#49 Cara Bertahan Saat Pasar Tidak Bersahabat
Ada periode dalam perjalanan saya ketika pasar terasa tidak mendukung. Bukan hanya hasil yang kurang baik, tetapi suasananya pun seperti tidak memberi ruang untuk optimisme. Dulu saya cenderung melihat fase seperti itu sebagai sesuatu yang tidak semestinya terjadi. Sekarang saya memahaminya sebagai bagian dari siklus yang wajar. Pasar tidak selalu ramah, dan memang tidak pernah berjanji untuk demikian. Risiko dan drawdown bukan penyimpangan dari sistem, melainkan bagian yang tak terpisahkan darinya.
Saya mulai melihat bahwa bertahan bukan soal mencari cara cepat untuk keluar dari ketidaknyamanan, melainkan menjaga sistem tetap utuh. Ketika hasil tidak sesuai harapan, emosi ingin mengambil alih dan menuntut perubahan besar. Namun sistem yang saya bangun justru dibuat untuk menghadapi fase sulit seperti ini. Ia menjadi penyeimbang ketika pikiran mulai condong pada keputusan yang reaktif. Dengan tetap berpegang pada kerangka yang sudah dirancang, saya tidak perlu membuat keputusan besar hanya karena tekanan sementara.
Perlahan cara saya merespon pasar yang tidak bersahabat berubah. Saya tidak lagi melihatnya sebagai pertarungan yang harus dimenangkan segera. Saya memberi ruang untuk evaluasi tanpa tergesa-gesa, memastikan bahwa setiap langkah tetap konsisten dengan tujuan awal. Ketika saya berhenti melawan situasi dan mulai menerimanya sebagai bagian dari perjalanan, tekanan pun berkurang. Bertahan menjadi pilihan yang sadar, bukan bentuk pasrah.
Pada akhirnya, saya menyadari bahwa ketahanan dibangun justru di saat-saat seperti ini. Pasar yang bersahabat mungkin menyenangkan, tetapi pasar yang sulit mengajarkan kedewasaan. Saya tidak bisa mengendalikan suasana di luar, tetapi saya bisa menjaga kestabilan di dalam. Dan selama sistem tetap saya hormati dan disiplin tetap terjaga, saya tahu bahwa fase ini hanyalah satu bagian dari perjalanan panjang yang lebih besar.
$IHSG $PJAA $EAST
