/6






Apakah $AADI Juga Bisa Terdampak Oleh Larangan Truk di Jalan Umum Sumatera Selatan dan Jambi?
Diskusi hari ini di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
AADI adalah salah satu perusahaan yang terkena dampak larangan truk Coal lewat jalan umum Jambi dan Sumatera Selatan. Di batubara, larangan seperti ini sering lebih cepat terasa daripada naik-turunnya harga komoditas, karena yang berhenti itu pergerakan barangnya. Cadangan boleh tebal, laba boleh besar, tapi kalau batubara tidak bisa keluar dari pit, uangnya ikut mandek. Investor yang menganggap ini cuma isu lalu-lintas biasanya baru sadar saat pengiriman molor dan invoice tertahan. Jadi cara bacanya harus lurus sejak awal, ini risiko logistik yang bisa mengganggu pengakuan pendapatan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Esensi masalahnya sederhana, batubara itu bisnis rantai pasok. Ketika jalur truk di jalan umum diputus, titik terlemah akan kelihatan, apakah perusahaan punya opsi selain truk, dan seberapa cepat opsi itu bisa dipakai tanpa bikin biaya membengkak. Bagi emiten yang punya beberapa pulau operasi, dampaknya jadi soal porsi kontribusi wilayah yang terganggu. Bagi emiten yang hanya hidup di Sumatera, dampaknya bisa seperti mematikan saklar utama.
AADI sendiri punya jejak operasi yang menyebar, dan ini penting untuk menilai daya tahannya. Di Kalimantan Selatan ada tambang utama lewat Adaro Indonesia di area Paringin dan Tutupan, plus entitas lain seperti PCS, SCM, dan LSA. Di Sumatera Selatan ada Mustika Indah Permai di Kabupaten Lahat. Di Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah ada konsesi lewat Pari Coal dan Ratah Coal. Di luar negeri, AADI punya eksposur batubara kokas lewat ventura bersama Kestrel di Australia.
Kalau investor melihat dari sisi aset per 30 September 2025, dominasi non-Sumatera kelihatan jelas. Aset Adaro Indonesia sekitar US$ 2,17 B sebelum eliminasi. Aset investasi Arindo Holdings sekitar US$ 1,69 B, lalu Vindoor sekitar US$ 1,16 B yang terkait kepemilikan Kestrel. Sementara MIP di Sumatera Selatan sekitar US$ 0,21 B. Kalau empat angka besar ini dijumlah, totalnya sekitar US$ 5,23 B, dan MIP hanya sekitar 4% dari total tersebut. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Implikasinya, gangguan Sumatera itu nyata, tetapi secara struktur grup lebih mirip luka di satu sisi, bukan mematahkan seluruh badan. Aset terbesar ada di Kalimantan Selatan dan Australia, jadi kemampuan bertahan datang dari diversifikasi lokasi dan rantai pasok. Ini juga menjelaskan kenapa AADI biasanya tidak akan se-rentan pemain yang semua tambangnya di Sumatera. Namun investor tetap tidak boleh meremehkan, karena dampak logistik biasanya menyerang yang paling sensitif, yaitu volume pengiriman harian dan ketepatan jadwal.
Dari sisi laba LK Q3 2025 2025, pusat uang AADI tetap di pertambangan dan perdagangan batubara. Pendapatan eksternal segmen ini sekitar US$ 3,45 B. Segmen logistik memberi pendapatan eksternal sekitar US$ 0,14 B, sementara pendapatan antar segmen logistik sekitar US$ 0,28 B. Laba periode berjalan sekitar US$ 0,65 B. Kalau investor hitung cepat, porsi logistik dari total pendapatan eksternal pertambangan plus logistik hanya sekitar 3,9%, dan margin laba terhadap total pendapatan eksternal itu kira-kira 18,25%.
Anak usaha AADI yang bersinggungan langsung dengan larangan truk adalah MIP di Lahat. Mekanismenya bukan teori, batubara harus berpindah dari pit ke stockpile lalu ke titik serah. Kalau jalur itu bergantung jalan darat yang menyentuh jalan umum, larangan bisa membuat arus keluar terhenti atau minimal tersendat parah. Berbeda dengan Kalimantan yang banyak mengandalkan jalur air dan tongkang, Sumatera lebih sering bergantung pada rantai darat menuju dermaga. Saat rantai darat terganggu, yang biasanya muncul lebih dulu adalah penundaan pengiriman, lalu kenaikan biaya per ton karena rute memutar, antrean, dan kebutuhan mitigasi. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Lapisan berikutnya adalah risiko kontrak. AADI punya komitmen pengiriman sekitar 42 juta ton untuk 2025 sampai 2032. Gangguan di Sumatera Selatan tidak harus menghancurkan angka ini, tetapi bisa mengganggu porsi pemenuhan yang tadinya dialokasikan dari MIP. AADI mungkin bisa mengalihkan volume dari Kalimantan, tetapi pengalihan volume tidak selalu mulus karena beda spesifikasi batubara, beda pelanggan, beda jadwal kapal, dan beda kapasitas pelabuhan. Jadi yang dinilai investor bukan hanya ada atau tidaknya tambang alternatif, tapi kecepatan re-optimasi volume tanpa mengorbankan margin.
Kalau dibandingkan dengan emiten lain yang bersinggungan dengan Sumatera dan Jambi, posisi AADI berada di tengah. $PTBA lebih sensitif karena basis besarnya di Sumatera Selatan, walau punya mitigasi lewat moda kereta. $IATA dan SMMT terlihat paling rapuh karena seluruh cerita operasinya terkonsentrasi di Sumatera Selatan. GEMS punya paparan tinggi di Jambi karena ada unit yang sangat bergantung akses darat panjang, sehingga gangguan kecil bisa terasa besar di ketepatan pengiriman. Sementara BYAN dan INDY relatif tidak terseret kebijakan Sumatera karena operasi utamanya di Kalimantan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Ada juga efek domino yang sering diabaikan, yaitu DMO 25% dan konsekuensi administratif saat pasokan domestik terganggu. Jika pengiriman ke PLTU tersendat, risikonya bukan cuma pendapatan tertunda, tetapi potensi sanksi administratif yang bisa membatasi fleksibilitas penjualan, termasuk risiko pembatasan ekspor atau biaya kompensasi. Dalam skenario pasokan Sumatera melambat, pemasok Kalimantan bisa mendapat limpahan permintaan, tetapi bisa juga menghadapi pengetatan alokasi domestik. Jadi hasil akhirnya tidak otomatis positif atau negatif, semuanya tergantung kemampuan eksekusi logistik dan kelincahan alokasi pasar.
Jadi AADI lebih tahan daripada pemain murni Sumatera karena porsi aset besar dan mesin pendapatan besarnya berada di Kalimantan Selatan serta investasi Australia. Tetapi MIP di Lahat tetap titik rawan yang bisa mengganggu pengiriman dan biaya jika larangan truk benar-benar menutup akses jalan umum secara ketat. Fokus investor sebaiknya bukan debat punya tambang di mana, tetapi seberapa cepat AADI mengunci jalur alternatif, seberapa besar kontribusi MIP terhadap volume, dan seberapa rapi AADI menjaga kepatuhan kontrak pengiriman 42 juta ton tadi.
