Volume
Avg volume
PT Temas Tbk. merupakan perusahaan pengiriman yang berbasis di Indonesia. Usaha Perusahaan diklasifikasikan ke dalam layanan pengiriman dan layanan bongkar muat. Perusahaan ini bergerak dalam kegiatan pengiriman yang menawarkan jasa pengiriman peti kemas penuh baik di pasar domestik dan internasional, memberikan dukungan dalam kegiatan pemuatan dan bongkar kargo, serta mengangkut penumpang, kargo, dan hewan. Kantor pusatnya terletak di Jakarta Utara dengan cabang di Medan, Surabaya, Makassar, Bitung, Pontianak, Banjarmasin, Pekanbaru, Ambon, Jayapura, dan Sorong. Kapal Perusahaan hanya beroperasi di laut domestik. Anak perusahaa... Read More
Tidak Semua yang Mengambang di Air Itu Adalah Kapal
Request salah satu member di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Tidak semua saham kapal logistik itu punya model bisnisnya yang sama. Di layar harga, semuanya terlihat sekadar naik-turun, padahal di baliknya ada mesin uang yang beda-beda, ada yang hidup dari peti kemas domestik, ada yang makan dari charter offshore, ada yang nempel ke batubara, ada juga yang masih beres-beres utang masa lalu. Investor sering kejebak karena mengira semua emiten pelayaran itu sensitifnya sama ke freight rate, padahal yang menentukan itu rute, jenis muatan, kontrak, dan struktur utang. Jadi kuncinya bukan cuma siapa paling besar, tapi siapa paling tahan siklus dan siapa yang sedang pasang gigi untuk ekspansi. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Dari sisi skala, $SMDR jelas raksasa logistik, aset USD1,37 miliar dengan pendapatan 9M 2025 USD571,5 juta dan laba bersih USD64,0 juta. Kalau dihitung cepat, margin laba SMDR sekitar 11,2%, dengan liabilitas USD615,5 juta dan ekuitas USD760,8 juta, artinya struktur modalnya masih relatif seimbang untuk ukuran grup yang main global dan multi-lini.
$TMAS punya aset Rp4,54 triliun, pendapatan Rp3,19 triliun, laba Rp406,5 miliar, margin sekitar 12,7%, dan liabilitas Rp1,52 triliun versus ekuitas Rp3,01 triliun, ini profil yang terlihat lebih jinak dari sisi leverage.
$ELPI aset Rp2,73 triliun tapi laba Rp189,1 miliar dari pendapatan Rp760,9 miliar, margin sekitar 24,8%, ini biasanya muncul ketika bisnisnya lebih spesialis, kontraknya lebih premium, dan utilisasi asetnya sedang pas. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
BLTA beda sendiri, aset USD142,5 juta, pendapatan USD36,8 juta, laba USD2,57 juta, margin sekitar 7,0%, tetapi konteksnya masih dibayangi restrukturisasi PKPU, jadi investor menilai bukan hanya laba berjalan, melainkan ketahanan neraca dan disiplin pembayaran.
Kalau investor bandingkan efisiensi dan kualitas laba, ELPI terlihat paling tajam di profit per rupiah pendapatan, tetapi konsekuensinya adalah ketergantungan pada proyek dan klien segmen offshore dan gas, yang biasanya sensitif ke siklus energi dan keputusan capex klien.
TMAS terlihat lebih stabil secara model karena rute domestik peti kemas cenderung punya permintaan yang lebih rutin, tapi tantangannya ada di biaya operasional dan persaingan kapasitas, sehingga cerita TMAS sering soal efisiensi armada dan utilisasi, bukan cerita lonjakan margin. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
SMDR unggul di diversifikasi, peti kemas, curah, tanker, pelabuhan, logistik, agency, sampai galangan, jadi saat satu lini seret, ada lini lain yang bisa jadi penyangga. Kekurangannya, diversifikasi membuat manajemen kompleks dan capex besar, contoh capex 9M 2025 USD79,2 juta, artinya mesin pertumbuhan jalan, tetapi investor harus memastikan return on invested capital tidak turun gara-gara belanja yang terlalu agresif.
Bagian yang paling menarik justru terlihat dari arah ekspansi. HAIS mencatat lonjakan uang muka pembelian aset tetap dari Rp73,7 miliar menjadi Rp225,5 miliar, naik sekitar 205,9%, ini sinyal mereka lagi tambah armada tugboat, barge, sampai fasilitas loading yang selesai bertahap hingga 2026. Bagusnya, kalau kontrak batubara dan utilisasi aman, ekspansi ini bisa mengerek pendapatan dan memperlebar skala. Buruknya, kalau siklus batubara melemah atau pembiayaan mengetat, armada baru bisa jadi beban depresiasi dan bunga yang menekan margin. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
HATM terlihat growth secara pendapatan, dari Rp562,9 miliar ke Rp780,8 miliar dalam 9 bulan, naik sekitar 38,7%, dengan cerita penguatan kapasitas lewat mother vessel, biasanya ini bermain di curah dengan model yang berbeda dari peti kemas. Investor perlu sadar, model batubara logistics dan curah itu sangat ditentukan oleh kontrak dan jam operasi, jadi kualitas counterparty dan tenor kontrak menjadi pembeda utama.
Antisipasi investor sebaiknya disetel sesuai model bisnis, bukan disamaratakan. Untuk SMDR, cek bantalan likuiditasnya, kas USD353,7 juta itu besar, sekitar 25,8% dari aset, ini memberi ruang untuk capex dan manuver saat pasar lagi tidak ramah, tetapi tetap perlu dipantau apakah capex menghasilkan kenaikan laba yang sepadan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Untuk TMAS, fokus ke efisiensi armada dan biaya, karena margin yang stabil biasanya datang dari disiplin operasional, bukan dari euforia rate. Untuk ELPI, yang diuji adalah pipeline kontrak dan risiko konsentrasi, margin tinggi itu cantik, tetapi harus diikuti visibility kontrak dan kontrol leverage. Untuk HAIS dan HATM, pertanyaannya sederhana tapi menentukan, apakah ekspansi armada sudah dipagari kontrak dan pembiayaan yang tidak membuat neraca sesak. Untuk BLTA, investor menilai milestone restrukturisasi, karena di saham seperti ini, satu kabar tentang kewajiban utang bisa lebih kuat dampaknya daripada satu kuartal laba.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/10










Ada kabar terbaru soal Pak Prabowo sepulang dari Inggris (hasil kunjungan/agenda terakhirnya di London).
Ringkasan kabarnya:
• Pak Prabowo menutup lawatan di Inggris dengan membawa komitmen investasi sekitar 4 miliar pound sterling (± Rp90 triliun), fokusnya sektor maritim.
• Salah satu poin yang ramai diberitakan: kerja sama pembangunan ±1.582 kapal nelayan, dan prosesnya disebut akan diproduksi/dirakit di Indonesia.
Sampai hari ini, belum ada nama perusahaan galangan tertentu yang diumumkan resmi sebagai pembuat 1.582 kapal nelayan itu. Yang disampaikan resmi baru levelnya: “diproduksi dan dirakit di Indonesia”.
Tapi kalau kita tebak secara realistis, kemungkinan besar akan dibagi ke beberapa galangan (tidak mungkin 1 perusahaan sanggup 1.582 kapal sendirian). Dan yang paling masuk akal:
1) Kandidat paling kuat (BUMN galangan besar)
PT PAL Indonesia (Persero)
Alasannya: kapasitas terbesar untuk proyek kapal besar, dan sering jadi eksekutor proyek strategis. (Walau belum ada konfirmasi resmi untuk proyek 1.582 ini).
2) Galangan swasta Indonesia yang berpeluang dapat “jatah produksi”
Biasanya kalau proyek massal, pemerintah akan sebar ke galangan-galangan swasta, misalnya:
• Daya Radar Utama (DRU)
• DOK & Perkapalan Kodja Bahari (Persero) (BUMN juga)
• Steadfast Marine / Batam & Karimun shipyard area
• Galangan Surabaya/Gresik (klaster Jatim)
3) Dari sisi “emiten saham” (yang berpotensi kecipratan sentimen)
Ini yang sering dibahas karena efek ke pasar:
Paling sering dikaitkan (galangan)
• SMDR / Samudera Indonesia (lebih kuat di logistik & pelayaran)
• TMAS (pelayaran/logistik)
• NELY (pelayaran)
• SOCS (pelayaran)
Tapi jujur ya: emiten-emiten di atas lebih dominan operator kapal/logistik, bukan “tukang bikin kapal”. Jadi kalau proyeknya benar-benar produksi kapal, yang paling diuntungkan justru galangan, dan banyak galangan itu belum tentu emiten.
$SMDR $TMAS $NELY
$TMAS dan $SMDR untuk jangka panjang sih Worth it (bagi yang berminat di sektor maritim), ini salah satu koleksi saya pribadi🤫
$TMAS#Ini hari Juma'at, Asing Mau liburan. Duitnya Ga mau nginap di Pasar. Kalau mau masuk lagi, di satu atau setengah jam terakhir nanti.
$TMAS#Sebenarnya, sudah mendekati Area Stop Loss. Kalau tidak berhasil kembali 150 ke atas Keluar. Tadi saya sudah keluar. tunggu ada kesempatan baru masuk lagi.
"Menyingkap Sisi Gelap Bid-Offer: Jangan Percaya Antrean!"
Banyak trader pemula terlalu fokus memperhatikan tabel Bid dan Offer (antrean beli dan jual) untuk menentukan arah harga. Mereka merasa aman saat melihat antrean Bid yang tebal, mengira harga tidak akan turun. Padahal, antrean tersebut sangat mudah dimanipulasi; bisa dipasang dan ditarik kembali dalam sekejap tanpa pernah terjadi transaksi nyata. Ini adalah taktik klasik untuk memanipulasi psikologi ritel. Satu-satunya hal yang tidak bisa dipalsukan adalah transaksi yang sudah terjadi, yang tercermin dalam volume dan aliran dana masuk/keluar.
Trigger Smart Money mengabaikan semua "drama" di antrean Bid-Offer dan hanya fokus pada data Trade Done—transaksi yang benar-benar sah. Dengan menghitung selisih bersih antara dana masuk (Smart Money) dan dana keluar (Bad Money), sistem ini memberikan gambaran murni tentang kekuatan pasar yang sesungguhnya. Jika harga naik namun dana bersihnya negatif, itu artinya "ketebalan" antrean beli di bawah hanyalah umpan agar ritel berani membeli barang yang sedang dibuang oleh pemain besar. Ini adalah cara paling efektif untuk menghindari jebakan manipulasi pasar.
Jadilah trader yang lebih kritis dan tidak mudah terbuai oleh tampilan luar. Fokuslah pada substansi transaksi, yaitu Clean Money. Saat Anda melihat lonjakan volume 5x lipat yang tervalidasi oleh dana masuk bersih yang masif, itulah sinyal yang jujur dan dapat diandalkan. Dengan bantuan teknologi radar deteksi dana besar, Anda memiliki filter yang mampu menembus segala bentuk manipulasi Order Book. Trading dengan data transaksi nyata memberikan Anda kepastian dan akurasi yang jauh lebih tinggi daripada sekadar melihat antrean angka yang bisa berubah setiap saat.
$MLIA $TMAS $BUKA
1/2

