340

-8

(-2.30%)

Today

79.13 M

Volume

37.79 M

Avg volume

Company Background

PT Pakuwon Jati Tbk merupakan perusahaan properti pertama yang mencatatkan sahamnya di bursa. Perusahaan yang mempunyai usaha pengembangan dan pembangunan superblok, retail, kantor, kondominium, dan hotel yang terintegrasi ini mempunyai pusat kegiatan di Jakarta. Selain itu perusahaan juga mengelola pusat perbelanjaan besar di Jakarta seperti Gandaria City Superblock, Tunjungan City Superblock, dan Superblok Kota Kasablanka.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PWON

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PWON

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ASII Untunglah libur panjang. Penasaran gimana nasib IHSG hari selasa ini. Apakah bisa bertahan? atau bakal babak belur ke 5000-an? atau jadi super bursa bisa tembus 7000-an. Let’s see!

$PACK $PWON

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

laba $PWON bukanya turun min?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

PWON - PT. Pakuwon Jati Tbk Rp 340 -8 (-2,00%) Info Selengkapnya! JAKARTA - PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,62 triliun pada 2024, naik 14% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,29 triliun. Menurut laporan keuangan terbaru, pendapatan PWON naik 8% menjadi Rp...

idnfinancials.com

idnfinancials.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Mall $EMDE

Diskusi hari ini tentang EMDE di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

EMDE mungkin selama ini dikenal sebagai pengembang properti hunian, tapi sebenarnya mereka juga punya lini bisnis lain yang cukup penting: mal. Totalnya ada lima pusat perbelanjaan yang mereka kelola, tersebar di dua lokasi utama yaitu Sentul dan Cinere. Di Sentul ada Vivo Mall, Vivo Walk, dan Galeria Kiosk Mall. Sementara di Cinere, mereka punya Cinere Mall dan Cinere Bellevue Mall. Masing-masing mal ini punya penyewa besar, kontrak panjang, dan tentunya menjadi sumber pendapatan rutin alias recurring income buat EMDE. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Mulai dari yang terbesar: Vivo Mall Sentul berdiri di atas tanah 10.455 m² dengan bangunan komersial seluas 71.341 m². Isinya lumayan komplit, ada CGV Cinema dengan kontrak sewa 20 tahun sejak 2015, lalu H&M yang juga sempat sewa 20 tahun tapi kontraknya habis di April 2024 dan belum diperpanjang. Ada juga Janji Jiwa yang hanya sewa 1 tahun mulai Oktober 2023, dan tenant F&B lainnya seperti Solaria. Mall ini dikelola oleh anak usaha EMDE, PT Tirta Persada Developments. Sayangnya, saat ini mall ini sedang dalam sengketa hukum dengan Lulu Group, penyewa besar yang digugat EMDE karena diduga wanprestasi.

Bergeser ke Cinere Mall, EMDE menyewakan bangunan 24.085 m² kepada tenant-tenant terkenal juga. Ada DSE Factory Outlet (sewa 5 tahun mulai 2023), MR. D.I.Y (5 tahun), KFC (kontrak revenue sharing 5 tahun), JCO, Roti O, dan tentu saja McDonald’s yang teken kontrak jangka panjang selama 20 tahun. Di mal ini juga ada bioskop yang dikelola oleh PT Lia Anugerah Semesta dengan perjanjian 10+10 tahun sampai 2033. Sementara di sebelahnya, Cinere Bellevue Mall punya tenant andalan XXI Cinema (sewa 20 tahun sampai 2033) dan Mars Gym (sewa 5 tahun dari 2023).

Nah, dari seluruh mal yang mereka kelola ini, EMDE mencatatkan pendapatan sewa sebesar Rp55,90 miliar di tahun 2024—turun tipis dari Rp56,93 miliar di 2023. Tapi kalau dibandingin total revenue EMDE yang tembus Rp1,35 triliun, porsi pendapatan sewa ini cuma 4,13% doang. Bukan penopang utama, tapi tetap penting karena sifatnya berulang. Dari sisi profit, mereka berhasil cetak laba kotor sewa Rp31,89 miliar, dengan margin kotor sekitar 57%. Sayangnya, setelah dihitung semua beban, termasuk pajak final Rp3,36 miliar dan kemungkinan depresiasi, segmen ini malah tekor, rugi sebelum pajak sampai Rp190,21 miliar, alias margin -352%. Jadi secara operasional untung, tapi setelah dihitung-hitung lagi jadi rugi besar. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Segmen mal EMDE sebenarnya menarik kalau dilihat dari portofolio tenant dan kontrak panjangnya. Tapi secara keuangan, masih belum bisa diandalkan sebagai mesin laba, apalagi ditambah dengan gugatan hukum di proyek Vivo dan beberapa ruang kosong bekas tenant besar yang belum disewa ulang. Jadi walaupun terlihat keren di permukaan, bisnis mal EMDE masih butuh kerja keras buat balik modal dan benar-benar kasih untung.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$BSDE $PWON

Read more...

1/10

testestestestestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Saham Properti dengan Laba Terbesar di IHSG

Sharing lebaran di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Di tengah lesunya sektor properti, ada sembilan saham yang diam-diam jadi raja laba di IHSG. Mereka mencetak keuntungan terbesar dibanding rekan-rekannya yang lain. Tapi seperti pepatah lama: “Tak ada gading yang tak retak,” sembilan saham ini juga tak ada yang benar-benar sempurna. Ada yang sehat tapi mahal, ada yang murah tapi utangnya bikin napas tersengal, dan ada pula yang terlihat bugar padahal isi dompet tinggal bon struk. Di sinilah seni investasi bermain: bukan soal mencari yang sempurna, tapi soal memilih mana yang paling masuk akal untuk dikompromikan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Ambil contoh JRPT. Ini mungkin kandidat paling lengkap. Laba bersih 1,13 triliun, naik 12,53%, dengan revenue yang ikut tumbuh 17,75%. Free cash flow sehat di 763 miliar, utangnya hampir nol (hanya 445 juta), dan kasnya 797 miliar. Bahkan bagi dividen 3,29%. Satu-satunya "dosa" saham ini cuma satu: PBV-nya 1,02—sedikit lebih mahal dari value ideal, tapi kalau dibanding utangnya yang mini dan kinerja stabilnya, itu bisa dimaafkan.

Kemudian ada CTRA, si jagoan diskon. Harga saham turun tajam -42,31%, tapi di balik sentimen negatif, justru tersembunyi fundamental yang solid. Laba bersih 2,13 triliun tumbuh 15,18%, revenue naik 21,01%, free cash flow positif 776 miliar, dan kas 10,2 triliun jauh lebih besar daripada utang 7,45 triliun. PBV-nya 0,64 dan PER 6,54—dua-duanya masuk kategori murah. Bahkan tetap royal memberi dividen 2,8%. Kalau ini masih dihindari pasar, sepertinya pasar memang sedang buta warna.

DMAS adalah definisi hemat pangkal sehat. Laba 1,33 triliun tumbuh 10,24%, kas 1,76 triliun jauh lebih besar dari utang hanya 500 miliar, dan free cash flow positif 663 miliar. Sayangnya, saham ini sepi peminat karena tidak bagi dividen dan harga saham juga ikut lesu -20,47%. Tapi jika tujuannya adalah cari perusahaan properti dengan neraca setajam silet dan utang minimal, DMAS pantas masuk radar.

Lalu ada PLIN, yang diam-diam produktif. Laba 997 miliar naik 62,66%, revenue juga tumbuh, dan free cash flow positif 541 miliar. Kas 704 miliar masih bisa menutup utang 529 miliar. Menariknya, saham ini rajin kasih dividen tebal 6,06%. Sayangnya, tetap diabaikan pasar—harga saham malah turun -8,39%. Mungkin karena namanya bukan bagian dari keluarga properti populer.

$PWON juga tampil dengan keuangan yang sehat. Free cash flow 2,16 triliun dan kas 9,15 triliun lebih dari cukup untuk menutup utang 6,44 triliun. PBV 0,79 dan PER 7,89 tergolong murah, dan tetap menyisihkan 2,65% untuk dividen. Tapi laba bersihnya turun -1,45%, dan harga saham juga terkoreksi -19,43%. Artinya, walaupun neraca bagus, mesin operasinya sedang perlu servis ringan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

$SMRA adalah kebalikan dari PWON: pertumbuhan meledak, tapi dompet bolong. Laba naik 79,3%, revenue melesat 59,54%, tapi utangnya 10,54 triliun sementara kas cuma 3,29 triliun. Free cash flow masih positif di 430 miliar, PBV dan PER masuk akal, dan dividen tetap dibagi. Tapi rasio utangnya membuatnya terlihat seperti atlet marathon yang kehabisan air minum.

Sementara itu, BSDE dan $LPKR menjadi contoh klasik perusahaan dengan laba besar tapi keuangan tak stabil. BSDE mencetak laba 4,36 triliun dengan pertumbuhan 124%, revenue juga naik 19,56%. Tapi free cash flow-nya hanya 87 miliar, dengan utang 14,46 triliun. Kas 8,96 triliun memang besar, tapi tetap belum cukup untuk meredam beban bunga yang mengintai. Lalu LPKR… ini dia jawara laba dengan angka 18,75 triliun. Tapi revenue justru turun -31,71%, dan pertumbuhan laba yang melonjak 37.287% sudah cukup menjelaskan bahwa ada sesuatu yang ‘tidak biasa’. Kemungkinan besar bukan dari bisnis operasional inti. Free cash flow positif 1,57 triliun, tapi utangnya 13,11 triliun. Dengan PBV 0,19 dan PER 0,31, saham ini terlihat super murah. Tapi bisa saja ini murah karena pasar tahu sesuatu yang belum dicetak di laporan keuangan.

Terakhir, MKPI adalah primadona overvalued. Laba 985 miliar, free cash flow 1,21 triliun, kas 2,17 triliun, dan... tidak punya utang. Tapi PBV-nya 3,25 dan PER 24,15 membuatnya seolah sedang dilelang di galeri seni, bukan di bursa efek. Harga sahamnya 25 ribu, tapi malah turun -7,89%. Dividen pun hanya 2,13%. Jadi walau dari sisi operasional sehat, valuasinya membuat banyak investor berpikir dua kali.

Akhirnya, sembilan saham ini membuktikan satu hal penting: tidak ada saham properti yang sempurna. Semua punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Investor perlu pintar-pintar kompromi: mau yang cashflow bagus tapi growth lesu, atau yang growth kencang tapi utangnya tinggi. Mau yang murah tapi riskan, atau yang sehat tapi mahal. Karena pada akhirnya, investasi itu bukan soal menemukan pangeran berkuda putih, tapi memilih mana yang paling mungkin diajak hidup damai di tengah volatilitas pasar. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/5

testestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Souvenir RUPS $PWON nyata, nasi kotak dan botol. 🙏

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@DSLORUZS12 tapi $PWON main di mall dan hotel, rumahnya penyumbang laba minoritas

$PWON TES kalau properti ngga lesu, segini bisa kan?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@ahmadfajarsiregar1 si @Prabaniswara itu centang ijo abal abal, sy juga bingung knpa dia bisa buat Comunity di stockbit. analisanya dangkal sekali, saya inget betul dia banyak pom" saham tpi ambles semua. pernah bilang conviction di $PWON masuk di 480 abis itu ambles dalem lalu ada yg pernah komplain ke dia di block coy, saya sampe ketawa liat orangnya marah". gak kompeten deh intinya🤣
$PANI $WIFI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BBRI lumayan warnanya sudah hijau di porto 😁

$PWON semakin rungkad saja 😂

$BTPS semua bank harganya naik, kecuali yang ini.

Update porto dulu sebelum libur panjang.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PWON
Melipir Perlahan ..

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PWON bandar koleksi keras di 340

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PWON, bnyak kali nampung di 340

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

naik ga nih (random: $ADHI $PWON $WSKT)

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PWON kok jadi Saham SAMPAH yaaaaaaaaaaaaaa

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$HEAL --> Goa
$MPMX --> Utara
$PWON --> Selatan

lets see on June

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

tambah tag $PWON 😅

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

PWON - PT. Pakuwon Jati Tbk Rp 338 -10 (-3,00%) Info Selengkapnya! JAKARTA – Transaksi investor asing di Bursa Efek Indonesia, Rabu (26/3), ditutup dengan net buy. Jika di hari bursa sebelumnya transaksi asing net buy 77,12 juta lembar, hari ini naik signifikan ke 383,21 juta lembar. Volum...

idnfinancials.com

idnfinancials.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PWON menuju 300 :D

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PWON, beli nya di pasar nego, selisih cuma 1 point utk haka..😄😄

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PWON

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Journaling saham. Target 12 lot tiap emiten.

Kenapa 12 lot? Karena saya retail kecil.

Apakah jumlahnya bisa lebih? Bisa, karena tergantung seberapa yakin saya memegangnya

Berapa lama timeframenya? Sampai 2025 berakhir.

1. HAIS ✅
2. TOTO ✅
3. PWON✅
4. CNMA❔
5. SMRA❔
6. SIDO❔
7. MTDL❔
8. ISAT❔
9. RAJA❔
10. BRIS❔

Kenapa saham-saham diatas? Karena hasil analisis sendiri tiap sektornya

Tag emiten teratas $HAIS $TOTO dan $PWON

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$APLN LK Full Year 2024: Saham Yang Bertaubat?

Hari ini ada salah satu user Stockbit bukan di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 yang tanya tentang APLN. Saya sudah bahas APLN ini di External Community Pintar Nyangkut di Telegram https://stockbit.com/post/13223345199003272018011001

APLN di tahun 2023 itu ibarat preman pasar yang tiba-tiba muncul mengenakan jas mahal, parfum menyengat, dan membawa koper penuh laporan keuangan yang tampak mengilap. Di atas kertas, perusahaan ini terlihat sukses luar biasa: laba bersih menembus Rp1,16 triliun, dan semua pihak berdecak kagum. Namun, bila koper itu dibuka dan diperiksa satu per satu, 87% dari laba tersebut ternyata berasal dari pos “laba lain-lain”—bukan dari penjualan properti, bukan dari pendapatan sewa, bahkan bukan dari proyek berjalan. Bisa saja itu hasil pelepasan aset yang tidak produktif, keuntungan kurs, atau transaksi non-operasional sesaat. Artinya, semua kemegahan tersebut bukan buah dari aktivitas bisnis inti, melainkan lebih mirip prestasi kreatif hasil dari pengolahan spreadsheet. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Namun, tahun 2024 menjadi titik balik. Preman itu akhirnya tobat. Ia melepas jas pinjamannya, mengganti baju dengan kaos sederhana, dan mulai menjalani hidup secara jujur. Laba bersih langsung merosot ke Rp770 miliar. Banyak pihak bereaksi negatif karena terbiasa melihat angka triliunan, padahal justru inilah untuk pertama kalinya APLN tampil tanpa topeng. Pos laba lain-lain menyusut drastis menjadi Rp138 miliar—hanya 18% dari laba bersih. Sisanya berasal dari penjualan properti, serah terima unit, dan aktivitas operasional riil. Tidak ada sulap, tidak ada ilusi. Tidak ada lagi angka “bonus” dari transaksi sekali lewat.

Pendapatan naik 19% menjadi Rp5,58 triliun. Margin kotor meningkat menjadi 43,8%, beban administrasi turun, dan utang jangka pendek dipangkas hampir 50%. Kas meningkat 28% menjadi hampir Rp1 triliun, sementara arus kas dari operasi (CFO) melonjak 43% menjadi Rp1,42 triliun—lebih besar dari laba bersih. Dengan kondisi seperti ini, APLN bukan lagi preman yang sok sukses, melainkan wirausahawan properti yang mulai bekerja keras dari bawah, menyicil utang, dan mengelola arus kas dengan serius. Bahkan utang obligasi yang dulu mencengkeram neraca kini sudah diselesaikan. DER turun dari 1,11 menjadi 0,90. Tidak menggemparkan, tetapi sangat sehat. Dan perlu dicatat, APLN tidak mencatat laba dari revaluasi properti, tidak mengakui pendapatan sebelum unit diserahterimakan, dan tidak mengklaim keuntungan dari pembelian perusahaan di bawah nilai buku. Semuanya berbasis transaksi riil.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Sementara itu, mari tengok kompetitornya. BSDE sedang berada di puncak sorotan. Laba Rp4,9 triliun terlihat mencengangkan, namun Rp1,55 triliun di antaranya (31%) berasal dari bargain purchase hasil akuisisi SMDM. Artinya, bukan berasal dari penjualan properti, melainkan dari membeli perusahaan di bawah nilai buku dan selisihnya langsung dicatat sebagai laba. Sah secara PSAK? Tentu saja. Tapi apakah dana tersebut benar-benar masuk kas? Tidak. Apakah bisa diulang tahun depan? Belum tentu. Ibarat seseorang membeli mobil bekas dengan harga murah, lalu berkata kepada keluarga, “Saya untung ratusan juta,” padahal mobilnya belum dijual kembali dan uangnya belum ada di tangan.

$BSBK lebih ekstrem lagi. Tahun ini, laba mereka melonjak 783% menjadi Rp349 miliar, membuat banyak investor terkesima. Tapi 77% dari angka tersebut—Rp270 miliar—berasal dari revaluasi properti. Artinya, perusahaan menilai sendiri propertinya telah meningkat nilainya, dan langsung mencatat selisihnya sebagai laba. Proyek belum berjalan, properti belum dijual, dana belum diterima, tetapi laporan sudah tampak mengilap. Kas mereka hanya Rp18 miliar, sementara utang jangka pendek mencapai Rp156 miliar. Itu seperti seseorang yang mengaku kaya karena nilai rumahnya naik di brosur, namun saat ditanya rekening tabungan, hanya bisa menunjukkan struk parkir.

Di sisi lain, ada $PWON—anak baik dari dunia properti. Tanpa revaluasi, tanpa bargain purchase, tanpa akrobat akuntansi. Semua laba sebesar Rp2,07 triliun berasal dari aktivitas nyata: sewa pusat perbelanjaan, hotel, dan penjualan unit properti. Arus kas dari operasi mencapai Rp3,35 triliun, free cash flow Rp1,95 triliun, dan kas bersih Rp2,7 triliun. PWON adalah perusahaan yang tidak banyak bicara tetapi memiliki kekuatan finansial yang nyata. Bila perusahaan lain itu influencer penuh filter, PWON ibarat kepala keluarga yang tidak pamer tetapi selalu bisa membiayai seluruh kampung saat lebaran.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kembali ke APLN. Ya, laba bersihnya memang turun. Tapi justru itulah bukti bahwa kini mereka sudah tidak lagi bergantung pada angka artifisial. Mereka membangun proyek, menyerahkan unit, mencatat pendapatan ketika sudah ada serah terima, dan menghasilkan arus kas dari bisnis inti. Mereka melunasi utang, memperkuat kas, dan merampingkan beban. Tidak lagi mencolok, tetapi semakin dapat dipercaya. Laporan keuangan mereka kini bisa dibaca dengan tenang, tanpa harus mempertanyakan apakah angka-angka itu benar-benar mencerminkan kas di tangan.

Apakah BSDE dan BSBK bisa menyusul langkah APLN? Secara teknis, bisa saja. Namun untuk itu mereka harus rela kehilangan “keindahan semu” di laporan laba rugi mereka. Harus siap melihat laba anjlok ketika efek doping akuntansi dicabut. Dan harus mulai menata ulang strategi agar benar-benar menghasilkan uang dari bisnis inti, bukan dari kreativitas pencatatan. Bila mereka siap, mereka pun bisa seperti APLN—mantan preman yang kini mulai jadi pengusaha serius. Tapi jika tidak, laporan tahun depan bisa jadi berubah dari cerita sukses menjadi drama koreksi. Sementara APLN, dengan segala kerendahan hatinya, mungkin tidak bersinar terang, tapi pelan-pelan sedang menancapkan fondasi yang jauh lebih kuat.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/10

testestestestestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

ngimpi property naik ? ya pasti turun lagi lah haha
$BSDE $SMDM $PWON

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

HAKA $PWON AH 😁

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PWON

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PWON 320 ambil dl abis ituu.....

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Perbedaan Saham Properti Dalam Mengakui Laba: $PWON vs $BSDE vs $BSBK

Lanjutan dari postingan sebelumnya tentang laba BSDE di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Kalau kita amati laporan keuangan tiga perusahaan properti—BSDE, BSBK, dan PWON—kita serasa lagi lihat tiga gaya main yang beda total. Semuanya memang berhasil mencetak laba, semuanya sah menurut PSAK, tapi cara mereka mencetaknya menunjukkan beda filosofi. Ada yang realistis dan jalan lurus seperti PWON, ada yang penuh trik akuntansi lewat diskonan akuisisi seperti BSDE, dan ada pula yang secara terang-terangan mengandalkan angka appraisal properti seperti BSBK. Dan dari ketiganya, kalau ditanya siapa yang paling ekstrem dalam hal “laba akuntansi yang bukan berasal dari uang nyata”, jawabannya mungkin BSBK yang paling ekstrem. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kita mulai dari yang tengah-tengah dulu, BSDE. Tahun 2024, BSDE sukses membukukan laba bersih Rp 4,92 triliun, tapi ternyata Rp 1,55 triliun atau 31,5% dari itu berasal dari bargain purchase—akibat akuisisi SMDM dengan harga miring. Karena BSDE beli perusahaan di bawah nilai buku (PBV < 1), PSAK 22 memperbolehkan selisih itu langsung diakui sebagai laba. Tapi ingat, ini bukan laba operasional, bukan hasil jual properti, dan yang pasti, tidak menghasilkan kas. Ini murni “bonus angka” karena beli murah. Memang transaksi real terjadi, tapi efeknya hanya satu kali, tidak berulang, dan gak bisa dipakai bayar utang atau dividen. Ibaratnya, BSDE sukses tawar rumah murah, lalu bilang ke semua orang: “Saya untung miliaran,” padahal belum ada duit masuk. Tahun depan? Ya lihat dulu, dapat diskonan lagi atau enggak.

Lalu kita geser ke sisi paling ekstrem: BSBK. Perusahaan ini mencatat laba Rp 349,58 miliar, dan 77% dari itu—Rp 270,58 miliar—datang dari revaluasi properti investasi. Jadi bukan dari jualan, bukan dari sewa, bukan juga dari akuisisi. Tapi karena tanah dan bangunan yang mereka miliki dinilai lebih tinggi oleh appraisal, maka nilai wajar properti naik, lalu langsung dicatat sebagai laba. Realitasnya? Properti itu tetap nganggur, belum tentu laku dijual, dan uangnya jelas belum ada. Tapi laporan keuangannya terlihat luar biasa. Itulah mengapa BSBK adalah contoh paling ekstrem dari “laba akuntansi tanpa kas”. Kas mereka cuma Rp 18,7 miliar, sementara utang jangka pendek Rp 156 miliar. Ini seperti orang ngaku tajir karena rumahnya naik harga di OLX, tapi saldo rekeningnya cuma cukup buat makan seminggu. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Di sisi seberangnya, ada PWON. Perusahaan ini mencatat laba bersih induk Rp 2,07 triliun, yang seluruhnya berasal dari kegiatan nyata: sewa mal, hotel, penjualan properti. Gak ada revaluasi, gak ada bargain purchase, dan yang lebih penting, gak ada ilusi akuntansi. Bahkan mereka pakai model biaya historis, bukan model nilai wajar. Laporan keuangannya sederhana tapi jujur. Dan yang bikin tambah respect, arus kas operasional mereka tembus Rp 3,35 triliun, lebih tinggi dari laba. Free cash flow Rp 1,95 triliun, setara 94% dari laba induk. Jadi, gak ada cerita “laba gede tapi duitnya entah ke mana”. Kalau mau dibagi dividen, kas-nya ada. Kalau mau ekspansi, bisa. Utang juga aman, karena mereka punya net cash Rp 2,7 triliun.

Jadi, di satu sisi, kamu punya PWON, yang setiap rupiah labanya dicetak dari bisnis nyata dan didukung oleh uang tunai. Di sisi lain, ada BSDE, yang tahun ini untung besar karena berhasil beli murah sekali, tapi efeknya tidak berulang dan tidak menghasilkan cash. Dan di ujung ekstrem, ada BSBK, yang kelihatan untung besar karena menaikkan nilai tanah dan gedung, tapi kasnya hampir kosong dan operasionalnya pas-pasan.

Secara kualitas laba dapat kita simpulkan bahwa:

PWON = Laba nyata, kas nyata, arus kas kuat

BSDE = Laba akuntansi dari akuisisi murah, satu kali, tidak recurring

BSBK = Laba revaluasi aset, 100% di atas kertas, paling ekstrem

Buat investor yang ingin kepastian bahwa angka laba itu bisa dipakai buat bayar utang, bagi dividen, dan ekspansi bisnis tanpa gali lubang tutup lubang, PWON jelas menang telak. Karena dalam dunia saham, yang dicari bukan sekadar angka indah di laporan, tapi bisnis yang benar-benar bisa menghasilkan uang. Dan dari ketiga nama ini, hanya satu yang tidak butuh sulap akuntansi untuk tampil baik. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...
2013-2025 Stockbit ¡About¡ContactHelp¡House Rules¡Terms¡Privacy