🧭 Peta Lokasi Tambang AADI
• ✅ Kalimantan Selatan, Adaro Indonesia dan entitas lain, basis utama
• ⚠️ Sumatera Selatan, MIP Lahat, titik paling sensitif larangan truk
• ✅ Kaltim Kalteng, Pari Coal dan Ratah Coal, opsi portofolio
• ✅ Australia, Kestrel batubara kokas, diversifikasi geografis
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
📦 Aset anak usaha AADI
• 🏭 Adaro Indonesia sekitar US$ 2,17 B
• 🧩 Arindo Holdings sekitar US$ 1,69 B
• 🧩 Vindoor sekitar US$ 1,16 B
• 🏗️ MIP Sumsel sekitar US$ 0,21 B
• 📌 MIP sekitar 4% dari total 4 aset besar ini
💰 Laba AADI
• 🪨 Pertambangan dan perdagangan pendapatan eksternal sekitar US$ 3,45 B
• 🚢 Logistik pendapatan eksternal sekitar US$ 0,14 B
• 🔁 Logistik antar segmen sekitar US$ 0,28 B
• 💵 Laba periode berjalan sekitar US$ 0,65 B
• 📌 Margin laba terhadap total pendapatan eksternal sekitar 18,25%
🚧 Dampak yang paling mungkin muncul duluan
• ⏱️ Pengiriman dari MIP melambat atau tertahan
• 💸 Biaya angkut per ton naik karena rute dan antrean
• 🧾 Pengakuan pendapatan tertunda karena serah terima molor
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
📑 Risiko kontrak
• 📦 Komitmen pengiriman sekitar 42 juta ton untuk 2025 sampai 2032
• 🔄 Perlu re-alokasi volume jika porsi MIP terganggu
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/9









Dampak Larangan Truk Coal Melintasi Jalan Umum Jambi dan Sumatera Selatan pada Perusahaan Coal seperti $BUMI $AADI $PTBA dll
Diskusi di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Sejak 1 Januari 2026, pemerintah daerah Sumsel sudah bikin aturan bahwa truk goal coal dilarang lewat jalan umum karena bikin rusak jalan dan macet. Aturan serupa juga terjadi di Jambi. Sebagai investor kita perlu menganalisis saham apa saja yang berpotensi terdampak oleh aturan ini. Ini bukan isu kecil, karena batubara itu barang berat yang hidup-matinya ditentukan logistik. Kalau logistik tersumbat, revenue bisa berhenti walau cadangan di perut bumi masih bejibun. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Larangan lewat jalan umum itu bukan sekadar mengubah rute truk, tapi bisa mengubah ritme operasi tambang, tempo pengiriman, sampai pengakuan pendapatan. Di bisnis batubara, uang baru benar-benar jadi uang saat tonase sampai ke pelabuhan atau pembeli sesuai kontrak. Jadi yang harus dibandingkan itu bukan cuma siapa yang punya tambang di Sumsel atau Jambi, tetapi seberapa tergantung mereka pada jalan umum, seberapa siap alternatifnya seperti hauling road internal, sungai tongkang, atau kereta api, dan seberapa ketat komitmen kontraknya. Di sisi kewajiban domestic market obligation (DMO) 25%, gangguan logistik juga bisa berujung ke risiko sanksi jika pasokan domestik gagal terpenuhi.
Yang paling langsung berhadapan dengan isu ini adalah emiten yang operasinya murni Sumatera Selatan, karena ruang manuvernya kecil. IATA misalnya, cadangannya besar 386,56 juta ton di Musi Banyuasin, tapi revenue 9M 2025 masih US$ 62.391.288, jadi terlihat ada mismatch antara aset batubara besar dan monetisasi yang masih kecil. Kalau jalur angkut terganggu, risiko menumpuk di stockpile semakin nyata, apalagi IATA juga punya komitmen pengiriman total 300.000 ton ke beberapa pembeli. SMMT juga di Sumsel lewat Triaryani di Musi Rawas Utara, dan menariknya mereka sudah keluar uang untuk aset tak berwujud seperti hak atas jalan, jadi ketika akses jalan dibatasi, ada risiko aset logistik itu jadi kurang produktif untuk sementara atau perlu desain ulang. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Di sisi lain, emiten yang punya operasi di Sumatera dan Kalimantan terlihat lebih aman secara portofolio, tapi justru punya titik lemah yang bisa mencolok di Sumsel atau Jambi. PTBA contohnya, basisnya kuat di Tanjung Enim Sumsel dan revenue 9M 2025 Rp31.330.296.000.000, jadi dampak gangguan logistik bisa terasa cepat kalau sebagian aliran pengiriman mengandalkan rute darat seperti Tanjung Enim ke Kertapati atau Banyuasin. Tetapi PTBA punya kartu penting berupa jalur kereta api lewat kontrak pengangkutan, jadi kalau truk dibatasi, PTBA punya opsi untuk menggeser volume ke moda yang lebih stabil. Dalam kondisi pasokan Sumsel tersendat, posisi PTBA sebagai pemasok domestik juga bisa makin kuat, karena pembeli domestik tetap butuh batubara, dan yang bisa kirim tepat waktu biasanya menang.
GEMS juga menarik karena ukurannya besar dan kaki operasinya menyebar. Produksi sampai September 2025 mencapai 39,6 juta ton, cadangan terbukti dan terduga 859,6 juta ton, revenue 9M 2025 US$ 1.737.812.157. Mereka punya unit di Jambi dan juga Kalimantan, jadi larangan truk di Jambi bisa memukul sebagian rantai pasok, tetapi biasanya pemain seperti ini punya ruang optimasi alokasi penjualan dan penjadwalan pengiriman dari site yang lebih lancar. Namun, karena volumenya besar, gangguan kecil pun bisa berdampak besar ke SLA kontrak, terutama kalau ada komitmen pasok ke PLTU dan kontrak ekspor yang ketat waktu.
AADI ada di level paling atas dari sisi revenue US$ 3.609.128.000 pada 9M 2025 dan punya komitmen pengiriman sekitar 42 juta ton untuk 2025 sampai 2032. Mereka punya aset besar di Kalimantan dan juga punya tambang MIP di Lahat Sumsel, jadi isu Sumsel berpotensi mengganggu sebagian suplai bila volume dari MIP dipakai untuk memenuhi kontrak tertentu. BUMI juga punya portofolio dua pulau, cadangan terbukti 1,579 miliar ton dan komitmen CSA 10 juta ton, sehingga isu logistik di Sumsel bukan soal ada atau tidak, tapi soal seberapa cepat BUMI bisa mengalihkan tonase dari Kalimantan ketika Sumatera melambat. ARII punya kewajiban pasok ke PLN 1,05 juta ton per tahun selama 20 tahun, sehingga isu utama bukan hanya revenue, tapi risiko reputasi dan risiko administratif kalau pasokan terganggu, walau mereka juga punya aset di Kalimantan untuk mengimbangi.
Yang sering luput, perusahaan jasa bisa ikut terpukul walau tidak punya cadangan di Sumsel atau Jambi, karena mereka hidup dari volume kerja klien. ABMM misalnya punya tambang di Kalimantan dan juga Aceh, tetapi unit kontraktornya bisa punya exposure ke pekerjaan di Jambi pada klien tertentu, jadi larangan truk bisa mengurangi aktivitas tambang klien dan otomatis menurunkan volume jasa. PTRO dan UNTR juga perlu diperhatikan dari sisi ini, karena alat berat bisa jadi standby saat produksi klien turun, sementara biaya tetap jalan lewat penyusutan dan perawatan. Jadi efeknya bisa merembet dari owner ke kontraktor tanpa perlu ada perubahan apa pun di laporan cadangan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Sekarang lihat perusahaan coal yang berada di sisi yang relatif aman dan bahkan bisa diuntungkan secara relatif, yaitu yang operasinya dominan Kalimantan. BYAN, ADMR, HRUM, BSSR, ITMG, MCOL, COAL, MYOH, MAHA, PTRO, SGER, dan beberapa lainnya yang basisnya Kalimantan, secara logistik biasanya lebih mengandalkan hauling road internal dan tongkang, bukan jalan umum Sumatera. Dalam skenario pasokan Sumsel dan Jambi tersendat, pembeli bisa mengalihkan pesanan ke pemasok yang pengirimannya lebih andal, sehingga bargaining power pemasok Kalimantan cenderung membaik. Tetapi ada sisi lain, ketika pasokan domestik terganggu, pengetatan DMO bisa saja makin agresif, sehingga sebagian emiten Kalimantan bisa diminta lebih banyak menahan volume untuk domestik, ini bagus untuk stabilitas volume, tapi bisa mengurangi fleksibilitas margin ekspor.
