


Volume
Avg volume
PT Astra Graphia Tbk (ASGR) (“Astragraphia”) adalah perusahaan publik yang didirikan pada tahun 1975 dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 1989. Sebagai pilar bisnis Astra di bidang teknologi informasi, Astragraphia fokus pada ruang lingkup bisnis Printing and Digital Services. Astragraphia memiliki Portofolio bisnis Document Solution dengan mitra eksklusif FUJIFILM Business Innovation, menghadirkan solusi end-to-end mulai dari kebutuhan cetak personal, perkantoran, Graphic Art hingga managed print services. Astragraphia memiliki entitas anak yaitu PT Astra Graphia Information Technology (AGIT) yang melaya... Read More
$BLUE
Halo Sobat Investor! Mari kita duduk sejenak dan bedah laporan keuangan tahunan **PT Berkah Prima Perkasa Tbk (kode saham: BLUE)** per 31 Desember 2025. Sebagai mentor Anda, tugas saya bukan hanya membacakan angka, tapi menunjukkan apa arti angka-angka ini bagi portofolio Anda.
Secara garis besar, BLUE sedang dalam mode "bertahan". Neraca keuangannya menjadi sangat sehat dan "bersih" dari utang, namun kinerja pertumbuhannya sedang tertekan.
Mari kita analisa lebih dalam poin per poin:
### 1. Lampu Kuning di *Top Line* (Pendapatan & Laba)
Hal pertama yang harus Anda perhatikan sebagai investor adalah tren penjualan. Sayangnya, trennya sedang menurun.
* **Pendapatan Turun:** Penjualan BLUE turun sekitar **11,9%**, dari Rp160,2 miliar di 2024 menjadi **Rp141,1 miliar** di 2025. Penurunan ini mayoritas berasal dari penjualan produk.
* **Laba Bersih Tergerus:** Karena pendapatan turun, laba bersih (tahun berjalan) juga ikut turun dari Rp16,3 miliar menjadi **Rp14,5 miliar**.
* **EPS Menurun:** Laba per saham dasar (EPS) turun dari 39,18 menjadi **34,67**.
**Catatan Mentor:** Perusahaan ini sedang mengalami kontraksi bisnis. Efisiensi beban usaha memang terjadi (turun dari total sekitar 32M menjadi 29M), tapi belum cukup untuk menambal penurunan omzet.
### 2. Bahaya Tersembunyi: Isu Persediaan (*Inventory*)
Ini adalah bagian yang sering luput dari pemula. Perhatikan rasio antara penjualan dan stok barang.
* **Penjualan Turun, Tapi Stok Naik:** Ketika penjualan turun, logisnya stok barang harus dikurangi. Namun, persediaan lancar BLUE justru **naik** dari Rp27,1 miliar menjadi **Rp32,3 miliar**.
* **Risiko:** Ini bisa mengindikasikan barang susah terjual atau penumpukan stok lama. Uang kas perusahaan "mandek" dalam bentuk barang dagangan dan bahan baku.
### 3. Posisi Keuangan: Neraca Sangat Sehat (Lampu Hijau)
Di sisi lain, manajemen keuangan BLUE patut diacungi jempol dalam hal pengelolaan utang. Mereka melakukan *deleveraging* (pengurangan utang) secara masif.
* **Utang Anjlok:** Total liabilitas berkurang drastis dari Rp12,8 miliar menjadi hanya **Rp7,6 miliar**.
* **Bebas Utang Bank Jangka Pendek:** Tidak ada utang bank jangka pendek yang tercatat di 2025.
* **Ekuitas Tumbuh:** Ekuitas pemegang saham tumbuh sehat ke **Rp101,3 miliar** dibanding Rp96,4 miliar tahun sebelumnya.
**Catatan Mentor:** Perusahaan ini sangat aman dari risiko kebangkrutan dalam waktu dekat. Neracanya tebal, utangnya minim. Ini tipe saham defensif.
### 4. Arus Kas & Dividen: "Sapi Perah" bagi Investor
Meskipun laba turun, BLUE tetap royal membagikan uang kepada pemegang saham.
* **Arus Kas Operasi Positif:** Kas yang dihasilkan dari operasi justru naik menjadi **Rp20,9 miliar** (vs Rp15,7 miliar tahun lalu), terutama karena efisiensi pembayaran kepada pemasok.
* **Dividen Besar:** Perusahaan membayar dividen tunai sebesar **Rp9,6 miliar** di tahun 2025. Jika dibandingkan dengan laba bersih Rp14,5 miliar, *Dividend Payout Ratio*-nya sangat tinggi (di atas 60%).
* **Investasi Aset Keuangan:** Perusahaan memindahkan sebagian kasnya ke "Aset keuangan lancar" (investasi) sebesar Rp7,1 miliar, yang sebelumnya nol. Ini strategi manajemen kas untuk mencari *yield* tambahan.
### 5. Risiko Konsentrasi Pelanggan
Ada satu risiko yang harus Anda waspadai.
* Terdapat penjualan kepada pihak berelasi (PT Cetak Biru Kapital) sebesar **Rp18,5 miliar**, yang merupakan porsi signifikan (lebih dari 10%) dari total pendapatan. Ketergantungan pada satu atau sedikit klien besar adalah risiko bisnis jika kontrak tersebut putus.
---
### Kesimpulan & Arahan Mentor:
Sobat Investor, laporan keuangan BLUE tahun 2025 menunjukkan karakteristik perusahaan yang **"Mature but Stagnant"** (Matang tapi Stagnan).
* **Sisi Positif:** Fundamental neraca sangat kuat, utang sangat rendah, arus kas operasi bagus, dan rajin bagi dividen.
* **Sisi Negatif:** Bisnis inti sedang lesu (penjualan & laba turun) dan ada penumpukan persediaan.
**Arahan Strategis:**
1. **Untuk *Dividend Hunter*:** Saham ini menarik untuk dipegang (*Hold*) karena arus kasnya kuat dan *payout ratio*-nya tinggi. Neraca yang bersih menjamin keberlangsungan dividen.
2. **Untuk *Growth Investor*:** Hindari dulu. Belum ada tanda-tanda *turnaround* atau pertumbuhan penjualan yang signifikan. Tunggu sampai masalah penumpukan persediaan teratasi dan penjualan kembali naik.
3. **Pantau:** Perhatikan apakah "Investasi Aset Keuangan" sebesar Rp7,1 miliar tersebut bisa menghasilkan pendapatan bunga yang berarti di kuartal berikutnya.
Ingat, lindungi modal Anda, dan berinvestasilah dengan data, bukan hanya perasaan!
https://cutt.ly/otmCchdM
RANDOM TAG $LUCK $ASGR
#17 Pasar Tidak Berjanji Apa-Apa
Saya pernah masuk ke pasar saham dengan perasaan optimistis yang nyaris naif. Saya merasa sudah belajar cukup, sudah membaca banyak, dan karena itu pasar seharusnya memberi hasil yang pantas. Ketika realitas tidak berjalan sesuai rencana—harga turun, portofolio stagnan—muncul rasa kecewa yang sulit dijelaskan. Seolah ada janji tak tertulis yang dilanggar. Belakangan saya sadar, kekecewaan itu lahir karena saya berharap pada sesuatu yang sejak awal tidak pernah dijanjikan.
Dulu saya memperlakukan pasar seperti mitra yang bisa diajak kompromi. Jika saya sabar, ia akan membalas. Jika saya rajin, ia akan adil. Tapi pasar tidak bekerja dengan logika seperti itu. Ia tidak mengenal usaha, tidak mengenal niat baik, dan tidak peduli seberapa keras kita berharap. Ia hanya bergerak sesuai mekanismenya sendiri. Di situlah pelajaran pahit sekaligus penting itu datang: pasar tidak berjanji apa-apa, dan justru karena itu kita harus berhenti menuntut.
Ketika saya menerima kenyataan itu, sudut pandang saya berubah. Saya berhenti bertanya “kenapa hasilnya begini” dan mulai bertanya “apa yang bisa saya kendalikan”. Saya tidak lagi menggantungkan rasa tenang pada hasil jangka pendek, melainkan pada proses yang saya pahami. Risiko saya kelola, ekspektasi saya sesuaikan, dan keputusan saya ambil tanpa berharap balasan cepat. Anehnya, sejak berhenti menuntut, tekanan justru berkurang.
Hari ini, saya masih berharap investasi saya bertumbuh—dan itu wajar. Bedanya, harapan itu tidak lagi saya anggap sebagai hak yang harus dipenuhi pasar. Saya mengerti bahwa pasar tidak pernah berjanji memberi apa pun, tapi ia memberi kesempatan bagi mereka yang siap menghadapi ketidakpastian. Di titik itu, saya menemukan ketenangan yang sebelumnya sulit dicapai. Bukan karena hasil selalu baik, tapi karena saya tidak lagi menggantungkan rasa aman pada janji yang tidak pernah ada.
$IHSG $ASGR $MSTI

Yang paling kasian di Pasar modal itu
orang yang beli cuma karena harga NAIK, jual karena harga TURUN.
Apalagi kalau sering FOMO...
Itu duid cuma buat sedekah market aja..
$BUMI $ASGR $CDIA
$ASGR
Secara teknikal berhasil breakout dari fase sideways yang mana sekarang sedang dalam fase uptrend yang berpotensi membuat higher low setelah berhasil membuat higher high. Secara akumulasi cukup baik, ZP selaku top buyer ketika fase sideways masih mengakum hingga candle terakhir.
ENTRY : 1755 - 1675
TP 1 : 1810 (+5,54%)
TP 2 : 1870 (+9,11%)
TP 3 : 1940 (+13,16%)
TP BONUS : 2030 (+18,23%)
StopLoss : Closing Under 1625 (-3,28%)

🚀 WATCHLIST - SENIN [09 Feb 2026] 🚀
Hasil validasi 6 emiten terbaik berdasarkan filter RSI Dual-Period, Aroon Trend, ATR (Volatility), dan CMF (Money Flow).
🏆 THE "TOP TIER" (High Probability)
Akumulasi uang nyata (CMF Tinggi) + Trend Naik Sempurna.
$ASGR
Aroon: 100 / 0 (Strongest Trend).
CMF: 0.45 (Big Accumulation).
RSI 7: 79.6 (High Momentum).
MYOR
Aroon: 100 / 0.
RSI 21: 63.1 (Fresh, belum jenuh beli).
CMF: 0.18 (Uang masuk stabil).
🔥 THE "FAST TRACK" (High Volatility)
Momentum sangat kencang, tapi pergerakan harga liar (ATR Tinggi).
ELPI: RSI 7 (90.5), CMF (0.48). Sangat panas, wajib disiplin exit!. (Suspended)
$SONA: ATR (204.6), Aroon Up (100). Gerakan bar-bar, lot wajib kecil.
NZIA: RSI 7 (87.2), Aroon Up (100). Momentum kuat. (Suspended)
🛡️ THE "SAFE & STEADY" (Low Risk)
Cocok buat yang mau tidur nyenyak, pergerakan lebih kalem.
$NASI: ATR (19.2), RSI 7 (81.8). Volatilitas paling rendah di list.
⚠️ TRADING STRATEGY:
🔸Entry: Fokus pada emiten Up > Down di 15 menit awal market.
🔸Stop Loss: Gunakan 2 \times ATR. Contoh ASGR (ATR 94) = SL sekitar 188 poin dari harga entry.
🔸Confirmation: Cek volume beli. Tanpa volume, momentum hanyalah ilusi.
"Trading itu disiplin, bukan adu nasib." ☕📈
DYOR
Waktu market lagi bubble, mitos yang paling sering dijadikan mantra adalah: saham fundamental, neraca sehat, harga wajar, terlalu muluk-muluk kalau berekspektasi return di atas obligasi. Sedangkan sekelompok saham afiliasi tertentu yang konsisten menukar utang dengan saham, dan arus kas bebas negatif, memiliki expected CAGR 60-400%
Lalu setelah bubble IHSG mulai menunjukkan keretakan, para centang hijau kicep selain bermantra, "cash is king," kemudian para pembuat konten fundamental, terutama dividend dan value investing mulai kebagian panggung, mitos lain mulai menjadi mantra: saham-saham fundamental dan value yang memiliki kebijakan dividen rutin, sekarang harganya sudah ketinggian
Faktanya? Yang waras aja... dari mana biasanya sumber dividen? Dari mana biasanya nilai intrinsik dihitung? Keduanya sama: arus kas. That simple
Jauh sebelum bubble IHSG serapuh sekarang, jauh sebelum saya suka journaling tentang 1001 jurus analisis, saya lebih suka journaling tentang dua topik:
1. Kalau modal masih kecil, solusinya BUKAN mengambil high beta dengan uncompensated risk, apapun narasinya. Modal masih kecil ya solusinya investasi leher ke atas dan fokus 'nguli' di dunia nyata. Hasilnya ditabung ke saham. Jangan dibalik, pertumbuhan dunia nyata stagnan, lalu menjadikan saham sebagai get rich quick scheme instan
2. Target pribadi saya BUKAN CAGR porto mengalahkan rate tertentu, melainkan pertumbuhan SAVING RATE saya harus mengalahkan CAGR porto saya sendiri. Kenapa? Ini indikator apakah saya lebih fokus bertumbuh di dunia nyata, atau lebih fokus di kinerja jangka pendek market
Jadi apa yang bikin saya survive saat bubble IHSG pecah, BUKAN karena porto saya isinya saham defensif berdividen jumbo semua, melainkan karena saving rate yang konsisten bertumbuh artinya saya SELALU punya dry powder. Persetan semesta mau bilang, "masih bisa turun lagi," karena saat itu tiba, saya sudah punya dry powder lagi
Influencers centang ijo yang sedang pivot dari konten-konten bertema stockpick dan pamer historical return, menjadi ke konten-konten bertema 'cash is king' mungkin lupa, atau pura-pura lupa, bahwa cash is king TIDAK hanya berlaku untuk RDN. Untuk perusahaan yang kita beli, cash is king juga berlaku
Masa iya mereka dan followers mereka pada berebut exit demi mengamankan cash, tapi nggak tahu arus kas bebas dan yield arus kas bebas dari saham-saham mereka sebelum membeli? Coba dipikirkan secara logika
Yang waras aja lah:
- saving rate lebih penting daripada return market
- cash is king TIDAK hanya berlaku untuk RDN, yield arus kas bebas yang cukup kompetitif di tiap-tiap saham yang kita miliki juga sama pentingnya
That simple
Contoh kasus perusahaan-perusahaan dengan yield arus kas bebas jumbo, yang membuahkan dividen rutin + capital gain yang sustainable + runway pertumbuhan yang masih panjang tanpa butuh narasi influencers bak mimpi atau target harga 80 ribu. Nggak menjanjikan CAGR 60-400% memang, tapi konsistensinya sudah battle proven $IPCC $TOTL $ASGR JTPE dll.
1/7







$ASGR
Disclaimer on...
Please Follow for Support Us.....😊🙏
Bio
Follow Big Money
ARAHUNTER
#Mari saya bantu Tradingnya....

Sebenernya sudah paham pentingnya investasi (dan sedikit tahu tentang saham) dari bertahun-tahun yang lalu.
Tapi waktu baca-baca tentang saham, katanya bisa dapat return 15% per tahun bagus. Akhirnya mengurungkan niat buat beli saham.
Tetap Fokus ke jualan Online.
Waktu rame-ramenya jualan online, omset lebih dr 100 jt per bulan, bisa dapat margin 15%.
Trus mikir "masak harus nunggu 1 tahun buat dapat 15%" 😅
Mending duitnya diputer sendiri.
Tapi makin ke sini, gw makin ke sana 😁
Jualan online ribet ngurus barang, packing, pengiriman, retur, margin juga makin tipis.
Sedikit demi sedikit, ingin memperbesar porsi sebagai investor. Tujuan akhir: Kepingin lebih santai.
Nah, gimana ini portofolio gw menurut teman-teman penghuni $ASGR $IPCC $TOTL
Apakah ini start yang bagus? Atau ada saran emiten yang bisa lebih nendang?

$ASGR
Support kuat :
1.720 – 1.750 (minor pullback)
1.600 – 1.650 (area MA20–50, pullback ideal)
Resistance :
1.850 – 1.900 (psikologis & supply terdekat)
Jika tembus: 2.000 jadi target psikologis berikutnya 🎯
#DYOR
Random tag : $BUMI $IHSG
$JTPE
Halo, Rekan Investor! Mari kita bedah **PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE)**.
Sebagai mentor Anda, saya melihat JTPE bukan lagi sekadar perusahaan percetakan formulir biasa. Mereka sedang dalam fase transformasi menarik dari "kertas" menuju teknologi keamanan digital. Berikut adalah analisis lengkap untuk strategi investasi Anda:
### 1. Fundamental: Kokoh dan Bertumbuh
Kinerja JTPE sangat solid. Jangan hanya melihatnya sebagai tukang cetak, lihatlah profitabilitasnya:
* **Pertumbuhan Laba:** Hingga Kuartal III 2025, laba bersih mereka melonjak **29%** (YoY) menjadi **Rp 168,92 miliar**, didorong oleh segmen *security document* (seperti e-KTP dan Paspor). Penjualan juga naik 12% menjadi Rp 1,26 triliun.
* **Kesehatan Finansial:** Neraca mereka sehat dengan rasio utang terhadap ekuitas (DER) yang rendah di level 0,64x dan ROE (Return on Equity) mencapai 20%. Ini menunjukkan manajemen sangat efisien memutar modal Anda.
### 2. Dividen & Aksi Korporasi: Sinyal "Bullish" Manajemen
Ini poin yang paling saya suka untuk investor jangka panjang:
* **Dividen Rutin:** JTPE adalah pembayar dividen yang loyal dengan *yield* sekitar **4,1% - 4,2%** dan rasio pembayaran (*payout ratio*) sekitar 43%. Ini cocok untuk Anda yang mencari *passive income*.
* **Buyback Saham:** Manajemen sedang melakukan pembelian kembali saham (*buyback*) dengan anggaran **Rp 140 miliar** dan batas harga maksimal **Rp 600 per saham**. Periode *buyback* berlangsung hingga Maret 2026.
* **Apa artinya?** Manajemen merasa harga pasar saat ini belum mencerminkan nilai wajar perusahaan. Ini adalah sinyal kepercayaan diri yang tinggi dari internal perusahaan.
### 3. Prospek Masa Depan (2026): Mainan Baru Bernama RFID
Jangan beli saham hanya karena masa lalu, belilah karena masa depannya. JTPE menargetkan pertumbuhan *double digit* di tahun 2026 dengan strategi baru:
* **Teknologi RFID:** Mereka berekspansi ke *Radio Frequency Identification* (RFID) untuk e-toll, pelacakan aset, dan logistik melalui *joint venture* dengan mitra Asia.
* **Kemitraan Strategis:** Kehadiran **Toppan Gravity** (Jepang) sebagai pemegang saham terbesar kedua (20%) memberikan akses teknologi keamanan canggih dan pasar global.
### 4. Valuasi & Posisi Teknis
* **Harga Saat Ini:** Saham diperdagangkan di level **Rp 585** (per 6 Feb 2026).
* **Valuasi:** PER (Price to Earnings) berada di kisaran 15x-16x. Meski PBV terlihat premium (3,2x), ini wajar untuk perusahaan dengan ROE tinggi (20%).
* **Teknikal:** Indikator RSI berada di level netral (sekitar 45-52), dan harga saat ini berada di area *support* MA200 (Moving Average 200 hari). Ini area yang cukup aman untuk mulai melirik.
### 5. Risiko yang Harus Diwaspadai
Sebagai investor cerdas, Anda harus tahu risikonya:
* **Regulasi:** Bisnis dokumen keamanan sangat bergantung pada lisensi pemerintah (BOTASUPAL/BIN). Perubahan regulasi bisa berdampak signifikan.
* **Bahan Baku & Kurs:** Ketergantungan pada impor bahan baku (seperti *chip* dan kertas khusus) membuat mereka rentan terhadap fluktuasi kurs Rupiah.
### Arahan Mentor:
**"Buy on Weakness / Akumulasi Bertahap"**
Jika Anda investor konservatif yang suka dividen dan pertumbuhan stabil, JTPE sangat menarik. Harga saat ini di Rp 585 masih di bawah batas maksimal *buyback* manajemen (Rp 600), yang bisa dianggap sebagai "lantai psikologis".
**Strategi:**
1. Manfaatkan koreksi harga untuk masuk, terutama jika mendekati level *support* teknikal.
2. Pantau realisasi proyek RFID dan kemitraan dengan Toppan sebagai katalis pertumbuhan harga di 2026.
*Disclaimer: Keputusan investasi tetap ada di tangan Anda. Pelajari kembali profil risiko Anda.*
https://cutt.ly/VtbIYZHE
RANDOM TAG $ASGR $TKIM
$ASGR
JANGAN LUPA ANALISA KEMBALI ❤️
Pola : bullish intraday
- Support I : 1.770–1.780
- Support II : 1.680
Resisten
- Resisten I : 1.845
- Resisten II : 2.000
📍 Area Entry:
- Buy on pulback : 1.770–1.790
- Entry breakout : >1.850 (volume kuat) TARGET TP II
🎯 TP 1 : 1845-1920
🎯 TP 2 : 1920-2000
🛡SL / Cut Loss disiplin : <1740
Warning :
- mudah mudahan membantu
- Semoga Beruntung 🤞