IHSG

Index Harga Saham Gabungan

Indeks

Follow

8,748.13

β–΄ 101.19 (1.17)

As of Fri 16:14

492,069.14K

Volume

174,437.95K

Avg Volume

720,563 Followers
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Siap siap to the moon
$IHSG

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IHSG $DADA $DATA

#DYOR

motivasi bagus, nemu di IG
https://cutt.ly/ItgIHqtc

ingatlah hal ini
setidaknya, meringankan migrain πŸ˜…πŸ”₯
membantu utk menarik nafas,
sebelum siap utk berlari kembali

apapun , mungkin
dari rungkat menjadi propit
dari propit menjadi rungkat
semua , mungkin.
kata kuncinya : semua mungkin.

pastikan dalam setiap langkah, entah rungkat atau tercapai target...
nafas diri, tetap ada untuk langkah berikutnya
dengan begitu, perjalanan tetap bisa berlanjut.

$IHSG
$BTC
$BBRI

Read more...

1/2

testes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IHSG gampang banget buar atikel sekarang, cocoknya memang akun ini dikasih ke agent AI yang prompt artikel dari 3 AI berbeda-beda

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IHSG Jangan Mampus Cepat di Bursa Saham (mirip kayak Kaya Cepat)

POV: Niat Cuan Malah Boncos? Hati-Hati Kejebak "Saham Konglo", Bestie! 🚩
Jujur deh, siapa yang masuk pasar saham gara-gara liat TikTok atau IG Story influencer yang pamer portofolio ijo royo-royo? Pasti banyak kan yang mikir: "Wah, ini saham punya Pak [Nama Konglomerat], pasti to the moon nih!"

Eits, tunggu dulu. βœ‹

Buat lo Gen Z yang baru nyemplung investasi, saham konglomerat (saham konglo) itu ibarat toxic relationship. Awalnya manis banget, bikin deg-degan (karena naik terus), tapi pas ditinggal pergi? Beuh, sakitnya bikin trauma seumur hidup.

Sebelum lo all-in duit tabungan atau (jangan sampe) duit pinjol, simak dulu kenapa lo harus extra hati-hati sama saham jenis ini.

Kenapa Saham Konglo Bisa Jadi Red Flag? 🚩
Bukan berarti semua saham konglomerat itu jelek, ya. Tapi, banyak saham dari grup-grup besar tertentu yang geraknya nggak masuk akal secara fundamental. Ini alasannya:

Valuasi Ga Ngotak: Harga sahamnya sering digoreng sampe setinggi langit, padahal perusahaannya rugi atau untungnya seuprit. Lo beli di harga "pucuk", berharap makin naik, eh taunya itu momen exit strategy para bandar.

Volatilitas Roller Coaster: Hari ini ARA (Auto Reject Atas), besok bisa ARB (Auto Reject Bawah) berjilid-jilid. Jantung aman?

Struktur Ribet: Banyak transaksi afiliasi (jual beli antar anak perusahaan sendiri) yang bikin laporan keuangan kelihatan "cantik", padahal aslinya zonk.

Fase Kejebak yang Bikin Kapok (Real Story)
Banyak investor ritel (kayak kita-kita ini) yang akhirnya pensiun dini dari saham karena siklus ini:

Fase FOMO: Liat saham Group X naik 20% sehari. Lo ikutan beli karena takut ketinggalan kereta.

Fase Denial: Saham mulai turun dikit. Lo mikir, "Ah koreksi wajar, kan punya orang terkaya, pasti dibalikin naik."

Fase Sangkut: Harga terjun bebas 50%. Duit lo sisa setengah. Lo bingung mau cut loss sayang, mau didiemin makin dalem.

Fase Jadi Investor Jalur Langit: Akhirnya lo pasrah, hapus aplikasi sekuritas, dan berdoa semoga 5 tahun lagi harganya balik (Spoiler: Seringnya nggak balik).

Inget Rumus Ini: Kalau lo rugi 50%, lo butuh keuntungan 100% cuma buat balik modal ke titik awal. Berat, Bro!

Tips Biar Nggak Jadi Korban "Cuci Piring" Bandar
Biar lo nggak kapok investasi saham, coba terapin mindset ini:

DYOR (Do Your Own Research): Jangan cuma dengerin "Pom-Pomers" atau grup Telegram berbayar. Cek laporan keuangannya. Perusahaannya beneran jualan produk/jasa atau cuma jualan mimpi?

Liat GCG (Tata Kelola): Cek rekam jejak pemiliknya. Apakah mereka sering bikin rugi investor ritel di masa lalu? Kalau iya, skip aja. Once a player, always a player.

Jangan All-In di Satu Keranjang: Diversifikasi itu kunci. Jangan taruh semua duit lo di saham-saham high risk cuma karena pengen cepet kaya.

Tahu Kapan Kabur: Pasang target Stop Loss. Kalau turun melebihi batas toleransi lo, jual. Mending rugi dikit daripada duit ilang dimakan inflasi dan ARB.

Kesimpulan: Cuan Itu Maraton, Bukan Sprint
Investasi saham itu tujuannya buat masa depan, bukan buat gaya-gayaan pamer gain sehari. Jangan sampe lo kapok investasi cuma gara-gara salah pilih saham gorengan berlabel konglomerat.

Jadilah investor cerdas, bukan donatur bandar. Stay safe out there, guys! πŸ’Έβœ¨

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IHSG DOTA 2 dan Saham

1. Penyakit "Revenge Trading" (Chain Queuing saat Tilt) Banyak investor, terutama yang baru, terjebak di siklus ini. Beli saham A, rugi/cutloss. Bukannya evaluasi (nonton replay), malah langsung HAKA saham B yang lagi running trade. Tujuannya cuma satu: "Balikin modal yang hilang tadi pagi."

Ini bukan investasi. Ini judi. Lo merasa market "berhutang" sama lo. Lo merasa "Gue pinter, gue udah baca berita, gue pantes kaya." Sorry to say, Market doesn't care about your feelings. Market nggak peduli lo butuh duit buat nikah atau bayar cicilan.

2. Valuation & Fundamental = Basic Mechanics Di Dota, kalau lo mau naik rank, lo gak bisa cuma modal "semangat". Lo harus ngerti Basic Mechanics: Last hit (farming), Map Awareness, dan Item Build.

Di Saham, Basic Mechanics-nya itu Valuasi dan Fundamental.

Last Hit/Farming = Cashflow & Earnings Perusahaan yang lo beli itu bisa "farming" duit gak? Liat Operating Cashflow-nya. Kalau cashflow minus terus, itu kayak Carry yang gak bisa last hit. Miskin. Gimana mau menang late game?

Item Build = Valuasi (P/E, PBV, MOS) Beli saham "Gorengan/Story" di valuasi P/E 100x itu kayak beli Divine Rapier di menit ke-10 tapi belum beli sepatu. Keliatannya sakit damage-nya, tapi sekali kepleset (market crash/isu jelek), lo langsung mati dan drop item. Harta karun pindah ke musuh (Bandar). Investor jago tau kapan harus beli item defensif (saham undervalued, dividen kuat) dan kapan boleh agresif.

Meta Hero = Business Model (Moat) Jangan pick Hero yang udah di-nerf (industri sunset). Pilih Hero yang Meta-nya kuat (Business Model dengan ROIC tinggi dan barrier to entry susah ditembus).

3. Stop "Feeder" Mindset Orang yang portofolionya merah terus biasanya punya mentalitas Feeder. Setiap ada war (saham lagi rame/pom-pom influencer), dia maju paling depan tanpa vision. Hasilnya? Di-gank sama Bandar.

Investor sukses itu kayak pemain Pro yang sabar. Mereka farming di hutan (akumulasi saham bagus yang lagi sepi/murah). Mereka tunggu momentum war yang pas (valuasi wajar/diskon). Mereka gak maksa push high ground kalau belum kuat.

Kesimpulan Kalau portofolio lo merah terus, berhenti salahin "Tim" (Influencer/Berita) atau "Sistem" (Bursa/FCA). Cek diri sendiri. Apakah lo main pake strategi dan analisa fundamental yang bener? Atau lo cuma spam click "Buy" karena emosi pingin cepet kaya?

Ingat, MMR (Kekayaan) adalah cerminan Skill (Kualitas Keputusan), bukan cerminan Keinginan.

Study the game (Valuation). Don't just play the game.

$GOTO $BBCA

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IHSG $MYRX $ARTO

Belajar dari Sejarah: Kuburan Saham "Valuasi Langit" Saat Krisis

Melanjutkan post sebelumnya soal "Bug MSCI" dan Valuasi Abstrak. Banyak yang bilang "Kali ini beda, konglonya kuat, duitnya infinity."

Spoiler alert: It’s never different.

Ketika keran likuiditas ditutup (suku bunga naik, krisis global, atau skandal internal), saham-saham yang naik karena "pompaan" tanpa fundamental inelastic adalah yang pertama kali dibantai. Mereka turun bukan 10-20%, tapi 90-99%.

Ini beberapa Hall of Fame saham "Idola" yang rontok ketika realita menghantam:

1. The Legend: BUMI (2008) - "Saham Sejuta Umat"

The Story: Dulu BUMI itu rajanya market (BOBOT TERTINGGI IHSG). Valuasi sempat tembus Rp 8.000-an. Semua orang merasa jenius pegang BUMI. Narasinya? Commodity Supercycle + Bakrie Empire.

The Crash: Krisis finansial 2008 datang + Isu REPO (Gadai Saham) meledak.

Result: Dari 8.000 terjun bebas ke gocap (Rp 50).

Lesson: Saham yang naik karena REPO, turunnya nggak pake rem. Fundamental tambang batubaranya ada, tapi financial engineering-nya yang bikin hancur.

2. The "Asset Play" Illusion: MYRX (Hanson) - Era Bentjok

The Story: Sempat jadi primadona properti dengan landbank raksasa di Maja. Laporan keuangan terlihat profit terus (walau cashflow operasional sering minus/aneh). Harganya dijaga rapi, grafiknya cantik kayak tangga.

The Crash: Kasus Jiwasraya/Asabri meledak. Ketahuan kalau buying power yang menjaga harga sahamnya berasal dari dana-dana institusi yang "diatur".

Result: Suspensi -> Delisting -> Owner masuk penjara. Duit ritel? Hilang 100%.

Lesson: Grafik yang terlalu rapi (dijaga bandar) adalah tanda bahaya terbesar saat likuiditas bandar itu sendiri kering.

3. The Covid Hype: KAEF & INAF (2020-2021)

The Story: Vaksin Covid-19. Narasinya simple: "Vaksin wajib, KAEF yang distribusi, profit bakal meledak." Harga sahamnya terbang ara-ara berjilid-jilid sampai ribuan persen. Valuasi P/E ratio sempat ratusan hingga ribuan kali.

The Crash: Covid mereda, vaksinasi selesai, dan earnings ternyata tidak setinggi ekspektasi gila pasar.

Result: Kembali ke habitat asalnya (turun >80% dari peak).

Lesson: Event-driven rally sifatnya sementara. Ketika beritanya basi, demand hilang seketika.

4. The Tech/Bank Digital Bubble: ARTO (2021-2022)

Disclaimer: ARTO bisnisnya riil dan legitimate, bukan scam. Tapi ini studi kasus "Valuasi Abstrak".

The Story: Bank Digital + Ekosistem GOTO. Market Cap sempat tembus Top 5 Big Caps, menyalip bank-bank BUMN raksasa yang profitnya triliunan. Harga peak di 19.000-an.

The Crash: The Fed naikin suku bunga agresif di 2022. Era easy money habis. Investor global kabur dari aset berisiko tinggi (high growth, high valuation).

Result: Turun sampai ke 1.000-2.000an (Drop >85%).

Lesson: Saham bagus pun kalau dibeli di valuasi yang salah (salah harga), bisa jadi investasi yang mengerikan. Saat krisis, market kembali melihat P/E, PBV, dan Dividend Yield yang masuk akal.

Benang Merahnya? Semua saham di atas punya satu kesamaan saat di pucuk: Valuasi mereka tidak disokong oleh Cashflow yang kuat dan stabil (High ROIC), melainkan oleh NARASI.

Saat krisis, narasi itu sampah. Cash is king.

Saham Konglo/IPO baru yang sekarang Market Cap-nya ratusan triliun tapi profit operasionalnya "imut" atau bahkan rugi? Silakan renungkan, kalau besok krisis datang dan MSCI nge-patch bug mereka, siapa yang mau nampung barangnya di harga segitu?

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IHSG Hype Saham Konglo, "Bug" MSCI, dan Ilusi Valuasi Abstrak $KLBF $PANI

Di IHSG belakangan ini lagi kenceng banget narasi saham-saham "Konglo". Market Cap dipompa sampai langit, valuasinya jadi abstrak.

Tapi ingat, Gravity always wins.

Ketika krisis datang, atau ketika likuiditas lagi kering (cash is king), saham-saham dengan valuasi "langit" ini biasanya yang paling perih. Kenapa? Karena pegangannya nggak ada.

1. Back to Basic: CAPM & Risk Premium Konsep valuasi itu sebenernya simpel. Saham itu instrumen berisiko. Secara model CAPM, return ekspektasinya harus di atas Risk Free Rate (Bunga Obligasi/Country Risk).

Kalau lu beli saham yang P/E-nya ratusan kali, dividen yield 0.something%, dan growth-nya cuma based on "story" atau repoβ€”begitu market crash, lu mau pegangan apa?

Beda cerita sama saham defensif yang demand-nya inelastic. Contoh: KLBF pas Covid. Pas lockdown, market hancur. KLBF ikut turun? Iya. Tapi rebound-nya cepet. Kenapa? Karena orang tetap butuh obat. Revenue kuat, cashflow jalan, demand inelastic. Fundamentalnya jadi "lantai" yang nahan harga.

2. Dilema "Average Down" Saham Konglo Ini beda sama Quality Investing a la Terry Smith

Kalau lu beli saham High ROIC, Inelastic Revenue, dan Strong Cashflow (ala Terry Smith), pas harga turun, lu berani average down. Lu tau itu barang bagus yang lagi diskon. Mau itu bisa diskon lagi, ala 1997-1998, udah turun 50%, bisa turun lagi 90%, lu dengan happy lu beli cicil berkala.

Tapi kalau lu beli saham Konglo yang valuasinya abstrak (cuma modal "story" corporate action)? Pas harganya rontok 30-50%, lu bingung. "Ini mau serok, tapi sebenernya valuasinya masih mahal apa udah murah?" Akhirnya cuma jadi penonton atau malah cutloss di pucuk bawah.

3. Fenomena "Bug" di MSCI Dulu, saham gorengan itu mainan bandar lokal. Sekarang, level mainnya udah beda: Exit Liquiditynya Global Index.

Banyak Konglo yang sepertinya nemu "Bug" di sistem MSCI.

Caranya:

Create story.

Kunci float.

Pompa Market Cap.

Goal: Masuk MSCI/FTSE.

Kenapa? Karena kalau masuk MSCI, fund asing (passive money) TERPAKSA beli. Ini jadi exit strategy atau liquidity provider buat mereka. Gorengan "naik kelas" jadi saham index.

4. Pelajaran dari MSTR (MicroStrategy) Liat kasus MSTR. Biasanya market kasih premium MNAV (Market Net Asset Value) 2-4x dari aset Bitcoin yang mereka pegang. Tapi begitu sentimen berubah atau ada isu index (keluar masuk index), premium itu bisa lenyap dalam semalam. MNAV bisa balik ke 1x lagi.

Premium valuasi (bubble) itu barang paling rapuh di market.

Kesimpulan: Apakah saham-saham konglo ini bakal terus naik? Bisa jadi, kalau flow dan narrative-nya masih dijaga. Apakah bakal jadi wild card? Hanya Tuhan yang tahu!

Tapi buat investor ritel, hati-hati terjebak di valuasi abstrak. Jangan sampai pas musik berhenti, kita yang disuruh cuci piring karena "bug" MSCI-nya udah di-patch atau likuiditasnya cabut.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Cross Sector Trade Off
Indonesia πŸ”₯

Random Tags
$IHSG $SMDR $GOTO $*B** $*B**

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IHSG last dance sebelum koreksi? konsolidasi? atau mau gas sampe 10 rb ? gw jadi ngeri anjir πŸ—Ώ

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IHSG

History has its moments, and 2026 looks like one of those bull years under George Tritch’s cycle. πŸ‚

β€œBull markets are born on pessimism, grow on skepticism, mature on optimism, and die on euphoria.” - John Templeton

Happy new year ! ✨
$IHSG $INET $BUMI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Di sini saya akan klarifikasi atas fyp nya tiktok saya di akun @46anggasaputra yang mengatakan bahwa $BTC turun 25% dalam 3 bulan terakhir dan $RLCO gak nyampe 3 bulan uda naik 950% bahkan sekarang sudah seribu persen lebih.

Dikarnakan penghuni $IHSG cuma saya aja dan penghuni bitcoin lebih banyak, saya takut di banjiri komentar di akun ku oleh para sangkuters btc.

Oleh karna itu kedepanya saya akan tetap mencari investasi yang menguntungkan lagi daripada yang merugikan nyangkut.

Jadi plis yaa cukup sampai disini aja, jangan disenggol lagi karna saya uda wudhuπŸ™

Read more...

Secara teknis $MTFN ini, 'zombie company' karena defisiensi modalnya. Namun, langkah manajemen melakukan divestasi aset hulu dan membereskan RUPST hari ini adalah tanda bahwa ada "tangan" yang sedang merapikan cangkang ini. Di pasar modal, (dugaan) bahwa perusahaan yang sedang "bersih-bersih", nih! Biasanya, sedang dipersiapkan sesuatu yang lebih besar.

Rumor pasar yang beredar adanya keberadaan tokoh-tokoh yang terafiliasi dengan grup besar (Grup Bakrie/$ENRG) menunjukkan bahwa emiten ini bukan perusahaan sembarangan yang akan dibiarkan mati begitu saja! Hmm πŸ€”

"... isu Lifting Migas yang dilepaskan fokus Niaga Gas (IKD) menunjukkan transformasi menjadi entitas yang lebih bankable, minim risiko operasional; Strategi di masa depan adalah menjadi perusahaan Asset Light".

Tentu, (manajemen) tidak ingin lagi pusing dengan urusan lifting migas yang berisiko tinggi, akan fokus pada jalur distribusi dan niaga gas yang risikonya lebih terukur πŸ“Š

Saat ini, keadaannya sebuah "High-Stakes Gamble" atau perjudian tingkat tinggi yang terbungkus dalam narasi restrukturisasi korporasi. Tentunya ada asap, tapi apinya belum kelihatan! let's see together, later.

https://cutt.ly/wtgYHzV6

@divestasi @backdoorlisting
@liftingmigas @assetlight

$IHSG

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Day 109 - Jumat, 2 Jan 2026
#1BPortoChallenge
Nabung saham 1 jt / hari
Total Deposit : Rp 109 Juta

Mulai 2026 gw bakal pisahin porto nih biar enak mata liatnya 😍😍 semoga cacing-cacing gw bisa jadi naga semua

$IHSG $NANO $BWPT

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Izin Promo Min, tidak ada saham didalamnya, namanya juga usaha.

"Tidak semua cinta hadir untuk dimenangkan.
Sebagian datang untuk dijagaβ€”meski tidak selalu mudah.

Ketika Doa Menyebut Nama yang Sama adalah novel romance dewasa tentang Salim dan Dhewiβ€”dua manusia yang saling mencintai, namun harus berhadapan dengan pilihan hidup, keyakinan, dan dunia yang ikut menilai.

Cerita ini berjalan pelan. Tidak riuh. Tidak memaksa.
Ia memberi ruang untuk diam, merasa, dan bertahan.

Jika kamu menyukai kisah cinta yang dewasa, tenang, dan membekas, mungkin novel ini akan tinggal lebih lama di hatimu.

πŸ“˜ E-book tersedia sekarang
πŸ’° Rp45.000
πŸ”— Link di bio / La Academic

Pembelian
https://cutt.ly/otgYjvK9
Info lebih lanjut
https://cutt.ly/3tgYjnnR
Teaser 5 Bab Awal
https://cutt.ly/4tgYjbQR

Terimakasih Min dengan tidak delete pesan ini

Random Tag, tiker yang romantis $DEWA $DEWI

Selamat natal dan Tahun Baru

Semoga $IHSG to the moon, dan warga bursa makin makmur.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

kalo pindah $ATAP td sdh balik modal itu bg

$IHSG ijo, $CSIS merah

IHSG merah, dia makin membara -_-

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Cara baca stockbit snips ala gw, boleh silahkan buat referensi mudah mudahan membantu

Gw biasanya pakai snips buat nyaring saham yang perlu diperhatiin, bukan buat buru-buru entry

Setiap snips gw pilah ke satu pertanyaan simpel
Nambah supply? artinya hati-hati
Ngurangin supply? artinya dicatat
Nggak ngaruh ke supply-demand? cm noise

Market nggak peduli narasi
Dia cuma respon jumlah barang & minat beli

Buyback itu support, bukan bahan bakar roket
Yang gw lihat:
1. Nilainya signifikan atau kosmetik?
2. Market cap vs nilai buyback
3. Waktu pelaksanaan (cepat atau wacana)

Masukin watchlist kalau buyback cukup besar, market lagi rawan koreksi

Bukan alasan all-in

terus misal insider Jual, Jangan Langsung Panik
Orang dalam jual nggak selalu bearish
Yang bisa dicek:
1. Alasan (waris, pajak, restrukturisasi)
2. Persentase kepemilikan
3. Ada lanjutan atau cuma sekali

masukin watchlist kalau jual satu kali, harga & volume bisa diserap market

Coret kalau jual beruntun, harga breakdown + volume besar

Biasanya banyak rugi bukan karena berita jelek, tapi karena salah menafsirkan berita

inget snips itu bahan mentah
Analisa yang bikin beda
Kalau mau cepat, baca headline
Kalau mau selamat, baca konteks

Snips bukan sinyal, tapi petunjuk ke mana harus lihat

$IHSG $AMMN $HRTA

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IHSG Weekly Highlights
Top Gainers: $POLU, ARKO, HUMI
Top Losers: $PUDP, MRAT, UNIQ

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IHSG di hari pertama tahun 2026 ditutup naik 1,17% dengan total transaksi 22,27T. Naik 3 hari berturut-turut.
NFB All Market 1,06T.

Hari ini IHSG didorong naik juga dibantu dari emiten perkapalan yang kompak naik banyak.

Top Sector: Transport, Technology, Cyclical, Energy

Top Leaders: $DCII, BUMI, BRMS
Top Laggards: $DSSA, SMMA, BBCA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

kok kayak akun smart money ya,prasaan saham yg dia tag naik perlahan dahπŸ€”$IHSG

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IHSG BULLISH BANGET

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Kira kira kalau kami buat Tebakan setiap harinya kaya saham $UNIQ pas ARB
gimana setuju gak ?

jangan lupaFollllllllowwwwwwww yah ges

$IHSG

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IHSG suspend 2 hari.. huuffttt

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$MDLA kembali ke harga IPO kami siap tampung Ndaar.. πŸ’‰πŸ©»πŸ©ΊπŸ₯$IHSG πŸ›’

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BMHS korting 1/2 harga lagi kita borong untuk investasi.. πŸ”¬πŸ§¬πŸ“₯ $IHSG

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IHSG Alhamdulillah mengawali tahun baru 2026
kinerja porto 1.59%
Yield $IHSG 1.17%
Yield $LQ45 0.64%

Kinerja porto beat the market...lead the market.... πŸ™

$IHSG $BISI dan $DGWG adakah yang masuk ke bisnis Agritech?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@katanyaputraa senin tolong $IHSG ara in ndar πŸ”₯πŸš€

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IHSG pasti kena

$BBRI $ADRO

Daftar
2013-2026 Stockbit Β·AboutΒ·ContactHelpΒ·House RulesΒ·TermsΒ·Privacy