344

+4

(1.18%)

Today

29.8 M

Volume

49.19 M

Avg volume

Company Background

PT Pakuwon Jati Tbk merupakan perusahaan properti pertama yang mencatatkan sahamnya di bursa. Perusahaan yang mempunyai usaha pengembangan dan pembangunan superblok, retail, kantor, kondominium, dan hotel yang terintegrasi ini mempunyai pusat kegiatan di Jakarta. Selain itu perusahaan juga mengelola pusat perbelanjaan besar di Jakarta seperti Gandaria City Superblock, Tunjungan City Superblock, dan Superblok Kota Kasablanka.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$JRPT $PWON $CTRA
assalamualaikum wr. wb
Halo Para Investor Di Stockbit,
Saya adalah mahasiswa S1 dari IAI SYAICHONA MOHAMMAD CHOLIL BANGKALAN yang sedang menyusun skripsi dengan judul “Pengaruh Analisis Fundamental terhadap Minat Investasi Saham Syariah di Stockbit."

Saya memohon kesediaan Anda untuk meluangkan waktu ±4 menit untuk mengisi kuesioner ini. Seluruh jawaban akan dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk keperluan akademik.
Partisipasi Anda sangat berarti dalam membantu kelancaran penelitian ini. Terima kasih atas perhatian dan bantuannya. 🙏

https://cutt.ly/wthwRZ1P

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PWON
what it mean brooklyn

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Memasuki 2026, emiten-emiten sektor properti dinilai masih menyimpan peluang pertumbuhan. Optimisme tersebut salah satunya dinilai dari kinerja saham sektor ini sepanjang 2025. Indeks sektor properti tercatat naik 53,40% sepanjang tahun lalu, dari posisi 764,62 poin pada 2 Januari 2025 menjadi 1.172...

katadata.co.id

katadata.co.id

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Berbagai Jenis Sengketa Perusahaan Properti di IHSG

Saham properti itu sangat rawan sengketa. Aset utamanya tanah, dan tanah itu bukan sekadar angka di neraca, tapi dokumen, batas, sejarah, dan kadang konflik sosial. Di sektor lain, barang bisa dipindah, tapi tanah tidak bisa kabur, jadi kalau ada masalah, masalahnya ikut menetap. Banyak investor jatuh cinta pada cerita land bank besar, padahal land bank besar yang statusnya berisik itu bukan harta, itu tiket masuk ke ruang sidang. Sengketa juga tidak selalu berarti perusahaan jelek, tapi selalu berarti ada waktu, biaya, dan ketidakpastian yang harus dibayar. Yang sering menipu itu begini, laporan laba rugi terlihat rapi, tapi di belakang layar ada gugatan yang bisa mengunci proyek bertahun-tahun. Ada juga kasus yang sudah menang inkracht, tapi tetap menyisakan pekerjaan administratif yang membuat uangnya belum bisa langsung dipanen. Jadi membahas properti tanpa membahas sengketa itu seperti menilai kapal tanpa melihat cuaca dan rute badai. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Klaster pertama adalah sengketa lahan dan perizinan, ini yang paling klasik dan paling menentukan nasib proyek. APLN dan DILD sama-sama punya cerita reklamasi, mirip karena lawannya kebijakan pemerintah daerah, beda karena hasilnya dan posisi tawarnya. Di APLN, Pulau I dan Pulau F sudah kena putusan Mahkamah Agung yang menolak upaya hukum utama, lalu yang tersisa adalah jalur luar biasa atau administrasi, ujungnya peluang makin tipis dan waktunya makin panjang. Di DILD, Pulau H justru menang sampai PK, jadi pijakan hukumnya lebih kokoh dan risiko kehilangan izin jauh lebih kecil, walau tetap butuh eksekusi administratif yang rapi agar manfaat ekonominya benar-benar terasa. BKSL juga masuk klaster lahan, tapi bentuknya dua lapis, konflik dengan masyarakat Bojong Koneng dan Cijayanti yang sedang diredam lewat kesepakatan damai dan tim IP4T, plus tumpang-tindih sekitar 340 hektar dengan Satgas BLBI. Ini mirip sama sengketa lahan lain karena sama-sama soal kepastian tanah, tapi beda karena ada elemen aset sitaan negara, sehingga titik beratnya bukan sekadar menang-kalah perdata, melainkan klarifikasi dokumen dan pengukuran bersama yang bisa menentukan seberapa cepat lahan itu bisa benar-benar dimonetisasi.

Klaster kedua adalah sengketa kontrak proyek, wanprestasi, dan perdata komersial, ini biasanya bukan soal tanah hilang, tapi soal uang, denda, dan kontrol proyek. CTRA melalui entitas anaknya punya paket perkara kompleks melawan PT Sumur Rejeki dan menarik karena ada dua tahap yang saling nyambung. Pertama, CTRA menang inkracht di PK dengan ganti rugi material Rp326,4 miliar, ini tipe kasus yang enak dilihat karena perusahaan sudah pegang putusan tetap dan angka klaimnya jelas. Kedua, karena belum dibayar, CTRA lanjut dengan PKPU terhadap pihak lawan, jadi arahnya bukan lagi debat benar salah, tapi memaksa penyelesaian pembayaran. SSIA juga contoh kontrak proyek, namun nuansanya beda karena ada yang berakhir damai, sengketa denda progres Rp84,6 miliar diselesaikan di luar pengadilan, biasanya sinyal perusahaan memilih kepastian dan kecepatan dibanding drama hukum panjang. NIRO lewat entitas anaknya juga punya sengketa penagihan dan area parkir mall, bobot risikonya lebih operasional, berpotensi mengganggu cashflow sewa dan hubungan tenant, bukan mengguncang land bank. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Klaster ketiga adalah sengketa pajak dan pemeriksaan pajak, ini sering dianggap sepele padahal dampaknya bisa langsung ke kas. BEST dan ASRI memberi contoh yang mirip dan relatif menenangkan, banding dikabulkan sebagian atau seluruhnya, lalu ada pengembalian pajak yang benar-benar masuk, sehingga efeknya terasa sebagai cash inflow dan beban masa depan lebih ringan. Di BEST juga ada tagihan pajak entitas anak Rp21,9 miliar yang masih banding, ini beda karena masih menggantung, jadi investor harus memperlakukan sebagai risiko yang belum selesai. KIJA juga punya pola serupa, menang PK untuk PPh Pasal 26 tahun 2018, tapi masih ada sengketa lain di entitas anak untuk tahun 2021 sampai 2023, jadi kemenangan satu tahun pajak tidak otomatis menghapus risiko tahun lain. PANI dan BKS masih tahap pemeriksaan, levelnya beda karena belum ada ketetapan final, tapi tetap menyisakan potensi kejutan SKPKB atau koreksi yang bisa mengubah proyeksi kas. DCP yang tercatat diperiksa untuk 2020 sampai 2021 juga sejenis dengan PANI dan BKS, sinyalnya bukan kalah, tapi ada ketidakpastian yang belum dikunci.

Klaster keempat adalah PKPU dan restrukturisasi utang, ini bukan sengketa tanah, tapi sengketa napas perusahaan. BKSL punya sejarah PKPU yang sudah damai lewat homologasi 9 Maret 2021, ini sejalur dengan PPRO yang PKPU-nya berakhir lewat homologasi 17 Februari 2025, dan juga sejalur dengan kasus di BIKA serta SATU yang menekankan penyelesaian kewajiban sesuai putusan. Konsekuensinya jelas, perusahaan yang sudah homologasi biasanya mendapat ruang gerak baru, tetapi investor tetap harus menilai apakah skema perdamaian itu realistis dijalankan, karena homologasi itu garis start baru, bukan garis finish. EMDE menarik karena ada gugatan pembatalan homologasi oleh konsumen yang akhirnya ditolak sampai kasasi, yang berarti kerangka restrukturisasi berhasil dipertahankan dan tidak runtuh di tengah jalan.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Klaster kelima adalah isu administratif dan kepatuhan pasar modal, ini sering dilupakan karena bukan perkara tanah, tapi bisa membekukan likuiditas saham. PLIN kena isu free float, denda Rp85 juta, lalu saham disuspensi sejak 31 Januari 2025. Dampaknya bagi investor bukan soal laba rugi proyek, tapi risiko teknis perdagangan saham dan risiko ekstrem delisting kalau suspensinya panjang. Ini beda total dari sengketa lahan, karena asetnya tidak sedang diperebutkan, yang dipertaruhkan adalah status pencatatan saham dan akses investor untuk keluar masuk.

Klaster keenam adalah sengketa yang bercampur pidana, tata usaha negara, dan eksekusi aset, ini biasanya paling menguras energi manajemen. DILD punya cerita penyitaan aset anak usaha PLU sekitar 42.000 m2 terkait kasus pihak-ketiga, gugatan perlawanan ditolak lalu banding, sehingga ada risiko aset terkunci atau berpindah, walau perusahaan bukan pelaku utama kasus. SMRA punya kasus IMB apartemen yang berujung pidana suap dan sudah inkracht, efek sampingnya bukan hanya uang, tapi reputasi dan tata kelola. MDLN punya pelaporan pidana dengan pihak yang statusnya DPO, ini memberi gambaran sengketa tanah bisa masuk wilayah penegakan hukum dan memanjang karena bergantung proses aparat.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Banyak sengketa yang mirip karena sumber risikonya sama, misalnya sama-sama lahan, sama-sama pajak, sama-sama PKPU, karena pola dampaknya ke bisnis biasanya searah. Bedanya terlihat dari lawan dan tahap hukumnya, sengketa melawan otoritas atau terkait aset sitaan negara biasanya lebih rumit dibanding sengketa antar swasta, sengketa yang sudah inkracht beda kelas dengan yang masih kasasi atau PK, dan pemeriksaan pajak beda kelas dengan sengketa pajak yang sudah ada putusan pengadilan. Ujungnya tetap tiga pertanyaan praktis, kapan proyek bisa jalan, seberapa besar kas bisa keluar, dan seberapa pasti angka di laporan keuangan benar-benar bisa diwujudkan jadi uang.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$PWON $PANI $BKSL

Read more...

1/8

testestestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PWON udah mulai gerak!! jangan sampai ketinggalan!!

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PWON

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Ketika Bandar Saham Dapat Ijazah dari Pasar Pramuka

Bandar saham yang memiliki jam terbang tinggi dan punya skill mumpuni akan mampu bikin terbang saham seperti $BKSL dan $DADA meskipun secara laba dan revenue biasa saja. Sedangkan bandar saham yang tidak punya skill maka sahamnya akan nyungsep dan Sideways lama meskipun perusahaan itu adalah perusahaan properti dengan laba terbesar di IHSG yaitu $PWON. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Di IHSG itu, bandar adalah kunci utama naik turunnya harga saham, bukan fundamental. Ini fakta. 😌

Tapi sebagai investor yang nyangkut, apakah harus menyerah ketika menghadapi fakta ini? 🤔
Kalau langsung menyerah maka itu sama saja mengaku kalah sama nasib. Hidup yang tidak dipertaruhkan tidak akan dimenangkan. Nyangkut yang tidak bisa dipertahankan itu artinya udah cutloss. 😌

1️⃣ 🎭 Harga vs kualitas bisnis
🟢 BKSL dan DADA terbang kencang setahun terakhir
🔻 PWON malah nyungsep
🧠 Harga bisa lari karena arus dana dan cerita, sementara kualitas bisnis biasanya naiknya pelan tapi konsisten

2️⃣ PWON perusahaan tua, BKSL juga sudah tua. DADA aja yang masih muda.

🏗️ Skala bisnis 9M 2025, ini beda kelas
3️⃣ 💰 Revenue
👑 PWON Rp5,11 triliun
🏗️ BKSL Rp836,97 miliar
🧪 DADA Rp9,05 miliar
📌 Arti perbandingannya
PWON itu kapal induk
BKSL itu kapal sedang
DADA itu perahu kecil
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

4️⃣ 🏆 Laba bersih induk
💎 PWON Rp1,72 triliun
🙂 BKSL Rp71,94 miliar
🙂 DADA Rp0,85 miliar
📌 PWON bukan cuma besar, tapi benar-benar menghasilkan uang nyata jauh lebih tebal

👥 Skala organisasi, siapa yang beneran operasi besar
5️⃣ 🧑‍🤝‍🧑 Jumlah karyawan
🏢 PWON 3.274 orang
🏘️ BKSL 353 orang
🧍 DADA 16 orang
📌 PWON menjalankan ekosistem operasional besar, biasanya ada recurring yang harus dijaga tiap hari

⚙️ Produktivitas, omzet per orang itu bukan garis finish
6️⃣ 📈 Revenue per karyawan
🟦 PWON Rp1,56 miliar per orang
🟩 BKSL Rp2,37 miliar per orang
🟥 DADA Rp0,56 miliar per orang
📌 BKSL terlihat lebih kencang di omzet per kepala
Tapi omzet tinggi tidak otomatis jadi laba tinggi
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

7️⃣ 🧠 Laba per karyawan
🥇 PWON Rp527,34 juta per orang
🥈 BKSL Rp203,81 juta per orang
🥉 DADA Rp53,43 juta per orang
📌 PWON paling jago mengubah omzet jadi laba
Ini biasanya tanda margin lebih tebal dan struktur biaya lebih rapi

🧱 Risiko napas bisnis, utang per kepala itu penentu saat siklus jelek
8️⃣ ⚠️ Total debt per karyawan
✅ PWON Rp1,69 miliar per orang
⚠️ BKSL Rp8,48 miliar per orang
🚨 DADA Rp18,15 miliar per orang
📌 PWON paling ringan bebannya
DADA paling berat, ruang geraknya sempit kalau cashflow seret

🌍 Efisiensi land bank, siapa yang paling tajam mengubah tanah jadi uang
9️⃣ 🗺️ Laba per m2 lahan
💰 PWON Rp443.742 per m2
📍 Lahan belum dikembangkan 3,89 juta m2
💤 BKSL Rp486 per m2
📍 Lahan pengembangan 147,85 juta m2
🧩 DADA Rp15.325 per m2
📍 Lahan teridentifikasi 55.788 m2
PWON menang telak karena lahan lebih terbatas tapi nilai ekstraksi labanya tinggi
BKSL lahannya raksasa tapi hasil per meter masih kecil, lebih mirip opsi masa depan
DADA ada laba, tapi skalanya kecil dan beban per orang berat
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

🧲 Kenapa harga bisa beda planet walau satu sektor
🔟 🎢 Cara pasar membaca cerita
🌟 BKSL dan DADA bisa naik karena pasar membeli harapan perubahan cerita
🧱 PWON bisa turun karena pasar sedang kurang menghargai emiten besar yang jalannya stabil tapi tidak heboh

1️⃣1️⃣ 🧮 Ringkasan
🏆 PWON tetap paling dominan di skala revenue
💎 PWON tetap paling tebal laba absolut
🥇 PWON tetap tertinggi laba per karyawan
🧠 PWON tetap paling efisien laba per m2
✅ PWON tetap paling ringan utang per kepala

Tinggal pilih mau cinta Nyangkut vs Cinta Cutloss

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/10

testestestestestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Bos Asuransi Wanaarta yang Rampok Duit Nasabah Pakai Goreng saham BEKS Sudah Tinggal di Properti Hollywood Tapi $PWON Tetap Nyungsep

Dalam setahun terakhir $BKSL dan $DADA itu sudah terbang meroket ke bulan sedangkan PWON malah nyungsep. Padahal mereka sama-sama sektor properti, tapi pasar memperlakukan mereka seperti beda planet. Ini momen yang sering bikin investor salah fokus, karena harga bergerak cepat, sementara kualitas bisnis bergerak pelan tapi konsisten. Kalau investor cuma melihat chart harga saham, orang bisa menyangka BKSL dan DADA adalah raja baru properti dunia akhirat karena harga sahamnya sudah terbang ke langit, lalu PWON terlihat seolah-olah seperti perusahaan yang gagal dan tinggal tunggu waktu untuk bangkrut karena harganya nyungsep terus. Padahal kalau dibedah pakai angka, PWON itu mesin laba yang skala dan efisiensinya jauh di atas dua nama tadi. Jadi pertanyaannya bukan siapa yang paling heboh di bursa, tapi siapa yang paling kuat mengubah aset jadi uang nyata. Dan di sektor properti, selisih kualitas itu biasanya baru terasa saat siklus berganti. Jadi mari cek faktanya, bukan vibes. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Di laporan keuangan 2025, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) bermain di kelas yang berbeda dari PT Sentul City Tbk (BKSL) dan PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA, saya singkat DCP). Revenue PWON Rp5,11 triliun, sementara BKSL Rp836,97 miliar, dan DCP Rp9,05 miliar. Dari sisi laba bersih induk, PWON Rp1,72 triliun, BKSL Rp71,94 miliar, dan DCP Rp0,85 miliar. Dari sini saja terlihat, PWON itu bukan sekadar lebih besar, tapi skalanya sudah seperti kapal induk, sedangkan BKSL kapal sedang, DCP perahu kecil. Jumlah karyawannya mengunci cerita ini, PWON 3.274 orang, BKSL 353 orang, DCP 16 orang. Artinya PWON bukan cuma jualan proyek, tapi mengoperasikan ekosistem yang butuh manpower besar untuk menjaga mesin recurring tetap hidup.

Kalau investor mau melihat produktivitas organisasi, angka per karyawan itu tajam. Revenue per karyawan PWON Rp1,56 miliar, BKSL Rp2,37 miliar, DCP Rp0,56 miliar. Sekilas BKSL terlihat lebih produktif di omzet per orang, tapi ujian sebenarnya ada di laba per orang. Laba induk per karyawan PWON Rp527,34 juta, BKSL Rp203,81 juta, DCP Rp53,43 juta. Ini poin yang sering luput, PWON mungkin tidak memeras revenue per orang setinggi BKSL, tapi PWON jauh lebih jago mengubah omzet menjadi laba bersih. Itu biasanya berarti margin lebih tebal, pricing power lebih kuat, dan struktur biaya yang lebih disiplin. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Sekarang masuk ke sisi beban utang per kepala, karena ini menentukan seberapa berat napas bisnis saat bunga tinggi atau siklus melambat. Total debt per karyawan PWON Rp1,69 miliar, BKSL Rp8,48 miliar, dan DCP Rp18,15 miliar. Jadi yang paling ringan bebannya justru PWON, sedangkan DCP yang paling sesak karena utang per orangnya paling besar. Di level psikologi pasar, saham kecil bisa terbang karena sedikit aliran dana saja sudah mengangkat harga, tapi di level fundamental, utang per kepala yang berat itu seperti membawa ransel batu saat lomba lari, kelihatan jalan, tapi cepat atau lambat terasa juga.

Perbandingan yang paling telak ada di laba terhadap luas lahan, karena ini mengukur seberapa efektif land bank diubah jadi uang. PWON menghasilkan laba induk sekitar Rp443.742 per m2 dari lahan belum dikembangkan 3,89 juta m2. BKSL hanya sekitar Rp486 per m2 dari lahan pengembangan 147,85 juta m2. DCP sekitar Rp15.325 per m2 dari lahan yang teridentifikasi sekitar 55.788 m2. Artinya PWON itu ahli membuat lahan yang relatif lebih terbatas menjadi laba yang sangat besar, biasanya lewat produk yang lebih padat nilai dan lebih cepat berputar. BKSL itu raksasa lahan, tapi laba per meternya masih kecil sekali, jadi ceritanya lebih mirip opsi masa depan, tanahnya luas, tapi ekstraksi profitnya belum maksimal. DCP ada di kelas mikro, labanya ada, tapi skala dan beban per orang membuat ruang geraknya sempit.

Jadi kenapa bisa beda nasib di bursa dalam setahun terakhir? Karena bandarnya beda. 😌

BKSL dan DADA bisa meroket karena bandarnya jago lulusan S3 gorengan, sementara PWON bisa nyungsep karena bandarnya baru lulus SMA😌.

Tapi kalau investor kembali ke data, PWON itu tetap yang paling dominan dalam skala, paling kuat dalam laba absolut, paling tinggi laba per karyawan, dan paling efisien menghasilkan laba per meter lahan, plus beban utangnya per kepala paling ringan. BKSL dan DADA itu lebih cocok dibaca sebagai saham narasi dan opsionalitas, sedangkan PWON dibaca sebagai saham mesin laba yang sudah jalan, cuma kebetulan harganya sedang tidak disayang pasar. Perlu Upgrade skill bandar.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/10

testestestestestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PWON : lantas?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$HILL pelan" tp pasti
$PANI
$PWON

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Venezuela Sudah Dikuasai Amerika Tapi $PWON Sideways

Dalam 1 tahun terakhir PWON masih anjlok 14% ketika saham properti lain seperti $DADA dan $BKSL terbang. Bandar PWON perlu Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Ketika para juragan sawit, kayu dan Coal sudah panen gede hingga bikin bencana banjir di Sumatera, Kalimantan dan Papua maka mereka perlu tempat parkir duit cuan mereka. Bisa saja di Kripto, emas, saham atau properti atau malah bini baru? Entahlah. Diversifikasi.

PWON itu unik. Di sektor properti, banyak emiten besar itu terlihat hebat karena revenue jumbo, tapi saat dibedah, labanya tipis dan muter uangnya berat. PWON tampil beda karena tidak perlu jadi yang paling besar omzetnya untuk jadi yang paling tajam di laba. Ini ciri pengembang yang bukan cuma jualan lahan dan rumah, tapi punya mesin pendapatan berulang yang stabil dan margin tebal. Jadi kalau investor cuma melihat ranking revenue, PWON terlihat nomor sekian, padahal di sisi profit, PWON itu salah satu raja. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Dari sisi skala revenue 9M 2025, PWON mencatat Rp5,11 triliun. Angka ini memang masih di bawah beberapa raksasa seperti BSDE Rp8,76 triliun, CTRA Rp8,39 triliun, dan LPKR Rp6,50 triliun. Tapi PWON jauh lebih besar dibanding emiten yang lebih kecil seperti PANI Rp3,09 triliun, DILD Rp1,69 triliun, ASRI Rp1,65 triliun, dan MKPI Rp1,84 triliun. Artinya, PWON itu sudah masuk kelas heavyweight, hanya saja bukan pemegang rekor omzet tertinggi.

Justru yang bikin PWON kelihatan seram ada di laba bersih. Di periode yang sama, PWON mencetak laba bersih Rp2,12 triliun, lebih tinggi dari CTRA Rp1,75 triliun, BSDE Rp1,47 triliun, dan SMRA Rp1,25 triliun, padahal revenue mereka lebih besar atau setara. Ini pesan yang sangat jelas, PWON punya margin laba yang lebih tebal, dan ini biasanya lahir dari porsi recurring income yang kuat dari aset seperti mal-mal besar. Jadi di sini terlihat bedanya model bisnis. Banyak developer lain sangat tergantung siklus marketing sales, sedangkan PWON punya pilar pendapatan berulang yang bikin laba lebih tahan banting dan lebih efisien mengubah revenue menjadi profit. PANI memang mencatat laba Rp1,62 triliun dengan revenue lebih kecil Rp3,09 triliun, tapi itu lebih menggambarkan pola pertumbuhan agresif dan dinamika yang berbeda dibanding mesin stabil PWON.

Skala PWON juga kebaca dari jumlah karyawan. PWON punya 3.274 karyawan tetap per September 2025. Ini hanya kalah dari BSDE grup yang memiliki 4.173 karyawan, dan jauh lebih besar dibanding SMRA 2.687 orang, ASRI 1.894 orang, LPKR 1.775 orang, MKPI 918 orang, apalagi PANI 315 orang atau RISE 47 orang. Jumlah karyawan besar biasanya menandakan operasional yang intensif dan terintegrasi, terutama untuk mengelola aset komersial seperti pusat belanja dan hotel yang butuh manpower harian, bukan cuma proyek jual putus. Jadi PWON itu bukan sekadar developer yang selesai setelah unit laku, tapi operator ekosistem properti yang hidup setiap hari.

Di revenue, PWON bukan nomor satu, tapi tetap kelas raksasa dengan Rp5,11 triliun. Di laba, PWON justru unggul dengan Rp2,12 triliun, mengalahkan beberapa emiten yang revenue-nya lebih tinggi. Di organisasi, PWON juga heavyweight dengan 3.274 karyawan, yang mengkonfirmasi bahwa bisnisnya bukan cuma jualan proyek, tapi mengelola aset berjalan. Jadi skala PWON itu kombinasi yang jarang, tidak paling besar di omzet, tapi paling berotot di profitabilitas, dan punya mesin operasional besar yang mendukung pendapatan berulang.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/10

testestestestestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

ni emiten nyisir mu ganteng juga kagak 🗿$PWON

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Saat yang lain sibuk ngejar yang terbang, i sibuk nampungin, mumpung blon rame.... $PWON

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PWON disuruh sabar🙂‍↕️

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PWON rontok rambut pakk boss sisiran teruss 😭🤣

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PWON pada sadar g sih sekarang broker XL banyak mendominasi dan beberapa saham di buat terbang Ama broker XL.
minta komen nya dong sepuh

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PWON gak ada tanda-tanda kehidupan

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PWON

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PWON pede besok nyentuh sini deh, lanjut ke 520 nanti

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Emiten $BSDE (PT Bumi Serpong Damai Tbk) memiliki beberapa isu positif yang menarik perhatian investor. Berikut beberapa di antaranya:

- Proyek Strategis: BSDE memiliki proyek strategis seperti BSD City, Grand Wisata Cibubur, dan Grand City Balikpapan yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan.

- Struktur Keuangan Solid: BSDE memiliki struktur keuangan solid dengan net gearing rendah 0,12x.

Harga saham BSDE saat ini sekitar Rp910, dengan kapitalisasi pasar Rp18,93 triliun.

DYOR
Bukan ajakan beli
Random tag $PWON $CTRA

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PWON

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$CTRA $BSDE $PWON

Bocoran : Investor Cerdas Mulai Geser Portofolio ke 3 Sektor Saham Ini untuk 2026


Inilah 3 Sektor saham yg prediksi akan menjadi primadona ditahun 2026 ini berdasarkan rangkuman trader, AI dan sumber lainnya:

Insentif Property 2026:
https://cutt.ly/Rtga2bpY




Farmasi menjadi motor pertumbuhan 2026:
https://cutt.ly/ltga2nB6



Data Center & AI 2026:
https://cutt.ly/Htg2JcAJ

1. Property

Sektor properti di IHSG menawarkan peluang insentif besar pada 2026 melalui perpanjangan PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) 100% untuk rumah tapak dan susun hingga Rp5 miliar, berlaku sepanjang tahun. Kebijakan ini, diatur dalam PMK No.90/2025, tingkatkan daya beli kelas menengah dan efek multiplier ke konstruksi serta industri pendukung. Kombinasi dengan penurunan suku bunga BI dan program 3 juta rumah jadikan sektor ini prospektif untuk rebound cepat, terutama properti mid-high end.


Insentif Utama

PPN DTP berlaku untuk unit baru siap huni pertama kali diserahkan, dengan uang muka/cicilan setelah 1 Januari 2026 dan tanpa pindah tangan dalam 1 tahun. Fasilitas ini bisa dimanfaatkan ulang untuk unit berbeda, termasuk WNA yang memenuhi syarat kepemilikan. Estimasi 40 ribu unit/tahun terjual berkat insentif ini, dorong penjualan developer



Dampak ke Saham Properti

Saham seperti $PWON, $CTRA, dan $KIJA berpotensi untung dari peningkatan backlog dan margin, plus dukungan KUR perumahan. Mid-high segment rebound lebih cepat ketimbang subsidi, meski tantangan seperti moratorium lahan sawah dan SLIK paylater perlu dipantau.



Risiko & Strategi

Risiko utama: ketidaksinkronan regulasi pusat-daerah dan volatilitas kredit. Investor fokus emiten dengan eksposur segmen insentif, diversifikasi dengan infrastruktur terkait untuk maksimalkan peluang.




2. Farmasi :

Kinerja 2025 & Awal 2026

Indeks IDX Sector Healthcare capai 2.064,27 di akhir 2025, tapi peringkat ke-9 dari 11 sektor karena basis rendah awal tahun. Saham second liner seperti SRAJ dan CARE dorong kenaikan via aksi korporasi, tapi profitabilitas belum stabil. Awal 2026, sektor ini turun 0,87% saat IHSG naik, sinyal rotasi sementara.​

Prospek Positif 2026

Prospek jangka panjang kuat dari pertumbuhan pasien privat, farmasi stabil, dan regulasi halal; analis beri overweight untuk sektor ini. Emiten farmasi besar seperti KLBF dan SIDO menarik karena valuasi murah historis dan fundamental stabil. PYFA potensial di second liner berkat ekspansi konsisten.

Risiko & Strategi

Risiko utama: tekanan biaya medis, regulasi BPJS, volatilitas second liner, dan koreksi valuasi. Investor disarankan selektif, prioritaskan laba nyata dan efisiensi; diversifikasi dengan big caps untuk kurangi volatilitas. Pantau Q1 2026 untuk konfirmasi tren.


info lebih detail: https://cutt.ly/rtg2JxCO

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PWON

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Apakah Bisa Menjalankan Strategi Hedging Melawan Lemahnya Rupiah pada Dollar dengan Menggunakan Saham $FWCT?

Lanjutan dari postingan sebelumnya tentang saham Crossover di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Rupiah sering jadi korban ketika pasar global lagi cari aman ke Dolar Amerika Serikat (USD). Investor yang cuma pegang aset berbasis Rupiah biasanya baru sadar setelah harga barang impor naik. Masalahnya, hedging manual pakai USD atau instrumen derivatif tidak selalu praktis buat semua investor.

Di bursa saham, ada tipe emiten yang secara alami dapat angin belakang saat USD menguat. Ini bukan sulap, cuma mekanika akuntansi dan arus kas yang kebetulan pro-USD. Tetapi jangan terbuai, tidak semua yang kelihatan pro-USD benar-benar melindungi portofolio. Ada yang untung kurs di laporan, tapi bisnis intinya justru berdarah-darah. Jadi tujuan investor bukan cari cerita USD, tapi cari emiten yang USD-nya nyambung ke kas dan disiplin biaya. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

PT Wijaya Cahaya Timber Tbk (FWCT) bisa masuk kategori hedging play karena punya dua jalur eksposur.
Jalur pertama lewat core operasional, penjualan condong ke ekspor sehingga banyak tagihan dan kasnya mengalir dalam USD, sementara banyak biaya tetap dibayar dalam Rupiah.
Jalur kedua lewat jalur moneter, FWCT punya posisi aset moneter bersih USD sekitar USD 5,806 juta setara Rp96,85 miliar, artinya saat USD naik, nilai bersih aset USD itu naik dalam pembukuan Rupiah dan berpotensi jadi laba selisih kurs.

Buktinya bisa kita lihat dari laba kurs FWCT di LK 9M 2025 Rp4,70 miliar melonjak dari Rp67,4 juta. Secara intuisi, kalau kurs bergerak Rp1.000 per USD, efek kasarnya sekitar Rp5,8 miliar ke nilai posisi moneter, walau realisasi akhirnya tetap tergantung kapan revaluasi terjadi dan apakah aset USD itu dipakai atau ditahan.

Yang bikin FWCT lebih layak disebut hedge dibanding sekadar akun valas pasif adalah kualitas konversi kasnya. Penerimaan kas dari pelanggan Rp1,140 triliun hampir menempel dengan revenue Rp1,144 triliun, ini sinyal penjualan cepat jadi uang. Itu nyambung dengan days sales outstanding (DSO) sekitar 9 hari dan cash conversion cycle (CCC) di bawah 15 hari, jadi modal kerja tidak lama nyangkut.

Di sisi lain, investor tetap wajib lihat bantalan margin FWCT, karena gross profit margin (GPM) FWCT turun ke 12,1%, operating profit margin (OPM) 6,5%, net profit margin (NPM) 4,0%. Artinya USD bisa bantu laba kurs, tapi kalau cost of goods sold (COGS) lari lebih kencang, efek hedge jadi berasa kecil di laba bersih. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Perbandingannya menarik kalau disandingkan dengan emiten properti yang juga punya aset moneter neto USD positif seperti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Puradelta Lestari Tbk ($DMAS), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST), dan PT Roda Vivatex Tbk (RDTX). Pada mereka, hedge-nya lebih mirip payung neraca, kas dan deposito USD yang nilainya naik saat Rupiah melemah, tetapi mesin pendapatan intinya tetap dominan Rupiah. Jadi efeknya sering terasa sebagai penyangga laporan, bukan akselerator bisnis. FWCT beda rasa karena USD bukan cuma parkir di bank, tetapi ikut mengalir lewat ekspor dan cepat menjadi kas.

Bandingkan juga dengan emiten yang posisinya kebalikan, liabilitas moneter neto valas, seperti PT Modernland Realty Tbk (MDLN), PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA), PT Pakuwon Jati Tbk ($PWON), dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA). Untuk kelompok ini, USD menguat itu seperti bunga utang yang membesar dalam Rupiah, jadi mereka cenderung anti-hedge. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Di sektor kayu, PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk (IFII) paling mirip FWCT karena orientasi ekspor tinggi 85,7% dan juga punya posisi aset moneter USD positif, sehingga karakternya sama-sama pro-USD. Sebaliknya PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) menunjukkan jebakan klasik, punya ekspor juga, tetapi utang USD lebih dominan sehingga netonya negatif USD 20,78 juta, jadi USD menguat bisa berubah jadi pukulan.

Jadi FWCT bisa dipakai investor sebagai hedging play ketika ingin punya bagian portofolio yang cenderung terbantu saat USD menguat, karena ada kombinasi posisi moneter USD yang positif, arus kas operasi (cash flow from operations, CFO) yang nyata, dan putaran kas yang cepat.

Tetapi FWCT ini bukan hedge sempurna, karena tetap ada risiko utama yang tidak ada hubungannya dengan kurs, yaitu margin produksi, ekspansi capex yang membuat free cash flow (FCF) negatif, serta konsentrasi pelanggan ekspor. Jadi tujuan memegang FWCT untuk hedging itu bukan menghilangkan risiko Rupiah sampai nol, melainkan menambah penyeimbang saat sebagian portofolio lain justru terpukul ketika USD menguat.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/9

testestestestestestestestes

$PWON $BSDE $PANI

Banyak yang bertanya, kenapa PWON harganya seolah jalan di tempat atau cenderung tertekan belakangan ini? Kalau kita bedah, penyebab utamanya adalah kebijakan moneter global (The Fed) dan BI yang sempat menahan suku bunga di level tinggi (Higher for Longer). Kondisi ini jelas memukul psikologi pasar: bunga KPR naik, minat pembeli properti lesu, dan investor lebih memilih instrumen fixed income.

Namun, di akhir 2025 ini, saya melihat ada anomali yang menarik untuk kita jadikan peluang investasi jangka panjang.

Saya coba riset lebih dalam, apakah PWON ini cuma jago kandang di Jakarta-Surabaya, atau proyek barunya emang beneran prospek?

Pivot Suku Bunga: Angin Segar yang Belum Terhargai
Saat ini kita mulai melihat sinyal penurunan suku bunga. Secara historis, sektor properti adalah yang paling responsif terhadap penurunan bunga.

Dampaknya: Penurunan suku bunga bukan hanya meringankan cicilan konsumen (meningkatkan marketing sales), tapi juga menurunkan biaya modal (cost of fund) PWON untuk ekspansi. Pasar biasanya bereaksi terlambat (lagging), dan di sinilah celah bagi kita untuk masuk sebelum harga rebound sepenuhnya.

Riset Proyeksi Masa Depan: Mesin Baru PWON (70%)
A. Diversifikasi Luar Jawa & IKN Banyak yang belum sadar kalau PWON pelan-pelan geser dari Jakarta-Surabaya sentris.

Proyeksi IKN: PWON jadi salah satu pelopor yang bangun superblok di IKN (Pakuwon Nusantara). Walaupun hasilnya nggak bakal instan besok, tapi ini adalah aset strategis jangka panjang. Begitu PNS dan pemerintahan pindah masif, mall PWON di sana bakal jadi satu-satunya lifestyle center premium.

Semarang & Bekasi: Superblok mereka di Bekasi dan proyek baru di Semarang bakal mulai kasih kontribusi recurring income yang signifikan di 2026-2027.

B. Kekuatan Recurring Income (Gaji Tetap) Beda sama developer lain yang nafasnya tergantung jualan rumah (marketing sales), PWON punya "gaji tetap" dari tenant-tenant mall raksasa (TP, Gancit, Kokas).

Riset: Tingkat okupansi mall PWON di akhir 2025 ini sudah balik ke level 95%+. Artinya, kas perusahaan sangat tebal. Duit ini yang dipake buat ekspansi tanpa perlu utang bank yang bikin pusing pas bunga naik.

Analisa Fundamental: Secara Fundamental PWON ini lumayan bagus di Income Statement,Balance Sheet,Dan Cash flow.
Tapi masih sekitaran 10% tapi
proyeksi masa depan PWON yang bakalan bagus kemungkinan ROE ini bisa naik.

NILAI WAJAR PWON: 620
MOS 20%: 496
MOS 30%: 434
MOS 50%: 306
Tip nya kaka supaya analisa dan edukasi makin semangat hehe.

Disclaimer: Bukan ajakan beli/jual. Do your own research.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PWON Aseng Masih Semangat Jualan Selama 8 Minggu Beruntun

29 Des 25. Net sell asing Rp14,56 miliar.
22 Des 25. Net sell asing Rp8,09 miliar.
15 Des 25. Net sell asing Rp29,68 miliar.
8 Des 25. Net sell asing Rp57,43 miliar.
1 Des 25. Net sell asing Rp27,33 miliar.
24 Nov 25. Net sell asing Rp24,53 miliar.
17 Nov 25. Net sell asing Rp29,85 miliar.
10 Nov 25. Net sell asing Rp3,24 miliar.
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Total net sell asing 8 minggu terakhir yang tampil. Rp194,71 miliar.

Streak net sell 8 minggu beruntun. Ini bukan noise, ini pola distribusi asing.

Mayoritas minggunya besar. 6 dari 8 minggu net sell di atas Rp10 miliar, artinya tekanan jual asing konsisten dan signifikan.

Puncak tekanan ada di minggu 8 Des 25, net sell Rp57,43 miliar. Ini biasanya fase buang barang paling agresif, lalu pasar cenderung lanjut melemah atau minimal tertahan.

Net sell besar terjadi saat harga pembukaan masih relatif lebih tinggi lalu turun bertahap. Dari 388 di 1 Des 25, ke 360 di 8 Des 25, ke 346 di 15 Des 25, ke 344 di 22 dan 29 Des 25. Ini mirip proses exit bertahap, bukan panic sehari.

Minggu 10 Nov 25 cuma Rp3,24 miliar. Setelah itu malah gas net sell, jadi kemungkinan asing mulai serius mengurangi exposure sejak pertengahan Nov sampai Des. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Implikasi ke investor ritel. Selama net sell asing masih dominan, kenaikan biasanya lebih sering mentok, karena ada supply yang nongol tiap ada bid tebal. Untuk mulai sehat, minimal net sell mengecil stabil beberapa minggu atau balik net buy konsisten.

1. 29 Des 25. Harga 344 ke 340, -4 (-1.16%). Value 63.77B, volume 1.87M lot. Net sell asing 14.56B (22.83% dari value).

2. 22 Des 25. Harga 344 ke 342, -2 (-0.58%). Value 40.57B, volume 1.18M lot. Net sell asing 8.09B (19.94% dari value).

3. 15 Des 25. Harga 346 ke 344, -2 (-0.58%). Value 118.89B, volume 3.42M lot. Net sell asing 29.68B (24.96% dari value).

4. 8 Des 25. Harga 360 ke 344, -16 (-4.44%). Value 131.39B, volume 3.73M lot. Net sell asing 57.43B (43.71% dari value).

5. 1 Des 25. Harga 388 ke 360, -28 (-7.22%). Value 90.37B, volume 2.43M lot. Net sell asing 27.33B (30.24% dari value).

6. 24 Nov 25. Harga 352 ke 382, +30 (+8.52%). Value 92.12B, volume 2.53M lot. Net sell asing 24.53B (26.63% dari value).

7. 17 Nov 25. Harga 362 ke 352, -10 (-2.76%). Value 61.20B, volume 1.71M lot. Net sell asing 29.85B (48.77% dari value).

8. 10 Nov 25. Harga 372 ke 360, -12 (-3.23%). Value 49.58B, volume 1.36M lot. Net sell asing 3.24B (6.53% dari value).

Total 8 minggu. Total value 647.89B. Total net sell asing 194.71B (30.05% dari total value).

Asing konsisten net sell 8 minggu berturut-turut, jadi ini distribusi yang rapi, bukan kejadian satu-dua minggu. Minggu paling menekan harga adalah 1 Des 25 sampai 8 Des 25, karena harga jatuh dalam dan net sell juga jumbo 27.33B lalu 57.43B, artinya tekanan jual asing ketemu buyer yang tidak cukup agresif menahan. Uniknya 24 Nov 25 harga malah naik +8.52% meski net sell 24.53B, ini sinyal buyer domestik menyerap dan mengangkat harga, jadi arah harga tidak selalu tunduk pada asing, tapi ketika porsi net sell terhadap value tembus 40% sampai 50% seperti 17 Nov 25 dan 8 Des 25, biasanya price action jadi lebih berat dan rawan lanjut lemah.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/10

testestestestestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PWON Analisis Harga Wajar PWON -> Januari 2026 versi youtube "BY creator" https://cutt.ly/XtgEAQJT

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PWON 🚀🚀🚀

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Sebelumnya sudah saya bahas jika AVIA mengalami Bullish Divergent dan sahamnya trus melanjutkan kenaikannya.

Sampai saat ini setelah postingan saya buat pada tanggal 24 Desember 2025 $AVIA telah mengalami kenaikan harga sampai +8,79%

Saat ini posisinya sudah Konfirmasi Breakout, saya masukan Watchlist. Perlu hati2 karena Stochastic sudah Oversold 🙏

Entry Konservatif: 496-506
SL: 488

TP nya tentuin aja Masing-masing ya 😄👌

RT: $PWON $BSDE

Read more...

1/2

testes
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy