Index Harga Saham Gabungan
Indeks
Follow
8,031.87
▴ 96.61 (1.22)
As of Mon 16:14
334,204.59K
Volume
NA
Avg Volume
.
Menangkal post truth.
Sebagai pedagang lembar saham,
Ideologi nya ya tetap cari untung,
Tak perlu dibelok2kan,
Setiap keuntunganny yg didapat oleh kta akan dipakai apa, apa ada yang tau?
Kalo kmrn sempat ambil untung dan jual rugi alias cutloss di pertengahan Januari demi menghindari halt trade,
Sebagian modal yg kembali dipakai utk renovasi kebun, intensifikasi produk tanam, menambah sedikit lagi pekerja, intinya si keuntungan tadi diputar lagi di sektor riil, menetes ke teman dan warga desa. Ntar lebaran udh mateng belom tuh pisang, tinggal dijadiin kerpik atau dijadiin kolak,
Konkrit 🤣
Besok klo ada yg naik lagi, langsung jual, tunggu lagi di bawah, siapa tau dikasih 😁
Scalping mide ON
$IHSG $BRMS $ADMR
$ASII $UNTR $IHSG udah pasti dan akan selalu begini.. cuman omon omon sih tukang joget biar cari muka 🤣🤣🤣🤣

$IHSG Jika melihat chart IHSG ini doi punya beberapa GAP yg belum ditutup pada awal rallynya. Menurut teman-teman yg punya kepakaran terkait analisa teknikal, apakah ada chance bakal ketutup dalam waktu dekat? entah itu karena sentimen WW3, tarif dagang, ataupun jalan buntu OJK, BEI dkk yg bakal menggelar rapat teknis dengan penyedia indeks global MSCI pada Rabu minggu ini?
Harapan si engga perlu lah ditutup2 segala biar to the moon terus heheheh

$IHSG $BUMI $BBCA
Anda pamer ferrari atau mc laren, terus buka deh kelas 15 jt an, bilang aja kalau loe belinya dari hasil loe invest. Di jamin bakal laris 😁 karena bangsa kita paling gampang di iming2 i kesuksesan instant tanpa tau dan tanpa mau tau prosesnya serta kebenaran di baliknya 😅
The feds akan menyuntikkan liquiditas USD$8.3 Miliar
Smoga $IHSG masih masuk whitelist
https://cutt.ly/utnwsoqi
$ADMG
anteng anteng aja ya kayanya harga nya mau $IHSG HALT maupun crash coba aja deh pantau haaha ada apakah gerangan saya curiga.
emiten sepi tapi ga likuid wkwkkw
$BRPT kalo di liat broksum dari awal tahun AK BK dan pasti king kita XL masih nyangkut di avg 2000 up. semoga bisa mampir sini nutup gap
rt $IHSG $BREN

PDB atau Produk Domestik Bruto Sebagai Indikator Makro Bagi Investor
PDB atau Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product / GDP) adalah total nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun. Buat sebagian investor, PDB ini dianggap sebagai mother of macroeconomics karena PDB mencakup semua aktivitas ekonomi, mulai dari penjualan mobil, makanan, hingga jasa layanan seperti pendidikan atau salon kecantikan, semuanya masuk hitungan PDB.
Cara menghitung PDB adalah dengan menjumlahkan total pengeluaran semua pihak, termasuk konsumsi, investasi, belanja pemerintah, dan ekspor neto.
PDB=C+I+G+(X-M)
C adalah konsumsi rumah tangga.
I adalah investasi.
G adalah pengeluaran pemerintah.
(X - M) adalah ekspor neto (ekspor dikurangi impor)
Consumption (C)
Ini tuh pengeluaran yang dilakukan oleh rumah tangga sehari-hari, intinya semua hal yang kamu beli buat kebutuhan pokok dan sekunder. Semua barang, yaitu barang tahan lama seperti mobil dan kulkas, serta barang tidak tahan lama seperti makanan dan pakaian, dan juga jasa, seperti pendidikan dan perawatan medis, semuanya itu masuk dalam kategori konsumsi. Semakin besar konsumsi masyarakat, semakin besar pula sumbangannya terhadap PDB. Makanya, kalau daya beli rakyat kuat, ekonomi biasanya juga kenceng.
