Index Harga Saham Gabungan
Indeks
Follow
9,133.87
▴ 58.47 (0.64)
As of Mon 16:14
605,449.99K
Volume
174,437.95K
Avg Volume
Korelasi obligasi dan BI Rate bersifat terbalik (invers): saat BI Rate naik, harga obligasi cenderung turun; sebaliknya, saat BI Rate turun, harga obligasi cenderung naik. Ini karena obligasi lama dengan kupon tetap menjadi kurang menarik saat suku bunga pasar naik, sehingga harganya turun, dan sebaliknya, obligasi lama menjadi lebih berharga saat suku bunga turun.
Mekanisme hubungan terbalik:
BI Rate Naik:
Investor mencari imbal hasil lebih tinggi di investasi baru (deposito, obligasi baru).
Obligasi lama dengan kupon tetap menjadi kurang menarik.
Untuk menarik pembeli, harga obligasi lama harus turun (dijual diskon) agar imbal hasilnya (yield) setara dengan obligasi baru.
Akibatnya, harga obligasi turun, tetapi yield-nya naik.
BI Rate Turun:
Imbal hasil investasi lain (deposito, obligasi baru) ikut turun.
Obligasi lama dengan kupon tetap menjadi lebih menarik karena kuponnya lebih tinggi dari suku bunga pasar.
Harga obligasi lama naik (dijual premium) karena permintaan meningkat.
Akibatnya, harga obligasi naik, tetapi yield-nya turun.
Faktor lain yang memengaruhi:
Jatuh tempo: Obligasi jangka panjang lebih sensitif terhadap perubahan suku bunga daripada obligasi jangka pendek.
Persepsi dan ekspektasi:
Faktor makroekonomi (inflasi, pertumbuhan ekonomi) dan ekspektasi investor juga memengaruhi pergerakan harga obligasi.
$IHSG $LQ45
Korelasi antara Obligasi Pemerintah Indonesia (Indonesian Government Bond/IDN Bond) dan kurs valuta asing (valas), khususnya Rupiah terhadap Dolar AS (USD/IDR), umumnya bersifat positif atau searah dalam konteks yield (imbal hasil).
Artinya, ketika Rupiah melemah (kurs USD/IDR naik), yield obligasi cenderung naik (harga obligasi turun), dan sebaliknya.
Berikut adalah rincian korelasi antara IDN Bond dan kurs valas:
1. Dampak Depresiasi Rupiah (Kurs Naik) terhadap Bond Yield Naik (Harga Turun): Saat nilai tukar rupiah melemah, investor asing cenderung melepas kepemilikan mereka di obligasi negara untuk menghindari risiko kerugian nilai tukar (exchange rate risk). Aksi jual ini menurunkan harga obligasi dan menaikkan yield.
Sentimen Risiko: Melemahnya Rupiah sering memicu kekhawatiran inflasi, yang memaksa Bank Indonesia (BI) merespons dengan kenaikan suku bunga, yang pada gilirannya mendorong yield obligasi lebih tinggi.
2. Dampak Penguatan Rupiah (Kurs Turun) terhadap Bond Yield Turun (Harga Naik): Saat rupiah menguat, investor asing cenderung masuk kembali ke pasar obligasi Indonesia karena potensi imbal hasil yang lebih menarik, mendorong harga obligasi naik dan yield turun.
3. Faktor Kepemilikan Asing Kepemilikan asing yang cukup tinggi di Surat Berharga Negara (SBN) membuat yield obligasi Indonesia sangat sensitif terhadap perubahan kurs.Pergerakan modal asing (capital inflow/outflow) yang dipicu oleh sentimen kurs dan selisih suku bunga (interest rate differential) menjadi penggerak utama.
4. Korelasi Jangka Pendek vs Panjang Penelitian menunjukkan bahwa secara empiris, nilai tukar merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi yield obligasi negara, terutama untuk tenor 10-30 tahun.Meskipun demikian, faktor fundamental lain seperti kebijakan moneter (BI Rate) dan kondisi fiskal juga memainkan peran penting dalam menentukan arah pergerakan yield selain faktor kurs.
*Kesimpulan:* Secara umum, terdapat hubungan terbalik antara nilai tukar Rupiah dan yield IDN Bond. Rupiah lemah \(\rightarrow \) Yield Obligasi Naik. Rupiah kuat \(\rightarrow \) Yield Obligasi Turun.
$IHSG
Kembalinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level all time high merupakan capaian yang signifikan, terutama jika ditempatkan dalam konteks global yang sarat ketidakpastian. Pencapaian ini terjadi di tengah eskalasi risiko geopolitik global, seperti konflik Rusia–Ukraina yang belum menunjukkan resolusi struktural dan terus memengaruhi stabilitas energi Eropa, serta ketegangan di Timur Tengah yang berimplikasi langsung terhadap keamanan jalur pelayaran strategis, termasuk Selat Hormuz dan Laut Merah—jalur vital bagi distribusi minyak dan gas dunia. Selain itu, fragmentasi geopolitik antara Amerika Serikat dan Tiongkok terus mendorong restrukturisasi rantai pasok global, meningkatkan biaya produksi dan menciptakan tekanan inflasi di banyak negara berkembang.
Kemampuan pasar saham Indonesia mencetak rekor tertinggi mencerminkan resiliensi fundamental ekonomi domestik. Salah satu penopang utama adalah keberlanjutan agenda hilirisasi sumber daya alam, yang tidak lagi bersifat konseptual, tetapi telah terimplementasi secara nyata. Hilirisasi nikel melalui pengembangan smelter nikel dan fasilitas pengolahan baterai kendaraan listrik telah meningkatkan nilai tambah ekspor dan memperbaiki struktur neraca perdagangan. Selain itu, proyek smelter aluminium dan bauksit yang mulai beroperasi serta ekspansi pengolahan tembaga berkontribusi pada penguatan sektor industri berbasis komoditas bernilai tambah tinggi, mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.
Stabilitas inflasi yang relatif terjaga dan disiplin fiskal yang konsisten memberikan ruang bagi kebijakan ekonomi untuk tetap kredibel di mata investor. Permintaan domestik yang kuat—ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan belanja infrastruktur—menjadi bantalan penting ketika pertumbuhan global melambat. Dalam konteks ini, kinerja IHSG tidak semata didorong oleh ekspansi valuasi, tetapi juga oleh ekspektasi pertumbuhan laba korporasi, khususnya pada sektor energi, material dasar, perbankan, dan industri terkait hilirisasi.
Partisipasi investor asing yang kembali mencatatkan net buy di tengah volatilitas global menjadi sinyal tambahan bahwa Indonesia dipandang sebagai relative safe emerging market. Arus modal yang masuk dalam kondisi global berisiko tinggi menunjukkan bahwa pasar menilai risiko Indonesia lebih terkendali dibandingkan negara berkembang lain yang menghadapi tekanan eksternal dan fiskal lebih besar.
IHSG yang kembali mencetak all time high seharusnya dibaca sebagai refleksi kepercayaan struktural jangka menengah hingga panjang, bukan sekadar euforia sesaat. Risiko global tentu masih membayangi—baik dari sisi geopolitik, kebijakan moneter global, maupun perlambatan ekonomi dunia. Namun fakta bahwa pasar mampu mencapai rekor tertinggi dalam kondisi global yang tidak kondusif justru mempertegas bahwa fondasi ekonomi Indonesia berada pada jalur yang semakin kokoh dan kredibel di mata pelaku pasar global.
Rantag:
$IHSG $ESTI $INET

$IHSG $WIFI Target Equitas portofolio awal tahun 2027 kisaran 110 jeti - 150 jeti pelan2 dulu saja lah turun jauh dari sebelumnya yang ambisius 250 jeti, kata "youtuber David Noah" harus realistis dulu kalau lebih itu bonus, syukur2 hoki lebih 150 an hehe... 😇
Ada yang minat signal malam ini ??? 😁 mau sedekah info sebelum tidur....
$IHSG
like sampe 10 gw posting langsung sekalian harga Entrynya... TP & SL pikir sendiri... 😁
halah
ini lagi ritel $IHSG sok-sokan bela independensi, kek BI skrg independen aja, mereka itu punya kiblat semua, mana ada manusia nga pakai patokan hidupnya 😮💨
skrg wowo yg menang ya pov wowo yg dipakai, kalo kalah rileks aja di pojok nonton 🤣
halah
ritel $IHSG taunya kritik doank, udah jelas orang-orang di danantara lebih jago secara otak maupun moral makanya bisa kerja di danantara 😮💨
klo nga pasti yg kritik yg kerja di danantara skrg 🤣
Daftar emiten² yang saya Follow Up dan Push terus ⤵️
https://stockbit.com/post/25085167
Random Tags : $IHSG $XAU $BTC
Buat gw di market itu permainan bertahan hidup
Jadi cuan hari ini belum tentu paham, jatuh besok juga belum tentu gagal
Karena market bukan tempat pembuktian ego, melainkan ruang latihan batin
Harga naik menguji keserakahan
Harga turun menguji kejujuran pada diri sendiri
Yang bertahan yang tahu kapan harus mengecilkan diri
Ilmu boleh dicari, indikator boleh diganti, tapi ketenangan hanya datang dari proses yang dijalani tanpa tergesa
Kalau hari ini belum cuan, anggap sedang belajar membaca
Kalau hari ini cuan, anggap sedang diuji untuk tetap rendah
yang pelan sering tiba, yang sombong sering tersesat
sekedar berbagi aja berbeda pandangan sah sah aja gunakan style masing2, klo dr gw jgn fokus ke entry paling sempurna, indikator paling canggih, target paling tinggi, krn yg bikin awet justru ngerti bisnisnya ngapain, tahu kapan nggak usah masuk, bisa nerima salah tanpa emosi
$IHSG 🫡

$ACRO selagi bukan pengendali yang jualan masih sangat aman ya, tinggal waktunya king XL yang bawa kemudinya ke atas atau kebawah.
Tapi yang jadi masalah, ini si AG yang jualan siapa yaa 😌.
Aman aja sepertinya mah, semoga jangan panic selling lagi aj kwkwkwk.
Avg hari ini di 118, kemungkinan besar besok bisa langsung di 115/120.
Hmm ga ada yg tau pastinya.
#dyorges
$IHSG dari pada diem nih penghuni $BELL yang amanin dana, mending besok pada masuk 😘😅
Disclaimer on!
$BEST
Overall secara teknikal BEST sangat menarik karena membentuk pattern inverted head and shoulders pada timeframe weekly dimana area 132-136 sebagai area resistance atau area neckline dari pattern tersebut. Tak kalah menarik pada timeframe H4 juga membentuk bullish descending triangle pattern disertai sinyal buy dari indikator stochastic dan MACD. Untuk broker summary terlihat biasa saja namun nampaknya broker ritel kompak rata kanan pada hari ini. Jika BEST berhasil breakout dari area resistance kuatnya di 132-136 maka akan sangat menarik kedepannya
Trading plan :
Buy area : 127-117
TP 1 : 135
TP 2 : 148
TP swing : Upsite bisa ke harga 158-170an
SL : 110
$BUMI $IHSG
Jika ingin belajar bareng bisa klik link dibio!
1/2


2026 tema investasinya apa tahun ini? buat saya tema investasi kali ini adalah di cheap stock + low risk dan dikombinasikan dengan quick trading yang terukur. jaga win rate 100%, tidak takut ketinggalan kereta, tidak fomo. 2026 harus lebih mindful.
Saya lihat ada bubble... entahlah apa bubblegum atau soap bubbles. kapan akan pecah? soon maybe.. jadi prepare cash hampir 40% dari total porto dan siapkan peluru ketika ada crash...big crash maybe.
happy investing 🥳
$IHSG $INET $BTEK

BREAKING NEWS! MOON ANALISIS, IHSG BERHASIL MENCAPAI 9100 PADA NEW MOON PERTAMA TAHUN 2026
NEW MOON KALI INI 19-01-2026 AKAN JADI REM UNTUK IHSG KOREKSI
BESOK SELASA 20-01-2026 IHSG AKAN BERGERAK DI ZONA MERAH DAN MEGUJI SUPPORT BARU 9000 DAN BERUSAHA MENUTUP GAP UP YANG TERJADI MINGGU KEMARIN
RANDOM TAG:
$IHSG $PANI $BREN

Jakarta, CNBC Indonesia - Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp 710,51 miliar di seluruh pasar pada perdagangan hari ini, Senin (19/1/2025). Secara rinci, net sell asing di pasar reguler senilai Rp 542,75 miliar dan Rp 167,76 miliar dicatatkan di pasar negosiasi.
Aksi ...

www.cnbcindonesia.com

imo, $IHSG bakalan lanjut terus bg sampe 9300. So, saham saham yg sering top value kayak $BUMI, $BULL atau yg sejenisnya juga masih bagus
9071 kemaren itu jadi supportnya IHSG
ya ga dit & akun kloningannya @addit93🤪🤪
$BUMI gelok sih AI sebegitu canggihnya, broker AK BK kompak akum disaat broker cenderung ritel (XC,YP, king XL) malah jualan…
rt: $IHSG $RLCO
Hit Target $IHSG 9100 pada hari senin 19 Januari 2026
Nanti malem akan ada update IHSG KOREKSI
$BBRI $BUMI

Hallo sobat Stockfy👋🏻Tarif ekspor 0 persen untuk produk tuna, cakalang, dan tongkol ke Jepang resmi berlaku.
Kebijakan ini merupakan hasil perubahan kesepakatan Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) yang sebelumnya mengenakan tarif sebesar 9,6 persen.
Plt Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDS) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Machmud, mengatakan KKP siap memfasilitasi unit pengolahan ikan (UPI) yang ingin memanfaatkan kebebasan tarif tersebut.
"Alhamdulillah, dalam perubahan kesepakatan tersebut mengakomodir kepentingan Indonesia seperti penghapusan 4 pos tarif produk olahan tuna dan cakalang," kata Machmud dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (17/1/2026)
Emiten yang berpotensi kecipratan: $DSFI, $IKAN, ASHA, ISEA, FISH, CRAB, DPUM.
Tags : $IHSG
