Dukungan penuh terhadap program presiden untuk menghadirkan 3 juta rumah per tahun, $LPKR akan sangat diuntungkan di masa depan apalagi bahwa fakta mengatakan memang rasio kepemilikan rumah dengan pertumbuhan penduduk masih sangat jomplang. Sebagai gambaran, saat ini proyeksi BPS mengatakan bahwa penduduk Indonesia akan mendekati angka 300 juta di tahun 2030 sedangkan angka kekurangan rumah (backlog) per 2025 mendekati angka 10 juta (bahkan ada yang claim di atas itu).
Konsentrasi LPKR bukan di rumah subsidi (FLPP) namun di level menengah yang memang kelompok dengan jumlah terbesar. Sekitar 67% presales didominasi oleh penjualan segmen ini dan ini akan membuat angka marketing sales akan tetap terjaga terlepas dari berbagai macam situasi ekonomi. $NOBU juga sudah berkomitmen untuk mendukung penuh program 3 juta rumah ini melalui penyaluran kredit dan tentunya sinergi antara LPKR, NOBU, dan bisnis grup Lippo lain (misal $MPPA juga bisa memiliki outlet-outlet yang dihadirkan di/dekat kawasan perumahan dan bank bisa menyediakan diskon khusus) semua akan berujung ke peningkatan net income yang signifikan di masa mendatang.
Perlakukan harga murah sebagai level beli dan akumulasi namun tidak all-out karena dalam saham, survivor adalah pemenang, artinya siapa yang bisa menahan paling lama maka dia yang akan menikmati harga tinggi. Salah satu tips adalah alokasikan profit dari saham lain ataupun sebagian penghasilan/gaji untuk akumulasi dan tetap ada porsi untuk short/mid term swing agar dapur tetap ngebul.