


Volume
Avg volume
PT Bank Nationalnobu Tbk. atau NOBU bergerak di bidang usaha bank umum. Perseroan fokus pada pengembangan usaha yang bertumpu pengembangan segmen Usaha Kecil dan Menengah (Small & Medium Enterprises). Memperoleh ijin untuk melakukan kegiatan usaha dalam valuta asing (Bank Devisa) pada November 2014. Perseroan juga menginisiasi pengembangan layanan keuangan yang bersifat inklusif dalam rangka memperluas akses masyarakat akan produk dan layanan perbankan (Laku Pandai). Perseroan telah mengoperasikan 114 jaringan kantor yang tersebar di 55 kota di 29 propinsi di seluruh Indonesia.
$NOBU free float 15 %...nah lo..😁😁
bandarnya pelit sih...kebanyakan main dibawah..bahkan dengan jlh investor yang minimalis,
$NOBU kabur, sdh 4 bulan disini, free float nya pasti akan ditambah,, otomatis akan banyak buangan barang ke publik......kaburrrrrrrr
$IHSG sudah rally panjang sejak Juni 2025 dan belum ada momen purifikasi dan akhirnya terjadi hari ini. Kita harus melihat ini sebagai hal yang baik karena mengurangi resiko bubble dan bisa menjadi momen restart untuk rally yang lebih panjang lagi, namun anggap ini sebagai baptism by fire dan seperti yang selalu terjadi, yang bertahan selalu yang menjadi pemenang dan biasanya clueless trader (apalagi pake margin) akan jadi korban. Saya berharap Anda tetap optimis dan menjadi survivor.
2 hari lalu saya sempat warning soal $CDIA dan saham group PP yang selama ini menjadi penyokong indeks, bisa dibaca di : https://stockbit.com/post/27208363, sayangnya saya agak telat share soal BUMI (https://stockbit.com/post/27404634), maklum karena sudah lama dijual dan baru cek chartnya tadi pagi.
Menurut saya, hari ini indeks bisa turun dalam jelas karena saham PP dan Bakrie dibuang berbarengan dan mungkin yang pakai margin harus mengorbankan saham lainnya seperti BCA, Telkom, dll agar tidak kena call, tapi banyak saham yang sebetulnya langsung dimakan institusi dan saya ikut menambah posisi di MBMA, LPKR, dan $NOBU. Perhatikan bahwa narasi utama penurunan hari ini hanyalah seputar tema MSCI sedangkan setiap saham masih punya cerita, momentum dan kinerja masing-masing jadi selama Anda punya keyakinan sesuai analisa, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Singkat cerita, terkadang asing perlu melakukan shock therapy seperti ini karena mereka punya motivasi untuk mendapatkan barang di harga murah dan hampir setiap kali yang jadi korban adalah ritel jadi kita sebagai ritel harus berpikir seperti institusi agar kita tidak gampang digilas.
Berdasarkan chart yang ada, saya perkirakan IHSG akan jatuh ke fibonacci retracement 50% dan kebetulan juga merupakan level EMA200 yaitu sekitar angka 7.960 - 8.000 dan bisa saja diturunin dulu hingga 7.673 (fibo 61.8%) sebelum rebound kembali, namun karena penurunan ini sangat tajam, maka kemungkinan rebound pun akan tajam, namun tidak semua saham akan rebound dengan kenaikan yang sama, jadi ini perlu dicermati. IHSG saat ini ada gap di sekitar 8.837 dan ini akan menjadi target optimal dari rebound nantinya. Good luck dan semoga rekan-rekan diberkati!

$NOBU
Keluar lah para ritel2 pemberat, kalian lebih baik bermain saham2 konglo karena lebih cepat naik dan kaya raya
$NOBU bakal rame karena para ritel penjudi kembali ke hakikat fundamental 🤣. Mana yang bilang fundamental is dead ?
asyik... IHSG turun terjun payung,
ntar naik pelan pelan lagi ya.
klo ketinggian jadi takut beli-beli 🤭
$NOBU $ITMG $CDIA
$NOBU fengshuimology https://cutt.ly/wtxHv4Lg
saat ini terpantau dalam konsolidasi keatas
Harga mulai berada di atas EMA 20, EMA 60, dan mendekati EMA 180. Struktur harga menunjukkan higher low, mengindikasikan fase akumulasi menuju uptrend.
Support terdekat: 520–530
Resistance 650
Bandar volume mulai positif. Net foreign flow positif, menandakan mulai ada minat beli dari institusi.
Stoch RSI berada di area 80–90 dan mulai melandai, menandakan kondisi overbought jangka pendek. Ini meningkatkan probabilitas konsolidasi atau pullback ringan sebelum melanjutkan kenaikan. Selama Stoch RSI tidak jatuh kembali ke bawah 50, momentum naik masih valid.
Volume meningkat signifikan dibanding rata-rata 20 hari. Indikator bandar volume mulai dominan hijau, menunjukkan akumulasi. Net foreign buy juga positif, memperkuat probabilitas kelanjutan tren naik.
Saham berada dalam fase base-building dengan kecenderungan naik. Selama bertahan di atas 520–530, peluang lanjutan ke area 577–600 tetap terbuka. Risiko melemah jika kembali turun ke bawah 500.
warrant $HALO akan jatuh tempo di Feb-25 dgn harga exercise 150.
test kekuatan bear HALO
not financial advice
$KAEF $NOBU
$NOBU saham anomali, revenue ttm ath, 8x dari dari tahun 2021, harga masih kira kira 1/4 dari ath 2021🤣
CERITA DI BALIK PANASNYA SAHAM BANK MINI & ASURANSI 2026 💸💰
Sejak awal Januari 2026, ada pemandangan yang bikin mata melirik: saham-saham bank mini dan asuransi lapis ketiga tiba-tiba "manggung" dengan kenaikan yang signifikan. Tapi jangan salah kaprah, di balik layar, mereka sebenarnya lagi "dikejar deadline" oleh OJK. Sejak akhir 2025 kemarin, pemerintah sudah gencar mengirim sinyal waspada. Ini bukan sekadar aturan rutin, tapi transformasi struktural besar-besaran yang bakal mengubah peta industri keuangan kita selamanya.
Banyak yang bertanya, "Kenapa sih harus repot-repot naik kelas?" Sebenarnya, OJK punya filosofi besar: "Bigger and Stronger". OJK ingin kita meninggalkan model usaha yang sifatnya "Too Small to Survive" (terlalu kecil untuk bertahan).
Ada alasan fundamental yang sangat mendalam di balik tekanan ini:
1. Transformasi Digital & Risiko Siber: Di era AI, serangan siber makin canggih dan biayanya mahal banget. Bank atau asuransi yang modalnya pas-pasan bakal sulit membangun benteng keamanan IT yang kuat. Kalau sistemnya bobol, nasabah yang rugi.
2. Ketahanan di Ekonomi yang Fluktuatif: Kita tahu ekonomi global itu penuh ketidakpastian. Krisis bisa datang kapan saja tanpa permisi. Masalahnya, kalau badai ekonomi datang, bank-bank kecil inilah yang biasanya paling pertama goyang. Efek dominonya bisa ngeri kalau mereka nggak punya "otot" modal yang tebal. Mereka butuh ketahanan double supaya bisa selamat dari badai inflasi atau krisis likuiditas.
3. Efisiensi & Persaingan: Biaya kepatuhan regulasi sekarang makin tinggi. Mau bersaing dengan Fintech atau pemain global? Butuh modal raksasa buat riset dan pengembangan produk.
Oktober 2025 kemarin jadi momen "surat cinta" resmi dari OJK untuk 61 bank di kategori KBMI 1 (bank dengan modal inti di bawah Rp6 triliun). Kabar burungnya, kategori KBMI 1 ini mau dihapus. Artinya, semua bank wajib naik kelas ke KBMI 2 (minimal punya Rp6 triliun).
Gimana kondisi emiten disektor ini sekarang?
✨ $NOBU, BBYB, & DNAR: Emiten ini modal intinya masih di angka Rp3-4 triliunan. Mereka sudah terima "surat cinta" dari OJK sejak akhir 2025 untuk evaluasi opsi strategis.
✨ BABP (MNC Bank): Masih punya "PR" besar sekitar Rp2,8 triliun lagi buat sampai ke angka Rp6 triliun.
Proyeksinya Kalau mereka nggak bisa tambah modal, pilihannya cuma satu: Kawin Paksa (Merger). Inilah yang bikin harga saham mereka fluktuatif di Januari ini karena investor menebak-nebak siapa bakal dicaplok siapa.
Disisi lain sektor asuransi menghadapi tekanan yang jauh lebih mendesak karena POJK 23/2023 menetapkan tenggat ekuitas minimum Rp250 miliar wajib terpenuhi pada Desember 2026. $AHAP (Asuransi Harta Aman) berada dalam kondisi kritis karena ekuitasnya tergerus menjadi Rp204,69 miliar akibat kerugian, sehingga manajemen kini mempertimbangkan opsi rights issue segera setelah audit PSAK 117 selesai. Sementara itu, VINS (Victoria Insurance) yang memiliki ekuitas Rp218 miliar mustahil mengejar target secara organik karena labanya yang kecil, sehingga telah menyiapkan rencana private placement hingga 146,06 juta saham. Di sisi lain, $YOII (Asuransi Digital Bersama) mencatatkan ekuitas terendah sebesar Rp205 miliar, namun memiliki peluang lebih besar untuk memenuhi target melalui akumulasi laba bersih (jalur organik) jika performa profitabilitasnya tetap stabil hingga akhir tahun.
Biar nggak kena sanksi (pembatasan usaha atau turun status jadi BPR), emiten diatas punya tiga jalur penyelamatan:
1. Jalur Sultan (Private Placement): Cari investor kakap (bisa dari luar negeri atau grup konglomerat) untuk suntik dana segar secara langsung. Ini paling cepat dan disukai pasar.
2. Jalur Rame-Rame (Rights Issue): Minta tambahan modal ke pemegang saham publik. Risikonya, kalau pasar lagi lesu, dana yang terkumpul nggak maksimal.
3. Jalur Jodoh (Merger & Acquisition): Kalau sudah mentok, cara paling aman adalah bergabung dengan bank/asuransi lain. Contohnya seperti wacana merger bank-bank mini yang makin kencang awal tahun ini.
Pergerakan harga saham di sektor ini, adalah respon pasar terhadap harapan adanya Corporate Action. Tapi teman-teman harus hati-hati. Analis seperti dari Mirae Asset sudah ingatkan, bahwa saham ini likuiditasnya rendah.
Tips buat kalian: Cek keterbukaan informasi di situs BEI. Kalau emitennya sudah umumkan jadwal RUPS untuk Rights Issue, Private Placement atau aksi korporasi lainnya, barulah itu ada "barang aslinya". Jangan cuma beli karena FOMO lihat harganya ARA.
Kira-kira, menurut kalian siapa nih emiten yang bakal pertama kali dapet "jodoh" investor baru di kuartal I 2026 ini? Komen emiten jagoan kalian 👇
1/2


Sejumlah perbankan masih tergolong dalam kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) I menghadapi tantangan besar di 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana menghapus KBMI I alias yang memiliki modal inti Rp 3 triliun–Rp 6 triliun.
Rencana OJK tersebut mendorong bank yang tergolong dalam KBMI...

katadata.co.id