


Volume
Avg volume
PT Bali Towerindo Sentra Tbk merupakan salah satu perusahaan penyedia jasa penyewaan menara telekomunikasi terkemuka di Propinsi Bali. Perseroan menyewakan menara telekomunikasi untuk instalasi dan pemasangan antena dan peralatan lain dengan transmisi sinyal telekomunikasi nirkabel dan fibre optic terintegrasi berdasarkan perjanjian jangka panjang dengan operator-operator telekomunikasi di Indonesia. Pada tahun 2017 Perseroan memperoleh izin penyelenggaraan layanan Internet Protocol Television (IPTV)
Kabupaten Badung: Tempat Perang Menara Terbesar di IHSG
Di bisnis menara telekomunikasi, saham $BALI dan Kabupaten Badung itu seperti sedang melawan dunia. Entah apa istimewanya Kabupaten Badung hingga diperebutkan oleh berbagai perusahaan menara di Indonesia. Dunia versi menara itu sederhana, lokasi premium selalu jadi medan perebutan karena trafik tinggi berarti kebutuhan kapasitas tinggi, dan kapasitas butuh titik jaringan. Badung juga bukan sekadar kabupaten, ini etalase pariwisata global, jadi estetika, tata-ruang, dan kontrol infrastruktur biasanya jauh lebih ketat dibanding daerah biasa. Saat kontrol ketat ketemu bisnis yang butuh kepastian izin, lahirlah satu hal yang paling bikin emiten besar kepanasan, akses pasar yang dikunci lewat pintu regulasi. External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Kuncinya ada di kontrak eksklusif yang sudah hidup sejak 2007. BALI menang lelang infrastruktur menara terpadu berdasarkan Keputusan Bupati Badung Nomor 652/02/HK/2007, lalu dikunci lagi oleh perjanjian kerja sama 20 tahun yang efektif 7 Mei 2007 sampai 7 Mei 2027. Artinya, pada titik laporan 30 September 2025, perjanjian itu sudah berjalan 18 tahun 4 bulan 23 hari, dan masih menyisakan 1 tahun 7 bulan 7 hari. Ini bukan sekadar kerja sama, ini model konsesi, satu pihak jadi gerbang. Dalam model seperti ini, siapa pun yang mau main di area tersebut biasanya harus menyesuaikan diri pada desain Pemkab dan kanal yang sudah ditetapkan, dan itu yang membuat wilayahnya seperti benteng. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Lalu masuk gelombang gugatan 2023. Ada tiga blok besar yang mencoba mendobrak benteng lewat PTUN Denpasar, $MTEL lewat Perkara No. 9/G/2023/PTUN.DPS, geng TOWR lewat Protelindo Perkara No. 18/G/2023/PTUN.DPS dan iForte Perkara No. 19/G/2023/PTUN.DPS, lalu geng CENT lewat CMI dan EMA Perkara No. 28/G/2023/PTUN.DPS. Polanya juga konsisten, Pemkab Badung jadi Tergugat I, BALI muncul sebagai Tergugat II Intervensi untuk membela posisi konsesi. Secara bisnis, ini bukan sekadar debat izin, ini perebutan hak untuk menempatkan infrastruktur di lokasi yang dianggap paling bernilai, dan perebutannya terjadi saat kontrak eksklusif masih berlaku.
Yang menarik adalah arah putusan pada akhirnya memberi sinyal besar soal siapa yang punya posisi paling kuat. MTEL sempat menang di tingkat bawah, tetapi Mahkamah Agung (MA) membatalkan putusan yang menguntungkan MTEL, lalu MTEL mencabut Peninjauan Kembali (PK) pada Februari 2025, itu semacam pengakuan bahwa jalurnya mentok. Gugatan CENT bahkan tidak diterima sejak awal, dan kasasinya ditolak MA pada 9 Desember 2024, lalu tidak ada catatan PK lanjutan. Di kubu TOWR, Protelindo sempat berada di fase yang tidak menguntungkan BALI, tetapi pada 12 Agustus 2025 MA menerima permohonan PK dari BALI atau Pemkab Badung terkait perkara Protelindo, ini titik balik yang mempertegas pertahanan konsesi. Yang masih menggantung adalah iForte, karena masih dalam proses mengajukan PK, jadi ini satu-satunya pintu yang masih terbuka dari blok penggugat besar.
Kalau dibaca dari kacamata strategi, masing-masing geng itu sebenarnya sedang mencoba hal yang berbeda. BALI bermain sebagai pemegang konsesi, jadi kekuatannya bukan cuma tower, tapi posisi sebagai penghubung antara aturan daerah dan kebutuhan operator. MTEL datang sebagai raksasa dengan skala fisik nasional dan kemampuan sewa silang, jadi targetnya wajar kalau ingin akses langsung tanpa perantara. TOWR lewat Protelindo dan iForte punya motif yang sangat masuk akal, mereka punya mesin konsolidasi dan jaringan produk, sehingga wilayah premium seperti Badung terasa terlalu mahal jika harus lewat kanal eksklusif. CENT punya masalah yang lebih sensitif, saat finansial tertekan, akses lokasi premium jadi makin penting, tetapi biaya dan struktur pendanaan membuat ruang manuvernya lebih sempit. TBIG, GOLD, GHON tidak tercatat menggugat pada periode ini, dan itu sendiri bisa dibaca sebagai pilihan fokus, entah karena portofolionya sudah cukup lewat jalur lain, atau karena mereka memilih bertarung di medan yang tidak setegang Badung. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Trend besarnya bukan cuma soal siapa menang perkara, tapi perubahan bentuk persaingan. Dulu perang menara itu banyak terjadi di lapangan, siapa cepat bangun, siapa cepat dapat tenant. Di Badung, perang berubah jadi perang gerbang, siapa pegang kunci izin dan arsitektur jaringan. Skala wilayahnya mungkin tidak sebesar provinsi lain, tapi skala nilainya bisa besar karena densitas trafik, kebutuhan kualitas layanan, dan tuntutan estetika wilayah wisata. Dunia telekomunikasi global juga lagi bergerak ke arah densifikasi, lebih banyak titik jaringan, lebih banyak kolokasi, lebih banyak integrasi fiber dan small cell, dan semua itu membuat daerah seperti Badung makin strategis. Jadi wajar kalau banyak pihak merasa Badung itu seperti hadiah, tetapi karena hadiah itu dijaga kontrak, satu-satunya cara merobohkan pagar adalah lewat pengadilan.
Buat investor, ini berubah jadi peta risiko dan peta peluang yang sangat konkret. Untuk BALI, konsesi sampai 7 Mei 2027 adalah moat berbasis regulasi, tetapi moat seperti ini punya dua sisi, perlindungan, sekaligus ketergantungan pada kelanjutan kebijakan dan reputasi kemitraan. Untuk MTEL dan geng TOWR, kekalahan beruntun di MA memberi sinyal bahwa akses langsung akan sulit sampai ada perubahan desain kebijakan, sehingga opsi realistisnya adalah beroperasi lewat skema yang kompatibel dengan aturan daerah, atau menunggu momentum pasca-2027. Untuk CENT, kekalahan cepat dan tidak ada lanjutan membuat narasinya makin sempit, harus menang di tempat lain, atau memperbaiki struktur bisnis, bukan berharap Badung jadi penyelamat. Untuk industri, kasus Badung ini jadi contoh nyata bahwa menara bukan hanya bisnis aset, ini bisnis izin, kontrak, dan kestabilan relasi, dan investor yang mengabaikan faktor itu biasanya baru sadar saat sengketa sudah memakan waktu bertahun-tahun.
• 🌍 Badung itu lokasi premium, premium selalu diperebutkan
◦ 📶 Trafik tinggi butuh densifikasi jaringan
◦ 🎭 Wilayah wisata butuh kontrol estetika dan izin ketat
• 🏰 Modelnya konsesi, bukan kompetisi bebas
◦ 🧾 Kontrak 20 tahun 7 Mei 2007 sampai 7 Mei 2027
◦ ⏳ Sisa per 30 September 2025 sekitar 1 tahun 7 bulan 7 hari
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
⚖️ Perkara 2023 sampai 2025
• 🏛️ MTEL vs Pemkab Badung
◦ 📄 Perkara 9/G/2023/PTUN.DPS
◦ 🧨 Menang di bawah, kalah di MA
◦ 🧷 PK dicabut Februari 2025
• 🏗️ Protelindo TOWR vs Pemkab Badung
◦ 📄 Perkara 18/G/2023/PTUN.DPS
◦ 🔁 PK BALI atau Pemkab diterima MA 12 Agustus 2025
• 🧩 iForte TOWR vs Pemkab Badung
◦ 📄 Perkara 19/G/2023/PTUN.DPS
◦ 🕳️ Status masih proses PK
• 🌏 Centratama CMI dan EMA vs Pemkab Badung
◦ 📄 Perkara 28/G/2023/PTUN.DPS
◦ 🧯 Tidak diterima di PTUN
◦ 🧱 Kasasi ditolak MA 9 Desember 2024
🛡️ Peran BALI di semua gugatan
• 🧑⚖️ Tergugat II Intervensi
◦ 🧷 Membela Pemkab Badung
◦ 🔒 Membela konsesi eksklusif
📏 Statistik yang paling berbicara
• 🧮 4 blok perkara besar tercatat
◦ 🦣 3 raksasa penggugat utama MTEL, TOWR, CENT
◦ 🏛️ 1 pola putusan menguatkan Pemkab Badung dan BALI
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
🧩 Keunggulan vs kelemahan tiap pihak
• 🏝️ BALI
◦ ✅ Moat regulasi sampai 7 Mei 2027
◦ ⚠️ Risiko kelanjutan pasca-2027 dan biaya sengketa
• 🏛️ Pemkab Badung
◦ ✅ Kontrol tata-ruang dan desain jaringan
◦ ⚠️ Tekanan industri untuk membuka kompetisi
• 📡 MTEL
◦ ✅ Skala nasional dan kemampuan sewa silang
◦ ⚠️ Jalur litigasi mentok, harus adaptif terhadap gerbang lokal
• 🏗️ TOWR lewat Protelindo dan iForte
◦ ✅ Mesin eksekusi dan produk jaringan kuat
◦ ⚠️ Akses Badung belum tembus, iForte masih menggantung
• 🌏 CENT
◦ ✅ Potensi dukungan grup global
◦ ⚠️ Ruang gerak hukum sempit, fokus harus pindah ke perbaikan inti bisnis
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
🔭 Potensi skenario sampai 7 Mei 2027
• 🧱 Status quo bertahan
◦ 🏝️ BALI tetap jadi gerbang dominan
• 🪟 Celah terbuka jika PK iForte berbalik
◦ 🧭 Risiko desain izin berubah
◦ 📉 Moat BALI bisa tergerus lebih cepat
• 🔄 Fase pasca-2027 jadi titik klimaks
◦ 🗳️ Negosiasi ulang, perpanjangan, atau desain baru
◦ 🎯 Ini momen yang paling relevan untuk re-rating persepsi risiko
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/3



$BALI
Halo, Investor! Senang Anda bertanya tentang **PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI)**. Sebagai mentor Anda, saya melihat saham ini seperti "kuda hitam" yang unik di sektor menara—punya potensi lari kencang, tapi medannya cukup terjal.
Mari kita bedah anatomi bisnis dan keuangannya agar Anda bisa mengambil keputusan investasi yang cerdas. Ambil catatan Anda, kita mulai analisanya.
### 1. Fundamental: Cerita *Turnaround* yang Menarik
Coba perhatikan tren kinerjanya. Tahun 2024 adalah masa transisi yang agak berat bagi BALI, di mana laba bersihnya turun sekitar 4,13% menjadi Rp144 miliar karena beban bunga yang tinggi.
Namun, **data terbaru kuartal III-2025 mengubah narasi tersebut.** Laba bersih BALI melonjak **32,16% secara tahunan (YoY)** menjadi Rp138,72 miliar. Ini sinyal kuat bahwa investasi besar mereka di serat optik dan menara *micro cell* (MCP) mulai menghasilkan uang tunai (monetisasi).
**Poin Mentor:** Jangan hanya melihat penurunan di 2024. Pasar saham itu melihat ke depan (*forward-looking*). Lonjakan di 2025 menunjukkan efisiensi operasional mereka mulai bekerja.
### 2. Model Bisnis: "Niche Player" di Hutan Beton
Jangan samakan BALI dengan raksasa seperti Mitratel (MTEL) atau Tower Bersama (TBIG) yang fokus pada menara besar (makro) di seluruh pelosok negeri. BALI punya strategi berbeda:
* **Fokus Urban & Fiber:** Mereka menguasai pasar *Micro Cell Pole* (MCP)—tiang menara kecil yang menyatu dengan jaringan serat optik, terutama di Jakarta dan Bali. Ini sangat krusial untuk 4G dan 5G di kota padat di mana lahan untuk menara besar sudah habis.
* **Segmen Non-Seluler:** Mereka punya "Balifiber" (internet rumah/kantor). Ini memberikan diversifikasi pendapatan sehingga tidak 100% bergantung pada operator seluler.
### 3. Valuasi & Risiko: Apakah Harganya Masuk Akal?
Di sinilah Anda harus hati-hati. Valuasi BALI tidak murah.
* **Valuasi Premium:** Dengan PE Ratio di kisaran **26x - 33x**,, saham ini tergolong mahal dibandingkan rata-rata industri. Pasar memberi harga premium karena ekspektasi pertumbuhan yang tinggi dari segmen fiber dan MCP.
* **Dividen:** BALI rutin membagi dividen (sekitar Rp20-Rp50 per saham), dengan *yield* di kisaran 1,65% - 4,15%,. Cukup baik sebagai pemanis, tapi bukan *dividend play* murni.
**Risiko Utama ("Gajah di Pelupuk Mata"):**
1. **Utang Tinggi:** *Debt to Equity Ratio* (DER) mereka tercatat sekitar 1,35x. Ini membuat mereka sensitif terhadap suku bunga. Jika bunga naik, laba mereka tergerus. Namun, *rating* kredit mereka baru saja dinaikkan PEFINDO menjadi **idA (Stable)**, yang artinya risiko gagal bayar semakin kecil.
2. **Merger Operator (XL-Smartfren):** Biasanya merger membuat operator mematikan menara yang tumpang tindih. Namun, karena BALI fokus pada *densifikasi* (pemadatan jaringan di kota), risiko mereka diputus kontrak lebih kecil dibanding pemilik menara makro di pedesaan.
### 4. Sentimen Pasar: Volatilitas Tinggi
Hati-hati, saham ini pernah masuk radar UMA (*Unusual Market Activity*) oleh Bursa pada Desember 2025 karena harganya naik tidak wajar tanpa berita korporasi yang jelas.
* **Beta Rendah (0,24):** Pergerakan harga BALI sering tidak sejalan dengan IHSG. Ini bagus untuk diversifikasi, tapi artinya saham ini digerakkan oleh aksi korporasi atau bandar spesifik, bukan sentimen pasar umum.
### Arahan Mentor untuk Strategi Investasi Anda:
1. **Untuk *Trader*:** Saham ini sangat volatil dengan likuiditas yang kadang seret (volume harian rata-rata rendah). Manfaatkan momentum teknikal saat ada lonjakan volume, tapi pasang *Stop Loss* ketat karena riwayat UMA-nya.
2. **Untuk *Value Investor*:** Harga saat ini (sekitar Rp1.300-an) sudah *priced-in* (sudah memperhitungkan) pemulihan kinerja 2025. Jika Anda masuk sekarang, Anda bertaruh bahwa target pendapatan Rp1,35 triliun di 2025 akan tercapai.
3. **Kesimpulan:** BALI adalah perusahaan infrastruktur yang solid dengan *moat* (keunggulan) unik di Jakarta dan Bali. Namun, **valuasinya sudah cukup mahal**.
**Saran Saya:** Masukkan ke dalam **Watchlist**. Tunggu koreksi harga (*pullback*) jika ingin masuk untuk jangka panjang. Perhatikan laporan keuangan *Full Year* 2025 nanti; jika utang berhasil turun dan arus kas (Free Cash Flow) membaik, barulah saham ini layak diakumulasi lebih agresif.
Tetap disiplin dan jangan *FOMO*!
https://cutt.ly/EtbdB0BB
RANDOM TAG $TOWR $CENT
$TOWR saham ini sudah pernah stocksplit 2x artinya; saham ini sudah mahal kalau ditarik dari awal IPO, naik ke 1000 sudah berat. turun ke 200 memungkinkan juga.. $BALI $TLKM
$BALI Pada masang sell order sih... Emiten lain udah pada naik. Masa beli di arb, dah brp jam gak gerak...
$BALI Jangan di sell dl Boss... Copot dl atuh orderan sell nya. Masih mau rugi apa jual2 murah? Emiten lain udah mulai rebound, ini jalan di tempat.
@Han7799 tak jelas Bali ini, kmrn semua merah n diam,dia doank yg hijau n naik jauh. skrg pada naik n bergerak, hanya $BALI yg ARB n jalan ditempat 😂🤣
$BALI bersyukur semalam TP hari ni bisa beli bawah, AVG bawah 😆, thanks ga ara lg kalau ga aku kan cedih 🤭, kalau bisa bsk arb lg diskon kebawah 1000 aku senang banget kalau ke 1000 dpt brg murah 🥳
Nyoba All in ges 😁 ditengah IHSG anjlok, kalau $IHSG normal tidak koreksi cukup dalam SEHARUSNYA besok potensi naik 20%++ biasanya NGGAK sampai ARA !!!
🤑 target TP minimal 10% & target TP maksimal 20%.
Kode SAHAM nya awalan huruf "T" gue beli diharga ARB tadi 😁
Silahkan tebak ges 😁 semoga cuan bareng
RANDOM tag : $BALI $KAQI
1/2


🔥 Fresh Buy Volume Spike (≤24 jam):
OMRE.JK
• Entry: 595.0
STAR.JK
• Entry: 770.0
BALI.JK
• Entry: 1740.0
Gorengan dulu aja ampe gosong $BALI $STAR $OMRE
Hiburan nya hanya ini, itu pun ngga ada yg di call di grup prioritas ataupun umum , karena resiko sangat tinggi sekali, karena niat kami bukan untuk menjerumuskan/pompom tapi ingin porto teman teman semua sehat
Untuk teman teman harap bersabar , ngga semua saham dalam keadaan begini bisa dbilang diskon ya 👌😁
$DFAM
$BALI
$SEMA
1/3


