Index Harga Saham Gabungan
Indeks
Follow
8,235.26
▾ -86.97 (-1.04)
As of Thu 16:14
473,757.55K
Volume
174,437.95K
Avg Volume
$IHSG Merupakan fundamental ekonomi kita, dengan semudah itu diinjak-injak asing hanya dengan ancaman tarif. #IHSGfundamentalEkonomi
$INDF parah ini,katanya ditutuk ke smallcap akhir bulan,di tunggu dibawah malah di tarik naik
$ICBP $IHSG

$TKIM Aku heran sama orang2 kok rame banget di saham ini, yang biasanya tenang landai tiba2 terbang hari ini, Mbok yao santai bae, kenapa sih. Aku aja kalem ini kok 😅😅
$IHSG $INKP

Jakarta, CNBC Indonesia- Indeks harga saham gabungan pada perdagangan Kamis, 26/02 sembat anjlok hingga 2% dan ditutup zona merah dengan pelemahan 1,45% ke level 8.201 sementara Rupiah menguat ke Rp 16.750 per Dolar AS.
Equity Analyst CNBC Indonesia, Susi Setiawati menyoroti salah satu sentimen eks...

www.cnbcindonesia.com
@SURYADI1990 dikit2 bandar anjlok dikit di taik2in naik dibilang digoreng. Konyol, konsepnya dibilang “main” aja udh salah. Mau yg cuma naik terus pak? Deposito aja sono
$APEX $IHSG $SMDR
#UBBM 02/25: Asing Siap Serok Uang THR, Alasan Big Banks Bangkit & Menunggu Cutloss $INDS !! $IHSG
https://cutt.ly/dtWBeAtx
$IHSG Berdasarkan kondisi pasar pada hari ini, Kamis, 26 Februari 2026, IHSG mengalami tekanan yang cukup signifikan. Kombinasi antara pelebaran defisit anggaran domestik dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah menciptakan campuran sentimen negatif yang memicu aksi jual.
Berikut adalah analisis mendalam mengenai dampak faktor-faktor tersebut:
1. Dampak Defisit APBN terhadap IHSG
Pemerintah telah mengonfirmasi pelebaran target defisit APBN 2026 menjadi 2,68% terhadap PDB (naik dari proyeksi awal 2,48%).
I. Sentimen Negatif: Pasar merespons negatif karena pelebaran defisit dianggap mempersempit ruang fiskal dan meningkatkan ketergantungan pada utang baru di tengah suku bunga tinggi.
II. Tekanan pada Rupiah: Defisit yang melebar memicu kekhawatiran terhadap stabilitas nilai tukar. Rupiah sempat tertekan ke kisaran Rp16.800–Rp16.900 per dolar AS, yang secara langsung menekan saham-saham perbankan dan emiten dengan beban utang valas besar.
III. Yield Obligasi: Kebutuhan pembiayaan yang meningkat menyebabkan harga obligasi turun dan yield naik, sehingga investor cenderung mengalihkan modal dari pasar saham ke instrumen pendapatan tetap.
2. Gejolak Iran vs Amerika Serikat
Ketegangan di Selat Hormuz menjadi "awan hitam" bagi pasar global minggu ini.
I. Kenaikan Harga Minyak: Risiko gangguan pasokan di Selat Hormuz mendorong harga minyak mentah (Brent) mendekati level tertinggi dalam 6 bulan. Bagi Indonesia, ini berarti beban subsidi energi bisa membengkak, yang kian memperburuk kekhawatiran soal defisit APBN tadi.
II. Risk-Off Sentiment: Investor global cenderung menarik dana dari pasar negara berkembang (emerging markets) menuju aset aman (safe haven) seperti emas dan dolar AS. Hal ini terlihat dari penurunan tajam IHSG hingga 1,57% ke level 8.191 pada penutupan hari ini.
3. Pergerakan IHSG Hari Ini (26 Februari 2026)
I. Penutupan: Melemah signifikan di level 8.191,18 (-1,57%).
II. Kondisi: Sempat dibuka menguat tipis, namun ambruk di sesi II karena aksi jual masif pada saham blue-chip dan sektor infrastruktur serta barang baku.
4. Prediksi IHSG Besok (Jumat, 27 Februari 2026).
Untuk perdagangan besok, IHSG diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terbatas (konsolidasi).
I. Faktor Penentu: Besok adalah jadwal rebalancing indeks MSCI. Biasanya terjadi lonjakan volume transaksi di akhir sesi yang bisa membuat pergerakan harga sangat liar (volatile).
II. Rentang Support/Resistance: Melihat adanya rebound kecil dari titik terendah (8.139) ke penutupan (8.235), ada indikasi "perlawanan" dari pembeli. Namun, angka ini mengubah peta teknikal untuk besok:
Support Terdekat: Level 8.140 (titik Low hari ini) menjadi benteng pertahanan krusial. Jika level ini jebol besok, IHSG berisiko meluncur ke area 8.080.
Resistance Terdekat: Area 8.280 - 8.300. IHSG perlu kembali ke atas level ini untuk menenangkan pasar.
⚠️ NOTE: Tetap waspada terhadap rilis data ekonomi US dan perkembangan berita di Timur Tengah malam ini. disarankan untuk wait and see atau masuk secara bertahap (averaging down) hanya pada saham-saham dengan fundamental kuat yang sudah jenuh jual.
Tag: $BBCA $BMRI

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan hari ini, Kamis (26/2/2026) di zona merah. Kendati demikian IHSG berhasil memangkas koreksi sebelum menutup perdagangan.
IHSG ditutup turun 86,97 poin atau -1,05% ke level 8.235,26. Sebelumnya IHSG sempat anjl...

www.cnbcindonesia.com

salah satu hiburan saya adalah membaca stream 😂🙏. fenomena yang saya lihat kalau lagi naik serempak nunjukin floating profit, klo turun langsung ngehina hina astaga
"ARA KAN NDAR"
"apa juga gw bilang kemarin, naik kan sekarang"
"besok menurut prediksi gw harga akan ke naik ke.."
"IHSG b***"
"HAKAAAAAA"
"cutloss cutlosss"
"EMITEN ANJ*"
"turun lagi as* kapan naiknya aj*"
"kasih turun dulu ndar ketinggalan kereta nih"
$EXCL $BNBR $IHSG
Pernah gak sih
Giliran kita scalping sahamnya bull run terus
Giliran kita hold bandarnya scalping
Giliran kita Cutloss sahamnya terbang
Giliran kita hold sahamnya turun/sideways
$PTRO $RAJA $IHSG
$NICL teknik memancing bottom price di hari tersebut saat trading..
nanti lah kapan kapan jika ada waktu kosong, saya coba ajarin yagesya.
Kita di bursa itu jangan gelas penuh...
Selalu terapkan gelas kosong, dan belajar dari lingkungan sekitar juga.
Dari alam, untuk alam, oleh alam.
dan terutama, pentingnya juga melakukan riset mandiri lagi.
salam
disclaimer on, dyor.
happy cuan. terima kasih.
$IHSG

@tradersonthebeach Ini poin yang fair dan gue nggak mau defensif. Faktanya hari ini Nikkei naik +0,15%, KOSPI naik +3%, MSCI Asia-Pacific ex-Japan naik +0,65%, bahkan Taiwan cetak rekor kelima berturut-turut. Kalau tarif Trump adalah biang keroknya, harusnya semua kena tapi yang kena cuma $IHSG. Jadi pertanyaannya legitimate ada yang lebih spesifik di Indonesia.
Gue revisi narasi sebelumnya. Tarif Trump bukan trigger utama hari ini itu faktor latar belakang yang memperburuk kondisi. Yang jadi trigger spesifik IHSG lebih ke masalah domestik yang sudah menumpuk, outflow asing yang sudah berjalan hampir sebulan dengan total Rp26,55 triliun keluar dari pasar modal Indonesia, Moody's yang bulan lalu menurunkan outlook kredit Indonesia jadi negatif gara-gara kekhawatiran terhadap fiskal dan transparansi Danantara, dan rupiah yang masih belum stabil di 16.758 per dolar sementara mata uang regional lain sudah lebih pulih.
Singkatnya bursa lain naik karena mereka punya story yang lebih bersih. Korea punya boom AI dan tech, Jepang punya corporate reform yang jalan, China punya stimulus. Indonesia? Lagi dihantui tanda tanya soal fiskal, sovereign outlook, dan political risk seputar Danantara dan itu yang bikin asing terus cabut meski globally sentimen sedang oke. Tarif Trump cuma jadi alasan yang nyaman untuk disebutin, tapi underlying problem-nya ada di dalam rumah sendiri.
$IHSG
💻💅📰
lama lama saya masuk opossisi juga nie..😠
di partai kanan kiri biar bisa di dengar suara saya..
yo opo sehhh kon iku 🤣😂
besok Jumat (27/2) perubahan indeks akan MSCI berlaku efektif 🔥
IHSG hari ini ditutup melemah 1.04% ke level 8.235, tampaknya tersengat aksi profit taking massal, sebelum "hajatan" besar MSCI besok Jumat (27/2). Volatilitas ini diprediksi masih akan tinggi mengingat besok, adalah hari terakhir sebelum perubahan indeks MSCI resmi berlaku efektif.
Gimana kesiapan amunisi kalian? Sudah amankan posisi hari ini atau sengaja nunggu volatilitas besok buat trading cepat? 💸
Share strategi kalian di kolom komentar dong!
Menurut teman-temann besok IHSG Naik atau Turun?
$IHSG $DEWA $INET
ujian kog bertubi tubi ya bang, kaya anak sekolah, ujiannya tiap Minggu ada, tiap hari di kasih PR, UJUNG UJUNGNYA UJIAN SEMESTERAN, habis sekolah ujian kehidupan.... 😭😭😭😭 $IHSG otw 7900. EDANNNN. pejabat cuma omon OMON wkwkwkwk
tanggal 24 posting IHSG koreksi, tanggal 26 beneran koreksi? 😁
sederhana nya, foreign tau kalau kita investor domestik butuh uang buat kebutuhan lebaran jadi foreign beli nya di harga kiri (HAKI), nah ini dibuktikan dengan foreign net buy 200M tapi IHSG malah longsor, artinya adalah karena demand dianggap lemah oleh foreign dan supply sangat besar oleh domestik.
hal ini sejalan dengan ekspektasi saya kok, cuman yaa nggak nyangka aja kalau sampai sedalam itu koreksi nya dalam sehari :)
oh yaa, tariff 104% jam 5 subuh tadi juga berpengaruh yaa ke performa IHSG yang turun
intinya investor sedang wait and see saat ini, tapi yang jual lebih besar
RANROM
$IHSG $BUVA $INDS

Perang Hampir Pecah, Ramai Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
https://cutt.ly/8tWVNlIC
$DEWA
$BUMI
$IHSG

IDXChannel—Simak 10 saham top gainer perdagangan Kamis, 26 Februari 2026. Hari ini IHSG ditutup melemah 1,44 persen di posisi 8.202, dengan nilai transaksi harian Rp26,49 triliun untuk semua pasar.
Deretan saham top value hari ini dipimpin oleh PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) dengan...

www.idxchannel.com
