Jam 06.15 sudah parkir di kantor. Sambil sarapan Nasduk, enggak kaget sih baca headnews pagi ini :
"Pemerintah Buka Peluang Kembalikan Izin Tambang Martabe"
Tuh kan, benar apa kata saya.
Coba kawan-kawan ingat tulisan saya sebelumnya
https://stockbit.com/post/26967128
https://stockbit.com/post/27228541
https://stockbit.com/post/27398383.
Skenarionya sebenarnya sudah kebaca jelas di jaman transaksional seperti ini.
Waktu pasar panik dan harga UNTR serta ASII dibanting sampai rasanya portofolio hampir merah. Masa iya sih Martabe mau dimatikan begitu saja? Emas lagi bull run, negara butuh devisa. Apalagi gosipnya sebelumnya mau dioper ke Perminas.
Kondisi kemarin itu lebih ke shakeout Klasik. Pohonnya digoyang kencang biar investor ritel yang mentalnya tipis pada berjatuhan. padahal sudah dihitungin kalau ASII tanpa PTAR cuman hilang sedikit.
Nah pertanyaanya, siapa yang menampung di harga bawah saat crash kemarin? Saya curiga, ada "tangan besar" (mungkin Danantara atau entitas yang mewakili kepentingan "nasional") yang diam-diam masuk. Atau para elite pemerintahan ikut memanfaatkan crash kemarin???
Negosiasi di belakang layar pasti alot. Mungkin soal porsi saham, mungkin soal setoran dividen, atau mungkin soal "harmonisasi" kepentingan. Begitu kesepakatan tercapai, barulah Bahlil ngomong: "Kami akan bijak, kalau tidak salah ya dikembalikan."
Klasik sekali.
Isu Cabut ➡️ Harga Diskon ➡️ Serok Bawah.
Isu Kembali ➡️ Harga Rebound ➡️ Cuan Bungkus.
Kedengaranya jahat? gak juga. Emosi kita adalah likuiditas mereka di Pasar.
Buat teman-teman yang kemarin ikut panik Cut Loss, saya turut prihatin. Anggap saja itu biaya belajar. Buat yang masih hold atau ikutan atau serok saat harga ASII ke 5700, selamat yah. Reseki sudah tertakar tidak akan tertukar.
Sekarang nasi uduk saya sudah dingin, tapi pertanyaan di kepala saya justru makin panas: Ini izinnya dikembalikan murni karena administrasi beres, atau ada "titipan" komisaris baru dari pihak sana sebagai syarat damai?
"ingat hoax terbaik itu diciptakan oleh pemerintah."
Mari kita pantau RUPS tahun ini.
$UNTR $ASII $ANTM
1/2

