IHSG

Index Harga Saham Gabungan

Indeks

Follow

8,646.94

0.00 (0)

As of Fri 04:06

0

Volume

174,437.95K

Avg Volume

720,563 Followers
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Jadwal Libur Bursa 2026

$IHSG
$RBOK

Ketahuilah Jadwalnya
Ketahuilah Aturannya

Semoga Selalu Untung

Ulasan & Sentimen Market
---

📈 Penutupan IHSG – 30 Desember 2025

IHSG ditutup menguat tipis +0,03 % ke level 8.646,94 pada hari terakhir perdagangan Bursa Efek Indonesia di tahun 2025. Meski kenaikan sangat moderat, indeks bertahan di zona positif di akhir tahun.

IHSG bergerak dalam rentang agak lebar dari sekitar 8.584 hingga 8.710, mencerminkan fluktuasi tipikal akhir tahun dengan volatilitas rendah dan volume menipis.

Secara tahunan, pasar modal Indonesia mencatat pertumbuhan IHSG sekitar +22 % sepanjang 2025, menjadikannya salah satu pasar dengan kinerja terbaik di kawasan.


---


📈 Sektor yang relatif lebih kuat / bertahan:

Sektor Finansial & Perbankan cenderung bertahan relatif baik di akhir tahun karena flight-to-quality investor yang mencari stabilitas.

Sektor Konsumer Primer & Barang Non-Primer kadang menunjukkan penguatan ringan karena permintaan domestik relatif stabil.


📉 Sektor yang cenderung melemah / tertahan:

Sektor Siklikal / Bahan Baku & Energi sering mengalami tekanan di akhir tahun ketika aksi profit-taking dominan.

Sektor Teknologi & Infrastruktur juga cenderung bergerak datar atau terkoreksi tipis jika permintaan risiko rendah.


📌 Saham yang menonjol (contoh pola akhir tahun):

Beberapa saham mid/small cap yang kuat volume sering menjadi top gainers sporadis akhir tahun (mis. saham telekom/ritel/industri ringan) meskipun tidak selalu terwakili dalam indeks.

Saham besar di LQ45 biasanya menjadi fokus, karena aktor institusional / asing cenderung mengunci posisi di saham berkualitas tinggi menjelang libur.


Catatan: Untuk daftar saham top gainers/losers spesifik 30 Desember 2025, bisa dilihat data riil di platform broker atau situs data rekap harian (Tanggal = akhir tahun biasanya volume lebih tipis).


---

🌐 Sentimen Pasar — Nasional & Global (Pengaruh untuk 2 Januari 2026)

🇮🇩 Sentimen Nasional

✔ Profit-taking & seasonality akhir tahun: Banyak investor mengambil keuntungan di penghujung tahun, sehingga IHSG bergerak datar/sideways meskipun secara tahunan masih naik kuat.
✔ Likuiditas menipis: Aktivitas perdagangan biasanya turun di akhir Desember karena banyak pelaku pasar mengambil holiday break, sehingga pergerakan indeks bisa lebih volatil pada volume rendah.
✔ Arus modal asing: Sepanjang 2025 investor asing mencatat net sell signifikan, namun di akhir tahun sering terlihat rotasi kembali ke saham blue-chip yang dianggap defensif saat memasuki periode kurang katalis.

🌍 Sentimen Global

✔ Ekspektasi kebijakan moneter global: Pasar menanti arah kebijakan suku bunga oleh Federal Reserve AS dan bank sentral besar di awal 2026 — sinyal dovish atau hawkish bisa memengaruhi risk-on/risk-off global.
✔ Rebound risiko pasar kawasan: Bursa Asia umumnya menunjukkan pola mixed menjelang akhir tahun; volatilitas sering meningkat saat pasar global sepi.
✔ Data ekonomi penting: Rilis data inflasi AS, GDP, atau data pekerjaan di awal 2026 kemungkinan menjadi katalis besar bagi arus modal ke pasar negara berkembang seperti Indonesia.


---

🔮 Outlook IHSG — 2 Januari 2026

📌 Potensi arah IHSG hari ini:

IHSG diperkirakan bergerak sideways atau sedikit menguat moderat pada pembukaan tahun baru 2026 — terutama jika sentimen risk-on kembali menyala.

Area teknikal support penting diperkirakan di sekitar 8.580–8.620, sedangkan resistance jangka pendek bisa di 8.680–8.720.


📊 Faktor yang perlu dicermati:

Data makro awal tahun (inflasi domestik, NERACA perdagangan, PMIs) yang bisa menjadi katalis bagi arah pasar.

Aksi investor institusional/asing setelah periode libur panjang — masuknya fresh capital di saham blue-chip bisa mendongkrak $IHSG.

Kebijakan suku bunga global dan ekspektasi pasar akan suku bunga AS (The Fed) di 2026 tetap jadi faktor dominan sentiment.


📌 Sektor & Saham yang Layak Dipantau di Awal Jan 2026:

Blue-chip sektor Finansial / Konsumer / Infrastruktur — karena biasanya lebih likuid & defensif.

Sektor Bahan Baku / Energi jika harga komoditas rebound.

Saham mid/small cap spekulatif yang mengalami rebound volume di awal perdagangan 2026.

rando. tag $ANTM $BMRI


Economstock
---

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Jumat, 02 Januari 2026

Uma : ITMA $DEWI MBSS
Unsuspend : NATO PKPK BBRM
Suspend : $RMKO NSSS

$IHSG

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IHSG
Mulai Tahun 2026

IHSG 8.646,94

$RBOK

Semoga Selalu Untung

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IHSG $COAL apakah hari ini bursa buka?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

STPCKWATCH.ID (JAKARTA) – Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Inarno Djajadi, menyebut tahun 2025 menjadi periode yang sangat strategis bagi perekonomian nasional. Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada Penutupan Perda...

stockwatch.id

stockwatch.id

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

2026 im so Fucking Ready! rock n roll baby🚀

$IHSG

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IHSG Per Januari ini mulai dari 0 ya kak, semoga tahun 2026 ini bisa mengembalikan modal kita yang kemarin loss semoga menjadi profit.

SELAMAT TAHUN BARU 2026 🎉🎉🎉

Happy investing 🔥

$IHSG

Catatan pribadi Pelajaran Terbesar sepanjang 2025 sebagai swing trader pemula:

1. Jangan Takut Cut Loss

Secara psikologis, cut loss itu memang ngeri.
Lihat angka merah, nominal uang “hilang”, ego ketampar.. wajar.. itu manusiawi.

Tapi realitanya begini:

Bertahan di posisi yang salah = kehilangan peluang yang jauh lebih besar.

Kita mungkin:
• Kehilangan 5–8% karena cut loss
Tapi sebagai gantinya:
• Kita membuka peluang 10–15% di tempat lain yang lebih sehat

Dalam bahasa bisnis:
Opportunity cost jauh lebih berbahaya daripada realized loss.

Setelah saya baca baca banyak tulisan ternyata steatment ini juga ditulis oleh Howard Marks – The Most Important Thing:
“You can’t avoid losses, but you can avoid ruin.”




2. Stop Loss Itu Bukan Opsional melainkan SOP

Stop loss bukan tanda kalah, tapi tanda disiplin.
• Stop loss harus sesuai trading plan
• Dan durasi holding juga bagian dari risk management, bukan cuma harga.

Rule pribadi saya :

Saham nggak bergerak dalam 2 minggu → jual
• Walaupun belum kena stop loss
• Kecuali:
• Ada analisa pendukung yang valid
• Maka waktu ditambah 3–5 hari

Ini penting, karena:

Modal diam = modal mati.

Market itu kompetitif. Uang yang nganggur terlalu lama = kalah secara strategis. Strategi ini juga saya ambil dari tulisan Mark Douglas – Trading in the Zone
Time-based exit = cara menghindari emotional attachment



3. Trading Harus Diposisikan Sebagai Game Angka

Trading itu game probabilitas, bukan drama perasaan.

Dalam game:
• Kita nggak mungkin perfect
• Pasti kena tembak
• Pasti kena damage
• Tapi tujuannya survive dan menang di akhir, bukan flawless run

Maka:
• Kena cut loss → normal
• Take profit → jangan menyesal walau harga lanjut naik
• Loss ≠ bodoh
• Profit ≠ jenius

Semua cuma hasil dari eksekusi sistem.

Gagasan ini ternyata juga sudah dipertegas oleh Nassim Taleb – Fooled by Randomness
Outcome ≠ kualitas keputusan

Cut loss itu bukan musuh.
Dia biaya operasional untuk tetap relevan di market.

$IHSG

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Update Makro 2/1/2026

* Rilis data PMI Manufaktur Indonesia menurut S&P Global *

➖ PMI Manufaktur Indonesia terus tumbuh (angka di atas 50) selama 5 bulan berturut-turut.

PMI Des 2025 tercatat 51,2.
Walaupun sedikit melemah dibandingkan Nov 53,3.

Pesanan baru, output produksi, ketenagakerjaan, pembelian, dan optimisme masa mendatang masih terus tumbuh.

Ini menandakan aktivitas manufaktur Indonesia masih cukup baik hingga akhir tahun 2025.

$IHSG $ASII $CDIA

Read more...

1/2

testes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Circle of competence itu batasan diri atau alibi kemalasan?

​Circle of competence adalah salah satu prinsip investasi yang sangat penting. Intinya, saya tidak akan berinvestasi pada saham yang tidak saya pahami karena saham seperti itu berada di luar circle of competence saya.

Penerapan konsep tersebut bisa membantu kita untuk terhindar dari kesalahan investasi yang fatal.

Namun akan menjadi masalah jika konsep ini bergeser fungsinya dari yang tadinya adalah batasan diri yang sehat menjadi alasan untuk berhenti berpikir.

Kita perlu jujur pada diri sendiri tentang itu.

​Konsep circle of competence dipopulerkan Warren Buffett dan Charlie Munger sebagai salah satu prinsip penting dalam pemilihan saham.

Namun kita harus memahami bahwa bagi mereka ini bukan alasan untuk berhenti belajar, melainkan pagar agar tidak membuat keputusan konyol di wilayah yang tidak dipahami dengan baik.

Pernah dengar kalimat seperti ini?

​"Wah, gw gak masuk ke saham itu. Itu di luar circle of competence gw."

Terkesan wise banget ya?

Tapi kalau dikulik lagi, sering kali itu hanya kedok untuk kemalasan.

Malas baca laporan tahunan, malas bedah model bisnis baru, atau malas mengakui kalau dunia sudah berubah lebih cepat daripada isi kepala kita.

Dan itu menjadi pelajaran yang penting:

"Lingkaran itu seharusnya meluas dan bukan menjadi fosil."

​Circle of competence bukanlah lingkaran permanen yang selamanya tidak akan berubah. Lingkaran ini seharusnya dinamis dan terus membesar seiring dengan jam terbang serta kemauan kita untuk belajar hal baru.

​Kalau 1-2 tahun lalu kamu cuma paham sektor perbankan atau consumer goods, itu wajar.

Tapi kalau hari ini masih pakai alasan yang sama untuk menghindari sektor lain tanpa mau mencoba belajar, itu bukan lagi prinsip "kehati-hatian".

Itu namanya stagnasi.

​Pemahaman itu dibangun, bukan hanya bergantung pada apa yang kita ketahui selama ini.

Menolak untuk mempelajari sektor baru hanya karena tidak paham itu seperti tidak bisa move on dari masa lalu.

Memang benar bahwa ada bisnis yang telah teruji dari jaman ke jaman dan masih bagus hingga hari ini.

Namun jika kita melihat data historis, pemenang dari dekade ke dekade terus berganti. Dan ada kalanya pemenangnya berasal dari sektor baru yang belum ada sebelumnya.

Apa jadinya jika kita hanya terpaku pada sektor yang itu-itu saja karena tidak mau belajar hal baru?

Bisa jadi kita akan kehilangan peluang untuk berinvestasi pada perusahaan yang akan menjadi raksasa di masa mendatang.

Ada paradoks yang menarik tentang ini.

Kerugian besar sangat mungkin terjadi di dalam lingkaran yang kita anggap sudah kita kuasai.

Kenapa?

Karena kita merasa terlalu nyaman. Terlalu pede. Jadinya jarang bertanya lagi.

​Sebaliknya, kita sering menghindari wilayah di luar lingkaran. Dalam beberapa kasus, itu adalah sikap yang benar karena karena risikonya menjadi tidak terukur.

Namun kalau mau jujur, bisa jadi penyebabnya adalah ego kita yang tidak siap menerima untuk menjadi newbie lagi.

Saya pernah di posisi itu dan menganggapnya sebagai sebuah kesalahan yang tidak mau saya ulangi lagi.

Sekarang sudah banyak sumber informasi yang bisa kita manfaatkan untuk memperluas circle of competence. Ada forum dan grup saham. Ada buku, media sosial, youtube, podcast atau bahkan berita di internet.

Come on, kita bukan lagi hidup di jaman ketika informasi susah untuk didapatkan.

"Gw belum ngerti" itu sangat berbeda dengan "Gw nggak mau ngerti"


Seharusnya circle of competence itu berfungsi sebagai filter awal dan bukan penolakan buta.

Selain itu, circle of competence seharusnya juga berfungsi sebagai alarm risiko dan bukan alasan untuk bersikap pasif.

Dan yang jelas, circle of competence lebih tepat berfungsi sebagai peta kemampuan diri dan bukan mental block.


Sebagai catatan penutup:

​Dalam investasi, memang susah untuk mengakui bahwa kita tidak paham.

Namun jauh lebih berat lagi untuk mengakui bahwa kita terlalu cepat berhenti belajar.

Sekian sedikit cerita untuk hari ini.

$IHSG

Read more...

$IHSG $BBKP $BUMI
Akhir2 ini banyak gejala flu, dan kebanyakan membutuhkan waktu lebih lama untuk kesembuhan.
dalam beberapa kasus penularan, varian ini lebih cepat menular dibanding covid, apakah akan ada pandemi season 2?
Pembukaan market hari senin perlu kita waspadai dan Foreign sudah cabut duluan dari market indonesia. apakah Foreign sudah memahami/mengetahui lebih dulu disaat MENKEU optimis 2026 Tu de mun 10000. case ini sama persis ketika akhir tahun 2019 banyak analis dan pakar ekonom memprediksi IHSG 6000 kala itu namun malah trading halt. hmmmm menarik 🫣 🤔

News 1
https://cutt.ly/itgvtI8M

News 2
https://cutt.ly/FtgvtOwW

Keterangan penderita
https://cutt.ly/WtgvtI26

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$RLCO

Siapa Yang Masih Pegang RLCO?

Berikut Kemungkinan Harga RLCO Kedepannya :

1. Titik Harga Kritis (Target Distribusi)
ARA RLCO memiliki probabilitas tinggi untuk terbongkar pada rentang harga 1.940 – 2.050. Dasar logikanya adalah sebagai berikut:

Level Psikologis 2.000: Sebagai saham yang telah naik lebih dari 950% dari harga IPO 168, angka bulat 2.000 sering kali menjadi titik jenuh beli di mana algoritma perdagangan dan pemain besar mulai melakukan take profit secara masif.

Batas Kenaikan 12x Lipat: Secara historis, saham IPO dengan underwriter agresif seperti IF (Samuel Sekuritas) sering kali mengalami pembalikan arah setelah mencapai kenaikan 12 hingga 13 kali lipat dari harga perdana. Untuk RLCO (168 x 12), angka ini berada tepat di kisaran 2.016.

2. Analisis Struktur Barang (Suplai vs Permintaan)
Free Float Rendah: Dengan saham publik hanya sebesar 20% (625 juta lembar) dan tingkat oversubscribed di pasar perdana yang mencapai 948 kali pada fase pooling, barang di tangan retail sangatlah sedikit.

Kontrol Underwriter: IF sebagai penjamin emisi memiliki kendali penuh atas harga selama mereka terus melakukan akumulasi. Namun, volume perdagangan yang mulai menipis di harga 1.765 (sekitar 5-10 juta lot per hari) menandakan bahwa "suplai" di pasar sudah hampir habis terserap, dan tahap selanjutnya adalah distribusi.

3. Sinyal Peringatan di Papan FCA
Mengingat RLCO diperdagangkan melalui mekanisme Full Call Auction (FCA) di Papan Pemantauan Khusus, pembongkaran ARA tidak akan terjadi secara perlahan, melainkan instan pada sesi matching:

Waktu Krusial: Perhatikan Sesi 1 (09:00 - 09:55) dan Sesi 2 (10:00 - 10:55). Jika pada sesi-sesi awal ini harga match tidak lagi menyentuh batas atas (+10% untuk FCA), maka itu adalah tanda awal ARA terbongkar.

Indikator Volume: Jika terjadi lonjakan volume transaksi yang sangat besar (melebihi 20 juta lot dalam satu sesi) namun harga tidak mengunci ARA, itu adalah indikasi Distribusi Besar oleh IF dan broker pendukung lainnya.

Kesimpulan Strategis
Secara teknikal, harga 1.765 saat ini sudah sangat mendekati area resisten psikologis. Jika besok RLCO kembali ARA ke area 1.940, waspadalah terhadap penarikan antrean beli (bid) secara mendadak. Begitu ARA terbongkar di papan FCA, risiko terjadinya ARB (Auto Rejection Bawah) berjilid sangat tinggi karena hilangnya likuiditas secara mendadak.

Jangan Lupa Follow!

Random Tag :

$IHSG $BUMI

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Jakarta, CNBC Indonesia — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal parkir di level 9.000 pada akhir 2025 karena desain kebijakan yang kurang sesuai.
"Harusnya kalau kemarindesainnya sesuai dengan desain saya sekarang sudah 9.000. Tapi kan udah itu s...

www.cnbcindonesia.com

www.cnbcindonesia.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IHSG

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Aktif Kembali di Hari Pertama Bursa 2026.

Beberapa waktu lalu, pada postingan ini
https://stockbit.com/post/22512028, saya memutuskan untuk istirahat sejenak dari dunia saham, karena mau menyelesaikan studi.

Tapi selama proses istirahat tersebut saya menyadari, trading sudah menjadi bagian dari hidup saya. Rasanya seperti candu. Sehari tanpa trading atau memantau pergerakan saham, seperti ada yang kurang.
😁😁 lebayyy.

Mulai hari ini, 2 Januari 2026 saya memutuskan untuk aktif kembali. Sambil mencoba mengatur strategi baru agar trading bisa pasif tetapi hasilnya bisa maksimal.

Semoga 2026 cerah buat IHSG dan porto kita semua. Aamiin.

$IHSG $ADRO $ADMR

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IHSG $PTPS
dyor
bukan ajak jual beli

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

apakah beliau akan bilang lagi
saham = judi untuk rakyat kecil 🗿

$BUMI $DEWA $IHSG

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

KABARBURSA.COM - Menutup perdagangan akhir 2025, Selasa, 30 Desember 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau meski dengan penguatan yang sangat terbatas.
IHSG saat itu naik tipis 0,03 persen ke level 8.646, dengan karakter pergerakan yang relatif konstruktif karena t...

www.kabarbursa.com

www.kabarbursa.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) awal tahun pada hari ini, Jumat 2 Januari 2026 diprediksi memasuki pola bullish yakni bergerak menguat dalam rentang 8.600-8.700.
"Belum ada indikasi jenuh beli pada IHSG maupun tekanan jual yang besar, tren IHSG masih menguat," ujar Praktisi Pasar Mod...

www.idxchannel.com

www.idxchannel.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$NINE udah di 800ratusan aja 🤔
kurang 2×lagi/masi panjang perjalanan
aku tunggu dibawah 100 ya nine aku kembali lagi dan all in hehheh
DISCLAIMER ON!! BUKAN AJAKAN JUAL DAN BELI
random tag $MINA $IHSG

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi bergerak bervariasi pada perdagangan Jumat (2/2) alias hari pertama perdagangan bursa pada 2026. Analis merekomendasikan saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) hingga PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI).
Senior Market...

katadata.co.id

katadata.co.id

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IHSG ty 2025 modal dana pelajar ku di awal tahun kemarin trs bertumbuh

grafiknya keliatan bgt cdia nya😅

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Selamat pagi $IHSG 2026 !!

Kalian pernah lihat chart ini? Ini tuh Benner Cycle, diambil dari buku yg berjudul (( Benner’s Prophecies of Future Ups and Downs in Prices )) yang diterbitkan tahun 1875 oleh Samuel T. Benner, aslinya dia seorang petani dan pedagang dari Ohio, AS.

Sebenarnya ini tuh bukan murni ramalan, tapi teori berdasar pengamatan historis. Berarti data empiris yang diekstrapolasi. Meskipun dari pengamatan Amerika Serikat, tapi dianggap relevan ke negara-negara lain karena ekonomi global yg semakin terintegrasi.

Penjelasannya, Benner membagi siklus menjadi tiga kategori utama yang tumpang tindih:

* Panic Years (A): Tahun-tahun di mana terjadi panik keuangan, bottom pasar, dan tekanan ekonomi. Pola ini berulang setiap 16-18-20 tahun (misalnya, 1927, 1945, 1965, 1981, 1999, 2019, dll.). Ini dianggap sebagai periode risiko tinggi akibat leverage berlebih atau ketidakseimbangan makroekonomi.

* Good Times/High Prices (B): Masa ekspansi, pertumbuhan, harga tinggi, dan waktu ideal untuk menjual aset seperti saham atau komoditas. Siklus ini sekitar 8-9-10 tahun (contoh: 1926, 1935, 1945, 1953, dll., termasuk 2026 yang dilingkari sebagai puncak spekulasi).

* Hard Times/Low Prices (C): Periode depresi, harga rendah, dan kesempatan bagus untuk membeli aset. Pola sekitar 7-9-11 tahun (misalnya, 1924, 1931, 1942, 1951, dll.).

Benner Cycle ini time based. Dia menyoroti periode waktu rentan ya, bukan tanggal spesifik. Tapi di era modern, teori ini bisa dipakai lebih sebagai alat kesadaran risiko saja, karena sekarang sudah ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi dinamika pasar seperti intervensi bank sentral dan perdagangan algoritmik.

Nah, ada lagi supercycle yang spannya lebih panjang berdasarkan kesesuaian historis seperti Panic of 1873, Great Depression 1929-1932, Krisis Minyak 1973-1974, Dot-com Bubble 2000, dan Krisis Finansial 2008.

Selain itu ada juga cycle yg spannya lebih lebar lagi, yg menyoroti silih bergantinya Late Empire vs Rising Power, kita sebut saja sebagai Ray Dalio's Empire Cycle.

Kalau digabungkan semua cycles tsb., Benner cycle itu seperti sub-cycle dari empire cycle. Kebetulan 2026 ini salah satu tahun rentan menurut Benner cycle. Dan beberapa tahun kemudian adalah masa peralihan empire cycle antara Late Empire (US) vs Rising Power (China).

Random tag: $BBRI $BBCA

Read more...

$IHSG dimulai segini

Hallo sobat Stockfy👋, Menteri Keuangan (MenKeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa beliau optimis $IHSG akan menyentuh 10.000 di tahun 2026. Gimana nih pendapat kalian?

1/2

testes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IHSG prabowo🫡🫡

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IHSG What stocks are going to explode in 2026?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Haka apa nih enaknya ntar pagi $IHSG$DEWA$BUMI

Daftar
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy