Index Harga Saham Gabungan
Indeks
Follow
8,748.13
▴ 101.19 (1.17)
As of Fri 16:14
492,069.14K
Volume
174,437.95K
Avg Volume
mending belajar dari tebak2an apa lanjut pelajaran ke 9?? 🤩🤩 mumpung libur kita tambah ilmu baru $IHSG
sedikit tebak2an dan pembelajaran juga, supaya teman2 memahami arah trend dari suatu emiten lewat teknikal analyst, hadiahnya adalah ilmu yang temen2 bisa kaji masing2 nantinya🥸 coba dari saham $BUMI ini chart pattern yang mana??
$IHSG
1/2


$IHSG
Nubi coba bikin analisa lg nih di tahun 2026, tema nya skrng lebih asset krn mengikuti rumor tahun 2025 dmn skrng lg ramai emiten yg salah harga dgn perbandingan total asset nya
intinyq pda saat screening, buat saya rumus mutlak pada saat pemilihan emiten adalah :
1. Growth NPM ytd
2. PBV : < 1.5
3. Debt Equity : <= 1.5
4. Asset 2x lebih besar dr Market Cap
oke saya jelaskan satu2
1. Growth NPM ytd --> Jelas milih perusahaan yg laba bersih nya tiap tahun bertumbuh
2. PBV : < 1.5 --> ya ini rumus klasik, untuk menentukan valuasi dr emiten tsb
3. Debt Equity : <= 1.5 --> masih rumus klasik, hutang tergolong sehat
4. Asset 2x lebih besar Market Cap --> Asset Perusahaan lebih besar 2x dari valuasi perusahaan
5. Saya paham dgn skema bisnis nya dan suka sama bidang binis nya,gk perlu detail yg penting paham kulit nya
apakah cukup sampai disitu ?? Oo tentu tidak, banyak perusahaan bagus tpi ya stuck disitu2 aja
Contoh : $DMAS dan $HEXA, dimana 2 perusahaan tsb punya fundamental yg bagus, tpi hrg nya cendurung stuck nan bahkan ndlosor
oke terus bagaimana menyikapi nya agar selection kita pada emiten2 sesuai screener tsb ada indikasi bergerak ? disini saya check lg, saya cari yg emiten yg dalam posisi bergerak dgn cara cari emiten yg chart nya sesuai saya inginkan :
a. 1 week price returns > 0%
b. 1 Month Price Returns < 0%
c. 3 Month Price Returns > 0%
mksd nya gmn bang ? buat saya tambahan screneer tsb adalah screener yg bijak dalam selection emiten sblm memasuki entry awal, kenapa ? krn pada saat entry awal kita tidak membeli dalam posisi pucuk yg artinya :
a. Dalam 1 week --> Sedang Uptrend bergerak
b. Dalam 1 Month Price Returns --> Sedang Koreksi/Side Aways
c. Dalam 3 Month Price Returns > terkonfirmasi memang Uptrend
usahakan cari chart sesuai gambar yg saya lampirkan ya, artinya dalam 3 bulan up trend tapi tidak di dump
Balik lg apakah sudah cukup ? ya sudah cukup, saya mau investasi yg gk ribet2, udah pusing kerja masak investasi jg ribet
oke semoga bermanfaat, semoga di 2026 ini equity kita bisa bagger

prediksi harga saham bakal naik keberapa itu gampang yang sulit itu baca broksumnya. kita ga tau kapan saham itu bakal naik dimoment apa.$IHSG cuma cenayang saham yang tau YTTA
$IHSG gamungkin naik terus tanpa penurunan. saya sudah buang bbrp fca yg belum /sudah jalan dan tp sebagian saham , sy siapin cash yang banyak buat serok banyak waktu ihsg sudah crash wns. masih awal bulan jangan terburu-buru.
IDXChannel - Investor asing langsung tancap gas pada perdagangan perdana Bursa Efek Indonesia (BEI) di 2026, Jumat (2/1/2026).
Sejumlah saham mencatatkan net buy asing jumbo, didominasi emiten tambang milik konglomerat hingga sektor perkapalan.
Secara umum, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat...

www.idxchannel.com

Kalau menurut teori CAPM, ketika risk-free rate turun maka equity akan naik. Namun secara historis, lebih banyak terjadi bonds up - stocks up situation.
Memahami macro memang bagus, namun tidak serta-merta menjadi faktor penentu keputusan. For that reason, I choose to stick to bottom-up approach, with macro will be the least significant factor in my investing decision.
$IHSG $BBCA $BBRI

Mumpung weekend, mari awali tahun ini dengan mengenal sejarah fundamental investing:
https://stockbit.com/post/25489140
Lalu kita main mitos vs fakta tentang value investing:
https://stockbit.com/post/25497683
Masa iya masih percaya dogma tentang fundamental investing pada umumnya atau value investing pada khususnya, "hanya cocok untuk yang modalnya sudah sebesar Buffett."?
Buffett memang privileged, tapi bukan berarti dia terlahir dan memulai sebagai billionaire. Di usia saya, Buffett baru DP KPR, baru jadi millionaire jelang 40, baru jadi billionaire setelah 60
Yang jadi pembeda hanyalah, saat Berkshire masih agile, strategi Graham saja cukup, setelah besar baru Munger menyarankan untuk mengembangkan dengan prinsip Fisher, jadilah Berkshire seperti hari ini
Lalu disrupsi teknologi sebenarnya bukan mendisrupsi validitas fundamental atau value investing. Ini dogma lama yang muncul dari dua waktu dan tempat yang berbeda:
1. Waktu tech-enabled startups menjamur
2. Salah memahami tech mega cap Amerika (ketar-ketir)
Betul bahwa disrupsi teknologi itu nyata adanya. Tapi sejak ZIRP (zero interest rate policy) berakhir, disrupsi teknologi itu bentuknya sudah sama sekali berbeda. Disrupsi teknologi berubah dari berorientasi tech-enabled everything, hypergrow-hyperscale everything at all cost, menjadi orientasi pada return on investment (ROI)
Jangan ikut-ikutan terjebak di gagal move on di zaman viralnya $GOTO diyakini akan membuat $BIRD pailit. Dogma "disrupsi teknologi mendisrupsi validitas fundamental/value investing" itu masih diyakini holder IPO GOTO yang masih belum berhasil move on dan menerima realita bahwa BIRD masih belum pailit sampai hari ini
Dogma lainnya adalah salah memahami tech mega cap Amerika (ketar-ketir). Saya pernah cerita di artikel lain sebelumnya:
https://stockbit.com/post/25530514
Intinya magnificent 7 yang decoupled dari value investing itu cuma satu: TSLA; dan S&P 500 non magnificent 7 yang decoupled dari value investing juga cuma satu: PLTR. Tapi di artikel di atas juga saya sudah ceritakan penjelasan kenapa TSLA dan PLTR TIDAK apple to apple dengan saham-saham di $IHSG yang sering dicocoklogikan dengan tech mega cap US
Di sisi lain, value investing masih valid di sisanya. Termasuk di Indonesia, masih ada segelintir perusahaan yang bersentuhan dengan teknologi, di mana value investing masih valid: di perusahaan dengan gaya, "pick & shovels in a gold rush."
Misalnya di saat gold rush data center rata-rata valuasinya sudah tidak waras, value investing masih valid di penjual, "sekop untuk menambang emasnya."
Data center butuh hardware, distributor hardware-nya berhulu pada satu perusahaan saja: Synnex milik MTDL. Lalu data center membutuhkan banyak konsultan ahli untuk mengimplementasikannya, managed service yang paling ahli ada di MSTI. Lalu kontraktor yang membangunnya? Ada TOTL. Penyedia ekosistemnya? Ada DMAS. Semuanya merupakan universe-nya pecinta wonderful business, dan strateginya buy & hold jangka panjang (baca: nyangkut xixixi ngakak abiezz)
So... mari awali tahun ini dengan menjadi pelopor. Pelopor apa?
1. Fundamental investing is for everyone, dan valid di segala zaman
2. Secara bahasa, fundamental artinya, "mendasar." Kalau dasarnya, fondasinya, sudah kokoh, seiring modal kita semakin besar karena saving rate, active income, hingga compounding interest-nya itu sendiri, kamu bisa mengembangkan gayamu sendiri, seperti modernisasi Berkshire dari yang sebelumnya Buffett dengan Grahamisme saja, jadi tambah prinsip-prinsip Fisher yang dibawa oleh Munger. Kamu bisa mengkombinasikan banyak prinsip-prinsip yang lebih modern, tapi milikilah dasar fondasinya dulu
1/5





Sektor-sektor di $IHSG yang trending saat ini dan yang berpotensi unggul ke depan (2026 - 2030) berdasarkan data pasar, dinamika ekonomi domestik, dan tren global:
1. Sektor Basic Materials / Bahan Dasar
Menguat sepanjang 2025 & diproyeksikan tetap menjadi penggerak pasar pada 2026. Termasuk industri bahan kimia, semen, logam & mineral. Didukung oleh harga komoditas yang tetap tinggi dan permintaan global akan material industri. Kebijakan pemerintah yang fokus pada hilirisasi mineral memperkuat sektor ini dari sisi fundamental.
Outlook jangka menengah:
Positif karena masih banyak proyek hilirisasi dan ekspor komoditas bernilai tambah.
2. Sektor Konsumer (Consumer Staples & Discretionary)
Konsumsi domestik tumbuh kuat karena daya beli masyarakat mulai pulih. Consumer staples (barang kebutuhan pokok) relatif defensif dan stabil. Consumer discretionary (non-pokok) tumbuh seiring kenaikan belanja masyarakat.
Faktor pendorong:
Urbanisasi & kelas menengah yang berkembang serta kebijakan fiskal pemerintah yang mendukung daya beli.
3. Teknologi & Digital Economy
Sektor teknologi di IHSG sempat mencatatkan performa luar biasa (pertumbuhan ganda hingga triple-digit di 2025). Pertumbuhan digitalisasi, e-commerce, fintech, dan adopsi AI & cloud menjadi katalis utama. Ekspansi infrastruktur digital & dukungan asing (mis. investasi teknologi) memperkuat tren ini.
Prospek 2026:
Jangka panjang masih menarik, tapi volatilitas tinggi, cocok untuk strategi growth/swing.
4. Industri dan Infrastruktur
Pemulihan manufaktur, pembangunan infrastruktur nasional, proyek logistik & energi hilir terus mendorong sektor ini.
Kontribusi terhadap GDP & serapan tenaga kerja signifikan. Terkait juga dengan proyek strategis nasional (industrial park, transportasi). Sektor ini lebih value/real economy dan cocok untuk investor jangka panjang.
5. Energi & Tambang
Walaupun kinerja sektor energi relatif lebih moderat dibanding teknologi atau material, langkah pemerintah untuk menekan output untuk menjaga harga komoditas bisa mengangkat profitabilitas emiten tambang komoditas besar seperti nickel & coal. Indonesia juga menarik investor EV global karena cadangan nikel besar.
Outlook:
Stabil hingga bullish, didukung oleh permintaan energi & logam strategis.
6. Keuangan (Financial & Perbankan)
Sektor perbankan relatif stabil namun pertumbuhannya moderat. Pasar masih wait-and-see terhadap kinerja BUMN dan kredit. Fundamental kuat tapi kurang “flashy” dibanding sektor teknologi atau bahan dasar.
Prospek:
Lebih cocok sebagai sektor defensif dengan dividen stabil, bukan sektor “hot money”.
*Tren Masa Depan yang Perlu Dipantau:
7. Energi Baru & Terbarukan (EBT)
Meski belum tergarap sepenuhnya, sektor EBT mulai menarik perhatian investor sebagai bagian dari green transition. Ini bisa jadi tema besar jangka panjang (2027–2030) jika pemerintah mempercepat kebijakan insentif dan investasi.
SALAM TECHNO-FUNDAMENTAL 🙌

Yuhu. Kita belajar dan cuan bareng. Ga jualan kelas ya gais. For fun saja....
Random Tag : $IHSG $PGAS $ANTM
1/2


$BUVA buva kemarin pas right issue gk kena delusi kah? tgl 4 november gk turun harganya saya lihat, padahal harga tebusnya di 150, cuma datenya di 750an, tolong jelasin suhu suhu, apakah kasusnya sama kaya inet?
$INET $IHSG
Tahun 2026 Pelabuhan Patimban akan beroperasi dan dikelola oleh PT. Samudera Indonesia ( $SMDR ) melalu anak usahanya PT. Samudera Pelabuhan Indonesia.
Pelabuhan patimban penambah laba SMDR, jd harganya tidak segini lagi kedepannya 🚀🚀🔥🔥
$IHSG $SOCI

Warren Buffett mungkin tidak cocok untuk semua orang
Warren Buffett lengser sebagai CEO Berkshire Hathaway pada akhir tahun 2025 setelah hampir 60 tahun menjabat.
Saya hampir tak percaya membaca berita bahwa total return-nya sejak memgambil alih Berkshire pada tahun 1965 mencapai 6 juta persen.
Saya tidak salah baca. Memang disebutkan returnnya mencapai 6 juta persen selama 60 tahun tersebut.
Sebagai perbandingan, pada kurun waktu yang sama, return S&P "hanya" 46.000%.
Sangat jauh bedanya.
Di portal berita lain, disebutkan bahwa CAGR Buffett hampir mencapai 20% selama 60 tahun. Angka ini besarnya hampir 2 kali lipat dari CAGR S&P500.
Setelah saya hitung-hitung, sepertinya kedua informasi tersebut match.
Mencapai CAGR 20% selama 60 tahun itu luar biasa sekali.
Apakah bisa ditiru?
Kalau dibilang sama-sama manusia ya mestinya bisa. Tapi kita harus paham dulu apa yang membuat Buffett bisa memiliki kinerja secemerlang itu.
Nama Warren Buffett sudah lama diposisikan sebagai gold standard di dunia investasi.
Prinsipnya sederhana saja.
Beli wonderful company, pegang selamanya, dan biarkan proses compounding bekerja.
Masalahnya adalah banyak yang mencoba menerapkan strategi Buffett berdasarkan quote-nya yang populer saja
Kita sering lupa bahwa resep yang membuat Buffett menjadi orang terkaya di dunia akan sulit kita adopsi sepenuhnya.
Mengapa?
Karena strategi tersebut lahir dari sebuah kondisi yang sangat sulit untuk ditiru. Pemahaman yang salah saat mengadaptasi stategi investasi Buffett akan membuat hasil investasi kita tidak sesuai dengan harapan.
Untuk itu, kita harus menyadari beberapa hal sebelum menerapkan strategi investasi Buffett.
Insight #1: Mitos "One size fits all"
Banyak yang berpikir bahwa strategi investasi Buffett berlaku secara universal. Padahal keberhasilan Buffett sendiri tidak bisa dilepaskan dari konteks sejarah dan posisinya.
Yang pertama, Buffett hidup di era pasca-Depresi 1929 hingga ledakan pertumbuhan ekonomi Amerika setelahnya. Kondisi ini menciptakan baseline yang sangat rendah bagi pertumbuhan selanjutnya.
Yang kedua, Buffett terus mendapatkan tambahan modal melalui float asuransi. Ini seperti tambahan amunisi jika hendak berinvestasi walaupun tentu saja akan menjadi tantangan tersendiri untuk bisa mendapatkan tingkat pengembalian yang layak dari tambahan modal tersebut.
Yang ketiga, reputasinya membuat manajemen perusahaan membuka pintu untuk dealing tanpa perlu negosiasi panjang. Reputasi ini juga lah yang membuat Buffett seringkali mendapatkan tawaran untuk mengakuisisi perusahaan privat yang tidak bisa didapatkan oleh investor pada umumnya.
Oleh karenanya, meniru Buffett secara mentah-mentah ibarat mencoba balapan Moto GP dengan menggunakan motor bebek. Dan bahkan jika motornya pun sudah layak, belum tentu kita punya "bahan bakar" mental yang sama untuk berpacu di lintasan balap tersebut.
Insight #2: Agar bisa bersabar itu ada syaratnya
Banyak yang bilang kunci sukses Buffett adalah kesabaran. Buffett sendiri sering berkata bahwa waktu adalah teman bagi wonderful company.
Itu benar...tapi hanya jika kita memiliki perbekalan yang cukup untuk menunggu selama itu.
Solusinya jelas. Kita harus berinvestasi dengan uang dingin.
Dan punya uang dingin adalah sebuah privilege. Jika tidak memilikinya, kesabaran akan seperti mimpi.
Insight #3: Buffett sudah berada di fase investasi yang berbeda
Hal penting lainnya yang juga harus disadari jika hendak menerapkan strategi investasi Buffett adalah pemahaman terhadap fase investasi.
Saat ini, Buffett harus membeli perusahaan besar dan stabil dan tidak bisa masuk ke saham kecil karena skala modalnya.
Sementara itu, kebanyakan investor ritel justru berada di posisi sebaliknya. Modal masih relatif kecil dan bebas membeli saham apa saja.
Akan menjadi ironi jika kita meniru strategi Berkshire (yang sudah terlalu gemuk) sehingga melewatkan peluang di depan mata.
Kita akan melewatkan saham small/medium caps yang belum dilirik oleh institusi atau saham di growing sector yang terlalu kecil untuk bisa digapai oleh investor sebesar Buffett.
Kita juga bisa membeli atau menjual saham tanpa diiringi kekhawatiran akan menganggu harganya.
Meniru Buffett secara mentah-mentah justru bisa menjadi opportunity cost bagi kita karena tidak memanfaatkan keunggulan alamiah yang dimiliki seorang investor ritel.
Insight #4: "Buy and hold forever" lebih sulit untuk dterapkan di era ini
Dahulu, moat bisa bertahan puluhan tahun karena perubahan industri berjalan lamban.
Kalau sekarang?
Teknologi bisa meruntuhkan dominasi bisnis mapan hanya dalam hitungan tahun. Prinsip buy and hold forever di tengah badai AI dan disrupsi menjadi jauh lebih berisiko dibandingkan dengan jaman Buffett masih muda.
Jika terlalu kaku mengikuti doktrin pantang untuk menjual, kita berisiko terjebak dalam value trap, yaitu perusahaan yang terlihat murah padahal sedang menuju kehancuran.
Kita harus realistis sebagai investor. Buy and hold hanya jika memang masih layak.
Harus realistis.
Final thoughts
Sah-sah saja jika kita belajar dari Buffett.
Walaupun begitu, menjadikan diri kita sebagai "mini Buffett" adalah sebuah ilusi.
Kita bisa mengambil pelajaran dari cara berpikir Buffett yang fokus pada business value dan kedisplinannya dalam berinvestasi. Dan tentu saja selama masih relevan, detail strategi investasinya bisa juga kita adaptasi.
Yang terpenting adalah menjadi versi paling rasional dari diri kita sendiri.
Buffett sudah menemukan jalannya.
Sebagai investor, tugas kita adalah menemukan jalan sendiri sesuai tujuan kita dengan kejernihan pikiran yang sama.
$IHSG
IDXChannel - Pasar keuangan Indonesia membuka 2026 dengan sentimen positif. Hal tersebut ditandai dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik 1,17 persen ke level 8.748,13 pada hari perdagangan pertama tahun ini.
Chief Economist IQI Global, Shan Saeed, menilai penguatan IHSG di awal tahun me...

www.idxchannel.com

Total nilai transaksi $IHSG hari pertama:
* 2025 senilai 18T
* 2026 tembus 44.5T
2026 = 2.47x 2025 >> tumbuh 147%.
Yang lebih membagongkan lagi, nilai trx hari pertama broker tercinta kita @Stockbit XL:
* 2025 hanya senilai 631M, ada di peringkat 9.
* 2026 membludak sampai 6.48T, di peringkat 1.
2026 = 10.27x 2025 >> tumbuh 927%.
Artinya seluruh upaya continuous improvement tim dan kemauan mendengar ide/saran/keluhan/kritik dari nasabah, proven membuat Stockbit alias XL hypergrowth sampai nilai trx-nya multibagger.
Congrats pak @WellsonLo dan seluruh tim Stockbit atas pencapaian luar biasa ini. Ikut happy, karena return porto saya pun multibagger bersama XL.
Ayo kita #KAYABARENGBARENG
Random tag: para peng$HUMI planet $BUMI

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melanjutkan penguatan pada perdagangan pekan depan, Senin (5/1/2025). Pada akhir perdagangan Jumat (2/1/2026), indeks ditutup menguat 1,17 persen ke 8.748 dan masih didominasi volume pembelian.
"Kami memperkirakan adanya beberapa skenario y...

www.idxchannel.com

Hari pertama $IHSG di tahun 2026. Alhamdulillah portofolio saham tumbuh 4,3 persen. Semoga teman-teman cuan juga di 2026 ini.

.
Kepuasan intelektual itu melampaui UANG,
Kepuasan intelektual itu diantaranya mampu melahirkan tesis2 melalui cara berpikir kritis, biasanya dimulai dengan melahirkan 1 kata, “Kenapa”, semakin kata itu membanjiri pikiran kta, berdoalah agar siap ketika mengelola profit yang datang yang jumlahnya tak terduga.
Orang yang tahan hidup susah tuh banyak, yg tahan lapar itu banyak, tapi yang tahan hidup kaya raya itu dikit banget, pegang duit berlebih dikit aja genitnya bukan maen 😆
Kenapa saya beli saham ini?
Kenapa saham yg itu saya pertahankan?
Kenapa harus mencoba 10 emiten baru untuk antisipasi siklus?
Sektor apa saja yang layak jadi ladang profit?
Saham spekulatif apa yg jadi pilihan tahun ini?
Saham apa yg harus sy simpan sebagai benteng?
Dan seterusnya.
Bantah sendiri semua itu berkali2, sampai tiba pada titik keyakinan yg kokoh,
tendang rak buku itu biar terbongkar berserakan, agar “blind area” market yg menyimpan emiten2 berlian itu terlihat, jumlah lot akan berbicara ketika tesis yg kuat sdh ada di genggaman.
Tiap ada duit sisa, beli.
Kta ga akan pernah tau kalau tidak mencobanya.
$IHSG $HUMI $BRMS
PALIDASI DAN KONPIRMASI ENTRI
( realita di lapangan )
tadi , lihat market, tunggu satu jam, belum juga sampai area set up abal abal ane.... harapannya, harga masuk area entri, bisa nunggu konpirmasi utk mempalidasi entri, supaya lebih yakin entrinya. terdengar sangat meyakinkan bukan ? tapi..ane keseringan kena SL sih .
🤭😅
kalau nunggu harga masuk area , utk kompirmasi dan palidasi, jelas itu lebih bagus, lebih presisi, probalitas lebih MUNGKIN utk berhasil, dari pada pasang order limit saj.
tapi,
kenyataan realita di lapangan tak semudah konten konten , teori teori
mengapa ?
karena kita di batasi oleh waktu, jadwal dan lain lain...
akhirnya ane lebih sering juga pasang order limit saja.
apakah akan menambah kemungkinan terkena SL ? tentu saja ia.
tapi, sekali lagi, kembali, kita di batasi oleh realita lapangan : waktu, tenaga , tubuh kita butuh juga istirahat.
apa solusinya , melindungi modal dari resiko besar ?
sejauh ini, dan ini ngefek, yaitu : risk reward dan money manajemen , ketat, disiplin dan konsisten.
apakah sudah terbukti ? jangan percaya.
bisa jadi ane ngebacot doang....🤣🤣🤣🤣
jadi , satu satunya yg logis adalah : racik set up ente, riset, bek tes, poward test dengan modal kecil, di catat datanya.
setelah itu baru di coba pakai modal lebih besar.
tidak ada jalan instan. itu realita juga.
apakah set up pertama 2026 ini berhasil ? bisa ia, bisa tidak.
ane tidak terlalu memikirkan lagi, berhasil atau tidak utk setiap set up entri.
data , statistik dari jurnal trading, jauh lebih penting.
Karena dengan adanya jurnal, data & statistik bisa kita lihat probalitas set up yang di racik.
Dengan begitu, kita agak lebih tenang, karena tau hasil akhir dari 50 entri, 100 entri kurang lebihnya akan seperti apa hasilnya.
ber dagang, tidak bisa satu kali transaksi, coba saja tanya pada si Abang abang jualan pake gerobak baik pinggir jalan atau keliling.
apakah bisa, dikatakan dagangnya untung atau rame dengan hanya satu orang beli dagangannya saja ?
ini hanya menurut ane saja yang pemula, abal abal pula.
semoga bermanfaat utk sesama pemula seperti ane...
disch on
$IHSG
$BTC
$BBRI

@Rizankusuma23 : perhitungan simpel berapa minimal harga Right yg kita harus kita jual utk menutup rugi akibat dilusi ( harga teoritis baru ) adalah : harga teoritis baru - harga tebus = 472 - 250 = 222.
Note: utk para newbi yg belum pernah ikut right issue : jangan lupa : klo mau jual right yg didapat ( bila tidak berminat tebus ) paling telat tgl 22 Jan HANYA SAMPAI SESSI 1 ... sessi 2 udah hangus bonus kalian. Right diperdagangkan 8 - 22 Jan hanya 1 sessi.
$IHSG $INET