


Volume
Avg volume
PT. Bukit Asam Tbk (PTBA) bergerak dalam bidang pertambangan batubara, termasuk survei umum, eksplorasi, eksploitasi, pengolahan, pemurnian, pengangkutan dan perdagangan, pemeliharaan fasilitas pelabuhan batubara khusus untuk keperluan internal dan kebutuhan eksternal, pengoperasian pembangkit listrik tenaga uap untuk kebutuhan internal dan eksternal dan memberikan jasa konsultasi terkait industri pertambangan batubara serta produk turunannya, dan pengembangan perkebunan. Pada tahun 1993, Perusahaan ditunjuk oleh Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan Unit Usaha Briket Batubara.
*š _ENERGY CRISIS ALERT_: Ekspor Spot Batu Bara RI Terhenti, Asia Terancam "Gelap" & Harga Melonjak*
07 Februari 2026 ā Pasar energi Asia berada dalam mode waspada penuh setelah penambang Indonesia dilaporkan menghentikan ekspor batu bara pasar spot (_spot market_) sebagai bentuk protes terhadap rencana pemerintah memangkas kuota produksi 2026 secara drastis. Langkah ini membuat kargo spot dari Indonesia "menghilang" di pasar, bahkan penawaran premium US$1-2 per ton di atas harga pasar pun tidak mendapatkan barang. Akibat gangguan pasokan ini, kontrak berjangka batu bara termal Asia dilaporkan telah melonjak *9%* ke level tertinggi dalam lebih dari setahun.
Negara-negara tetangga menjadi pihak yang paling rentan terdampak risiko krisis listrik (*_blackout_*). Data Kpler dan Ember menunjukkan tingkat ketergantungan yang ekstrem terhadap pasokan Indonesia:
* *Filipina:* 98% impor batu bara berasal dari Indonesia (menyumbang 57% listrik nasional).
* *Bangladesh:* Lebih dari 90% impor berasal dari Indonesia.
* *Vietnam & Malaysia:* Mengimpor lebih dari 50% kebutuhan batu bara dari Indonesia.
Di sisi harga, *DBX Commodities* memprediksi harga batu bara kalori rendah (yang mendominasi ekspor RI) bisa melambung *40% hingga 70%* jika pemangkasan produksi 20% benar-benar dieksekusi. Sementara itu, pembeli besar seperti India mulai mempertimbangkan diversifikasi impor ke Rusia dan Afrika Selatan jika situasi berlarut.
Di tengah polemik kuota ini, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kinerja ekspor 2025 yang suram bagi sektor ini. Nilai ekspor batu bara sepanjang 2025 tercatat *turun 19,70%* menjadi *US$24,48 miliar*, dengan volume yang menyusut *3,66%* menjadi *390,3 juta ton*. Batu bara menjadi satu-satunya komoditas unggulan nonmigas yang mengalami kontraksi dalam, berbeda dengan CPO dan Besi Baja yang justru mencatatkan pertumbuhan positif. Penurunan ini disinyalir menjadi salah satu alasan pemerintah ngotot memangkas produksi demi mendongkrak harga, meski ditentang keras oleh pelaku usaha karena risiko hilangnya pangsa pasar.
Menurut Anda, apakah strategi "rem produksi" ini efektif mendongkrak harga batu bara global, atau justru menjadi celah bagi kompetitor untuk merebut pasar setia Indonesia?
> fp. Indomine channel
$ADRO $AADI $PTBA
$GEMS
Berikut adalah analisa mendalam mengenai PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) dan prospek sektor batu bara untuk persiapan portofolio Anda:
**1. Fundamental "Juara" & Efisiensi Tinggi**
GEMS adalah emiten dengan fundamental yang sangat solid dan efisien.
* **Profitabilitas Superior:** GEMS mencatatkan *Return on Equity* (ROE) yang luar biasa tinggi, mencapai kisaran 41% hingga 72%, jauh di atas rata-rata industri,,.
* **Neraca Sehat:** Struktur modal sangat konservatif dengan rasio utang terhadap ekuitas (*Debt to Equity Ratio*/DER) yang rendah di angka 0,43x,.
* **Dividen Jumbo:** GEMS dikenal loyal membagikan dividen dengan *yield* rata-rata 5 tahun sekitar 13,98% hingga 15,9%, menjadikannya primadona bagi pemburu *passive income*,.
**2. Produksi & Cadangan Raksasa**
Jangan remehkan aset mereka. GEMS memiliki cadangan batu bara yang sangat besar, terutama melalui anak usahanya PT Borneo Indobara (BIB).
* **Target Produksi:** GEMS menargetkan produksi stabil di angka 50-51 juta ton untuk tahun 2025, sama dengan level tahun 2024.
* **Transformasi Digital:** Penerapan teknologi "Mining 4.0" (seperti sistem *Cold Chain Management*) telah mendongkrak produksi hingga 10 kali lipat dalam satu dekade terakhir,.
**3. "Badai" Regulasi 2026 (Waspada!)**
Ini bagian yang harus Anda perhatikan dengan serius. Tahun 2026 membawa tantangan berat bagi margin laba:
* **Bea Ekspor Baru:** Pemerintah berencana menerapkan bea keluar batu bara sebesar 1-5% mulai 2026. Ini bisa memangkas laba bersih emiten batu bara antara 7% hingga 27%,.
* **Kenaikan DMO:** Ada wacana pemerintah menaikkan kewajiban pasok domestik (*Domestic Market Obligation*) dari 25% menjadi 30% atau lebih. Ini memaksa GEMS menjual lebih banyak batu bara dengan harga patokan domestik yang lebih murah dibanding harga pasar global,.
* **Biaya Operasional:** Rencana peningkatan campuran biodiesel (B50) dan kenaikan UMR akan mengerek biaya produksi dan logistik,.
**4. Risiko Likuiditas Saham (*Free Float*)**
Perhatikan aturan Bursa Efek Indonesia (BEI).
* **Aturan Free Float 15%:** BEI mewajibkan *free float* (saham publik) minimal 15%. Saat ini, saham publik GEMS masih di kisaran 10-12%,.
* **Potensi Aksi Korporasi:** Untuk mematuhi aturan ini, pemegang saham pengendali (DSSA) mungkin perlu melepas saham ke publik (*secondary offering* atau *rights issue*), yang bisa memicu volatilitas harga saham karena bertambahnya pasokan saham di pasar,.
**5. Outlook Harga Batu Bara**
Pasar global sedang mengalami normalisasi.
* Harga batu bara global di 2025 diperkirakan lebih stabil namun lebih rendah dibanding puncak krisis energi 2022, dengan rata-rata harga Newcastle sekitar USD 104/ton,.
* Permintaan dari China melambat karena transisi energi, namun permintaan dari India dan ASEAN masih menjadi penopang utama,.
**Saran Mentor:**
GEMS adalah "mesin dividen" yang sangat efisien dengan cadangan melimpah. Namun, **jangan terlena**. Tahun 2026 akan menjadi ujian berat karena margin akan tergerus oleh pajak ekspor baru dan potensi kenaikan DMO. Jika Anda investor jangka panjang pengincar dividen, GEMS masih menarik, tetapi bersiaplah menghadapi potensi koreksi harga akibat sentimen regulasi dan kewajiban *free float*.
https://cutt.ly/RtbIGHGJ
RANDOM TAG $PTBA $UNTR
Ada fitur yg sangat menarik di stockbit, yaitu fitur SAVED,
kita bisa membaca kembali postingan2 para guru di stream yg mengajarkan ilmu yg baik dan benar.
Jauhi FOMO dari influencer serigala berbulu domba. Banyak sekali mas, serigala berbulu domba di market, karena mereka cari untung ya dari boncos anda. jadi anggap hiburan semata. Di market anda tidak sedang melawan siapa2, lawan terbesar anda adalah diri anda sendiri.
Nasihat buat diri saya sendiri. š
$BBCA $BMRI $PTBA
$BUMI harga wajarnya cuma di 60, gua mau jawab kintul mu.....
Utang da di lunasin, da akusisi 4 tambang, masuk ke program danantara sebagai supplier kebutuhan bahan baku, dengar2 mau ikut terjun buat gas arang pengganti gas, btw $PTBA Da pasti jadi pilotnya batubara menjadi penganti gas.....
Ini saham² pada berjatuhan karena kebijakan IDX terhadap $IHSG NGAWUR semua, kena jewel sama lembaga² asing baru kebakaran jengot mau bersih² orang....
Perbankan juga da ku suruh masuk dari desember.... moga2 naik kencang ya
!! DISCLAIMER !!
Perlu diingat bahwa opini yang disampaikan di sini adalah pendapat pribadi dan tidak merupakan saran investasi. Investasi saham memiliki risiko yang cukup tinggi, termasuk risiko kehilangan modal. Pastikan Anda untuk melakukan riset yang menyeluruh dan memahami risiko sebelum melakukan investasi.
Setiap keputusan jual beli serta untung rugi setelah membaca opini ini adalah tanggung jawab anda pribadi... Jika merasa tidak cocok silahkan block aja, tidak ada ajakan follow
ANALISA SAHAM $PTBA
Harga Sekarang: Rp 2.530
Zona Area Beli Aman:
Rp 2.420 ā 2.480
⢠Area support kuat, cocok untuk entry aman jika harga pullback ke zona ini, Boss
Zona Stoploss:
< Rp 2.350
⢠Jika turun di bawah level ini, struktur swing melemah dan rawan koreksi lebih dalam, Boss
Jika naik & breakout:
> Rp 2.600 ā ENTRY LANJUTAN (tambah posisi)
⢠Breakout 2.600 berpotensi memicu momentum bullish lanjutan, Boss
Target Profit:
⢠TP1 = Rp 2.750
⢠TP2 = Rp 2.900 ā 3.000
Keterangan Tambahan:
⢠Selama harga bertahan di atas 2.420, peluang swing bullish tetap terjaga, Boss
⢠Saham sektor batubara, pergerakan sangat dipengaruhi harga coal dan sentimen energi global
⢠Breakout valid jika disertai volume meningkat
Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$ADMR $BRMS
,DM āmauā jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar š² di bawah ya. Terima kasih banyak š
Danantoro sedang memasak
Kabar baik bagi saya yang lebih suka diversified play daripada pure play $PTBA $UNTR $ADRO
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID, turut berperan strategis dalam mendukung keberhasilan pengembangan Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Bauksit-Alumina-Aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat, melalui penyediaan pasokan energ...

www.cnbcindonesia.com

IDXChannel - Proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) sebagai pengganti Liquified Petroleum Gas (LPG) batal ikut prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) bersamaan dengan proyek-proyek hilirisasi lainnya pada Jumat (6/2/2026).
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oska...

www.idxchannel.com

ā
Groundbreaking Proyek Hilirisasi Fase 1 Danantara
https://cutt.ly/qtbvwYKm
Smelter Alumina dan SGAR di Mempawah (MIND ID, Inalum, $ANTM)
Bioethanol di Banyuwangi (Pertamina dan PTPN)
Bioavtur di Cilacap (Pertamina)
Fasilitas Integrated Poultry Business di Malang, Gorontalo Utara, Lampung Selatan, Sulawesi Selatan, Kaltim, dan NTB (ID Food, Berdikari, PTPN III)
Processing 1, 2, dan 3 Industri Garam di Gresik (PT Garam dan ID Food)
Danantara juga akan groundbreaking pabrik baja $KRAS
https://cutt.ly/UtbvwY1L
$PTBA
$PTBA Lebih Baik Invest Duduk Manis Cari deviden aja lah, gila ngukitin market akhir" ini kerjain hal lain aja lah
Kalau tanya saya saat ini, Saham apa yang bagus untuk dibeli 2026-2027 ?
saya akan jawab dengan penuh keyakinan saham Energi dan Mineral.
$ITMG $PTBA $AADI
$AADI $ITMG $PTBA
ITMG Harga Bottom, Dividen Yield 13% , setahun Bagi 2 kali dividen
PTBA , Plat Merah , Danantara Potensi masuk kedepanya
AADI Saham Semi Konglo, Free Float ud Diatas 15% , Arah ke Atas
Kalo disuruh pilih Antara 3 saham ini kalian pilih yg mana ges? WHY? āŗļø
$AADI $AKRA $PTBA utk saat ini masih bagus bisa mempertahankan harganya semoga besok bisa up atau ada kenaikkan saat penutupan yg lain sabar ya pesta udah selesai para pengunjung silahkan pulang yg nyangkut silahkan cuci piringnya š¤£š¤£š¤£š¤£ššš
@NoviArumsari
Saya sendiri belum paham, dan kalo mau akurat, tanya perusahaannya udah verifikasi atau belum. Atau lewat keterbukan informasi pantau terus. Tapi kalo secara garis besarnya catatan saya gini :
ā±ļø Gambaran umumnya di BEI:
Suspend singkat (1ā5 hari bursa)
Biasanya karena:
Harga naik/turun nggak wajar (ARA/ARB berturut-turut)
BEI minta klarifikasi ke emiten
š Kalau emiten cepat jawab ā bisa dibuka cepat
Suspend menengah (mingguan)
Biasanya karena:
Ada berita material tapi belum jelas
Laporan keuangan telat
Ada transaksi afiliasi / aksi korporasi sensitif
š Dibuka setelah emiten penuhi kewajiban
Suspend lama (bulanan bahkan tahunan) š¬
Biasanya karena:
Masalah keuangan berat
Gagal bayar / PKPU
Nggak patuh aturan BEI
Potensi delisting
š Ini yang paling bahaya buat holder
sembarang tag : $BLTZ , $TLKM , $PTBA