


Volume
Avg volume
PT Integra Indocabinet Tbk didirikan pada tahun 1989 sebagai perusahaan manufaktur untuk produk sederhana berbahan dasar kayu. Dalam perkembangannya, Perseroan bergerak dalam 3 (tiga) bidang usaha, yaitu Konsesi Hutan, Manufaktur Pengolahan Mebel Berbahan Kayu dan Trading, yang dikelola melalui 7 (tujuh) entitas anak, yaitu PT Narkata Rimba dan PT Belayan River Timber (Konsesi Hutan), PT Intertrend Utama, PT Interkraft, PT Intera Indonesia, PT Inter Kayu Mandiri (Manufaktur), dan PT Integriya Dekorindo (Trading). Hingga 31 Desember 2020, jumlah karyawan Integra mencapai 2.065 yang tersebar di seluruh Indonesia. Sejak tahun 2015... Read More
America First" 2.0: Apasih dampak bagi portofolio kita?
Sebagai investor, jujur saja, pidato "Era Keemasan Amerika" ini adalah sinyal volatilitas tinggi bagi pasar Indonesia. Rencana Trump mengganti pajak pendapatan dengan tarif impor (bea masuk) adalah game changer yang bisa memicu proteksionisme ekstrem. Bagi portofolio kita, ini artinya emiten sektor ekspor (seperti tekstil, alas kaki, dan sawit) mungkin akan tertekan hebat karena biaya masuk ke pasar AS jadi sangat mahal.
Hal kedua yang bikin saya waspada adalah angka investasi domestik AS yang mencapai $18 triliun. Ini adalah magnet raksasa bagi modal global. Ada risiko besar terjadi capital outflow (aliran modal keluar) dari pasar saham dan obligasi Indonesia menuju Amerika Serikat. Jika ini terjadi, nilai tukar Rupiah bisa melemah, dan Bank Indonesia kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga tetap tinggi untuk menjaga daya tarik investasi di dalam negeri.
Namun, di balik risiko, selalu ada peluang dari pergeseran peta energi. Dominasi AS atas minyak Venezuela bisa menekan harga minyak mentah dunia secara signifikan. Bagi kita, ini kabar baik untuk APBN karena beban subsidi BBM berkurang, namun bisa menjadi sentimen negatif bagi Anda yang memegang saham-saham di sektor energi fosil. Dunia sedang ditarik masuk ke tatanan ekonomi yang lebih kaku dan terpolarisasi.
Sebagai saran, dalam menghadapi dunia yang semakin terpolarisasi dan proteksionis, diversifikasi menjadi kunci utama yang tidak bisa ditawar. Investor lokal perlu mempertimbangkan penempatan aset pada sektor yang tahan banting (defensif) atau yang justru mendapat keuntungan dari perubahan rantai pasok global. Jangan terjebak pada satu instrumen saja saat peta kekuatan ekonomi dunia sedang berubah drastis seperti sekarang.
Sumber : https://cutt.ly/mtW445yf
Catatan Penting: Informasi ini hanya bersifat edukatif untuk membantu Anda memahami dinamika pasar dan bukan merupakan nasihat keuangan legal atau profesional yang mengikat. Selalu lakukan analisis mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
RT: $ICBP $NCKL $WOOD

$SMDR
Akumulasi BUMN dan Asing di perdagangan hari ini menyambut katalis - katalis yang sedang berlangsung dari Galangan kapal, sentimen rencana CAPEX atau menjelang RUPS.
wait and see sinyal positif dalam industri pelayaran.
$WOOD $GZCO
1/2


STOCKBOT QUANTUM ANALYTICS
🔥 MARKET PULSE: $WOOD
📅 Data per: 25 Februari 2026 | 🚦 Status: NEWS POSITIF, HARGA MASIH REBOUND DALAM DOWNTREND MENENGAH ⚠️
⚡ STRATEGI STOCKBOT
REKOMENDASI: SWING BUY ON WEAKNESS (BERTAHAP, BUKAN KEJAR HIJAU)
⚔️ SKENARIO A: AGGRESSIVE MODE (Scalping/ODT)
Gunakan jika intraday range >3–4% dan volume di atas rata‑rata 20 hari.
Entry Trigger: Breakout intraday kuat kembali di atas Rp380 dengan volume ≥2× rata‑rata, mengkonfirmasi bahwa candle merah −2,13% ke Rp368 hanya pullback pendek setelah lonjakan volume beberapa hari lalu.
Buy Zone: Rp380 – Rp392 setelah tembus dan retest singkat ke sekitar 370–380 (lihat area konsolidasi intraday yang Anda tandai sebelum penurunan).
Take Profit Target 1: Rp410–Rp420 (dekat high spike terakhir dan upper Bollinger band harian).
Take Profit Target 2: Rp440–Rp460 bila momentum ekspor dan news flow positif mendorong harga menembus high rally Oktober 2025 di atas 430‑an.
Hard Stop (SL): Jebol dan close intraday di bawah Rp350 (turun dari garis MA20 & support minor 360‑an) = false breakout, wajib buang kiri karena membuka ruang turun ke 330–340 sesuai target pola intraday head‑and‑shoulders yang Anda gambar.
🐢 SKENARIO B: STRATEGIC MODE (Swing/Trend Following)
Fokus untuk trader/investor yang ingin ikut story ekspor building component dan diversifikasi produk WOOD 2026.
Entry Logic: Buy on Weakness di dekat MA50/MA100 daily, yakni area 340–360, ketika muncul candle reversal (hammer/pin bar) dan volume jual mulai mengecil; ini area yang sejalan dengan target breakdown intraday dan menjadi lantai logis berikutnya setelah spike gagal.
Buy Zone: Cicil di Rp340 – Rp370; level ini masih di bawah MA200 yang mendatar, menandakan kita beli saat harga diskon tetapi belum breakdown struktur besar.
Resistance Target 1: Rp410–Rp430 untuk ambil modal ketika harga mendekati cluster MA atas dan high spike terakhir.
Moon Target 2: Rp480–Rp520 bila katalis makro & fundamental (permintaan AS membaik, diversifikasi Eropa/Timteng, margin ekspor tetap kuat) mendorong re‑rating seperti rally Oktober 2025.
Safety Exit: Close candle harian di bawah Rp330 (turun jelas dari base Januari & MA200) menandakan upaya re‑accumulation gagal dan downtrend menengah berlanjut; lebih aman keluar dan tunggu base baru.
📰 INTELEJEN BERITA (Radar Lengkap 1 Bulan Terakhir - 2026)
🗞️ Headline Kunci (≤1 bulan 2026):
IMPACT: Positif – Ekspor & Outlook 2026
“Integra Indocabinet (WOOD) Optimalkan Pasar AS dan Diversifikasi Ekspor pada 2026” – 10 Januari 2026. Manajemen menegaskan ekspor tetap menjadi kontributor utama (>90% pendapatan), dengan AS menyumbang sekitar 80% dan building component menjadi penopang utama (Rp1,76 triliun atau 81,86% penjualan per Q3‑2025, naik 18,12% YoY).
IMPACT: Positif – Permintaan AS & Diversifikasi Produk
WOOD melihat prospek 2026 positif seiring penurunan suku bunga The Fed dan membaiknya pasar perumahan AS yang mengerek permintaan building components; sekaligus melanjutkan diversifikasi ekspor flooring ke Eropa dan outdoor furniture ke Timur Tengah.
IMPACT: Positif – Profil & Kinerja Historis
Laporan Indonesia Investments dan media keuangan menyoroti WOOD sebagai produsen kayu/furnitur berbasis ekspor dengan pendapatan Rp2,15–2,16 triliun dan laba bersih Rp109,5 miliar (+11,3% YoY) hingga Q3‑2025, didukung ekspor dan ekspansi e‑commerce multi‑brand.
IMPACT: Netral–Makro Industri Kayu
GTI Report 17 Februari 2026 menyebut industri kayu global menunjukkan kinerja “mixed”: sektor kayu Indonesia kembali tumbuh, tetapi menghadapi tekanan biaya dan bahan baku; artinya, prospek volume positif namun margin rentan terhadap harga log & ongkos logistik.
💡 Dampak Fundamental:
Konsentrasi ke AS (±80% ekspor) membuat WOOD sangat sensitif terhadap siklus perumahan dan kebijakan dagang AS; namun saat ini keuntungan besar adalah produk building component WOOD tetap dikecualikan dari tarif impor AS berdasarkan Annex II, sehingga tidak terkena tarif tambahan kayu mentah atau furniture tertentu.
Diversifikasi geografis (Eropa & Timur Tengah) dan produk (flooring, outdoor furniture aluminium) membantu mengurangi risiko ketergantungan ke AS dan menambah sumber pertumbuhan baru mulai 2026.
Kinerja 2025 yang stabil (pendapatan Rp2,16 triliun, laba bersih Rp109,5 miliar, margin 5,1%) dan momentum ekspor set‑up furniture (+7,2% YoY) menunjukkan WOOD sudah melewati fase terburuk penurunan permintaan 2022–2023 dan kini memasuki fase pemulihan bertahap.
🔗 Korelasi Makro:
Pasar furnitur Indonesia diproyeksikan tumbuh dari USD 9,1 miliar (2025) ke USD 15,2 miliar (2034, CAGR 5,8%), didorong abundansi kayu (teak/rattan), booming perumahan, dan ekspansi hotel/resor, dengan dukungan insentif pemerintah bagi eksportir.
Namun konsentrasi ekspor furnitur nasional ke AS >50% dan isu tarif tambahan AS terhadap produk kayu/furnitur Indonesia mengandung risiko; WOOD relatif terlindungi karena portofolionya tidak masuk kategori yang terkena tarif, tapi sektor secara keseluruhan tetap rawan sentimen negatif.
📈 BEDAH TEKNIKAL (Chart & Price Action)
📊 Tren Utama:
Daily chart: WOOD sempat berada dalam downtrend panjang dari puncak >600 ke area 300‑an, lalu baru‑baru ini muncul spike volume yang mengangkat harga ke sekitar 420 sebelum kembali terkoreksi ke Rp368 (−2,13% pada 24 Februari); secara struktur, saat ini rebound dalam downtrend menengah.
Harga sekarang nyaris sejajar dengan MA50 dan masih di bawah MA100/MA200 yang menurun; Bollinger band mulai membuka ke atas setelah periode kompresi, menandakan volatilitas kembali naik.
🧱 Key Levels:
Support Kuat (Lantai):
Rp350–Rp360 sebagai support pertama (MA20/MA50 + target pola head‑and‑shoulders intraday); di bawah itu, Rp330–Rp340 menjadi support swing berikutnya (area konsolidasi sebelumnya).
Resistance (Atap):
Rp390–Rp400 sebagai resistance terdekat (high candle merah besar & mid‑band Bollinger); lalu Rp430–Rp460 sebagai atap penting yang harus ditembus untuk mengkonfirmasi perubahan tren menengah.
🕯️ Pola Candlestick:
Timeframe 15‑menit Anda menunjukkan pola double top/head‑and‑shoulders dengan dua puncak di sekitar 390‑an dan neckline 370; breakdown ke 360‑an mendukung target teknikal sekitar 340–345 jika tekanan berlanjut.
Candle harian terakhir berupa merah dengan shadow bawah pendek dan volume menurun dibanding spike sebelumnya, menandakan fase cooling down setelah euforia awal news ekspor; belum ada candle reversal kuat (hammer/bullish engulfing) sehingga peluang retest 350‑an masih terbuka.
📝 INSTRUKSI (KESIMPULAN):
“News WOOD jelas konstruktif—ekspor building component ke AS naik, diversifikasi ke Eropa/Timur Tengah berjalan, dan margin 2025 membaik—tapi secara teknikal harga baru mengawali fase rebound dari downtrend panjang; manfaatkan koreksi ke area 340–370 untuk akumulasi bertahap, disiplin kunci profit di 400–430, dan langsung turunkan eksposur bila harga menutup di bawah 330 karena itu sinyal bahwa upaya re‑rating 2026 sementara gagal.”
⚠️ Disclaimer: Riset ini disusun oleh Algoritma StockBot. Keputusan investasi tetap di tangan Anda. DYOR.
$LIVE $LPKR
$WOOD Pak/Bu bandar peluru aku tinggal dikit buat avg down. Jangan turunin jauh jauh lagi yaa. Mau ikut hold sampai 1 tahun
Lets goooo!!!
@inrinatalia kalau narasinya adalah tentang likuiditas…. tetep aja rmko sama rmke juga bisa naik turun kan ? 🤦♂️
“Ngapain beli Saham kosong” yang artinya ga gerak ?
$WOOD ? Wkwkwk atau $SMDR ? Atau mungkin $BUMI juga fase sideways masuk ke saham Kosong ?
KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin, 23 Februari 2026, di level 8.383,53 atau menguat 111,76 poin setara 1,35 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di 8.271,77.
Sepanjang sesi, indeks bergerak dalam rentang 8.327,57 hingga 8.397,07, setelah dibuka di 8....

www.kabarbursa.com

Yg menanggung tarif nya kan memang bukan $WOOD tapi importir di US sana yg menanggung nya.. efeknya bagi wood tentu saja harga barang yg masuk kesana jadi lebih mahal.. jadi jelas di laporan keuangan pun gk ada tarif dr trump tersebut
$WOOD
Sebenarnya emiten ini ga terpengaruh tarif, dari dulu emang 0%, ada di laporan keuangannya. Katalis yg paling positif adalah adanya penurunan suku bunga THE FED yang akan menyebabkan liquiditas di pasar Amerika. Ini akan mendorong daya beli masyarakat, termasuk produk kebutuhan dr WOOD ini.
Selain itu, data Bill of Lading $WOOD ada peningkatan, artinya permintaan lebih tinggi dari sebelumnya.
Hanya saja, belum ARA aja nih.
DYOR
$SOLA duh keburu rame nih emiten, padahal harusnya dia bisa ke bawah 130 sekali lagi.
Karena dh rame jadi gk perlu dibahas lah fundamentalnya cari aja sendiri.
Dia emiten per aspalan yg strong, bisnisnya jg berbagai macam belum lagi kalo keluar news hilirisasi aspal dan seluruh proyek yg dia kerjakan duitnya dibayar semua
akhir tahun bisa tuh tercapai targetnya
Izin tag emiten lain : $RMKE $WOOD
Banyak yang bingung:
Apakah putusan Mahkamah Agung AS (SCOTUS) 20 Feb 2026 membatalkan perjanjian dagang terbaru Indonesia-AS (ditandatangani 19 Feb 2026)?Jawaban singkat: TIDAK.
Penjelasan:
Putusan SCOTUS (6-3) hanya membatalkan tarif sepihak Trump yang pakai International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) → dianggap presiden nggak punya wewenang unilateral buat tarif besar-besaran tanpa restu Kongres.
Perjanjian RI-AS beda:
Itu kesepakatan bilateral sukarela (reciprocal trade agreement)
Hasil negosiasi langsung Prabowo ke Washington (terkait Board of Peace juga)
Isinya: AS turunkan tarif ke 19% untuk mayoritas barang RI (dari level sebelumnya lebih tinggi), RI hapus tarif untuk 99% barang AS + komitmen beli barang AS miliaran dolar + atasi non-tariff barriers.
Ini bukan tarif IEEPA, jadi putusan MA nggak sentuh.
Akibatnya?
Tarif IEEPA global batal → Trump langsung ganti dengan tarif 10% universal baru (via Section 122 Trade Act).
Buat RI: tarif 19% dari deal bilateral kemungkinan tetap (bahkan bisa lebih tinggi dari 10% di beberapa kasus), tapi itu bagian dari kesepakatan yang sudah dinegosiasikan.
Jadi deal Februari 2026 masih sah & berlaku.
Pantau implementasinya ya!
Sumber: White House fact sheet, Bloomberg, AP News, dll.
$PBRX $BELL $WOOD
$WOOD untuk kotak gap yang sudah ketutup, saya hapus yah, supaya chart nya ga terlalu ramai.
Happy cuan.
salam
$IHSG

Laporan pantauan hari ini $MDIY (-1%), $WOOD (0%), $MCAS (5%) ..
Selamat yang sudah TP rutin yang secuil ..
target Tp 3% setiap hari sudah hit di $WOOD ya, jgn lupa sedekah Jumat ke org sekitar ya. selamat. skrg pasang trailing stop sj klw sudah sampai 10% boleh di panen sebagian.
random : $ANTM $INCO