Kemarin saya cerita mitos vs fakta value investing

https://stockbit.com/post/25489140

Masih soal target $IHSG 9000 menkeu vs gorengan, kita main mitos vs fakta lagi

Mitos: saham konglo rasio valuasinya overvalued karena bagus, buktinya rasio valuasi NVDA dan AAPL jauh lebih overvalued

Fakta:

1. Walaupun sebelumnya saya cerita bahwa value investing itu BUKAN analisis murah vs mahalnya saham, tapi mari kita debunk mitos di atas dengan rasio valuasi yang disimplifikasi

Earnings yield AAPL itu di atas 3% (PER multiple 30an), which is WAJAR untuk sektor konsumer, dan di bawah rata-rata untuk sektor IT. Adapun earnings yield NVDA itu di atas 2,5% (PER multiple 40an) saat all time high, dan di atas 4% saat koreksi, which is WAJAR untuk sektor IT

Yang perlu dicatat, hanya ada satu mag 7 yang memiliki earnings yield di bawah 1% (PER multiple ratusan) saat all time high yaitu TSLA, dan hanya ada satu big cap IT yang memiliki earnings yield di bawah 1% yaitu PLTR. Saat koreksi, earnings yield mereka tetap di atas 1%

Tidak perlu lah kita jauh-jauh mencocoklogikan gorengan konglo dengan TSLA dan PLTR, kita keluarkan saja fakta yang TIDAK pernah berani disebut oleh influencers, entah karena mereka pura-pura tidak tahu, beneran tidak tahu, atau sengaja menyembunyikan supaya ritel tidak tahu:

Mau itu TSLA, mau itu, PLTR, apalagi NVDA dan AAPL, TIDAK PERNAH punya earnings yield NEGATIF, APALAGI free cash flow negatif sejak IPO. AAPL bahkan sudah menjadi perusahaan cash rich JAUH sebelum mereka meluncurkan iPhone

Artinya, R&D iPhone dilakukan seluruhnya dari kas mereka sendiri, tanpa mengorbankan free cash flow, tanpa utang. AAPL TIDAK PERNAH tambal sulam menerbitkan obligasi demi akuisisi, proyek, apalagi untuk MEMBERI UTANG kepada anak-anak perusahaannya

Ini sama kaya seorang kepala rumah tangga, yang ketika dikritik tentang gaya hidupnya yang bermewah-mewahan, lalu dia berargumen, "tetangga sebelah gaya hidupnya lebih mewah," padahal:

1. Tetangga sebelah gaya hidupnya TAK SAMPAI SEPERTIGA gaya hidup dia, sebagai rasio/persentase dari penghasilannya (earnings yield)

2. Tetangga sebelah punya penghasilan tetap (earnings yield tidak pernah negatif), sedangkan penghasilan dia serabutan dan angin-anginan (earnings yield sering negatif)

3. Tetangga sebelah SELALU MENABUNG (free cash flow tidak pernah negatif), sedangkan saving rate dia selalu minus akibat gaya hidup dia

4. Kalau tetangga sebelah mau bikin proyek baru, mereka selalu bikin dari tabungan mereka sendiri, sedangkan dia tambal sulam pakai banyak paylater (sering menerbitkan banyak obligasi)

5. Tetangganya punya anak-anak yang mandiri, sedangkan dia punya banyak anak yang suka pakai paylater juga (sering menerbitkan banyak obligasi untuk memberi pinjaman ke anak usaha), dan sudah sebegitu banyaknya tanggungan dia, dia masih lanjut bikin anak lebih banyak lagi (akuisisi, dll.)

Apakah kamu punya tetangga yang:
1. Penghasilannya serabutan dan angin-anginan tapi gaya hidupnya selangit pakai paylater?
2. Udah punya banyak anak yang masih jadi tanggungan dan tidak mandiri, tapi malah lanjut bikin anak terus?
3. Suka banding-bandingin sama tetangga?

Selamat, kehidupan di lingkungan Anda sudah identik dengan RT IHSG RW BEI

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy