


Volume
Avg volume
PT Integra Indocabinet Tbk didirikan pada tahun 1989 sebagai perusahaan manufaktur untuk produk sederhana berbahan dasar kayu. Dalam perkembangannya, Perseroan bergerak dalam 3 (tiga) bidang usaha, yaitu Konsesi Hutan, Manufaktur Pengolahan Mebel Berbahan Kayu dan Trading, yang dikelola melalui 7 (tujuh) entitas anak, yaitu PT Narkata Rimba dan PT Belayan River Timber (Konsesi Hutan), PT Intertrend Utama, PT Interkraft, PT Intera Indonesia, PT Inter Kayu Mandiri (Manufaktur), dan PT Integriya Dekorindo (Trading). Hingga 31 Desember 2020, jumlah karyawan Integra mencapai 2.065 yang tersebar di seluruh Indonesia. Sejak tahun 2015... Read More
Cara Saham Kayu Mengatasi Piutang Macet
Saham kayu di IHSG itu perlu melakukan manajemen piutang dengan baik. Ekspor kelihatan gagah karena terima USD, tetapi yang menentukan umur panjang perusahaan itu bukan invoice, melainkan kas yang benar-benar masuk. Banyak emiten kayu jatuh bukan karena tidak bisa produksi, tapi karena terlalu percaya buyer lalu modal kerja terkunci di piutang dan persediaan. Begitu buyer telat bayar, efeknya berantai, mulai dari cicilan bank, pembelian log, sampai produksi yang tersendat. Jadi piutang itu bukan detail akuntansi, itu tombol hidup-mati, apalagi di bisnis siklikal seperti kayu. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Kalau dibandingkan antar emiten, pola yang paling jelas ada di konsentrasi pelanggan dan sikap perusahaan terhadap cadangan kerugian piutang. $WOOD punya buyer besar yang dominan, Novo Building 27,39%, Starbright Forever 20,50%, dan US Lumber 14,15%, lalu mencatat cadangan expected credit loss Rp6,999 miliar per September 2025. Ini bisa dibaca dua arah. Bagus karena ada transparansi mengakui risiko dan memberi bantalan laba jika ada gagal bayar. Buruk jika cadangan itu muncul karena kualitas tagihan memang mulai menurun atau eksposur ke beberapa buyer besar terlalu tebal sehingga satu gangguan langsung terasa. Potensi baiknya muncul kalau konsentrasi ini ditopang kontrak, histori bayar yang terbukti, dan disiplin termin yang ketat, bukan sekadar relasi dagang yang nyaman.
$FWCT dan $IFII sama-sama sangat bergantung pada sedikit nama, tetapi kualitas ceritanya berbeda dari sisi perlindungan. FWCT ditopang Far East American Inc dan Concannon Lumber Co dengan penjualan gabungan Rp457,7 miliar, dan manajemen menyebut seluruh piutang belum jatuh tempo serta tidak perlu cadangan kerugian karena dianggap fully collectible. Ini bisa sangat bagus kalau memang termin pendek, buyer repeat order, dan kontrol kreditnya ketat, karena berarti arus kas bisa lebih mulus dan laba tidak tergerus pencadangan. Namun ini juga bisa buruk kalau penilaiannya terlalu optimistis, karena di industri ekspor, satu perubahan siklus bisa mengubah buyer yang tadinya lancar menjadi lambat bayar, dan saat itu tidak ada bantalan.
IFII lebih ekstrem di konsentrasi, S.A. Shahab 52,10%, SMB Kenzai 20,33%, House of Wood 12,38%, dengan cadangan kerugian piutang Rp1,479 miliar. Bagusnya, cadangannya ada walau kecil, lalu fokus produk MDF dan pasar Timur Tengah sekitar 64% penjualan bersih memberi skala ekspor yang jelas. Buruknya, konsentrasi segede itu membuat risiko permintaan dan risiko kredit lebih tajam, jadi syarat sehatnya adalah buyer yang benar-benar bankable, asuransi kredit atau mitigasi kontraktual, serta manajemen inventory yang disiplin agar tidak dobel terkunci di barang dan piutang.
SOFA dan TIRT lebih unik karena wajah risikonya tidak sama dengan eksportir kayu massal. SOFA melaporkan tidak ada pelanggan tunggal di atas 10% penjualan dan punya cadangan spesifik Rp5,19 juta untuk satu debitur. Ini bagus karena risiko kredit tersebar dan satu debitur bermasalah tidak langsung mengganggu keseluruhan. Tetapi bisa buruk kalau penyebaran pelanggan ternyata berarti daya tawar rendah, penjualan tidak stabil, atau kualitas debitur bervariasi sehingga problemnya bukan satu besar, melainkan banyak kecil yang merepotkan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
TIRT bahkan mencatat saldo piutang usaha pihak ketiga 0 per 30 September 2025, dengan pelanggan utama individu Agus Riyadi dan Rusiyanto, lalu perusahaan sedang transformasi total dari plywood ke transportasi laut yang disetujui September 2025 dan menyiapkan pendanaan untuk 20 tugboats dan barges. Nol piutang bisa bagus karena tidak ada risiko tagihan macet di fase transisi, tetapi juga bisa buruk karena mengindikasikan aktivitas bisnis lama sudah sangat kecil, sementara tantangan barunya justru pindah ke risiko eksekusi proyek kapal, pembiayaan, dan cashflow operasional di bisnis pelayaran.
Di belakang semua itu, pendekatan manajemen risiko mereka memberi petunjuk kualitas tata kelola. WOOD dan IFII memakai provision matrix untuk expected credit loss berbasis histori default dan faktor ekonomi ke depan, ini biasanya lebih sehat karena sistematis, walau konsekuensinya laba terlihat lebih konservatif. FWCT dan SOFA lebih menekankan seleksi reputasi debitur dan jejak pembayaran sebelum memberi kredit, ini efektif kalau disiplin dan tidak longgar ketika siklus sedang bagus. Hampir semuanya mengandalkan natural hedging dari ekspor valas, itu bagus untuk meredam kurs, tetapi tidak menyelamatkan jika piutang macet, karena kurs tidak bisa menutup kas yang tidak masuk. Jadi syarat agar sisi bagusnya menang adalah kombinasi sederhana, buyer terkonsentrasi harus disertai kontrol kontrak dan termin yang ketat, pencadangan harus selaras dengan data, dan inventory harus dijaga agar tidak ikut membengkak ketika penagihan melambat.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/10










Saham Kayu yang Melakukan Ekspor Akan Sangat Seksi Jika Dollar Meroket ke 20.000 Rupiah
Lanjutan diskusi perusahaan kayu di External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Bisnis kayu di Indonesia memang kelihatan seksi karena banyak emiten bisa jual ekspor dapat USD, sementara gaji dan banyak biaya pabrik dibayar pakai rupiah. Tapi justru di situ jebakannya, karena pasar sering mengira setiap kenaikan USD otomatis jadi margin, padahal realitanya ditentukan oleh seberapa cepat barang muter, seberapa besar stok numpuk, dan seberapa kuat perusahaan tahan jeda penagihan. Kalau stok keburu membengkak atau kontrak ekspor melemah, laba bisa tetap ada, tapi kas seret dan utang jadi penggembok gerak. Di sisi lain, emiten yang terlihat kecil kadang lebih sehat karena tidak perlu menggendong persediaan segede gudang pelabuhan. Jadi yang perlu dilihat bukan cuma siapa yang paling besar, tapi siapa yang paling rapi mengubah penjualan menjadi kas. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Dari sisi skala penjualan kayu per September 2025, $WOOD paling dominan dengan revenue segmen kayu sekitar Rp2,16 triliun, di atas $FWCT Rp1,14 triliun, $IFII Rp1,02 triliun, lalu DSNG Rp948,7 miliar untuk segmen produk kayu. Jaraknya makin ekstrem saat melihat SOFA yang cuma sekitar Rp23,0 miliar, sementara TIRT praktis nol dengan revenue sekitar Rp33 juta karena bisnis kayu lapisnya sudah berhenti sejak 2020. Bedanya WOOD dan DSNG ada pada struktur grup, WOOD memang berbasis kayu dan furnitur sebagai napas utama, sedangkan DSNG itu konglomerasi yang dikonsolidasikan kelapa sawit, jadi angka laba bersih total Rp1,31 triliun dan arus kas operasi Rp2,04 triliun tidak bisa dibaca sebagai cerminan murni bisnis kayunya. Karena itu, membandingkan DSNG dengan WOOD atau IFII harus dibaca sebagai perbandingan model bisnis, bukan sekadar adu margin segmen kayu.
Kalau fokus ke efisiensi laba terhadap revenue kayu, IFII terlihat paling tebal. IFII mencetak laba bersih total Rp154,5 miliar dari revenue kayu Rp1,02 triliun, kira-kira setara margin bersih 15,2%, jauh di atas WOOD yang laba bersihnya Rp109,5 miliar dari Rp2,16 triliun, sekitar 5,1%, dan FWCT Rp45,9 miliar dari Rp1,14 triliun, sekitar 4,0%. SOFA memang masih laba Rp0,56 miliar dari Rp23,0 miliar, kira-kira 2,4%, tapi ini rapuh karena arus kas operasi malah minus Rp3,1 miliar, artinya keuntungan akuntansi tidak berhasil jadi uang tunai. TIRT lebih ekstrem, rugi bersih Rp33,1 miliar dengan arus kas operasi minus Rp8,3 miliar, jadi di sini ceritanya bukan siklus normal industri, tapi fase bertahan hidup dan transformasi. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
WOOD memegang piutang sekitar Rp349,3 miliar, tapi persediaannya tembus Rp3,19 triliun, jadi struktur modal kerjanya berat di stok, bukan di tagihan. Ini membuat WOOD sensitif pada perlambatan order ekspor, karena uang keburu berubah jadi barang. Kebalikannya FWCT, piutang Rp39,1 miliar dan persediaan Rp78,9 miliar, jadi stoknya relatif ramping dibanding penjualan, dan ini nyambung dengan arus kas operasi positif Rp74,9 miliar. IFII juga relatif rapi, piutang Rp116,2 miliar dan persediaan Rp250,1 miliar, lalu arus kas operasi Rp310,9 miliar, ini setara sekitar 30,6% dari revenue kayu, angka yang biasanya cuma muncul kalau penagihan kuat dan perputaran barang disiplin. SOFA justru terlihat berat di persediaan Rp30,7 miliar dengan revenue cuma Rp23,0 miliar, jadi secara statistik stoknya lebih besar dari penjualannya, wajar kalau kasnya tertekan. Untuk DSNG, piutang Rp364,2 miliar dan persediaan Rp1,35 triliun menunjukkan modal kerja besar, tetapi lagi-lagi ini bercampur dengan sawit, jadi pembacaannya harus hati-hati.
Soal struktur permodalan, yang paling aman secara rasio terlihat di IFII karena IFII punya total utang Rp359,9 miliar dengan total aset Rp1,72 triliun, jadi utang terhadap aset sekitar 21,0%, dan utang terhadap ekuitas sekitar 0,27 kali. WOOD lebih berat, total utang Rp3,14 triliun dibanding aset Rp7,73 triliun, utang terhadap aset sekitar 40,7%, dan utang terhadap ekuitas sekitar 0,69 kali, masih wajar untuk skala besar, tapi jelas lebih sensitif kalau kas operasi melemah karena stok kebanyakan. FWCT paling ketat di antara yang masih sehat, total utang Rp363,7 miliar dibanding aset Rp746,2 miliar, utang terhadap aset sekitar 48,7%, dan utang terhadap ekuitas sekitar 0,95 kali, jadi ruang napasnya lebih sempit bila terjadi gangguan permintaan atau kenaikan biaya bahan baku. SOFA masih moderat, utang terhadap aset sekitar 24,9% dan utang terhadap ekuitas sekitar 0,33 kali, tetapi masalahnya ada di kas operasi yang negatif. TIRT sudah masuk zona bahaya, total utang Rp1,07 triliun sementara aset Rp361,6 miliar dan ekuitas negatif Rp708,8 miliar, jadi leverage-nya tidak lagi bicara efisiensi, tapi risiko struktur neraca. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Karakter ekspor juga membuat profil risiko tiap emiten beda. WOOD sangat bergantung pada ekspor, ekspor Rp2,13 triliun dibanding lokal Rp18,3 miliar, berarti sekitar 99,15% penjualan kayu datang dari luar negeri, dan konsentrasi pelanggannya tinggi karena tiga pelanggan besar menyumbang sekitar 62,04% penjualan. FWCT juga kuat di ekspor dengan Far East American Inc sekitar 24% dan Concannon Lumber Co sekitar 16%, total 40% hanya dari dua nama, jadi risiko konsentrasi tetap ada meski tidak setinggi WOOD. IFII bahkan lebih tajam, pelanggan terbesar S A Shahab And Company Pte Ltd sekitar 52,10% dan SMB Kenzai Co Ltd sekitar 20,33%, total 72,43% dari dua pelanggan, jadi keunggulan volume datang dengan konsekuensi ketergantungan. DSNG untuk segmen kayu juga dominan ekspor, Rp865,4 miliar dibanding lokal Rp83,3 miliar, sekitar 91,2% ekspor, tetapi penyerap risiko utamanya ada di diversifikasi grup, bukan di kayu itu sendiri. SOFA bermain di furnitur high-end dengan merek Blackwood dan pola ritel-proyek, sehingga skalanya kecil tapi volatilitasnya bisa tinggi. TIRT saat ini hanya melayani pelanggan lokal kecil sambil bergeser ke bisnis pelayaran, jadi membandingkannya dengan eksportir aktif akan menghasilkan kesimpulan yang menyesatkan. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Intinya, tema besar kayu ekspor dapat USD tapi bayar banyak biaya pakai rupiah memang nyata, namun yang membedakan pemenang dan korban biasanya ada di tiga statistik ini. Seberapa berat persediaan dibanding penjualan, seberapa kuat arus kas operasi dibanding laba, dan seberapa longgar struktur utangnya saat siklus permintaan berubah. Di set data September 2025, IFII terlihat paling konsisten di kas dan margin, WOOD paling besar tapi modal kerjanya paling berat di stok, FWCT paling rapi di modal kerja tapi leverage-nya relatif ketat, DSNG paling kuat secara grup tapi angka segmen kayu tidak bisa diseret jadi pembuktian profit kayu, sementara SOFA dan terutama TIRT lebih cocok dibaca sebagai cerita khusus, bukan representasi normal industri kayu ekspor. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/3



Harga Kayu di Amerika Mendekati 600 Dollar
Rebound tapi belum bisa tembus all time high lagi. Secara teoritis, kenaikan harga kayu ini harusnya bisa berdampak positif buat perusahaan kayu Indonesia yang melakukan ekspor ke Amerika. Dapat duit dollar, bayar karyawan pakai rupiah. Margin tebal.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$FWCT $WOOD $IFII
1/2


$WOOD Harga produk wood semakin murah dan kompetitif di pasar AS, Semoga demand nya naik, Eksportir suka kalau rupiah melemah
Presiden Prabowo Subianto resmi mencabut izin usaha 28 perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran pemanfaatan kawasan hutan & lingkungan di Aceh, Sumut, dan Sumbar setelah banjir besar dan longsor di Sumatera. Langkah ini dilakukan sebagai respon atas hasil audit cepat dari Satgas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).
Salah satu nama besar yang terkena sanksi adalah:
• PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) masuk dalam daftar 28 perusahaan yang izinnya dicabut pemerintah. detikcom
🔍 Kebijakan ini jadi sinyal kuat penegakan aturan lingkungan & tata kelola hutan yang lebih ketat di Indonesia.
Informasi menarik https://bit.ly/4suFbhC
$INRU $TOBA $WOOD
🎯 Tiga Pilar Keunggulan Trading: Cepat, Akurat, dan Terkonfirmasi
Untuk berhasil di pasar saham yang kompetitif, Anda membutuhkan lebih dari sekadar indikator yang tampak bagus. Anda membutuhkan alat yang mampu mendeteksi aktivitas Smart Money—para pemain besar yang secara fundamental memicu pergerakan harga—jauh sebelum pergerakan itu menjadi tren.
Trigger Smart Money adalah sistem analisis canggih yang dibangun di atas tiga pilar utama untuk memberikan trader Indonesia keunggulan yang menentukan:
1. Pendeteksian Volume Abnormal yang Cepat: Tidak seperti indikator yang lambat (rata-rata volume harian), alat ini memonitor volume secara intraday dan memberikan alert segera ketika sebuah saham mencetak volume yang jauh di luar batas normal, misalnya 6x lipat dari rata-rata intraday sebelumnya. Lonjakan ekstrem ini adalah tanda bahwa Dana Besar sedang beraksi.
2. Filter Arus Dana (Money Flow) yang Presisi: Volume tinggi belum tentu akumulasi; bisa jadi distribusi. Trigger Smart Money melangkah lebih jauh dengan menganalisis apakah lonjakan volume tersebut didominasi oleh dana masuk (akumulasi) atau dana keluar (distribusi/pembuangan). Ini adalah filter anti-false signal yang krusial.
3. Data Real-Time Langsung dari Transaksi: Semua analisis diproses secara live berdasarkan data Trade Done yang benar-benar terjadi, bukan data indikator yang terlambat. Ini memastikan sinyal yang Anda terima selalu aktual dan dapat diandalkan untuk pengambilan keputusan yang cepat.
Dengan Trigger Smart Money, Anda mendapatkan radar yang mampu membedakan noise dari sinyal, memungkinkan Anda untuk mengambil posisi di pasar saat Smart Money mulai mengumpulkan saham secara diam-diam. Inilah alat yang mengubah Anda dari trader reaktif menjadi trader yang pre-emptif.
$WOOD $GJTL $CASS
1/2


$WOOD om bandar yang margin na da 25% - 30%, buang barang na jgn skaligus yaa, tar bs gocap ni saham… pelan pelan aja ya om..
Tarik ulur aja om spy om jg bs tampung pke broker yg 1 lg
Gaes, serius nih gaes:
Yang baru masuk ke invest saham dan bingung belajar dari mana, coba cek menu Stockbit Academy.
Ilmunya gratis semua dan ada di ujung jari kita semua. Daripada kirim DM ke saya dan minta wangsit tentang saham untuk pemula, lebih baik pelajari dari ahlinya.
Dibanding 2013 waktu saya masih bocil kinyis2 di saham, sekarang akses informasi untuk belajar dari dasar sudah sangat, sangat, sangat, sangaatttt jauh lebih mudah dan ada dalam satu tempat/aplikasi.
Alternatif lain belajar di yutub. Atau ikut kelas/grup gratisan lainnya. Kalau ilmu dasar yang sudah didemokratisasi segininya masih berat untuk dipelajari sendiri, maunya disuapin terus, dah lah angkat tangan gue.
Semangattt! DYOR.
Random tag: $TPMA $WOOD $LAJU
$WOOD saham Wood tidak bisa naik seperti dulu ,karena perusahaan lagi sakit, Sudah ku duga saham Wood akan anjlog terus , sedikit demi sedikit.nunggu perusahaan sehat lagi.
kalau banyak penumpang retail, bandar mana mau naiki cepat.. bakal di sideway ataupun diturunkan :)
secara trend jangka panjang sih masih uptrend,
jadi yg masih pegang harga bawah ya hold tak masalah, selama trend ga patah.
tapi untuk secara jangka pendek potensi turun lebih besar dan sideway,
jadi yg belom punya barang ya better tunggu koreksi.. atau WnS.
yg baru buy ya siapkan T
pasang SL atau CL kalau arah berubah.
jangan mengejar yang tidak pasti atau yg udah menjulang ke langit 😂
biarkan lah naik kalau telat masuk, masih ada ratusan saham lain.
kalau terbang cepat, its a bonus.
$HUMI $WOOD $PWON