


Volume
Avg volume
PT. Bukit Asam Tbk (PTBA) bergerak dalam bidang pertambangan batubara, termasuk survei umum, eksplorasi, eksploitasi, pengolahan, pemurnian, pengangkutan dan perdagangan, pemeliharaan fasilitas pelabuhan batubara khusus untuk keperluan internal dan kebutuhan eksternal, pengoperasian pembangkit listrik tenaga uap untuk kebutuhan internal dan eksternal dan memberikan jasa konsultasi terkait industri pertambangan batubara serta produk turunannya, dan pengembangan perkebunan. Pada tahun 1993, Perusahaan ditunjuk oleh Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan Unit Usaha Briket Batubara.
@berkatdaniel $PTBA dan $ADMR masuk nomor 1 tapi range kenaikan tidak parabolic seperti $AADI dan medc nanti dyor
$ITMG Terlihat hari ini juga overall viewnya bagus n menarik karena ITMG ini ternyata masih sangat strong untuk trend n momentum pergerakannya, terlihat hari ini ITMG sudah berhasil untuk bisa rebound dengan solid n signifikan yaitu hingga angka 27.725 setelah sebelumnya sudah sempat terkoreksi hingga angka 26.000an dimana menariknya terlihat bahwa hari ini ternyata ITMG masih terus ada diakumulasikan oleh Pihak Foreign yaitu sekitar 108 Milyar Rupiah, jumbo sekali ini.
ITMG ini ada Target kenaikan dikisaran angka 28.000an-28.500an, ada potensi ITMG Kedepannya bisa naik kesana dimana Jika at the end ITMG ini mampu untuk bisa terus naik n BO dari Target tersebut, ITMG ini bisa lanjut naik ke Next Target jauhnya yang ada diangka 31.000an.
$PTBA $AADI
Hari ini luar biasa buat ITMG, meskipun NI jual banyak, sebab dia punya inventory banyak diharga murah (old accum), broker2 asing menyerap supply dengan baik. Bahkan ikut naikan harga dg significant.
Ini pertanda menarik, bisa jadi ini bukan soal dividend play lagi, tapi ada target jangka panjang di saham2 coal sebab dimulai nya coal super cycle. Siklus kenaikan harga Batubara...
Thanks to pemangkasan RKAB yg buat supply menurun, dan secara tidak langsung mendorong kenaikan harga Batubara.
$ITMG, $AADI, $PTBA

$PTBA Harga terkini saham PTBA berada/close di harga 2.900 naik Rp 30 atau 1.05% Nilai transaksi PTBA saat ini tercatat Rp.63.7 miliar. transaksi saat ini masih di bawah rata-rata harian. Trend harga PTBA saat ini masih dalam strong uptrend channel. Resistance saat ini berada di 3010. Support saat ini berada di 2570. Pola harga masih bergerak datar atau sideways dalam kisaran harga 2890 dan 3010 konfirmasi uptrend bila dapat menembus kembali dan bertahan di atas harga 3010 bila masih bergerak dalam range harga saat ini maka PTBA masuk dalam phase sideways. strategy yang bisa digunakan adalah dengan melakukan trading buy di area support dan sell di area resistance 3010 atau menunggu saat terjadi breakout di resistance level. Waspadai bila harga bergerak melewati support level di 2890 maka akan melanjutkan pelemahan ke area 2820 sebagai support kedua.
Harga Batubara Melonjak!!! Gimana Kinerja Operasional Emiten Batubara Indonesia?
Saat ini harga batubara dalam kondisi tren yang naik, dimana menyentuh level USD 137,3 per ton. Kenaikan harga batubara ini seiringan dengan meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.
Dimana terdapat lonjakan yang signifikan pada harga minyak dan LNG global akibat tensi geopolitik yang naik tersebut, kondisi ini membuat harga batubara juga terdorong naik, karena batubara bisa menjadi substitusi bahan energi selagi harganya masih dibawah.
Kenaikan harga batubara menjadi sentimen positif bagi emiten terkait, karena kenaikan tersebut bisa membuat kinerja laba rugi mereka bisa menjadi lebih baik. Apalagi jika didukung dengan kinerja operasional emiten batubara yang tetap bagus, misalnya ada kenaikan dari sisi volume produksi dan penjualan batubara.
Jika melihat dari sisi harga sahamnya, beberapa emiten batubara di Indonesia terutama yang batubara termal banyak yang mengalami kenaikan, seperti PTBA, ITMG, INDY, dan AADI yang naiknya hingga diatas 20%an, bahkan INDY sudah naik 65% sepanjang tahun 2026 ini.
Tapi ada BUMI yang harga sahamnya turun 40%, ini setelah harga saham BUMI akhir tahun kemarin dan awal tahun ini yang sudah naik tinggi akibat potensi masuk indeks MSCI Global Standard.
Jika melihat kinerja operasional dari beberapa emiten tersebut sudah merilis untuk satu tahun penuh 2025, untuk PTBA terdapat kenaikan volume produksi dan penjualan tahun 2025 yang masing-masingnya mencapai 47,2 juta ton dan 45,4 juta ton.
Kemudian ITMG juga mencatat kenaikan menjadi 21,2 juta ton dan 24,7 juta ton. Untuk saham AADI juga mencatat kenaikan dari produksi dan penjualan yang mencapai 68,73 juta ton dan 71,94 juta ton.
Untuk saham BUMI dan INDY belum merilis untuk FY 2025, tapi potensinya untuk BUMI juga mencapai kisaran 70-an juta ton. Sedangkan INDY juga berkisar pada level sekitar 30 juta ton.
Jika tahun 2026 ini emiten batubara berhasil mencatat kenaikan kinerja operasional dari sisi volume produksi dan penjualan, kemudian harga batubara masih tetap di level yang tinggi, maka ini akan bagus untuk kinerja emiten batubara.
Harga batubara tahun 2025 sendiri tertingginya mencapai USD 118,5 per ton, sehingga harga saat ini yang masih diatas USD 130-an per ton menjadi kabar yang bagus.
Ada yang pegang salah satu dari emiten diatas?
👉 Join ke channel Telegram buat dapetin insight lainnya! Klik link di bio.
Disclaimer: Konten ini dibuat dengan tujuan informasi dan edukasi, bukan merupakan rekomendasi untuk jual, beli, atau hold suatu saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
$PTBA $ITMG $BUMI
1/3



Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup naik 0,53% ke 7.428 pada perdagangan sesi pertama hari ini, Kamis (12/3). Sebanyak 272 saham menguat, 376 saham terkoreksi, dan 164 saham tidak bergerak.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai transaksi saham siang ini sebesar Rp ...

katadata.co.id
@Sinyodicky kalau niatnya dividen investing, kenapa malah lihat PBV, Graham number dan hitung MoS? jadinya malah kayak mau cari capital gain.
dividen investing biasanya yang dihitung dividen yield forecast yang bisa didapat berapa. dari situ nanti dapat harga beli maksimal di berapa.
hanya sekedar bertanya..
$BSSR $ITMG $PTBA
IEA ( International Energy Agency ) akan melepaskan 400jt barel minyak untuk menstabilkan harga minyak dunia, btw konon katanya terbesar dalam sejarah.....
IJO IJO IJO nih.....
$PTBA $BUMI $BBRI
⚠️ Disclaimer ⚠️
> Analisis teknikal saham yang disampaikan hanya bersifat opini dan edukasi, berdasarkan data historis harga, volume, serta indikator teknikal pada saat analisis dibuat.
> Informasi ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli, menjual, maupun menahan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor, termasuk risiko kerugian yang mungkin timbul.
> Kondisi pasar saham dapat berubah sewaktu-waktu dipengaruhi oleh faktor fundamental, sentimen pasar, kebijakan pemerintah, maupun kondisi ekonomi global yang berada di luar kendali analis.
> Setiap investor diharapkan melakukan analisis mandiri (do your own research) dan menyesuaikan keputusan investasi dengan tujuan, profil risiko, serta kondisi keuangan pribadi.
> Bila tidak cocok dengan sudut pandang ini, silakan skip atau block. Tidak perlu drama, masing-masing punya cara pandang sendiri.
Waves of volatility -
The recent correction in the IDX Composite reflects more than a technical pullback after failing to hold its euphoric peak near 9,100 on the weekly structure momentum has decisively rolled over, with price slipping beneath key moving averages and volatility expanding, signaling that the market may be entering a deeper repricing phase toward the psychological 7,000 region. Yet the chart cannot be separated from the macro backdrop, rising geopolitical tension between Iran vs US and Israel, combined with the strategic vulnerability of the Strait of Hormuz, exposes the fragile foundation of global energy security, where a single disruption along this narrow corridor can reverberate through oil markets, inflation expectations, and global liquidity.
In such an environment, emerging markets like Indonesia often become the transmission channel of global stress, energy producers may temporarily benefit from rising oil prices, but the broader equity market faces tightening financial conditions as capital rotates toward safety, reminding investors that beneath every bullish cycle lies a deeper truth.
"Markets do not fall because charts weaken, charts weaken because the world becomes more uncertain"
$AADI $PTBA
link terkait hoax 2 kapal tanker pertamina: https://cutt.ly/KtYesKsN
Majulah $AADI $PTBA $ITMG
$BUMI emiten barubara pada manggung
lu sendiri manyun Tong
keberatran Ritel sangkuters kah?🤣
$ITMG $PTBA
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali merosot ke zona merah usai berhasil menguat sehari sebelumnya. Indeks turun 0,69% ke 7.389,40 pada akhir perdagangan Rabu (11/3/2026).
Nilai transaksi sebesar Rp15,72 triliun dengan volume perdagangan mencapai 32,20 miliar saham da...

www.cnbcindonesia.com

$PTBA BlackRock hingga Mirae Borong Saham Batu Bara: $ADRO, $ITMG, dan PTBA Jadi Incaran https://cutt.ly/CtT47c6t
$ITMG itu bagus kok overall viewnya saat ini, apalagi harga batu bara trendnya juga lagi bagus belakangan ini n hal ini berpotensi akan bisa terus berlanjut jika konflik geopolitik yg ada di dunia ini terus memanas kedepannya.
ITMG hari ini walaupun sudah terkoreksi cukup signifikan yaitu hingga angka 26.250 dimana artinya juga sudah breakdown MA-5nya yang ada dikisaran angka 27.100, terlihat menariknya volume transaksinya hari ini cenderung menurun + masih ada akumulasi besar yang terjadi di ITMG yg banyak dilakukan oleh Pihak Foreign yaitu sekitar 30 Milyar Rupiah sehingga membuat viewnya masih sangat menarik, apalagi secara trend n momentum pergerakannya hingga saat ini ITMG juga masih Bullish.
ITMG ada kisaran area Strong Support saat ini diangka 25.000an, selama ITMG Kedepannya bisa bertahan diatas area Supportnya ini, ITMG Ini punya view at the end bakalan bisa kembali naik menuju Targetnya yang ada diangka 28.000an, lalu Nextnya ITMG ini masih berpotensi akan bisa naik ke kisaran Target jauhnya yang ada diangka 31.000an.
$AADI $PTBA
ALL IN di satu saham tetapi caranya bukan sekali tembak.
Strategi "All-In Bertahap" atau yang sering disebut Pyramiding adalah cara agresif namun tetap terhitung untuk memaksimalkan keuntungan pada satu saham "pemenang". Karena Anda sudah yakin ini adalah saham terbaik, kuncinya bukan lagi di pemilihan saham, tapi di Money Management dan Psikologi Entry.
Berikut adalah protokol teknis untuk mengeksekusi All-In secara bertahap di pasar yang sedang bergejolak:
1. Metode "Tranche" 30-40-30 (Konfirmasi Tren)
Jangan bagi rata 25% setiap masuk. Gunakan porsi yang membesar saat harga mengonfirmasi analisa Anda:
Entry 1 (30% - Test Water): Masuk di area Support kuat atau saat harga mulai jenuh jual. Ini adalah "uang pengintai". Jika harga turun lebih dalam dan jebol support kritis, Anda hanya rugi kecil dari 30% modal tersebut.
Entry 2 (40% - Reversal Confirmation): Masuk saat harga berhasil memantul (rebound) dan menembus Resistance terdekat (V-Shape atau Higher Low). Di sini Anda sudah punya keyakinan bahwa arahnya mulai berbalik.
Entry 3 (30% - Breakout/Trending): Masuk sisa modal saat harga sudah dipastikan uptrend (di atas MA20 atau MA50).
2. Teknik "Buying on Strength" (Piramida Tegak)
Di market yang volatil, seringkali harga tidak memberi kesempatan buy on weakness. Jika sahamnya sangat kuat:
Beli saat harga menembus level psikologis (misal: harga 1000, 1500, dst).
Setiap naik 3-5%, tambah porsi.
Penting: Harga rata-rata (Average Up) Anda akan naik, jadi pastikan Trailing Stop selalu mengikuti di bawah harga rata-rata tersebut untuk mengunci profit.
3. Skema "Double Bottom" atau "Base"
Jika saham tersebut sedang membentuk pola dasar (base building):
Beli setengah porsi saat harga berada di lantai bawah base.
Beli setengah sisanya hanya saat harga Breakout dari base tersebut dengan Volume Tinggi.
Strategi ini memastikan Anda tidak "nyangkut" terlalu lama jika sahamnya ternyata hanya bergerak menyamping (sideways).
4. Manajemen Risiko "All-In"
Meskipun judulnya All-In, Anda tetap harus punya "pintu darurat":
Max Loss Total: Tentukan berapa persen maksimal modal keseluruhan yang boleh hilang (misal: 5% dari total modal). Jika harga turun dan menyentuh titik tersebut, Anda wajib exit total tanpa kompromi.
Waktu (Time Stop): Jika dalam 1-2 minggu saham tersebut tidak bergerak sesuai ekspektasi padahal Anda sudah masuk 70%, pertimbangkan untuk memangkas porsi.
Perhatikan "Hukum Pasar" yang Anda Sebutkan:
Ingat poin Anda tentang Distribusi Asing. Jika Anda sedang melakukan proses All-In bertahap namun melihat Big Fund terus keluar (Net Sell masif) saat harga naik, Hentikan penambahan porsi. Cukup jalankan porsi yang sudah ada dengan pengawalan ketat.
Tips: Gunakan fitur Automatic Order (Auto Order) untuk beli di harga tertentu. Di market bergejolak, mata kita seringkali tidak secepat pergerakan harga, dan emosi seringkali menghalangi kita untuk menekan tombol "Buy" saat harga sedang diskon.
sudah ketemu belum saham yang bakal terbang ? kalau saya sudah suhu pasti saya kasitau. tapi masih jadi Driver Online jadi hanya copas sana sini.
ok met bertahan di Maret April Mei ini yang keras
$PTBA $ANTM $ADRO