Mumpung weekend, mari awali tahun ini dengan mengenal sejarah fundamental investing:

https://stockbit.com/post/25489140

Lalu kita main mitos vs fakta tentang value investing:

https://stockbit.com/post/25497683

Masa iya masih percaya dogma tentang fundamental investing pada umumnya atau value investing pada khususnya, "hanya cocok untuk yang modalnya sudah sebesar Buffett."?

Buffett memang privileged, tapi bukan berarti dia terlahir dan memulai sebagai billionaire. Di usia saya, Buffett baru DP KPR, baru jadi millionaire jelang 40, baru jadi billionaire setelah 60

Yang jadi pembeda hanyalah, saat Berkshire masih agile, strategi Graham saja cukup, setelah besar baru Munger menyarankan untuk mengembangkan dengan prinsip Fisher, jadilah Berkshire seperti hari ini

Lalu disrupsi teknologi sebenarnya bukan mendisrupsi validitas fundamental atau value investing. Ini dogma lama yang muncul dari dua waktu dan tempat yang berbeda:

1. Waktu tech-enabled startups menjamur

2. Salah memahami tech mega cap Amerika (ketar-ketir)

Betul bahwa disrupsi teknologi itu nyata adanya. Tapi sejak ZIRP (zero interest rate policy) berakhir, disrupsi teknologi itu bentuknya sudah sama sekali berbeda. Disrupsi teknologi berubah dari berorientasi tech-enabled everything, hypergrow-hyperscale everything at all cost, menjadi orientasi pada return on investment (ROI)

Jangan ikut-ikutan terjebak di gagal move on di zaman viralnya $GOTO diyakini akan membuat $BIRD pailit. Dogma "disrupsi teknologi mendisrupsi validitas fundamental/value investing" itu masih diyakini holder IPO GOTO yang masih belum berhasil move on dan menerima realita bahwa BIRD masih belum pailit sampai hari ini

Dogma lainnya adalah salah memahami tech mega cap Amerika (ketar-ketir). Saya pernah cerita di artikel lain sebelumnya:

https://stockbit.com/post/25530514

Intinya magnificent 7 yang decoupled dari value investing itu cuma satu: TSLA; dan S&P 500 non magnificent 7 yang decoupled dari value investing juga cuma satu: PLTR. Tapi di artikel di atas juga saya sudah ceritakan penjelasan kenapa TSLA dan PLTR TIDAK apple to apple dengan saham-saham di $IHSG yang sering dicocoklogikan dengan tech mega cap US

Di sisi lain, value investing masih valid di sisanya. Termasuk di Indonesia, masih ada segelintir perusahaan yang bersentuhan dengan teknologi, di mana value investing masih valid: di perusahaan dengan gaya, "pick & shovels in a gold rush."

Misalnya di saat gold rush data center rata-rata valuasinya sudah tidak waras, value investing masih valid di penjual, "sekop untuk menambang emasnya."

Data center butuh hardware, distributor hardware-nya berhulu pada satu perusahaan saja: Synnex milik MTDL. Lalu data center membutuhkan banyak konsultan ahli untuk mengimplementasikannya, managed service yang paling ahli ada di MSTI. Lalu kontraktor yang membangunnya? Ada TOTL. Penyedia ekosistemnya? Ada DMAS. Semuanya merupakan universe-nya pecinta wonderful business, dan strateginya buy & hold jangka panjang (baca: nyangkut xixixi ngakak abiezz)

So... mari awali tahun ini dengan menjadi pelopor. Pelopor apa?

1. Fundamental investing is for everyone, dan valid di segala zaman

2. Secara bahasa, fundamental artinya, "mendasar." Kalau dasarnya, fondasinya, sudah kokoh, seiring modal kita semakin besar karena saving rate, active income, hingga compounding interest-nya itu sendiri, kamu bisa mengembangkan gayamu sendiri, seperti modernisasi Berkshire dari yang sebelumnya Buffett dengan Grahamisme saja, jadi tambah prinsip-prinsip Fisher yang dibawa oleh Munger. Kamu bisa mengkombinasikan banyak prinsip-prinsip yang lebih modern, tapi milikilah dasar fondasinya dulu

Read more...

1/5

testestestestes
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy