Tenang bersama $EAST đ
PT Eastparc Hotel Tbk memasuki tahun 2026 dengan posisi sebagai hotel keluarga berbasis MICE yang kuat di Yogyakarta. Berdiri sejak 2011 di Sleman, EAST memosisikan diri sebagai pionir hotel family friendly dengan integrasi fasilitas meeting dan konvensi yang lengkap. Identitas ini bukan sekadar slogan. Ia terlihat nyata dari 192 kamar, 20 ruang meeting, dan 29 wahana bermain anak. Bisnisnya sederhana: menjual pengalaman menginap, ruang pertemuan, dan kenyamanan keluarga. Tidak rumit, tidak bercabang ke bisnis yang sulit dipahami. Justru di situlah daya tariknya bagi saya.
Secara operasional, tahun 2025 menunjukkan performa yang sangat solid. Tingkat hunian rata-rata mencapai 93,39%, sedikit turun dari 97,95% di 2024, tetapi tetap berada di level sangat tinggi untuk industri hotel. Okupansi di atas 90% bukan angka biasa. Itu sinyal bahwa permintaan nyata ada, bahwa positioning hotel masih relevan, bahwa pasar masih menerima produk yang ditawarkan. Bagi investor jangka panjang, okupansi tinggi adalah denyut nadi bisnis.
Dari sisi keuangan, pendapatan 2025 sekitar Rp94,62 miliar dengan laba bersih Rp28,80 miliar dan margin bersih di atas 30%. Untuk sektor hospitality, margin ini tergolong sangat sehat. Lebih menarik lagi, struktur keuangannya konservatif dengan DER sekitar 10,95%. Artinya, bisnis ini tidak ditopang oleh utang besar. Dalam dunia hotel yang sering kali padat modal dan berisiko leverage tinggi, EAST justru berdiri dengan fondasi yang relatif ringan.
Namun manajemen juga jujur. Inflasi, potensi resesi, pembatasan kegiatan meeting, hingga kenaikan biaya operasional diakui sebagai tantangan nyata. Hotel adalah bisnis yang sensitif terhadap siklus ekonomi. Ketika anggaran meeting ditekan atau daya beli menurun, dampaknya bisa terasa cepat. Transparansi ini justru membuat saya lebih tenang. Saya lebih nyaman dengan manajemen yang sadar risiko dibanding yang hanya berbicara pertumbuhan.
Target 2026 yang lebih konservatifâpendapatan Rp75â85 miliar dan laba Rp18â28 miliar dengan okupansi 70â80%âmenunjukkan kehati-hatian. Ini bukan proyeksi bombastis. Ini manajemen yang bersiap menghadapi kemungkinan ekonomi melambat. Bagi dividend investor, pendekatan seperti ini penting. Dividen yang sehat lahir dari ekspektasi yang realistis, bukan dari target yang terlalu optimistis.
Keputusan melepas investasi emas, valas, saham, dan aset digital di awal 2026 untuk memperkuat likuiditas juga menarik. Ini menegaskan fokus pada bisnis inti. EAST bukan perusahaan investasi. Ia adalah hotel. Ketika manajemen memilih menjaga kas dan tidak bermain di luar kompetensi utamanya, itu menunjukkan disiplin. Dalam jangka panjang, disiplin sering kali lebih penting daripada ambisi.
Sekarang kita masuk ke perspektif dividend investor. Dengan laba bersih Rp28,80 miliar dan struktur utang rendah, kemampuan membayar dividen secara teoritis cukup baik, selama manajemen tidak membutuhkan ekspansi besar atau capex berat. Bisnis hotel memang membutuhkan perawatan rutin, tetapi dengan margin di atas 30%, ruang pembagian laba tetap ada. Kuncinya adalah keseimbangan antara retensi laba untuk menjaga kualitas aset dan pembagian kepada pemegang saham.
Namun dividend investor juga harus jujur pada karakter bisnisnya. Hotel adalah bisnis siklikal. Okupansi bisa tinggi di tahun bagus, tetapi bisa turun ketika ekonomi melemah. Maka dividen EAST bukan tipe dividen yang âkebal siklusâ. Ia akan mengikuti denyut ekonomi. Karena itu, pendekatannya harus jangka panjang: menerima bahwa ada tahun kuat dan ada tahun lebih tenang.
Yang membuat saya menyukai EAST justru kesederhanaannya. Tidak ada diversifikasi rumit, tidak ada anak usaha berlapis-lapis, tidak ada model bisnis yang sulit dimengerti. Kita bisa membaca laporan keuangannya dengan cepat dan memahami sumber labanya dengan jelas. Untuk investasi jangka panjang, kesederhanaan sering kali lebih nyaman dibanding kompleksitas yang sulit dipetakan.
Pada akhirnya, EAST bukan cerita tentang pertumbuhan agresif, melainkan tentang bisnis nyata yang menghasilkan kas dari aktivitas yang mudah dipahami. Bagi dividend investor, ini berarti peluang arus kas yang stabil selama manajemen menjaga okupansi dan margin. Tantangannya adalah siklus ekonomi, tetapi fondasi neraca yang ringan memberi bantalan. Jika tujuan kita adalah membangun kepemilikan jangka panjang pada bisnis yang sederhana dan disiplin, EAST menawarkan karakter yang sesuaiâtenang, tidak berisik, tetapi tetap menghasilkan.
$GRPH $BUVA