Investment (I).
Ini bukan investasi dalam konteks saham, tapi investasi dalam arti ekonomi, yaitu pengeluaran perusahaan untuk membeli barang modal seperti mesin, gedung pabrik, atau peralatan baru supaya bisa memproduksi lebih banyak di masa depan. Rumah tangga juga bisa berperan di sini lewat pembelian rumah baru yang disebut investasi residensial.
“Kan pembelian rumah tangga bukannya masuk konsumsi? Kok ini beli rumah masuk investasi?”
Gini, seenggaknya, ada dua sebab mengapa pembelian rumah baru diklasifikasikan sebagai investasi, bukan konsumsi:
Rumah itu adalah aset jangka panjang. Kayak halnya pabrik, mesin, atau peralatan, rumah adalah aset yang akan menghasilkan manfaat ekonomi selama bertahun-tahun. Rumah memberikan layanan tempat tinggal, baik bagi pemiliknya maupun penyewa, dan nilai dari layanan ini berkontribusi pada ekonomi sepanjang masa pakainya.
pembelian rumah baru berkontribusi pada peningkatan produksi. Pembangunan rumah baru melibatkan banyak kegiatan ekonomi, kayak pembelian bahan bangunan, upah pekerja, dan biaya arsitek. Semua aktivitas ini menciptakan output baru dalam perekonomian, yang merupakan fokus utama dari PDB.
Selain itu, ada juga perubahan inventaris, yaitu ketika perusahaan menambah atau mengurangi stok barang yang belum terjual. Kalau banyak perusahaan lagi bangun pabrik atau nambah kapasitas produksi, tandanya kepercayaan mereka terhadap ekonomi sedang tinggi.
Government Spending (G).
Kalau kamu lihat proyek jalan tol, jembatan, atau pembangunan sekolah, itu semua termasuk belanja pemerintah. Begitu pula dengan gaji pegawai negeri, belanja militer, atau pembelian barang dan jasa untuk keperluan negara. Namun perlu dicatat, pembayaran kayak subsidi atau bantuan sosial tidak dihitung sebagai bagian dari PDB karena itu bukan hasil dari produksi barang atau jasa baru. Jadi, yang masuk hitungan hanyalah belanja pemerintah yang benar-benar menciptakan aktivitas ekonomi riil.
Terakhir, ekspor neto (X – M).
Ini tuh nunjukin hubungan ekonomi domestik dengan dunia luar. Ekspor (X) adalah barang dan jasa yang diproduksi di dalam negeri tapi dijual ke luar negeri, misalnya batubara, produk sawit dan turunannya, atau produk tekstil Indonesia yang diekspor ke Jepang. Sementara impor (M) adalah kebalikannya, yaitu barang dari luar negeri yang kita beli, seperti mobil Jepang atau gadget Amerika. Karena impor berarti uang kita keluar untuk membeli barang buatan negara lain, maka dalam rumus PDB, ekspor dikurangi dengan impor. Kalau ekspor lebih besar dari impor, kita punya surplus perdagangan yang bisa memperkuat pertumbuhan ekonomi.
Dengan menjumlahkan semua pengeluaran ini, kita mendapatkan total nilai semua barang dan jasa akhir yang diproduksi di dalam batas wilayah suatu negara dalam satu periode. Biar semua barang dan jasa yang beragam ini bisa dijumlahkan, harus ada unit pengukuran yang sama, yaitu nilai moneter atau harga pasar. Biar kamu gak pusing bayanginnnya, aku kasih contoh:
Bayangkan sebuah negara cuma memproduksi tiga jenis barang:
500 kg daging sapi
100 mobil
2000 jasa potong rambut
Ketiga item ini kalo kita jumlahin kan gamasuk akal, masa jadi gini:
500 "apel"+10 "mobil"+200 "potong rambut"
Hasilnya ga ngasih gambaran yang jelas mengenai nilai total produksi. Apakah 100 mobil itu lebih berharga dari 500 daging? Berapa nilai dari 2000 jasa potong rambut kalo dibandingin dengan mobil?
Nah dengan begini kita harus konversi dulu ke nilai moneter, caranya adalah dengan liat harga pasar per unitnya, misal:
1 kg daging = Rp50.000
1 unit mobil = Rp300.000.000
1x jasa potong rambut = Rp25.000
Maka:
Nilai daging = 500×50.000=Rp25.000.000
Nilai mobil = 100×300.000.000=Rp30.000.000.000
Nilai potong rambut = 2.000×25.000=Rp50.000.000
Total nilai produksinya adalah: 25.000.000 + 30.000.000.000 + 50.000.000 = Rp30.075.000.000. inilah total PDB negara tersebut.
“kenapa harus pake harga pasar?”
Karena harga pasar mencerminkan seberapa besar konsumen menilai suatu produk. Produk dengan permintaan tinggi cenderung berharga lebih tinggi, sehingga kontribusinya terhadap PDB juga akan lebih besar. Penggunaan nilai pasar untuk ngukur ekonomi kayak yang digunain dalam perhitungan PDB itu penting karena:
- Menyatukan berbagai jenis output: PDB mengukur total output yang dihasilkan suatu negara, mulai dari mobil, makanan, sampe layanan kayak pendidikan atau potong rambut. Nah, biar semua barang dan jasa yang beragam ini dapat dijumlahkan, harus ada unit pengukuran yang sama, yaitu nilai moneter atau harga pasar.
- Mencerminkan nilai yang dirasakan konsumen: Harga pasar dari suatu barang atau jasa itu cerminan dari seberapa besar konsumen menghargai produk tersebut. Produk dengan harga lebih tinggi biasanya dianggap memiliki nilai lebih besar, hal ini akan ngaruh ke kontribusi terhadap PDB yang lebih besar.
- Sebagai perbandingan: Kita bisa ngebandingin ukuran ekonomi dari berbagai negara atau membandingkan pertumbuhan ekonomi suatu negara dari waktu ke waktu pake nilai moneter.
Nah, kenapa PDB penting buat investor? Karena PDB itu ibarat laporan kesehatan ekonomi sebuah negara. Kalau PDB naik, artinya ekonomi lagi sehat, aktivitas produksi meningkat, daya beli naik, masyarakat banyak belanja, dan perusahaan-perusahaan cenderung mencetak laba lebih besar. Tapi kalau PDB turun, tandanya daya beli menurun, penjualan seret, dan laba perusahaan bisa loyo.
Walaupun beda konsep, tapi ada nih hubungan antara PDB sama daya beli masyarakat.
Salah satu cara buat ngeliat hubungan PDB dengan daya beli adalah dengan menggunakan PDB per kapita, yaitu PDB dibagi jumlah penduduk.
PDB per kapita ini sering dipake buat ngukur standar hidup dan rata-rata pendapatan di suatu negara. Biasanya, peningkatan PDB per kapita adalah indikator bahwa masyarakat memiliki rata-rata pendapatan yang lebih tinggi, yang pada gilirannya meningkatkan potensi daya beli mereka. Ketika PDB meningkat, itu tanda adanya pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ini sering kali diiringi dengan peningkatan lapangan kerja, kenaikan upah, dan keuntungan bisnis yang lebih tinggi. Semua faktor ini berkontribusi pada pendapatan yang lebih besar di kalangan masyarakat, sehingga meningkatkan daya beli mereka.
Namun, nilai PDB gak selamanya akurat, meskipun ada korelasi yang kuat, PDB memiliki beberapa kelemahan dalam mengukur daya beli:
- INFLASI
Jika naiknya PDB cuma disebabin sama inflasi (kenaikan harga), bukan karena peningkatan output barang dan jasa, maka daya beli masyarakat justru malah menurun. Itulah sebabnya ekonom sering pake PDB riil (PDB yang disesuaikan dengan inflasi) buat dapetin gambaran yang lebih akurat tentang pertumbuhan ekonomi yang sebenernya.
- Distribusi pendapatan
PDB per kapita cuma ngukur secara rata-rata, tapi gak memperhitungkan bagaimana kekayaan dan pendapatan didistribusikan. Jika sebagian besar PDB dikuasai sama segelintir orang kaya, daya beli sebagian besar masyarakat mungkin masih tetap rendah.
- Daya beli paritas atau Parity Purchasing Power (PPP)
Buat ngebandingin daya beli antar-negara secara lebih akurat, ekonom sering pake PDB yang disesuaikan sama paritas daya beli (PPP). PPP ngebandingin perbedaan tingkat harga antar-negara buat ngeliat seberapa banyak barang dan jasa yang bisa dibeli dengan sejumlah uang yang sama di negara-negara yang berbeda. Karena biaya barang dan jasa berbeda-beda di tiap negara, perbandingan PPP ini dirasa lebih akurat. Biar kamu paham, liat contoh ini:
INDEKS BIG MAC
Indeks Big Mac adalah ukuran informal daya beli paritas yang dipublikasikan oleh majalah The Economist. Indeks ini ngebandingin harga satu burger Big Mac McDonald's di berbagai negara untuk ngeliat apakah mata uangnya dinilai terlalu rendah (undervalued) atau terlalu tinggi (overvalued) terhadap Dolar Amerika Serikat (AS).
Konsepnya pake hukum satu harga (law of one price), teknisnya adalah jika kondisi ekonominya ideal, maka barang yang sama di negara berbeda seharusnya memiliki harga yang sama jika diukur dengan mata uang yang sama. Nah, penggunaan Big Mac ini dianggap sebagai barang yang baik untuk perbandingan ini karena dibuat dengan bahan-bahan yang relatif sama di banyak negara. Langsung ke contoh soalnya,
Anggaplah pada tahun tertentu:
Harga satu Big Mac di AS adalah $5.
Harga satu Big Mac di Indonesia adalah Rp 30.000.
Nilai tukar pasar (market exchange rate) saat itu adalah $1 = Rp 15.000.
Kita hitung nilai tukar yang seharusnya berlaku agar harga Big Mac sama di kedua negara.
Rumus: Nilai Tukar PPP = Harga Big Mac di Indonesia / Harga Big Mac di AS
Nilai Tukar PPP = Rp 30.000 / $5 = Rp 6.000 per $1.
Terus kita bandingin nilai tukar PPP sama nilai tukar pasar:
Nilai tukar pasar: $1 = Rp 15.000
Nilai tukar PPP: $1 = Rp 6.000
Karena nilai tukar pasar (Rp 15.000) jauh lebih tinggi daripada nilai tukar PPP (Rp 6.000), maka berarti rupiah dinilai terlalu rendah (undervalued) terhadap dolar AS.
Interpretasinya adalah, meskipun secara nominal $1 bisa dituker dengan Rp 15.000, daya beli yang setara dengan $1 di AS cuma perlu Rp 6.000 di Indonesia buat beli barang yang sama (Big Mac). Dengan kata lain, $1 AS membeli lebih banyak barang di Indonesia daripada di AS.
Gimana, udah pusing belum? Hahaha…
Gini, intinya PDB itu adalah indikator kesehatan ekonomi sebuah negara, kalo PDB tumbuh, peluang bisnis meningkat, perusahaan cenderung mencetak laba lebih besar, dan kepercayaan investor terhadap pasar saham ikut naik. Tapi kalo PDB loyo, aktivitas ekonomi juga loyo, laba berkurang, dan dampaknya? Harga saham juga ikut loyo. Sebagai contoh, waktu PDB Indonesia lagi naik, misalnya di atas 5%, biasanya saham-saham sektor konsumsi (kayak ritel, makanan, dan transportasi) ikut naik karena masyarakat punya uang lebih buat belanja. Sebaliknya, kalau PDB melambat, investor cenderung lebih hati-hati dan beralih ke saham-saham defensif seperti telekomunikasi atau energi.
Kamu bisa analisis PDB dengan membandingkan PDB dari waktu ke waktu, apakah tumbuh atau anjlok. Dan… sebenernya kamu gaperlu ngitung satu-satu komponen-komponen PDB, rumus-rumus perhitungan diatas cuma buat sekedar pengetahuan kamu aja, sekarang kalo mau nyari berapa total PDB Indonesia bisa kamu akses lewat situs resmi Badan Pusat Statistik (BPS).
SEMOGA BERMANFAAT, DYOR
SUPPORT SAYA MELALUI TIP JAR, BERAPAPUN AKAN SANGAT BERARTI🙏 🙏
$IHSG $BBCA $BBRI
OJK Bertemu World Bank, Bahas Rencana Kucuran Dana Investor Asing ke Pasar Modal RI
dalam pertemuan tersebut telah dirumuskan akan ada semacam investor group yang secara periodik berkomunikasi dengan regulator hingga pelaku usaha untuk mengalirkan dana segar ke perusahaan-perusahaan tercatat.
OJK dan SRO nantinya akan membantu para perusahaan tercatat untuk mengkomunikasikan dengan investor group dari world bank terkait rencana aksi korporasi yang akan dilakukan untuk memenuhi ketentuan free float 15 persen.
https://cutt.ly/Ntnq6Pns
$IHSG
#9 Investasi Sebagai Proses, Bukan Ajang Pembuktian
Saya pernah berada di fase di mana investasi terasa seperti panggung pembuktian diri. Setiap keputusan harus terlihat pintar, setiap hasil harus bisa diceritakan. Saya mengejar validasi—dari angka portofolio, dari pujian orang lain, bahkan dari diri sendiri. Ketika untung, ada rasa bangga berlebihan. Ketika rugi, ada dorongan untuk segera “membalas” pasar. Tanpa sadar, fokus saya bergeser: bukan lagi membangun hasil jangka panjang, melainkan membuktikan bahwa saya tidak salah.
Seiring waktu, saya mulai lelah dengan ritme itu. Terlalu banyak energi habis untuk menjaga citra, terlalu sedikit ruang untuk belajar. Saya menyadari bahwa investasi tidak pernah meminta kita tampil sempurna. Pasar tidak peduli siapa yang paling sering benar atau siapa yang paling lantang berbicara. Ia hanya menguji konsistensi. Di titik ini, saya mulai mengubah sudut pandang: investasi bukan kompetisi, melainkan proses berulang yang menuntut kesabaran dan kejujuran pada rencana sendiri.
Ketika saya berhenti menjadikan investasi sebagai ajang pembuktian, keputusan terasa lebih ringan. Saya tidak lagi memaksakan transaksi hanya agar terlihat aktif. Saya mulai menerima bahwa salah adalah bagian dari perjalanan, bukan noda yang harus segera dihapus. Evaluasi menjadi lebih jernih karena tidak dibebani ego. Fokus saya kembali ke hal-hal mendasar: tujuan, risiko yang bisa diterima, dan disiplin menjalankan rencana—hari demi hari.
Hari ini, hasil investasi saya mungkin tidak selalu spektakuler, tapi jauh lebih berkelanjutan. Ada ketenangan yang datang ketika kita tidak lagi berusaha membuktikan apa pun kepada siapa pun. Investasi menjadi rutinitas yang tenang, bukan arena pertarungan. Saya belajar bahwa kemajuan nyata sering kali sunyi—tidak perlu tepuk tangan, tidak perlu sorotan. Cukup proses yang dijalani dengan konsisten, dan hasil yang menyusul pada waktunya.
$IHSG $INDF $MYOR

🏆 76 Trades, 100% Win Rate: Seni Menunggu di Balik Layar 🏆
Banyak yang tanya, "Gimana cara jaga win rate tetap sempurna?" 🤔 Sebenarnya, rahasianya bukan di indikator ajaib, tapi di kedisiplinan membaca perilaku pasar (Market Behavior). 🧠📈
Berikut adalah strategi "Silent Sniper" yang saya gunakan:
1. 🛑 Anti-FOMO: Jangan Kejar Kereta di Puncak!
Kesalahan terbesar adalah beli saat IHSG lagi tinggi-tingginya atau saat running trade lagi ramai-ramainya.
• Rule: Saat market euforia, saya justru selektif atau wait and see.
• Behavior: Semakin tinggi harga, semakin besar tekanan profit taking. Saya nggak mau jadi "cuci piring" buat bandar. 🍽️❌
2. 🛒 Buy on "Fear," Sell on "Greed"
Saya fokus belanja saat market sedang diskon atau berada di area Support Kuat.
• Teknik: Cari saham yang fundamentalnya sehat tapi harganya "dibuang" karena sentimen sesaat. 📉➡️🛍️
• Prinsip: Beli saat merah, jual saat hijau pekat. Sederhana, tapi eksekusinya butuh mental baja! 💎🙌
3. 🛡️ Risk Management: Modal Adalah Nyawa
Kenapa bisa 0 Losses? Karena saya sangat ketat menjaga pintu keluar.
• Jika pergerakan harga tidak sesuai skenario awal, saya akan langsung keluar di harga modal (BEP) atau untung tipis sebelum berubah jadi rugi.
• Filosofi: Lebih baik kehilangan momentum daripada kehilangan modal. Capital preservation is key! 🔑💰
4. ⏳ Patience is a Virtue (Sabar Itu Cuan)
Kalau kalian lihat grafik saya, ada fase yang mendatar lama. Itu adalah masa MENUNGGU.
• Trading itu 10% Eksekusi, 90% Sabar. 🧘♂️
• Jangan paksa entry kalau market lagi nggak jelas (sideways tak berarah). Simpan peluru kalian buat momen yang benar-benar presisi! 🏹
Closing Thought:
Trading bukan soal seberapa sering kita klik tombol 'Buy', tapi seberapa berkualitas keputusan kita. Jadilah sniper, bukan machine gunner. 🔫🎯
(gw kasih watermark yang banyak biar gak di akuin win rate 100% gw)🚀
$IHSG $BULL $BUMI

udah gua nebak dan mention di forum jauh jauh hari kalau james jayadi beli $PART , tapi analis supportingnya ngebantah. bahkan si mbah james nya ngebantah di instagram
tp yah ga penting juga kan klo jadi bantah bantahan
cuma seneng isengin orang dan bikin meriah forum $IHSG aja gua sih wkwkwk
Halo Teman-teman Trader/Investor $IHSG
Pernah gak sih ngerasa market lagi "galau"?
.
Indeks naik turun di situ-situ aja (sideways), volume perdagangan sepi, atau malah merah terus (downtrend)?
.
Tapi anehnya, walau market lagi jelek, tangan rasanya "gatel" banget pengen klik tombol Buy. Hati-hati, itu jebakan!
Ada satu rahasia yang sering dilupakan trader pemula tapi selalu dipegang teguh oleh trader profesional: "Tidak trading adalah sebuah keputusan yang baik."
Berikut alasan kenapa Liburan Dulu adalah strategi terbaik saat market lagi tidak menarik:
.
1. Belajar dari Legenda: Jesse Livermore
Salah satu trader terhebat sepanjang masa, Jesse Livermore, pernah bilang:
> "Ada waktu untuk long (beli), ada waktu untuk short (jual), dan ada waktu untuk pergi memancing."
> Artinya, uang besar itu tidak didapat dari trading setiap hari, tapi dari menunggu (sitting). Menunggu sampai momennya pas dan probabilitas menangnya besar. Kalau market lagi choppy (ombak kecil tak beraturan), maksa trading cuma bikin modal habis dimakan Cut Loss tipis-tipis dan biaya broker.
.
2. "Cash is a King" (Uang Tunai adalah Raja)
Banyak yang panik kalau portofolionya isinya cuma cash (uang tunai), takut ketinggalan kereta (FOMO). Padahal, memegang cash saat market buruk itu adalah posisi strategis.
Kenapa? Karena saat market nanti "diskon besar-besaran" atau mulai rebound kencang, kamu punya peluru! Bayangkan teman-teman lain nyangkut di saham gorengan karena maksa trading hari ini, sementara kamu santai pegang cash siap serok di harga bawah. Cash memberikanmu ketenangan dan kekuatan.
.
3. Menjaga Modal Emosional
Trading itu 20% teknik, 80% psikologi. Kalau kamu maksa trading di market yang susah, kamu bakal stres, emosi labil, dan akhirnya melakukan "Revenge Trading" (balas dendam karena rugi).
Liburan, atau sekadar menutup aplikasi sekuritas selama beberapa hari, akan me-reset otak kamu. Saat kamu kembali nanti, pikiran lebih jernih, analisa lebih tajam, dan keputusan lebih objektif.
.
4. Jangan Jadi "Karyawan" Market
Kita trading saham biar bebas finansial dan waktu, kan? Kalau tiap hari harus mantengin layar padahal market lagi jelek, apa bedanya kita sama kerja rodinya market?
Jadilah seperti Sniper, bukan tentara yang nembak membabi buta. Sniper sabar menunggu targetnya jelas, baru tarik pelatuk. Kalau target (setup saham bagus) gak ada? Ya diam saja.
.
.
Kesimpulan:
Kalau hari ini atau minggu ini market lagi sepi, chart berantakan, dan sentimen negatif baiknya Tutup Laptop/HP mu.
Pergilah ngopi, main sama anak, olahraga, atau liburan tipis-tipis. Biarkan market menyelesaikan konsolidasinya. Nanti, saat "pesta" dimulai lagi, kita sudah siap dengan mental segar dan cash yang utuh.
Stay safe, protect your capital!

.
Sim salabim Indicator
Kalo baca indikator sim salabim sih ada angin segar besok,
ga tau sesegar apa,
dan berapa lama angin bertiup,
dan ga tau untuk maksud apa,
Kira2 gtu,
Tapi jangan expect berlebihan, mau buru2 balik modal ya mistihil, enak aja gratisan, rugi bandar 🤣
Beruntung bagi yg masih punya sisa kuota buat scalping, maksimalkan riset masing2 😁
$IHSG
📊 ANALISIS TEKNIKAL — $JAST (Daily)
1. Tren Utama 📈
Kondisi tren: Sideways / base
Struktur harga: Lower high terbentuk, higher low belum konsisten
➡️ Bias: 🟡 Netral cenderung sideways
📌 Harga masih bergerak di area base pasca spike
2. Moving Average (MA) 📐
Posisi harga:
🟡 Di sekitar MA pendek
🟡 Di sekitar MA menengah
🔴 Di bawah MA panjang
Susunan MA:
MA pendek ≈ MA menengah < MA panjang
➡️ Belum ada bullish alignment
📌 Area MA penting: 99 – 105
3. Momentum ⚡
Bollinger Band:
Harga bergerak di tengah band
➡️ Momentum lemah, cenderung konsolidasi
RSI:
±49
➡️ Netral, tidak ada tekanan beli/jual dominan
MACD:
Bearish tipis, histogram negatif kecil
➡️ Momentum turun melemah, potensi base
4. Volume 📊
Volume besar hanya saat spike sebelumnya
➡️ Distribusi pasca lonjakan
➡️ Volume saat ini rendah, belum ada minat kuat
5. Support & Resistance 🧱
🟢 Support
99
86
84
🔴 Resistance
108
132
6. Skenario Harga 🧭
🟢 Rebound teknikal
Jika bertahan di atas 99
➡️ Uji 108
🟡 Konsolidasi
Sideways 99–108
➡️ Base lanjutan
🔴 Gagal bertahan
Jika breakdown <99
➡️ Potensi turun ke 86
7. Strategi Entry 🎯
🟡 Buy on Weakness
Buy: 99 – 102
SL: <96
TP: 108 – 120
🔵 Buy Aman
Buy: close >108 (daily)
SL: <102
TP: 120 – 132
8. Manajemen Risiko 🛡️
⚠️ Saham masih fase base
📉 Gunakan porsi kecil
✂️ Ambil profit cepat di resistance
❌ Hindari entry saat volume tipis
9. Kesimpulan 🧠
🟡 $JAST masih sideways dengan momentum lemah
🟢 Peluang naik hanya jika tembus 108 dengan volume
✅ Area kunci berada di 99
DYOR
$IHSG

@Mhmmdrizalalfarizi demi menjaga sebuah nama harus ada dikorbankan., kalau ditelisik semua bubar aja $IHSG 🤣🥶
$IHSG
Forecast untuk $IHSG beberapa minggu ke depan : Melalui outlook gambar di bawah, $IHSG akan kembali ke range harga 8300 - 8500. Kita dapat simpulkan jika dilihat dari Analisa Teknikal, Market Saham Indonesia untuk beberapa minggu ke depan akan kembali membaik.
Keep Strong untuk semuanya. I believe, Market Saham Kita akan baik-baik saja.
Ini adalah Opini Pribadi saya. KEEP #DYOR

@dianputranto13
📊 ANALISIS TEKNIKAL — $LPPF (Daily)
Tren Utama 📈
Kondisi tren: Uptrend menengah
Struktur harga: Higher high & higher low masih terjaga
➡️ Bias: 🟢 Bullish terkontrol
📌 Harga masih bergerak di atas struktur naik utama
Moving Average (MA) 📐
Posisi harga:
🟢 Di atas MA pendek
🟢 Di atas MA menengah
🟢 Di atas MA panjang
Susunan MA:
MA pendek > MA menengah > MA panjang
➡️ Bullish alignment rapi
📌 Area MA penting: 1.850 – 1.770
Momentum ⚡
Bollinger Band:
Harga bergerak di mid–upper band
➡️ Momentum naik stabil, belum overextended
RSI:
±60
➡️ Bullish sehat, belum overbought
MACD:
Bullish tipis, histogram mendatar
➡️ Momentum naik melambat, rawan konsolidasi pendek
Volume 📊
Volume besar saat dorongan naik sebelumnya
➡️ Valid breakout
➡️ Volume saat ini menurun → fase konsolidasi sehat
Support & Resistance 🧱
🟢 Support
1.850
1.770
1.705
🔴 Resistance
1.925
2.000 (psikologis)
Skenario Harga 🧭
🟢 Lanjut naik
Jika bertahan di atas 1.850
➡️ Uji 1.925 → 2.000
🟡 Konsolidasi
Sideways 1.850–1.925
➡️ Akumulasi sebelum lanjutan
🔴 Gagal tren
Jika breakdown <1.770
➡️ Potensi koreksi ke 1.705
Strategi Entry 🎯
🟡 Buy on Weakness
Buy: 1.780 – 1.850
SL: <1.740
TP: 1.925 – 2.000
🔵 Buy Aman
Buy: close >1.925 (daily)
SL: <1.850
TP: 2.050 – 2.150
Manajemen Risiko 🛡️
⚠️ Sudah naik cukup jauh
📉 Entry bertahap lebih aman
✂️ Ambil profit sebagian di area 1.925
❌ Hindari FOMO dekat resistance psikologis
Kesimpulan 🧠
🟢 $LPPF masih bullish dengan struktur teknikal sehat
🟡 Waspadai konsolidasi jangka pendek
✅ Selama bertahan di atas 1.770, tren naik valid
DYOR
$IHSG