92

0.00

(0.00%)

Today

2.11 M

Volume

11.78 M

Avg volume

Company Background

PT Eastparc Hotel Tbk didirikan pada tanggal 26 Juli 2011. Kegiatan usaha Perseroan adalah berusaha dalam bidang hotel bintang lima, hotel bintang empat, restoran, rumah minum atau cafe, dan event organizer. Saat ini, Perseroan mengelola sebuah hotel bintang lima di Yogyakarta yang bernama Eastparc Hotel Yogyakarta. Hotel tersebut berkonsep moslem friendly dan family friendly. Eastparc Hotel Yogyakarta memiliki jumlah kamar sebanyak 192 kamar dengan tipe kamar sebanyak 6 tipe. Selain itu, Eastparc Hotel Yogyakarta juga menyediakan fasilitas MICE (Meeting, Incentives, Convention and Exhibition) dengan total ruang pertemuan seban... Read More

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

mantab di bedah kriptonya

gass ajak ownernya $EAST podcast om 😁

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EAST

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EAST
upgrade skill link di bio

$PWON $PANI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

aneh yah Hotel kok pakai dana untuk beli bitcoin, itu dana perusahaan atau pribadi yah, sya investor baru, lg mikir jd invest di $EAST atau tidak

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Apakah $EAST Loss di Kripto?

Ada indikasi EAST rugi di transaksi kripto kalau lihat LK Full Year 2025. Ini yang bikin ceritanya jadi agak aneh, karena investor sedang membaca laporan hotel bintang 5, tapi di dalamnya malah muncul jejak jual beli Solana, Binance, Ripple, dan Ethereum. Jadi problem utamanya bukan cuma laba hotel yang melemah, melainkan juga arah penggunaan kas yang mulai bergeser ke wilayah spekulatif. Buat emiten hotel, ini jelas bukan perilaku yang biasa. Dan justru di titik itu, investor perlu membaca laporan ini dengan kepala yang lebih dingin. External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Kalau dibedah dari bisnis intinya dulu, EAST sebenarnya sederhana. Mereka mengoperasikan Eastparc Hotel di Yogyakarta dengan 192 kamar, lalu uangnya datang dari kamar, makanan dan minuman, serta event organizer. Ini bukan bisnis yang rumit. Modelnya jelas, asetnya nyata, dan arus kasnya seharusnya mudah dibaca. Dari sisi kendali, perusahaan juga sangat dikuasai keluarga Abdat. Khalid Bin Omar Abdat memegang langsung 43,74%, lalu kalau digabung keluarga besarnya, kontrolnya jauh di atas 50%. Jadi keputusan besar, termasuk keputusan soal kas, secara praktik sangat ditentukan oleh keluarga pengendali. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Secara operasional, EAST tidak punya masalah besar di penagihan maupun hubungan dengan vendor. Piutang usaha malah turun dari Rp5,67 miliar menjadi Rp3,27 miliar. Kas dari pelanggan mencapai Rp97,07 miliar, lebih tinggi dari revenue Rp94,62 miliar. Ini artinya penagihan mereka sangat rapi, bahkan lebih cepat dari pengakuan pendapatan. Pelanggan yang menunggak lebih dari 90 hari hanya sekitar Rp10,35 juta. Nilainya sangat kecil, nyaris tidak terlihat dibanding total aset Rp507,55 miliar, ekuitas Rp457,46 miliar, laba bersih Rp28,80 miliar, maupun CFO Rp39,07 miliar. Jadi kalau ada yang mau menyalahkan pelanggan bandel atas turunnya laba, itu tidak nyambung. Bisnis hotel ini justru sehat dalam hal kolektibilitas.

Hubungan dengan vendor juga sama sehatnya. Utang usaha ke pihak ketiga hanya Rp1,85 miliar, dan 100% berumur kurang dari 30 hari. Jadi tidak ada cerita perusahaan menahan bayar supplier. Dengan kas Rp27,13 miliar, mereka memang tidak punya alasan untuk menunda kewajiban rutin. Ini berarti modal kerja EAST sebenarnya tertata baik. Operasional harian tidak menunjukkan gejala stres.

Masalahnya memang bukan di situ. Masalahnya ada pada penurunan bisnis inti dan arah alokasi kas. Revenue turun 8,06% menjadi Rp94,62 miliar. Laba bersih turun 17,03% dari Rp34,71 miliar menjadi Rp28,80 miliar. Jadi dari sisi pertumbuhan, EAST sedang melambat. Namun perlambatan ini bukan karena piutang macet atau vendor bermasalah. Penyebab utamanya lebih ke top line yang melemah, kemungkinan karena okupansi atau daya jual kamar dan F&B tidak sekuat tahun sebelumnya. Menariknya, margin kotor justru sedikit membaik menjadi 76,15% dari 75,01%. Jadi secara efisiensi dasar, hotel ini masih cukup rapat. Yang melemah adalah volume bisnis, bukan disiplin operasionalnya. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Arus kas operasi justru tetap kuat di Rp39,07 miliar, lebih tinggi dari laba bersih Rp28,80 miliar. Ini mismatch yang positif. Artinya, uang tunai yang benar-benar masuk dari operasional lebih besar dari laba akuntansi. Salah satu penyebabnya adalah penyusutan Rp7,17 miliar yang menekan laba, tetapi tidak menguras kas. Jadi kalau hanya melihat bisnis inti hotel, EAST masih bisa disebut cash cow. Ia tidak tumbuh cepat, tetapi masih rajin menghasilkan uang tunai.

Keanehan EAST ada di aset digital. Dari laporan arus kas, perusahaan mengeluarkan Rp20,357 miliar untuk penempatan aset digital. Lalu mereka menerima kembali Rp15,460 miliar dari penjualan aset keuangan digital. Pada akhir tahun, sisa aset digital yang masih dipegang tercatat Rp4,016 miliar. Secara matematika sederhana, kalau perusahaan membeli aset digital Rp20,357 miliar dan kemudian menjual sebagian senilai Rp15,460 miliar, maka sisa nilai buku yang diharapkan bila impas kira-kira Rp4,897 miliar. Faktanya yang tersisa hanya Rp4,016 miliar. Ada selisih sekitar Rp880,5 juta. Selisih ini memberi indikasi kuat bahwa transaksi kripto tersebut tidak berjalan mulus dan kemungkinan direalisasikan pada harga yang lebih rendah dari biaya perolehan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Saya sengaja pakai kata indikasi kuat, bukan kepastian mutlak, karena laporan keuangan EAST tidak menulis terang-terangan ada rugi kripto Rp880 juta sebagai satu pos tersendiri. Tetapi jejak angka di arus kas dan saldo akhir aset digital memang mengarah ke sana. Apalagi di laporan laba rugi, beban lain-lain bersih melonjak menjadi rugi Rp1,812 miliar dari sebelumnya hanya rugi Rp153 juta. Sangat mungkin sebagian tekanan di pos ini datang dari pelepasan aset digital tadi. Jadi walau perusahaan secara entitas tetap laba, khusus untuk portofolio kriptonya ada indikasi transaksi itu justru merusak sebagian modal kas.

Kenapa ini bisa terjadi. Kemungkinannya ada dua hal. Pertama, manajemen memang sengaja memakai dana kas berlebih untuk berspekulasi di aset yang volatilitasnya sangat tinggi. Ini keputusan yang tidak lazim untuk perusahaan hotel. Kedua, perusahaan pada akhir 2025 juga punya kewajiban dividen yang besar sekali. Liabilitas naik 91% menjadi Rp50,08 miliar, tetapi lonjakan ini bukan karena utang bank. Justru utang bank tinggal Rp4,0 miliar. Kenaikan liabilitas terutama berasal dari utang akrual Rp25,02 miliar, yang mayoritas adalah utang dividen Rp23,10 miliar. Jadi ada kemungkinan aset digital tadi ikut dicairkan untuk membantu kebutuhan likuiditas pembagian dividen. Kalau pencairannya dilakukan saat harga kripto sedang turun, maka rugi realisasi sangat mungkin terjadi. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Jadi EAST bukan perusahaan yang bermasalah di piutang, vendor, atau likuiditas bank. Mereka justru net cash. Kas Rp27,13 miliar jauh lebih besar dari utang bank Rp4,0 miliar. Tidak ada kasus hukum material juga. Jadi fondasi bisnis hotelnya masih aman. Namun keputusan memakai kas perusahaan publik untuk trading aset digital membuat profil risikonya berubah. Buat investor yang konservatif, ini red flag tata kelola. Bukan karena nilai kriptonya langsung menghancurkan perusahaan, tetapi karena cara berpikir alokasi modalnya jadi terasa lebih spekulatif daripada yang wajar untuk bisnis hotel.

EAST 2025 itu seperti hotel yang operasionalnya masih cukup rapi, arus kasnya kuat, penagihannya bagus, vendor dibayar disiplin, dan tanahnya bahkan punya nilai wajar jauh di atas nilai buku. Tetapi di saat yang sama, pertumbuhan bisnis inti sedang melemah, dividen dibagi sangat agresif, dan kas perusahaan sempat diputar ke kripto dengan indikasi hasil yang kurang bagus. Jadi fokus investor seharusnya bukan pada takut gagal bayar atau takut piutang macet, karena itu hampir tidak ada. Fokusnya justru pada satu pertanyaan yang lebih penting, apakah manajemen akan tetap memakai kas perusahaan untuk langkah-langkah spekulatif seperti ini, atau kembali disiplin memakai uang hanya untuk bisnis hotel dan pembagian hasil yang sehat. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Cuma ownernya mungkin kebanyakan nonton podcast influencer yang pernah bilang ngegym hanya untuk orang dodol dan all in kripto, akhirnya mereka masuk juga ke kripto meskipun ya rugi gede nyaris 1 miliar. 😌

⚖️ Hukum dan pajak
✅ Tidak ada kasus hukum material
🧾 Tax amnesty 2016 sudah selesai

💳 Piutang dan pelanggan
✅ Tidak ada masalah tagih
📉 Piutang Rp3,27 B turun dari Rp5,67 B
💰 Kas dari pelanggan Rp97,07 B lebih besar dari revenue Rp94,62 B
🧊 Piutang >90 hari cuma Rp10,35 Juta nyaris nol dampak
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

📦 Vendor
✅ Disiplin bayar
🧾 Utang usaha Rp1,85 B
⏱️ 100% umur <30 hari
💵 Kas Rp27,13 B jadi tidak perlu nahan bayar

🪙 Indikasi rugi kripto
💸 Beli aset digital Rp20,357 B
💰 Jual masuk Rp15,460 B
📌 Sisa aset digital Rp4,016 B Solana Binance Ripple Ethereum
🧮 Selisih kurang kira-kira Rp880,5 Juta indikasi jual rugi
🧾 Beban lain-lain bersih rugi Rp1,812 B naik dari Rp153 Juta
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

🟩 Operasional hotel rapi dan cashflow kuat
🟥 Alokasi kas ke kripto bikin profil risiko naik

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/6

testestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

bis CL itu $EAST di $BTC $BTCIDR bahas juga om 😁

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EAST LK Full Year 2025: Ketika Hotel Berbisnis Kripto

EAST rajin kumpul kripto kalau kita lihat LK Full Year 2025. Buat emiten hotel, ini jelas bukan pemandangan yang lazim. Biasanya investor berharap kas hotel dipakai buat renovasi kamar, tambah fasilitas, atau paling jauh buat beli aset produktif baru. Tapi di EAST, sebagian kas malah muter ke aset digital, dan itu langsung mengubah cara investor membaca perusahaan ini. Jadi EAST di 2025 menjadi hotel yang masih rajin cetak kas, tapi juga mulai mengambil langkah alokasi modal yang lebih spekulatif. External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Kalau dilihat dari bisnis intinya, EAST tetap perusahaan hotel murni. Mereka punya dan mengoperasikan Eastparc Hotel, hotel bintang 5 di Yogyakarta dengan 192 kamar. Sumber uangnya datang dari sewa kamar, makanan dan minuman, serta event organizer. Jadi model bisnis utamanya sederhana dan mudah dipahami. Jual kamar, jual makanan, jual acara. Dari sisi kepemilikan, kendali perusahaan memang sangat kuat di keluarga Abdat. Khalid Bin Omar Abdat sebagai Direktur Utama memegang langsung 43,74%, dan kalau digabung dengan keluarga besarnya, kontrolnya jauh di atas 50%. Artinya arah perusahaan sangat ditentukan oleh keluarga pengendali. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Operasional dasarnya sebenarnya cukup rapi. Tidak ada pelanggan atau vendor yang dominan lebih dari 10% pendapatan, jadi bisnisnya tidak bergantung pada satu pihak besar. Ini sehat. Namun jumlah karyawan turun dari 162 menjadi 139 orang. Ini bisa dibaca sebagai efisiensi, tetapi juga bisa mencerminkan bisnis yang sedang menyesuaikan diri dengan pertumbuhan yang tidak lagi sekuat sebelumnya.

Dari sisi ukuran neraca, total aset naik 4,18% menjadi Rp507,55 miliar. Kenaikan ini tidak terlalu besar, tetapi tetap menunjukkan perusahaan masih stabil. Hal yang paling mencolok justru posisi kas, yang melonjak dari Rp8,56 miliar menjadi Rp27,13 miliar. Sekilas ini terlihat sangat positif. Tapi ketika dibedah lebih dalam, ada bagian yang membuat investor harus berhenti sejenak. Perusahaan mencatat aktivitas keluar masuk dana untuk aset digital. Kas keluar Rp20,35 miliar, kas masuk Rp15,46 miliar, dan pada akhir tahun masih tersisa saldo aset digital Rp4,01 miliar yang terdiri dari Solana, Binance, Ripple, dan Ethereum. Untuk emiten hotel, ini jelas bukan alokasi kas yang biasa. Jadi walaupun nilainya belum besar dibanding total aset, sinyal tata kelolanya langsung berubah. Bukan karena angkanya menghancurkan perusahaan, tapi karena ini menunjukkan selera risiko manajemen lebih tinggi dari yang umumnya diharapkan investor konservatif.

Liabilitas naik tajam 91% dari Rp26,20 miliar menjadi Rp50,08 miliar. Sekilas ini terlihat jelek. Tetapi sumber kenaikannya perlu dibaca dengan benar. Ini bukan karena utang bank meledak. Justru utang berbunga turun menjadi tinggal Rp4,0 miliar. Kenaikan liabilitas terutama datang dari utang akrual pembagian dividen, sekitar Rp25,02 miliar, yang mayoritas adalah utang dividen Rp23,10 miliar. Jadi perusahaan bukan tertekan oleh bank, melainkan sedang menyiapkan pembagian kas ke pemegang saham. Ekuitas turun tipis dari Rp460,95 miliar menjadi Rp457,46 miliar, dan penyebab utamanya juga sama, perusahaan terlalu royal membagi dividen sampai melebihi laba tahun berjalan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Di laporan laba rugi, arah pertumbuhannya justru menurun. Pendapatan turun 8,06% menjadi Rp94,62 miliar. Laba bersih turun 17,03% dari Rp34,71 miliar menjadi Rp28,80 miliar. Jadi kalau investor mencari cerita growth, EAST jelas bukan jawabannya. Ini bukan emiten hotel yang sedang ekspansi agresif atau sedang naik kelas. Ini lebih mirip bisnis matang yang masih menghasilkan uang, tetapi top line dan bottom line sama-sama sedang menyusut. Yang menarik, walau pendapatan dan laba turun, margin kotor justru sedikit membaik menjadi 76,15% dari 75,01%. Jadi penurunan bisnis bukan karena mereka tiba-tiba kehilangan efisiensi di level dasar. Secara operasional mereka masih cukup rapat menjaga margin.

Sumber pendapatan juga cukup jelas. Kamar menyumbang Rp65,02 miliar atau 68,7% dari total pendapatan. Makanan dan minuman Rp25,57 miliar atau sekitar 27%. Jadi jantung bisnis tetap kamar. Sementara di sisi biaya, beban pokok terbesar datang dari makanan dan minuman Rp7,99 miliar serta biaya langsung Rp5,82 miliar. Untuk beban penjualan, umum, dan administrasi, pos terbesar adalah gaji dan tunjangan Rp11,59 miliar lalu utilitas Rp6,88 miliar. Ini masuk akal untuk bisnis hotel, karena hotel memang padat tenaga kerja dan padat utilitas.

Yang membuat EAST masih menarik adalah arus kas operasinya. Arus Kas Operasi atau Cash Flow from Operations (CFO) mencapai Rp39,07 miliar, jauh di atas laba bersih Rp28,80 miliar. Ini mismatch yang positif. Artinya laba akuntansinya lebih kecil daripada uang tunai yang benar-benar masuk dari operasional. Penyebabnya salah satunya beban penyusutan Rp7,17 miliar, yang menekan laba tetapi tidak menguras kas. Jadi walaupun laba turun, bisnis hotel ini tetap bisa disebut cash cow karena kemampuan mengubah revenue menjadi kas masih kuat. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Penagihan juga rapi. Revenue Rp94,62 miliar, tetapi kas dari pelanggan mencapai Rp97,07 miliar. Ini berarti perusahaan sangat efektif menagih, bahkan lebih cepat daripada pengakuan pendapatannya. Piutang juga turun dari Rp5,67 miliar menjadi Rp3,27 miliar. Persediaan hanya Rp676 juta, sangat kecil. Jadi dari sisi modal kerja, EAST tergolong efisien. Mereka tidak nyangkut di piutang, tidak kebanyakan stok, dan utang bank juga nyaris tidak relevan.

Aset lancar Rp35,57 miliar sedikit lebih kecil daripada liabilitas jangka pendek Rp38,46 miliar. Ini membuat current ratio terlihat kurang ideal. Tapi ini lebih mirip krisis likuiditas semu, bukan masalah nyata. Penyebab utamanya adalah utang dividen interim Rp23,10 miliar yang dicatat di akhir Desember 2025. Jadi kewajiban jangka pendeknya besar karena perusahaan sudah menjanjikan pembagian kas ke pemegang saham, bukan karena bisnisnya megap-megap. Uang itu pada akhirnya akan banyak mengalir kembali ke keluarga pengendali juga.

Kalau bicara risiko keuangan, EAST justru sangat aman. Utang bank tinggal Rp4,0 miliar, sedangkan kas Rp27,13 miliar. Artinya perusahaan net cash. Risiko gagal bayar bank nyaris nol. Risiko suku bunga juga kecil karena pinjamannya sangat kecil terhadap ukuran kas. Di titik ini, investor tidak perlu takut pada bank. Yang lebih layak dipikirkan justru arah penggunaan kas oleh manajemen. Mau terus dipakai untuk dividen besar, diputar ke aset digital, atau dipakai buat perbaikan bisnis inti.

Ada juga sisi menarik dari aset tersembunyi. Tanah perusahaan dicatat di neraca sekitar Rp294,07 miliar. Tetapi menurut appraisal independen, nilai wajarnya mencapai Rp503,69 miliar. Ada selisih lebih dari Rp209 miliar. Ini penting, karena artinya ada nilai properti yang belum tercermin penuh di buku. Jadi kalau investor menilai EAST hanya dari laba hotelnya, investor bisa meremehkan nilai aset dasarnya. Untuk bisnis hotel, tanah sering kali justru jadi benteng valuasi yang tidak terlalu terlihat di laba rugi. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Jadi EAST itu bukan cerita pertumbuhan, melainkan cerita cash cow dengan bumbu spekulasi. Pendapatan turun, laba turun, jumlah karyawan turun, jadi tidak ada alasan untuk bilang bisnisnya sedang melaju cepat. Tapi arus kas operasinya tetap kuat, piutang tertagih bagus, utang bank kecil, dan aset tanahnya punya nilai tersembunyi besar. Masalahnya, manajemen memilih membagi dividen sangat agresif dan juga bermain di aset digital. Buat investor pesimis, ini red flag tata kelola karena kas perusahaan publik dipakai untuk sesuatu yang tidak nyambung dengan bisnis hotel. Buat investor optimis, ini tetap menarik karena perusahaan rajin menghasilkan kas dan rajin membagi hasil. Buat investor realistis, EAST lebih cocok dilihat sebagai alat panen dividen dan penjaga nilai aset, bukan sebagai saham hotel dengan prospek pertumbuhan kencang.

⭐ Hotel bintang 5 di Yogyakarta 192 kamar
🍽️ Uang dari kamar F&B event organizer
👑 PSP Khalid Bin Omar Abdat 43,74% keluarga pegang mayoritas
👥 Publik 38,47% karyawan 139 turun dari 162
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

📉 Kinerja 2025 melemah
🧾 Revenue Rp94,62 B turun 8,06%
💰 Laba bersih Rp28,80 B turun 17,03%
📉 NPM 30,4% turun dari 33,7%
📦 GPM 76,15% naik tipis

💧 Kas justru kuat
💳 CFO Rp39,07 B lebih besar dari laba
🧾 Kas dari pelanggan Rp97,07 B vs revenue Rp94,62 B
🧠 Penyusutan Rp7,17 B bikin laba turun tapi kas tidak

🏦 Neraca
🧱 Aset Rp507,55 B naik 4,18%
💵 Kas Rp27,13 B naik dari Rp8,56 B
🏦 Utang bank tinggal Rp4,0 B net cash

