342

+6

(1.79%)

Today

1.27 M

Volume

4.44 M

Avg volume

Company Background

PT Integra Indocabinet Tbk didirikan pada tahun 1989 sebagai perusahaan manufaktur untuk produk sederhana berbahan dasar kayu. Dalam perkembangannya, Perseroan bergerak dalam 3 (tiga) bidang usaha, yaitu Konsesi Hutan, Manufaktur Pengolahan Mebel Berbahan Kayu dan Trading, yang dikelola melalui 7 (tujuh) entitas anak, yaitu PT Narkata Rimba dan PT Belayan River Timber (Konsesi Hutan), PT Intertrend Utama, PT Interkraft, PT Intera Indonesia, PT Inter Kayu Mandiri (Manufaktur), dan PT Integriya Dekorindo (Trading). Hingga 31 Desember 2020, jumlah karyawan Integra mencapai 2.065 yang tersebar di seluruh Indonesia. Sejak tahun 2015... Read More

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

sell sell mau kembali ke gocap ini $FWCT $WOOD $IFII

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$WOOD

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

šŸ“Š KISI KISI SAHAM POTENSIAL $WOOD atau $SULI
Nitip disini dulu šŸ¤

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$WOOD sudah kering banget barangnya sepertinya šŸ˜‚

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$WOOD kalau saham ini bisa ARA luar biasa

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$WOOD kapan bangkit kencang sudah 4 tahun ,eh 4 bulan lebih yang lain pada lari kencang.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Menarik untuk dipantau hehe

$WOOD

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$WOOD sampai kapan kamuWOOD nyungseb tidak Ara Ara 4; bulan ,NAYZ sudah berubah , kapan kamu berubah Ara nya,

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

lumayan pagi tadi disaat IHSG merah kita tetep cuan lah buat cilok $ERTX $WOOD

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$WOOD 🤭

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

PT Integra Indocabinet Tbk - WOOD
Laporan Keuangan
- Neraca Keuangan
- Laporan Laba Rugi
- Laporan Arus Kas
- Laporan Perubahan Ekuitas

Sumber Data: https://cutt.ly/Wtv7sm3w

$WOOD

1/4

testestestes

Sentimen ESG di CNBC Indonesia hari ini bener-bener bisa jadi bahan bakar buat sektor $WOOD processing. Dengan skema insentif karbon yang baru rilis, emiten yang punya konsesi hutan luas nggak cuma jualan kayu lagi, tapi jualan 'udara segar' alias carbon credit.

Siap-siap auto reject atas, foreign flow / asing dari beberapa hari ini sudah akumulasi ke saham green economy contohnya SULI. Neng SULI punya hutan di Kalimatan Utara ratusan ribu hektar.

Prediksi: Bullish $CUAN parah buat sektor kayu dalam waktu singkat ke depan.

Jejak dulu di saham ini. $IHSG

Duduk santai di kursi rotan
Sambil memandang langit yang biru
Ekspor meluas ke berbagai pangkalan
Saham perkayuan "Auto Reject Atas" melulu. (amin)

DYOR.
Disc ON: Tontonin, ga ngajak beli/jual.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$WOOD kalau saham gorengan seperti inilah , sebelum masak belum bisa dinaikkan.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$MKTR

Halo investor, mari kita bedah **PT Menthobi Karyatama Raya Tbk (MKTR)**. Sebagai mentor, saya melihat emiten ini memiliki cerita pertumbuhan yang menarik, namun Anda perlu memahami volatilitas jangka pendeknya. Berikut adalah analisis mendalam untuk strategi investasi Anda:

**1. Fundamental "Zero Waste" yang Unik**
MKTR bukan sekadar perusahaan perkebunan sawit biasa. Mereka memiliki keunggulan kompetitif melalui model bisnis terintegrasi dan ramah lingkungan (*zero waste*).
* **Efisiensi Biaya:** MKTR mengolah limbah sawit menjadi pupuk organik (GreenGrow) melalui anak usahanya, PT Menthobi Hijau Lestari (MHL). Ini tidak hanya menghemat biaya pemupukan, tetapi juga menciptakan sumber pendapatan baru yang sudah tersertifikasi TKDN.
* **Kinerja Keuangan Tumbuh:** Pada Semester I 2025, pendapatan naik 7,96% menjadi Rp493,55 miliar, dan laba bersih melesat 67,51% menjadi Rp13,15 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Target laba bersih tahun buku 2025 dipatok optimis sebesar Rp73 miliar.

**2. Katalis Super: Mandatori B50 di 2026**
Ini adalah *game changer* yang harus Anda perhatikan.
* Pemerintah Indonesia menargetkan penerapan biodiesel B50 (campuran 50% minyak sawit) pada tahun 2026.
* Program ini diperkirakan menyerap tambahan 5,3 juta ton CPO domestik, yang berpotensi mengurangi volume ekspor namun **mendongkrak harga CPO global** karena pasokan yang ketat. Kenaikan harga rata-rata (ASP) CPO akan langsung mempertebal margin keuntungan MKTR.

**3. Ekspansi Agresif**
Manajemen tidak tinggal diam. Mereka sedang dalam fase ekspansi kapasitas:
* Kapasitas pabrik ditingkatkan dari 30 ton/jam menjadi 60 ton/jam pada tahun 2026 untuk mengantisipasi panen dari kebun inti yang memasuki usia prima (rata-rata 13,1 tahun).
* Optimalisasi aset dilakukan melalui peningkatan produksi *Crude Palm Kernel Oil* (CPKO) di fasilitas *Kernel Crushing Plant* (KCP).

**4. Volatilitas Pasar & Valuasi**
Anda mungkin melihat pergerakan harga saham yang liar pada Januari 2026 (sempat menyentuh 199 dan turun ke 112).
* **Klarifikasi Manajemen:** Volatilitas ini murni dinamika pasar. Manajemen telah mengonfirmasi tidak ada kejadian material tersembunyi dan pemegang saham pengendali tidak berencana melepas sahamnya.
* **Valuasi:** MKTR diperdagangkan dengan valuasi premium dibandingkan rekan sejenisnya (sektor primer) karena narasi "Green Agribusiness" dan potensi pertumbuhannya.

**Arahan untuk Investor:**
* **Hold/Accumulate (Jangka Panjang):** Jika Anda percaya pada tesis "Supercycle CPO" akibat program B50, MKTR adalah pilihan menarik karena fundamentalnya yang efisien dan usia tanaman yang produktif.
* **Manfaatkan Koreksi:** Volatilitas Januari 2026 bisa menjadi peluang masuk (buy on weakness) di harga bawah, mengingat target kinerja 2025 yang solid dan rutinnya pembagian dividen.
* **Perhatikan Risiko:** Pantau terus fluktuasi harga komoditas global dan kebijakan ekspor pemerintah, karena ini berdampak langsung pada pendapatan perseroan.

Tetap bijak, gunakan data, dan jangan terpancing kepanikan pasar sesaat. Selamat berinvestasi!

https://cutt.ly/otvivP2e

RANDOM TAG $ACES $WOOD

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$WOOD muncul di screener guys, mau reversal saatnya serok

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@skydrugz27 ga turun dalem karena kalau semua bangkrut bakal makannya indomie, dkk :v 🤣🤣

$GTSI $TRUE $WOOD

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Saya ngekost di $WOOD sejak November 2025. Sampe kapan ya kejemput di angka 4 ratusan lagi..?

Sy juga masih ngekost di $FPNI, $NRCA, ngga CL, biarkan aja mau smp gimana

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$WOOD

tunggu momentum harga kayu sudah naik

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Cara Saham Kayu Mengatasi Piutang Macet

Saham kayu di IHSG itu perlu melakukan manajemen piutang dengan baik. Ekspor kelihatan gagah karena terima USD, tetapi yang menentukan umur panjang perusahaan itu bukan invoice, melainkan kas yang benar-benar masuk. Banyak emiten kayu jatuh bukan karena tidak bisa produksi, tapi karena terlalu percaya buyer lalu modal kerja terkunci di piutang dan persediaan. Begitu buyer telat bayar, efeknya berantai, mulai dari cicilan bank, pembelian log, sampai produksi yang tersendat. Jadi piutang itu bukan detail akuntansi, itu tombol hidup-mati, apalagi di bisnis siklikal seperti kayu. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kalau dibandingkan antar emiten, pola yang paling jelas ada di konsentrasi pelanggan dan sikap perusahaan terhadap cadangan kerugian piutang. $WOOD punya buyer besar yang dominan, Novo Building 27,39%, Starbright Forever 20,50%, dan US Lumber 14,15%, lalu mencatat cadangan expected credit loss Rp6,999 miliar per September 2025. Ini bisa dibaca dua arah. Bagus karena ada transparansi mengakui risiko dan memberi bantalan laba jika ada gagal bayar. Buruk jika cadangan itu muncul karena kualitas tagihan memang mulai menurun atau eksposur ke beberapa buyer besar terlalu tebal sehingga satu gangguan langsung terasa. Potensi baiknya muncul kalau konsentrasi ini ditopang kontrak, histori bayar yang terbukti, dan disiplin termin yang ketat, bukan sekadar relasi dagang yang nyaman.

$FWCT dan $IFII sama-sama sangat bergantung pada sedikit nama, tetapi kualitas ceritanya berbeda dari sisi perlindungan. FWCT ditopang Far East American Inc dan Concannon Lumber Co dengan penjualan gabungan Rp457,7 miliar, dan manajemen menyebut seluruh piutang belum jatuh tempo serta tidak perlu cadangan kerugian karena dianggap fully collectible. Ini bisa sangat bagus kalau memang termin pendek, buyer repeat order, dan kontrol kreditnya ketat, karena berarti arus kas bisa lebih mulus dan laba tidak tergerus pencadangan. Namun ini juga bisa buruk kalau penilaiannya terlalu optimistis, karena di industri ekspor, satu perubahan siklus bisa mengubah buyer yang tadinya lancar menjadi lambat bayar, dan saat itu tidak ada bantalan.

IFII lebih ekstrem di konsentrasi, S.A. Shahab 52,10%, SMB Kenzai 20,33%, House of Wood 12,38%, dengan cadangan kerugian piutang Rp1,479 miliar. Bagusnya, cadangannya ada walau kecil, lalu fokus produk MDF dan pasar Timur Tengah sekitar 64% penjualan bersih memberi skala ekspor yang jelas. Buruknya, konsentrasi segede itu membuat risiko permintaan dan risiko kredit lebih tajam, jadi syarat sehatnya adalah buyer yang benar-benar bankable, asuransi kredit atau mitigasi kontraktual, serta manajemen inventory yang disiplin agar tidak dobel terkunci di barang dan piutang.

SOFA dan TIRT lebih unik karena wajah risikonya tidak sama dengan eksportir kayu massal. SOFA melaporkan tidak ada pelanggan tunggal di atas 10% penjualan dan punya cadangan spesifik Rp5,19 juta untuk satu debitur. Ini bagus karena risiko kredit tersebar dan satu debitur bermasalah tidak langsung mengganggu keseluruhan. Tetapi bisa buruk kalau penyebaran pelanggan ternyata berarti daya tawar rendah, penjualan tidak stabil, atau kualitas debitur bervariasi sehingga problemnya bukan satu besar, melainkan banyak kecil yang merepotkan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

TIRT bahkan mencatat saldo piutang usaha pihak ketiga 0 per 30 September 2025, dengan pelanggan utama individu Agus Riyadi dan Rusiyanto, lalu perusahaan sedang transformasi total dari plywood ke transportasi laut yang disetujui September 2025 dan menyiapkan pendanaan untuk 20 tugboats dan barges. Nol piutang bisa bagus karena tidak ada risiko tagihan macet di fase transisi, tetapi juga bisa buruk karena mengindikasikan aktivitas bisnis lama sudah sangat kecil, sementara tantangan barunya justru pindah ke risiko eksekusi proyek kapal, pembiayaan, dan cashflow operasional di bisnis pelayaran.

Di belakang semua itu, pendekatan manajemen risiko mereka memberi petunjuk kualitas tata kelola. WOOD dan IFII memakai provision matrix untuk expected credit loss berbasis histori default dan faktor ekonomi ke depan, ini biasanya lebih sehat karena sistematis, walau konsekuensinya laba terlihat lebih konservatif. FWCT dan SOFA lebih menekankan seleksi reputasi debitur dan jejak pembayaran sebelum memberi kredit, ini efektif kalau disiplin dan tidak longgar ketika siklus sedang bagus. Hampir semuanya mengandalkan natural hedging dari ekspor valas, itu bagus untuk meredam kurs, tetapi tidak menyelamatkan jika piutang macet, karena kurs tidak bisa menutup kas yang tidak masuk. Jadi syarat agar sisi bagusnya menang adalah kombinasi sederhana, buyer terkonsentrasi harus disertai kontrol kontrak dan termin yang ketat, pencadangan harus selaras dengan data, dan inventory harus dijaga agar tidak ikut membengkak ketika penagihan melambat.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/10

testestestestestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$WOOD kalu mau aman belilah wood.IHSG ijo merah dia tetap kalem diam šŸ˜‚

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Saham Kayu yang Melakukan Ekspor Akan Sangat Seksi Jika Dollar Meroket ke 20.000 Rupiah

Lanjutan diskusi perusahaan kayu di External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Bisnis kayu di Indonesia memang kelihatan seksi karena banyak emiten bisa jual ekspor dapat USD, sementara gaji dan banyak biaya pabrik dibayar pakai rupiah. Tapi justru di situ jebakannya, karena pasar sering mengira setiap kenaikan USD otomatis jadi margin, padahal realitanya ditentukan oleh seberapa cepat barang muter, seberapa besar stok numpuk, dan seberapa kuat perusahaan tahan jeda penagihan. Kalau stok keburu membengkak atau kontrak ekspor melemah, laba bisa tetap ada, tapi kas seret dan utang jadi penggembok gerak. Di sisi lain, emiten yang terlihat kecil kadang lebih sehat karena tidak perlu menggendong persediaan segede gudang pelabuhan. Jadi yang perlu dilihat bukan cuma siapa yang paling besar, tapi siapa yang paling rapi mengubah penjualan menjadi kas. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Dari sisi skala penjualan kayu per September 2025, $WOOD paling dominan dengan revenue segmen kayu sekitar Rp2,16 triliun, di atas $FWCT Rp1,14 triliun, $IFII Rp1,02 triliun, lalu DSNG Rp948,7 miliar untuk segmen produk kayu. Jaraknya makin ekstrem saat melihat SOFA yang cuma sekitar Rp23,0 miliar, sementara TIRT praktis nol dengan revenue sekitar Rp33 juta karena bisnis kayu lapisnya sudah berhenti sejak 2020. Bedanya WOOD dan DSNG ada pada struktur grup, WOOD memang berbasis kayu dan furnitur sebagai napas utama, sedangkan DSNG itu konglomerasi yang dikonsolidasikan kelapa sawit, jadi angka laba bersih total Rp1,31 triliun dan arus kas operasi Rp2,04 triliun tidak bisa dibaca sebagai cerminan murni bisnis kayunya. Karena itu, membandingkan DSNG dengan WOOD atau IFII harus dibaca sebagai perbandingan model bisnis, bukan sekadar adu margin segmen kayu.

Kalau fokus ke efisiensi laba terhadap revenue kayu, IFII terlihat paling tebal. IFII mencetak laba bersih total Rp154,5 miliar dari revenue kayu Rp1,02 triliun, kira-kira setara margin bersih 15,2%, jauh di atas WOOD yang laba bersihnya Rp109,5 miliar dari Rp2,16 triliun, sekitar 5,1%, dan FWCT Rp45,9 miliar dari Rp1,14 triliun, sekitar 4,0%. SOFA memang masih laba Rp0,56 miliar dari Rp23,0 miliar, kira-kira 2,4%, tapi ini rapuh karena arus kas operasi malah minus Rp3,1 miliar, artinya keuntungan akuntansi tidak berhasil jadi uang tunai. TIRT lebih ekstrem, rugi bersih Rp33,1 miliar dengan arus kas operasi minus Rp8,3 miliar, jadi di sini ceritanya bukan siklus normal industri, tapi fase bertahan hidup dan transformasi. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

WOOD memegang piutang sekitar Rp349,3 miliar, tapi persediaannya tembus Rp3,19 triliun, jadi struktur modal kerjanya berat di stok, bukan di tagihan. Ini membuat WOOD sensitif pada perlambatan order ekspor, karena uang keburu berubah jadi barang. Kebalikannya FWCT, piutang Rp39,1 miliar dan persediaan Rp78,9 miliar, jadi stoknya relatif ramping dibanding penjualan, dan ini nyambung dengan arus kas operasi positif Rp74,9 miliar. IFII juga relatif rapi, piutang Rp116,2 miliar dan persediaan Rp250,1 miliar, lalu arus kas operasi Rp310,9 miliar, ini setara sekitar 30,6% dari revenue kayu, angka yang biasanya cuma muncul kalau penagihan kuat dan perputaran barang disiplin. SOFA justru terlihat berat di persediaan Rp30,7 miliar dengan revenue cuma Rp23,0 miliar, jadi secara statistik stoknya lebih besar dari penjualannya, wajar kalau kasnya tertekan. Untuk DSNG, piutang Rp364,2 miliar dan persediaan Rp1,35 triliun menunjukkan modal kerja besar, tetapi lagi-lagi ini bercampur dengan sawit, jadi pembacaannya harus hati-hati.

Soal struktur permodalan, yang paling aman secara rasio terlihat di IFII karena IFII punya total utang Rp359,9 miliar dengan total aset Rp1,72 triliun, jadi utang terhadap aset sekitar 21,0%, dan utang terhadap ekuitas sekitar 0,27 kali. WOOD lebih berat, total utang Rp3,14 triliun dibanding aset Rp7,73 triliun, utang terhadap aset sekitar 40,7%, dan utang terhadap ekuitas sekitar 0,69 kali, masih wajar untuk skala besar, tapi jelas lebih sensitif kalau kas operasi melemah karena stok kebanyakan. FWCT paling ketat di antara yang masih sehat, total utang Rp363,7 miliar dibanding aset Rp746,2 miliar, utang terhadap aset sekitar 48,7%, dan utang terhadap ekuitas sekitar 0,95 kali, jadi ruang napasnya lebih sempit bila terjadi gangguan permintaan atau kenaikan biaya bahan baku. SOFA masih moderat, utang terhadap aset sekitar 24,9% dan utang terhadap ekuitas sekitar 0,33 kali, tetapi masalahnya ada di kas operasi yang negatif. TIRT sudah masuk zona bahaya, total utang Rp1,07 triliun sementara aset Rp361,6 miliar dan ekuitas negatif Rp708,8 miliar, jadi leverage-nya tidak lagi bicara efisiensi, tapi risiko struktur neraca. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Karakter ekspor juga membuat profil risiko tiap emiten beda. WOOD sangat bergantung pada ekspor, ekspor Rp2,13 triliun dibanding lokal Rp18,3 miliar, berarti sekitar 99,15% penjualan kayu datang dari luar negeri, dan konsentrasi pelanggannya tinggi karena tiga pelanggan besar menyumbang sekitar 62,04% penjualan. FWCT juga kuat di ekspor dengan Far East American Inc sekitar 24% dan Concannon Lumber Co sekitar 16%, total 40% hanya dari dua nama, jadi risiko konsentrasi tetap ada meski tidak setinggi WOOD. IFII bahkan lebih tajam, pelanggan terbesar S A Shahab And Company Pte Ltd sekitar 52,10% dan SMB Kenzai Co Ltd sekitar 20,33%, total 72,43% dari dua pelanggan, jadi keunggulan volume datang dengan konsekuensi ketergantungan. DSNG untuk segmen kayu juga dominan ekspor, Rp865,4 miliar dibanding lokal Rp83,3 miliar, sekitar 91,2% ekspor, tetapi penyerap risiko utamanya ada di diversifikasi grup, bukan di kayu itu sendiri. SOFA bermain di furnitur high-end dengan merek Blackwood dan pola ritel-proyek, sehingga skalanya kecil tapi volatilitasnya bisa tinggi. TIRT saat ini hanya melayani pelanggan lokal kecil sambil bergeser ke bisnis pelayaran, jadi membandingkannya dengan eksportir aktif akan menghasilkan kesimpulan yang menyesatkan. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Intinya, tema besar kayu ekspor dapat USD tapi bayar banyak biaya pakai rupiah memang nyata, namun yang membedakan pemenang dan korban biasanya ada di tiga statistik ini. Seberapa berat persediaan dibanding penjualan, seberapa kuat arus kas operasi dibanding laba, dan seberapa longgar struktur utangnya saat siklus permintaan berubah. Di set data September 2025, IFII terlihat paling konsisten di kas dan margin, WOOD paling besar tapi modal kerjanya paling berat di stok, FWCT paling rapi di modal kerja tapi leverage-nya relatif ketat, DSNG paling kuat secara grup tapi angka segmen kayu tidak bisa diseret jadi pembuktian profit kayu, sementara SOFA dan terutama TIRT lebih cocok dibaca sebagai cerita khusus, bukan representasi normal industri kayu ekspor. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/3

testestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Jumat berkah yuk
pantau hari ini semoga
$SMLE
$WOOD
$LPLI
semoga beruntung DYOR..

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Harga Kayu di Amerika Mendekati 600 Dollar

Rebound tapi belum bisa tembus all time high lagi. Secara teoritis, kenaikan harga kayu ini harusnya bisa berdampak positif buat perusahaan kayu Indonesia yang melakukan ekspor ke Amerika. Dapat duit dollar, bayar karyawan pakai rupiah. Margin tebal.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$FWCT $WOOD $IFII

Read more...

1/2

testes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

apakah $WOOD bisa ke 400? tunggu waktu saja

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$UNTR otw gocap gak?
*bertanya dengan nada lembut dan pura2 nanya šŸ˜‚
$WOOD $HUMI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$WOOD Harga produk wood semakin murah dan kompetitif di pasar AS, Semoga demand nya naik, Eksportir suka kalau rupiah melemah

Presiden Prabowo Subianto resmi mencabut izin usaha 28 perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran pemanfaatan kawasan hutan & lingkungan di Aceh, Sumut, dan Sumbar setelah banjir besar dan longsor di Sumatera. Langkah ini dilakukan sebagai respon atas hasil audit cepat dari Satgas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).

Salah satu nama besar yang terkena sanksi adalah:
• PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) masuk dalam daftar 28 perusahaan yang izinnya dicabut pemerintah. detikcom
šŸ” Kebijakan ini jadi sinyal kuat penegakan aturan lingkungan & tata kelola hutan yang lebih ketat di Indonesia.

Informasi menarik https://bit.ly/4suFbhC


$INRU $TOBA $WOOD

Read more...

$WOOD pendapatan banyak di ekspor dan rupiah terus melemah. artinyaa...
DYOR

$IFII $FWCT

2013-2026 Stockbit Ā·AboutĀ·ContactHelpĀ·House RulesĀ·TermsĀ·Privacy