


Volume
Avg volume
PT. Metrodata Electronics Tbk (MTDL) mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1983. Perseroan merupakan perusahaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terdepan di Indonesia yang telah bermitra dengan perusahaan-perusahaan TI kelas dunia selama lebih dari 45 tahun dan dikenal memiliki portofolio yang komprehensif dalam bidang distribusi perangkat keras dan peranti lunak TI seperti Acer, Asus, Apple, Dell, HP, AMD, Intel, dll. Perseroan pada saat ini memiliki tiga bisnis utama yaitu Bisnis Distribusi yang menangani bidang usaha distribusi kepada dealer, perusahaan solusi TIK, dan e-commerce; Bisnis Solusi yang menyediaka... Read More
$MTDL
Menuju "The Accenture of Indonesia" & Transformasi DNA Digital
Selama ini pasar mungkin melihat PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) hanya sebagai perusahaan distribusi perangkat keras (laptop, PC, dan smartphone). Namun, jika kita membedah laporan keuangan sepanjang 2025, terlihat sebuah fenomena besar: MTDL sedang berada dalam fase transisi fundamental.
Berikut adalah alasan mengapa MTDL layak mendapatkan apresiasi lebih tinggi dari pasar:
1. Transformasi Menjadi "The Accenture of Indonesia" MTDL tidak lagi sekadar jualan barang. Melalui unit Solusi & Konsultasi, MTDL bertransformasi menjadi penyedia layanan Cloud, Cybersecurity, hingga implementasi Artificial Intelligence (AI). Ini adalah model bisnis "high margin" yang mirip dengan raksasa global, Accenture. Pertumbuhan unit ini konsisten di atas 20% (YoY), jauh melampaui pertumbuhan bisnis distribusi ritel.
2. Valuasi yang "Salah Harga" (Undervalued) Secara fundamental, MTDL adalah "permata tersembunyi":
PBV (Price to Book Value): Saat ini hanya di kisaran 1,7x. Bandingkan dengan rata-rata sektor teknologi nasional (3,2x) atau perusahaan jasa TI global yang bisa mencapai 5x-7x.
P/E Ratio: Masih di bawah 10x. Pasar menghargai MTDL dengan valuasi "perusahaan dagang", padahal kualitas labanya sudah sekelas "perusahaan teknologi".
3. Katalis AI & Regulasi Data Nasional Tahun 2026 adalah tahun kedaulatan data. Regulasi baru mewajibkan korporasi memperkuat infrastruktur data lokal. MTDL, sebagai mitra utama Microsoft (OpenAI), AWS, dan Google di Indonesia, berada di posisi terdepan untuk memenangkan proyek-proyek besar transformasi digital ini.
4. Strategi Transisi yang Cerdas Tujuan kita bukan mematikan bisnis distribusi ritel, melainkan menjadikannya "pintu masuk" (entry point). Keunggulan skala ekonomi di bisnis distribusi memberikan arus kas yang kuat untuk mendanai ekspansi di unit IT Service yang lebih menguntungkan. Inilah yang disebut pertumbuhan yang aman namun progresif.
5. Pengakuan Global (MSCI) Kehadiran MTDL dalam indeks MSCI Indonesia Small Cap membuktikan bahwa perusahaan ini sudah masuk radar investor institusi dunia. Dengan fundamental yang terus membaik, potensi "naik kelas" ke indeks yang lebih besar hanya tinggal menunggu waktu.
Ekspansi PBV (Re-rating): Saat ini MTDL dihargai di PBV 1,7x. Jika pasar mulai menghargai MTDL sebagai IT Service/Consultancy (seperti MLPT atau standar global), maka kenaikan ke PBV 2,5x – 3,0x adalah hal yang sangat wajar.
Perhitungan: Nilai Buku (Book Value) per saham di 2026 diprediksi naik ke kisaran Rp450 - Rp500. Jika dikali PBV 2,5x, maka didapat harga Rp1.125 - Rp1.250.
Pertumbuhan Laba (EPS Growth): Dengan efisiensi di unit distribusi dan lonjakan di unit Solusi/AI, EPS (Laba per saham) tahun 2026 diprediksi bisa menyentuh Rp65 - Rp75.
Menggunakan P/E moderat sebesar 15x (standar industri teknologi), maka harganya: ....
Dividen Yield yang Menopang: Di harga Rp1.100, jika MTDL membagikan dividen Rp30-35 per saham, investor masih mendapatkan yield sekitar 3%. Ini menjaga harga saham agar tidak mudah jatuh (sebagai safety net).
$MTDL
Analisis saham PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) per awal Januari 2026 menunjukkan posisi fundamental yang solid dengan transisi strategis menuju bisnis dengan margin lebih tinggi.
1. Kinerja Keuangan (Update 2025)
Hingga Kuartal III-2025, MTDL terus menunjukkan pertumbuhan yang konsisten meski di tengah volatilitas pasar teknologi:
• Pendapatan: Menembus Rp18,8 triliun, tumbuh sekitar 9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
• Laba Bersih: Tercatat sebesar Rp469,6 miliar, naik 3,1% (YoY). Laba per saham (EPS) berada di kisaran Rp38,18.
• Profitabilitas: Margin laba bersih (Net Profit Margin) berada di angka 2,5%. Meskipun terlihat tipis, ini merupakan karakteristik bisnis distribusi hardware, namun MTDL sedang berupaya meningkatkannya melalui segmen solusi digital.
2. Pendorong Pertumbuhan Utama 2026
Tahun 2026 diprediksi menjadi tahun akselerasi bagi MTDL karena beberapa faktor:
• Fokus pada AI & Cloud: MTDL telah meluncurkan solusi berbasis AI (seperti Megarock bekerja sama dengan AWS). Segmen Solusi & Konsultasi (S&C) diproyeksikan tumbuh lebih cepat dengan margin yang jauh lebih tinggi dibandingkan segmen distribusi tradisional.
• Investasi Anak Usaha: Perseroan telah menyuntikkan modal sebesar Rp150 miliar ke PT Mitra Integrasi Informatika (MII) untuk memperkuat kapasitas layanan IT Managed Services dan Cloud.
• Transformasi Digital Nasional: Kebutuhan korporasi akan cybersecurity dan hybrid cloud terus meningkat, di mana MTDL memegang pangsa pasar yang dominan sebagai distributor utama berbagai brand IT global.
3. Valuasi dan Dividen
• Valuasi (Januari 2026): Harga saham saat ini berada di kisaran Rp605. Dengan P/E Ratio sekitar 9,8x, saham ini tergolong "murah" dibandingkan rata-rata industri teknologi di BEI yang seringkali memiliki P/E di atas 15-20x.
• Dividen: MTDL dikenal sebagai dividend payer yang loyal. Untuk tahun 2025, perusahaan membagikan dividen sebesar Rp24 per saham (yield sekitar 4%). Tren rasio pembayaran dividen (payout ratio) cenderung meningkat dari 30% menjadi hampir 40%.
DAMPAK KENAIKAN HARGA KOMPONEN BAGI MTDL
Kenaikan harga RAM dan komponen memori lainnya (seperti SSD) yang diprediksi melonjak drastis sepanjang tahun 2026—bahkan ada estimasi kenaikan hingga 20-50%—memberikan dampak yang cukup kompleks bagi MTDL.
1. Dampak pada Segmen Distribusi (Volume vs. Margin)
Segmen ini adalah penyumbang pendapatan terbesar bagi MTDL.
• Kenaikan Harga Jual (ASP): Secara otomatis, MTDL akan menaikkan harga jual produk (laptop, PC, server) ke reseller atau konsumen akhir. Hal ini bisa meningkatkan pendapatan kotor secara nominal.
• Tekanan pada Volume: Risiko utamanya adalah penurunan daya beli. Jika harga laptop naik 15-20%, konsumen retail mungkin akan menunda pembaruan (refresh cycle) perangkat mereka. Ini bisa membuat pertumbuhan volume unit melambat.
• Pengelolaan Inventori: MTDL diuntungkan jika mereka memiliki stok lama (dengan harga beli rendah) saat harga pasar mulai naik. Kapasitas gudang MTDL yang baru saja diperluas sebesar 82% (menjadi 40.000 m^2) pada 2025 memberikan keunggulan logistik untuk menimbun stok sebelum harga puncak.
2. Pergeseran ke Segmen "Solution & Consulting" (S&C)
Kenaikan harga komponen fisik justru bisa menjadi katalis positif bagi unit bisnis solusi digital MTDL:
• Efisiensi lewat Cloud: Ketika harga server fisik dan RAM lokal menjadi sangat mahal, perusahaan cenderung beralih ke layanan Cloud (AWS, Azure, Google Cloud) yang dikelola oleh MTDL. Margin di bisnis Cloud jauh lebih tebal dibanding jualan hardware.
• Managed Services: Perusahaan akan lebih memilih memperbaiki atau mengoptimalkan infrastruktur yang ada daripada membeli baru. MTDL melalui anak usahanya (MII) menyediakan jasa perawatan dan optimasi ini.
3. Ekspansi Margin Laba
Secara historis, MTDL memiliki strategi "pass-through", di mana kenaikan harga dari prinsipal (seperti Lenovo, HP, Asus, atau produsen memori) diteruskan langsung ke konsumen.
• Risiko Margin: Jika MTDL tidak bisa meneruskan seluruh kenaikan biaya karena kompetisi, margin laba bersih bisa tergerus tipis.
• Peluang AI: Karena kenaikan harga RAM ini dipicu oleh kebutuhan AI, MTDL yang sedang gencar menjual infrastruktur AI ke korporasi tetap bisa menjaga profitabilitas karena proyek AI biasanya memiliki anggaran yang besar dan kurang sensitif terhadap harga komponen.
Kenaikan harga RAM di 2026 adalah "pedang bermata dua". Namun, karena MTDL sudah bertransformasi menjadi perusahaan solusi (bukan sekadar distributor), mereka lebih resilien. Investor perlu memantau apakah laporan keuangan Kuartal I-2026 menunjukkan penurunan volume penjualan yang drastis atau tidak.
$MEDC $TUGU
$PIPA terpantau banyak ritel yang sangkut masuk saham ini karena ada isu Venezuela Amerika, padahal ga ada urusan sama minyak, wong klien gas aja juga belum ada, hati hati guys, mendingan masuk $MTDL terpantau banyak kantor sekolah perlu pengadaan laptop dan PC baru karena bencana alam info dari pemerintahan..
$MTDL apakah bisa menjadi the next DCII??? 🤔
🔹 DCII (DCI Indonesia)$DCII
Bidang utama:
👉 Data Center & Cloud Infrastructure
Fokus bisnis:
Menyediakan data center (tempat server skala besar)
Colocation server (dipakai bank, fintech, e-commerce, pemerintah)
Infrastruktur cloud & konektivitas
Karakter bisnis:
🏗️ Capital intensive (bangun data center mahal)
🔒 Pendapatan stabil & jangka panjang (kontrak tahunan)
📈 Diuntungkan dari:
Digitalisasi
Cloud computing
AI & big data
⚠️ Valuasi saham sangat mahal (PER tinggi)
Contoh klien:
Bank, Gojek, Tokopedia, startup besar, instansi pemerintah
🔹 MTDL (Metrodata Electronics)$MTDL
Bidang utama:
👉 IT Distribution & Digital Solutions
Fokus bisnis:
Distributor hardware & software IT
System integrator (implementasi sistem IT perusahaan)
Cloud services & cybersecurity
Software ERP, database, dll
Karakter bisnis:
💼 Asset light (tidak bangun infrastruktur besar)
📊 Margin lebih tipis tapi cash flow kuat
📉 Valuasi lebih masuk akal
🧠 Bergantung pada:
Belanja IT perusahaan
Siklus ekonomi
Partner global:
Microsoft, Oracle, IBM, Cisco, HP, Dell
Pagi, bro! Happy New Year 2026
Tahun baru, semangat baru, portofolio harus makin ijo dong.
Sruput dulu kopi perdana di tahun 2026 ini. Hari ini Jumat, 2 Januari, hari keramat buat nentuin arah awal tahun.
Pagi ini kita langsung dihadapin sama realita: Pesta udah selesai, saatnya kerja lagi.
IHSG emang tutup taun ijo tipis, TAPI ada Lampu Kuning di detik akhir: Asing Jualan Rp 889 Miliar.
Gimana Kabar Pasar Pagi Ini?
Inget euforia Window Dressing kemaren? Ternyata di hari terakhir, Paus asing manfaatin buat Cash Out (Net Sell Rp 889 M). Jadi pagi ini hati-hati di Big Banks.
Amrik merah (Nasdaq -0,7%), jadi sentimen global lagi kurang asik.
Ada Durian Runtuh pagi ini. Pemerintah BATAL naikin Cukai Rokok (CHT) buat 2026. Saham rokok (GGRM, HMSP, WIIM) bakal dapet panggung utama.
Hati-hati, Perak (Silver) longsor -6% dan Minyak turun. Hindari dulu sektor ini.
Karena pasar global lagi merah, kita main pake sentimen berita domestik aja ya
The Tobacco Party, GGRM, HMSP, $WIIM. Berita Cukai Batal Naik itu katalis positif banget. Beban biaya mereka berkurang. Wajib pantau di pembukaan.
$MTDL: Sentimen AI (Megarock) bareng AWS. Saham berbau AI masih seksi di 2026.
DEWA: Dapet utang Rp 5 T dari BCA & Mandiri. Artinya Bank Gede percaya sama Grup Bakrie. Ini sentimen confidence yang kuat.
PTRO: Masih ada sisa tenaga dari kontrak Rp 17 T.
Prospek $IHSG Hari Ini Gue pasang mode Selective dengan target IHSG ngetes 8.671 - 8.730.
Indeks mungkin bakal sideways atau volatil karena asing jualan, TAPI saham-saham pilihan (Rokok & Grup Bakrie/Prajogo) bakal punya panggung sendiri.
Welcome to the jungle 2026, bro. Yuk kita cetak cuan perdana hari ini!
Gaspol!
$MTDL ini emiten menarik untuk 2026. baru mulai ekspansi yang tadinya cuman dari dagang hardware, besok bakal jadi AI AI AI, ada cyber security juga, dll. kmaren baru resmiin megarock juga
cuman harga emitennya ga kemana-mana, ini big player blom kenyang akum apa gimana ? apa lokal nya rata-rata mau exit ngikut event BUMI DEWA ? mungkin. MTDL bakal main di 2026, tapi gatau kapan. salah satu moonstock saya nih
just a note
@arifmfadli tunggu tanggal mainya nanti bakal di suntik Oracle atau Amazon $MTDL ga kaya $PIPA ga jelas cuy PT PT nya

Pak Purbaya membuktikan...Bu Sri Mulyani salah?
10 tahun kita "dididik" Ibu SMI.
Fokusnya disiplin, hati-hati, "pro-stabilitas".
Hasilnya manis: Bon negara jadi Investment Grade.
Tapi ekonomi rasanya jalan di tempat.
Oktober 2025, tongkat estafet pindah.
Pak Purbaya masuk, strategi berubah.
Dari "Simpan Aman" ke "Gas Pol".
Stance baru: Pro-Growth.
Apa yang beda di rezim baru?
Belanja negara digenjot habis.
Defisit dibiarkan melebar ke 2,68% (tapi tetap dijaga <3%).
Ini sinyal agresif.
Biasanya kita "main aman" di defisit 2,2%.
Jurus "Growth" Pak Menteri:
Guyur Likuiditas: Rp276 Triliun disuntik ke Bank. Biar kredit deres.
Bansos & Stimulus: Rp97 Triliun cair di Q4 2025. Daya beli dijaga.
Sikat Ilegal: Rokok & Thrifting ilegal digulung. Pasar lokal dilindungi.
Hasilnya? Mesin mulai panas.
PMI Manufaktur ekspansi 3 bulan beruntun.
Orang mulai berani belanja (IKK positif).
Penjualan mobil & motor akhirnya rebound.
Q4 2025: The Grand Finale?
Sisa dana bansos Rp61 T masih mau cair.
Ditambah festive season akhir tahun.
Ini bakal jadi bahan bakar roket buat PDB Q4.
Bukan lagi soal berhemat.
Tapi soal memutar roda ekonomi lebih kencang.
Kalau ekonomi riil mulai lari...
Biasanya bursa saham nggak mau ketinggalan.
Amiinin aja dulu hahaha
$RATU $MTDL $EMTK
____
Follow & Like biar yang lain bisa dapat manfaat juga ^^
Cek link bio untuk join VIP Membership Saham Bagger.
Kamu bisa dapetin akses analisa saham mingguan, dashboard data 800+ saham, Watchlist Momentum investing terbaik saat ini: https://cutt.ly/EetQOBGO
Kalo mau ebook gratis, klik link nya diatas, join newsletter analisa saham bareng ribuan subscriber lain☝🏻
___
Stockbit External Community
Saya seorang Momentum Investor yang fokus di Fundamental first lalu technical analysis secara quantitative.
Mau ikutan perjalanan investasi saya?
❤️ Join External Community, masukkan kode: A39716
https://stockbit.com/community
1/2


$MTDL pantau nih saham, ...emten yang satu group sm sektor properti $CTRA...di saat bbbrp emiten properti bikin kawasan data center spt $TRIN LPCK ..masa ciputra ga minat bikin jg?
Sekilas Berita:
MTDL — AI Jadi Katalis Pertumbuhan Baru
🔹 PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) meluncurkan platform AI terintegrasi Megarock hasil kolaborasi dengan Amazon Web Services (AWS)
🔹 Dinilai sebagai strategic pivot: dari distributor IT → AI & digital solutions enabler
💡 Insight Analis (Kisi Sekuritas):
▪️ Bukan sekadar produk baru, tapi upgrade positioning MTDL
▪️ Masuk ke GenAI + managed services → dorong recurring income & margin lebih tinggi
📈 Dampak Finansial:
▪️ 2026: potensi margin improvement
▪️ Distribusi hardware = volume besar, margin tipis
▪️ AI & cloud = high margin business
▪️ Top line: tetap double digit growth
▪️ Bottom line: berpotensi tumbuh lebih cepat
🛡️ Keunggulan Kompetitif:
▪️ Basis klien korporasi luas
▪️ Jaringan distribusi matang
▪️ Cash flow operasional kuat (bukan burn cash)
▪️ Partnership AWS = barrier to entry
💰 Valuasi:
▪️ Saham dinilai masih undervalued
▪️ Emiten teknologi profitabel + rutin dividen
▪️ Peluang rerating jika revenue AI mulai material
$MTDL
$MTDL kupas kulitnya saja 😁😆😂, mtdl bekerjasama dengan aws(amazon web servis) telah berhasil membuat platform megarock
Kemarin baru 3 poin yang saya sebutkan. Kalau kelas sudah bunyi juta atau puluhan juta, yang saya expect ada di dalam materi selain yg 3 kemarin antara lain:
*corporate life cycle.
*how to estimate growth for different industries.
*tentang moat (competitive advantage). Apa saja dan how to spot them?
*tentang business model: beberapa contoh yg populer, pro and cons,
*konsep time value of money dan money value of time.
*psikologi: cognitive bias dan mental model.
*dll.
Banyak amat mintanya bayar cm seiprit? Lha di Stockbit aja ini semua ada dan gratis koq. Bayarnya cuma pakai doa saja. 🤣
$CITA $BBCA $MTDL
Rencana merger yang melibatkan PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance/ $TUGU merupakan bagian dari proyek besar pemerintah melalui Danantara (Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara) untuk mengonsolidasi perusahaan asuransi BUMN.
Berikut adalah poin-poin penting mengenai rencana merger tersebut:
1. Skema "Tiga Klaster"
Pemerintah berencana merampingkan sekitar 15–16 perusahaan asuransi di bawah payung BUMN (termasuk yang berada di bawah holding IFG) menjadi hanya 3 entitas besar. Tugu Insurance diproyeksikan masuk ke dalam klaster Asuransi Umum.
• Klaster 1: Asuransi Jiwa
• Klaster 2: Asuransi Umum (Tempat Tugu berada)
• Klaster 3: Asuransi Kredit/Penjaminan
2. TUGU sebagai Surviving Entity
Banyak analis pasar modal memprediksi bahwa Tugu Insurance akan menjadi entitas yang bertahan (surviving entity) atau pemimpin dalam proses merger asuransi umum BUMN. Alasannya:
• Status Perusahaan Publik: TUGU adalah satu-satunya asuransi umum milik BUMN yang sudah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berkaca pada merger Bank Syariah Indonesia (BSI), entitas yang sudah go public (saat itu BRIS) biasanya dipilih sebagai wadah merger agar prosesnya lebih transparan dan efisien.
• Permodalan Kuat: Per pertengahan 2025, ekuitas Tugu tercatat sangat solid (di atas Rp10 triliun), jauh melampaui ketentuan minimum OJK.
3. Kandidat Perusahaan yang Akan Bergabung
Beberapa perusahaan asuransi umum plat merah yang santer dikabarkan akan dikonsolidasikan dengan Tugu antara lain:
• Jasindo (Asuransi Jasa Indonesia)
• Jasa Raharja
• Asuransi Asei Indonesia
• PLN Insurance
4. Dampak bagi Nasabah
Merger ini bertujuan meningkatkan kapasitas asuransi dalam menanggung risiko besar (seperti sektor migas dan penerbangan). Bagi nasabah, ini berarti jaminan keamanan klaim yang lebih kuat karena aset perusahaan yang bergabung menjadi sangat besar.
5. Status Saat Ini
Hingga akhir 2025, rencana ini masih dalam tahap kajian mendalam. Manajemen Tugu Insurance menekankan bahwa setiap langkah merger harus mendapatkan restu dari pemegang saham (termasuk Pertamina sebagai pemegang saham mayoritas saat ini) dan melalui proses RUPS.
Catatan: Ada juga kabar bahwa Pertamina berencana melepas kepemilikan di TUGU agar bisa lebih fokus pada bisnis inti energi, yang semakin memperkuat kemungkinan TUGU bertransformasi menjadi induk asuransi umum nasional di bawah Danantara.
DAMPAK SAHAM TUGU TERHADAP KEMUNGKINAN MERGER NANTI
1. Sentimen Positif: Potensi Menjadi Surviving Entity
Analis dari berbagai sekuritas (seperti Trimegah dan Phintraco) memprediksi TUGU akan menjadi induk atau entitas yang menyerap asuransi umum BUMN lainnya (Jasindo, Jasa Raharja, dsb.).
• Alasan: TUGU adalah satu-satunya asuransi BUMN yang sudah go public. Dalam sejarah merger BUMN (seperti kasus BSI), entitas yang sudah melantai di bursa biasanya dipilih sebagai wadah merger untuk menjaga transparansi.
• Dampak ke Saham: Status sebagai "pimpinan" klaster asuransi umum akan meningkatkan profil perusahaan di mata investor asing dan institusi besar.
2. Valuasi yang Masih "Murah"
Meskipun ada sentimen merger, harga saham TUGU dinilai masih di bawah nilai wajarnya (undervalued).
• PBV (Price to Book Value): Per Desember 2025, PBV TUGU masih berada di kisaran 0,3x – 0,4x. Sebagai perbandingan, nilai wajar asuransi yang sehat biasanya mendekati 1x.
• Target Harga: Beberapa analis menetapkan target harga ambisius di kisaran Rp1.900 hingga Rp2.400 per saham (saat ini harga bergerak di kisaran Rp1.100-an), yang berarti ada potensi kenaikan (upside) yang sangat besar.
3. Kinerja Keuangan & Dividen
Merger ini didukung oleh fundamental TUGU yang memang sedang kuat:
• Laba Bersih: Hingga Kuartal III-2025, TUGU mencatatkan laba yang solid (sekitar Rp594 miliar), didorong oleh hasil investasi dan premi bruto yang tumbuh di atas rata-rata industri.
• Dividen: TUGU dikenal royal membagikan dividen dengan rasio (payout ratio) sekitar 40%. Jika laba meningkat pasca-merger, nominal dividen yang diterima pemegang saham berpotensi naik signifikan.
4. Risiko yang Perlu Diperhatikan
Namun, ada dua sisi mata uang yang perlu Anda waspadai:
• "Pencemaran" Aset: Jika TUGU harus menyerap perusahaan asuransi BUMN yang kinerjanya sedang tidak sehat atau memiliki beban klaim masa lalu yang besar, ini bisa menekan margin keuntungan TUGU dalam jangka pendek.
• Likuiditas Saham: Volume perdagangan harian TUGU terkadang relatif kecil. Artinya, jika Anda membeli dalam jumlah sangat besar, mungkin akan sedikit sulit untuk menjualnya kembali dengan cepat tanpa memengaruhi harga pasar.
$MTDL $BBCA
Menurut kalian bagaimana potensi $MTDL tahun depan dengan isu-isu yang sedang hangat mengenai industri AI di Amerika apakah dampaknya positif bagi saham ini?
buat orang yg kerja di dunia teknologi informasi, pasti udah pada tau kenapa $MTDL bisa eksis sampai sekarang.
KABARBURSA.COM - PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL), perusahaan yang dikenal memiliki portofolio use case kecerdasan buatan terbanyak di Indonesia, resmi memperkenalkan Megarock menjelang tutup tahun. Megarock merupakan solusi artificial intelligence terintegrasi yang lahir dari kolaborasi anak usa...

www.kabarbursa.com