Jadi, larangan truk di Sumsel dan Jambi adalah ujian kualitas rantai pasok. Angka cadangan besar tidak otomatis aman kalau batubara tidak bisa keluar. Revenue besar tidak otomatis kebal kalau komitmen kontrak menuntut pengiriman tepat waktu. Yang paling bernilai sekarang adalah kombinasi tiga hal, punya alternatif logistik yang tidak bergantung jalan umum, punya portofolio lintas pulau untuk mengalihkan volume, dan punya kontrak yang fleksibel terhadap jadwal pengiriman.
Yang paling berpotensi terdampak tinggi
• 🧱 IATA Sumsel saja, cadangan 386,56 juta ton, komitmen 300.000 ton, revenue 9M 2025 US$ 62.391.288
• 🦅 SMMT Sumsel saja, ada investasi hak atas jalan, ruang manuver kecil
• 🧭 ARII Sumsel dan Kalimantan, ada kewajiban pasok PLN 1,05 juta ton per tahun selama 20 tahun
• 🟨 GEMS Jambi dan Kalimantan, produksi 39,6 juta ton, gangguan sebagian jalur bisa terasa besar karena volume besar Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Yang terdampak sedang tapi harus dipantau ketat
• 🏛️ PTBA Sumsel dominan, revenue 9M 2025 Rp31,33 triliun, punya opsi kereta api sehingga lebih adaptif
• 🪨 BUMI dua pulau, cadangan 1,579 miliar ton, ada komitmen 10 juta ton, perlu agility alih volume
• 🟫 AADI dua pulau, komitmen pengiriman sekitar 42 juta ton 2025 sampai 2032, ada aset di Sumsel dan Kalimantan
• 🧱 ABMM ada exposure jasa, volume jasa bisa turun kalau site klien di Sumatera melambat
Yang relatif aman dan bisa dapat limpahan permintaan
• 🟦 BYAN Kalimantan saja, rantai pasok tidak bergantung jalan umum Sumatera
• 🟩 ADMR Kalimantan saja, fokus metalurgi, logistik Kalimantan lebih stabil
• 🧨 BSSR Kalimantan saja, produksi 9M 2025 13,57 juta ton, tetap perlu lihat keberlanjutan cadangan 36,58 juta ton
• ⚓ HRUM Kalimantan saja, produksi 9M 2025 3,89 juta ton
• 🧰 ITMG dominan Kalimantan, revenue 9M 2025 US$ 1.369.216.000
• 🏗️ MCOL Kalimantan Utara, tidak terseret aturan Sumsel dan Jambi
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Efek rambatan ke jasa pertambangan
• 🚜 UNTR dan 🛠️ PTRO, risiko alat standby jika produksi klien Sumatera turun
• 🚛 MYOH dan 🚚 MAHA, basis Kalimantan, berpotensi ikut kebagian pekerjaan jika fokus bergeser ke Kalimantan
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/10










3 SKENARIO ENTRY SAHAM $BKSL (Swing Trader Plan)
Harga sekarang: 145
1) SKENARIO ENTRY SEKARANG (Moderate Entry)
- Entry: 140 – 150
- Stoploss: < 130
- TP1: 165
- TP2: 180 – 195
Alasan: Harga masih konsolidasi di atas area support, struktur swing BKSL masih memungkinkan rebound Boss.
2) SKENARIO ENTRY PULLBACK (Conservative – Paling Aman)
- Entry: 125 – 130
- Stoploss: < 118
- TP1: 150
- TP2: 170 – 195
Alasan: Area demand bawah cukup solid, ini zona paling aman buat entry sambil jaga risiko Boss.
3) SKENARIO ENTRY AGRESIF (Buy on Breakout)
- Entry: Buy kalau breakout > 155 dengan volume besar
- Stoploss: < 140
- TP1: 180
- TP2: 200 – 220
Alasan: Breakout resistance kunci bisa jadi trigger momentum lanjutan Boss.
Alasan Buy:
• Harga masih di area demand
• Struktur swing memungkinkan rebound / masih bullish
• Breakout 155 bisa jadi trigger lanjutan
Risiko:
• Kalau 125 jebol = potensi lanjut turun / koreksi lebih dalam
• Breakout tanpa volume rawan fake
• Stoploss wajib buat jaga modal Boss
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$PTBA $TYRE
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
ANALISA SAHAM $PTBA
Harga Sekarang: Rp 2.550
Zona Area Beli Aman:
Rp 2.420 – 2.480
• Area support kuat, cocok untuk entry aman jika harga pullback ke zona ini, Boss
Zona Stoploss:
< Rp 2.350
• Jika turun di bawah level ini, struktur swing melemah dan rawan koreksi lebih dalam, Boss
Jika naik & breakout:
> Rp 2.620 → ENTRY LANJUTAN (tambah posisi)
• Breakout 2.620 berpotensi memicu momentum bullish lanjutan, Boss
Target Profit:
• TP1 = Rp 2.750
• TP2 = Rp 2.900 – 3.050
Keterangan Tambahan:
• Selama harga bertahan di atas 2.420, peluang swing bullish tetap terjaga, Boss
• Saham sektor batubara, pergerakan sangat sensitif terhadap harga coal dan sentimen energi global
• Breakout valid jika disertai volume meningkat
Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$ANTM $BHAT
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
SAHAM : $PTBA
HARGA SAAT INI : 2550
1️⃣ TREN & STRUKTUR HARGA (Swing View)
- Tren Utama : Sideways cenderung rebound
- Timeframe Acuan : Daily (Swing Trader)
- Catatan : Harga bergerak konsolidasi setelah koreksi dari area atas. Struktur masih fase base dan belum konfirmasi uptrend lanjutan, namun peluang swing rebound terbuka selama support kunci bertahan.
2️⃣ SUPPORT & RESISTANCE
- Support Minor : 2480
- Support Kunci : 2350
- Resistance 1 : 2700
- Resistance 2 : 2850
3️⃣ KONDISI VOLUME & BANDAR
- Analisa volume : Relatif stabil
- Indikasi : Akumulasi bertahap
- Selama harga di atas 2350 → masih dijaga
4️⃣ RISK / REWARD (WAJIB)
- Entry Acuan : 2550
- Stop Loss : 2300
- Target Swing : 2800
- Risk : Reward : ±1 : 1,0 (CUKUP)
5️⃣ FUNDAMENTAL SINGKAT
- Emiten batu bara BUMN, sensitif terhadap harga komoditas dan kebijakan energi
- Cocok untuk swing hingga mid-term dengan pendekatan konservatif
📌 KESIMPULAN SWING TRADER
- PTBA layak untuk swing rebound selama bertahan di atas support kunci 2350
- Target area 2700–2850, risiko meningkat jika breakdown 2350
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$PTBA $ARGO
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
@adesuhada betul u batubara sptnya yg punya cash cost terendah adalah $AADI kalo dibanding $PTBA atau $ITMG
$PGAS $PTBA $ELSA
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) tahun ini diwacanakan tidak lagi menjalankan bisnis hulu migas. Badan Pengelola Investasi Danantara mengarahkan PGN untuk fokus pada segmen midstream dan downstream, yakni transmisi, distribusi, serta infrastruktur gas bumi.
Langkah ini merupakan bagian dari penataan portofolio BUMN energi agar setiap entitas memiliki fokus bisnis yang lebih spesifik dan efisien.
Secara kontribusi, segmen niaga gas dan transmisi menyumbang sekitar 75% pendapatan PGN. Sementara lini hulu hanya sekitar 7%.
Strategi ini dinilai dapat memberikan margin lebih stabil karena bisnis distribusi berbasis infrastruktur dan tarif, dibandingkan risiko eksplorasi migas yang padat modal.
1/2


nih update harga batubara tiap kalori
untuk $ITMG biasanya asp di kisaran ici 2
$PTBA si ici 3-4
$AADI di ici 2-3

@HerruKurniawan
yg saya Hold $BSSR ama $ITMG. soalnya dividennya lebih dr 1x setahun.
Klo. $PTBA, beli di awal tahun, jual saat CUM DATE. Itu pun klo labanya bagus.