


Volume
Avg volume
PT Bundamedik Tbk (BMHS) adalah penyedia layanan kesehatan yang memiliki teknologi medis modern di Rumah Sakit Ibu dan Anak Bunda Jakarta, Rumah Sakit Umum Bunda Jakarta, Rumah Sakit Umum Bunda Margonda, Rumah Sakit Umum Bunda BMC Padang, Rumah Sakit Ibu dan Anak Bunda Citra Ananda, BIC Pacific Place & BIC Vida Bekasi, Morula IVF Indonesia, Diagnos (Lab), Bunda Global Pharma, Emergency Response (ER), Bunda Diklat Indonesia, IRSI (Lembaga Ilmu Reproduksi Indonesia), Prima Dental, Indonesian Medical Tourism Board (IMTB) dan Daima Norwood Menteng.
7. *✍🏻 EMITEN NEWS: $BMHS - *
*Emiten Layanan Kesehatan BMHS Bidik Pertumbuhan Double Digit Pada 2026*
Memasuki 2026, industri kesehatan nasional bergerak ke fase yang semakin matang dan selektif, dengan pertumbuhan yang lebih bertumpu pada kualitas layanan, keselamatan pasien, serta keberlanjutan jangka panjang. Arah tersebut sejalan dengan dukungan pemerintah melalui peningkatan anggaran kesehatan dalam APBN 2026 untuk memperkuat program nasional dan kesiapan ekosistem layanan kesehatan. Perubahan demografi, mulai dari meningkatnya populasi keluarga muda, prevalensi penyakit kronis, hingga bertambahnya kelompok usia lanjut, turut mendorong kebutuhan layanan kesehatan yang terintegrasi dan berkesinambungan. Kondisi ini menuntut rumah sakit tidak hanya memperluas kapasitas, tetapi juga membangun sistem layanan berbasis siklus hidup.
🔗 https://cutt.ly/Ptchntpc
*TRANSAKSI HARI TERAKHIR 28 Jan 2026:*
Pembelian asing saham BMHS pada hari terakhir bursa menguat dengan peningkatan volume pembelian asing 1.590.800 (308,29%), dari 516.000 menjadi 2.106.800. Sementara itu, penjualan asing BMHS melemah dengan penurunan volume 280.100 (-17,15%), dari 1.353.600 menjadi 1.633.700. Saat ini BMHS mengalami perubahan harga -4,50%, dari 200 menjadi 191 pada 28 Jan 2026.
🔗 Detail Transaksi https://cutt.ly/atchnr06
📈 TradingView Chart: https://cutt.ly/rtchnrkt
#EMITENNEWS @PrimbonSaham
8. *✍🏻 EMITEN NEWS: $CASS - *
*Chandra Asri Perkuat Efisiensi Lewat CASS*
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) resmi mengoperasikan PT Chandra Asri Sentral Solusi (CASS) sebagai Shared Service Center (SSC) guna mendorong efisiensi operasional dan penguatan tata kelola di lingkungan Chandra Asri Group. Melalui CASS, layanan back-office terintegrasi seperti keuangan, sumber daya manusia, pengadaan, dan operasional pelanggan dikelola secara terpusat. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan standardisasi proses, fleksibilitas operasional, serta efisiensi biaya di seluruh entitas Grup, baik di Indonesia maupun regional.
🔗 https://cutt.ly/Xtchntdt
*TRANSAKSI HARI TERAKHIR 28 Jan 2026:*
Pembelian asing saham CASS pada hari terakhir bursa menguat dengan peningkatan volume pembelian asing 250.300 (308,63%), dari 81.100 menjadi 331.400. Sementara itu, penjualan asing CASS melemah dengan penurunan volume 0 (0,00%), dari 150.000 menjadi 150.000. Saat ini CASS mengalami perubahan harga 2,61%, dari 2.300 menjadi 2.360 pada 28 Jan 2026.
🔗 Detail Transaksi https://cutt.ly/qtchnr3p
📈 TradingView Chart: https://cutt.ly/jtchnrxo
#EMITENNEWS @PrimbonSaham
9. *✍🏻 EMITEN NEWS: $BBCA - *
*Saham Drop, BBCA Buyback Maksimal Rp5 Triliun*
Bank Central Asia (BBCA) bakal menggeber pembelian kembali (buyback) saham. Nah, untuk memuluskan hajatan itu, perseroan telah menyediakan anggaran fantastis senilai Rp5 triliun. Tindakan korporasi itu, akan dilakukan setelah mendapat restu investor. Guna mendapat izin pemodal itu, perseroan akan mengadakan rapat umum pemegan saham tahunan pada 12 Maret 2026. Periode pelaksanaan buyback dalam tempo 12 bulan sejak persetujuan dalam rapat umum pemegang saham tahunan. Buyback saham tersebut dilakukan dengan tujuan sebagai berikut.
🔗 https://cutt.ly/8tchnthU
*TRANSAKSI HARI TERAKHIR 28 Jan 2026:*
Pembelian asing saham BBCA pada hari terakhir bursa menguat dengan peningkatan volume pembelian asing 187.621.400 (227,36%), dari 82.521.300 menjadi 270.142.700. Sementara itu, penjualan asing BBCA menguat dengan peningkatan volume 622.811.900 (270,88%), dari 229.917.900 menjadi 852.729.800. Ada transaksi non regular dengan volume sebesar 24.565.369, nilainya 100.000.000.000, dengan rata-rata harga 4.071. Saat ini BBCA mengalami perubahan harga -6,33%, dari 7.500 menjadi 7.025 pada 28 Jan 2026.
🔗 Detail Transaksi https://cutt.ly/9tchnrNc
📈 TradingView Chart: https://cutt.ly/mtchnrgv
#EMITENNEWS @PrimbonSaham
MEDIA CHANNEL:
https://www.tiktok.com/@primbonsaham
https://www.threads.com/@primbon.saham
https://cutt.ly/mtchnrPq
https://www.youtube.com/@PrimbonSaham
$BMHS
Halo Sobat Investor, mari kita duduk sebentar dan bedah **PT Bundamedik Tbk (BMHS)**. Saya melihat emiten ini sedang berada di persimpangan jalan yang menarik: di satu sisi harga sahamnya sedang tertekan, tapi di sisi lain, fundamental bisnisnya sedang melakukan *turnaround* (pembalikan arah) yang cukup agresif.
Berikut adalah analisa mendalam saya sebagai mentor Anda, berdasarkan data terbaru hingga Januari 2026:
### 1. Kinerja Keuangan: Sinyal Pemulihan atau Jebakan?
Jangan hanya melihat harga saham yang turun, lihatlah "mesin" di dalamnya. BMHS sedang menunjukkan tanda-tanda efisiensi yang mulai membuahkan hasil, meskipun belum meledak secara *top line*.
* **Laba Melonjak Tajam (QoQ):** Pada Kuartal III 2025, BMHS mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar **950%** secara kuartalan (QoQ) menjadi Rp13,6 miliar dibandingkan kuartal sebelumnya. Ini sinyal kuat bahwa strategi efisiensi biaya dan maksimalisasi aset mulai bekerja.
* **Pertumbuhan Tahunan Stabil:** Secara *Year on Year* (YoY) per 9M25 (sembilan bulan 2025), laba bersih naik tipis 3,4% menjadi Rp12,2 miliar, meskipun pendapatan relatif datar (-0,2%) di angka Rp1,15 triliun.
* **Margin Tipis:** Ini yang perlu Anda waspadai. *Net Margin* BMHS masih sangat tipis di angka **1,1%**. Ini karena beban bunga dan depresiasi aset baru yang masih membebani laporan laba rugi. Namun, EBITDA margin membaik ke 17% di Q3 2025.
### 2. Keunggulan Kompetitif (*The Moat*): Bukan Sekadar Rumah Sakit Biasa
BMHS bukan emiten RS "pasaran". Mereka punya spesialisasi yang menjadi benteng pertahanan bisnis mereka:
* **Raja Bayi Tabung (IVF):** Melalui Morula IVF, mereka adalah pemimpin pasar. Pada 2024, mereka mendapatkan suntikan dana segar **Rp422,03 miliar** dari **Jinxin Fertility Group** (pemain global) yang kini menguasai 30% saham Morula. Ini bukan hanya soal uang, tapi transfer teknologi dan standar internasional.
* **Teknologi Tinggi (Bedah Robotik):** BMHS memposisikan diri di segmen premium dengan layanan bedah robotik (*robotic surgery*) yang sudah menangani lebih dari 800 pasien. Ini menarik segmen pasien berkantong tebal dan asuransi swasta yang marginnya lebih tebal daripada BPJS.
* **Ekosistem Lengkap:** Mereka punya Diagnos (Lab), layanan evakuasi medis, hingga farmasi. Diagnos baru saja meresmikan gedung baru senilai Rp100 miliar untuk efisiensi tes lab.
### 3. Strategi Pertumbuhan: Menuju 1.000 Tempat Tidur
Manajemen tidak tinggal diam. Mereka punya peta jalan agresif untuk 2026-2027:
* **Ekspansi Kapasitas:** Targetnya memiliki **1.000 tempat tidur** di akhir 2026. Fokusnya adalah optimalisasi aset yang sudah ada (revitalisasi) di Bekasi, Bali, Padang, dan Menteng, bukan sekadar membangun gedung baru dari nol yang memakan biaya besar.
* **Diversifikasi:** Mereka mulai mengurangi ketergantungan pada layanan Ibu & Anak dengan memperkuat layanan spesialis lain seperti Jantung, Saraf, dan Onkologi. Kontribusi layanan non-kebidanan kini sudah mencapai **49%**.
### 4. Valuasi: Murah atau Murahan?
Di sinilah letak anomali yang menarik bagi *value investor*:
* **PBV (Price to Book Value):** Saham ini diperdagangkan di **0,63x**. Artinya, Anda membeli aset perusahaan ini dengan harga diskon hampir 40% dari nilai bukunya. Ini jauh lebih murah dibanding kompetitor seperti MIKA atau HEAL yang PBV-nya bisa di atas 3x-5x.
* **PER (Price to Earning Ratio):** Namun, PER-nya terlihat "mahal" di angka **111x**. Mengapa? Karena laba bersihnya (E) masih sangat kecil akibat beban ekspansi tadi. Jika laba bersih nanti "menyusul" kapasitas asetnya, PER ini akan turun drastis.
### 5. Risiko yang Harus Dicermati (*Red Flags*)
Sebagai mentor, saya haramkan Anda masuk tanpa tahu risikonya:
* **Regulasi KRIS BPJS:** Penghapusan kelas 1, 2, 3 menjadi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) memaksa RS mengurangi jumlah tempat tidur per kamar (maksimal 4). Ini butuh biaya renovasi dan berpotensi mengurangi kapasitas. Namun, BMHS lebih "kebal" dibanding RS lain karena basis pasien mereka didominasi swasta/asuransi, bukan BPJS murni.
* **Beban Utang:** Rasio Utang terhadap Ekuitas (DER) ada di 0,69x. Masih aman, tapi beban bunganya memakan profitabilitas.
* **Tren Harga Saham:** Secara teknikal, saham ini sedang *downtrend* dan menguji support di Rp195-Rp200.
### Arahan Mentor untuk Anda:
1. **Untuk Investor Jangka Panjang (Value Investor):** BMHS saat ini **menarik untuk diakumulasi pelan-pelan (cicil)**. Valuasi PBV 0,63x memberikan *margin of safety* yang besar. Anda sedang membeli perusahaan yang sedang bertransformasi dengan harga diskon. Kuncinya adalah **kesabaran** menunggu utilisasi 1.000 tempat tidur tercapai di 2026-2027.
2. **Untuk Trader:** Waspada. Tren masih turun. Tunggu sinyal pembalikan arah atau pantulan di area *support* Rp195. Jika jebol ke bawah Rp195, risiko menuju Rp143 terbuka lebar.
3. **Fokus Pantauan:** Perhatikan laporan keuangan kuartal selanjutnya. Jika laba bersih terus naik (konsisten seperti Q3 2025), itu konfirmasi bahwa efisiensi berhasil.
Ingat, investasi di saham *turnaround* seperti BMHS membutuhkan napas panjang. Jangan *all-in* sekaligus.
*Disclaimer: Keputusan investasi tetap ada di tangan Anda. Pelajari kembali sebelum membeli.*
https://cutt.ly/5tx6ykOD
RANDOM TAG $SILO $HEAL
$MBSS
Halo Investor, mari kita bedah saham **PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS)**. Sebagai mentor, saya melihat emiten ini seperti "pedang bermata dua": fundamentalnya sangat kuat dan murah, tapi ada isu tata kelola modal yang perlu Anda waspadai.
Berikut adalah analisa mendalam untuk bahan pertimbangan investasi Anda:
**1. Kinerja Keuangan: "Mesin Uang" yang Efisien**
Secara operasional, MBSS sedang dalam performa terbaiknya.
* **Laba Melonjak:** Hingga Kuartal III-2025 (9M25), laba bersih perusahaan terbang **55,8%** menjadi **Rp 307,2 miliar** dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,.
* **Efisiensi Tinggi:** Kenaikan laba ini jauh melampaui kenaikan pendapatannya yang hanya tumbuh 9,6% (menjadi Rp 663,2 miliar). Ini menunjukkan MBSS sangat efisien dalam menekan biaya operasional.
* **Posisi Kas Raksasa:** MBSS adalah perusahaan yang sangat *cash rich*. Mereka memegang kas dan setara kas sebesar **Rp 2,42 triliun** per September 2025,. Ingat, ini angka yang sangat besar mengingat kapitalisasi pasarnya hanya sekitar Rp 3,8 - 4,1 triliun,.
**2. Valuasi: Sangat Murah (Undervalued)**
Jika Anda penganut *value investing*, angka-angka ini sangat menarik:
* **P/E Ratio:** Hanya **9,6x**, jauh di bawah rata-rata pasar Indonesia yang sekitar 20,3x.
* **PBV (Price to Book Value):** Di kisaran **0,68x**, artinya Anda membeli saham ini di harga diskon dari nilai buku aslinya,.
* **EV/EBITDA:** Sangat rendah di **2,53x**, menandakan perusahaan ini sangat murah relatif terhadap kemampuan menghasilkan kasnya.
**3. Isu Tata Kelola (GCG): "Red Flag" bagi Investor Dividen**
Ini adalah bagian yang membuat pasar ragu, meskipun fundamentalnya cantik:
* **Puasa Dividen:** MBSS sudah absen membagikan dividen selama satu dekade, padahal punya tumpukan kas triliunan.
* **Penggunaan Kas:** Bukannya membagikan dividen, pada akhir 2025 MBSS justru memberikan pinjaman besar kepada pihak berelasi (afiliasi), seperti pinjaman **Rp 340 miliar** ke PT Anaga Group Indonesia (AGI) dan rencana pinjaman ke induk usaha PT Galley Adhika Arnawama (GAA),.
* **Risiko bagi Minoritas:** Transaksi afiliasi ini memicu perdebatan karena dana kas digunakan untuk kepentingan grup pengendali, bukan dikembalikan ke pemegang saham publik,.
**4. Tantangan Industri & Kompetitor**
* **Siklus Batubara:** Pemerintah berencana memangkas produksi batubara di bawah 700 juta ton pada 2026 untuk menjaga harga,. Ini bisa berdampak pada volume angkut.
* **Kompetisi:** Pesaing seperti **ALII** jauh lebih agresif dalam ekspansi volume (target naik 69,4% di 2025) dibanding MBSS yang lebih konservatif dan fokus pada efisiensi margin,.
**Arahan Mentor untuk Investor:**
1. **Untuk Trader (Jangka Pendek):** Hati-hati volatilitas. Saham ini baru saja terkena status *Unusual Market Activity* (UMA) di awal Januari 2026 karena lonjakan harga yang tidak wajar,. Manfaatkan momentum teknikal saja, jangan *hold* terlalu lama jika tren berbalik.
2. **Untuk Value Investor:** Valuasi memang sangat murah dan neraca keuangannya "sehat" (utang sangat rendah, *cash* melimpah). Namun, saham ini berpotensi menjadi *value trap* jika manajemen terus menerus tidak membagikan dividen dan malah meminjamkan kasnya ke grup sendiri.
3. **Kesimpulan:** MBSS saat ini adalah **"Opsi Beli Spekulatif"**. Anda membeli dengan harapan manajemen berubah pikiran untuk membagikan dividen jumbo atau melakukan *buyback* di masa depan. Jika Anda mencari kepastian *cashflow* (dividen rutin), saham ini **belum cocok** untuk Anda saat ini,.
*Disiplinlah pada rencana trading/investasi Anda.*
https://cutt.ly/1txLKCFj
RANDOM TAG $TOBA $BMHS
$CLEO
Berikut adalah analisa mendalam mengenai PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) untuk Anda, para investor cerdas yang mencari pertumbuhan di sektor defensif. Mari kita bedah fundamental, strategi, dan prospeknya.
### 1. Fundamental: Pertumbuhan vs. Tekanan Jangka Pendek
Jangan hanya terpaku pada angka laba bersih yang turun, lihatlah gambaran besarnya.
* **Kinerja Top Line Solid:** Pendapatan CLEO tumbuh 5,8% (YoY) menjadi Rp 2,09 triliun per Kuartal III-2025. Permintaan pasar tetap kuat meskipun kompetisi sangat ketat.
* **Kenapa Laba Turun?:** Laba bersih turun 7,8% menjadi Rp 305,1 miliar. Sebagai mentor, saya ingatkan: **ini wajar bagi perusahaan yang sedang ekspansi agresif**. Penurunan ini disebabkan oleh lonjakan beban depresiasi dan bunga dari pabrik-pabrik baru yang belum beroperasi penuh.
* **Efisiensi Super:** Margin Laba Kotor (GPM) CLEO sangat tebal di angka 57-58%, jauh di atas rata-rata industri. Ini bukti bahwa strategi mereka memproduksi kemasan sendiri dan menekan biaya logistik sangat ampuh.
### 2. Keunggulan Kompetitif (The Moat): Strategi Desentralisasi
Kunci kemenangan CLEO bukan pada iklan TV yang jor-joran, melainkan pada **Logistik**.
* **Pabrik di Mana-mana:** Berbeda dengan kompetitor yang mengirim air lintas pulau (biaya mahal), CLEO membangun pabrik dekat konsumen. Targetnya mengoperasikan 32-35 pabrik di 2026, termasuk di Palu, Pontianak, dan Pekanbaru.
* **Integrasi Vertikal:** CLEO membuat botol dan galon sendiri dari bijih plastik. Ini memangkas margin pihak ketiga dan menjaga kualitas.
* **Diferensiasi Produk:** CLEO memposisikan diri sebagai "Air Murni" (demineralized), berbeda dengan mayoritas "Air Mineral" di pasar. Ini menciptakan segmen pasar loyal yang peduli kesehatan ginjal dan kemurnian air.
### 3. Sentimen Pasar & Aksi Korporasi
Harga saham CLEO mengalami volatilitas, namun ini bisa menjadi peluang bagi *value investor*.
* **Efek Saham Bonus:** Penurunan harga saham belakangan ini sebagian besar dipicu oleh "kebingungan" pasar pasca pembagian saham bonus (rasio 1:1) di pertengahan 2025. Secara teknis harga menyesuaikan, namun fundamental perusahaan tidak berubah.
* **Valuasi Premium:** CLEO diperdagangkan pada P/E Ratio sekitar 25x-29x. Ini memang lebih mahal dari rata-rata sektor (12-15x), namun wajar karena CLEO adalah saham *high-growth* dengan CAGR laba bersih historis di atas 30%.
### 4. Tantangan & Adaptasi Regulasi (Bali 2026)
Seorang investor handal harus melihat risiko regulasi.
* **Larangan Plastik Bali:** Mulai 2026, Bali melarang AMDK <1 liter. Ini pukulan bagi produk *cup/gelas*. Namun, CLEO sangat responsif dengan meluncurkan kemasan botol 1 liter dan menghentikan produksi gelas di Bali.
* **Peluang Baru:** Langkah ini justru meningkatkan nilai penjualan per unit dan citra ESG (Environmental, Social, Governance) perusahaan yang kuat di mata investor institusi.
### Rekomendasi Mentor
**Posisi:** *Accumulate on Weakness* (Cicil Beli saat harga melemah).
CLEO cocok untuk portofolio jangka panjang dengan profil defensif namun bertumbuh. Penurunan laba saat ini adalah investasi untuk panen raya di masa depan saat pabrik baru mencapai kapasitas optimal di 2026. Target harga konsensus analis berada di kisaran Rp 700 - Rp 750 dalam jangka menengah.
**Perhatikan Level Harga:** Area Rp 430 - Rp 460 terlihat sebagai area akumulasi institusi. Tetap waspada terhadap harga bahan baku plastik (minyak bumi) yang bisa menggerus margin.
https://cutt.ly/7txJqTWV
RANDOM TAG $TOBA $BMHS
$BMHS
- Laba Bersih Q3 2025: Naik 950% (QoQ)
- Dividen 30%: Sinyal kuat dividen tahun buku 2025
- Ekspansi: 1.000 bed di RS Bekasi & Bali