$ASII $UNTR $ANTM

Lelah banget hari ini. Pulang kerja hampir jam 21 karena dari siang sampai sore kejebak meeting sama direksi di kantor. Kepala rasanya udah pengen ditaruh, tapi kebiasaan lama tetap kebawa, scroll hp dan buka Stockbit dulu sebelum tidur.

Baru scroll sebentar, eh langsung disambut berita kalau izin tambang PTAR mau dioper ke Antam. Dada langsung sesak

Enak betul yah jadi pemimpin Clan di konoha. Swasta disuruh keluar modal triliunan buat eksplorasi, bangun pabrik, buka jalan, bikin smelter. Begitu asetnya sudah “gemuk”, negara datang bawa SK perampasan.

Investor asing jelas bukan orang bodoh. Mereka punya hidung tajam buat nyium bau ketidakpastian hukum. Makanya nggak heran waktu Goldman Sachs kasih peringatan soal potensi dana asing cabut dari pasar kita. Siapa yang mau taruh duit di negara yang kontraknya bisa berubah arah di tengah jalan?

Terus scroll news lagi ehh ada lagi berita yg menarik di sektor keuangan. Keponakan pak Prabowo masuk ke jajaran Deputi Gubernur BI. Padahal BI itu benteng terakhir Rupiah dan inflasi. Harusnya steril dari urusan keluarga dan politik praktis. Terus lihat youtube pas fit and proper tes ketiga calon, suudzon saya hasilnya sudah ada sebelum ujian.

Dan kalau Bank sentral sudah dianggap nggak independen, pasar pasti mikir dua kali. Setiap keputusan moneter ke depan bakal dicurigai: ini buat stabilitas ekonomi, atau buat ngamanin kepentingan penguasa, yg katanya asetnya mandek 20thn saat tidak berkuasa? Efeknya ke Rupiah dan IHSG, ya kita semua tahulah. Seperti Turki, Venezuela, Zimbabwe, Argentina. Bank sentral yang disetir penguasa ujung-ujungnya bikin mata uang rontok dan inflasi meledak. Rakyatnya yang paling duluan kena.

Di tengah semua ini, saya jadi keinget omongan Pak Prabowo dulu soal saham itu “kayak judi.” Dulu aku ketawa, sekarang malah seperti "iya lagi-iya lagi".

Di negara yang aturannya bisa berubah tergantung siapa yang lagi pegang kue, rasanya bursa saham memang lebih mirip meja kasino. Bedanya, di kasino bandarnya jelas.

Soal ASII, tadi sempat nyentuh 6.225 sebelum akhirnya nutup di 6.300. Sesuai sama thesis saya di tulisan sebelumnya https://stockbit.com/post/26967128
Asii diharga sekarang sebetulnya sudah price in. Tapi bisa saja turun lagi, iya. Tapi kalau hitungan kemarin, laba yang benar-benar hilang dari skenario buang PTAR itu sekitar 1,7T. Selebihnya ya terserah market mau kasih diskon berapa.

Jujur saja, di kepalaku angka 5.000 apalagi 4.750 itu terasa terlalu jauh. Bukan nggak mungkin, tapi rasanya sangat syulit. Kalaupun terjadi namanya anomali. Jadi gak perlu wait and see dulu. Langsung haka gadai bpkb sert tanah panci dan kolor

Disclaimer on.
Dan seperti biasa, Cash is the King, and hedging to gold.

Read more...

1/3

testestes
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy