


Volume
Avg volume
Cimory Group adalah produsen produk makanan dan minuman kemasan berbasis protein di Indonesia, dengan pangsa pasar terkemuka di yogurt dan sosis premium. Didirikan pada tahun 1993, Grup saat ini memproduksi daging olahan, produk susu dan telur dengan berbagai merek, termasuk Cimory, Kanzler dan Besto, yang dijual melalui berbagai channel termasuk modern and traditional retailers, Food Service dan tim direct selling. Grup berbasis di Jakarta dengan fasilitas manufaktur di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dengan visi untuk meningkatkan asupan protein orang Indonesia dari susu dan daging, Cimory berfokus pada produk-produk b... Read More
Menit 8:10 Menkeu Purbaya menepis pandangan buruk terhadap MBG
https://cutt.ly/FtTruHwQ
MBG dipandang sebagai program yang bagus menurut Menkeu Purbaya, asal dijalankan dengan baik.
Menkeu tidak dalam kapasitas mencampuri urusan MBG.
Menkeu hanya akan memastikan anggaran dipakai tepat sasaran dan meminimalisir kebocoran. Menkeu akan menurunkan tim ke lapangan untuk memantau itu.
Menkeu berpendapat bahwa MBG adalah program baru yang tidak bisa 100% mulus. Komplain dan hal negatif yang selama ini diangkat ke media diyakini Menkeu tidaklah terjadi di semua SPPG, melainkan hanya sebagian kecil saja.
$JPFA $CMRY $DMND
$CMRY LK Full Year 2025: Laba Naik, Tapi Harga Saham Nyungsep?
Request member External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Ada member External Community Pintar Nyangkut di Telegram yang bertanya kenapa harga saham CMRY turun padahal laporan keuangannya justru naik. Pertanyaan seperti ini sebenarnya sering muncul karena banyak investor berangkat dari asumsi sederhana bahwa harga saham selalu mengikuti kinerja laba. Kalau laba naik harusnya harga ikut naik. Logika itu terlihat masuk akal di permukaan, tetapi di pasar saham kenyataannya tidak sesederhana itu. Harga saham bukan hanya cerminan laba hari ini, tetapi cerminan ekspektasi masa depan yang sudah dipasang investor jauh sebelum laporan keuangan keluar. Jadi ketika laporan yang bagus akhirnya benar-benar muncul, sering kali pasar justru sudah lebih dulu menghargai semua optimisme itu. Ketika ekspektasi sudah terlalu tinggi, peristiwa yang muncul bukan lagi euforia, tetapi penyesuaian valuasi. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Dalam kasus CMRY, harga pernah berada di sekitar Rp 6.450 pada November 2025 lalu turun ke Rp 4.720. Penurunan sekitar 26% ini terlihat aneh jika hanya melihat laba bersih yang justru melonjak menjadi Rp 2,03 triliun dari sebelumnya Rp 1,51 triliun. Revenue juga naik dari Rp 9,02 triliun menjadi Rp 10,72 triliun. Secara operasional perusahaan jelas berkembang. Margin juga sangat kuat. Laba bersih sekitar 19% dari penjualan. Artinya setiap Rp 100 penjualan menghasilkan hampir Rp 19 laba bersih. Angka seperti ini sangat tinggi untuk bisnis makanan dan minuman. Jadi kalau hanya melihat laporan keuangan, tidak ada tanda bisnis sedang bermasalah.
Namun pasar tidak melihat angka laba sendirian. Pasar melihat harga yang sudah dibayar investor sebelumnya. Ketika harga berada di Rp 6.450, kapitalisasi pasar CMRY mencapai sekitar Rp 51 triliun. Dengan laba sekitar Rp 2 triliun, pasar saat itu menghargai CMRY dengan PER sekitar 25,5 kali. Ini artinya investor membayar Rp 25 untuk setiap Rp 1 laba perusahaan. Untuk perusahaan consumer growth memang tidak aneh, tetapi angka itu sudah memasukkan skenario masa depan yang sangat optimistis. Ketika laporan 2025 akhirnya keluar dan ternyata pertumbuhan laba sekitar 33%, pasar mulai melakukan penyesuaian ekspektasi. Harga turun hingga valuasi berada di sekitar PER 18,4 kali. Pada harga Rp 4.720 kapitalisasi pasar CMRY sekitar Rp 37,45 triliun. Jadi yang sebenarnya terjadi bukan kerusakan bisnis, tetapi kontraksi valuasi.
Kalau dilihat dari rasio valuasinya di harga sekarang, gambarnya justru cukup menarik. PBV berada di sekitar 5,52 kali dari ekuitas Rp 6,78 triliun. Untuk perusahaan manufaktur biasa angka ini terlihat mahal, tetapi untuk consumer brand kuat seperti Cimory dan Kanzler angka tersebut masih wajar karena nilai merek tidak tercatat penuh di neraca. PER sekitar 18,42 kali juga masih relatif moderat untuk perusahaan dengan pertumbuhan laba lebih dari 30%. Bahkan jika dibandingkan dengan perusahaan consumer besar lain yang sering diperdagangkan di PER 25 sampai 30 kali pada masa pertumbuhan, valuasi ini justru terlihat lebih masuk akal. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Jika rasio itu digabung dengan pertumbuhan laba, muncul rasio PEG sekitar 0,54. Artinya pertumbuhan laba jauh lebih cepat daripada valuasi yang dibayar investor. Rasio ini sering dianggap menarik oleh investor tipe growth at a reasonable price karena harga saham tidak naik secepat peningkatan laba. Di sisi arus kas, enterprise value sekitar Rp 33,67 triliun dibanding CFO Rp 1,90 triliun menghasilkan EV terhadap CFO sekitar 17,66 kali. Ini menunjukkan nilai perusahaan masih didukung arus kas operasional nyata dari pelanggan. Bahkan free cash flow masih sekitar Rp 1,38 triliun walaupun perusahaan sedang meningkatkan belanja modal hingga Rp 518 miliar untuk ekspansi pabrik.
Kualitas bisnis CMRY sendiri sangat kuat. Return on equity hampir 30% dengan ekuitas Rp 6,78 triliun. Return on assets sekitar 23% dari total aset Rp 8,74 triliun. Rasio ini menunjukkan perusahaan mampu memutar aset menjadi laba dengan sangat efisien. Neraca juga sangat bersih. Dari total aset Rp 8,74 triliun, sekitar Rp 3,77 triliun berbentuk kas dan investasi obligasi atau reksadana. Utang berbunga hampir tidak ada, hanya sekitar Rp 0,4 miliar. Secara praktis CMRY adalah perusahaan dengan posisi net cash sangat besar. Bahkan jika seluruh utang berbunga dilunasi sekaligus, kas perusahaan masih sangat berlimpah.
Dari sisi operasional, mesin uang CMRY berasal dari dua segmen utama. Produk makanan konsumsi seperti sosis dan nugget menyumbang sekitar Rp 6,64 triliun atau sekitar 62% penjualan. Produk olahan susu seperti yogurt dan minuman dairy menyumbang sekitar Rp 4,07 triliun atau sekitar 38%. Kedua segmen ini sama-sama menghasilkan margin yang kuat. Laba usaha segmen makanan sekitar Rp 2,54 triliun sementara segmen susu sekitar Rp 1,56 triliun. Struktur ini membuat CMRY tidak bergantung pada satu produk saja. Mereka punya dua mesin pertumbuhan yang berjalan bersamaan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Yang juga menarik adalah kualitas pelanggan dan arus kas. Dari total piutang usaha sekitar Rp 1,04 triliun, lebih dari Rp 920 miliar masih dalam status lancar. Piutang yang lewat 90 hari hanya sekitar Rp 344 juta atau sekitar 0,03% dari total piutang. Artinya hampir tidak ada kredit macet. Pelanggan utama seperti Indomaret dan Alfamart $AMRT juga sangat kuat secara finansial sehingga risiko gagal bayar sangat kecil. Arus kas operasi pun mencapai Rp 1,90 triliun, sebagian besar berasal dari penerimaan tunai pelanggan sekitar Rp 10,58 triliun.
Hubungan dengan vendor juga sehat. Utang usaha sekitar Rp 988 miliar dan sebagian besar masih dalam masa jatuh tempo normal. Utang yang melewati 90 hari hanya sekitar Rp 3,4 miliar. Ini menunjukkan manajemen modal kerja berjalan rapi. Vendor memberi kredit 30 sampai 60 hari dan perusahaan memanfaatkannya tanpa menimbulkan konflik pembayaran.
Kalau dilihat lebih dalam, justru ada faktor ekspansi yang sedang berlangsung. Aset dalam pembangunan mencapai sekitar Rp 534 miliar berupa mesin, bangunan, dan fasilitas produksi baru yang ditargetkan selesai pada 2026 sampai 2027. Artinya kapasitas produksi akan meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Jika kapasitas ini benar-benar terserap pasar, penjualan yang saat ini sekitar Rp 10,7 triliun bisa berkembang lebih jauh. Laba bersih berpotensi menembus kisaran Rp 3 triliun dalam beberapa tahun jika ekspansi berjalan sesuai rencana.
Jadi penurunan harga saham CMRY dari Rp 6.450 ke Rp 4.720 sebenarnya bukan cerita perusahaan yang memburuk. Yang berubah adalah ekspektasi pasar terhadap valuasi. Ketika harga berada di puncak, pasar sudah menghargai masa depan yang sangat sempurna. Begitu laporan keluar, investor besar mulai mengunci keuntungan dan valuasi kembali ke level yang lebih realistis. Fenomena ini sangat umum di pasar saham dan sering disebut sell on news atau kontraksi multiple. Bisnisnya tetap kuat, tetapi harga menyesuaikan ekspektasi yang sebelumnya terlalu tinggi. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
CMRY justru menunjukkan profil perusahaan consumer yang sangat sehat. Pertumbuhan laba dua digit, margin tinggi, arus kas kuat, neraca tanpa utang bank, dan jaringan distribusi yang luas. Pergerakan harga saham dalam jangka pendek sering kali lebih dipengaruhi dinamika psikologi pasar dan aksi profit taking investor besar. Fundamental perusahaan sendiri justru masih menggambarkan mesin uang yang berjalan sangat baik.
🧾 Kinerja
🔹 Revenue naik 18,8% jadi Rp 10,72 triliun
🔹 Laba bersih naik 33,8% jadi Rp 2,03 triliun
🔹 NPM naik ke 19,0%
🔹 CFO naik 10,3% jadi Rp 1,90 triliun
▫️ Jadi LK justru kuat
📉 Kenapa harga turun
🔹 Harga pernah Rp 6.450 lalu turun ke Rp 4.720
🔹 Bukan karena bisnis melemah
🔹 Tapi karena valuasi terlalu mahal di pucuk
🔹 PER di pucuk sekitar 25,5x
🔹 Sekarang sekitar 18,4x
▫️ Ini multiple contraction
▫️ Bandar juga bisa saja sudah take profit
💰 Neraca
🔹 Kas dan investasi Rp 3,77 triliun
🔹 Utang berbunga nyaris nol
🔹 Net cash sangat besar
✅ Fundamental sehat
✅ Harga turun lebih karena valuasi
✅ Bukan karena laba atau kas bermasalah
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/8








padahal udah siapin nafas 4500-4000
blum jg nyamber 4500 udah membal, yaudah kejar atas lagi🤣
$CMRY $TINS $BIPI

ANALISA SAHAM $GJTL
Harga Sekarang: Rp 1.080
Zona Area Beli Aman:
Rp 1.020 – 1.060
• Area support kuat, cocok untuk entry aman jika harga pullback ke zona ini, Boss
Zona Stoploss:
< Rp 990
• Jika turun di bawah level ini, struktur swing melemah dan rawan koreksi lebih dalam, Boss
Jika naik & breakout:
> Rp 1.110 → ENTRY LANJUTAN (tambah posisi)
• Breakout 1.110 berpotensi memicu momentum bullish lanjutan, Boss
Target Profit:
• TP1 = Rp 1.200
• TP2 = Rp 1.300 – 1.380
Keterangan Tambahan:
• Selama harga bertahan di atas 1.020, peluang swing bullish tetap terjaga, Boss
• GJTL saham sektor otomotif & ban yang biasanya bergerak mengikuti sentimen industri otomotif dan manufaktur
• Breakout valid jika disertai volume meningkat
Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.
Nyangkut disaham apa Boss? Sini aku bantu $SMGA $CMRY
$CMRY
$CMRY: Manajemen Cisarua Mountain Dairy mengatakan dalam earnings call 2025 pada Senin (2/3) bahwa perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar +10–15% YoY selama 2026 (vs. realisasi 2025: +19% YoY), dengan target margin laba kotor sekitar 40–44% (vs. realisasi 2025: 45,3%) dan alokasi capex Rp800 M (vs. realisasi 2025: Rp621 M). Manajemen CMRY menyebut bahwa guidance margin laba kotor yang cukup lebar dikaitkan dengan uncertainty yang sudah timbul sejak awal 2026, mulai dari kenaikan harga bahan baku dan kekhawatiran seputar distribusi whole milk powder di tengah konflik di kawasan Timur Tengah. Untuk strategi selama 5 tahun ke depan, CMRY menargetkan pertumbuhan pendapatan +15% CAGR, didukung oleh same store sales growth (SSSG) atau pertumbuhan dari channel dan produk existing, ekspansi distribusi, dan inovasi produk.
https://snips.stockbit.com/snips-terbaru/-harga-batu-bara-10-ke-level-tertinggi-dalam-setahun?source=research

🥛 CMRY Earnings Call 2025: Kinerja Full Year Solid hingga Guidance 2026
Stockbit’s take:
• Cisarua Mountain Dairy ($CMRY) mencatatkan laba bersih sebesar Rp432 M pada 4Q25 (+19% YoY, -29% QoQ). Hasil ini membuat laba bersih selama 2025 mencapai ~Rp2 T (+34% YoY), sejalan dengan ekspektasi (100% estimasi 2025F konsensus).
• Pertumbuhan laba bersih secara tahunan pada 4Q25 didorong oleh pertumbuhan pendapatan (+19% YoY) dan ekspansi margin laba usaha ke level 16,7% (vs. 4Q24: 12,6%).
• Untuk 2026, manajemen CMRY menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar +10–15% YoY dan margin laba kotor di level 40–44%
Top–line: Pertumbuhan Solid Kedua Segmen
Pertumbuhan pendapatan pada 4Q25 utamanya ditopang oleh segmen ‘consumer foods’ yang solid (+24% YoY), sementara penjualan segmen ‘dairy products’ melanjutkan pemulihan dengan tumbuh +14% YoY (vs. 3Q25: +14% YoY, 2Q25: +3% YoY, 1Q25: -11% YoY). Pemulihan untuk dairy secara khusus didukung oleh peluncuran sejumlah produk baru sepanjang 2025, seperti ‘eat milk’ dan varian produk ‘no added sugar’.
Secara keseluruhan, pendapatan ditopang oleh ekspansi distribusi, utamanya melalui channel direct–to–consumer (Miss Cimory) dan general trade. Kontribusi Miss Cimory terhadap total pendapatan sendiri telah melonjak menjadi 21% (vs. 2024: 14%), didukung ekspansi wilayah, penambahan agen, serta peningkatan produktivitas. Secara kumulatif, pendapatan selama 2025 tumbuh +19% YoY, sesuai guidance 2025 dari manajemen yang direvisi naik menjadi +15–20% YoY (vs. guidance sebelumnya: +10–15% YoY).
Profitabilitas: Lonjakan COGS Terkompensasi Sales Mix dan Opex Efficiency
Margin laba kotor pada 4Q25 sedikit tertekan menjadi 44,9% (vs. 4Q24: 46%) seiring kenaikan beban pokok pendapatan (+21% YoY), utamanya dipicu lonjakan biaya bahan baku dan kemasan (+54% YoY) akibat kenaikan harga sapi. Meski tekanan beban pokok pendapatan cukup signifikan, dampaknya relatif terkompensasi oleh perbaikan sales mix, di mana yogurt — produk dengan margin lebih tinggi — mencatatkan pertumbuhan solid di tengah pemulihan kategori dairy. Secara kumulatif selama 2025, margin laba kotor tetap stabil di level 45,3% (vs. 2024: 45,2%), sejalan dengan guidance 2025 dari manajemen yang telah direvisi naik ke kisaran 44–46%.
Adapun laba usaha perseroan pada 4Q25 tumbuh +59% YoY, seiring ekspansi margin laba usaha ke level 16,7% (vs. 4Q24: 12,6%). Hal ini disebabkan pertumbuhan biaya operasional yang flat, karena pengeluaran sales and marketing yang lebih agresif pada tahun sebelumnya. Selama 2025, opex tumbuh relatif moderat (+6% YoY), sehingga laba usaha selama 2025 tumbuh +37% YoY.
Inisiatif Baru: Supply MBG dan Pengembangan Retail
Manajemen CMRY menyebut bahwa kini perseroan menjadi salah satu supplier untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu, perseroan juga mengeksplorasi format retail baru yang menjual frozen yogurt. Kedua inisiatif ini masih dalam tahap awal dan diperkirakan berkontribusi sangat kecil terhadap total pendapatan.
Guidance 2026
Manajemen CMRY memberikan guidance 2026 sebagai berikut:
• Pertumbuhan pendapatan: +10–15% YoY (vs. realisasi 2025: +19% YoY)
• Margin laba kotor: 40–44% (vs. realisasi 2025: 45,3%)
• Capex: Rp800 M (vs. realisasi 2025: Rp621 M)
• Manajemen CMRY menyebut bahwa guidance margin laba kotor yang cukup lebar dikaitkan dengan uncertainty yang sudah timbul sejak awal 2026, mulai dari kenaikan harga bahan baku dan kekhawatiran seputar distribusi whole milk powder di tengah konflik di kawasan Timur Tengah.
Untuk strategi selama 5 tahun ke depan, CMRY menargetkan pertumbuhan pendapatan +15% CAGR, didukung oleh same store sales growth (SSSG) atau pertumbuhan dari channel dan produk existing, ekspansi distribusi, dan inovasi produk.
_____
Amara Beatrice H.S. (@AmaraBeatrice)
Investment Analyst Stockbit

NERACA
Jakarta - PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) atau Cimory membukukan laba bersih Rp2,03 triliun di 2025 atau tumbuh 33,80% dibandingkan priode yang sama tahun lalu.“Pertumbuhan laba bersih yang signifikan tersebut ditopang oleh peningkatan kontribusi penjualan dari segmen produk olahan s...

www.neraca.co.id

oke lanjut part 24 : beberapa perusahaan sudah mulai publikasi FY-2025 nya. Sekarang kita cek status dan siklus 5 tahunannya. 3 emiten dulu (CMRY, ARNA, ENRG)
$CMRY produsen makanan & minuman premium berbasis protein:
Segmen utama:
- Dairy-based beverages (susu UHT, yogurt drink – Cimory)
- Consumer foods (sosis & olahan protein – Kanzler)
Distribusi berbasis:
- Modern trade
- General trade
- Miss Cimory (direct selling channel)
- E-commerce
Karakter bisnis:
- Margin relatif tinggi (premium positioning)
- High brand equity
- Asset heavy (pabrik + cold chain)
- Growth didorong distribusi & penetrasi GT
fase emiten
2021 Post IPO Expansion High Growth Recovery COVID Margin kuat
2022 Margin Pressure, Transisi, Inflasi tinggi, Bahan baku naik
2023 Stabilization, Growth, Daya beli pulih, Kanzler tumbuh
2024 Scaling Efficiency, Mature Growth, Konsumsi normal, Margin membaik
2025 Steady Compounder, Defensive Growth, Kompetisi naik, Growth 10%
CAGR 2021–2025 (True Earning):
1,20T → 1,80T
CAGR ≈ 10–11% per tahun
Ini menunjukkan:
- Bukan high growth lagi
- Masuk fase steady compounder
- Sudah melewati hyper-growth phase
CMRY capex mainly untuk:
- Expansion plant (Sentul, Pasuruan)
- Cold chain & distribution
- Automation production line
- Capacity Kanzler
2021 Ekspansi besar pasca IPO
2022 Penambahan kapasitas
2023 Optimalisasi
2024 Efficiency driven
2025 Maintenance + incremental
Manajemen memaksimalkan capex dengan:
- Fokus pada SKU high margin
- Distribusi berbasis Miss Cimory (low fixed cost channel)
- Vertical integration partial
- Scale economics di Kanzler
ROIC tetap terjaga relatif tinggi.
Target jangka menengah (fair 22–25x): Rp5.000–5.700 per share
lanjut $ARNA
ARNA produsen keramik lantai dan dinding segmen mass-market (low to middle income housing).
Karakter bisnis:
- Fokus perumahan subsidi & rumah rakyat
- Harga kompetitif
- Produksi efisien (gas intensive industry)
- Distribusi kuat via jaringan ritel & distributor nasional
- Porsi besar penjualan recurring dari segmen perumahan tapak
Keunggulan:
- Cost leadership
- Pabrik dekat sumber gas & pasar
- Market share domestik kuat
fase emiten
2021 Recovery, Strong rebound, Properti bangkit pasca Covid
2022 Peak Margin, Super normal profit, Energi relatif murah
2023 Normalisasi, Stabil turun, Properti melambat
2024 Downcycle ringan, Margin tertekan, Rupiah & gas naik
2025 Bottom forming, Defensive, Demand melemah
2026 (early) Potensi recovery, Stabilisasi, Buyback & efisiensi
ARNA bukan growth agresif, tapi efisiensi.
Pola Capex:
2021 Upgrade efisiensi kiln
2022 Penambahan kapasitas incremental
2023 Maintenance & energy efficiency
2024 Automation & cost saving
2025 Selektif, defensive capex
Strategi ARNA:
- Modernisasi mesin → hemat gas
- Upgrade line existing → bukan bangun pabrik besar
- Fokus margin bukan ekspansi agresif
- Optimasi plant utilization
Model ini cocok untuk bisnis mature.
harga wajar di 15–18x = 1035-1242 per share
Risiko Siklus (sedang). ARNA sangat tergantung:
- Properti subsidi
- Daya beli kelas menengah bawah
- Harga gas industri
- Rupiah
Kalau:
- Properti makin lemah
- Gas naik lagi
- Rupiah melemah signifikan
next ke $ENRG
ENRG
Perusahaan hulu migas (exploration & production).
Operasi di Sumatera, Jawa Timur, Sulawesi Selatan & Mozambik.
13 wilayah kerja.
Komposisi produksi:
- ±80% gas (harga relatif fixed / government regulated)
- ±20% minyak (terkait ICP)
Karakter bisnis:
- Cashflow stabil dari gas
- Upside dari eksplorasi minyak
- Sensitif terhadap reserve replacement
Sejak 2021 auditor selalu mencantumkan Material Uncertainty Going Concern artinya struktur utang masih menjadi faktor risiko utama
Karakter ENRG:
- High leverage
- Reserve risk
- Cyclical oil exposure
- Gas stabil
- Ada going concern warning
Fair Value konservatif: Rp 27 × 4–5x = Rp 108 – Rp 135 per share
Fase & Status Emiten
2021 Recovery, Restrukturisasi, Oil rebound
2022 Expansion, Cashflow membaik, Oil boom
2023 Stabilization, Debt masih tinggi, Oil normalizing
2024 Growth exploration, Akuisisi & drilling, Oil sideways
2025 Transition, Discovery baru, Oil volatile
Saat ini: Mid-cycle oil, leverage tinggi, optionality eksplorasi
Katalis:
- Reserve upgrade
- Refinancing utang
- Produksi naik >50k boepd
Risiko:
- ICP turun
- Cost overrun drilling
- Gagal monetisasi discovery
Jika discovery Malacca berhasil develop:
- Potensi tambahan 1.000–1.500 bopd
- OIP 31 juta bbl
- Resource sekitar >76 juta bbl
review capex 2021–2025:
1️⃣ Fokus drilling low risk (infill & development)
2️⃣ Akuisisi lapangan mature dengan upside
3️⃣ Gas contract stabil → mendanai eksplorasi minyak
4️⃣ Farm-in strategy untuk share risk
5️⃣ Memanfaatkan stratigraphic trap di Malacca (disclosure 2026)
Capex model ENRG:
- Tidak agresif deepwater
- Fokus shallow structure
- Target payback cepat
Masalah:
- Debt masih membatasi fleksibilitas
ANALISIS SEROK SAHAM – $BUAH
Harga Saat Ini : 535
1️⃣ KONDISI HARGA
Harga berada di area tengah setelah kenaikan sebelumnya.
Belum menyentuh zona bawah ekstrem.
Area sekarang cenderung area supply minor, bukan zona serok ideal.
2️⃣ MAPPING ZONA SEROK
Zona Serok 1 (Ringan)
500 – 520
Area support terdekat.
Cocok untuk cicil 20–30%.
Zona Serok 2 (Ideal)
460 – 490
Support kuat sebelumnya.
Risk–reward lebih sehat.
Cocok untuk tambah posisi utama.
Zona Serok 3 (Diskon Bandar)
420 – 450
Area panic selling / flush.
Entry agresif jika muncul reversal + volume.
3️⃣ TARGET PANTULAN
TP1 : 580
TP2 : 620
TP3 : 680 – 720 (jika momentum kuat)
4️⃣ STOPLOSS WAJIB
Jika tutup di bawah 400
Struktur rusak → wajib disiplin cut.
5️⃣ SIMULASI RISK : REWARD
(Contoh Entry Zona Ideal 475)
Risiko ±75 poin
Potensi TP1 ±105 poin
Potensi TP2 ±145 poin
Estimasi R:R
1 : 1,4 sampai 1 : 1,9
Masuk bawah = tekanan psikologis lebih kecil.
KESIMPULAN PASUKAN SEROK
Harga 535 bukan zona terbaik untuk serok maksimal.
Strategi terbaik menunggu ditekan ke 490 – 460.
Jangan beli karena FOMO naik.
Kita beli saat orang panik dan harga murah.
Yang sering nyangkut beli di atas.
Pasukan Serok hadir beli di bawah, Boss.
Nyangkut disaham apa Boss? Sini aku bantu $CMRY $INKP
SAHAM : $GZCO
HARGA SAAT INI : 208
1️⃣ TREN & STRUKTUR HARGA (Swing View)
- Tren Utama : Sideways – Rebound (SPEKULATIF)
- Timeframe Acuan : Daily (Swing Trader)
- Catatan : Saham small cap dengan volatilitas tinggi. Harga bergerak di area konsolidasi bawah setelah tekanan turun. Struktur belum membentuk uptrend sehat dan rawan false breakout, sehingga hanya cocok untuk swing spekulatif.
2️⃣ SUPPORT & RESISTANCE
- Support Minor : 200
- Support Kunci : 185
- Resistance 1 : 225
- Resistance 2 : 245
3️⃣ KONDISI VOLUME & BANDAR
- Analisa volume : Fluktuatif dan belum konsisten
- Indikasi : Pergerakan spekulatif jangka pendek
- Selama harga di atas 185 → masih dijaga (sangat spekulatif)
4️⃣ RISK / REWARD (WAJIB)
- Entry Acuan : 208
- Stop Loss : 180
- Target Swing : 240
- Risk : Reward : ±1 : 1,1 (SPEKULATIF)
5️⃣ FUNDAMENTAL SINGKAT
- Emiten perkebunan sawit, sensitif terhadap harga CPO dan sentimen komoditas
- Cocok hanya untuk swing spekulatif jangka pendek, bukan mid-term
📌 KESIMPULAN SWING TRADER
- GZCO hanya layak dimainkan spekulatif selama bertahan di atas support kunci 185
- Target area 225–245, risiko tinggi jika breakdown 185
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
Merah bukan masalah. Diam tanpa action itu masalah. Sebutkan sahamnya Boss, kita bereskan. $CMRY $DEWA
ANALISA SAHAM $CYBR
Harga Sekarang: Rp 1.500
Zona Area Beli Aman:
Rp 1.420 – 1.460
• Area support kuat, cocok untuk entry aman jika harga pullback ke zona ini, Boss
Zona Stoploss:
< Rp 1.380
• Jika turun di bawah level ini, struktur swing melemah dan rawan koreksi lebih dalam, Boss
Jika naik & breakout:
> Rp 1.550 → ENTRY LANJUTAN (tambah posisi)
• Breakout 1.550 berpotensi memicu momentum bullish lanjutan, Boss
Target Profit:
• TP1 = Rp 1.650
• TP2 = Rp 1.750 – 1.850
Keterangan Tambahan:
• Selama harga bertahan di atas 1.420, peluang swing bullish tetap terjaga, Boss
• Saham sektor teknologi & digital infrastructure, volatilitas tinggi dan sensitif terhadap volume
• Breakout valid jika disertai volume meningkat
Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.
Nyangkut disaham apa Boss? Sini aku bantu $CMRY $INKP
Portfolio/Trading saham Senin, 02 Maret 2026
--Day Trading (1-3 day)
1. ATAP
2. IPCC
3. TOBA
4. ASLI
5. $TINS
6. MGLV
--Swing Trading (3-10 hari)
1. AMAN
2. ITMA
3. MEDC
4. DEWA
5. NSSS
6. MAPA
7. $SSMS
--Positional Trading (1 week-6 months)
1. ARCI / EMAS
2. JECC
3. MDKA / AMMN
4. EMTK / SCMA
5. $CMRY
6. JPFA
Watchlist: ERAA, ISAT, BRPT, APLN
Done eksekusi hari ini:
TP partial done: AMAN
TP Full: ADMR, ANTM, SHIP
Tambah muatan: MEDC
Out of list: AVIA, BAPA, BNII
