


Volume
Avg volume
Cimory Group adalah produsen produk makanan dan minuman kemasan berbasis protein di Indonesia, dengan pangsa pasar terkemuka di yogurt dan sosis premium. Didirikan pada tahun 1993, Grup saat ini memproduksi daging olahan, produk susu dan telur dengan berbagai merek, termasuk Cimory, Kanzler dan Besto, yang dijual melalui berbagai channel termasuk modern and traditional retailers, Food Service dan tim direct selling. Grup berbasis di Jakarta dengan fasilitas manufaktur di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dengan visi untuk meningkatkan asupan protein orang Indonesia dari susu dan daging, Cimory berfokus pada produk-produk b... Read More
📌UPDATE PANTAUAN TERBARU UNTUK HARI INI 13/2/2026
Teruntuk saham $ZATA bagi yang sedang HOLD atau yg akan BUY❕
Mari kita lihat beberapa opsi di bawah ini:
Market Structure
STRONG UPTREND dengan konfirmasi volume eksplosif dan harga yang menjaga jarak aman di atas VWAP dan POC.
ZATA saat ini berada dalam kondisi 'Strong Uptrend' yang sangat solid. Harga ditutup di Rp 125, terbang jauh di atas EMA20 (Rp 93) sebagai batas suci tren dan juga melampaui VWAP (Rp 101). POC atau tembok beton volume berada di level Rp 95, yang kini berfungsi sebagai support psikologis yang sangat kuat jika terjadi koreksi.
Bandarmology Insight
Ada pergerakan menarik dari sisi broker flow. Broker MG (Lokal) terlihat menjadi motor utama dengan akumulasi jumbo senilai Rp 7.2 miliar di harga rata-rata Rp 113. Menariknya, institusi asing melalui AK (UBS) juga ikut menampung senilai Rp 3.21 miliar. Meskipun ada tekanan jual dari CC senilai Rp 6.9 miliar, namun volume beli yang eksplosif (2.49x lipat dari biasanya) menunjukkan semua barang jualan ludes disikat pasar (Hajar Kanan).
✅Verdict
BULLISH
Confidence: 85%
Primary Driver: Akumulasi masif oleh broker MG dan AK yang disertai lonjakan volume transaksi di atas rata-rata.
✅Trading Plan
BUY
For Cash Holders
Jangan FOMO hajar kanan di harga penutupan sekarang karena sudah naik 32%. Tunggu koreksi sehat (Buy on Weakness) agar risk/reward lebih masuk akal.
🔰Entry Zone: Rp 102 - Rp 113 (Area VWAP hingga rata-rata beli bandar hari ini)
Reason: Level ini merupakan area harga rata-rata institusi dan bandar lokal hari ini, sehingga biasanya akan ada perlawanan jika harga menyentuh zona ini.
For Stock Holders
Hold dan biarkan cuan mengalir (Ride the trend). Gunakan trailing stop ketat mengingat volatilitas ZATA yang sangat tinggi.
🔰Stop Loss: Rp 93 (Di bawah EMA20)
🔰Exit Target: Rp 135 - Rp 140 (Target psikologis berikutnya)
$CMRY $PSAB
#Jangan lupa like & follow untuk analisa² berikut nya🙌
#Disclaimer yh
#Semoga bermanfaat & membantu analisa kalian.!
MELIHAT PELUANG DI TENGAH KETIDAKPASTIAN MARKET🔥
Di tengah ketidakpastian pasar saat ini, mencari saham yang aman untuk di-hold itu sangat sulit. Pertanyaan semua orang berubah menjadi "saham mana yang fundamentalnya paling tahan banting?
Ketika market crash terjadi, kondisi fundamental selalu menjadi kunci. Karena emiten dengan fundamental sehat dan pertumbuhan bisnis solid adalah obat penenang hati paling ampuh.
Mari kita bedah tuntas kenapa $CMRY menjadi pilihan menarik di tengah ketidakpastian ini. 🧵👇
PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) bukan sekadar pemain susu biasa. Banyak yang mengira mereka cuma jualan yogurt, padahal mesin pertumbuhan aslinya ada di Frozen Food (Kanzler) dan makanan protein premium. Mereka sukses mengubah stigma "saham susu" menjadi "saham growth" yang sangat digemari pasar.
Per Kuartal III 2025, CMRY mengantongi laba bersih Rp1,60 Triliun (+38,52% YoY). Menariknya, segmen makanan (Kanzler) melonjak 30,89%, jauh melampaui pertumbuhan susu yang hanya 2,22%. Ini bukti kalau produk mereka punya pricing power yang luar biasa meski ekonomi sedang tidak menentu.
Di masa sulit, orang mungkin mengurangi makan di restoran, tapi mereka beralih ke "kemewahan terjangkau" di rumah seperti Sosis Kanzler. Inilah yang menjaga pertumbuhan laba bersih tetap meroket 38,52% YoY.
Total Aset CMRY meningkat ke Rp8,92 Triliun. Meski liabilitas naik ke Rp1,76 T, total Ekuitas tetap tebal di Rp7,16 Triliun. CMRY adalah definisi perusahaan Cash Rich. Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang seringkali memicu kenaikan suku bunga, CMRY relatif aman karena mereka tidak bergantung pada utang bank berbunga besar untuk operasionalnya. Modal sendiri yang kuat berarti mereka punya "napas" yang panjang untuk berekspansi tanpa takut tekanan suku bunga.
Dibandingkan para raksasa FMCG lainnya, CMRY adalah juaranya efisiensi. Dengan Net Profit Margin (NPM) mencapai 22,28%, mereka jauh mengungguli kompetitor seperti $ICBP dan $UNVR. Artinya, setiap rupiah penjualan yang dihasilkan, jauh lebih banyak yang menjadi laba bersih untuk pemegang saham.
Pasti kamu bilang "Tapi harga sahamnya udh mahal"
Banyak yang terjebak menganggap CMRY mahal karena PER-nya 20x. Namun, jika kita hitung menggunakan PEG Ratio (0,98), ceritanya berbalik. Kalau pake kacamata Peter Lynch, saham dengan PEG di bawah 1,0 adalah saham "salah harga" karena pertumbuhannya jauh lebih cepat daripada kenaikan harga sahamnya. jadi, kamu sebenernya lagi beli perusahaan growth tapi di harga yang masih sangat masuk akal.
Jangan lupa, ada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bakal jalan full speed tahun ini. Dengan infrastruktur cold chain (rantai dingin) dan jaringan distribusi ke pelosok, CMRY adalah pemain yang paling siap dapet "durian runtuh" dari program pemerintah ini.
CMRY memberikan apa yang jarang diberikan emiten lain di tahun 2026. Keamanan dari sisi neraca dan Harapan dari pertumbuhan yang konsisten. Jika kamu mencari pegangan di tengah ketidakpastian, fundamental dan momentum kebijakan pemerintah saat ini sebenarnya cenderung berpihak pada emiten disektor FMCG.
Gimana menurut kamu, apakah CMRY layak masuk watchlist tahun ini? Diskusi yuk di kolom komentar! 👇
Buat kamu yang butuh bimbingan dan diskusi intens, Join Excom Klinik Porto !
Klik link 👇
https://stockbit.com/community/F35921
atau bisa dengan klik external community di Stockbit kamu dan input kode F35921
1/10










SCALPING $PADI (131)
RENCANA ENTRY & EXIT
Entry Buy (127 – 134)
Take Profit 1 (TP1) 136
Take Profit 2 (TP2) 142
Zona Stoploss (< SL) 120
RISK : REWARD (DETAIL)
Asumsi Entry Ideal (130)
Risiko (Risk)
Entry 130 → Stoploss 120
Risiko = 10 poin
Reward TP1
TP1 – Entry = 6 poin
Risk : Reward TP1 = 1 : 0,6
Reward TP2
TP2 – Entry = 12 poin
Risk : Reward TP2 = 1 : 1,2
Catatan Risk : Reward
- Minimal ambil TP1, jangan serakah
- TP2 hanya jika volume & momentum mendukung
- Jika TP1 tercapai, stoploss digeser ke BEP
Catatan Tambahan
- Scalping berhasil dari disiplin, bukan nekat
- Stoploss wajib dan tidak boleh digeser turun
- Tidak ada sinyal → tidak entry
- Fokus konsistensi, bukan sekali besar
Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$SMGA $CMRY
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
Bner.. buktinya $PWON saya ga naek naek.. akhirnya di jual bep.. buat beli yg laen.. buat beli $CMRY misalnya.. 😅😂
DONE BSJP KEMAREN ✅
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$SMGA $CMRY
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏

Scale-up $CMRY di 2026 intinya dorong pertumbuhan volume lewat pendalaman distribusi dan eksekusi yang rapi: memperkuat channel Miss Cimory sekaligus memperluas coverage General Trade dan Modern Trade agar penetrasi makin dalam, mengamankan shelf space dan ketersediaan produk sambil tetap melakukan marketing yang efektif untuk mendorong trial dan repeat, mempercepat inovasi produk (varian/rasa/format yang lebih relevan dan praktis) supaya demand tetap tumbuh, serta menyiapkan kapasitas dan efisiensi biaya optimasi fasilitas produksi, ramp-up mesin/peralatan, dan perbaikan cost-to-serve agar pertumbuhan skala tidak menggerus margin.
Follow biar ga ketinggalan info penting.
PT Cisarua Mountain Dairy Tbk - CMRY
Laporan Keuangan
- Neraca Keuangan
- Laporan Laba Rugi
- Laporan Arus Kas
- Laporan Perubahan Ekuitas
Sumber Data: https://cutt.ly/PtnfgKRU
$CMRY
1/4




Allhamdulillah di kasih cuan lg di $CMRY metode sama buy gap down closing
https://stockbit.com/post/28032850
1/2


pingin langganan aplikasi Trading View berbayar 1 tahun untuk meningkatkan akurasi analisa scr teknikal. semoga dimudahkan amin
random
$MYOR $CMRY $LPPF
(Swing Trading)
$WIIM
Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trading Buy : 1965
Target Price 1 : 2240
Target Price 2 : 2370
Stop Loss : 1695
$CMRY
Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trading Buy : 5600
Target Price 1 : 6100
Target Price 2 : 6400
Stop Loss : 5125
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diproyeksikan kembali turun pada perdagangan awal pekan ini, Senin (9/2). Analis merekomendasikan saham-saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) hingga PT Indika Energy Tbk (INDY).
Analis Phintraco Sekuritas menilai IHSG berpote...

katadata.co.id
Satu Tujuan, Dua Jalan: Manakah yang Lebih Baik?
Andi dan Bima adalah dua sahabat yang lulus kuliah dan mulai bekerja pada usia 22 tahun. Mereka sama-sama cerdas dan pekerja keras. Mereka juga memiliki harapan yang sama, yaitu mencapai kebebasan finansial dan pensiun pada usia 55 tahun. Walaupun demikian, pada praktiknya mereka menempuh perjalanan investasi yang berbeda.
Perjalanan Investasi Andi
Begitu menerima gaji pertama pada usia 22 tahun, Andi memutuskan untuk langsung berinvestasi. Ia menyisihkan 5 juta rupiah setiap bulan ke instrumen investasi dengan asumsi tingkat pengembalian 12% per tahun. Ia melakukan hal ini dengan disiplin selama 8 tahun, dari usia 22 hingga 30 tahun. Total dana yang ia setorkan selama periode itu adalah 480 juta (8 tahun × 12 bulan × 5 juta).
Pada usia 30 tahun, Andi berhenti menyetor uang karena struktur pengeluarannya berubah. Ia mulai mencicil rumah, memiliki tanggungan keluarga, serta menambah biaya pendidikan dan kesehatan. Karena itu, ia memilih untuk tidak menambah setoran investasi lagi ke dana pensiunnya.
Meskipun demikian, ia tidak menarik investasinya. Ia membiarkan saldo yang telah terkumpul terus berkembang dengan tingkat pengembalian yang sama selama 25 tahun berikutnya, tanpa tambahan setoran, hingga usianya 55 tahun.
Perjalanan Investasi Bima
Bima menempuh langkah yang berbeda. Pada usia 20-an, sebagian besar penghasilannya digunakan untuk membantu keluarga dan melunasi pinjaman. Kondisi tersebut membuatnya belum bisa menyisihkan dana secara rutin untuk investasi.
Bima baru memulai investasi pada usia 30 tahun ketika pinjamannya sudah lunas dan kebutuhan dasarnya lebih terkendali. Untuk mengejar ketertinggalan, ia berinvestasi lebih besar, yaitu 7,5 juta rupiah per bulan, dengan asumsi tingkat pengembalian yang sama, yaitu 12% per tahun. Ia melakukannya secara konsisten selama 25 tahun, dari usia 30 hingga 55 tahun, tanpa berhenti.
Jadi, Bima berinvestasi dengan setoran bulanan yang lebih besar dan periode investasi yang lebih lama daripada Andi. Total dana yang ia setorkan selama 25 tahun adalah 2,25 miliar (25 tahun × 12 bulan × 7,5 juta).
Pertanyaan: Apa yang terjadi di usia 55 tahun? Siapakah yang memiliki nilai investasi lebih besar pada usia 55 tahun, Andi atau Bima?
---
Kekuatan Waktu dalam Proses Penggandaan
Ketika membaca ilustrasi Andi dan Bima, banyak orang mungkin langsung berasumsi bahwa Bima akan memiliki hasil akhir yang lebih besar. Alasannya sederhana: ia menyetor dana jauh lebih besar dan melakukannya dalam periode yang lebih panjang. Namun, hasil perhitungan menunjukkan hal yang berbeda. Pada usia 55 tahun, nilai investasi Andi justru sedikit lebih besar daripada milik Bima, meskipun modal yang ia setorkan jauh lebih kecil.
Andi menyetor 5 juta rupiah per bulan selama 8 tahun, dengan total modal 480 juta rupiah. Karena mulai sejak usia 22 tahun, investasinya tumbuh menjadi sekitar 785 juta rupiah pada usia 30 tahun. Setelah itu, ia tidak lagi menambah setoran, tetapi membiarkan dana tersebut terus diinvestasikan selama 25 tahun berikutnya. Dengan asumsi tingkat pengembalian 12 persen per tahun, nilainya tumbuh menjadi sekitar 13,3 miliar rupiah pada usia 55 tahun.
Sementara itu, Bima baru mulai berinvestasi pada usia 30 tahun. Ia menyetor 7,5 juta rupiah per bulan selama 25 tahun. Total modal yang ia setorkan jauh lebih besar, yaitu 2,25 miliar rupiah. Dengan tingkat pengembalian yang sama, dana tersebut tumbuh menjadi sekitar 12,8 miliar rupiah pada usia 55 tahun. Hasil akhirnya sedikit di bawah Andi, walaupun modalnya hampir lima kali lipat lebih besar.
Apa yang membuat hasilnya bisa seperti itu? Kuncinya adalah kekuatan waktu dalam proses bunga majemuk. Bunga majemuk membuat hasil investasi bukan hanya berasal dari modal awal, tetapi juga dari bunga yang telah dihasilkan sebelumnya. Ketika proses ini berlangsung dalam jangka panjang, pertumbuhannya tidak lagi linear, tetapi melompat secara eksponensial. Andi memberi uangnya waktu lebih lama untuk “bekerja”, dan lamanya waktu inilah yang menjadi pembeda terbesar.
Dari ilustrasi ini, ada beberapa pelajaran penting yang bisa kita ambil.
Pertama, waktu adalah faktor paling kuat dalam investasi jangka panjang. Memulai lebih awal lebih penting daripada menyetor dalam jumlah besar. Total setoran Bima hampir lima kali lipat dari total setoran Andi, tetapi hasil akhirnya tetap lebih kecil. Hal itu menunjukkan bahwa uang besar tidak selalu mampu menebus waktu yang hilang. Waktu yang panjang memberi kesempatan bagi bunga majemuk untuk berlipat-lipat, sesuatu yang tidak bisa dikejar hanya dengan menambah nominal setoran.
Kedua, menunda investasi bukan hanya soal menunda aktivitas, tetapi menunda pertumbuhan. Setiap tahun yang terlewat berarti satu tahun hilangnya efek penggandaan. Bima memang berinvestasi lebih besar dan lebih lama setelah usia 30 tahun, tetapi ia kehilangan delapan tahun pertama di mana Andi sudah memberi kesempatan bagi uangnya untuk bertumbuh. Delapan tahun pertama itu menjadi “mesin” yang bekerja paling lama dan memberi dampak terbesar di akhir.
Ketiga, disiplin bukan hanya tentang konsistensi menyetor, tetapi juga tentang membiarkan investasi bekerja tanpa diganggu. Andi berhenti menyetor pada usia 30 tahun, tetapi ia tidak menarik uangnya. Keputusan untuk membiarkan dana tetap diinvestasikan selama 25 tahun penuh menjadikan bunga majemuk bekerja maksimal. Banyak orang rajin menyetor, tetapi tidak sabar membiarkan hasilnya tumbuh dalam jangka panjang.
Ilustrasi ini tidak dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa strategi yang satu lebih baik daripada strategi yang lain, karena setiap orang memiliki kondisi dan prioritas hidup yang berbeda. Namun, cerita Andi dan Bima menegaskan satu hal penting: dalam investasi jangka panjang, waktu bukan sekadar angka di kalender, melainkan aset yang nilainya tidak bisa digantikan oleh uang semata. Waktu adalah aset yang paling mahal, tetapi yang paling sering diremehkan.
Sekarang, jujurlah pada diri Anda sendiri. Apa hal utama yang sebenarnya menahan Anda untuk berinvestasi lebih awal dan lebih disiplin: kurang uang, kurang pengetahuan, atau sekadar kebiasaan menunda?
@Blinvestor
Follow my Telegram: https://cutt.ly/Btd6w8CM
Random tags: $MYOR $ULTJ $CMRY