


Volume
Avg volume
PT Pakuwon Jati Tbk merupakan perusahaan properti pertama yang mencatatkan sahamnya di bursa. Perusahaan yang mempunyai usaha pengembangan dan pembangunan superblok, retail, kantor, kondominium, dan hotel yang terintegrasi ini mempunyai pusat kegiatan di Jakarta. Selain itu perusahaan juga mengelola pusat perbelanjaan besar di Jakarta seperti Gandaria City Superblock, Tunjungan City Superblock, dan Superblok Kota Kasablanka.
be careful $LAJU sejak 26sep tp1 done +30% lebih dari cukup. (tp1 97 dikasihnya malah di94 mwuehehe, tp2 120) be careful. semoga cuan all. req emiten wat ku analisa
random tag $BELL $PWON
1/2


$PWON
TF 1D
SUPERTREND ,MACD , MFI ,ROC ,PARABOLIC SAR ,AROON POSITIF SEMUA TINGGAL STOK RSI NEGATIF DOMINAN PENJUAL , HARGA DIATAS MA 10
DYOR klo salah koreksi
1/2


$PWON guys,
gara2 anak Menkeu call call PWON ini, banyak yang nyangkut pucuk derita di 400an wkwk, tapi saya sebagai pemilik saham dengan fundamental kuat ini,
yakin dengan hasil dikemudian hari, turunnya harga emiten bukan berarti perusahaan akan bangkrut guys wkwk
dan sebagian orang tau, saya tau bahwa anak Kemenkeu berani bertaruh dalam 9 bulan jika emiten ini tidak menyentuh avg 500, dia berani memasang taruhan $4000 bagi yang berani bertaruh guys, yang berminat call IG nya aja wkwk.
tapi kekuatan fundamental PWON bluechip ini tidak perlu dipungkiri, kemungkinan dia akan gap up sudah dekat.GAK PERLU NUNGGU 9 BULAN KEK EMAK2 BUNTING MAU LAHIRAN WKWKW
kalian tau bahwa pak purbaya yakin dengan MATA UANG Rupiah kita bahwa dalam dua minggu akan menguat ? disaat itu terjadi PWON akan ikut menguat juga. biarkan waktu yang menjawab semuanya, dan bagi yang pucuk jika ada modal lebih baik lakukan avg down karena banyak bandar juga nyangkut di avg 400an, tapi mereka tenang karena bisa avg down. 380 adalah harga diskon saat ini setelah tren up kemarin.

$PWON AK sudah mulai masuk , kalau kedepannya tiba2 turun karena AK ngelepas itu tidak perlu panik ya guys
rekomendasi 3 properti undervalue:
1. $CTRA
2. $BSDE
3. $PWON
diemin 1 bulan, klo ga naik cabut, pindah ke CTRA, karena gw tim CTRA, kenapa? karena paling undervalue, lapkeu bagus, dan yg paling penting asing akum banyak terus, maka harus dicurigai, jangan sampai telat masuk kayak di BIPI 🙊

"mending jadi pebisnis yang turun ke lapangan atau langsung jadi investor yang duduk manis terima dividen?"
Ini menarik, Mas. Karena banyak orang sekarang itu pengennya lompat pagar. Belum punya fondasi, sudah mau gaya-gayaan jadi full-time investor.
Kalau kamu tanya mana yang lebih enak, jawabannya tergantung isi dompet dan mentalmu. Tapi ada satu hukum alam yang nggak bisa kamu bantah: Kalau mau jadi investor, ya kamu harus punya modal!
Terus modalnya dari mana? Ya dari bisnis atau pekerjaan produktifmu!
Banyak orang salah kaprah, kemakan omongan influencer kemarin sore. Katanya, "Bikin uang bekerja untukmu." Lha, kalau uangnya cuma receh, mau disuruh kerja sampai tipes pun hasilnya nggak akan seberapa. Investasi itu adalah permainan skala. Semakin besar modal yang kamu masukkan, semakin terasa hasilnya.
Nah, cara tercepat buat numpuk modal besar itu ya lewat bisnis. Bisnis itu tempat kamu cari active income yang kencang. Setelah bisnis jalan, ada sisa arus kas (cash flow), baru deh kamu lempar ke instrumen investasi. Itu urutan yang bener, Jelas toh?
Fase Pebisnis: "Membangun Mesin Uang"
Jadi pebisnis itu artinya kamu turun ke lapangan. Kamu yang bangun sistem, kamu yang cari customer, kamu yang pusing kalau karyawan minta naik gaji. Memang capek, tapi di sinilah kamu menciptakan nilai tambah.
Kelebihannya: Kamu punya kontrol penuh. Kamu bisa dapet cashflow yang kencang kalau bisnismu jalan.
Tujuannya: Mengumpulkan modal sebesar-besarnya. Pebisnis sukses itu adalah "pemasok" utama dana buat investasi.
2. Fase Investor: "Mempekerjakan Uang"
Ini level di mana uang yang kamu dapat dari bisnis tadi, kamu suruh kerja. Kamu nggak perlu lagi bangun jam 5 pagi buat cek stok barang. Kamu tinggal taruh modal di perusahaan yang sudah matang atau instrumen lain, lalu duduk manis nunggu dividen atau capital gain.
Kelebihannya: Waktumu merdeka. Kamu punya kebebasan yang nggak dimiliki pebisnis operasional.
Syaratnya: Kamu harus punya modal besar dan mental baja. Kalau modalmu cuma hasil pinjol, itu bukan investasi, tapi bunuh diri.
Banyak anak muda sekarang salah kaprah. Belum punya penghasilan tetap, eh nekat main saham pakai uang SPP atau uang pinjol. Itu namanya bukan investasi, tapi judi gaya baru.
Pola yang bener itu kebanyakan begini:
Bekerja/Berbisnis: Cari uang sebanyak-banyaknya secara aktif. Fokus ke active income.
Akumulasi Modal: Jangan semua hasil bisnis dipakai buat beli mobil baru atau pamer di medsos. Sisihkan buat modal investasi.
Investasi: Begitu modal sudah terkumpul banyak, baru mulai masuk ke dunia investasi secara serius.
Jadi kalau ditanya "enakan mana?" Kalau bisa dua dua nya ngapain milih satu? Jadilah pebisnis yang sukses supaya bisa jadi investor yang santai. Bisnis itu cara kamu get rich (jadi kaya), sedangkan investasi itu cara kamu stay rich (tetap kaya).
Jangan dibalik! Jangan maksa jadi investor pakai uang dapur, yang ada malah jadi beban hidup dan pikiran nggak jernih, investasimu juga amsyat karena kamu nggak tenang bawaannya pengen narik duit terus (panic selling).
Kuasai dulu cara nyari duit di lapangan (bisnis, pekerjaan), baru pelajari cara jaga duit di pasar modal atau instrumen lainnya. Paham, toh?
random tag:$SOCI $PWON $GWSA
$PWON proyek ikn di kebut nih, harus 50% selesai hunian layak huni, ayo pwon https://cutt.ly/GtkCFQwh
SCALPING $PWON (384)
RENCANA ENTRY & EXIT
Entry Buy (376 – 392)
Take Profit 1 (TP1) 398
Take Profit 2 (TP2) 410
Zona Stoploss (< 368)
RISK : REWARD (DETAIL)
Asumsi Entry Ideal (384)
Risiko (Risk)
Entry 384 → Stoploss 368
Risiko = 16 poin
Reward TP1
398 – 384 = 14 poin
Risk : Reward TP1 = 1 : 0.9
Reward TP2
410 – 384 = 26 poin
Risk : Reward TP2 = 1 : 1.6
AYO REQUEST SAHAM https://bit.ly/m/grupsaham
Catatan Risk : Reward
- Minimal ambil TP1, jangan serakah
- TP2 hanya jika volume & momentum mendukung
- Jika TP1 tercapai, stoploss digeser ke BEP
Catatan Tambahan
- Scalping berhasil dari disiplin, bukan nekat
- Stoploss wajib dan tidak boleh digeser turun
- Tidak ada sinyal → tidak entry
- Fokus konsistensi, bukan sekali besar
Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$CBRE $COWL
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
$PWON $BSDE $CTRA Kalau baca Market Cap, Revenue anual, free float mirip mirip. Tapi knp Pwon paling kecil harga sahamnya.
Layak ga sih pasar menghargai setara mereka bertiga ini?
Fenomena "Suhu" Karbitan: Ketika Ego Pemula Lebih Tinggi dari IHSG
Dunia pasar modal kita belakangan ini semakin meriah. Gelombang investor ritel baru terus berdatangan, membawa semangat segar yang patut diapresiasi. Namun, di balik keramaian ini, muncul sebuah fenomena sosial yang cukup menggelitik: lahirnya para "Suhu" dadakan yang seolah lulusan akselerasi dari "Akademi YouTube".
Mereka adalah pendatang baru yang baru seumur jagung membuka rekening dana nasabah (RDN), namun tingkah polahnya di berbagai forum saham seringkali melebihi para veteran yang sudah puluhan tahun malang melintang di bursa.
Sindrom Garis Imajiner
Salah satu ciri paling mencolok dari fenomena ini adalah kepercayaan diri yang overdosis terhadap kemampuan teknikal dasar. Berbekal kemampuan menggunakan fitur drawing tool di aplikasi sekuritas, banyak pemula yang merasa telah menemukan "Cawan Suci" pergerakan harga.
Mereka menarik garis lurus dari titik A ke titik B, melabelinya sebagai "Support Beton" atau "Resistance Kuat", lalu meyakininya sebagai titah mutlak yang wajib dipatuhi oleh pasar. Masalah timbul ketika harga bergerak tidak sesuai dengan garis-garis imajiner tersebut. Bukannya melakukan introspeksi atau evaluasi ulang, mereka justru marah.
Forum-forum menjadi tempat pelampiasan. Mereka menyalahkan market maker (bandar), menyalahkan berita ekonomi, bahkan menyerang investor lain yang memiliki pandangan berbeda. Padahal, pasar tidak pernah peduli seberapa rapi seseorang menggambar segitiga simetris atau Fibonacci Retracement. Di balik pergerakan candlestick, terdapat kompleksitas ekonomi makro, psikologi massa, dan arus dana raksasa yang tidak bisa disederhanakan hanya dengan sebatang penggaris digital.
Detektif Kode Broker Setengah Matang
Selain para seniman garis, fenomena ini juga diramaikan oleh para pengamat kode broker yang merasa dirinya detektif ulung. Hanya dengan melihat sekilas ringkasan broker (broksum), mereka dengan lantang berteriak tentang "akumulasi" dan "distribusi".
"Broker YP sedang akumulasi! Broker PD buang barang!"
Teriakan-teriakan ini sering terdengar seolah mereka baru saja memecahkan kode rahasia negara. Keyakinan semu ini seringkali membuat mereka menutup mata terhadap fakta bahwa bandarmology tidak sesederhana itu. Para pemain besar (Big Money) memiliki seribu satu cara untuk menyamarkan jejak, termasuk menggunakan banyak akun di sekuritas berbeda atau melakukan crossing saham untuk menciptakan ilusi volume.
Para veteran pasar modal, mereka yang sudah kenyang makan asam garam krisis '98, 2008, atau crash pandemi, biasanya hanya tersenyum simpul melihat kenaifan ini. Mereka paham bahwa apa yang tampak di permukaan running trade seringkali hanyalah panggung sandiwara untuk memancing ikan-ikan kecil yang merasa pintar.
Krisis Adab di Ruang Diskusi
Mungkin bagian yang paling memprihatinkan dari fenomena ini adalah hilangnya etika berdiskusi. Seringkali kita jumpai pemula yang begitu agresif menyerang pihak lain, bahkan dalam merespon candaan sarkas dari senior pasar modal.
Mereka gemar pamer istilah-istilah teknis yang baru dihafal semalam, menantang debat, dan menyerang personal siapa saja yang menyarankan kehati-hatian. Ironisnya, mereka tidak sadar bahwa di sekeliling mereka, para silent reader, mungkin ada "paus-paus" sunyi yang nilai portfolionya bisa membeli harga diri si pemula berkali-kali lipat.
Para investor sukses yang sesungguhnya justru cenderung tenang, tidak berisik, dan sangat terbuka terhadap kritik. Kerendahan hati mereka bukan karena lemah, melainkan karena mereka sudah pernah "dihajar" habis-habisan oleh pasar. Mereka tahu rasanya rugi besar, dan rasa sakit itulah yang mengajarkan mereka untuk selalu menunduk dan belajar.
Sebaliknya, arogansi pemula seringkali lahir dari beginner's luck, keberuntungan pemula. Cuan di satu-dua saham gorengan saat pasar sedang bullish sering disalahartikan sebagai skill tingkat dewa.
Penutup: Pasar Adalah Guru Paling Jujur
Pasar modal pada akhirnya adalah mekanisme transfer kekayaan dari mereka yang tidak sabar dan arogan, kepada mereka yang sabar dan rendah hati.
Tidak ada yang salah dengan menjadi pemula. Semua ahli dulunya adalah pemula. Yang salah adalah ketika gelas yang seharusnya kosong untuk diisi ilmu, justru ditutup rapat oleh ego yang meluap-luap.
Mari kita biarkan waktu dan pasar yang memberikan pelajaran. Karena di bursa saham, portofolio hijau yang konsisten dalam jangka panjang adalah satu-satunya argumen yang valid, bukan seberapa keras seseorang berteriak di kolom komentar.
Random tag : $CTRA $SMRA $PWON