imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

BRIS 2025: Laba Bersih +8% YoY, Sejalan Ekspektasi

Stockbit's take:

▪️Bank Syariah Indonesia ($BRIS) mencatat laba bersih sebesar Rp2 T pada 4Q25 (+5% YoY, +9% QoQ). Hasil ini membuat laba bersih selama 2025 mencapai Rp7,6 T (+8% YoY), sejalan dengan ekspektasi karena setara 100% estimasi 2025F konsensus.
▪️Kenaikan PPOP pada 4Q25/2025 didorong oleh pertumbuhan Fee Based Income (FBI) dan Net Margin Income (NMI), tapi beban provisi meningkat signifikan akibat banjir di Aceh pada akhir November 2025. Sepanjang 2025, BRIS mencatat pertumbuhan bisnis emas yang kuat, baik melalui gold installment (bagian dari NMI) maupun gold pawning dan transaksi emas digital (bagian dari FBI).
▪️Kami menilai bisnis emas akan berperan penting dalam menjaga financing yield BRIS di tengah low yield environment, sekaligus mendukung penurunan Cost of Fund (CoF) dan Cost of Credit (CoC) ke depan.

Bisnis Emas Mengakselerasi FBI dan Menopang NI 

Selama 2025, pendapatan dari gadai dan transaksi emas digital tumbuh +77% YoY serta menyumbang ~24% dari total FBI. Manajemen BRIS memperkirakan pertumbuhan FBI pada 2026 akan lebih tinggi dibandingkan realisasi 2025, seiring dengan target penambahan 1,5 juta nasabah emas baru pada 2026 (vs. realisasi 2025: penambahan sekitar 500 ribu nasabah). Selain mendorong FBI, transaksi emas juga berkontribusi dalam menopang Net Imbalan (NI). Sebelum melakukan transaksi emas, nasabah diwajibkan membuka rekening tabungan di BRIS, yang turut mendorong peningkatan CASA Ratio menjadi 62% per Desember 2025 (vs. September 2025: 59%, Desember 2024: 60%). Sejalan dengan hal tersebut, CoF turun menjadi 2,2% secara MTD pada Desember 2025 (vs. September 2025: 2,6%, Juni 2025: 2,7%) dan diperkirakan masih akan menurun hingga awal 2026. Penurunan CoF tersebut menjaga NI relatif stabil di kisaran 5,6–5,7% sepanjang 1H25–2025, meski financing yield turun -23 bps pada periode yang sama.

Pembiayaan emas BRIS sendiri tumbuh +79% YoY dan +22% QoQ per Desember 2025, sehingga kontribusinya terhadap total pembiayaan meningkat menjadi 7,2% (vs. Desember 2024: 4,6%). Dalam jangka menengah, manajemen BRIS menargetkan porsi tersebut dapat mencapai 15–20%.

Provisi Naik Akibat Banjir Aceh, NPF Tetap Lanjutkan Tren Penurunan

BRIS mencatat kenaikan beban provisi sebesar +24% YoY selama 2025, atau sebesar +5% YoY jika mengecualikan beban provisi sebesar Rp366 M bagi nasabah terdampak banjir di Aceh. Financing–at–Risk (FAR) meningkat menjadi 9,2% per Desember 2025, dari 6,7% sebelum terjadinya banjir pada awal November 2025. Kenaikan ini sejalan dengan eksposur BRIS terhadap banjir di Aceh yang mencapai sekitar 3% dari total pembiayaan. Mengacu pada POJK 19/2022, pembiayaan terdampak dapat direstrukturisasi hingga 3 tahun, dengan potensi dukungan anggaran pemerintah sebesar Rp60 T untuk mempercepat pemulihan.

Meski demikian, beban provisi masih turun -8% QoQ pada 4Q25, sehingga FAR Coverage turun menjadi 37% per Desember 2025 (vs. September 2025: 52%). Di sisi lain, NPF Gross masih melanjutkan tren penurunan menjadi 1,8%, terendah setidaknya sejak 2021, dengan NPF Coverage yang menurut manajemen BRIS tetap solid di atas 190% (vs. Desember 2025: 191%).

Guidance 2026 Mengacu pada Realisasi 4Q25

BRIS telah memberikan guidance untuk sejumlah metrik keuangan pada 2026 (lihat tabel di bawah). Menurut manajemen BRIS, guidance tersebut disusun dengan mengacu pada perbaikan kinerja 4Q25 dibandingkan 3Q25.

______
Everson Sugianto (@EversonSugianto)
Investment Analyst Stockbit

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy