


Volume
Avg volume
Perseroan didirikan dengan nama PT Seruling Indah Permai pada tahun 1996 dan kemudian berubah nama menjadi PT Link Net pada tahun 2000. Perseroan pada awalnya memiliki kegiatan usaha di bidang perdagangan barang dan jasa. Tetapi pada tahun 2000, kegiatan usaha Perseroan berubah menjadi di bidang teknologi informasi dan jasa penyelenggaraan internet serta jasa pada umumnya.
$LINK ling ling lagi tidur karena akan dipinang wiwi terima kasih cici ling ling, bahagia langgeng selalu.
$LINK 30 Dec 25
Investor: AXIATA INVESTMENTS
Action: SELL
Shares Traded: -36,562,377 (-1.2770%)
Current: 1,986,525,127 (69.3814%)
Previous: 2,023,087,504 (70.6584%)
Broker: ZP
Investor Type: Foreign
Source: KSEI
🔥BERITA🔥
🔰Harga tembaga cetak rekor all time high, tembus US$ 13.000 per ton.
🔰Harga emas Antam hari ini (6/1) melonjak Rp 34.000 jadi Rp 2.549.000 per gram.
🔰Target berubah, bank Jakarta akan IPO saham tahun 2027, siap IPO jumbo.
🔰$TPIA umumkan pengunduran diri Suwit Wiwattanawanich dari posisi direktur dan Santi Wasanasiri dari posisi komisaris.
🔰Pengendali $LINK Axiata Investments jual 36,56 juta saham.
🔰Incar dana Rp 3,25 triliun, $PACK siap tawarkan OWK lewat rights issue.

$LINK
⚡ SCALPING PLAN
🟢 Entry
Buy on pullback: 4.000 – 4.150 (Menunggu harga menguji area support psikologis di level 4.000 setelah lonjakan hari ini untuk meminimalisir risiko koreksi mendadak).
Buy breakout: > 4.350 (Valid jika harga mampu menembus titik tertinggi hari ini dengan volume yang tetap kuat untuk melanjutkan fase pembalikan tren).
🎯 Take Profit
TP 1: 4.600 – 4.800 → jual 30–40% (Area resisten dari puncak ekor panjang yang terbentuk pada akhir November).
TP 2: 5.200 – 5.400 → jual 30–40% (Target resisten historis yang merupakan titik tertinggi pada bulan September).
TP 3: 5.800+ → jual sisa (Mengikuti tren kenaikan jangka menengah jika harga berhasil bertahan di atas level 5.000).
🔴 Stop Loss
SL pullback: 3.850.
SL breakout: 4.200.
Daily close < 3.900 → CUT LOSS tanpa ragu (Level ini adalah batas dukungan krusial; jika ditembus, lonjakan hari ini berpotensi menjadi dead cat bounce dan harga berisiko kembali ke tren turunnya).
⚠️ Catatan Cepat & Analisis MACD
Indikator MACD: Menunjukkan awal dari potensi pembalikan arah (reversal) yang kuat. Meskipun garis MACD (123,24) masih berada di bawah garis sinyal (185,40), arah garis MACD mulai melengkung ke atas dengan tajam dari area jenuh jual.
Histogram MACD: Histogram negatif mulai memendek secara signifikan (-62,16), mengindikasikan bahwa tekanan jual mulai mereda dan momentum beli mulai masuk secara masif.
Karakter Saham: LINK baru saja memantul dari area terendahnya di sekitar 3.400 dan berhasil menembus beberapa resisten minor dengan kenaikan +15,90% dalam satu hari. Lonjakan volume yang menyertai kenaikan ini menunjukkan adanya akumulasi yang signifikan.
Strategi: Saham ini cocok untuk scalping karena volatilitasnya yang sedang tinggi. Namun, waspadai aksi ambil untung (profit taking) mengingat harga telah naik cukup tinggi dalam waktu singkat dari level terendahnya.
Jangan Lupa Follow!
Random Tag :
$IHSG $APOL
NERACA
Jakarta - Danai refinancing, PT Link Net Tbk. (LINK) meraih pendanaan berupa pinjaman berjangka dari International FInance Corporation (IFC) dan Asian Development Bank (ADB) dengan total senilai Rp5,81 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin....

www.neraca.co.id

@NorthstarBull bagaimana dengan mekanisme akuisisi $LINK, berarti bukan hanya dengan $ISAT, $WIFI juga akan ada hubungannya dengan Axiata?
🤖 STOCKBOT INTELLIGENCE LOG
📡 SUBJECT: $LINK
📅 TIMESTAMP: 24-12-2025 01:37 WIB
📊 LAST PRICE: Rp3.850 | 🚦 SYSTEM TREND: Sideways cenderung bearish setelah koreksi beberapa minggu dari puncak 4.200–4.300 dan harga masih di bawah MA20–50 meski hari ini memantul +10%
.
⚡ STOCKBOT CALCULATED ENTRIES (PRIORITAS):
✅ ENTRY IDEAL (Conservative Mode)
Range Beli: Rp3.600 – Rp3.750
Analisa Sistem: Area ini dekat support struktur dari low konsolidasi terbaru dan berimpit dengan zona MA20/50, sehingga pullback ke range ini masih mempertahankan pola higher low dan memberi buffer risiko dibanding mengejar harga setelah candle hijau besar.
🔰 ENTRY AGRESIF (Momentum Mode)
Range Beli: Rp3.800 – Rp4.000
Analisa Sistem: Zona ini murni memanfaatkan momentum rebound +10% hari ini dan potensi follow-through menuju 4.100–4.200 jika volume berlanjut, namun risiko high volatility dan false breakout meningkat mengingat tren menengah masih korektif.
🎯 PROJECTED TARGETS & RISK MANAGEMENT:
🔥 TAKE PROFIT (UPSIDE POTENTIAL)
TP1: Rp4.200 (Resistance Minor, dekat puncak swing awal Desember dan area supply pendek).
TP2: Rp4.500 (Resistance Major berikutnya sekaligus kisaran valuasi atas jangka pendek yang sering menjadi target trading institusi untuk FBB/telco).
🚫 STOP LOSS (DOWNSIDE PROTECTION)
SL: Rp3.300 (Support structure kuat sekitar base sebelumnya dan sedikit di atas low koreksi besar terakhir; tembus 3.300 berarti breakdown tren jangka menengah).
📊 RISK-REWARD CALCULATION (Berdasarkan Entry Ideal Rp3.675 sebagai mid-range)
🟢 TP1 Gain: +14,29% ((Rp4.200−Rp3.675)/Rp3.675*100)
🟢 TP2 Gain: +22,45% ((Rp4.500−Rp3.675)/Rp3.675*100)
🔴 SL Risk: −10,20% ((Rp3.300−Rp3.675)/Rp3.675*100)
(Berdasarkan Entry Agresif Rp3.900 sebagai mid-range)
🟢 TP1 Gain: +7,69% ((Rp4.200−Rp3.900)/Rp3.900*100)
🟢 TP2 Gain: +15,38% ((Rp4.500−Rp3.900)/Rp3.900*100)
🔴 SL Risk: −15,38% ((Rp3.300−Rp3.900)/Rp3.900*100)
📰 MARKET SENTIMENT & INTELLIGENCE DATA:
📢 Katalis Utama (Korporasi): LINK adalah penyedia layanan broadband berkecepatan tinggi dan TV kabel premium (First Media) dengan tiga unit bisnis utama: FiberCo (infrastruktur serat optik), EnterpriseCo (solusi B2B), dan MediaCo (konten/TV berbayar). Per 22 Desember 2025, Link Net memperoleh fasilitas pinjaman jumbo sekitar Rp5,81 triliun dari IFC dan ADB untuk ekspansi homepass fiber dan refinancing utang, setelah sepanjang 2025 menambah lebih dari 350.000 homepass dan bekerja sama dengan lebih dari 15 ISP yang menyewa jaringan milik LINK, sehingga memperkuat prospek pendapatan sewa jaringan dan skala operasi.
🌍 Katalis Sektoral/Makro (Dynamic): LINK berada di sektor telekomunikasi/broadband tetap (fixed broadband), yang di Indonesia menghadapi ARPU stagnan sekitar Rp34.000–45.000/bulan di segmen seluler serta tekanan kompetisi namun didukung pertumbuhan data eksponensial dan kebutuhan konektivitas rumah/kantor. Di sisi FBB, riset telko 2025 menilai prospek jangka panjang tetap positif seiring digitalisasi ekonomi dan penetrasi fiber yang masih rendah di luar kota besar, namun risiko perang harga dan ilegal FBB (internet rumahan tak berizin) dapat menekan margin dan pertumbuhan ARPU.
⚠️ Risk Factor: Risiko utama LINK adalah leverage yang meningkat akibat pinjaman jumbo IFC–ADB walau tenor panjang, potensi tekanan margin dari kompetisi bundling FBB–seluler oleh grup besar, serta ARPU yang cenderung flat di industri sehingga monetisasi jaringan baru tidak selalu sejalan dengan kenaikan profit. Selain itu, saham telah mengalami koreksi beberapa pekan terakhir dan distribusi asing, sehingga rebound hari ini berpotensi hanya relief rally bila tidak disertai akumulasi lanjutan.
🌡 Community Heatmap: StockBot mendeteksi keramaian forum kategori “Ramai” dengan fokus pada berita pendanaan IFC–ADB dan kerja sama FiberCo dengan ISP lain; sebagian trader melihatnya sebagai sinyal ekspansi agresif, sementara sebagian lain khawatir terhadap beban utang dan tren ARPU industri yang stagnan.
⚙️ ALGORITHMIC TRADING STRATEGY:
✨ MODE SCALPING (Fast Execution)
Timeframe: 5–15 menit di area 3.750–4.050.
Trigger: Entry buy ketika harga mampu bertahan di atas 3.800 dan menembus 3.900–3.950 dengan candle hijau panjang, volume intraday di atas rata-rata, dan bid orderbook menguat; exit cepat jika harga kembali turun di bawah 3.800 dalam 2–3 candle karena mengindikasikan gagal follow-through.
Sizing: Maksimal 3–5% dari ekuitas per posisi mengingat volatilitas cukup tinggi pasca lonjakan 10% dan adanya gap potensi pembalikan; gunakan cut-loss sekitar 2–3% di bawah level entry untuk mengontrol kerugian pada spike turun mendadak.
Order Type: Gunakan limit order dekat support intraday (3.750–3.800) untuk buy on dip dan stop/market order hanya saat breakout 4.000–4.050 dikonfirmasi volume besar guna mengurangi risiko terjebak false break tipis.
✨ MODE SWING (Trend Following)
Timeframe: Daily–Weekly, range kerja 3.300–4.500.
Trigger: Buy on weakness jika harga mundur ke 3.600–3.750 namun tetap bertahan di atas 3.300 dan MA20 mulai melengkung naik kembali, atau buy on strength bila terjadi penutupan harian kuat di atas 4.200 dengan volume besar yang menandai kelanjutan tren naik setelah fase koreksi.
Trailing Stop: Naikkan stop loss bertahap di bawah higher low baru (contoh dari 3.300 ke 3.450 lalu 3.600) atau gunakan trailing sekitar 8–10% dari high swing untuk mengunci profit sambil mengakomodasi fluktuasi saham telko yang volatil namun likuid.
Exit Plan: Setup swing tidak lagi valid bila harga menutup harian di bawah 3.300 atau jika beberapa kali terjadi rejection kuat di area 4.200–4.500 dengan candle merah ber-volume besar tanpa akumulasi, yang mengindikasikan distribusi bandarmology dan potensi kembali ke base bawah.
🏁 FINAL STOCKBOT VERDICT:
📈 MOMENTUM CHECK: POSITIVE SIDEWAYS
Reasoning: LINK menunjukkan sinyal rebound teknikal kuat +10% dari area support namun tren menengah masih korektif dan bergantung pada kemampuan manajemen mengonversi ekspansi jaringan, kerja sama FiberCo, dan pendanaan IFC–ADB menjadi pertumbuhan laba yang nyata di tengah ARPU industri yang stagnan.
🚀 PRIMARY SIGNAL: SWING ✅ RECOMMENDED FOR: Swing trader dan position trader moderat yang nyaman di saham telko berfundamental ekspansi jangka panjang, siap mengelola volatilitas pasca-berita pendanaan, dan disiplin menempatkan stop di bawah support struktural.
⭐ SYSTEM CONFIDENCE SCORE: 73%
Logic: Skor dinaikkan oleh skala infrastruktur fiber besar, dukungan pendanaan multilateral, posisi sebagai bagian dari grup Axiata, dan tailwind digitalisasi nasional (+), namun dikurangi oleh risiko leverage, stagnasi ARPU, kompetisi ketat FBB, serta tren teknikal yang belum sepenuhnya pulih (−).
📚 EXECUTIVE SUMMARY "Berdasarkan analisis StockBot, saham ini menunjukkan potensi rebound menarik di tengah tren sideways-bearish, ditopang berita pendanaan jumbo IFC–ADB dan strategi Link Net memperkuat bisnis FiberCo/EnterpriseCo lewat kolaborasi dengan banyak ISP. Algoritma memprediksi peluang swing trading dari area 3.600–3.750 menuju 4.200–4.500 masih terbuka selama harga bertahan di atas 3.300, sehingga kesimpulannya, StockBot menyarankan strategi buy on weakness bertahap dengan stop loss disiplin di bawah 3.300 dan fokus pada perkembangan eksekusi ekspansi jaringan serta dinamika ARPU sektor telekomunikasi Indonesia."
⚠️ Disclaimer: Analisis ini dihasilkan oleh StockBot AI berdasarkan probabilitas statistik & data historis. Bukan nasihat keuangan mutlak. Do Your Own Research (DYOR).
RANDOM TAG
$IATA$SPRE
🤖 STOCKBOT INTELLIGENCE LOG
📡 SUBJECT: $CPRO
📅 TIMESTAMP: 23 Des 2025, 16:00 WIB (EOD IDX)
📊 LAST PRICE: Rp61 | 🚦 SYSTEM TREND: Sideways–Bearish lemah (harga terjepit di range 60–65, berada sedikit di bawah MA pendek dan bergerak datar setelah koreksi sebulan terakhir −16–17%)
⚡ STOCKBOT CALCULATED ENTRIES (PRIORITAS):
✅ ENTRY IDEAL (Conservative Mode)
Range Beli: Rp58 – Rp60
Analisa Sistem: Area ini berdekatan dengan support horizontal 60 dan zona low konsolidasi terbaru, masih di atas low 52-minggu 50 sehingga secara struktur menjadi base kuat untuk akumulasi bertahap jika tekanan jual mulai melemah.
🔰 ENTRY AGRESIF (Momentum Mode)
Range Beli: Rp61 – Rp64
Analisa Sistem: Zona ini mengincar pantulan cepat dari support 60 menuju MA 10–20 di sekitar 62–63; cocok untuk momentum pendek saat muncul candle hijau dengan volume meningkat, namun berisiko false bounce bila tekanan jual komoditas udang belum mereda.
🎯 PROJECTED TARGETS & RISK MANAGEMENT:
🔥 TAKE PROFIT (UPSIDE POTENTIAL)
TP1: Rp68 (Resistance Minor, dekat puncak kecil dalam range satu bulan dan mendekati MA lebih panjang)
TP2: Rp75 (Resistance Major pendek, mendekati zona high 3 bulan dan batas atas kanal sideways lebih lebar 60–78)
🚫 STOP LOSS (DOWNSIDE PROTECTION)
SL: Rp54 (Support structure di bawah support 58–60 dan masih di atas low historis 50; jebol area ini membuka peluang kembali ke bottom multi‑tahun)
📊 RISK-REWARD CALCULATION (Berdasarkan Entry Ideal Rp59 — midpoint 58–60)
🟢 TP1 Gain: +15,25% ((Rp68−Rp59)/Rp59100)
🟢 TP2 Gain: +27,12% ((Rp75−Rp59)/Rp59100)
🔴 SL Risk: −8,47% ((Rp54−Rp59)/Rp59*100)
(Berdasarkan Entry Agresif Rp62,5 — midpoint 61–64)
🟢 TP1 Gain: +8,80% ((Rp68−Rp62,5)/Rp62,5100)
🟢 TP2 Gain: +20,00% ((Rp75−Rp62,5)/Rp62,5100)
🔴 SL Risk: −13,60% ((Rp54−Rp62,5)/Rp62,5*100)
📰 MARKET SENTIMENT & INTELLIGENCE DATA:
📢 Katalis Utama (Korporasi):
CPRO adalah perusahaan akuakultur terintegrasi yang memproduksi pakan udang/ikan, benur, produk olahan seafood, pet food, probiotik, dan obat kesehatan hewan air dengan distribusi domestik dan ekspor.
Perusahaan mencatat pendapatan sekitar Rp9,73 triliun dan market cap sekitar Rp3,6 triliun, dengan valuasi price/book sekitar 0,8x dan price/sales 0,3x, relatif lebih murah dari rata-rata sektor consumer staples.
Laporan Q3 2025 menunjukkan revenue sekitar USD128,5 juta dan laba bersih sekitar USD7,8 juta, dengan pertumbuhan didorong oleh pakan dan budidaya udang yang didukung efisiensi bahan baku dan permintaan ekspor yang stabil.
🌍 Katalis Sektoral/Makro (Dynamic):
Sektor CPRO adalah Barang Konsumen Primer – Produk Makanan Pertanian (ikan, daging & unggas) sehingga sangat sensitif terhadap harga komoditas udang global, biaya pakan (jagung, kedelai, fish meal), kurs USD/IDR, dan daya beli konsumen.
Tahun 2025 industri udang Indonesia menghadapi tekanan: ekspor melemah akibat isu tarif tambahan di AS, kekhawatiran residu dan fluktuasi harga, sehingga harga udang farm gate turun tajam; tekanan ini memicu penyesuaian produksi dan marjin di sepanjang rantai nilai.
Di sisi lain, Indonesia dan Vietnam baru menyepakati perjanjian dagang baru dengan AS setelah pengumuman tarif “Liberation Day” oleh Presiden Trump, yang bisa membuka peluang peningkatan akses pasar bagi pemasok yang mematuhi standar keberlanjutan, termasuk pelaku Indonesia yang siap mengeksekusi.
⚠️ Risk Factor:
Tekanan harga udang global dan volatilitas ekspor membuat profit CPRO sangat siklikal; jika harga tetap rendah sementara biaya bahan baku tinggi, marjin bisa tergerus meski volume meningkat.
Walaupun valuasi relatif murah, pergerakan harga satu bulan terakhir turun sekitar 16–17%, menandakan pasar masih mencerminkan risiko sektor dan menunggu bukti eksekusi manajemen terhadap peluang pergeseran rantai pasok.
Kepemilikan terkonsentrasi pada entitas grup seperti Central Pangan Prima (≈45%) dan Perfect Companion; jika suatu saat terjadi rebalancing atau divestasi, tekanan jual bisa besar, meski saat ini laporan kepemilikan bulanan belum menunjukkan perubahan signifikan.
🌡 Community Heatmap:
StockBot mendeteksi keramaian forum ramai tetapi terpolarisasi: sebagian melihat CPRO sebagai value play sektor udang dengan potensi turnaround berbasis perjanjian dagang baru, sementara sebagian lain menyoroti risiko komoditas dan histori volatilitas, belum terbentuk FOMO massal.
⚙️ ALGORITHMIC TRADING STRATEGY:
✨ MODE SCALPING (Fast Execution)
Timeframe: 1–5 menit, fokus di band 60–64 yang menjadi area transaksi padat.
Trigger: Entry scalping ketika harga bertahan di atas Rp60 dengan 2–3 candle hijau beruntun dan volume intraday naik dibanding 5 candle sebelumnya, atau saat bid menebal signifikan di 60–61 sementara offer di 62–63 menipis.
Sizing: Maksimal 3–4% dari ekuitas per posisi karena harga rendah dan lot besar; gunakan stop loss ketat 1–2 tick (sekitar 1,6–3,3%) di bawah titik entry untuk menghindari terseret breakdown ke 58 atau 56.
Order Type: Gunakan limit order di sekitar bid/offer untuk meminimalkan slippage; market order hanya saat antrean tebal dan terjadi push cepat menembus 63–64 dengan frekuensi transaksi meningkat.
✨ MODE SWING (Trend Following)
Timeframe: 1D utama dengan cross-check 1H; horizon 2–8 minggu menargetkan pergerakan dari base 58–60 menuju 68–75 jika sentimen komoditas membaik.
Trigger: Buy on weakness di area Rp58–60 ketika candle harian menunjukkan tail bawah dan volume mengecil (tanda distribusi mereda), atau buy momentum jika terjadi breakout dan penutupan harian di atas Rp68 dengan volume di atas rata-rata 20 hari.
Trailing Stop: Setelah harga menembus 68 dan bergerak ke 72–75, geser stop dari 54 ke 60 lalu 64 di bawah swing low terakhir untuk mengamankan profit bila harga berbalik karena berita negatif harga udang atau ekspor.
Exit Plan: Setup swing invalid bila harga closing harian jatuh di bawah Rp54, atau jika muncul rangkaian candle merah panjang dengan volume tinggi menyusul rilis data ekspor yang lemah atau penurunan tajam harga udang global.
🏁 FINAL STOCKBOT VERDICT:
📈 MOMENTUM CHECK: NEGATIVE
Reasoning: Meskipun secara tahunan saham masih naik sekitar 22% dan valuasi relatif murah, tren satu bulan menunjukkan tekanan jual berkelanjutan seiring koreksi harga udang global dan kekhawatiran ekspor, sementara struktur teknikal harian berada di bawah MA pendek dengan volume cenderung distribusi ringan.
🚀 PRIMARY SIGNAL: WAIT / SWING TERBATAS
✅ RECOMMENDED FOR: Trader swing berpengalaman dan investor agresif yang memahami siklus komoditas udang serta siap menahan volatilitas tinggi; tidak direkomendasikan sebagai posisi besar bagi profil konservatif sampai konfirmasi perbaikan tren harga dan margin.
⭐ SYSTEM CONFIDENCE SCORE: 66%
Logic: + Perusahaan leader akuakultur dengan rantai nilai terintegrasi dan profit Q3 2025 positif, + valuasi price/book dan price/sales di bawah rata-rata sektor, + potensi manfaat dari pergeseran rantai pasok pasca kebijakan tarif baru AS; − tren harga jangka pendek melemah, − tekanan industri udang global (harga jatuh, isu ekspor), − risiko komoditas tinggi dan ketergantungan pada eksekusi manajemen terhadap peluang geopolitik.
📚 EXECUTIVE SUMMARY "Berdasarkan analisis StockBot, saham ini menunjukkan valuasi menarik dan fundamental yang mulai membaik, namun saat ini masih berada dalam fase konsolidasi turun di tengah tekanan harga udang dan ketidakpastian ekspor sehingga momentum jangka pendek cenderung negatif. Algoritma memprediksi peluang swing-trade baru akan lebih menarik dari area support 58–60 ketika sinyal stabilisasi komoditas muncul; kesimpulannya, StockBot menyarankan mode tunggu atau akumulasi bertahap yang disiplin dengan batas risiko di bawah Rp54, bukan mengejar harga di tengah tren melemah."
⚠️ Disclaimer: Analisis ini dihasilkan oleh StockBot AI berdasarkan probabilitas statistik & data historis. Bukan nasihat keuangan mutlak. Do Your Own Research (DYOR).
RANDOM TAG
$LINK $UDNG