Index Harga Saham Gabungan
Indeks
Follow
9,075.41
▴ 42.82 (0.47)
As of Thu 16:14
478,724.80K
Volume
174,437.95K
Avg Volume
$IHSG
Tanggapan nya pak @WellsonLo soal Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-26/PJ/2025 terbaru, saya awam soal tersebut, karena setahu saya semua potongan sudah tertera setiap melakukan transaksi jual beli saham (via sekuritas) dan deviden itu sendiri...
#diskusi sehat ya kawan²
(yg lain boleh jawab yg tahu perpajakan/konsultan)
“Greenland: Pulau Es yang bisa Membakar NATO dari Dalam!” - Geopolitik NATO 🗺️
Greenland bukan sekadar “pulau es.” Lokasinya di Atlantik Utara membuatnya menjadi titik geopolitik kritis strategis untuk pengawasan jalur laut dan udara antara Amerika Utara dan jalur Eropa 🚧 🛑
Amerika Serikat pernah menunjukkan keinginan kuat untuk mengamankan atau bahkan mengambil alih kontrol Greenland dari Denmark. Namun, langkah itu bisa mengoyak hubungan dalam NATO karena Denmark dan sekutu Eropa lainnya menyuarakan tidak setuju dan melihatnya sebagai bentuk dominasi kekuatan besar terhadap kedaulatan aliansi internal NATO!
"... (dibalik tirai) Sumber daya & potensi ekonomi - Greenland memiliki cadangan bahan mentah besar yang belum dieksploitasi, termasuk mineral strategis untuk teknologi masa depan. Status ini membuat pulau ini bukan hanya penting secara militer, tapi juga bakal diperebutkan ekonomis" akhirnya pecah pertempuran.
Di lain sisi terdapat diskusi di beberapa negara Eropa mengenai kemungkinan penempatan pasukan NATO di Greenland untuk menjaga keamanan kawasan dan mencegah konflik internal aliansi. Kalau satu negara dalam aliansi besar seperti AS memaksakan agenda geopolitiknya, itu bisa memicu perpecahan politis dalam NATO & membakar NATO dari dalam potensi konflik internal berujung pada pertarungan kontrol penuh-geopolitik terhadap Greenland!
🧐 Greenland, hari ini.
✓ posisi militer
✓ sumber daya ekonomi
Ini bukan soal Denmark. Ini soal AS 🗽
Mari jujur, Greenland itu asset strategis (radar, missile early warning, Arctic route, rare earth). AS berpikir seperti majority shareholder: kalau aset kritikal, harus di bawah kendali langsung. Sebaliknya, Denmark berpikir seperti legacy partner: punya saham kecil tapi sah secara hukum. Konflik ini bukan ideologis, tapi governance dispute. Boardroom, bukan BATTLEFIELD Namun, ntah esok WW3 the begin 🤜🤛
"... AS vs Denmark/NATO, terburuk aliansi bisa retak jika dominasi satu anggota dipaksakan/ bahkan memaksakan"
Dalam krisis nyata, AS tetap sebagai 'primus prime-nya' inter-pares, bukan equal partner.
"... Suka, tidak suka!", Trumps said!
👉 AS = pengendali arah, Optimus prime!
👉 Sekutu = penyeimbang (auto-Bot 🤦♂️)
https://cutt.ly/9tk28kC8
https://cutt.ly/4tk28j17
AS (Zionis) siap baku-hantam, Iran!
https://cutt.ly/Jtk28kev
$XAU $BTC
$IHSG

yang uda masuk $MINA di 222
jangan lupa follow dan pantau terus postinganku...
$IHSG semoga kita cuan semua
$DADA semoga yang nyangkut akan kejemput di minggu depan

REPOST & Opini - 📊 Proyeksi Ekonomi RI oleh Bank Dunia. Judul: Bank Dunia Upgrade Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 🗣️
Source https://stockbit.com/post/26648735
📈 Highlight Utama
Bank Dunia menaikkan angka proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia periode 2025–2027, sekitar +0,2–0,3 poin dalam persentase-nya dibandingkan Juni 2025!
🔍Proyeksi pertumbuhan,
➡️ 2025 : 5,0%
➡️ 2026 : 5,0%
➡️ 2027 : 5,2%
Naik dari proyeksi, Juni 2025!
🧐 Pembanding target pemerintah,
✓ APBN 2026 menargetkan 5,4%
✓ Bank Indonesia menargetkan 5,3% YoY
Proyeksi Bank Dunia, moderat!
Akar dorongan pertumbuhan,
✓ Stimulus fiskal pemerintah tetap kuat.
✓ Investasi domestik & asing diperkirakan tumbuh, meski investasi swasta region EAP (East Asia & Pacific) agak lemah.
🗃️ Data realisasi investasi 4Q25
✓ Realisasi mencapai Rp496,9 Triliun (+9,7% YoY, +1,1% QoQ)
➡️ Total realisasi investasi 2025: Rp1.931,2 Triliun (+12,7% YoY) melampaui target tahunan Rp1.905,6 Triliun.
🎯 Target investasi 2026: Ditetapkan di Rp2.175 T (+13% YoY vs 2025).
Simpulan sementara "sentimen makro jadi ringan-positif!"; Bank Dunia optimis bahwa pertumbuhan RI tetap solid di kisaran 5%+ untuk 3 tahun ke depan 2026-2027
Target pemerintah lebih agresif daripada proyeksi Bank Dunia, tapi proyeksi tetap sejalan tren stabil ekonomi domestik.
Bursa $IHSG kemungkinan mendapat support dari ekspektasi pertumbuhan domestik yang stabil. Sektor yang mungkin diuntungkan yakni bank (berasal kredit & konsumsi), konsumer, infrastruktur, dan saham-saham yang sensitif terhadap peningkatan investasi tentunya.
Risiko yang perlu dicatat adalah "... proyeksi global EAP yang melambat bisa menekan foreign flow ke emerging markets termasuk Indonesia; jadi bias tetap prudent" ✍️
lanjut, next Up!
Opini, tanpa basa-basi 🙎♂️
"... tentunya, ini bukan kabar spektakuler. Ini kabar stabil. Dan di pasar, stabil itu $XAU"
1️⃣ Upgrade Bank Dunia, itu Validasi, bukan katalis! Kenaikan proyeksi +0,2–0,3% itu bukan game changer. Ini lebih ke “iya, Indonesia masih waras” di tengah kondisi ekonomi makro-geopolitik sedang GILA 🤪
Pasar sudah pricing-in growth 5%. Jadi jangan berharap IHSG langsung lompat kegirangan. Dan, 👉 Bottom line: ini confirmation signal, bukan buy trigger.
🌊 BE CAREFULY always!
2️⃣ Gap dengan target pemerintah itu sinyal kehati-hatian (no drama; apalagi, no drop)
Pemerintah: Optimistis (5,3–5,4%)
Bank Dunia: Realistis (±5,0%)
Artinya? 'Fiskal masih kerja keras!'
Global, tidak sepenuhnya mendukung.
"... Ini sih, klasik! Pemerintah jual mimpi, multilaterals jual angka" Ironi 😩
3️⃣ Investasi naik, tapi kualitasnya kunci dan Angka Rp1.931 Triliun itu sangat besar
"... amazing 🕺💃", terlihat wauw gitu!
Pertanyaannya bukan berapa, tapi masuk ke sektor produktif atau proyek padat papan nama? Multiplier effect ke konsumsi dan kredit belum tentu simetris. Kalau investasi larinya ke sektor dengan ROIC rendah, pasar saham cuma dapat headline, bukan EPS-nya!
4️⃣ Implikasi ke pasar saham
"... tentunya selektif!", bukan borong.
Dengan makro begini,
❌ Bukan waktunya all-in indeks
✅ Waktunya stock picking disiplin
Yang logis diuntungkan, who's❓
✓ Big Bank dengan CASA kuat dan manajemen risiko ketat (mereka).
✓ Konsumer defensif dengan pricing power
✓ Infrastruktur yang cash flow-based, bukan janji masa depan (jual gambar; jual cerita).
Yang perlu diwaspadai,
by all of us! hiks... 🫣
"... saham “cerita investasi” tapi laba masih puisi. Owner/emiten-nya yang hidup dari subsidi sentimen makro (aji mumpung)"
https://cutt.ly/3tk0ZuRO
Indonesia Baik-Baik saja, semoga!
https://cutt.ly/4tk0ZyjC
@makroIndonesia @BankDuniaoptimis
@sahamceritainvestasi @ownerngemis
$USDIDR

WTB saham TIRT
yg lagi BU cepet, bisa DM gua.
Harga 500/Lembar
ada dana 50 Juta - 100 Juta
*Note: Screenshoot RDN bukti kalo gua bakal menyanggupi transaksi nya, bukan hanya WTB WTB an doang. jadi silahkan DM gua.
$TIRT $IHSG $MKNT

selamat berlibur semua ..
nanti saya mau share saham bagger bagger .. gmana ?
ketik "mau" kalau kalian mau saya posting saham bagger bagger 😁
$IHSG
@Satsetlah ATH $ISAP-W di 49 smoga aja bisa tembus di 33 dulu, buat yang sudah masuk di 15 jgn lupa follow dan pantau terus postingan ku $IHSG
$DADA turun aja dulu yuk ke 50 biar cepat match hehe

$ZATA AKU NGGA NGEH TIBA TIBA KAMU LANGSUNG ADA DI ATASNYA $BELL YANG SEBELUM NYA MASUK SCREENER DULUAN
RT $IHSG

$IHSG - Delta Force dan Portofolio Kita: Catatan tentang Ilusi Kendali
Pagi itu, kita terbangun seolah-olah masuk ke dalam adegan film yang salah. Layar ponsel mendadak penuh dengan berita yang sulit dipercaya; pasukan elite bergerak dalam senyap, sistem pertahanan Venezuela lumpuh total, dan Nicolás Maduro ditangkap begitu saja. Sosok yang selama ini terlihat tak tergoyahkan oleh sejarah itu kini jatuh, layaknya karakter video game yang kehabisan nyawa.
Dunia seakan menahan napas secara kolektif. Sementara pemerintah berbagai negara sibuk berdebat, para analis geopolitik mulai berbicara dengan nada dramatis, mirip narator dokumenter yang terlalu menghayati perannya. Di sisi lain, media sosial berubah menjadi mesin yang tidak pernah tidur. Ia menjadi pabrik gelap yang memproduksi humor, ketakutan, hingga teori konspirasi secara massal. Ada ironi yang getir dalam hidup kita hari ini: sebuah tragedi kemanusiaan yang besar sering kali hanya berakhir menjadi konten yang kita geser di layar ponsel, tepat di samping cangkir kopi pagi kita.
Di tengah hiruk-pikuk itu, saya menyadari ada satu pola yang terasa sangat akrab. Operasi militer yang sangat serius tersebut tiba-tiba terasa dekat dengan dunia yang lebih personal, yaitu investasi dan trading saham. Keduanya sama-sama sebuah tarian dengan ketidakpastian; sebuah upaya untuk menangkap momen yang tepat di tengah bisingnya informasi.
Delta Force bergerak berdasarkan intelijen selama bertahun-tahun melalui riset yang telaten, simulasi yang kejam, serta kesiapan mental untuk menghadapi variabel yang tidak terduga. Seorang trader yang waras pun idealnya punya fondasi yang sama, yakni analisis yang matang, disiplin yang keras, dan kesadaran bahwa pasar tidak akan pernah peduli pada ego siapa pun. Bedanya hanya terletak pada dampaknya. Ketika pasukan elite gagal, arah sejarah dunia bisa berubah. Namun, ketika kita yang gagal dalam trading, biasanya hanya isi rekening dan suasana hati yang berubah arah. Meski bagi sebagian orang, kerugian itu sudah terasa seperti kiamat kecil dalam hidup mereka.
Coba bayangkan suasana di dalam ruang perencanaan operasi itu. Ada layar-layar dingin dan peta digital dengan titik merah yang berdenyut layaknya urat nadi risiko. Di sana, profil psikologis target dikaji dengan sangat teliti, bahkan lebih detail daripada sebuah audit keuangan. Setiap gerakan dihitung hingga satuan milimeter, dan setiap skenario diuji sampai ke titik yang paling tidak nyaman.
Sekarang, coba pindahkan suasana tegang itu ke ruang kerja seorang trader retail. Biasanya hanya ada satu monitor untuk melihat grafik, satu untuk memantau berita, dan satu lagi untuk melihat grup WhatsApp yang isinya orang-orang yang terdengar sangat yakin namun jarang mau bertanggung jawab. Di sana, mereka yang panik sibuk bertanya apakah harus beli atau jual, sementara mereka yang bicaranya paling lantang biasanya justru tidak punya posisi apa-apa di pasar.
Sebenarnya, baik pasukan elite maupun trader sama-sama sedang mencari pola di tengah kekacauan. Keduanya berusaha menangkap masa depan sedetik lebih cepat dari orang lain. Perbedaannya hanya terletak pada skala dan konsekuensinya. Operasi militer ditopang oleh miliaran dolar dan reputasi negara, sedangkan trader retail biasanya bertumpu pada uang tabungan, rasa takut, dan mimpi-mimpi yang belum rela untuk bangun.
Risiko adalah bahasa yang mereka pahami bersama. Saat Maduro jatuh, harga minyak mulai bergejolak, nilai mata uang bergetar, dan pasar keuangan global pun merasakan getaran dari pusat gempa yang jauh itu. Dunia investasi punya nama yang terdengar rapi untuk menggambarkan kegelisahan tersebut, yaitu volatilitas geopolitik. Istilah ini terdengar sangat klinis dan ilmiah, padahal di baliknya ada kenyataan yang sangat nyata. Hidup jutaan orang bisa berubah seketika hanya karena beberapa orang di ruang tertutup mengambil keputusan yang mereka anggap masuk akal.
Ironisnya, banyak dari kita yang justru lebih panik saat melihat portofolio berwarna merah ketimbang mendengar kabar konflik yang merenggut nyawa manusia di belahan dunia lain. Pada akhirnya, angka-angka di layar itu bukan lagi sekadar representasi nilai uang. Ia sering kali menjadi topeng yang perlahan-lahan menyembunyikan rasa empati kita terhadap sesama.
Pertanyaan mengenai etika pun muncul dengan sudut pandang yang berbeda-beda. Dunia mulai memperdebatkan apakah kedaulatan sebuah negara boleh dilanggar demi apa yang mereka sebut sebagai stabilitas global. Di pasar saham, kita sebenarnya menghadapi pertanyaan yang serupa: apakah insider trading hanyalah bentuk lain dari intelijen premium? Dan apakah manipulasi pasar benar-benar berbeda dari manuver politik? Di balik semua analisis yang terlihat canggih, ada pertanyaan kuno yang selalu tersisa. Saat keuntungan sudah ada di depan mata, sejauh mana manusia rela membengkokkan aturan?
Dalam sebuah perang, taruhannya adalah nyawa manusia. Sementara di pasar keuangan, nyawa itu mungkin menjelma dalam bentuk angka-angka yang dingin. Namun, kita tidak boleh lupa bahwa di balik deretan angka itu, ada biaya sekolah anak, tabungan untuk hari tua, serta rasa aman yang nilainya tidak bisa diukur dengan uang.
Pada akhirnya, pasar adalah cermin yang paling jujur untuk melihat psikologi kita secara kolektif. Setiap ada berita besar, muncul dua kutub ekstrem yang saling berhadapan, yaitu mereka yang menjual karena panik, dan mereka yang pura-pura tenang padahal telapak tangannya sudah basah karena cemas. Sering kali kita merasa sedang membaca data yang objektif, padahal sebenarnya yang sedang kita tatap adalah rasa takut dan keserakahan kita sendiri yang kebetulan dibingkai dalam bentuk grafik.
Hal ini tidak jauh berbeda dengan dunia geopolitik. Segala kerumitan itu tampak seperti permainan strategi antarnegara yang canggih, padahal sejatinya ia hanyalah panggung besar yang mempertontonkan ego, ambisi, dan kecemasan manusia dalam skala yang raksasa.
Kadang saya membayangkan kemungkinan yang terdengar aneh; bagaimana jika konflik internasional diselesaikan seperti sebuah penggabungan perusahaan atau merger? Bukannya mengirim tentara, kita justru mengirim auditor. Bukannya menyiapkan rudal, kita menyiapkan tabel spreadsheet. Dalam skenario ini, negosiasi bukan lagi soal perebutan wilayah, melainkan soal valuasi untuk menentukan berapa harga yang pantas bagi sebuah kompromi.
Mungkin terdengar lebih damai, tapi bisa jadi sebenarnya jauh lebih sinis. Sebab, ketika segala sesuatu hanya dilihat sebagai angka, kita perlahan akan kehilangan kemampuan untuk marah terhadap ketidakadilan. Kita bisa kehilangan kepedulian, bahkan kehilangan sisi manusiawi yang seharusnya membuat kita lebih bermakna daripada sekadar kalkulator berjalan.
Di sinilah pelajaran terbesarnya muncul. Baik Delta Force maupun pergerakan saham sama-sama mengingatkan kita bahwa kontrol hanyalah sebuah ilusi yang sering kita rawat dengan penuh keyakinan. Pasukan yang paling terlatih sekalipun bisa gagal hanya karena satu variabel kecil yang luput dari pantauan. Begitu pula analis yang paling cemerlang, mereka bisa saja salah karena dunia sering kali menolak untuk tunduk pada rumus-rumus buatan manusia.
Oleh karena itu, hal yang benar-benar penting sebenarnya bukanlah kemampuan kita untuk memprediksi masa depan, melainkan kemampuan kita untuk meresponsnya. Ini bukan soal siapa yang paling tahu segalanya, melainkan soal siapa yang paling siap menghadapi kenyataan bahwa kita tidak akan pernah bisa mengetahui segalanya.
Mungkin inilah bentuk kedewasaan di zaman yang bergerak terlalu cepat, yaitu mengakui bahwa kita hampir selalu terlambat memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi. Saat dunia terus berlari, kita berusaha mengejarnya dengan napas yang tersisa setengah, dan justru di dalam momen ketertinggalan itulah sisi kemanusiaan kita berdiam. Kita bukanlah algoritma. Kita adalah makhluk yang masih butuh waktu untuk merasa ragu, untuk merenung, untuk jatuh, lalu pelan-pelan belajar menerima kenyataan.
Jadi, ketika esok hari pasar tiba-tiba berguncang atau dunia kembali melakukan sesuatu yang tidak masuk akal, ingatlah satu hal. Yang kita investasikan sebenarnya bukan hanya uang, tetapi juga sikap. Pasukan elite membutuhkan latihan selama bertahun-tahun hanya untuk satu momen krusial. Hidup kita pun serupa; semua bacaan, kegagalan-kegagalan kecil, tawa pahit saat harus menerima kerugian, hingga kerendahan hati untuk mengakui kesalahan adalah latihan untuk menghadapi saat di mana segalanya mendadak berubah.
Ketika momen itu benar-benar datang, mungkin kita akan tetap terlambat memahami apa yang terjadi. Namun, setidaknya kita tidak akan gagap dalam merespons. Sebab pada akhirnya, investasi terbesar kita bukanlah pada portofolio yang dipantau setiap detik, melainkan pada keheningan batin yang tetap tenang meskipun dunia sedang berteriak.
Jadilah mercusuar, bukan sekadar perahu yang terombang-ambing. Dan pagi itu, ketika layar ponsel kembali penuh dengan kekacauan, mungkin kopi kita sudah mendingin, tetapi pikiran kita akhirnya benar-benar terbangun.
$MEDC $PGAS

$BUMI maaf dlu sebelumnya, izin pendapat pribadi, lupada yakin bumi bakalan ke 1000? , kok g ragu ya, oke dari kmrn pada bilang si chengdong keluar gpp2, tapi yg nampungin banyak bngt XL, barang centong ini blm abis loh, nanti ampe abis keluar smua, yakin masi bisa angkat lagi? Ud pada full muatan juga kali menurut saya, dan ini saham luar biasa berat , sedangkan dia ud capai kok syarat msci diharga 312, dan saya rasa juga ud banyak contoh kan, kayak cuan dlu, abis masuk msci harganya ga kemana2 juga $DEWA $IHSG
#dyor ga ajak lu jual beli, hanya pendapat pribadi saja, kalo salah mohon dibenarkan bukan menebar fear, mudahan aaja ga tembus 400 ini saham

untuk day trade saya posting senin ya, ingat jangan percaya siapapun di market ini hanya analisa pribadi saya selebihnya tetap di analisa sendiri lagi bukan ajakan, jual/beli🙏
random tag
$ARCI, $IHSG, $BUVA
9xxx $IHSG
Kesimpulan Rekomendasi saham hari ini (ARCI, IBFN, MTEL)
#
ARCI Opening 1950
High Price 1950 (0%)
Low Price 1875 (-3,85%)
Penutupan 1900 (-2,56%)
#
IBFN (fca) Opening 138
High Price 138 (0%)
Low Price 128 (-7,25%)
Penutupan 128 (-7,25%)
#
$MTEL Opening 610
High Price 615 (0,82%)
Low Price 595 (-2,46%)
Penutupan 614 (0,82%)
Mohon maaf rekomendasi saham hari ini tidak terlalu baik.
Tetap optimis, gunakanlah uang dingin, dan sediakan likuid untuk persiapan guncangan ATH
Another Tag $BBRI
$RLCO Sini kang ojol absen dulu, siapa yang masih hold dari ipo? Kalo memang masih banyak, bolehlah kita bikin reuni akbar tipis2 di monas 😅
$IHSG $BUMI

$IHSG
Berikut adalah daftar saham pilihan JPMorgan untuk tahun 2026 berdasarkan klasifikasi kapitalisasi pasarnya:
Saham Kapitalisasi Besar (Large Cap)
BBCA – PT Bank Central Asia Tbk
ASII – PT Astra International Tbk
ICBP – PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
GOTO – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk
ANTM – PT Aneka Tambang Tbk
Saham Kapitalisasi Kecil & Menengah (Small & Mid Cap)
ISAT – PT Indosat Tbk
EMTK – PT Elang Mahkota Teknologi Tbk
JSMR – PT Jasa Marga Tbk
MAPI – PT Mitra Adi Perkasa Tbk
PWON – PT Pakuwon Jati Tbk
Anda dapat memantau pergerakan harga real-time saham-saham di atas melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia (IDX).
bukan ajakan beli selalu analisa mandiri
baca disini:
https://cutt.ly/vtkN2aJp
$KBLI Perseroan fokus beroperasi di sektor wire & cable manufacturing, menyediakan infrastruktur kabel untuk utilitas, industri, dan konstruksi. Permintaan yang stabil sejalan dengan kebutuhan power infrastructure, telecommunications, dan proyek energi.
"... kebutuhan industri kabel & kawat listrik/telekom, infrastruktur utilitas puluhan tahun"
Kinerja pendapatan & EPS menunjukkan pertumbuhan signifikan setahun terakhir. Fundamental solid: ROE positif, net cash, dan rasio utang minimal. Growth + value combo, menarik untuk value tilt, namun yang perlu konfirmasi continued demand di Q1/Q2 2026. KBLI adalah profil value + dividend play yang kuat dari sisi fundamental, namun belum terkonfirmasi sebagai re-rating/smart money, menunggu pasar mengapresiasinya 🤷♂️
"... ini bukan core momentum stock, melainkan asset value dengan edge pendapatan stabil dan yield kuat, cocok alokasi value tilt/income bucket, tapi perlu katalis nyata diposisikan growth core"
🏗️ Bisnis & Fundamental
✓ Bisnis nyata, bukan janji Slide PPT-Produk kabel akan selalu dibutuhkan selama listrik masih mengalir, (pusat) data masih dikirim, pemerintah masih suka proyek digitalisasi.
✓ Balance sheet sehat, cash flow jalan, tidak ada tanda Owner nekat atau cari sensasi.
➡️ Ini Bisnis Survivable, bukan disruptor.
📉 Kenapa Harga tidak Terbang❓
Karena pasar itu hedonis. Tidak ada: Narasi AI, ESG bombastis, CEO panggung TED Talk, dan influencer pumping. News flow sepi, Smart money belum terlihat agresif 😮💨
“Bagus sih… Iya, tapi nanti saja.” $CCSI
Dan, “nanti saja!” @digital2045
https://cutt.ly/btkMuqqq
INTERNET RAKYAT 📡🛰️
https://cutt.ly/ztkMy6DT
https://cutt.ly/vtkMuquV
$IHSG

BAHAYA! 90% Pemula Rugi Gara-Gara Nggak Ngerti Ini! Fundamental vs Teknikal Exposed
Guys, lo tau nggak sih kenapa 9 dari 10 pemula main saham itu LOSS? Bukan karena mereka sial, tapi karena mereka beli saham tanpa analisa sama sekali! Cuma modal "kata temen", "kata influencer", atau "feeling aja". Terus pas rugi, mereka bilang "Saham itu judi!" Padahal yang salah tuh cara mereka! Makanya di artikel ini gue bakal expose dua senjata utama yang WAJIB lo kuasai: Analisa Fundamental dan Teknikal!
Analisa Fundamental itu kayak lo lagi mau beli rumah. Lo pasti cek dulu kan kondisi rumahnya gimana? Fondasinya kuat nggak? Lokasi strategis nggak? Harga jualnya wajar nggak? Nah, sama! Di saham, lo harus cek kondisi perusahaannya: laba rugi gimana, utangnya banyak nggak, pertumbuhan bisnisnya stabil nggak. Lo baca laporan keuangan, liat rasio-rasio kayak PER, PBV, ROE. Ini buat mastiin lo beli saham perusahaan yang SEHAT, bukan bangkrut!
Sekarang yang lagi viral di kalangan trader muda tuh Analisa Teknikal. Ini lebih ke ngebaca grafik harga saham, pattern candlestick, support-resistance, dan indikator-indikator kayak RSI, MACD, Moving Average. Lo nggak peduli perusahaannya bagus atau jelek, yang penting lo bisa prediksi harga bakal naik atau turun berdasarkan pola historis. Ini cocok buat lo yang suka trading jangka pendek, cari momentum!
Nah, yang BAHAYA tuh kalo lo cuma pake salah satu aja! Pake fundamental doang tanpa teknikal? Lo bisa beli saham perusahaan bagus tapi di timing yang salah, harganya lagi di puncak. Rugi deh. Pake teknikal doang tanpa fundamental? Lo bisa profit jangka pendek, tapi kalo tiba-tiba perusahaannya bangkrut atau kena skandal, AMBYAR total! Banyak banget kasus investor yang kejebak saham gorengan gara-gara cuma liat grafiknya aja tanpa cek fundamentalnya.
Yang paling JOSS tuh combine keduanya! Lo pake fundamental buat pilih saham perusahaan yang bagus, terus pake teknikal buat timing kapan lo masuk dan keluar. Misalnya lo udah riset BBRI fundamentalnya solid, terus lo tunggu momentum yang tepat pake analisa teknikal buat beli. Double protection, double profit! Ini strategi yang dipake sama pro trader dan investor sukses.
$IHSG $CDIA $DADA
Blue Chip vs Saham Gorengan: Kenapa Lo Harus Hati-Hati Sama Saham Murah!
Guys, lo pasti pernah denger kan istilah "saham gorengan"? Atau mungkin lo pernah liat saham yang harganya cuma Rp50-Rp200 per lembar terus mikir "Wah murah nih, gue beli banyak aja deh!" STOP! Sebelum lo terjebak, gue jelasin dulu nih bedanya saham blue chip sama saham gorengan!
Saham blue chip itu saham perusahaan besar yang udah established dan punya fundamental kuat. Contohnya BBCA, BBRI, TLKM, ASII, UNVR, dan kawan-kawannya. Perusahaan-perusahaan ini udah puluhan tahun beroperasi, punya produk yang dipake jutaan orang, dan rutin cuan. Makanya harga sahamnya mahal, bisa ribuan sampe puluhan ribu per lembar. Tapi yakin lah, ini investasi yang relatif aman buat jangka panjang.
Nah, saham gorengan itu saham yang pergerakannya nggak wajar dan sering dimanipulasi bandar. Ciri-cirinya: harganya super murah (di bawah Rp500), volumenya tiba-tiba melonjak, terus harganya naik drastis dalam hitungan hari tanpa alasan yang jelas. Setelah itu? JEBLOK! Turun bebas dan banyak yang kejebak jadi "investor kandang ternak" alias beli di harga tinggi terus nggak bisa jual karena nggak ada yang mau beli.
Yang lagi rame sekarang tuh banyak newbie yang ketipu promo saham gorengan di Telegram atau Twitter. Ada yang bilang "Saham XYZ mau naik 500%! Buruan beli!" Terus banyak yang FOMO, beli deh tanpa riset. Eh taunya kejebak, uangnya застрял (nyangkut) di saham yang nggak likuid. Jangan percaya rekomendasi saham dari sembarang orang, apalagi yang janji-janji cuan gede dalam waktu singkat. Itu red flag banget!
Memang sih, ada yang berhasil dapet profit gede dari saham gorengan. Tapi mereka itu udah expert, tau kapan masuk dan keluar. Kalo lo masih newbie, better fokus ke blue chip dulu. Belajar dasarnya, pahamin cara baca laporan keuangan, analisa fundamental. Setelah lo confident dan ngerti risikonya, baru deh kalo mau nyobain saham gorengan. Tapi tetep pake uang dingin ya, uang yang lo siap ikhlasin hilang!
$IHSG $CDIA $RLCO
Capital Gain vs Dividen: Lo Tim Jual-Beli atau Tim Sabar? Ini Bedanya!
Guys, di dunia saham itu ada dua cara utama lo bisa dapet cuan: lewat capital gain atau dividen. Nah, banyak yang bingung nih, mending fokus ke yang mana? Lo tim yang suka jual-beli cepet, atau tim yang sabar nunggu dividen masuk? Yuk gue bedah!
Capital gain itu untung dari selisih harga jual dan beli saham. Gampangnya gini: Lo beli saham BBRI harga Rp5.000 per lembar, terus lo jual pas harganya udah Rp6.000. Nah, selisih Rp1.000 itu yang namanya capital gain! Kalo lo beli 10 lot (1.000 lembar), berarti lo untung 1 juta! Enak kan? Tapi ya, kalo harganya malah turun jadi Rp4.000 terus lo jual, ya lo rugi (capital loss). Risk and reward!
Yang lagi hype di kalangan anak muda sekarang tuh trading atau scalping buat dapetin capital gain. Mereka beli pagi, jual siang. Beli hari ini, jual besok. Pokoknya cari momentum buat ambil profit cepet. Ada yang sampe bisa dapet 5-10% profit dalam sehari! Tapi inget, ini butuh skill analisa teknikal, timing yang pas, dan mental yang kuat. Nggak semua orang cocok jadi trader, karena stressnya gede dan butuh waktu nge-monitor market terus.
Beda sama strategi dividen yang lebih santuy. Lo beli saham perusahaan yang bagus, hold jangka panjang, terus tiap tahun dapet dividen. Nggak perlu pusing mikirin harga naik-turun tiap hari. Yang penting perusahaannya sehat dan rutin bagi dividen. Ini cocok buat lo yang sibuk kerja atau kuliah, nggak sempet ngecek grafik tiap jam. Strategi Warren Buffett banget ini mah!
Nah, sebenarnya lo bisa combine dua-duanya loh! Misalnya 70% portfolio lo isi saham dividen buat long term, 30% sisanya buat trading cari capital gain. Jadi lo dapet passive income dari dividen, plus bonus profit dari trading. Tapi inget, jangan sampe yang 30% buat trading malah abis gara-gara loss terus. Money management is key!
$IHSG $BUMI $DEWA
Dividen itu Apa Sih? Kok Bisa Dapet Duit Gratis Tiap Bulan? Ini Rahasianya!
Guys, lo pasti sering denger istilah "passive income" kan? Nah, salah satu cara dapetin passive income dari saham itu lewat DIVIDEN! Bayangin deh, lo cuma duduk manis pegang saham, eh tiba-tiba masuk duit ke rekening. Enak banget kan? Tapi tunggu dulu, sebelum lo excited kebangetan, gue jelasin dulu nih apa itu dividen!
Dividen itu basically bagi-bagi keuntungan perusahaan ke para pemegang saham. Jadi gini logikanya: Misalnya lo punya saham Bank BCA, nah BCA kan tiap tahun dapet untung gede tuh dari bisnis perbankannya. Nah, sebagian dari keuntungan itu dibagiin ke lo sebagai pemegang saham. Makin banyak saham yang lo pegang, makin gede juga dividen yang lo dapet. Simple kan?
Yang lagi rame di Indonesia tuh saham-saham raja dividen kayak BBCA, BBRI, BMRI, UNVR, dan TLKM. Perusahaan-perusahaan ini rutin banget bagi dividen tiap tahun, bahkan ada yang kasih dividen interim (sementara) juga. Makanya banyak investor yang strateginya "buy and hold" saham-saham ini, ngejar passive income dari dividen. Ada yang sampe bisa dapet puluhan juta per tahun loh cuma dari dividen! Tapi ya emang modalnya juga udah gede sih.
Tapi inget ya, nggak semua perusahaan bagi dividen! Ada perusahaan yang lebih milih reinvest keuntungannya buat ekspansi bisnis daripada dibagi ke pemegang saham. Contohnya perusahaan teknologi atau startup yang lagi growth phase, mereka lebih fokus ngembangin bisnis dulu. Jadi jangan expect semua saham yang lo beli bakal kasih dividen ya!
Terus, dividen itu kena pajak 10%. Jadi misal lo dapet dividen 1 juta, yang masuk ke rekening cuma 900 ribu. Tapi tetep worth it kok! Dan satu lagi yang penting, dividen itu nggak jamin harga saham lo naik. Malah biasanya pas tanggal ex-dividen, harga saham turun sekitar nilai dividen yang dibagikan. Tapi buat long term investor, ini nggak masalah karena tujuannya emang ngejar passive income jangka panjang.
$IHSG $BUMI $DEWA
Lo Kira Main Saham Harus Modal Ratusan Juta? Salah Besar!
Guys, mitos paling gede tentang saham itu adalah lo butuh duit banyak banget buat mulai. Banyak yang mikir, "Ah main saham mah buat orang kaya aja, gue mana mampu!" Padahal, fakta di lapangan tuh beda banget! Sekarang lo bisa mulai investasi saham cuma dengan modal 100 ribu rupiah aja. Iya, seratus ribu! Harga sejumbo Indomie di minimarket!
Jaman sekarang, berkat teknologi dan aplikasi sekuritas online, barrier to entry-nya udah super rendah. Dulu emang ribet, lo harus dateng ke kantor sekuritas, isi formulir panjang, terus minimal deposit-nya jutaan. Sekarang? Tinggal download aplikasi kayak Ajaib, Stockbit, Bibit, atau sekuritas lainnya, verifikasi KTP, transfer minimal 100 ribu, dan boom! Lo udah bisa beli saham. Gampang banget kan?
Nah, yang sering bikin orang bingung tuh sistem lot di saham Indonesia. Jadi gini, lo nggak bisa beli saham satuan kayak beli permen. 1 lot itu = 100 lembar saham. Misalnya harga saham Bank BCA lagi Rp10.000 per lembar, berarti lo butuh Rp1 juta buat beli 1 lot (100 lembar x Rp10.000). Tapi tenang, banyak kok saham yang harganya cuma ratusan atau ribuan rupiah per lembar. Jadi dengan modal 100 ribu, lo masih bisa beli saham-saham tertentu!
Yang lagi hype banget sekarang tuh saham-saham gorengan atau penny stock yang harganya murah meriah, di bawah Rp500 per lembar. Banyak anak muda yang tertarik karena dengan modal kecil bisa beli banyak lot. Tapi hati-hati ya, saham murah bukan berarti bagus! Justru saham gorengan ini risikonya gede banget karena pergerakannya nggak jelas dan sering dimanipulasi bandar. Better fokus ke saham blue chip dulu kayak BBCA, BBRI, TLKM, atau UNVR yang udah pasti fundamentalnya solid.
Intinya, jangan jadikan modal sebagai alasan buat nggak mulai belajar investasi saham. Start small, learn big! Mulai dengan nominal yang lo siap ikhlasin hilang, sambil belajar cara analisa, baca laporan keuangan, sama pahamin pergerakan market. Seiring waktu, lo bisa nambah modal secara konsisten setiap bulan. Yang penting konsisten dan disiplin!
$IHSG $BUMI $DEWA
Kenapa Anak Muda Sekarang Lebih Milih Main Saham Daripada Nabung? Ini Rahasianya!
Guys, pernah nggak sih lo liat temen lo yang dulu hobi nongkrong di kafe, sekarang malah sibuk ngecek HP terus sambil bilang "Eh saham gue naik nih!"? Atau keluarga lo yang biasanya cuma tau nabung di bank, tiba-tiba ngomongin BBRI, BBCA, atau saham GoTo?
Yup, main saham udah jadi lifestyle baru di Indonesia, terutama sejak pandemi kemarin!
Lo tau nggak, jumlah investor saham di Indonesia itu udah tembus 12 juta lebih di tahun 2024. Gila kan? Padahal dulu main saham identik sama orang-orang berdasi di gedung tinggi. Sekarang? Tukang ojol, mahasiswa, ibu rumah tangga, sampe anak kuliahan pada nyobain. Kenapa? Karena mereka sadar kalo duit yang cuma ditaro di bank itu nilainya makin lama makin turun gara-gara inflasi. Bayangin deh, bunga tabungan cuma 2-3% setahun, sementara harga mie ayam, bensin, sama kopi naik terus!
Nah, di sinilah saham jadi menarik. Saham itu basically lo beli sebagian kecil kepemilikan dari sebuah perusahaan. Misalnya lo beli saham Bank BCA, artinya lo jadi salah satu pemilik bank tersebut (walaupun kecil banget sih). Kalo perusahaan itu untung, nilai saham lo bisa naik. Kalo rugi? Ya bisa turun juga. Makanya namanya investasi, ada risikonya!
Yang bikin hype banget sekarang tuh ada aplikasi sekuritas yang gampang banget dipake. Cukup modal 100 ribu aja lo udah bisa beli saham! Beda banget sama jaman dulu yang ribet dan butuh modal gede. Plus, banyak banget konten kreator di TikTok, Instagram, sama YouTube yang bahas saham dengan bahasa yang gampang dipahami. Jadi nggak heran kalo anak muda pada penasaran dan mau nyobain.
Tapi inget ya, saham bukan skema cepat kaya! Lo harus belajar dulu, jangan asal beli karena kata orang. Di tulisan selanjutnya, gue bakal jelasin basic-basic yang wajib lo tau sebelum terjun ke dunia saham. Stay tuned!
$IHSG $BUMI $CDIA
$IHSG Sebentar lagi waktu pengisian SPT melalui CORETAX. Di medasos banyak sekali info orang kebingungan aktivis. cara isi spt di Coretax. di sisi lain ada Tangkap tangan Suap PAJAK dan ini hanya sebagian dari Gunung ES perpajakan Indonesia
Kena Kasus Suap Pejabat Pajak, Ini Profil Pemilik Wanatiara Persada https://cutt.ly/OtkNinms
$IHSG
Index ATH, porto ATH. Ini baru bener, nyambung. Gas terus ketua.
Dari return sebulan terakhir target investasi 2026 sudah tercapai bahkan terlampaui. Jadi dari 6 bulan lalu sebenarnya sy sudah minta mundur dari jabatan. Waktu terlalu banyak terpakai.
Dari return investasi bulan ini sudah bisa bayar pengeluaran 2 tahun, makin lama makin asik gara2 compounding. Mungkin suatu saat target return setahun cukup untuk biaya hidup 3 4 5 tahun. Waktu masih kerja memang cita2nya gk muluk2, ya seperti skrg ini aj, dari hasil investasi bisa hidup layak.
Sejak sy masuk, aksi korporasi dan issue banyak banget. Pekerjaan yg mestinya santai jd sibuk banget. Apalagi akhir2 ini hasil investasi lumayan bagus, makin enggan berurusan yg ruwet2.
Sayangnya resignation ditolak. Sebenarnya sy punya hak untuk leave at anytime with proper notice. Tp krena ingin menjaga hubungan baik dengan figure2 penting ini, terpaksa sy harus menunda sampai mreka ikhlas melepas. Sy gk pengen pergi dengan reputasi kurang baik, siapa yg tau ke depan ad urusan lagi dengan mereka.
Doakan biar cepat bisa bebas lagi seperti tahun kemarin. Sepertinya fundamental mulai jalan, bisa makin aman porto klo lanjut jauh trendnya.
Reli komoditas tahun 2026 adalah cerminan dari pergeseran paradigma global di mana aset riil kembali mendominasi sistem nilai yang sebelumnya didorong oleh ekspansi kredit fiat yang tidak terbatas. Krisis di Federal Reserve telah menjadi katalisator bagi akselerasi de-dolarisasi, sementara ketegangan geopolitik memastikan bahwa disrupsi pasokan akan terus menjadi faktor pendukung harga komoditas dalam jangka menengah.
Bagi Indonesia, peluang besar terbuka di sektor pertambangan dan hilirisasi. Indonesia yang mengendalikan lebih dari 60% pasokan nikel global, kini berada di pusat perhatian karena kemampuannya untuk mempengaruhi harga pasar melalui regulasi dan kebijakan nilai tambah.
RT : $MDLA $IHSG