


Volume
Avg volume
PT. Bukit Asam Tbk (PTBA) bergerak dalam bidang pertambangan batubara, termasuk survei umum, eksplorasi, eksploitasi, pengolahan, pemurnian, pengangkutan dan perdagangan, pemeliharaan fasilitas pelabuhan batubara khusus untuk keperluan internal dan kebutuhan eksternal, pengoperasian pembangkit listrik tenaga uap untuk kebutuhan internal dan eksternal dan memberikan jasa konsultasi terkait industri pertambangan batubara serta produk turunannya, dan pengembangan perkebunan. Pada tahun 1993, Perusahaan ditunjuk oleh Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan Unit Usaha Briket Batubara.
@Falahudin12
Sama - sama om,
Semoga selalu sehat, bahagia terus, dijauhi orang jahat, selalu dapat limpahan rezeki dan sejahtera selalu.
Āmīn yā rabbal ‘ālamīn
sembarang tag : $HILL, $GJTL, $PTBA
Karena King Indo termasuk produsen batubara yg cukup besar di dunia, maka jika produksi dipangkas akan memangkas suplai. Harapan ritel, harga batubara akan naik. Gitu ya para Suhu secara umum?
Tapi kalo produksi turun 24% (hanya 76%), berarti kasar2annya perlu kenaikan harga barubara 1,32x supaya revenue perusahaan batubara gak kurang. Kalo skrg harga < $110 maka setidaknya perlu kenaikan harga batubara menjadi > $145 supaya pengurangan suplai ini sesuai harapan ritel.
Apakah HANYA pengurangan produksi batubara indonesia sebesar 24% bisa trigger kenaikan harga batubara yg signifikan?
Mohon tunjuk ajar, wangsit, pencerahan dari Para Suhu arang-arangan Stockbit...
tag $ITMG $PTBA $BSSR

Paradoks $PTBA: Asing Borong, Analis Malah Turunkan Rating
📌 Fenomena PTBA memasuki awal 2026 diwarnai pertarungan sentimen keras.
• 🏦 Investor asing konsisten melakukan net buy PTBA di tengah tekanan sentimen negatif analis.
• 📉 Sejumlah sekuritas memilih downgrade akibat lonjakan biaya operasional dan beban DMO.
• 💰 Harga PTBA tertahan di area Rp2.380–Rp2.420, menandakan pertahanan kuat buyer.
• ⚖️ Terjadi “Battle of Titans” antara valuasi murah vs risiko margin tergerus.
• 📊 Area support krusial berada di Rp2.300–Rp2.380 sebagai zona pantauan utama trader.
https://cutt.ly/XtjSgbyg
Baca lengkap
$BBRI $ADRO
1/3



DANANTARA PROJECT 2026
Coal dme based yg punya sejarah kerja sama dengan pertamina hanya 1, ADRO
Gue jg sempet coba scalp tektokan pas kmrn tgl 5, dimakan terus offernya bos. Tgl 6-7 cicil beli
We’ll see lah ya, wajib pakai TS nih adaro group.
Kalau Thohir membangkang gamau ikutin Dununturu, wah pesantren sudah
Tapi ya bisa aja dununturu cari di tempat lain karena Thohir emohhh
Bisa spekulasi di PTBA & BUMI, another coal dme based
$ADRO $BUMI $PTBA

Kalau uang kalian di bawah 100jt, fokuslah pada trading, bukan investing. Mau dapat berapa dividen kalau lot loe cuma 10 terus loe tahan 5 tahun? Jadi kaya? Kaga.
Nah kalau uang loe sudah di atas 1M, baru lah loe main investing, long term, dividen karena bakalan kerasa. Loe taruh 1M aja tiap tahun bisa dpt 100 sd 120jt di emiten yg tepat seperti $ADRO, $PTBA atau $ADMR
All in saham? Pakai margin 10x 100x? Goblok kalao gua bilang. Suatu waktu uang loe habis rungkad begitu salah masuk. Coba aja kalau ga percaya.
JANGAN PERCAYA INFLUENCER ATAU SIAPA LAH YG NYURUH2 ALL IN, KALAU PUN MEREKA SALAH NGASI REKOMENDASI PALING LOE JG DICUEKIN ATAU SEKEDAR BERSIMPATI ATAU MALAH BALIK NYALAHIN LOE 🤭🤭
Terus gue masuk fase mana? Oh modal saya masih di bawah 100jt, type saya swing trading, jadi saya masih fokus pada trading.
Lihat $PTBA mulai uget-uget mau loncat?
Batu bara sepertinya siap menyusul roket komoditas.
Inilah tipe saham yang bakal saya "bom" kalau market crash.
Kenapa? Karena di situlah saatnya geser strategi pelan-pelan.
Dari momentum investing ke Value Investing.
Dari Emas ke Perak ke Paladium ke sektor energi.
Pahami satu ilmu paling berharga di bursa: Follow the money.
Lihat ke mana duit gede mengalir.
Kita bisa cuan receh dari trading harian saham uptrend.
Tapi kalau mau multibagger? Butuh narasi dan money flow kuat.
Dunia sedang lari dari uang kertas (fiat) yang makin busuk.
Mereka pindah ke BTC, Komoditas, dan Safe Haven.
Tapi ingat, jangan jadi pemuja rahasia satu sektor saja.
Dalam 1-3 tahun lagi, ceritanya pasti bakal berubah.
Kalau badai crash sudah lewat, komoditas bakal dilupakan.
Raja-raja hari ini akan masuk fase downtrend.
Lalu siapa yang bakal pesta pora kemudian?
Saham perbankan, konsumer, dan emiten berfundamental kokoh.
Pasar itu dinamis, siklus itu pasti berputar.
Jangan terlalu cinta sama satu saham sampai lupa jalan pulang.
Investor cerdas tahu kapan harus masuk...
Dan tahu kapan harus bungkus keuntungan sebelum pesta usai.
Uang besar sudah mulai bergeser ke sektor energi.
Sudahkah portofoliomu ikut bergeser, atau masih nyangkut di masa lalu?
$ITMG $ADRO
____
Follow & Like biar yang lain bisa dapat manfaat juga ^^
Cek link bio untuk join VIP Membership Saham Bagger.
Kamu bisa dapetin akses analisa saham mingguan, dashboard data 800+ saham, Watchlist Momentum investing terbaik saat ini: https://cutt.ly/EetQOBGO
Kalo mau ebook gratis, klik link nya diatas, join newsletter analisa saham bareng ribuan subscriber lain☝🏻
___
Stockbit External Community
Saya seorang Momentum Investor yang fokus di Fundamental first lalu technical analysis secara quantitative.
Mau ikutan perjalanan investasi saya?
❤️ Join External Community, masukkan kode: A39716
https://stockbit.com/community
1/2


$ITMG $BYAN $PTBA
baca berita : https://cutt.ly/FtjUct1r

@jiekusumo prediksi downtrend khusus untuk $ITMG atau hampir smua saham batubara pak? Seperti $PTBA dan $ABMM….
@Langdhan ngga kebalik om analoginya?
justru biasa kita bikin 10bakso untuk 10 orang tiap harinya, tapi tiba" bisa bikin 7,5 bakso aja. apa ngga kalabakan orangnya rebutan?
sama halnya kaya industri yang pake batubara, penggunaan sehari"nya sama demandnya, kalau supply di cut tiba" dan berkurang sedangkan demand/penggunaan batubaranya sama, supplynya udah pasti jadi rebutan. liat itu nikel contohnya ga usah jauh"
$AADI $PTBA
dibaca lagi POTONG PRODUKSI BATUBARA -24%
ibarat lu biasa bkin 10 bakso dijual 10ribuan = 100k
karena lu skrg jual dikit karena dibatesin harganya bakal lu naikin
dan lu cuma bikin 5 bakso 15ribuan = 75k
keuntungan lu bakalan menurun karena produksi lu dibatasi walau harga lu tekan naik
udah pasti bsk saham tambang batubara pd koreksi apalagi Analis menyatakan harga bisa tetap lemah karena stok global masih tinggi dan permintaan belum pulih kuat jdi tujuan bahlil agar menstabilkan harga batubara gaakan berdampak langsung
https://cutt.ly/rtjmfUTL
DYOR harga naik atau turun tergantung MM
kalau saya pribadi mending keluar dlu
disclaimer on bukan ajakan menjual saya hanya bantu analisa ulang
$BUMI$AADI$PTBA

@leoproindonesia
Eps $PTBA fy kemungkinan besar <200🤔
seandainya DPR 100% Pun, DY gak akan >10% di harga saat ini.🤔😅
Jadi kalo harapkan 14%, kurang realistis.🤔
$PTBA Kokoh Rp2.390, Yield Dividen 14% Jadi Magnet
🪨 Saham PTBA bertahan kuat di Rp2.390 meski pasar fluktuatif
📈 Harga sempat sentuh Rp2.420, sinyal tekanan beli masih ada
📊 Volume 8,64 juta saham, likuiditas sektor energi tetap solid
🚛 Jalur hauling RMKE rampung, potensi pangkas biaya logistik 2026
🔥 HBA Januari 2026 naik ke US$103,3/ton, margin makin terjaga
💰 Proyeksi dividend yield 2026 tembus 13,9–14,2%
🎯 Secara teknikal, target resisten berikutnya di Rp2.550
📎 https://cutt.ly/ytjchCFv
Baca selengkapnya
$BBRI $ADRO
1/3



$BSSR $PTBA $ITMG
Di tahun 2012 saat BSSR baru IPO, marcap BSSR hanya +- 5.109B.🤭
Sedangkan saat itu marcap ITMG +- 46.330B.
Dan marcap PTBA saat itu +- 47.232B.
Artinya marcap PTBA dan ITMG +- 9x marcap BSSR.😓
10 tahun kemudian, Di tahun 2022 saat booming batubara,
marcap BSSR = +-13.100B
ITMG = +-50.850B
PTBA = +- 51.840B
Artinya marcap PTBA & ITMG +- 4X marcap BSSR.🤔😀
Lantas 14 tahun kemudian, saat ini tahun 2026, marcap PTBA & ITMG hanya +- 2,5x BSSR.🤭🤣
Bila trend ini tetap berlanjut, kira2 apakah suatu saat marcap BSSR akan menyalip PTBA dan ITMG???🤔🤔
Apa pendapatmu?🤔
Kira2 kapan akan terjadi?
Trend ini adalah realita, terlepas dari kamu suka ato tidak, ini yg real terjadi.🤔😅
Artinya, saat siklus batubara sedang naik, BSSR naik lebih gencar dari ITMG dan PTBA.🤔
Sedangkan pada saat batubara masuk siklus turun, BSSR turun lebih minim dari ITMG & PTBA.
Dari ini kita bisa melihat tingkat resiliansi dari masing2 emiten terhadap gejolak siklus batubara.🤔
Sering orang bertanya, lebih bagus yg mana utk pilihan investasi?
Kalo emiten yg berfundamental baik dan konsisten bagi dividen dgn Dy memadai, sebetulnya dari perkembangan/fluktuasi marcap ini SDH memberikan gambaran yg cukup banyak, Krn perubahan marcap seiring waktu dlm rentang yg cukup panjang, segala parameter dan faktor fundamental emiten telah tercermin di perjalanan marcap ini.🤔😅
Jadi marcap ini sebetulnya sudah merangkum hampir seluruh sisi fundamental emiten tersebut, tinggal pinter2 kita membaca dan memahaminya saja.🤔
Kecuali saham gorengan, jelas gak bisa di gunakan pendekatan marcap seperti ini.🤭🤣

belum ada proyek DME Batubara yg sukses di dunia. Berarti bahkan raja batubara dunia, negara maju, belum sukses menerapkan DME.
Besarnya biaya investasi & produksi menjadi rintangan besar. Tantangan ini juga tidak akan mudah diatasi oleh Indonesia.
Bahlil ngomong bisa
justru itu, yang ngomong kan bahlil🤣🤣🤣🫵🫵🫵
$PTBA
$BUMI
$ITMG

$ITMG $PTBA $ADRO
Sektor batubara yang selama ini menjadi pendapatan negara dan favorit para investor dividen tampaknya akan menghadapi ujian berat di tahun 2026. Berdasarkan analisis variabel makro dan kebijakan terbaru, kita perlu waspada terhadap potensi "nyungsep"-nya harga komoditas ini.
Berikut adalah analisis mengenai 7 tantangan utama yang akan menekan emiten batubara di tahun 2026:
1. Fenomena Over-Supply & Permintaan Stagnan
Data menunjukkan bahwa permintaan dari negara importir utama seperti India dan China cenderung stagnan (hanya tumbuh sekitar 0,5%). Hal ini diperparah dengan kebijakan China dan India yang mulai masif membuka cadangan domestik mereka sendiri. Ketika produksi dalam negeri mereka meningkat, kebutuhan impor dari Indonesia akan terkikis, menciptakan kondisi oversupply global yang menekan harga.
2. Beban Domestik (DMO) yang Mengunci Margin
Kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) mewajibkan pengusaha menjual batubara ke PLN/industri lokal dengan harga diskon (dipatok sekitar $70/ton), jauh di bawah harga pasar internasional. Ini adalah dilema; bagi konsumen listrik ini kabar baik, namun bagi profitabilitas emiten, ini adalah "jangkar" yang menahan pertumbuhan laba.
3. Kenaikan Biaya Produksi (OpEx)
Tahun 2026 diprediksi akan menjadi tahun dengan biaya operasional tertinggi bagi kontraktor tambang:
Implementasi B50: Transisi ke bahan bakar B50 akan meningkatkan biaya pemeliharaan mesin alat berat secara signifikan (filter solar, modifikasi mesin, dan maintenance rutin).
Inflasi Upah: Tekanan kenaikan UMR secara nasional akan menambah beban biaya tenaga kerja.
4. Tekanan Kebijakan: Bea Keluar 5%
Rencana pemberlakuan bea keluar sebesar 5% menjadi risiko nyata. Dampaknya akan sangat variatif:
Emiten dengan porsi ekspor besar (seperti ITMG) diprediksi akan mengalami tekanan pendapatan hingga sepertiganya.
Emiten berorientasi domestik (seperti PTBA) mungkin lebih resilient, namun tetap terdampak secara keseluruhan sentimen sektor.
5. Pengetatan Devisa Hasil Ekspor (DHE)
Aturan yang mewajibkan DHE ditahan 100% di perbankan dalam negeri (Bank Himbara) menciptakan tantangan likuiditas bagi perusahaan. Selisih bunga pinjaman yang lebih tinggi dibanding bunga simpanan DHE berpotensi menciptakan beban bunga neto yang merugikan perusahaan.
6. Krisis Logistik & Larangan Jalan Umum
Tantangan di lapangan semakin kompleks:
Regulasi Daerah: Tren pelarangan truk batubara melintasi jalan umum memaksa perusahaan membangun infrastruktur hauling sendiri yang mahal.
Faktor Alam: Pendangkalan sungai-sungai utama (seperti Sungai Mahakam dan Musi) akibat sedimentasi seringkali menghambat proses pengapalan, menciptakan logistical nightmare.
7. Isu Restitusi Pajak & Keadilan Sosial
Sorotan terhadap restitusi pajak triliunan rupiah yang dinikmati pengusaha batubara mulai menjadi perdebatan publik. Jika pemerintah merespons ini dengan pengetatan insentif atau kenaikan royalti demi keadilan sosial (sesuai Pasal 33 UUD 1945), maka margin bersih emiten akan semakin tergerus.
Disclaimer: Bukan ajakan beli/jual. Do your own research.
1/2


Indonesia Akan Pangkas Produksi Batu Bara!!! Harganya Siap Naik?
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memangkas produksi batu bara Indonesia pada tahun 2026 menjadi sekitar 600 juta ton. Jika kita bandingkan dengan total produksi batu bara Indonesia tahun 2025 itu mencapai 790 juta ton.
Harga batubara global sendiri saat ini masih terlihat cukup tertahan dalam beberapa hari terakhir, hal ini disebabkan karena pasar melihat permintaan global yang mulai melemah di kemudian hari.
International Energy Agency (IEA) memproyeksikan bahwa permintaan batubara global naik tipis 0,5% saja menjadi 8,85 miliar ton pada 2025, tetapi kemudian stagnan dan mulai turun menjelang 2030 seiring dengan berjalannya energi terbarukan, nuklir, dan LNG yang semakin kompetitif.
Kemudian harga batu bara juga tertahan karena konsumen dan produsen batu bara terbesar dunia yakni China menyampaikan jika target puncak konsumsi batu bara terjadi sebelum tahun 2030.
International Energy Agency juga memperkirakan kalau permintaan batu bara China akan menurun secara bertahap selama lima tahun ke depan, hingga tahun 2030 diproyeksi konsumsi China menjadi 4,77 miliar ton, dari tahun 2025 sebesar 4,95 miliar ton.
Terkait dengan Pemerintah Indonesia yang akan memangkas produksi batu bara-nya, kondisi ini berpotensi menaikkan kembali harga batu bara global. Karena Indonesia merupakan produsen batu bara terbesar ketiga di dunia.
Dimana tahun 2025 diproyeksi oleh IEA bahwa produksi batu bara Indonesia mencapai 778 juta ton (realisasi 790 juta ton), jauh lebih rendah dari China sebesar 4,73 miliar ton dan India 1,08 miliar ton.
Akan tetapi kenaikan harga batu bara potensinya tidak setinggi kenaikan harga nikel sebelumnya, karena perbedaan selisih yang jauh dengan produksi batu bara dari China, sedangkan kalau komoditas nikel itu Indonesia menjadi produsen terbesar dunia.
Gimana menurutmu, apakah harga batu bara ke depan bisa membaik?
👉 Join ke channel Telegram buat dapetin insight lainnya! Klik link di bio.
Disclaimer: Konten ini dibuat dengan tujuan informasi dan edukasi, bukan merupakan rekomendasi untuk jual, beli, atau hold suatu saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
$PTBA $ITMG $HRUM
1/4



