Indonesia Sharia Stock Index
Indeks
Follow
286.16
▾ -6.72 (-2.3)
As of Mon 16:14
399,740.06K
Volume
99,810.62K
Avg Volume
Sini² ngumpul yg ngata²in $INDS tapi nyicip scalping juga...
Yg lain pada merah, dia ijo sendiri gesss...
Saham terzalimi akhirnya bangkit juga 🤭
Di bursa gk usah fanatik & gk usah caci maki orang yg punya pandangan berbeda...
Kan sama² cari cuan juga toh 😂😪🤪
$IHSG $ISSI
Tutup Buku Februari 2026.
Tahun 2026 sudah berlalu dua bulan. Tahun ini benar-benar unik dan penuh kejutan. Alhamdulillaah masih diberikan rizki profit tipis-tipis 💚. Meski akhir Januari bursa kita sempat "berdarah-darah", tapi realized profit di bulan itu termasuk salah satu yang terbaik (meski belum yang terbaik) selama saya aktif di pasar modal.
Awal Februari saya membuat keputusan pahit yang memang harus segera diambil. Batin saya sudah tidak bisa berdamai dengan $CNMA, salah satu koleksi saham siputku. Porsi CNMA saat saya memilih cutloss sudah nyaris 30% dari portofolio induk. Ketika cutloss di kisaran 13-an% saja profit Januari saya tergerus lebih dari setengahnya 🤣.
Kenapa kok akhirnya cutloss di CNMA? Sederhananya ya karena pergolakan batin. Saya sudah tidak nyaman lagi nge-hold-nya. Bisnis bioskop bagaimana pun mau saya coba damai-damaikan di dalam hati, tetap tidak bisa damai. Dulu saya bersikukuh saham ini saham syariah, tapi lama-kelamaan saya akhirnya harus jujur juga: yang ber-cap syariah belum tentu sesuai dengan prinsip pribadi yang saya yakini. Yasudah, saya jadikan sebagai pengalaman pribadi saja.
Akhirnya terjadilah yang terjadi. Februari saya mulai dari realized loss pekat, sangat pekat untuk ukuran portoku, meski mungkin hanya recehan bagi suhu-suhu yang memiliki portofolio super jumbo. Singkat cerita, realisasi saya di Februari berakhir dengan ijo tipis-tipis.
Semoga di bulan Maret diberikan rezeki yang berkelimpahan dan barokah. Aaamiiin yaa robbal'aalamiiin.
"selalu bijak berinvestasi,
ini bukan ajakan jual beli saham."
$IHSG $ISSI

Untuk ngajarin orang yg udh nyemplung di dunia saham itu jangan pake gaya bahasa "menyalahkan" gk bakal masuk ke otak mereka...
.
Lagi loss disalahin, abis CL disalahin, belum TP keburu FL juga disalahin...
.
No No big No !
.
Tapi ajari & support mereka bagaimana bisa survive & berenang, dg kata² yg tidak menggurui...
Itu bisa lebih diterima banyak Manusia~ 🫰🏻
$IHSG $ISSI
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tutup di level 8.235,49 atau cenderung stagnan pada perdagangan terakhir Februari, setelah sempat turun sekitar 1,7% pada pembukaan perdagangan.
Total transaksi di pasar saham mencapai Rp38,35 triliun, melibatkan perdagangan 47,64 miliar lembar saham.
S...

www.idnfinancials.com

Bersyukurlah kalian Trader saham...
Coba liat Trader Forex, mereka kalo lg loss, equity ikut tergerus, harus terus suntik modal supaya ngejaga equity.
Kalo di saham kalo harga lagi turun yaa cuma FL, duit bakal balik klo harga kembali naik... Kecuali udh CL (berarti jual dalam keadaan rugi).
Saham di porto lu lagi FL, gpp sabar aja selagi Perusahaannya ada & msh berjalan, its okey~
Krna nanti pas perusahaan cetak laba, saham pun bakal naik perlahan...
.
Hela nafas, cari kesibukkan atau hobby baru supaya mental aman terkendali...
Jgn putus asa kalo saham di porto lagi gonjang ganjing, krna duit bisa dicari, tp mental yg sehat harus dijaga... ❤️
.
Yuk fokus berdo'a dan khusyuk beribadah di Bulan yg suci ini, anggap FL² di porto kita itu ujian (walau tiap intip porto bikin nyesek & meneteskan airmata) 🤣🤣🤣
Oke semangaaat !!! 🔥🔥🔥
Selagi kamu msh bisa makan, tidur & ibadah itu nikmat yg luar byasa...
*Kalo tulisan ini lewat di dpn mata kamu, berarti gw bisa bermanfaat u/ menjadi Penyemangat... ❤️
$IHSG $ISSI
[Morning Reflection]
Mundur Selangkah, Evaluasi Diri.
Market yang lesu pasca guncangan MSCI ini sebenarnya adalah guru yang paling jujur.
Saat running trade sepi dan portofolio sedang tidak ke mana-mana, kita dipaksa untuk duduk diam dan mengevaluasi diri. Mencari tahu di mana letak kebocoran sistem kita.
Evaluasi ini juga berlaku untuk saya pribadi. Pagi ini, mari kita turunkan ego sejenak dan belajar dari kesalahan masa lalu. Kita perbaiki apa yang kurang.
$IHSG $ISSI $LQ45

⚙️ [Weekend Reflection] Dari Emosional Menjadi Sistematis
Akhir pekan ini saya banyak berdiskusi dengan rekan-rekan full-time worker yang juga menjadikan bursa saham sebagai kendaraan untuk mengembangkan aset.
Ada satu benang merah curhatan yang terus berulang:
'Trading itu sangat menguras emosi dan mengganggu jam kerja kalau kita tidak punya panduan baku.'
Banyak pekerja yang panik saat market buka. Sebentar-sebentar cek HP di bawah meja saat meeting. Hasilnya? Kerjaan kantor berantakan, portofolio juga berdarah karena keputusan diambil murni berdasarkan feeling (FOMO/FUD).
Namun, perubahan portofolio dari loss menjadi gain stabil selalu dimulai dari satu titik: Berhenti menebak-nebak.
Seorang rekan bercerita perubahannya:
"Sekarang saya cuma deteksi 'jejak gajah' (akumulasi bandar) secara santai di malam hari. Pagi tinggal pasang antrian, lalu saya bisa kerja kantor dengan tenang. Kalau harga turun pun tidak panik, karena sudah ada SOP yang jelas."
Inilah esensinya. Ribuan teori di kepala tidak akan mengubah portofolio Anda jika eksekusinya masih mengandalkan emosi. Anda butuh sistem yang logis dan objektif.
Sudahkah Anda memiliki sistem yang membuat Anda tetap tenang bekerja esok hari?
Besok Senin, bursa kembali buka. Susun trading plan Anda hari ini dengan kepala dingin.
$IHSG $ISSI $MSCI

$IHSG $ISSI $JII
Stockbit Snips
Open Stockbit
🔍 Highlight Indonesia Economic Outlook 2026
/February 13, 2026 by Stockbit Snips
Pemerintah mengadakan Indonesia Economic Outlook 2026 pada Jumat (13/2). Berikut beberapa highlight yang kami rangkum:
Target Pertumbuhan Ekonomi
1Q26: +5,5–6% YoY, didorong oleh percepatan pengeluaran pemerintah, investasi domestik, dan peningkatan konsumsi rumah tangga di tengah perayaan liburan. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memperkirakan bahwa realisasi belanja negara akan mencapai Rp809 T pada 1Q26 (+30,4% YoY).
2026: +5,4–6% YoY.
Makan Bergizi Gratis (MBG)
Penerima manfaat: 60,2 juta per 12 Februari 2026. Target 82,9 juta penerima manfaat diproyeksikan tercapai pada Mei–Juni 2026.
Dapur MBG (SPPG): Jumlah SPPG mencapai ~23 ribu per 12 Februari 2026. Sementara itu, ~14 ribu SPPG sedang dalam proses pengajuan. Setiap SPPG menyerap ~50 pekerja, sehingga total jumlah pekerja dari ~30 ribu SPPG berpotensi mencapai ~1,5 juta.
Koperasi Desa Merah Putih dan Desa Nelayan
Target ~30 ribu Koperasi Desa Merah Putih pada 2026. Total target adalah ~80 ribu Koperasi Desa Merah Putih.
Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi offtaker hasil pertanian dan peternakan sekaligus menjadi supplier SPPG, sehingga memotong rantai pasok menjadi lebih efisien.
Target ~1.000 desa nelayan pada 2026 dan ~5.000 desa nelayan hingga 2029.
Investasi
Target kenaikan realisasi investasi +15,7% CAGR selama 2025–2029, didorong oleh investasi terkait hilirisasi.
Proyek investasi besar Danantara pada 2026 mencakup: 1) proyek ‘Wamena’ di bidang waste–to–energy senilai Rp84 T melalui pembangunan fasilitas waste–to–energy di 33 kota; dan 2) proyek ‘Johor’ di bidang agrikultur senilai Rp84 T, bekerja sama dengan Australia.
Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
Fokus menaikkan lifting migas dengan 3 inisiatif yakni: 1) menerapkan teknologi untuk reaktivasi sumur–sumur tua; 2) sumur–sumur yang tidak dikelola K3S ditawarkan ke sektor swasta; dan 3) wilayah kerja yang sudah selesai eksplorasi tapi tidak kunjung jalan akan diultimatum dengan ancaman pencabutan konsesi.
Inisiatif pengurangan impor, seperti mengurangi impor LPG dengan hilirisasi batu bara menjadi DME. Selain itu, mengurangi impor bensin dengan blending ethanol 20% pada 2028.
Melanjutkan hilirisasi dengan mengkaji larangan ekspor mentah komoditas–komoditas lain, salah satunya timah.
Key Takeaway
Program–program dan sejumlah target yang dipaparkan relatif sejalan dengan yang telah diumumkan sebelumnya oleh pemerintah. Kami menilai eksekusi program–program tersebut menjadi kunci untuk merealisasikan percepatan pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan.
https://snips.stockbit.com/snips-terbaru/highlight-indonesia-economic-outlook-2026?source=research

$IHSG $ISSI $JII
Stockbit Snips
Open Stockbit
📄 BEI Akan Rilis Daftar Konsentrasi Pemegang Saham
/February 12, 2026 by Stockbit Snips
Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan pada Rabu (11/2) bahwa pihaknya berencana menerbitkan daftar konsentrasi pemegang saham (shareholder concentration list) seperti yang diterapkan oleh bursa Hong Kong, sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan integritas pasar modal. Jeffrey menyebut bahwa rencana penerbitan daftar konsentrasi pemegang saham merupakan salah satu update yang disampaikan BEI dalam pertemuan dengan MSCI pada hari yang sama.
Selain rencana rilis shareholder concentration list, OJK, BEI, dan KSEI sebelumnya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk meningkatkan transparansi sebagai respons terhadap concern MSCI terkait investability, seperti penambahan jumlah klasifikasi investor dari 9 sub–kategori menjadi 28 sub–kategori dan pengungkapan kepemilikan saham dengan porsi 1% ke atas. KSEI telah menetapkan target pengumpulan data investor yang lebih detail pada Maret 2026, sementara target perilisan shareholder concentration list belum diumumkan.
Shareholder concentration list sendiri mengungkap tingkat konsentrasi pemegang saham pada suatu emiten. Dalam praktik di Hong Kong, otoritas pasar (Securities and Futures Commission/SFC) secara berkala menyoroti emiten dengan tingkat konsentrasi pemegang saham yang tinggi, sehingga mengakibatkan porsi saham beredar di publik menjadi terbatas.
Sebagai contoh, informasi di bawah ini diambil dari suatu pengumuman saham dengan konsentrasi kepemilikan yang tinggi (high concentration of shareholding), di mana SFC menyoroti beberapa hal:
Struktur Kepemilikan Saham (per 27 Januari 2026): Perusahaan pengendali beserta 20 pemegang saham memiliki 90,83% saham yang diterbitkan emiten terkait, sehingga pemegang saham lain (others) hanya memiliki 9,17% saham yang diterbitkan emiten terkait.
Pergerakan Harga Saham Signifikan: Emiten terkait mengalami lonjakan harga saham +275% pada periode 9 Oktober 2025–27 Januari 2026.
Emiten terkait kemudian merespons pengumuman SFC tersebut dengan mengatakan bahwa 20 pemegang saham yang terkonsentrasi tersebut merupakan pihak independen dan bukan pihak terafiliasi perseroan, sehingga perseroan tetap memenuhi ketentuan minimum free float 25% yang disyaratkan bursa Hong Kong. Adapun dalam merespons pengumuman SFC terkait high concentration shareholding, perusahaan tetap diwajibkan menyertakan disclaimer bahwa tingkat konsentrasi kepemilikan yang tinggi dapat menyebabkan fluktuasi harga yang tajam meski volume transaksi relatif rendah dan/atau pergerakan saham tersebut kemungkinan tidak mencerminkan pasar yang riil (genuine), sehingga investor diharapkan berhati–hati dalam memperdagangkan saham.
Key Takeaway
Kami menilai bahwa penerbitan daftar shareholder concentration list berpotensi meningkatkan transparansi atas kepemilikan saham suatu emiten. Sebagai catatan, pengumuman saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi tidak serta merta menandakan suatu pelanggaran, melainkan peringatan bahwa kepemilikan saham yang terkonsentrasi tersebut berpotensi menyebabkan risiko yang lebih tinggi bagi investor dalam memperdagangkan saham tersebut.
https://snips.stockbit.com/snips-terbaru/-bei-akan-rilis-daftar-konsentrasi-pemegang-saham?source=research

$BRIS $JII $ISSI
BRIS 2025: Laba Bersih +8% YoY, Sejalan Ekspektasi
Stockbit's take:
- Bank Syariah Indonesia (BRIS) mencatat laba bersih sebesar Rp2 T pada 4Q25 (+5% YoY, +9% QoQ). Hasil ini membuat laba bersih selama 2025 mencapai Rp7,6 T (+8% YoY), sejalan dengan ekspektasi karena setara 100% estimasi 2025F konsensus.
- Kenaikan PPOP pada 4Q25/2025 didorong oleh pertumbuhan Fee Based Income (FBI) dan Net Margin Income (NMI), tapi beban provisi meningkat signifikan akibat banjir di Aceh pada akhir November 2025.
- Sepanjang 2025, BRIS mencatat pertumbuhan bisnis emas yang kuat, baik melalui gold installment (bagian dari NMI) maupun gold pawning dan transaksi emas digital (bagian dari FBI).
- Kami menilai bisnis emas akan berperan penting dalam menjaga financing yield BRIS di tengah low yield environment, sekaligus mendukung penurunan Cost of Fund (CoF) dan Cost of Credit (CoC) ke depan.
Bisnis Emas Mengakselerasi FBI dan Menopang NI
Selama 2025, pendapatan dari gadai dan transaksi emas digital tumbuh +77% YoY serta menyumbang ~24% dari total FBI. Manajemen BRIS memperkirakan pertumbuhan FBI pada 2026 akan lebih tinggi dibandingkan realisasi 2025, seiring dengan target penambahan 1,5 juta nasabah emas baru pada 2026 (vs. realisasi 2025: penambahan sekitar 500 ribu nasabah). Selain mendorong FBI, transaksi emas juga berkontribusi dalam menopang Net Imbalan (NI). Sebelum melakukan transaksi emas, nasabah diwajibkan membuka rekening tabungan di BRIS, yang turut mendorong peningkatan CASA Ratio menjadi 62% per Desember 2025 (vs. September 2025: 59%, Desember 2024: 60%). Sejalan dengan hal tersebut, CoF turun menjadi 2,2% secara MTD pada Desember 2025 (vs. September 2025: 2,6%, Juni 2025: 2,7%) dan diperkirakan masih akan menurun hingga awal 2026. Penurunan CoF tersebut menjaga NI relatif stabil di kisaran 5,6–5,7% sepanjang 1H25–2025, meski financing yield turun -23 bps pada periode yang sama.
Pembiayaan emas BRIS sendiri tumbuh +79% YoY dan +22% QoQ per Desember 2025, sehingga kontribusinya terhadap total pembiayaan meningkat menjadi 7,2% (vs. Desember 2024: 4,6%). Dalam jangka menengah, manajemen BRIS menargetkan porsi tersebut dapat mencapai 15–20%.
Provisi Naik Akibat Banjir Aceh, NPF Tetap Lanjutkan Tren Penurunan
BRIS mencatat kenaikan beban provisi sebesar +24% YoY selama 2025, atau sebesar +5% YoY jika mengecualikan beban provisi sebesar Rp366 M bagi nasabah terdampak banjir di Aceh. Financing–at–Risk (FAR) meningkat menjadi 9,2% per Desember 2025, dari 6,7% sebelum terjadinya banjir pada awal November 2025. Kenaikan ini sejalan dengan eksposur BRIS terhadap banjir di Aceh yang mencapai sekitar 3% dari total pembiayaan. Mengacu pada POJK 19/2022, pembiayaan terdampak dapat direstrukturisasi hingga 3 tahun, dengan potensi dukungan anggaran pemerintah sebesar Rp60 T untuk mempercepat pemulihan.
Meski demikian, beban provisi masih turun -8% QoQ pada 4Q25, sehingga FAR Coverage turun menjadi 37% per Desember 2025 (vs. September 2025: 52%). Di sisi lain, NPF Gross masih melanjutkan tren penurunan menjadi 1,8%, terendah setidaknya sejak 2021, dengan NPF Coverage yang menurut manajemen BRIS tetap solid di atas 190% (vs. Desember 2025: 191%).
Guidance 2026 Mengacu pada Realisasi 4Q25
BRIS telah memberikan guidance untuk sejumlah metrik keuangan pada 2026 (lihat tabel di bawah). Menurut manajemen BRIS, guidance tersebut disusun dengan mengacu pada perbaikan kinerja 4Q25 dibandingkan 3Q25.
----------
Everson Sugianto (@EversonSugianto)
Investment Analyst Stockbit
https://stockbit.com/post/28137117
1/2


🎯 BULLISH PREDICTION
$MPIX
Haka 81++? DYOR
Buy 1 : 80
Buy 2 : 76
CL < 72
TP1 : 86
TP2 : 95
TP3 : 110
Arah Trend: Sideways
Validasi Teknis: Support defense
Random Tag : $ISSI $IDXTECHNO
CMIIW, Disclaimer On, DYOR!
🎯 BULLISH PREDICTION
$KOKA
Haka 274++? DYOR
Buy 1 : 272
Buy 2 : 252
CL < 242
TP1 : 288
TP2 : 308
TP3 : 334
Arah Trend: Sideways
Validasi Teknis: Early momentum
Random Tag : $ISSI $IDXINFRA
CMIIW, Disclaimer On, DYOR!
🎯 BULLISH PREDICTION
$AISA
Haka 140++? DYOR
Buy 1 : 139
Buy 2 : 136
CL < 128
TP1 : 147
TP2 : 160
TP3 : 180
Arah Trend: Sideways
Validasi Teknis: Early momentum
Random Tag : $ISSI $IDXNONCYC
CMIIW, Disclaimer On, DYOR!
$IHSG $JII $ISSI
📈 Ekonomi RI Tumbuh +5,11% YoY pada 2025, Lampaui Ekspektasi
/February 5, 2026 by Stockbit Snips
BPS mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 4Q25 mencapai +5,39% YoY (vs. 3Q25: +5,04% YoY), melampaui ekspektasi konsensus di level +5,1% YoY sekaligus menandai pertumbuhan secara tahunan yang tertinggi sejak 3Q22.
Hasil ini membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia selama 2025 mencapai +5,11% YoY (vs. 2024: +5,03% YoY), melampaui ekspektasi konsensus di level +5,04% YoY, meski lebih rendah dibandingkan target pemerintah di level +5,2% YoY.
Pembentukan modal tetap bruto/investasi (PMTB) menjadi komponen dengan pertumbuhan tahunan tertinggi pada 4Q25 sebesar +6,12% YoY (vs. 3Q25: +5% YoY), di mana pertumbuhan ini disebabkan oleh peningkatan impor mesin produksi untuk industri serta belanja pemerintah untuk peralatan dan mesin.
Pertumbuhan PMTB tersebut juga sejalan dengan data pertumbuhan realisasi investasi dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi sebesar +9,7% YoY pada 4Q25. Hal ini membuat pertumbuhan PMTB selama 2025 menjadi +5,09% YoY.
Konsumsi rumah tangga — sebagai komponen terbesar — tumbuh lebih cepat pada 4Q25 sebesar +5,11% YoY (vs. 3Q25: +4,89% YoY), relatif sejalan dengan peningkatan momentum pada indeks penjualan ritel dan indeks keyakinan konsumen yang turut didorong oleh pemberian paket stimulus sebesar Rp37,4 T. Hasil ini membawa konsumsi rumah tangga tumbuh +4,98% YoY selama 2025 (vs. 2024: +4,94% YoY).
Sementara itu, kontribusi dari net ekspor menurun pada 4Q25 seiring dengan pertumbuhan ekspor yang lebih rendah di level +3,3% YoY (vs. 3Q25: +9,14%), sementara impor meningkat +4% YoY (vs. 3Q25: 0,9% YoY).
Key Takeaway
Secara umum, percepatan pertumbuhan ekonomi pada 4Q25 — yang lebih didorong oleh peningkatan pasar domestik dibandingkan ekspor — relatif sejalan dengan tren Purchasing Managers’ Index manufaktur Indonesia dan akselerasi pertumbuhan kredit. Pemerintah sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar +5,4% YoY pada 2026, sementara Menteri Keuangan memproyeksikan target yang lebih tinggi di level +6% YoY. Tren perbaikan makroekonomi yang berkelanjutan berpotensi memberikan dampak positif terhadap IHSG — terutama pada saham–saham blue chip seperti perbankan dan konsumer — dari kembalinya foreign inflow.
https://snips.stockbit.com/snips-terbaru/ekonomi-ri-tumbuh-511-yoy-pada-2025-lampaui-ekspektasi?source=research
1/2


🎯 BULLISH PREDICTION
$BEST
Haka 116++? DYOR
Buy 1 : 115
Buy 2 : 112
CL < 108
TP1 : 122
TP2 : 128
TP3 : 146
Arah Trend: Sideways
Validasi Teknis: Support defense
Random Tag : $ISSI $IDXPROPERT
CMIIW, Disclaimer On, DYOR!
🎯 BULLISH PREDICTION
$KUAS
Haka 100++? DYOR
Buy 1 : 99
Buy 2 : 94
CL < 91
TP1 : 105
TP2 : 110
TP3 : 121
Arah Trend: Uptrend
Validasi Teknis: Breakout ringan
Random Tag : $ISSI $IDXINDUST
CMIIW, Disclaimer On, DYOR!
$IHSG $JII $ISSI
Bareskrim Tetapkan Tiga Tersangka Pidana Pasar Modal Usai Geledah Perusahaan Sekuritas di SCBD
https://cutt.ly/StvLMRx6, JAKARTA - Bareskrim Polri menetapkan tiga orang tersangka dalam pengusutan tindak pidana pasar modal PT Multi Makmur Lemindo (MML). Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigadir Jenderal (Brigjen) Ade Safri Simanjuntak mengatakan, tiga tersangka tersebut berinisial BH, DA, dan RE.
Dalam penyidikan kasus tersebut, pada Selasa (3/2/2026) kepolisian melakukan penggeledahan di PT Shinhan Sekuritas yang berada di Equity Tower di kawasan SCBD, Jakarta Selatan (Jaksel). Ade menjelaskan, BH ditetapkan tersangka terkait perannya sebagai mantan staf pada Unit Evaluasi dan Pemantauan Perusahaan Tercatat-2 Divisi PP3 PT BΕΙ.
Adapun, DA ditetapkan tersangka terkait perannya sebagai Financial Advisor. Lalu RE dijerat tersangka terkait perannya sebagai Project Manager PT MML.
"Untuk penyidikan kasus ini, penyidik pada Dirtipideksus Bareskrim Polri menetapkan ketiganya (BH, DA, dan RE) sebagai tersangka," ujar Ade usai melakukan penggeledahan di Equity Tower, Jaksel, Selasa (3/2/2026).
Ade menerangkan, perkara pasar modal ini, terkait dengan PT MML yang dituding melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode efek PIPA. Namun dalam pelantaian efek tersebut, PIPA sorongan emiten PT MML dinilai melakukan penyimpangan dengan cara melakukan pengabaian syarat-syarat. Menurut Ade, PT MML yang memiliki valuasi perusahaan senilai Rp 97 miliar menjalankan proses IPO melalui PT Shinhan Sekuritas sebagai perusahaan penjamin.
"Di mana pada saat itu perusahaan sekuritas atau penjamin emisi efek atau yang disebut dengan underwriter adalah PT Shinhan Sekuritas," ujar Ade.
la menerangkan, pengusutan kasus tindak pidana pasar modal ini, sebetulnya kelanjutan dari proses hukum kasus serupa yang sudah inkrah. Yaitu terkait dengan Direktur PT Multi Makmur Lemindo atas nama Junaedi dan mantan Kanit Evaluasi dan Pemantauan Perusahaan Tercatat-2 Divisi PP1 BEI Mugi Bayu yang sudah berstatus terpidana.
Pada intinya, kata Ade mereka dinyatakan bersalah usai melakukan kegiatan perdagangan efek yang secara langsung untuk menguntungkan diri sendiri, dengan tujuan mempengaruhi pihak lain untuk membeli efek. Hak tersebut kata Ade dengan modus penggunaan jasa advisory PT MBP yang merupakan perusahaan konsultan milik salah satu pegawai BEI, atas nama terpidana MBP. Kedua terpidana itu, inkrah dinyatakan bersalah melanggar Pasal 104 juncto Pasal 90 c, UU 8/1995 tentang Pasar Modal.
https://cutt.ly/LtvLMW8I
Tema: Reformasi Pasar Modal
$IHSG $ISSI $XAU
Catatan*
Bukan merupakan saran investasi
Lakukan Riset Kamu Sendiri
Do Your Own Research (DYOR)
Data yang digunakan adalah fakta di pasar modal Indonesia tahun 2025 sampai 31 Januari 2026
Reformasi Pasar Modal: Mengembalikan Keadilan, Kepercayaan, dan Perlindungan Investor
Pasar modal Indonesia seharusnya menjadi tempat bertemunya modal dan kepercayaan. Namun kenyataan yang dirasakan banyak investor saat ini adalah sebaliknya: pasar seperti arena yang tidak seimbang, penuh kejutan, penuh “jebakan aturan”, dan sering kali merugikan pihak yang paling lemah—yaitu investor publik.
Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak keluhan terkait FCA (Full Call Auction), suspend berkepanjangan, UMA (Unusual Market Activity), serta produk-produk yang dianggap tidak ramah investor seperti waran terstruktur. Hal ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan masalah keadilan pasar.
Jika pasar modal ingin menjadi pilar ekonomi nasional yang kuat, maka IHSG perlu reformasi menyeluruh: dari mekanisme perdagangan, transparansi, penegakan hukum, hingga kualitas pejabat dan lembaga pengawas.
1⃣ FCA, Suspend, UMA: Mekanisme yang Harusnya Melindungi, Tapi Sering Jadi “Alat” yang Merugikan
A) FCA (Full Call Auction)
FCA awalnya bertujuan meredam volatilitas ekstrem dan mencegah manipulasi harga. Tetapi dalam praktiknya, banyak investor merasa FCA justru:
**Membuat harga “terkunci” dan sulit dibaca.
**Memberi ruang bagi pihak tertentu untuk mengatur antrian dan psikologi pasar.
**Menyulitkan investor ritel untuk keluar/masuk secara wajar.
**Menimbulkan kesan bahwa “pasar dikendalikan”
Jika FCA digunakan tanpa transparansi yang cukup, maka ia bukan lagi pengaman, melainkan alat pengunci yang memperbesar ketidakpastian.
B) Suspend yang merugikan investor
Suspend seharusnya dilakukan untuk melindungi investor dari informasi yang belum jelas atau kondisi yang tidak wajar.
Namun yang sering terjadi:
**Suspend dilakukan saat investor sedang “terjebak”.
**Ketika dibuka kembali, harga langsung anjlok atau gap ekstrem.
**Tidak ada kejelasan kapan dibuka, sehingga investor kehilangan kendali atas dananya.
Suspend yang terlalu mudah dilakukan, terlalu lama, atau tidak disertai penjelasan yang cukup akan menciptakan ketidakadilan: investor tidak bisa mengelola risiko karena tombol jual-belinya dimatikan.
C) UMA (Unusual Market Activity)
UMA seharusnya menjadi peringatan dini. Tetapi pada praktiknya:
**UMA keluar setelah harga sudah naik tinggi atau sudah jatuh dalam.
**UMA terasa seperti formalitas tanpa tindakan nyata.
**Setelah UMA, saham tetap bisa bergerak liar tanpa kontrol efektif.
Masalahnya bukan pada UMA itu sendiri, tetapi pada konsistensi dan tindak lanjut. Bila UMA hanya jadi “pengumuman tempelan”, maka ia gagal melindungi investor.
2⃣ Waran Terstruktur yang Tidak Ramah Investor: Produk Modern, Tapi Risiko Tidak Seimbang
Waran terstruktur sering dipasarkan sebagai instrumen untuk strategi trading, leverage, dan lindung nilai.
Tetapi di lapangan, banyak investor merasa produk ini:
**Terlalu kompleks untuk investor ritel.
**Tidak transparan dalam pembentukan harga wajar.
**Spread lebar, likuiditas tipis, harga bisa “ditahan”.
**Memiliki mekanisme yang membuat investor sulit mengontrol haknya.
Salah satu contoh ketidakramahan yang paling dikeluhkan adalah:
**Nama warrant yang sulit diingat.
**Tidak bisa exercise manual, melainkan otomatis.
**Tidak ada informasi rasio konversi
** Tidak ada simulasi atau edukasi terkait waran terstruktur sampai cash settlement
Dalam kondisi tertentu, ketika:
**Harga saham acuan di pasar berbeda jauh dari harga waran.
**Harga saran/kuotasi waran sudah tidak laku di pasar.
**Likuiditas mengering
investor bisa dipaksa menghadapi konversi/penyelesaian otomatis, yang pada akhirnya membuat dana investor seperti “ditarik” ke skema yang tidak bisa ia atur sendiri.
Ini bertentangan dengan prinsip perlindungan investor, karena hak investor seharusnya bisa dieksekusi secara sadar, bukan dipaksa sistem.
Produk yang kompleks boleh ada, tetapi wajib adil dan transparan.
Jangan sampai “inovasi” hanya menjadi alasan untuk memindahkan risiko sepenuhnya ke investor ritel.
3⃣ Reformasi Pejabat dan Lembaga: BEI, OJK, KSEI, KPEI, dan Regulator terkait Harus Lebih Kompeten dan Tegas
Pasar modal bukan hanya grafik harga. Pasar modal adalah sistem kepercayaan. Karena itu, kualitas pengelola dan pengawas sangat menentukan.
Investor membutuhkan pejabat dan regulator yang:
**Mengerti struktur manipulasi modern (bandar, layering, spoofing, wash trade).
**Paham dampak suspend/FCA terhadap psikologi pasar.
**Berani bertindak cepat tanpa tebang pilih
**Memiliki standar integritas tinggi.
**Mampu berkomunikasi jelas kepada publik.
Reformasi disini tidak cukup hanya dengan “aturan baru”. Yang dibutuhkan adalah:
**Perbaikan kualitas SDM dan kepemimpinan.
**Di BEI, OJK, KSEI, KPEI, dan seluruh ekosistem pengawasan, harus ada:
**Seleksi berbasis kompetensi, bukan kedekatan.
**Audit kinerja terbuka (indikator: jumlah kasus yang dituntaskan, durasi penanganan, efek jera)
**Evaluasi independen oleh pihak eksternal yang kredibel
4⃣ Sanksi Tegas untuk Insider Trading
Insider Trading adalah Kejahatan yang Menghancurkan Kepercayaan.
Tidak ada yang lebih merusak pasar selain insider trading.
Karena ini membuat pasar bukan kompetisi analisis, melainkan kompetisi “siapa yang dapat info duluan”.
Investor sering melihat pola yang sangat mencurigakan:
**Harga saham naik duluan secara tidak wajar
**Volume meningkat sebelum berita resmi keluar
**Baru setelah harga sudah tinggi, muncul berita akuisisi/merger/kerja sama
**Ketika publik masuk, harga malah turun karena pihak awal sudah distribusi
Contoh
Saham-saham yang harganya sudah naik tinggi lebih dulu, baru ramai diberitakan melakukan Akuisisi/Merger/Projek Besar lainnya.
Terlepas dari benar atau tidaknya kasus tersebut secara hukum, pola seperti ini harus menjadi alarm serius. Karena jika pola ini dibiarkan, maka pasar menjadi:
“Tempat orang dalam panen, publik jadi exit liquidity.”
Sanksi harus dibuat jauh lebih keras
Jika terbukti insider trading, sanksi harus mencakup:
**Denda besar yang benar-benar menyakitkan
**Pembekuan akun pelaku dan jaringan terkait
**Larangan menjadi pengurus emiten seumur hidup (untuk pelanggaran berat)
**Pengembalian keuntungan ilegal (disgorgement)
**Publikasi nama pelaku agar ada efek jera
**Tanpa hukuman berat, insider trading akan selalu dianggap “biaya operasional”.
5⃣ Saran Perbaikan: Jalan Menuju Bursa yang Adil dan Sehat
Berikut saran reformasi yang realistis dan bisa diterapkan:
A. Transparansi yang lebih kuat
**Perjelas alasan FCA/suspend dengan penjelasan yang mudah dipahami publik.
**Buat “dashboard pengawasan” yang menampilkan status kasus secara berkala.
**Wajibkan klarifikasi emiten lebih cepat untuk rumor besar.
B. Reformasi mekanisme suspend
**Batas waktu suspend yang jelas.
**Jika suspend lama, wajib ada laporan perkembangan.
**Saat dibuka kembali, lakukan mekanisme pembukaan yang mengurangi gap ekstrem.
C. Perbaikan UMA
**UMA harus disertai investigasi dan tindak lanjut yang bisa diukur.
**Jika UMA berulang, naikkan level tindakan (misalnya pembatasan fraksi, pengawasan khusus).
D. Reformasi waran terstruktur
**Wajib ada simulasi risiko yang sederhana sebelum membeli.
**Berikan Edukasi terkait waran terstruktur sampai cash settlement
**Informasi waran terstruktur harus lengkap
**Market maker wajib memenuhi standar kuotasi yang lebih ketat.
**Jika likuiditas hilang (harga 1 perak pun tak ada yang beli) harus ada perlindungan ekstra untuk investor.
Awalnya saya pikir excercise di waran terstruktur sama seperti waran biasa, yaitu kita harus ada dana buat tebus sahamnya.
Tapi ternyata tidak seperti itu, saat excercise hanya proses cash settlement saja.
Contoh jika Price di call warant lebih rendah dari market maka kita dikasih cash settlement saja dari selisih harga market dengan menggunakan rasio konversi.
harga Call < Market = kita dapat cash
harga Call > Market = hangus
harga Put < Market = hangus
harga Put > Market = Kita dapat cash
cash settlement nunggu 3 hari kerja setelah tanggal excercise dengan perhitungan rasio konversi yang tertera di website IDX
E. Penguatan penegakan hukum
**Proses investigasi insider trading harus cepat.
**Publik harus melihat hasil nyata, bukan hanya peringatan.
**Audit forensik transaksi harus jadi standar, bukan pengecualian.
F. Edukasi investor yang benar
Edukasi bukan sekadar “cara beli saham”.
Edukasi harus mencakup:
**Cara membaca permainan distribusi-akumulasi
**Risiko suspend, FCA, UMA
**Risiko produk derivatif seperti waran dan waran terstruktur
**Hak investor ketika terjadi ketidakadilan pasar
6⃣ Jika Perlu: Membuat Bursa Efek Baru yang Lebih Bersih
Jika reformasi internal terlalu lambat, maka ide membangun bursa baru bukan hal mustahil. Bursa baru bisa mengusung prinsip:
“Clean Exchange”: Bursa yang Mengutamakan Keadilan dan Kebenaran
Ciri-cirinya:
**Transparansi penuh terhadap mekanisme pengawasan.
**Aturan yang pro-investor, bukan pro-produk.
**Penegakan hukum cepat dan publik.
**Sistem yang meminimalkan insider advantage.
**Teknologi pemantauan real-time berbasis AI untuk manipulasi.
Namun, membangun bursa baru tidak mudah karena membutuhkan:
Infrastruktur, likuiditas, dan partisipasi institusi serta Kepercayaan publik dan dukungan regulasi juga Harmonisasi dengan sistem settlement dan kustodian.
Meski berat, gagasan ini bisa menjadi “tekanan moral” agar bursa yang ada sekarang tidak merasa nyaman dengan kondisi yang merugikan investor.
Penutup:
Reformasi IHSG adalah Keputusan Moral, Bukan Sekadar Kebijakan Teknis.
Pasar modal Indonesia tidak boleh menjadi tempat di mana investor kecil selalu kalah karena aturan, sistem, dan informasi.
IHSG harus menjadi simbol keadilan ekonomi, bukan simbol permainan segelintir pihak.
Reformasi harus dimulai dari:
mekanisme yang transparan,
produk yang adil,
pejabat yang kompeten,
penegakan hukum yang tegas,
serta keberanian untuk menindak insider trading tanpa pandang bulu.
Karena tanpa keadilan, pasar tidak akan punya masa depan.
Dan tanpa kepercayaan, tidak ada investasi yang bertahan.
Contoh
Kondisi investor saat ini wait and see atau kalaupun beli saham hanya trading saja. Tidak banyak dana menginap (investasi jangka menengah-panjang).
Transaksi seperti ini hanya membuat IHSG stagnan cenderung turun atau sideways berkepanjangan.
Credit* artikel ini dibuat dengan bantuan Chat GPT
Terima Kasih telah membaca sampai habis.
Tuhan memberkati kita semua.
God Bless

$IHSG $JII $ISSI
OJK dan SRO Respons MSCI
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, pada Kamis (29/1) mengumumkan sejumlah kebijakan yang diambil oleh self–regulatory organization (SRO) untuk merespons pengumuman MSCI terkait kekhawatiran investability di pasar Indonesia, yakni:
- SRO sudah mempublikasikan dan memberikan data kepemilikan emiten yang lebih rinci kepada MSCI. Apapun respons MSCI terhadap data tersebut, penyesuaian lebih lanjut akan dilakukan hingga diterima oleh MSCI.
- Terkait permintaan kepemilikan saham yang lebih rinci, SRO berkomitmen untuk memenuhinya sesuai best practice internasional.
- SRO juga akan terbitkan aturan free float minimum 15% dalam waktu dekat, dengan emiten yang tidak bisa memenuhi akan diberikan exit policy.
--------------
Stockbit Research Team

$IHSG $JII $ISSI
📢 IHSG Sentuh Trading Halt seiring Pengumuman MSCI terkait Free Float
/January 28, 2026 by Stockbit Snips
IHSG sempat anjlok -8,8% dan memicu trading halt pada perdagangan intraday hari Rabu (28/1), sebelum ditutup di level 8.320,6 (-7,3%). Kejatuhan IHSG hari ini ditekan oleh pengumuman MSCI pada Selasa (27/1), yang menyebut akan menerapkan perlakuan sementara untuk pasar Indonesia dengan membekukan sejumlah perubahan terkait indeks review (termasuk indeks review Februari 2026), yakni:
Pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS).
Pembekuan penambahan konstituen ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI).
Pembekuan perpindahan naik antar–indeks segmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard.
MSCI menjelaskan bahwa perlakuan tersebut dimaksudkan untuk mengurangi index turnover dan risiko kelayakan investasi (investability), sembari memberi waktu bagi otoritas pasar terkait untuk menghadirkan perbaikan transparansi.
Sebelumnya, MSCI pada Oktober 2025 mengumumkan tengah meminta masukan kepada para pelaku pasar terkait rencana penggunaan Monthly Holding Composition Report yang dipublikasikan oleh KSEI sebagai tambahan referensi dalam menghitung free float saham emiten Indonesia. MSCI menyebut bahwa berdasarkan hasil konsultasi dengan para pelaku pasar, para investor menyoroti permasalahan fundamental terkait investability di pasar Indonesia masih dapat berlanjut akibat kurangnya transparansi struktur kepemilikan saham serta kekhawatiran atas kemungkinan perilaku perdagangan terkoordinasi yang mengganggu proses pembentukan harga yang wajar.
Untuk mengatasi sebagian kekhawatiran tersebut, MSCI menjelaskan bahwa pasar Indonesia memerlukan informasi struktur kepemilikan saham yang lebih rinci dan reliable — termasuk kemungkinan pemantauan konsentrasi kepemilikan yang tinggi — guna mendukung penilaian free float dan investability yang kuat. MSCI menambahkan, jika progres untuk mencapai peningkatan transparansi yang diperlukan tidak tercapai hingga Mei 2026, MSCI akan menilai ulang status aksesibilitas pasar Indonesia. Dengan mempertimbangkan konsultasi pasar, hal ini dapat berujung pada:
Penurunan bobot dalam MSCI Emerging Markets Indexes untuk Indonesia.
Potensi reklasifikasi Indonesia dari status Emerging Market menjadi Frontier Market.
Menyusul pengumuman MSCI tersebut, BEI bersama self–regulatory organization (SRO) lain yang terdiri dari KSEI, KPEI, dan OJK pada Rabu (28/1) menegaskan komitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan MSCI. BEI dan SRO juga memandang masukan yang disampaikan MSCI sebagai bagian penting dalam upaya memperkuat kredibilitas pasar modal Indonesia.
BEI dan SRO mengatakan bahwa mereka memahami pembobotan MSCI memiliki peran strategis bagi pasar keuangan global serta menjadi salah satu referensi utama bagi investor, sehingga mereka berkomitmen untuk mengupayakan yang terbaik dalam rangka meningkatkan bobot saham Indonesia dalam indeks MSCI. Selanjutnya, BEI bersama SRO akan terus berkoordinasi dengan MSCI guna memastikan keselarasan pemahaman serta implementasi peningkatan transparansi informasi.
Key Takeaway
Tekanan jual terjadi secara keseluruhan dengan 753 dari 910 saham di IHSG mengalami penurunan pada perdagangan Rabu (28/1), merefleksikan efek domino dari penurunan signifikan harga saham–saham konglomerasi. Mengingat tenggat waktu yang diberikan MSCI hingga Mei 2026, kami menilai bahwa investor — setidaknya dalam waktu dekat — dapat berfokus pada saham–saham yang memiliki fundamental solid, terutama yang tidak termasuk dalam indeks MSCI Indonesia sehingga memiliki risiko yang lebih terbatas. Dalam waktu dekat, kita juga akan memasuki musim pembagian dividen (mulai April 2026), sehingga koreksi harga saham bisa dijadikan peluang dividend play oleh investor.
https://snips.stockbit.com/snips-terbaru/-ihsg-sentuh-trading-halt-seiring-pengumuman-msci-terkait-free-float?source=research
1/2


KABARBURSA.COM – Setelah sempat 30 menit Bursa Efek Indonesai (BEI) menerapkan trading halt, akhirnya pasar dibuka kembali. Namun, gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus anjlok. IHSG terkoreksi lebih dari 8,3 persen dan terus turun drastis.
Hampir seluruh saham terkoreksi, pasar bereaksi j...

www.kabarbursa.com

KABARBURSA.COM – Keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) membekukan sejumlah perubahan dalam agenda index review, termasuk review Februari 2026, diyakini menjadi pemicu utama penerapan trading halt di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 8 pers...

www.kabarbursa.com
