


Volume
Avg volume
PT. Bukit Asam Tbk (PTBA) bergerak dalam bidang pertambangan batubara, termasuk survei umum, eksplorasi, eksploitasi, pengolahan, pemurnian, pengangkutan dan perdagangan, pemeliharaan fasilitas pelabuhan batubara khusus untuk keperluan internal dan kebutuhan eksternal, pengoperasian pembangkit listrik tenaga uap untuk kebutuhan internal dan eksternal dan memberikan jasa konsultasi terkait industri pertambangan batubara serta produk turunannya, dan pengembangan perkebunan. Pada tahun 1993, Perusahaan ditunjuk oleh Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan Unit Usaha Briket Batubara.
Lagi Merah Membara? Fokus ke Cashflow Saja! ☕
Liat portofolio minus 10-20% emang bikin sesek. Tapi kalau fundamentalnya bagus dan rutin bagi dividen, sebenarnya kita cuma lagi "titip uang" di harga diskon.
Saya lagi rutin monitoring kesehatan finansial emiten-emiten high dividend lewat:
👉 toolsaham my id
Tools ini bikin proses screening fundamental jadi jauh lebih praktis dan objektif. Kita jadi gak gampang panik karena tau intrinsic value perusahaan yang kita pegang masih solid.
Tetap tenang, market bearish justru saatnya orang kaya baru lahir dari pemilihan saham yang tepat.
Disclaimer On:
Opini pribadi. Bukan ajakan transaksi. Hasil investasi bisa bervariasi. Gunakan alat bantu analisis secara bijak.
$IHSG $PTBA $KUAS

IHSG masih belum ada tanda2 membaik. Estimasi IHSG akan bottom dimana? 7000 atau mungkin 6000? vote disini.
$ADRO $ANTM $PTBA
📰 Pemerintah: PTBA Sudah Dapat Izin RKAB 2026, Arutmin Diperkirakan Belum
Direktur Jenderal di Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pada Kamis (12/3) bahwa pemerintah sejauh ini telah menyetujui hampir 300 juta ton kuota produksi batu bara dalam RKAB 2026. Tri menyebut bahwa Bukit Asam ($PTBA) termasuk dalam perusahaan yang telah disetujui RKAB–nya, sementara PT Arutmin Indonesia milik Bumi Resources ($BUMI) diperkirakan belum mendapatkan persetujuan. BUMI belum mengomentari kabar ini. Kementerian ESDM sendiri berencana menetapkan kuota produksi batu bara nasional sebesar 600 juta ton untuk 2026 (vs. realisasi 2025: 790 juta ton).
Sebelumnya, Direktur PLN, Rizal Calvary Marimbo, mengatakan pada awal Maret 2025 bahwa terdapat 8 perusahaan yang RKAB–nya tidak dipangkas, meliputi PTBA, PT Arutmin Indonesia dan PT Kaltim Prima Coal milik BUMI, Adaro Andalan Indonesia ($AADI), PT Indominco Mandiri milik Indo Tambangraya Megah (ITMG), PT Kideco Jaya Agung milik Indika Energy (INDY), PT Berau Coal, dan PT Multi Harapan Utama [https://stockbit.com/post/29277186].
[Sumber: Kontan]
_______
Stockbit Sekuritas
IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan diproyeksikan turun pada perdagangan hari ini, Jumat (13/3). Analis merekomendasikan saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) hingga PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirak...

katadata.co.id
@berkatdaniel $PTBA dan $ADMR masuk nomor 1 tapi range kenaikan tidak parabolic seperti $AADI dan medc nanti dyor
$ITMG Terlihat hari ini juga overall viewnya bagus n menarik karena ITMG ini ternyata masih sangat strong untuk trend n momentum pergerakannya, terlihat hari ini ITMG sudah berhasil untuk bisa rebound dengan solid n signifikan yaitu hingga angka 27.725 setelah sebelumnya sudah sempat terkoreksi hingga angka 26.000an dimana menariknya terlihat bahwa hari ini ternyata ITMG masih terus ada diakumulasikan oleh Pihak Foreign yaitu sekitar 108 Milyar Rupiah, jumbo sekali ini.
ITMG ini ada Target kenaikan dikisaran angka 28.000an-28.500an, ada potensi ITMG Kedepannya bisa naik kesana dimana Jika at the end ITMG ini mampu untuk bisa terus naik n BO dari Target tersebut, ITMG ini bisa lanjut naik ke Next Target jauhnya yang ada diangka 31.000an.
$PTBA $AADI
Hari ini luar biasa buat ITMG, meskipun NI jual banyak, sebab dia punya inventory banyak diharga murah (old accum), broker2 asing menyerap supply dengan baik. Bahkan ikut naikan harga dg significant.
Ini pertanda menarik, bisa jadi ini bukan soal dividend play lagi, tapi ada target jangka panjang di saham2 coal sebab dimulai nya coal super cycle. Siklus kenaikan harga Batubara...
Thanks to pemangkasan RKAB yg buat supply menurun, dan secara tidak langsung mendorong kenaikan harga Batubara.
$ITMG, $AADI, $PTBA

$PTBA Harga terkini saham PTBA berada/close di harga 2.900 naik Rp 30 atau 1.05% Nilai transaksi PTBA saat ini tercatat Rp.63.7 miliar. transaksi saat ini masih di bawah rata-rata harian. Trend harga PTBA saat ini masih dalam strong uptrend channel. Resistance saat ini berada di 3010. Support saat ini berada di 2570. Pola harga masih bergerak datar atau sideways dalam kisaran harga 2890 dan 3010 konfirmasi uptrend bila dapat menembus kembali dan bertahan di atas harga 3010 bila masih bergerak dalam range harga saat ini maka PTBA masuk dalam phase sideways. strategy yang bisa digunakan adalah dengan melakukan trading buy di area support dan sell di area resistance 3010 atau menunggu saat terjadi breakout di resistance level. Waspadai bila harga bergerak melewati support level di 2890 maka akan melanjutkan pelemahan ke area 2820 sebagai support kedua.
Harga Batubara Melonjak!!! Gimana Kinerja Operasional Emiten Batubara Indonesia?
Saat ini harga batubara dalam kondisi tren yang naik, dimana menyentuh level USD 137,3 per ton. Kenaikan harga batubara ini seiringan dengan meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.
Dimana terdapat lonjakan yang signifikan pada harga minyak dan LNG global akibat tensi geopolitik yang naik tersebut, kondisi ini membuat harga batubara juga terdorong naik, karena batubara bisa menjadi substitusi bahan energi selagi harganya masih dibawah.
Kenaikan harga batubara menjadi sentimen positif bagi emiten terkait, karena kenaikan tersebut bisa membuat kinerja laba rugi mereka bisa menjadi lebih baik. Apalagi jika didukung dengan kinerja operasional emiten batubara yang tetap bagus, misalnya ada kenaikan dari sisi volume produksi dan penjualan batubara.
Jika melihat dari sisi harga sahamnya, beberapa emiten batubara di Indonesia terutama yang batubara termal banyak yang mengalami kenaikan, seperti PTBA, ITMG, INDY, dan AADI yang naiknya hingga diatas 20%an, bahkan INDY sudah naik 65% sepanjang tahun 2026 ini.
Tapi ada BUMI yang harga sahamnya turun 40%, ini setelah harga saham BUMI akhir tahun kemarin dan awal tahun ini yang sudah naik tinggi akibat potensi masuk indeks MSCI Global Standard.
Jika melihat kinerja operasional dari beberapa emiten tersebut sudah merilis untuk satu tahun penuh 2025, untuk PTBA terdapat kenaikan volume produksi dan penjualan tahun 2025 yang masing-masingnya mencapai 47,2 juta ton dan 45,4 juta ton.
Kemudian ITMG juga mencatat kenaikan menjadi 21,2 juta ton dan 24,7 juta ton. Untuk saham AADI juga mencatat kenaikan dari produksi dan penjualan yang mencapai 68,73 juta ton dan 71,94 juta ton.
Untuk saham BUMI dan INDY belum merilis untuk FY 2025, tapi potensinya untuk BUMI juga mencapai kisaran 70-an juta ton. Sedangkan INDY juga berkisar pada level sekitar 30 juta ton.
Jika tahun 2026 ini emiten batubara berhasil mencatat kenaikan kinerja operasional dari sisi volume produksi dan penjualan, kemudian harga batubara masih tetap di level yang tinggi, maka ini akan bagus untuk kinerja emiten batubara.
Harga batubara tahun 2025 sendiri tertingginya mencapai USD 118,5 per ton, sehingga harga saat ini yang masih diatas USD 130-an per ton menjadi kabar yang bagus.
Ada yang pegang salah satu dari emiten diatas?
👉 Join ke channel Telegram buat dapetin insight lainnya! Klik link di bio.
Disclaimer: Konten ini dibuat dengan tujuan informasi dan edukasi, bukan merupakan rekomendasi untuk jual, beli, atau hold suatu saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
$PTBA $ITMG $BUMI
1/3



Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup naik 0,53% ke 7.428 pada perdagangan sesi pertama hari ini, Kamis (12/3). Sebanyak 272 saham menguat, 376 saham terkoreksi, dan 164 saham tidak bergerak.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai transaksi saham siang ini sebesar Rp ...

katadata.co.id
@Sinyodicky kalau niatnya dividen investing, kenapa malah lihat PBV, Graham number dan hitung MoS? jadinya malah kayak mau cari capital gain.
dividen investing biasanya yang dihitung dividen yield forecast yang bisa didapat berapa. dari situ nanti dapat harga beli maksimal di berapa.
hanya sekedar bertanya..
$BSSR $ITMG $PTBA
IEA ( International Energy Agency ) akan melepaskan 400jt barel minyak untuk menstabilkan harga minyak dunia, btw konon katanya terbesar dalam sejarah.....
IJO IJO IJO nih.....
$PTBA $BUMI $BBRI
⚠️ Disclaimer ⚠️
> Analisis teknikal saham yang disampaikan hanya bersifat opini dan edukasi, berdasarkan data historis harga, volume, serta indikator teknikal pada saat analisis dibuat.
> Informasi ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli, menjual, maupun menahan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor, termasuk risiko kerugian yang mungkin timbul.
> Kondisi pasar saham dapat berubah sewaktu-waktu dipengaruhi oleh faktor fundamental, sentimen pasar, kebijakan pemerintah, maupun kondisi ekonomi global yang berada di luar kendali analis.
> Setiap investor diharapkan melakukan analisis mandiri (do your own research) dan menyesuaikan keputusan investasi dengan tujuan, profil risiko, serta kondisi keuangan pribadi.
> Bila tidak cocok dengan sudut pandang ini, silakan skip atau block. Tidak perlu drama, masing-masing punya cara pandang sendiri.
Waves of volatility -
The recent correction in the IDX Composite reflects more than a technical pullback after failing to hold its euphoric peak near 9,100 on the weekly structure momentum has decisively rolled over, with price slipping beneath key moving averages and volatility expanding, signaling that the market may be entering a deeper repricing phase toward the psychological 7,000 region. Yet the chart cannot be separated from the macro backdrop, rising geopolitical tension between Iran vs US and Israel, combined with the strategic vulnerability of the Strait of Hormuz, exposes the fragile foundation of global energy security, where a single disruption along this narrow corridor can reverberate through oil markets, inflation expectations, and global liquidity.
In such an environment, emerging markets like Indonesia often become the transmission channel of global stress, energy producers may temporarily benefit from rising oil prices, but the broader equity market faces tightening financial conditions as capital rotates toward safety, reminding investors that beneath every bullish cycle lies a deeper truth.
"Markets do not fall because charts weaken, charts weaken because the world becomes more uncertain"
$AADI $PTBA
link terkait hoax 2 kapal tanker pertamina: https://cutt.ly/KtYesKsN
Majulah $AADI $PTBA $ITMG
$BUMI emiten barubara pada manggung
lu sendiri manyun Tong
keberatran Ritel sangkuters kah?🤣
$ITMG $PTBA