⚠️ Anomali kripto
🪙 Arus keluar aset digital Rp20,35 B
🪙 Arus masuk Rp15,46 B
📌 Saldo aset digital Rp4,01 B Solana Binance Ripple Ethereum
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

🧾 Liabilitas naik tapi karena dividen
📈 Liabilitas Rp50,08 B naik 91%
🧾 Utang akrual Rp25,02 B dominan utang dividen Rp23,10 B
⚖️ Ekuitas Rp457,46 B turun tipis karena dividen agresif

🏞️ Hidden asset tanah
🧾 Nilai buku Rp294,07 B
💎 Nilai wajar Rp503,69 B selisih >Rp209 B

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/7

testestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EAST investor individu >1% nya ada 20. menarik

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EAST Jan 2026 sempat menyentuh 86 😅

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EAST baru kali ini liat harga 90

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EAST ndar udah ga sih akumnya, lepas tembok 93 yok

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EAST mau perang, mau ihsg longsor ini emiten ga kenal longsor jier🤣

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

❌ Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel merosot setelah berlalunya momen pergantian tahun.

https://cutt.ly/JtEFsCYk

$EAST $JIHD $PWON

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EAST sudah seharusnya membangun Hotel Bintang 4, daya beli menurun, masyarakat tetap butuh liburan namun dengan budget yg lebih terjangkau, dividen setahun sekali aja rutin tp ekspansi berjalan

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EAST perusahaannya maen crypto njir 😭😭😭

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

#49 Cara Bertahan Saat Pasar Tidak Bersahabat

Ada periode dalam perjalanan saya ketika pasar terasa tidak mendukung. Bukan hanya hasil yang kurang baik, tetapi suasananya pun seperti tidak memberi ruang untuk optimisme. Dulu saya cenderung melihat fase seperti itu sebagai sesuatu yang tidak semestinya terjadi. Sekarang saya memahaminya sebagai bagian dari siklus yang wajar. Pasar tidak selalu ramah, dan memang tidak pernah berjanji untuk demikian. Risiko dan drawdown bukan penyimpangan dari sistem, melainkan bagian yang tak terpisahkan darinya.

Saya mulai melihat bahwa bertahan bukan soal mencari cara cepat untuk keluar dari ketidaknyamanan, melainkan menjaga sistem tetap utuh. Ketika hasil tidak sesuai harapan, emosi ingin mengambil alih dan menuntut perubahan besar. Namun sistem yang saya bangun justru dibuat untuk menghadapi fase sulit seperti ini. Ia menjadi penyeimbang ketika pikiran mulai condong pada keputusan yang reaktif. Dengan tetap berpegang pada kerangka yang sudah dirancang, saya tidak perlu membuat keputusan besar hanya karena tekanan sementara.

Perlahan cara saya merespon pasar yang tidak bersahabat berubah. Saya tidak lagi melihatnya sebagai pertarungan yang harus dimenangkan segera. Saya memberi ruang untuk evaluasi tanpa tergesa-gesa, memastikan bahwa setiap langkah tetap konsisten dengan tujuan awal. Ketika saya berhenti melawan situasi dan mulai menerimanya sebagai bagian dari perjalanan, tekanan pun berkurang. Bertahan menjadi pilihan yang sadar, bukan bentuk pasrah.

Pada akhirnya, saya menyadari bahwa ketahanan dibangun justru di saat-saat seperti ini. Pasar yang bersahabat mungkin menyenangkan, tetapi pasar yang sulit mengajarkan kedewasaan. Saya tidak bisa mengendalikan suasana di luar, tetapi saya bisa menjaga kestabilan di dalam. Dan selama sistem tetap saya hormati dan disiplin tetap terjaga, saya tahu bahwa fase ini hanyalah satu bagian dari perjalanan panjang yang lebih besar.

$IHSG $PJAA $EAST

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EAST

ASK + BID , layer atas, kontrak tahunan ,


lumayan rate per ticks nya. harga stagnant

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Catatan Soal Pelepasan Aset Crypto $EAST

Sekadar mencoba membaca angkanya secara runtut.

$EAST mulai masuk crypto di 2025.
Di Desember 2025, pendapatan lain-lain tercatat minus Rp1,26 miliar. Angka ini bisa memunculkan asumsi adanya rugi saat pelepasan aset.
Namun di LK Januari 2026, pendapatan lain-lain justru tercatat profit Rp1,118 miliar.

Kalau dihitung sederhana:
Rp1,118 miliar – Rp1,266 miliar ≈ minus Rp147 juta.
Artinya, secara dua periode tersebut, dampaknya relatif kecil dibanding kesan awal saat hanya melihat angka Desember saja.

Sebagai pembanding, di 2024 pendapatan lain-lain juga sempat mencatat +Rp273 juta (meski saat itu belum ada aktivitas crypto).

Jadi kalau melihat full picture beberapa periode, ini bukan cerita $EAST cut loss crypto besar-besaran. Lebih terlihat seperti efek timing pencatatan dan penyesuaian nilai, sementara realisasinya di periode berikutnya menutup sebagian besar minusnya.

Read more...

1/2

testes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EAST nyaman,adem ayem disini,kek nginep di hotelnya...😁😁

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Awal lihat LK $EAST jujur sempat kaget.
Kok liabilitasnya naik jadi hampir Rp50 miliar? 😅

Sempat kepikiran jangan-jangan ada tambahan pinjaman atau tekanan cash flow. Tapi setelah coba lihat lebih detail, kenaikan ini mayoritas berasal dari akrual sekitar Rp25 miliar, yang terdiri dari:
Dividen: ±Rp23 miliar
Gaji & tunjangan: ±Rp586 juta
Listrik: ±Rp469 juta
Lain-lain: ±Rp863 juta

Porsi terbesarnya jelas dari dividen. Hal ini karena dividen yang sudah diumumkan Desember 2025 dan baru dibayarkan Januari 2026, sehingga secara akuntansi dicatat dulu sebagai kewajiban.
Dan ini juga sejalan dengan posisi kas yang sekitar ±Rp27 miliar, jadi dananya memang terlihat sudah tersedia.

Sejauh ini, kenaikan liabilitas tersebut lebih terlihat sebagai efek pencatatan akrual (terutama dividen), bukan karena penambahan utang berbunga atau perubahan fundamental yang drastis.

Read more...

1/3

testestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EAST pada Q4 2025 membukukan Laba Bersih Rp 8 B atau turun -31.37% dibanding Q4 2024 sebesar Rp 11 B. Pada perdagangan saat ini, PE Ratio (TTM) perseroan berada di level 13.32x.

Pendapatan menurun -8.84% menjadi Rp 28 B. Gross Profit Margin di kuartal ini adalah 77.52% dibandingkan dengan 77.41% di periode yang sama tahun lalu. Laba Kotor tercatat turun -8.72% menjadi Rp 21.45 B.

Sementara itu Beban Keuangan $EAST tercatat sebesar Rp (592 M). Total Debt pada Q4 2025 sebesar Rp 6 B dibanding Rp 6 B di Q4 2024. Dengan demikian, Debt to Equity Ratio $EAST menjadi 0.01 dibanding 0.01 pada kuartal lalu.

Dari sisi Arus Kas, $EAST melaporkan positive Operating Cashflow sebesar Rp 16 B. Selain itu, emiten telah menyerap Capex pada periode ini senilai Rp (3 B) sehingga Free Cash Flow tercatat Rp 13 B.

Data tersaji dalam kuartalan, bukan year to date.

Selengkapnya Data Finansial bisa diakses http://stockbit.com/symbol/EAST/financials

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Tenang bersama $EAST 😊

PT Eastparc Hotel Tbk memasuki tahun 2026 dengan posisi sebagai hotel keluarga berbasis MICE yang kuat di Yogyakarta. Berdiri sejak 2011 di Sleman, EAST memosisikan diri sebagai pionir hotel family friendly dengan integrasi fasilitas meeting dan konvensi yang lengkap. Identitas ini bukan sekadar slogan. Ia terlihat nyata dari 192 kamar, 20 ruang meeting, dan 29 wahana bermain anak. Bisnisnya sederhana: menjual pengalaman menginap, ruang pertemuan, dan kenyamanan keluarga. Tidak rumit, tidak bercabang ke bisnis yang sulit dipahami. Justru di situlah daya tariknya bagi saya.

Secara operasional, tahun 2025 menunjukkan performa yang sangat solid. Tingkat hunian rata-rata mencapai 93,39%, sedikit turun dari 97,95% di 2024, tetapi tetap berada di level sangat tinggi untuk industri hotel. Okupansi di atas 90% bukan angka biasa. Itu sinyal bahwa permintaan nyata ada, bahwa positioning hotel masih relevan, bahwa pasar masih menerima produk yang ditawarkan. Bagi investor jangka panjang, okupansi tinggi adalah denyut nadi bisnis.

Dari sisi keuangan, pendapatan 2025 sekitar Rp94,62 miliar dengan laba bersih Rp28,80 miliar dan margin bersih di atas 30%. Untuk sektor hospitality, margin ini tergolong sangat sehat. Lebih menarik lagi, struktur keuangannya konservatif dengan DER sekitar 10,95%. Artinya, bisnis ini tidak ditopang oleh utang besar. Dalam dunia hotel yang sering kali padat modal dan berisiko leverage tinggi, EAST justru berdiri dengan fondasi yang relatif ringan.

Namun manajemen juga jujur. Inflasi, potensi resesi, pembatasan kegiatan meeting, hingga kenaikan biaya operasional diakui sebagai tantangan nyata. Hotel adalah bisnis yang sensitif terhadap siklus ekonomi. Ketika anggaran meeting ditekan atau daya beli menurun, dampaknya bisa terasa cepat. Transparansi ini justru membuat saya lebih tenang. Saya lebih nyaman dengan manajemen yang sadar risiko dibanding yang hanya berbicara pertumbuhan.

Target 2026 yang lebih konservatif—pendapatan Rp75–85 miliar dan laba Rp18–28 miliar dengan okupansi 70–80%—menunjukkan kehati-hatian. Ini bukan proyeksi bombastis. Ini manajemen yang bersiap menghadapi kemungkinan ekonomi melambat. Bagi dividend investor, pendekatan seperti ini penting. Dividen yang sehat lahir dari ekspektasi yang realistis, bukan dari target yang terlalu optimistis.

Keputusan melepas investasi emas, valas, saham, dan aset digital di awal 2026 untuk memperkuat likuiditas juga menarik. Ini menegaskan fokus pada bisnis inti. EAST bukan perusahaan investasi. Ia adalah hotel. Ketika manajemen memilih menjaga kas dan tidak bermain di luar kompetensi utamanya, itu menunjukkan disiplin. Dalam jangka panjang, disiplin sering kali lebih penting daripada ambisi.

Sekarang kita masuk ke perspektif dividend investor. Dengan laba bersih Rp28,80 miliar dan struktur utang rendah, kemampuan membayar dividen secara teoritis cukup baik, selama manajemen tidak membutuhkan ekspansi besar atau capex berat. Bisnis hotel memang membutuhkan perawatan rutin, tetapi dengan margin di atas 30%, ruang pembagian laba tetap ada. Kuncinya adalah keseimbangan antara retensi laba untuk menjaga kualitas aset dan pembagian kepada pemegang saham.

Namun dividend investor juga harus jujur pada karakter bisnisnya. Hotel adalah bisnis siklikal. Okupansi bisa tinggi di tahun bagus, tetapi bisa turun ketika ekonomi melemah. Maka dividen EAST bukan tipe dividen yang “kebal siklus”. Ia akan mengikuti denyut ekonomi. Karena itu, pendekatannya harus jangka panjang: menerima bahwa ada tahun kuat dan ada tahun lebih tenang.

Yang membuat saya menyukai EAST justru kesederhanaannya. Tidak ada diversifikasi rumit, tidak ada anak usaha berlapis-lapis, tidak ada model bisnis yang sulit dimengerti. Kita bisa membaca laporan keuangannya dengan cepat dan memahami sumber labanya dengan jelas. Untuk investasi jangka panjang, kesederhanaan sering kali lebih nyaman dibanding kompleksitas yang sulit dipetakan.

Pada akhirnya, EAST bukan cerita tentang pertumbuhan agresif, melainkan tentang bisnis nyata yang menghasilkan kas dari aktivitas yang mudah dipahami. Bagi dividend investor, ini berarti peluang arus kas yang stabil selama manajemen menjaga okupansi dan margin. Tantangannya adalah siklus ekonomi, tetapi fondasi neraca yang ringan memberi bantalan. Jika tujuan kita adalah membangun kepemilikan jangka panjang pada bisnis yang sederhana dan disiplin, EAST menawarkan karakter yang sesuai—tenang, tidak berisik, tetapi tetap menghasilkan.

$GRPH $BUVA

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EAST

Halo rekan investor! Mari kita bedah bersama kinerja keuangan tahun penuh 2025 dari emiten perhotelan PT Eastparc Hotel Tbk (EAST) dan melihat ke arah mana saham ini sebaiknya diposisikan dalam portofoliomu.

**1. Penurunan Kinerja Bisnis (Top Line & Bottom Line)**
Kita mulai dari pil pahitnya dulu. Secara bisnis, EAST mengalami tekanan di tahun 2025. Pendapatan turun dari Rp102,92 miliar (2024) menjadi Rp94,62 miliar (2025). Penurunan pendapatan ini menekan laba bruto perusahaan dan berimbas langsung pada laba bersih yang menyusut sekitar 17% menjadi Rp28,80 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp34,71 miliar. Akibatnya, Laba Per Saham (EPS) dasar juga merosot dari 8,41 menjadi 6,98. Untuk investor yang mencari pertumbuhan (*growth*), ini adalah sinyal peringatan bahwa bisnis inti sedang mengalami stagnasi atau penurunan.

**2. Neraca Keuangan yang Sangat Sehat (Balance Sheet)**
Jangan terburu-buru pesimis, karena di balik penurunan laba, EAST memiliki benteng pertahanan neraca yang sangat kokoh. Total aset tumbuh menjadi Rp507,55 miliar. Pertumbuhan aset ini sangat berkualitas karena didorong oleh lonjakan posisi Kas dan Setara Kas yang meroket lebih dari tiga kali lipat, dari Rp8,56 miliar menjadi Rp27,13 miliar di akhir 2025.

Di sisi lain, meskipun total liabilitas naik menjadi Rp50,08 miliar, rasio utang terhadap modal (Debt to Equity Ratio/DER) sangat kecil mengingat total ekuitas perusahaan mencapai Rp457,46 miliar. Bahkan, utang bank jangka pendek berhasil diturunkan dari Rp5 miliar menjadi sisa Rp4 miliar saja. Perusahaan ini sangat likuid dan jauh dari risiko kebangkrutan atau gagal bayar.

**3. Arus Kas Operasi Kuat & "Raja Dividen"**
Sebagai analis, saya selalu melihat arus kas untuk memvalidasi kualitas laba. Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi EAST sangat memukau, mencetak angka Rp39,07 miliar. Perhatikan bahwa arus kas operasi ini jauh *lebih besar* dari laba bersih laporannya (Rp28,8 miliar). Artinya, kualitas laba EAST sangat baik; pendapatannya benar-benar menjadi uang tunai, bukan sekadar piutang tertunda di atas kertas.

Kekuatan kas ini menjadi bahan bakar utama EAST untuk konsisten mempertahankan reputasinya sebagai emiten pembagi dividen. Di tahun 2025, EAST mendistribusikan dividen kas sebesar Rp32,18 miliar. Ini sangat menarik karena nilai dividen yang dibagikan bahkan lebih besar dari laba bersih tahun berjalannya, membuktikan bahwa manajemen sangat *shareholder-friendly* dan rela membagikan kas nganggur di perusahaan kepada kita para investor.

**Arahan dan Strategi Investor (Mentor's Verdict)**

Berdasarkan analisis di atas, ini panduan untuk menyesuaikan portofoliomu:

* **Untuk *Dividend Hunter* / Investor Pendapatan (Income Investing):** Saham EAST layak untuk **HOLD / akumulasi secara selektif**. Arus kas operasinya luar biasa kuat dan manajemen punya rekam jejak konsisten dalam membagikan dividen. Selama perusahaan tidak memiliki utang besar yang membebani kas, dividen EAST diperkirakan masih akan terus mengalir deras ke RDN kamu.
* **Untuk *Growth Investor* (Mencari *Capital Gain* Tinggi):** Sebaiknya **WAIT AND SEE**. Penurunan pendapatan dan laba bersih di 2025 membuktikan bahwa perusahaan sedang kesulitan mencetak pertumbuhan baru. Kamu perlu memantau laporan kuartal selanjutnya untuk melihat apakah ada strategi perbaikan okupansi kamar atau penjualan makanan dan minuman (F&B) sebelum memutuskan untuk masuk.

Tetap objektif, pantau pergerakan pasar, dan selalu sesuaikan dengan profil risiko serta *trading plan* masing-masing!

https://cutt.ly/CtW1qPeb

RANDOM TAG $PJAA $PANR

Read more...

oke lanjut part 21 : beberapa perusahaan sudah mulai publikasi FY-2025 nya. Sekarang kita cek status dan siklus 5 tahunannya. 3 emiten dulu (AVIA, EAST, PBID)

PT Avia Avian Tbk ( $AVIA ) adalah produsen dan distributor:
- Cat dekoratif (interior & eksterior)
- Cat kayu & besi
- Pelapis anti bocor
- Produk kimia bangunan
- Memiliki jaringan distribusi nasional (ribuan toko tradisional & modern channel)
Model bisnis:
- Terintegrasi: produksi → distribusi sendiri
- Dominan di pasar cat dekoratif mass & mid-segment
- Cash rich, low debt, efisien modal kerja
Karakter: consumer staples–like building material, defensif dengan margin stabil.

2021, IPO year, margin tinggi
2022, Normalisasi margin, Defensive compounder, Rotasi sektor
2023, Demand melemah, Slowdown, Stabil tapi growth rendah
2024, Recovery, Strong cash machine, market Stabil
2025, Stabil & kuat, Mature steady, Quality compounder, Defensive rotation

Strategi manajemen:
- Tidak ekspansi agresif
- Jaga margin
- Perkuat distribusi
- Optimalkan inventory turnover
- Simpan kas besar → fleksibilitas buyback/dividen
Modelnya bukan heavy expansion, tapi incremental efficiency capex.

Fair multiple: 15–18x
Fair value: 430 – 520 per share
AVIA = Quality, stabil, tapi bukan high growth.

$EAST - PT Eastparc Hotel Tbk
Hotel & Restoran, Segmentasi Family friendly premium hotel
Model bisnis:
- Room revenue
- F&B
- Ballroom / event
- Family attraction facilities

Karakter bisnis:
- Capital intensive
- Cash flow kuat jika okupansi stabil
- Sangat siklikal terhadap pariwisata & event

2021, Survival, Recovery mode, Pasca covid
2022, Rebound, Cash stabil, Pariwisata bangkit
2023, Expansion, Laba naik tajam, Event & MICE naik
2024, Scaling, Asset doubling (lihat lonjakan aset tetap), Demand kuat
2025, Stabil Growth, Mature profit, Kompetisi meningkat

Strategi manajemen terlihat:
✔ Tidak ekspansi saat covid
✔ Ekspansi saat demand pulih
✔ Jaga leverage rendah
✔ Timing cukup baik

EAST sekarang masuk fase Mature Growth Asset Play
fair value konservatif: 300 per share

lanjut PT Panca Budi Idaman Tbk ( $PBID )
Bisnis: Integrated consumer packaging company, produsen & distributor kemasan plastik (kantong plastik, food pack, dus kue, kertas nasi, gelas plastik, dll) + trading biji plastik sebagai integrasi vertikal.
PBID karakteristiknya:
- Bisnis defensif (consumer packaging)
- Market leader brand Tomat & Wayang
- Margin stabil 9–10%
- Cashflow kuat
- Leverage rendah
- ROE konsisten >15%
Namun:
- Bukan high growth
- Sangat tergantung harga resin & kurs
- Cyclical margin (spread bahan baku)

fase dan siklus
2021 Peak commodity cycle, Margin tinggi, Resin naik tajam, Spread bagus
2022 Normalisasi, Laba turun, Resin volatile, Margin tertekan
2023 Stabil, Balance, Permintaan stabil, Inventory efisien
2024 Recovery + Ekspansi, Laba naik, Konsumsi pulih, Kapasitas naik
2025 Growth terkontrol, Kuat, Ekspansi distribusi, Pabrik Jateng jalan

Pola Capex PBID:
- Penambahan kapasitas pabrik
- Gudang distribusi Indonesia Timur
- Mesin efisiensi produksi
- Ekspansi produk baru

Manajemen cerdas:
- Bangun pabrik di area UMR lebih rendah
- Trading resin sendiri → kontrol HPP
- Timing beli resin saat murah
- Ekspansi bertahap (tidak agresif berutang)

PBID adalah Integrated consumer packaging manufacturer & distributor. PBID bukan saham multibagger cepat.
Fair Value 10–11x konservatif = Rp 280 – 340 per share

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EAST

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$EAST ..
ini apa ini wooyy.. lain lain beban lain lain, lain lain lagi..
jumlahnya 1,8Milyar ... apakah ini cutloss BTC ?? tapi kan udah ada keuntungan aset keuangan.. tolong yang bisa jelaskann..

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

wahhhh Cut Loss di $BTC si $EAST 😅

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

pada akhirnya $EAST memutuskan cutloss di $BTC

2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy