2025 : Year of opportunity, Volatility, Cautious but Long Bullish Ahead ?
============================================================
Tahun ini kalau mau dibilang tahun koreksi/crash rasanya kurang baik, tapi saya coba buatkan perspektif yang lebih positif, dimana justru tahun ini kita bisa kesempatan entry harga bagus di market apalagi untuk investasi jangka panjang.
Ada beberapa analisa untuk keadaan market dan strategi berinvestasi yang saya coba susunkan di sini, setidaknya saya mencoba memproyeksi apa yang akan terjadi dikemudian hari melalui indikator2 keadaan saat ini.
Memang tidak mungkin kita memprediksi masa depan, tapi setidaknya yang saya harapkan dengan artikel ini dibuat, kita bisa membuat BEBERAPA SKENARIO agar kita bisa BERSIAP menghadapi kemungkinan2 yang akan terjadi di masa depan.
Saya akan bagi pembahasannya di beberapa PART , karena data2 yang cukup banyak , saya akan coba masukkan semua yang saya ketahui.

PART 1 : Kondisi Ekonomi Amerika & Market Global
PART 2 : Rotasi Market Global
PART 3 : Sektor Potensial 2025
PART 4 : Strategi Investasi

Nah tolong bantu like , comment dan share nya, kalau tembus 100 like saya baru lanjutkan pembahasan dari part ke part nya.

PART 1 : Kondisi Ekonomi Amerika & Market Global

> Kondisi Ekonomi di Amerika
Terlebih dahulu kenapa kita akan fokuskan market di Amerika dulu bukan di dalam negeri. Karena kebijakan Amerika akan sangat berpengaruh terhadap keadaan ekonomi dalam negeri. Saat ini mata uang dollar adalah sebagai World Reserved Currency , yang artinya semua negara transaksi menggunakan dollar dan tentu saja karena penggunaan dollar tersebut maka akan berpengaruh banyak terhadap keadaan ekonomi negara itu sendiri.

A. Tingkat Inflasi Naik
Core PCE inflation Nov 24 = 2,8%
Meningkat melebihi ekspektasi dari perkiraan di 2,6%, yang artinya Fed mengambil kebijakan berbeda dari sebelumnya yang cukup agresif menurunkan suku bunga menjadi 2x bahkan terakhir diprediksi market akan berkurang menjadi 1x atau tetap di tahun 2025
Hal ini saya sudah bahas di artikel2 sebelumnya , untuk lebih jelas bisa dibaca di :
https://stockbit.com/post/16820693

B. Yeild Obligasi 10 tahun US & DXY atau Dollar yang terus perkasa
Dikarenakan Fed mengurangi tensinya untuk agresif menurunkan suku bunga dengan asumsi ekonomi Amerika membaik maka otomatis membuat :

Yeild obilgasi 10 tahun US meningkat => Dollar balik ke US => Dollar (DXY) menguat

C. Tingkat Pengangguran meningkat
Unemployment rate Dec 2024 = 4,1%
Unemployment rate Dec 2023 = 3,7%
Unemployment rate Mei 2023 = 3,4%
Peningkatan 1,5 tahun terakhir 20% lebih, dimana peningkatan pengangguran ini sebanding dengan sejarah Amerika menuju Resesi di tahun2 sebelumnya.
Hampir dari setiap cerita Resesi atau Krisis DIAWALI dengan peningkatan unemployment yang tajam sebelumnya dan diakhiri dengan Unemployment yang semakin meningkat pesat setelahnya (Gbr 2)
Sebagai gambaran , histori yang saya pelajari :

Unemployment rate > 5,5-6% => PMI kontraksi dalam < 45 => Amerika Resesi

D. Kondisi Manufaktur yang Kontraksi
PMI Des 24 = 49.4
Berada di bawah 50 yang artinya sedang kontraksi. Dan kalau dilihat selama 25 kali dalam 26 bulan terakhir sudah mengalami terus kontraksi (Gbr 3)
Kondisi Kebangkrutan perusahaan2 di Amerika per Des 24 sudah melebihi waktu di Covid (Gbr 4)
Dikarenakan kondisi di poin A , maka akan ada kondisi (Gbr 5) :

Suku Bunga tidak turun (tetap tinggi) => Bunga Kredit Mahal => Bangkrut semakin naik tajam

Belum lagi kalau :

DXY / Dollar semakin Mahal => Impor barang jadi lebih Murah => Kontraksi PMI

Tanda2nya semakin jelas akan membuat tekanan di sektor manufaktur Amerika, yang tentu saja ke depan semakin berimbas ke pengangguran kalau kontraksi ini semakin dalam.

E. Kredit Konsumen ditolak tinggi
Menurut data berasal dari survei dirilis minggu ini oleh Federal Reserve New York, antara lain :
- Reported average rejection rates for credit cards, mortgages, auto loans, credit card limit extension requests, and mortgage loan refinance applications all rose in 2024 and are all well above 2019 levels.
- The average rejection rate for credit card applications during 2024 increased by 0.5 percentage point to 20.2%.
- The average rejection rate for mortgage applications increased by 8.6 percentage points to 20.7% in 2024, remaining well above the 2019 rate of 10.2%.
- The average rejection rate for auto loans increased by 0.4 percentage point to 11.4% in 2024, the measure’s highest rate since the start of our series in 2013.
- The reported rejection rate for credit card limit increases rose to 38.9% in 2024 from 30.9% in 2023.
- The average rejection rate for mortgage refinance applications increased to a new series high of 25.6% in 2024 from 15.5% in 2023.

Tingkat Penolakan kredit di Amerika saat ini sudah sangat tinggi. terutama kartu kredit, pinjaman mobil, hipotek, dan pembiayaan ulang dikarenakan Credit Score menurun , yang artinya masyarakat disana pun sedang mengalami kesulitan keuangan, yang artinya (Gbr 6) :

Daya beli Turun => Inflasi Turun

kutipan dari Gubernur Fed Waller , dalam pidatonya Januari ini :
Let me explain why I expect inflation to continue toward our goal. First, as we saw a year ago when inflation briefly increased, progress has been uneven, but disinflation is more apparent if one smooths through the recent upticks.
To tease out the underlying trend in inflation, I often look at the six-month percent change in core PCE prices, which is 2.4 percent at an annual rate for November and has mostly been moving down toward 2 percent over the course of the year.
Second, the monthly reading for November came in much lower than expected at 0.11 percent after rising 0.26 percent in October.
Third, inflation in 2024 has largely been driven by increases in imputed prices, such as housing services and nonmarket services, which are estimated rather than directly observed and I consider a less reliable guide to the balance of supply and demand across all goods and services in the economy. These two categories represent about one-third of the core PCE basket. If you look at the prices associated with the other two-thirds of core PCE, they on average increased less than 2 percent over the past 12 months through November. I don't support ignoring our best measures of prices for housing and non-market services, but I find it notable that imputed prices, rather than observed prices, were driving inflation in 2024 and thus expectations of the policy rate path.
Finally, the higher inflation readings from early in 2024 will begin to drop out of inflation numbers in January. This should result in a significant step-down in the 12-month inflation numbers through March.

Nah menurutmu bagaimana ? Inflasi akan terus meroket ?

> Kondisi Market Global
A. Valuasi Market Amerika yang semakin Mahal & EM (Emerging Market) semakin Murah
Pasar Amerika mengalami reli yang luar biasa, didorong oleh konsensus luas tentang “Soft Landing” yang sempurna bagi ekonomi AS dan “optimisme” tentang pertumbuhan produktivitas yang didorong oleh AI. Pasar AS juga diuntungkan oleh kebangkitan margin laba yang luar biasa, yang hampir secara eksklusif didorong oleh raksasa teknologi "Magnificent 7"(Gbr 7)
Magnificent 7 terdiri dari Apple, Nvdia, Microsoft, Amazon, Alphabet, Meta Platforms, dan Tesla. Porsinya dalam S&P 500 mencapai 34.6% di akhir 2024, dari sebelumnya 21.6% dalam kuran waktu 2 tahun (Gbr 8)
Kalau melihat dari data perbandingan CAPE ratio per sept 24 (Gbr 9)
Amerika = 37x , historical avr = 27,9x, Perubahan = 32% => Overvalue
China = 11,1x , historical avr = 13,5x, Perubahan = -17,8% => Undervalue
Korea = 8x , historical avr = -12,1x, Perubahan = -33,9% => Undervalue
Thailand = 15,6x , historical avr = 17x, Perubahan = -8,2% => Undervalue
Indonesia = 15x , historical avr = 15,8x, Perubahan = -5,1% => Undervalue

note :
Rasio CAPE (price-to-earnings adjusted cyclically) atau rasio Shiller P/E adalah perbandingan harga saham atau indeks dengan total laba yang disesuaikan secara siklis. Rasio ini digunakan untuk menilai apakah suatu saham atau pasar dinilai terlalu tinggi atau terlalu rendah.
Rasio CAPE dihitung dengan membagi harga saham perusahaan dengan rata-rata pendapatan perusahaan selama sepuluh tahun terakhir, disesuaikan dengan inflasi. Rasio CAPE berbeda dengan rasio harga terhadap laba (P/E) tradisional yang hanya melihat laba perusahaan saat ini

Secara rata2 Emerging Market (EM) berada dalam kondisi undervalue, dikarenakan Inflow Dana Dunia ke Amerika , yang menyebabkan market Amerika Mahal terutama terkonsentrasi di 7 Saham
Momen ini mirip Euforia Dot-com di tahun 2000-an Dimana saham2 teknologi naik tinggi dan semua optimis akan hal tersebut, sama seperti sekarang yang didorong oleh AI
Euforia ini juga ditandai dengan optimisme orang2 individual Amerika lebih banyak memegang saham dibandingkan asset lainnya (Gbr 10)

Akankah terjadi Rotasi ke depan yaitu Outflow Dana dari Amerika kembali ke EM (Emerging Market) ?

Semakin mahal ratio CAPE menandakan tingkat harapan return ke depan juga yang makin kecil, Fund2 Manager akan kembali mencari tingkat Return yang menarik , apabila Fed agresif kembali menurunkan suku bunga , Tentu saja opsi yang paling menarik adalah masuk kembali ke EM
Di momen seperti inilah akan terjadi Rotasi Outflow besar2an dari Amerika menuju EM (Emerging Market)

Nah siapa yang akan mendapat kucuran terbesar di EM , bersambung ke PART 2

Saya akan teruskan artikelnya kalau Like, Komen tembus di atas 100 ya. Tolong bantu share kan juga
$IHSG $BBRI $PANI

Read more...

1/10

testestestestestestestestestes
2013-2025 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy