1,065

+15

(1.43%)

Today

149,700

Volume

566,386

Avg volume

Company Background

PT Jaya Real Property Tbk didirikan pada tahun 1979 dengan nama PT Bintaro Jaya berdasarkan Undang-undang Penanaman Modal Dalam Negeri pada tanggal 25 Mei 1979 dengan akta No. 36 dari Hobropoerwanto, SH, pada waktu itu notaris di Jakarta. Ruang lingkup kegiatan Perseroan adalah pengembangan kota (urban development) yang meliputi pengembangan kawasan perumahan dan industri, pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum, penyediaan jasa-jasa pendukung, serta melakukan investasi, baik langsung dan tidak langsung melalui entitas anak maupun patungan dengan pihak-pihak lain.

Halo rekan-rekan investor! Senang sekali bisa menyapa Anda kembali. Saya SentimenX, presenter berita pasar modal Anda. Hari ini, 15 Januari 2026, kita memiliki sorotan utama dari industri properti yang baru saja melakukan aksi korporasi besar.

​Mari kita bedah laporan utamanya!

​Laporan Utama: Strategi Stabilitas JRPT Lewat Buyback

​Kabar terbaru datang dari PT Jaya Real Property Tbk ($JRPT). Emiten pengembang kawasan Bintaro Jaya ini baru saja menuntaskan program pembelian kembali saham (buyback) sebagai langkah strategis di tengah fluktuasi pasar.

​Detail Transaksi Aktual:

​Periode Terakhir: JRPT baru saja menyelesaikan fase buyback yang berlangsung hingga 12 Januari 2026.
​Anggaran Total: Perseroan telah menyiapkan dana hingga Rp100 miliar untuk menyerap maksimal 116,28 juta lembar saham.

​Sumber Dana: Dana ini murni berasal dari kas internal hasil aktivitas operasional perusahaan, menunjukkan kondisi likuiditas yang sangat sehat.

​Harga Terakhir: Per 15 Januari 2026, saham JRPT bertengger di level Rp1.065 per lembar.

​Efek Sentimen ke Sektor Properti

​Langkah buyback JRPT ini memberikan sinyal positif yang merambat ke emiten lain dalam sektor Consumer Non-Cyclicals / Real Estate:

​Peningkatan Kepercayaan Investor: Aksi buyback sering dianggap sebagai sinyal bahwa manajemen merasa harga saham saat ini masih "undervalued" atau di bawah nilai wajarnya.

​Efek Domino ke Sektor: Emiten properti besar lainnya seperti BSDE, SMRA, dan CTRA diprediksi ikut mendapatkan sentimen positif di tahun 2026 ini seiring adanya ekspektasi penurunan suku bunga acuan yang akan meningkatkan gairah pasar properti secara keseluruhan.

​Stabilitas Laba per Saham: Dengan berkurangnya jumlah saham yang beredar, laba bersih per saham (EPS) JRPT diproyeksikan meningkat secara proforma, yang menjadi daya tarik bagi investor fundamental di sektor ini.

​Hasil Analisa SentimenX

​Berdasarkan berita aktual tersebut, analisa saya menunjukkan bahwa sentimen ini bersifat Sangat Positif baik secara teknikal maupun fundamental.

​Analisa Fundamental: Buyback dengan dana kas operasional tanpa membebani utang menunjukkan manajemen sangat percaya diri dengan arus kas mereka. Ini memberikan "bantalan" harga di pasar agar tidak merosot lebih dalam saat makroekonomi bergejolak.

​Analisa Psikologis: Kehadiran perusahaan sebagai "pembeli" di pasar menciptakan kepercayaan bagi investor ritel bahwa harga saham akan dijaga stabilitasnya.

​Panduan Investasi (Insight)

​1. Scalping (Sesi 1)

​Status: Insight Scalping (Bullish Momentum)
Karena adanya sentimen buyback yang baru saja selesai, biasanya volume transaksi akan terjaga.
​Support: Rp1.045 - Rp1.050 (Area beli jika terjadi koreksi ringan di awal sesi).

​Resistance: Rp1.085 - Rp1.100 (Target jual cepat jika terjadi lonjakan volume).

​2. Swing / Hold (Jangka Panjang)

​Status: Positif (Apresiasi Nilai)

JRPT merupakan emiten dengan fundamental kuat dan dividen yang konsisten. Sektor properti diprediksi "kinclong" di tahun 2026 seiring insentif PPN DTP dan bunga KPR yang melandai.

​Target Harga Jangka Panjang: Rp1.200 - Rp1.265 (Menguji kembali level tertinggi 52 minggu seiring perbaikan kinerja sektor properti).

​Rangkuman Singkat

​Singkatnya, JRPT baru saja membuktikan kekuatannya dengan "membeli kembali" sahamnya sendiri menggunakan uang kas perusahaan senilai Rp100 miliar. Ini adalah tanda perusahaan dalam kondisi sangat sehat. Bagi Anda, ini bisa menjadi peluang untuk mengoleksi saham properti yang memiliki manajemen solid dan strategi penjagaan harga yang baik.

​Still use ur DYOR (Do Your Own Research)

$CTRA $BSDE

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Mulai hari ini, Rabu 14 Januari 2026, PT Jaya Real Property Tbk (JRPT) melakukan pembelian kembali (buyback) saham, baik melalui Bursa Efek Indonesia maupun di luar Bursa. Biaya pembelian kembali saham Perseroan sebesar Rp50 miliar, termasuk biaya pedagang perantara danb...

stockwatch.id

stockwatch.id

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$JRPT

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Lanjut terus buyback-nya king $JRPT 👑

Nggak usah terbang dulu gapapa, dry powder saya masih banyak, average masih jauh, biar nabung cicil-cicil untuk masa depan, sedikit demi sedikit lama-lama jadi komisaris utama

Semangat juga siput-siput lain di peternakan saya $DMAS $CTRA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$JRPT

SCALPING $INET (490)

RENCANA ENTRY & EXIT

Entry Buy (480 – 500)
Take Profit 1 (TP1) 505
Take Profit 2 (TP2) 520
Zona Stoploss (< 470)

RISK : REWARD (DETAIL)

Asumsi Entry Ideal (490)

Risiko (Risk)
Entry 490 → Stoploss 470
Risiko = 20 poin

Reward TP1
505 – 490 = 15 poin
Risk : Reward TP1 = 1 : 0.8

Reward TP2
520 – 490 = 30 poin
Risk : Reward TP2 = 1 : 1.5

AYO REQUEST SAHAM https://bit.ly/m/grupsaham

Catatan Risk : Reward
- Minimal ambil TP1, jangan serakah
- TP2 hanya jika volume & momentum mendukung
- Jika TP1 tercapai, stoploss digeser ke BEP

Catatan Tambahan
- Scalping berhasil dari disiplin, bukan nekat
- Stoploss wajib dan tidak boleh digeser turun
- Tidak ada sinyal → tidak entry
- Fokus konsistensi, bukan sekali besar

Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.

Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$STAA $JRPT
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya

Support like agar terus update!!!

Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend

Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Terpantau kondisi porto di sesi kedua perdagangan hari ini

$IHSG $JRPT $LSIP

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Baru ngeh pas $JRPT diguyur kemarin, hampir semuanya ditampung sama PD. Mari kita tunggu apakah akan nongol data insider

1/2

testes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Kalau $BKSL average boss di 175 dan sekarang di 147, posisi minusnya sekitar 16%, masih bisa dikontrol asal tetap disiplin.

Secara teknikal, BKSL lagi di fase koreksi setelah sempat rally cukup tinggi.
Support kuatnya ada di kisaran 140–145, jadi selama harga belum jebol area itu masih aman buat **hold dulu**.

Kalau nanti muncul sinyal mantul (candle hijau + volume beli meningkat), boleh cicil **averaging tipis** buat nurunin harga modal.
Tapi kalau jebol 140 dengan volume besar, sebaiknya kurangi dulu posisi untuk amankan modal.

BKSL masih punya potensi jangka menengah karena sentimen sektor propertinya positif, boss 💪📊

Ketik nama sahamnya Boss, contohnya $MTSM $JRPT. DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

ANALISA SAHAM $SMRA

Harga Sekarang: Rp 394

Zona Area Beli Aman:
Rp 375 – 385
• Area support kuat, cocok untuk entry aman jika harga pullback ke zona ini, Boss

Zona Stoploss:
< Rp 360
• Jika turun di bawah level ini, struktur swing melemah dan rawan koreksi lebih dalam, Boss

Jika naik & breakout:
> Rp 405 → ENTRY LANJUTAN (tambah posisi)
• Breakout 405 berpotensi memicu momentum bullish lanjutan, Boss

Target Profit:
• TP1 = Rp 420
• TP2 = Rp 445 – 470

Keterangan Tambahan:
• Selama harga bertahan di atas 375, peluang swing bullish tetap terjaga, Boss
• Saham properti, pergerakan cukup teknikal—perhatikan volume
• Breakout valid jika disertai volume meningkat

Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.

Ketik nama sahamnya Boss, contohnya $JRPT $SMMT. DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

ANALISA SAHAM $ARCI

Harga Sekarang: Rp 1.625

Zona Area Beli Aman:
Rp 1.550 – 1.580
• Area support kuat, cocok untuk entry aman jika harga pullback ke zona ini, Boss

Zona Stoploss:
< Rp 1.480
• Jika turun di bawah level ini, struktur swing melemah dan rawan koreksi lebih dalam, Boss

Jika naik & breakout:
> Rp 1.670 → ENTRY LANJUTAN (tambah posisi)
• Breakout 1.670 berpotensi memicu momentum bullish lanjutan, Boss

Target Profit:
• TP1 = Rp 1.720
• TP2 = Rp 1.800 – 1.880

Keterangan Tambahan:
• Selama harga bertahan di atas 1.550, peluang swing bullish tetap terjaga, Boss
• Saham emas, perhatikan sentimen harga gold global & volume
• Breakout valid jika disertai volume meningkat

Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.

Ketik nama sahamnya Boss, contohnya $MTSM $JRPT. DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$JRPT seger banget pagi-pagi diguyur. Buyback-nya udahan ya? Yaudah saya aja yang buyback, buyback goreng sambal hitam maduro

SAHAM : $SMRA
HARGA SAAT INI : 388

1️⃣ TREN & STRUKTUR HARGA (Swing View)
- Tren Utama : Sideways cenderung bullish
- Timeframe Acuan : Daily (Swing Trader)
- Catatan : Harga bergerak stabil setelah rebound dari base bawah; struktur swing masih aman selama support kunci bertahan

2️⃣ SUPPORT & RESISTANCE
- Support Minor : 375 – 380
- Support Kunci : 360
- Resistance 1 : 405
- Resistance 2 : 430 – 450

3️⃣ KONDISI VOLUME & BANDAR
- Volume relatif stabil saat koreksi → tekanan jual terbatas
- Kenaikan bertahap, belum terlihat distribusi agresif
- Selama harga di atas 360 → masih dijaga

4️⃣ RISK / REWARD (WAJIB UNTUK SWING)
- Entry Acuan : 388
- Stop Loss : 360 (±7,2%)
- Target Swing : 440 (±13,4%)
- Risk : Reward : 1 : 1,9 → LAYAK

5️⃣ FUNDAMENTAL SINGKAT
- Emiten properti dengan recurring income (mal, township)
- Sensitif terhadap suku bunga & penjualan properti
- Cocok untuk swing mengikuti tren hingga mid-term dengan disiplin stop loss

AYO REQUEST SAHAM https://bit.ly/m/kompas_saham

📌 KESIMPULAN SWING TRADER
SMRA layak dipantau untuk swing trading selama bertahan di atas support kunci 360.
Peluang kenaikan ke area 405–440 masih terbuka dengan risiko terukur.

Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.

Ketik nama sahamnya Boss, contohnya $JRPT $SMMT. DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

3 SKENARIO ENTRY SAHAM $ISAT (Swing Trader Plan)
Harga sekarang: 2.140

1) SKENARIO ENTRY SEKARANG (Moderate Entry)
- Entry: 2.080 – 2.180
- Stoploss: < 2.000
- TP1: 2.220
- TP2: 2.300 – 2.400
Alasan: Harga lagi bertahan di area demand kuat, Boss. Selama 2.000 aman, peluang rebound masih terbuka.

2) SKENARIO ENTRY PULLBACK (Conservative – Paling Aman)
- Entry: 2.000 – 2.060
- Stoploss: < 1.940
- TP1: 2.140
- TP2: 2.220 – 2.300
Alasan: Area demand psikologis kuat, Boss. Entry paling aman buat swing trader yang nunggu retrace sehat.

3) SKENARIO ENTRY AGRESIF (Buy on Breakout)
- Entry: Buy kalau breakout > 2.220 dengan volume besar
- Stoploss: < 2.140
- TP1: 2.300
- TP2: 2.400 – 2.550
Alasan: Breakout 2.220 bisa aktifkan momentum bullish baru, Boss.

Alasan Buy:
• Harga masih di area demand
• Struktur swing memungkinkan reversal
• Breakout 2.220 bisa jadi trigger lanjutan

Risiko:
• Kalau 2.000 / 1.940 jebol = potensi lanjut turun
• Breakout tanpa volume rawan fake
• Stoploss wajib buat jaga modal Boss

Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.

Ketik nama sahamnya Boss, contohnya $MTSM $JRPT. DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya

Read more...

Ingat: kamu bisa analisis 1001x lipat lebih maju daripada $IHSG, dan return-mu tetap bisa jauh lebih lagging daripada IHSG

Dengan asumsi jika kamu sudah, "buy what you know," leading atau lagging-nya kamu terhadap indeks least likely disebabkan karena salah stockpick, apalagi karena salah timing

Semua itu kembali ke fase keuangan kamu

Kamu bisa stockpick secara fundamentally flawless, kamu bisa beli di timing yang flawless, tapi return-mu akan terbentur paradoks, jika kamu masih berada di fase wealth accumulation, dan terutama lagi kalau kamu adalah working class

Paradoksnya:

1. Kalau timing kamu tepat, kamu beli lalu kurang dari sebulan naik, katakanlah di atas yield SBN. Guess what, next paycheck kamu harus beli lagi, average-mu naik. Kalau harga naik sedangkan saving rate kamu tetap, kamu dapat lebih sedikit lot untuk harga yang sama. Semakin tinggi harga yang kamu kejar, semakin tipis selisihnya sama average kamu, semakin besar probabilitas kamu nyangkut di pucuk, dan semakin jauh kamu lagging dari market

2. Yang secara keuangan paling ideal: saham yang kamu beli sideways, atau diiris tipis-tipis. Kamu nggak akan terlintas pikiran apakah saat kamu kontribusi saving rate, apa yang terjadi sama average kamu, apakah kamu dapat lebih sedikit atau banyak lot, atau apakah kamu dapet best deal of a price

Ketika kamu berhenti nambah muatan, entah karena batasan bobot dalam porto, or better, fase wealth accumulation kamu selesai, kamu udah tinggal melihat asetmu terbang. Holder $JRPT, $DMAS, TOTO, CNMA, dsb. pasti rilet

Terus berapa lama kamu berada di fase wealth accumulation? Setahun? Artinya kamu harus siap lagging indeks market selama setahun. Dua tahun? Lima tahun? Semakin lama masa fase wealth accumulation, semakin kamu akan capek sama bombardir influencers, "yang lebih rugi daripada kehilangan uang adalah kehilangan waktu, mending cut loss pindah ke saham x, dua minggu dapet sekian ratus persen," dan kalau sampai terjerumus, pupus semua strategi dan literasimu

3. Mungkin kamu berpikir, yaudah tiap saving rate, tampung aja di cash dulu, pas koreksi baru beli. Semua pasti pernah terlintas, iya kan? Paradoks yang ketiga ini beranak lagi jadi dua skenario

Skenario 1: nggak crash-crash sampai fase wealth accumulation selesai. Sepanjang akumulasi, 80-90% likuiditas menjadi cash drag, selesai akumulasi kamu cuma punya 10-20% compounder machine, kalau akhirnya mau kamu beliin saham pun, kamu akhirnya dapet average pucuk juga

Skenario 2: beneran ada crash. Sampai sini ada dua lapisan masalah. Pertama, kamu nggak punya kekuatan psikologis untuk buy the dip karena kamu belum terbiasa nyicil koreksi sehari-hari. Kedua kalau ternyata psikologis kamu kuat, timing the bottom itu bukan hanya susah, tapi mustahil kalau kamu punya kehidupan lain di luar market. Yang ada malah karier berantakan, bisnis berantakan, nggak punya waktu untuk keluarga, dll. Kecuali kalau kamu market maker, mungkin kamu nggak akan tertarik baca artikel ini xixixi ngakak abiezz

Ini semua hukum alam. Jadi mau strategi manapun yang kamu ambil, emang buah simalakama. Makanya jangan jadikan return, baik benchmark arbitrary di angka tertentu, maupun indeks, apalagi indeks yang kenaikannya nggak organik, sebagai penilaian kinerja

Kamu bisa punya target 15% CAGR, tapi kalau kamu average up terus, artinya sahamnya harus punya CAGR beberapa kali lipat di atas itu. Saham kamu bisa punya 15% CAGR, kalau kamu average up terus, floating profit kamu bisa jadi di bawah yield RDPU. Semua itu normal, tidak ada yang salah

Di fase ini, penilaian kinerja kamu cuma tiga, diurut dari yang paling penting:

1. Seberapa disiplin konsistensi saving rate kamu

2. Apakah kamu, "buy what you know."

3. Apakah kamu due diligence secara independen, dan dari pendalaman itu, memang perusahaan tersebut tumbuh atau compounding cash flow usahanya, semakin solid neracanya, dll.

Lalu kalau ada influencers yang pamer return porto, cobalah agak kritis dikit, atau tanya sekalian:
1. Seberapa rutin menambah kontribusi?
2. Penambahan kontribusinya berapa persen dari total liquid asset?

Karena amat sangat beda expected return antara yang emang akumulasi dari saving rate dari nol, sama yang udah nggak akumulasi, tinggal menyisihkan sekian porsi dari liquid asset yang dimiliki untuk setup porto baru, lump sum, lalu biarkan berkembang tanpa kontribusi baru

Ini semua hukum alam. Strategi apapun yang diambil, nggak ada benar dan salah. Hanya saja benchmarking itu harus apple to apple sesuai liga masing-masing. Beli saham yang sama, di average yang sama, expected return-nya nggak bisa disamakan kalau sejak awal fase kehidupan finansialnya memang sama sekali berbeda

Read more...

$JRPT $PWON $CTRA
assalamualaikum wr. wb
Halo Para Investor Di Stockbit,
Saya adalah mahasiswa S1 dari IAI SYAICHONA MOHAMMAD CHOLIL BANGKALAN, nama saya Abd Mu'ti (NIM 11629220001) yang sedang menyusun skripsi dengan judul “Pengaruh Analisis Fundamental terhadap Minat Investasi Saham Syariah di Stockbit."

Saya memohon kesediaan Anda untuk meluangkan waktu ±4 menit untuk mengisi kuesioner ini. Seluruh jawaban akan dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk keperluan akademik.
Partisipasi Anda sangat berarti dalam membantu kelancaran penelitian ini. Terima kasih atas perhatian dan bantuannya. 🙏

https://cutt.ly/itheuOQB

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$JAYA

⚡ SCALPING PLAN: JAYA

🟢 Entry
Buy Breakout: > 124 (Valid jika harga mampu melewati level tertinggi hari ini dengan antrean beli yang tebal).

Buy on Pullback: 118 – 121 (Membeli jika terjadi koreksi ringan di awal sesi untuk menguji support minor).

🎯 Take Profit
TP 1: 134 – 140 → jual 60% (Area resisten psikologis dan zona konsolidasi sebelumnya).

TP 2: 150 → jual sisa (Target pengujian kembali puncak harga bulan Desember).

🔴 Stop Loss
SL Agresif: 114.

Daily Close < 110 → CUT LOSS mutlak (Menghindari risiko harga kembali ke tren turun menuju area 100 jika support kunci jebol).

⚠️ Catatan Cepat
Volume Watch: Pastikan kenaikan besok pagi didukung oleh volume transaksi yang lebih tinggi dari rata-rata 5 hari terakhir untuk memvalidasi kekuatan tren.

Karakter Saham: JAYA sering kali memiliki pergerakan harga yang volatil; gunakan eksekusi cepat dan jangan terlalu serakah saat target TP 1 tercapai.

Momentum Alert: Selama histogram MACD terus tumbuh positif, peluang untuk menahan posisi (swinging) selama 1-2 hari kerja masih sangat terbuka.

Jangan Lupa Follow!

Random Tag :

$DUCK $JRPT

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

SAHAM : $SILO
HARGA SAAT INI : 2.500

1️⃣ TREN & STRUKTUR HARGA (Swing View)
- Tren Utama : Sideways cenderung bullish
- Timeframe Acuan : Daily (Swing Trader)
- Catatan : Konsolidasi sehat pasca rebound, struktur masih aman selama support kunci terjaga

2️⃣ SUPPORT & RESISTANCE
- Support Minor : 2.400 – 2.450
- Support Kunci : 2.300
- Resistance 1 : 2.650
- Resistance 2 : 2.800 – 2.900

3️⃣ KONDISI VOLUME & BANDAR
- Volume relatif stabil saat koreksi → tekanan jual terbatas
- Kenaikan bertahap, belum agresif
- Selama harga di atas 2.300 → masih dijaga

4️⃣ RISK / REWARD (WAJIB UNTUK SWING)
- Entry Acuan : 2.500
- Stop Loss : 2.300 (±8,0%)
- Target Swing : 2.850 (±14,0%)
- Risk : Reward : 1 : 1,8 → CUKUP LAYAK

5️⃣ FUNDAMENTAL SINGKAT
- Emiten rumah sakit dengan jaringan nasional
- Sensitif terhadap tingkat okupansi, tarif layanan, dan ekspansi
- Cocok untuk swing defensif hingga mid-term dengan disiplin stop loss

📌 KESIMPULAN SWING TRADER
SILO layak dipantau untuk swing trading selama bertahan di atas support kunci 2.300.
Peluang kenaikan ke area 2.650–2.850 masih terbuka dengan risiko terukur.

Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.

$UMKM $JRPT

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

3 SKENARIO ENTRY SAHAM $ADRO (Swing Trader Plan)
Harga sekarang: 1.945

1) SKENARIO ENTRY SEKARANG (Moderate Entry)
- Entry: 1.900 – 1.980
- Stoploss: < 1.820
- TP1: 2.020
- TP2: 2.080 – 2.150
Alasan: Harga lagi bertahan di area demand kuat, Boss. Selama 1.820 aman, peluang rebound masih terbuka.

2) SKENARIO ENTRY PULLBACK (Conservative – Paling Aman)
- Entry: 1.820 – 1.880
- Stoploss: < 1.750
- TP1: 1.945
- TP2: 2.020 – 2.080
Alasan: Area demand psikologis kuat, Boss. Entry paling aman buat swing trader.

3) SKENARIO ENTRY AGRESIF (Buy on Breakout)
- Entry: Buy kalau breakout > 2.020 dengan volume besar
- Stoploss: < 1.945
- TP1: 2.080
- TP2: 2.150 – 2.250
Alasan: Breakout 2.020 bisa aktifkan momentum bullish baru, Boss.

Alasan Buy:
• Harga masih di area demand
• Struktur swing memungkinkan reversal
• Breakout 2.020 bisa jadi trigger lanjutan

Risiko:
• Kalau 1.820 / 1.750 jebol = potensi lanjut turun
• Breakout tanpa volume rawan fake
• Stoploss wajib buat jaga modal Boss

Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.

Ketik nama sahamnya Boss, contohnya $MTSM $JRPT. Biar saya buatkan skenarionya.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

history $MKPI dulu Proyeknya Pak Ciputra dkk yang ingin punya proyek yang full dilakukan oleh swasta setelah sebelumnya menjalankan proyek di Group Jaya $JRPT JKON bersama pemda DKI saat itu. Pak Ciputra akhirnya menggandeng Sudono Salim untuk mengembangkan Daerah Pondok Pinang & wilayah utara Jakarta (sekarang PIK). Karena krisis 1998, MKPI melepas proyek PIK ke Bank dan diambil alih Aguan $PANI. Sudono Salim juga akhirnya melepas kepemilikan di MKPI dan diambil CCM Group (Murdaya Poo) untuk melanjutkan proyek saat itu (PIM2) bersama founder Ciputra dkk.

Dengan permodalan kuat membuat MKPI jadi minim aksi korporasi, free float kecil & mostly old money sahamnya di hold untuk jk. panjang & dteruskan ke anak cucu.

Selain MKPI ada juga perusahaan relasi-nya yang juga berstatus perusahaan "Tbk" tapi belum listing di Bursa, semoga kedepan segera di listing-kan, uniknya 78,75% sahamnya dimiliki oleh perorangan, anyone knows perusahaannya apa ?

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$JRPT ini fundamental cukup bagus masuk papan utama juga kenapa bid offernya kosong ya

random tag : $BUMI $MINA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Di pasar saham, emosi sering mengalahkan logika.
📉 Panik saat harga turun.
📈 Serakah saat harga naik.
👥 Ikut-ikutan beli karena FOMO.
🧠 Takut rugi, tapi juga takut ketinggalan.

Memahami psikologi pasar adalah kunci untuk:
1. Menghindari keputusan impulsif
2. Mengelola risiko dengan tenang
3. Menjadi investor yang disiplin dan konsisten

Kira-kira, saat ini kamu ada di posisi yang mana?

▶️Ingin ilmu GRATIS?? Follow & Cek postingan lainnya di profile saya.

Random tag $JRPT $JAST $JPFA

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ASRI Perusahaan Properti Milik Keluarga The Ning King

Lanjutan dari postingan sebelumnya di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

ASRI itu salah satu emiten properti paling bonafid di Indonesia, tapi label bonafid itu sering bikin investor lengah. Banyak yang mengira bonafid sama dengan aman, padahal properti itu game manajemen lahan dan manajemen kas. Land bank besar itu bisa jadi mesin cuan puluhan tahun, tapi bisa juga jadi kuburan modal kalau ritme jualannya kalah cepat dari beban bunga dan biaya operasional. ASRI kebetulan masih punya hubungan dengan BEST karena satu PSP, jadi menarik buat dibaca sebagai satu keluarga yang sama-sama pegang aset tanah, tapi karakternya beda. BEST mainnya kawasan industri dengan recurring dari service charge, air, dan sewa. ASRI mainnya township, hospitality, infrastruktur, sampai pariwisata, jadi sumber uangnya lebih berlapis. Yang menentukan bukan cuma luas hektare, tapi kemampuan mengubah hektare jadi kas tanpa bikin neraca megap-megap. Di titik ini, ASRI bukan cuma soal Serpong, tapi soal disiplin eksekusi. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Per 30 September 2025, ASRI punya total persediaan Rp6,10 triliun, terdiri dari persediaan lancar Rp1,65 triliun dan persediaan tidak lancar Rp4,45 triliun. Di atas itu, ada land for development atau land bank senilai Rp10,98 triliun. Luas tanah belum dikembangkan yang dikuasai Grup mencapai 19.364.986 m² atau sekitar 1.936 hektare. Basis lahannya tersebar, dengan proyek utama seperti Alam Sutera Serpong, Suvarna Sutera Pasar Kemis, Sutera Rasuna Pinang, Kota Ayodhya Tangerang, Sawangan dan Bojongsari Depok, The Tower dan Wisma Argo Manunggal Jakarta, serta GWK Cultural Park Bali. Ini penting karena ASRI bukan model satu titik, tapi portofolio yang memang didesain untuk bertahan panjang.

Kalau investor lihat liga luas lahan yang selama ini jadi patokan, 1.936 hektare itu sudah masuk papan atas. ASRI masih di bawah monster seperti BKSL sekitar 14.785 hektare, lalu KIJA sekitar 4.396 hektare, dan BSDE sekitar 4.382 hektare. ASRI juga sedikit di bawah DILD sekitar 2.025 hektare. Tapi ASRI berada di atas kelompok 1.8 ribuan hektare seperti SMRA sekitar 1.858 hektare, MDLN sekitar 1.858 hektare, dan PANI sekitar 1.855 hektare, serta di atas $JRPT sekitar 1.453 hektare. Dibanding kelas menengah seperti ELTY 1.566 hektare, DMAS sekitar 810 sampai 838 hektare, $PWON sekitar 389 hektare, CSIS sekitar 448 hektare, APLN non-reklamasi sekitar 37 hektare, dan DADA sekitar 6 hektare, ASRI jelas bukan cerita kecil. Ini bedanya emiten township yang punya runway lahan panjang versus emiten proyek yang lahannya cuma beberapa titik. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Dari sisi biaya historis, land for development ASRI rata-rata tercatat sekitar Rp567.100 per m² dari Rp10,98 triliun dibagi 19,36 juta m². Angka ini bukan patokan nilai pasar, tapi memberi gambaran modal tertanam per meter yang menjadi bahan baku bisnisnya. Ada juga contoh nilai persediaan tanah spesifik, seperti tanah proyek Serpong Rp1,55 triliun dan Pasar Kemis Rp774,7 miliar. Karakter ASRI jadi jelas, ini perusahaan yang menabung tanah cukup besar, tapi tetap harus disiplin memanen lewat penjualan dan recurring supaya modal tidak tidur terlalu lama.

Kinerjanya di 9M 2025 menunjukkan siklus penjualan lagi tidak segarang tahun sebelumnya. Total pendapatan turun 34,3% YoY dari Rp2,52 triliun menjadi Rp1,66 triliun. Laba bersih ikut turun 49,7% dari Rp21,98 miliar menjadi Rp11,06 miliar. Kontribusi segmen masih didominasi real estate sales 58,6% atau Rp971,27 miliar, lalu hospitality dan infrastruktur 31,2% atau Rp516,85 miliar, dan pariwisata 10,1% atau Rp168,06 miliar. Di sini terlihat pola yang sehat, saat penjualan properti turun, mesin non-penjualan tetap menjaga napas pendapatan. Bahkan pendapatan hospitality dan infrastruktur naik 12,1% YoY, artinya ada bantalan yang bekerja ketika siklus jualan lagi melemah.

Bagian yang membuat ASRI terlihat beda dibanding banyak emiten properti lain ada di kualitas arus kas. DSO sekitar 7 hari, artinya penagihan kas dari pelanggan sangat cepat. Tapi DI sekitar 5.768 hari dan CCC sekitar 5.688 hari menunjukkan realita bisnis land bank besar, uang tertanam lama karena tanah memang disimpan untuk bertahun-tahun. Yang menarik, CFO 9M 2025 mencapai Rp643,11 miliar, jauh di atas laba bersih Rp11,06 miliar. Ini sinyal bahwa kas operasi ASRI nyata, bukan laba yang cantik di atas kertas. Dengan capex Rp194,43 miliar, free cash flow kira-kira Rp448,68 miliar, lalu kas Rp750,3 miliar, ASRI punya ruang untuk menutup current portion pinjaman bank Rp445,98 miliar tanpa terlihat ngos-ngosan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kalau dibanding BEST yang satu PSP, bedanya bukan soal sama-sama punya tanah, tapi soal cara tanah itu menghasilkan uang. BEST lebih dominan recurring dari maintenance, service charge, air, dan sewa, sementara penjualan lahannya bisa naik-turun. ASRI punya recurring dari township management, sewa Mall at Alam Sutera, gedung perkantoran seperti The Tower dan Wisma Argo Manunggal, plus tiket dan aktivitas pariwisata seperti GWK, sehingga recurring berfungsi sebagai stabilizer ketika penjualan unit melambat. Di 9M 2025, recurring ASRI sekitar Rp684,91 miliar, sementara non-recurring dari real estate sales Rp971,27 miliar. Komposisinya tidak seagresif PWON yang recurring-nya dominan, tapi jauh lebih sehat dibanding emiten yang hampir murni hidup dari serah-terima unit.

Intinya, ASRI memang bonafid, tapi nilai plus utamanya bukan sekadar nama besar. Nilai plusnya ada pada land bank 1.936 hektare yang memberi runway panjang, lalu kemampuan menjaga kas operasi tetap kuat saat revenue turun 34,3%. Kekurangannya juga jelas, ketika penjualan melemah, profit bisa tipis karena properti itu tetap padat beban. Jadi membaca ASRI itu bukan cari cerita paling heboh, tapi cari bukti eksekusi, seberapa disiplin mereka menyeimbangkan panen penjualan dengan recurring, sambil menjaga utang tetap terkendali.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/7

testestestestestestes

Di kala senja menguning di sela-sela gedung pencakar langit Jakarta, seorang investor ritel bernama Arif menatap layar laptopnya dengan penuh kekecewaan. Sebulan terakhir, ia mengikuti setiap gerak-gerik ringkasan broker di platform trading gratisnya—mencatat mana pialang yang jadi net accumulator terbesar, mana yang sering dipakai market maker untuk menggerakkan saham konglo favoritnya. Ia yakin, data itu adalah kunci sukses.

"Kenapa portofolioku merah semua?" desahnya, menatap tumpukan saham pertambangan yang ia beli hanya karena melihat broker X menjadi top net buyer di saham MARS, DEWI, dan DUIT.

Tepat di saat itu, teleponnya berdering. Suara kakaknya, Pak Danu, seorang analis senior yang mengais rezeki dari pasar modal sejak era BAPEPAM-LK, mengalun lembut, "Arif, malam ini datang ke kedai kopi langganan kita. Ada cerita penting."

***

Di kedai kopi yang beraroma khas kopi luwak, Pak Danu menenggak sambil tersenyum, "Kau terlalu percaya pada broker summary, ya?"

Arif mengangguk malu. "Saya kira kalau melihat pialang A menjadi top net accumulator berarti ada uang besar masuk. Tapi ternyata..."

"Benar," potong Pak Danu, "Itu hanyalah alat market maker untuk menggiring sentimen. Mereka bisa jadi net buyer di satu sisi, tapi di sisi lain menitipkan saham lewat pasar nego gelap free of payment (FOP) yang tidak muncul di ringkasan broker retail-mu."

Pak Danu lalu membuka laptopnya, menunjukkan tiga lembar kerja Excel sederhana. "Mari lupakan broker. Tiga legenda ini tak pernah melihat ringkasan broker untuk mengambil keputusan. Mereka melihat kepemilikan manajemen—sesuatu yang tidak bisa dipalsukan market maker."

***

Metode Pertama: Peter Lynch, Detektor Pola Transaksi Gratis

Pak Danu menunjuk ke layarnya, "Lynch tak peduli broker siapa yang beli. Ia cuma mau tahu: apakah direktur, komisaris, atau pemegang saham pengendali—mereka yang kenal perusahaan—juga ikut beli?"

"Buka situs IDX dot co dot id, klik 'Perusahaan Tercatat', lalu 'Keterbukaan Informasi', lalu cari 'Laporan Kepemilikan Saham'. Gratis. Tak perlu bayar."

"Tapi itu kan PDF, Pak. Tidak bisa langsung dilihat di aplikasi seperti broker summary."

"Memang. Itu sebabnya kebanyakan investor tidak mau bersusah payah. Padahal, di situ ada data transaksi perseorangan direktur dan komisaris. Kau cukup cari tiga nama berbeda yang beli dalam 90 hari, dan salah satu di antaranya menambah kepemilikan lebih dari 20 persen. Itu sinyal Lynch."

Arif tercengang. "Jadi saya tak perlu lagi menebak-nebak broker mana yang jadi favorit market maker?"

"Betul. Market maker bisa memanfaatkan broker A untuk jadi net buyer, tapi mereka tak bisa memaksa direktur utama perusahaan tambang untuk beli sahamnya sendiri—kecuali kalau dia benar-benar yakin cadangan nikelnya sebenarnya lebih besar dari yang dilaporkan."

***

Metode Kedua: Joel Greenblatt, Dekoder Insentif Gratis

"Kedua, ingat Greenblatt," kata Pak Danu, sambil menunjukkan contoh saham tambang yang baru melakukan spin-off. "Di Indonesia, spin-off tambang biasanya diumumkan lewat 'Keterbukaan Informasi' di situs IDX. Gratis."

Ia menunjuk bagian "Rencana Penghargaan Manajemen". "Ini yang tidak pernah muncul di broker summary: harga pelaksanaan opsi direksi diatur 30 persen di bawah nilai buku. Artinya, mereka ingin harga saham turun dulu—supaya dapat opsi murah. Kalau kau hanya lihat broker summary, kau akan panik menjual. Padahal, itu momen beli."

"Market maker bisa pakai broker B untuk jual besar-besaran di saham tambang, bikin sentimen bearish. Tapi kalau kau sudah baca insentif manajemen, kau tahu: itu sandiwara."

***

Metode Ketiga: Philip Fisher, Forensik Karakter Gratis

"Yang paling dalam: Fisher," kata Pak Danu, membuka transkrip paparan publik perusahaan batu bara yang tersedia gratis di situs investor relations-nya.

"Fisher tak percaya transaksi. Ia percaya karakter. Di sini, di transkrip rapat, ada pertanyaan analis: 'Kenapa cost per ton naik?' Manajemen menjawab, 'Karena estimasi kami terlalu optimistis, kami akui kesalahan operasional.' Itu karakter.

"Itu bukan data broker, kan?"

"Betul. Broker summary tidak akan pernah tunjukkan apakah direktur tambang punya integritas. Market maker bisa pakai broker C untuk buat sentimen bullish, tapi mereka tak bisa palsukan kata-kata manajemen di transkrip rapat yang sudah terekum oleh OJK."

***

Dua tahun kemudian, Arif duduk di kedai kopi yang sama. Portofolionya kini hijau tak terhitung. Ia tak pernah lagi membuka broker summary.

Di layar laptopnya terbuka dua tab: IDX dot co dot id, dan transkrip paparan publik perusahaan tambang. Ia tersenyum pahit mengingat masa lalu, ketika ia percaya pada ikhtisar pialang yang penuh gemilang.

Ia telah menulis di notebooknya:

"Melihat broker—pialang mana yang sering dipakai market maker, pialang mana yang jadi akumulator neto terbesar—saja dapat terkecoh, karena broker summary hanyalah alat market maker untuk menggiring sentimen. Kepemilikan manajemen tidak bisa dipalsukan. Dan itu tersedia gratis—bagi mereka yang mau membaca, bukan sekadar melihat."

Malam itu, ia pulang dengan hati tenang. Pasar modal bukan lagi arena spekulasi sentimen market maker, melainkan peradaban data yang jujur. Semuanya gratis. Semuanya tersedia. Asal kau mau bersusah payah.

$JRPT $TOTL $TAPG

Read more...

Harga $SRTG sekarang Rp 1.450

Zona Area Beli Aman:
Rp 1.410 – 1.440
• Area support kuat, cocok untuk entry aman jika harga pullback ke zona ini, Boss

Zona Stoploss:
< Rp 1.380
• Jika turun di bawah level ini, struktur swing melemah dan rawan koreksi lebih dalam, Boss

Jika naik & breakout:
> Rp 1.500 → ENTRY LANJUTAN (tambah posisi)
• Breakout 1.500 berpotensi memicu momentum bullish lanjutan, Boss

Target Profit:
• TP1 = Rp 1.550
• TP2 = Rp 1.620 – 1.700

REQUEST SAHAM https://bit.ly/m/peta_saham

Keterangan Tambahan:
• Selama harga bertahan di atas 1.410, peluang swing bullish tetap terjaga, Boss
• Entry ideal dekat support untuk risk/reward optimal
• Breakout 1.500 membuka potensi kenaikan menuju area 1.700-an

Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.

Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$STAA $JRPT
,Nanti Kami Buatkan Flowchart Keputusan biar analisa makin gampang!

Support like agar terus update!!!

Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend

Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏

Read more...

@Nina88 bisa mulai dari buku Peter Lynch: "One Up on Wall Street" (1989). Beliau menjelaskan pembelian oleh pemilik sebagai salah satu ciri utama dari kesempurnaan saham

Kata beliau, direksi atau pemilik perusahaan mungkin menjual saham karena berbagai alasan (seperti kebutuhan diversifikasi atau biaya pribadi). Tapi, mereka hanya membeli saham karena satu alasan: mereka yakin harga saham tersebut akan naik.

Pembelian oleh direksi sering kali dianggap sebagai sinyal yang paling kuat karena mereka memiliki pemahaman paling detail mengenai arus kas dan kesehatan neraca keuangan perusahaan.

Sinyal dianggap jauh lebih valid apabila terdapat beberapa eksekutif yang membeli saham secara bersamaan dalam periode yang berdekatan, bukan hanya dilakukan oleh satu orang saja.

Tapi yang dimaksud Peter Lynch bukan pemberian saham gratis atau pelaksanaan opsi saham (stock options). Fokusnya pada pembelian di pasar terbuka (Open Market Purchase), yaitu saat direksi menggunakan uang pribadi mereka sendiri untuk membeli saham di bursa.

Mulai dari memantau itu aja dulu, yang lain akan ngerti secara alami seiring praktik. $JRPT $TOTL $TAPG

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy