358

+8

(2.29%)

Today

447,400

Volume

811,178

Avg volume

Company Background

PT IMC Pelita Logistik Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pelayaran dan jasa angkutan laut. Kegiatan usaha yang terdiri dari: 1) Menjalankan kegiatan usaha pengangkutan laut untuk barang-barang mineral dan batubara serta usaha pelayaran/pengangkutan barang antar pelabuhan laut. 2) Menjalankan usaha penyewaan kapal laut (chartering) dengan menggunakan berbagai jenis kapal. 3) Menjalankan usaha pelayaran penundaan laut.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PSSI 12 Feb 26
Investor: KENDILO
Action: BUY
Shares Traded: +65,661,100 (+1.2121%)
Current: 1,523,190,946 (28.1184%)
Previous: 1,457,529,846 (26.9063%)
Broker: RF
Investor Type: Foreign
Source: KSEI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PSSI 12 Feb 26
Investor: BIO PERMAI
Action: SELL
Shares Traded: -65,661,100 (-1.2121%)
Current: 332,606,100 (6.14%)
Previous: 398,267,200 (7.3521%)
Broker: SS
Investor Type: Domestic
Source: KSEI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$HAIS

Halo Smart Investor! Senang sekali Anda bertanya. Mari kita bedah laporan keuangan tahunan **PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS)** per 31 Desember 2025 ini.

Sebagai mentor Anda, saya melihat tahun 2025 ini adalah **"Tahun Konsolidasi dan Ekspansi Agresif"** bagi HAIS. Kinerja laba memang turun, tapi ada cerita pertumbuhan aset yang sangat menarik di baliknya.

Berikut adalah analisa mendalam saya untuk bekal strategi investasi Anda:

### 1. Kinerja "Top Line" dan "Bottom Line" (Laba Rugi): Sedang Tertekan
Secara fundamental jangka pendek, kinerja HAIS mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024. Jangan panik, tapi cermati angkanya:

* **Pendapatan Turun:** Pendapatan usaha turun sekitar **13,5%** menjadi **Rp880,5 miliar** di 2025, dibandingkan Rp1,018 triliun di 2024. Ini menunjukkan adanya penurunan volume pengangkutan atau tarif sewa yang mungkin dipengaruhi kondisi pasar komoditas.
* **Laba Bersih Tergerus:** Efek dari turunnya pendapatan ini langsung memukul laba bersih (laba tahun berjalan) yang turun cukup dalam sekitar **28%**, dari Rp121,2 miliar menjadi **Rp87,1 miliar**.
* **EPS (Laba per Saham):** Bagi Anda pemburu dividen atau *value investor*, perhatikan bahwa Laba per Saham Dasar (EPS) turun dari **46.06** menjadi **33.18**.

**Insight Mentor:** Penurunan pendapatan biasanya "lampu kuning", tapi kita harus lihat apakah manajemen diam saja atau melakukan sesuatu? Jawabannya ada di poin berikutnya.

### 2. Posisi Neraca (Balance Sheet): Mode Ekspansi "Gas Pol"
Di sinilah letak cerita menariknya. HAIS tidak sedang "tidur", mereka sedang belanja besar-besaran (CAPEX).

* **Aset Melonjak:** Total aset naik signifikan hampir **28%** menjadi **Rp1,53 triliun** dibandingkan Rp1,19 triliun di tahun sebelumnya.
* **Belanja Aset Tetap (Kapal):** Kenaikan aset ini didorong oleh pos Aset Tetap yang melompat dari Rp645,7 miliar menjadi **Rp1,098 triliun**. Jika kita bedah catatannya, nilai buku Kapal naik drastis menjadi Rp1,07 triliun. Ini artinya HAIS menambah armada secara agresif untuk potensi pendapatan masa depan.
* **Utang Membengkak (Wajar untuk Ekspansi):** Untuk membiayai pembelian kapal tersebut, HAIS menambah utang. Total liabilitas naik menjadi **Rp695,5 miliar**. Sorotan utama ada pada **Utang Bank Jangka Panjang** yang naik lebih dari dua kali lipat menjadi **Rp439,3 miliar**.

**Insight Mentor:** Rasio utang (DER) memang naik, tapi ini adalah *good debt* jika digunakan untuk membeli aset produktif (kapal) yang akan menghasilkan uang (revenue) di tahun-tahun mendatang.

### 3. Arus Kas (Cash Flow): Operasional Masih Sangat Sehat
Meskipun laba akuntansi turun, "dompet" operasional perusahaan justru semakin tebal. Ini indikator kualitas laba yang baik.

* **Arus Kas Operasi Positif:** Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi justru **NAIK** menjadi **Rp207,6 miliar** di 2025, dibandingkan Rp197,5 miliar di 2024. Ini luar biasa! Meski penjualan turun, efisiensi penagihan piutang atau pembayaran ke pemasok membuat kas di tangan tetap kuat.
* **Arus Kas Investasi:** Terlihat pengeluaran besar-besaran (negatif Rp501,8 miliar), yang mayoritas digunakan untuk pembelian aset tetap (pembayaran perolehan aset tetap sebesar Rp458,2 miliar).

### 4. Pelanggan Utama (Risiko Konsentrasi)
Anda perlu waspada pada ketergantungan HAIS terhadap pihak berelasi. Pendapatan terbesar datang dari **PT Bhumi Rantau Energi** sebesar **Rp453,6 miliar**. Ini mencakup porsi yang sangat besar dari total pendapatan. Jika operasional pihak berelasi ini terganggu, HAIS akan kena dampaknya langsung.

### Kesimpulan & Arahan Mentor:

1. **Hold untuk Jangka Panjang:** Jika Anda investor jangka panjang, penurunan laba 2025 ini bisa dimaklumi karena perusahaan sedang dalam fase investasi besar (pembelian kapal). Aset baru ini diharapkan akan mendongkrak pendapatan di 2026 ke atas.
2. **Watchlist untuk Trader:** Saham mungkin akan tertekan karena sentimen EPS yang turun. Jangan buru-buru masuk *all-in*. Tunggu harga stabil.
3. **Perhatikan Utang:** Monitor laporan kuartal berikutnya. Pastikan armada baru segera beroperasi dan menghasilkan *cashflow* untuk membayar bunga utang bank yang meningkat.
4. **Kualitas Laba:** *Good job* untuk manajemen karena Arus Kas Operasi tetap tumbuh positif di tengah penurunan penjualan. Ini menunjukan manajemen kas yang solid.

Tetap bijak dalam mengambil keputusan, dan selalu sesuaikan dengan profil risiko Anda!

*Disclaimer: Analisa ini berdasarkan data laporan keuangan 2025 yang disajikan dan bukan merupakan ajakan jual/beli yang mengikat.*

https://cutt.ly/3tmClf99

RANDOM TAG $PSSI $TPMA

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$MBSS vs $TPMA vs $PSSI: Mana yang Terbaik?

Request member bukan di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Member Pintarsaham ada yang request untuk analisis perbandingan MBSS dan TPMA untuk melihat mana yang lebih baik di antara mereka. Saya juga coba pakai perbandingan dengan PSSI agar lebih lengkap. Kalau dilihat sekilas, ketiganya sama-sama perusahaan tugboat dan barge yang hidup dari komoditas curah, terutama batubara. Tapi cek LK Q3 2025, kelihatan jelas bahwa masing-masing punya cara survive yang berbeda. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Dari sisi skala pendapatan, TPMA paling beringas dalam volume kerja. Revenue TPMA USD 83,89 juta, PSSI USD 44,50 juta, dan MBSS Rp663,19 miliar yang setara kira-kira USD 39,7 juta dengan asumsi 1 USD = Rp16.680. Artinya TPMA sekitar 1,9 kali PSSI dan sekitar 2,1 kali MBSS. Di level operasional, ini biasanya berarti armada TPMA bekerja lebih padat atau kontraknya lebih besar, sehingga lebih tahan kalau mau ekspansi karena basis pendapatannya memang sudah lebar.

Namun ketika masuk ke neraca aset, size mereka tidak sesederhana revenue. Total aset TPMA USD 270,78 juta, MBSS Rp4,24 triliun setara kira-kira USD 254 juta, dan PSSI USD 179,93 juta. TPMA masih paling besar, tapi MBSS menempel ketat. Yang penting bukan cuma besar asetnya, melainkan komposisinya. MBSS punya kas dan bank Rp2,42 triliun, ini level yang membuat perusahaan seperti punya bantalan tebal saat siklus komoditas berubah.

Kalau membandingkan laba, angka nominal MBSS terlihat paling mencolok. MBSS mencatat laba bersih Rp307,19 miliar setara kira-kira USD 18,4 juta. TPMA laba USD 15,79 juta, PSSI laba USD 1,56 juta. Secara headline, MBSS paling besar. Tapi kualitasnya perlu dibaca ulang karena MBSS ditopang pendapatan bunga Rp97,1 miliar dan keuntungan jual aset Rp64,6 miliar. Dua sumber ini bagus untuk memperkuat kas dan menutup siklus, tapi tidak selalu berulang dengan ritme yang sama tiap periode. Sementara TPMA tampak lebih solid dari sisi laba operasional karena earnings-nya datang dari aktivitas angkut yang memang sedang kencang.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Dari sisi likuiditas dan risiko utang bersih, PSSI justru yang paling nyaman. Kas PSSI USD 76,6 juta jauh di atas utang bank USD 14,2 juta. Ini posisi net cash yang jelas, perusahaan bisa bernapas panjang tanpa tergantung refinancing. Di sisi lain, MBSS memang kasnya terbesar dalam rupiah, tapi investor tetap perlu cek utang berbunga untuk menghitung net cash secara penuh. TPMA juga cenderung punya kebutuhan pendanaan lebih aktif karena sedang ekspansif, jadi struktur utang dan jadwalnya biasanya lebih dinamis.

Kalau fokus investor adalah mesin kas dari operasi, TPMA kembali terlihat paling meyakinkan. Arus kas operasi TPMA USD 31,51 juta, dan capex USD 38,9 juta. Ini sinyal perusahaan lagi menekan gas menambah armada, dan sebagian besar dibiayai oleh kemampuan operasi, bukan cuma dari utang. Ini biasanya pola yang paling sehat untuk ekspansi shipping, karena armada baru masuk dengan cashflow yang memang sudah kuat.

Di sisi model bisnis, ketiganya sama-sama bernafas dari batubara dan pelanggan sektor energi. Namun titik bedanya ada pada konsentrasi dan arah strategi. MBSS disebut sangat tergantung pada satu klien besar, PT Adaro Indonesia, dan armadanya menyusut dari 73 menjadi 53 unit. Ini memberi kesan MBSS sedang menata ulang, mungkin buang unit yang kurang efisien sambil menjaga kontrak inti. TPMA sebaliknya ekspansif, mengejar efisiensi transshipment dan menambah armada. PSSI mengambil jalur yang agak beda karena mulai masuk diversifikasi ke real estat melalui akuisisi PT Pelikan Satu Properti, yang bisa jadi bantalan, tapi juga bisa bikin fokus manajemen terbagi.

Soal basis klien, ada benang merah yang sama karena MBSS dan TPMA punya relasi dengan PT Pelayaran Bahtera Adhiguna. Bedanya, MBSS lebih berat ke Adaro, sedangkan TPMA punya basis klien lebih luas seperti Kaltim Prima Coal dan Arutmin. Secara risiko bisnis, basis klien yang lebih menyebar biasanya membuat pendapatan lebih tahan terhadap renegosiasi satu kontrak. Konsentrasi satu klien besar bisa memberi stabilitas volume, tapi ketika kontrak masuk fase perpanjangan, posisi tawarnya jadi krusial.

Valuasi sahamnya menarik karena semuanya masuk zona yang biasanya investor suka untuk PBV dan PER, kecuali PSSI di PER. Dengan asumsi annualized, harga PSSI Rp350 dengan EPS sekitar Rp6,7 memberi P/E sekitar 52 kali, mahal untuk ukuran shipping, walaupun PBV 0,75 kali terlihat murah terhadap nilai buku. MBSS harga Rp1.825, EPS sekitar Rp234 memberi P/E sekitar 7,8 kali dan PBV 0,90 kali. TPMA harga Rp605, EPS sekitar Rp100 memberi P/E sekitar 6,0 kali dan PBV 0,79 kali. Kalau patokan investor PER bagus 0 sampai 10 dan PBV bagus 0 sampai 1, maka MBSS dan TPMA sama-sama masuk kriteria, PSSI hanya menarik dari PBV tapi tidak dari PER. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kalau harus memilih berdasarkan tujuan investor, gambar besarnya begini. TPMA terlihat paling kuat sebagai mesin operasional dan ekspansi, revenue terbesar, arus kas operasi besar, dan P/E paling murah sekitar 6,0 kali sehingga earnings power per rupiah harga paling menarik.
MBSS terlihat seperti kombinasi neraca tebal dan laba besar, tapi investor perlu disiplin memisahkan laba yang berulang dari yang sifatnya sekali-sekali seperti bunga besar dan jual kapal, karena itu bisa membuat P/E tampak lebih menarik dari yang sebenarnya bila earnings normalnya lebih kecil.
PSSI paling nyaman dari sisi net cash, namun laba kecil membuat P/E sangat tinggi, sehingga tesisnya lebih cocok untuk investor yang percaya ada perubahan besar di profitabilitas ke depan, bukan untuk yang ingin hasil cepat dari earnings yang sudah terbukti.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/7

testestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PSSI

Pemegang saham IMC Pelita Logistik ($PSSI), Kendilo Pte. Ltd., membeli ~65,7 juta saham PSSI dari PT Bio Permai dengan harga rata–rata Rp352/lembar atau senilai total ~Rp23,1 M pada 10 Februari 2026. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung Kendilo Pte. Ltd. di PSSI naik dari 26,91% menjadi 28,12% sementara kepemilikan PT Bio Permai turun dari 7,35% menjadi 6,14%.

https://snips.stockbit.com/snips-terbaru/highlight-indonesia-economic-outlook-2026?source=research

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PSSI turunkan erick thohir

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PSSI saham menarik di universe perkapalan blm terlalu rame dan bidoffer tipis, fundamental cukup ok.



$BULL $DAAZ

@Stockbit
pindah tangan dari indo permai ke kendilo gitu ya? jumlah saham yg dibeli. kendilo 65.7 juta saham, yg dijual indo permai 65.6 juta saham
$PSSI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

📰 Kendilo Pte. Ltd. Beli 1,21% Saham PSSI Senilai Rp23,1 M

Pemegang saham IMC Pelita Logistik ($PSSI), Kendilo Pte. Ltd., membeli ~65,7 juta saham PSSI dari PT Bio Permai dengan harga rata–rata Rp352/lembar atau senilai total ~Rp23,1 M pada 10 Februari 2026. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung Kendilo Pte. Ltd. di PSSI naik dari 26,91% menjadi 28,12% sementara kepemilikan PT Bio Permai turun dari 7,35% menjadi 6,14%.

[Sumber: Keterbukaan Informasi]

_____
Stockbit Sekuritas

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Bio Permai melepas sebagian kepemilikan sahamnya di PT IMC Pelita Logistik Tbk (PSSI). Transaksi tersebut membuat porsi kepemilikan dan hak suaranya di emiten logistik dan pelayaran itu turun lebih dari 1%.
Berdasarkan laporan yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada hari ini, Bio P...

katadata.co.id

katadata.co.id

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PSSI 10 Feb 26
Investor: BIO PERMAI
Action: SELL
Shares Traded: -65,661,100 (-1.2100%)
Current: 332,606,100 (6.14%)
Previous: 398,267,200 (7.35%)
Price: 352
Investor Type: Domestic
Source: IDX

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Purbaya Bakal Gelontorkan Insentif! Saham Kapal Dapat Durian Runtuh

Rencana Insentif Industri Galangan Kapal
Purbaya menekankan bahwa persoalan utama bukan pada kompetensi teknis atau kualitas sumber daya manusia, melainkan pada kebijakan yang belum sepenuhnya memberi keberpihakan kepada pelaku usaha lokal.

"Industri kita sebenarnya punya kemampuan, tapi under utilized karena tidak diberi kesempatan di dalam negeri," ujar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam seminar Revitalisasi Galangan Kapal dan Pelayaran Indonesia bertajuk Mendorong Daya Saing dan Peningkatan Kapasitas Industri Nasional di Jakarta, Selasa (10/2/2026)

$PSSI $TMAS $SMDR HAIS

https://cutt.ly/RtnFL2qX

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ELPI

Halo, sobat investor! Senang bertemu Anda kembali. Mari kita bedah fundamental **PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI)** berdasarkan Laporan Keuangan Tahunan 2025 yang baru saja Anda berikan.

Sebagai mentor Anda, saya melihat ELPI sedang dalam fase **"Ekspansi di Tengah Tekanan Kinerja"**. Ada sinyal *mixed* (campuran) antara penurunan laba jangka pendek namun penambahan aset yang agresif untuk masa depan.

Berikut adalah analisa mendalam saya untuk strategi investasi Anda:

### 1. Kinerja Profitabilitas: "Lampu Kuning" pada *Top Line*
Hal pertama yang harus kita cermati adalah penurunan kinerja operasional dibandingkan tahun sebelumnya.

* **Pendapatan Turun:** Pendapatan usaha ELPI turun dari **Rp1,20 triliun (2024)** menjadi **Rp1,01 triliun (2025)**. Ini penurunan yang cukup signifikan dan perlu diwaspadai. Apakah karena permintaan jasa pelayaran menurun atau kontrak yang habis?
* **Laba Bersih Tergerus:** Sejalan dengan pendapatan, laba bersih tahun berjalan juga turun dari **Rp263 miliar** menjadi **Rp209 miliar**.
* **Margin Laba:** Meskipun pendapatan turun, perusahaan berhasil melakukan efisiensi pada Beban Pokok Penjualan yang turun dari Rp889 miliar menjadi Rp770 miliar. Namun, penurunan pendapatan yang lebih tajam tetap menekan margin kotor mereka.

### 2. Posisi Neraca (*Balance Sheet*): Fase Akumulasi Aset
Di sinilah letak cerita menariknya. Meskipun laba turun, ELPI justru semakin "gemuk".

* **Lonjakan Aset Tetap (CAPEX Besar):** Total Aset Tetap melonjak drastis dari **Rp1,44 triliun** menjadi **Rp2,05 triliun**.
* Jika kita bedah lebih dalam, kenaikan ini didominasi oleh penambahan armada. Nilai tercatat **Kapal** meningkat, dan terdapat penambahan aset tetap secara langsung senilai **Rp192 miliar** serta reklasifikasi aset yang besar.
* *Insight Mentor:* Ini indikasi manajemen optimis terhadap permintaan masa depan. Mereka mengorbankan arus kas saat ini untuk membeli "alat perang" (kapal) baru.
* **Kesehatan Utang (Solvabilitas):** Struktur modal ELPI sangat sehat. Total Liabilitas hanya **Rp664 miliar**, berbanding jauh dengan Total Ekuitas yang mencapai **Rp2,70 triliun**. *Debt-to-Equity Ratio* (DER) sangat rendah (di bawah 0,3x), menandakan risiko kebangkrutan sangat minim.

### 3. Arus Kas: Uang Keluar untuk Masa Depan & Pemegang Saham
* **Arus Kas Operasi Positif:** Masih mencatatkan arus kas positif dari operasi sebesar **Rp284 miliar**, meskipun turun dari Rp399 miliar tahun lalu.
* **Investasi Agresif:** Arus kas investasi minus **Rp180 miliar**, sebagian besar digunakan untuk uang muka pembelian aset tetap sebesar **Rp166 miliar**. Ini mengonfirmasi tesis ekspansi di atas.
* **Dividen:** Kabar baiknya, ELPI tetap memanjakan investor. Ada pembayaran dividen kas sebesar **Rp106 miliar** pada aktivitas pendanaan.

### 4. Risiko Konsentrasi Pelanggan
Sobat investor perlu hati-hati dengan ketergantungan pada klien besar. Pendapatan ELPI sangat bergantung pada dua klien utama:
1. **PT Bumi Nusantara Jaya:** Rp278 miliar.
2. **PT Pertamina Hulu Mahakam:** Rp182 miliar.
Jika kontrak dengan kedua pihak ini (yang menyumbang porsi besar dari total pendapatan Rp1,01 T) bermasalah, kinerja ELPI akan sangat terpukul.

### Kesimpulan & Arahan Mentor:

**Status: *Hold* atau *Accumulate on Weakness* (Jangka Panjang)**

1. **Jangan Panik karena Laba Turun:** Penurunan laba 2025 terlihat kurang bagus, tapi neraca menunjukkan perusahaan sedang bersiap untuk pertumbuhan dengan menambah armada kapal secara masif.
2. **Perhatikan Utilisasi Kapal:** Kunci di tahun 2026 nanti adalah apakah kapal-kapal baru ini bisa segera menghasilkan uang (kontrak baru) untuk membalikkan tren penurunan pendapatan.
3. **Aman Secara Finansial:** Dengan utang yang sangat kecil dibandingkan ekuitas, ELPI punya napas panjang untuk bertahan jika industri sedang lesu.
4. **Dividen Player:** Bagi Anda pemburu dividen, ELPI terbukti loyal membagikan kas kepada pemegang saham.

*Saran saya:* Jika Anda berorientasi jangka panjang, penurunan harga saham akibat laporan laba yang turun bisa jadi peluang, asalkan Anda yakin manajemen bisa mendapatkan kontrak baru untuk armada barunya.

*Disclaimer: Analisa ini berdasarkan data Laporan Keuangan 2025 yang disajikan. Keputusan investasi tetap di tangan Anda.*

https://cutt.ly/9tnDGT8f

RANDOM TAG $WINS $PSSI

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PSSI

hadeh mau nyicil lagi, tapi duit udah habisss, wkwkwkwkkk

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PSSI Ada gerakan apa ini?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PSSI 656 rb lot itu gmna ya

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PSSI di average down juga nih..

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

PT IMC Pelita Logistik Tbk - PSSI
Laporan Keuangan
- Neraca Keuangan
- Laporan Laba Rugi
- Laporan Arus Kas
- Laporan Perubahan Ekuitas

Sumber Data: https://cutt.ly/Etb6PIk3

$PSSI

1/4

testestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$TPMA

Halo rekan investor. Mari kita duduk sejenak dan membedah **PT Trans Power Marine Tbk (TPMA)**.

Saya melihat emiten ini seperti "kapal tangguh di lautan yang bergelombang". Mengapa? Karena di tengah fluktuasi harga komoditas batu bara, TPMA justru sedang melakukan transformasi besar dan menawarkan valuasi yang sangat menarik bagi *value investor* maupun pemburu dividen.

Berikut adalah analisa mendalam dan arahan investasi saya untuk Anda:

### 1. Fundamental: Mesin Uang yang Efisien
Jangan terkecoh hanya dengan melihat sektornya yang "siklikal". Coba lihat mesin di dalamnya:
* **Profitabilitas Tinggi:** Pada tahun penuh 2024, TPMA mencetak laba bersih fantastis sebesar **US$25,2 juta (Rp407 miliar)**, naik 28% dari tahun sebelumnya. Margin laba bersihnya (NPM) sangat tebal, mencapai **40,2%**. Ini menunjukkan manajemen biaya yang sangat efisien.
* **Tantangan Jangka Pendek:** Memang, pada Semester I 2025 (1H25), pendapatan sempat turun 8% karena penurunan produksi batu bara nasional. Namun, perusahaan tetap mencetak laba bersih US$11,05 juta dengan margin yang terjaga sehat.
* **Dividen Jumbo:** Ini adalah daya tarik utamanya. TPMA membagikan dividen tunai **Rp80 per saham** untuk tahun buku 2024, yang setara dengan *yield* sekitar **13-15%** di harga saat ini. Sangat jarang ada emiten yang bisa memberikan *yield* sebesar ini secara konsisten.

### 2. Katalis Pertumbuhan: Transformasi "Bulk to Blue"
Jangan anggap TPMA hanya sebagai pengangkut batu bara biasa. Mereka sedang bermanuver cerdas:
* **Ekspansi Anorganik:** Akuisisi 65% saham **PT Bahtera Energi Samudra Tuah (BEST)** adalah langkah strategis yang langsung menambah armada dan pendapatan secara signifikan.
* **Pivot ke Nikel:** TPMA tidak mau mati bersama batu bara. Melalui anak usahanya (TLP) dan *Joint Venture* dengan raksasa seperti Tsingshan, mereka agresif masuk ke pengangkutan nikel. Ini adalah "mesin pertumbuhan" baru seiring hilirisasi industri di Indonesia.
* **Kolaborasi Baru:** Di akhir 2024, TPMA membentuk JV baru bernama **PT Trans Bahtera Pioneer (TBP)** bersama KKGI, dengan modal awal Rp51,5 miliar untuk memperkuat logistik di Kalimantan Timur. Ini sinyal ekspansi yang serius.

### 3. Valuasi: Masih "Salah Harga"
Sebagai mentor, saya harus tunjukkan angka ini. Pasar sepertinya belum sepenuhnya menghargai transformasi TPMA.
* **PE Ratio:** Di kisaran **5,5x - 6,6x**, jauh di bawah rata-rata historisnya maupun industri.
* **PBV Ratio:** Diperdagangkan di **0,8x - 0,9x**. Artinya, Anda membeli perusahaan ini di bawah nilai buku aset-asetnya (kapal, kas, piutang). Ini memberikan *Margin of Safety* yang cukup tebal.
* **Aksi Korporasi:** Manajemen sendiri sadar sahamnya murah. Pada April 2025, mereka mengumumkan **Buyback Saham** dengan anggaran hingga **Rp80 miliar**. Ini adalah sinyal kepercayaan diri manajemen terhadap nilai perusahaan.

### 4. Risiko yang Perlu Diwaspadai
Tidak ada investasi tanpa risiko. Perhatikan ini:
* **Ketergantungan Batu Bara:** Sekitar 85% volume angkut masih batu bara. Jika harga batu bara anjlok dalam atau produksi nasional dipangkas drastis, kinerja TPMA pasti terdampak.
* **Likuiditas Saham:** Volume transaksi harian tidak terlalu besar. Bagi investor ritel dengan modal besar, masuk dan keluar harus dilakukan secara bertahap agar tidak menggoncang harga.

### Arahan Strategis untuk Investor:

1. **Posisi: BUY on Weakness (Akumulasi Bertahap)**
* Harga saat ini (sekitar Rp580-590) adalah area *entry* yang menarik mengingat PBV < 1x.
* Area *Support* Kuat: **Rp550 - Rp560**. Jika harga menyentuh level ini, itu adalah kesempatan emas untuk menambah muatan.
* Target Harga Jangka Menengah: **Rp700 - Rp800**, dengan asumsi pasar mulai mengapresiasi kinerja nikel dan *re-rating* valuasi.

2. **Untuk *Income Investor* (Pencari Dividen):**
* Saham ini wajib ada di portofolio Anda. Dengan *yield* dua digit, TPMA bisa menjadi "sapi perah" yang memberikan arus kas pasif lebih tinggi dari deposito maupun obligasi.

3. **Mindset:**
* Bersabarlah. Transisi dari batu bara ke nikel butuh waktu untuk tercermin penuh di laporan keuangan. Anggap volatilitas harga saat ini sebagai "ombak kecil" bagi kapal yang sedang menuju pulau harta karun.

**Kesimpulan Mentor:**
TPMA adalah kombinasi langka antara **Fundamental Kuat**, **Dividen Besar**, dan **Valuasi Murah**. Risiko siklus komoditas memang ada, namun mitigasi melalui diversifikasi ke nikel dan aksi *buyback* manajemen membuat saham ini sangat layak dikoleksi untuk jangka menengah hingga panjang.

*Disclaimer: Keputusan investasi tetap di tangan Anda. Pelajari risiko dan sesuaikan dengan profil risiko masing-masing.*

https://cutt.ly/rtbNs7gN

RANDOM TAG $PSSI $HATM

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PSSI 30 Jan 26
Investor: BIO PERMAI
Action: BUY
Shares Traded: +68,800 (+0.0013%)
Current: 398,267,200 (7.3521%)
Previous: 398,198,400 (7.3508%)
Broker: SS
Investor Type: Domestic
Source: KSEI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Bisnis Kapal: $TPMA vs $TAMU vs $PSSI

Request salah satu member bukan di External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Kalau cuma lihat harga saham, investor gampang kebawa cerita. Di bisnis pelayaran, cerita sering kalah oleh angka. Satu emiten bisa terlihat cantik, tapi ternyata hidup dari satu komoditas atau satu tipe kontrak yang siklusnya tajam. Jadi pertanyaan tentang TPMA memang paling fair kalau ditaruh berdampingan dengan dua emiten yang main di lapangan mirip. Angka yang dipakai di sini 9M 2025, supaya kelihatan arah perubahan, daya tahan kas, dan konsekuensi leverage tanpa bias. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

TPMA vs TAMU vs PSSI, tiga emiten ini sama-sama dapat uang dari angkut barang lewat laut, tapi fokus muatannya beda. TPMA dan PT IMC Pelita Logistik Tbk banyak bermain di rantai logistik bulk, termasuk pola time charter, freight charter, dan aktivitas transshipment pakai tug, barge, sampai floating crane. PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk beda sendiri karena lebih dekat ke jasa penunjang migas lepas pantai, dengan kapal akomodasi dan layanan katering. Dampaknya sederhana, dua yang bulk cenderung sensitif ke volume batubara dan arus logistik, sementara yang offshore sensitif ke siklus proyek migas dan utilisasi kapal khusus.

TPMA punya revenue yang paling besar dari mereka bertiga di 9M 2025, US$83,89 juta, turun 6,1% YoY. PSSI ada di tengah, US$44,50 juta, turun 28,6% YoY. TAMU paling kecil, US$3,15 juta, turun tajam dari US$16,92 juta pada periode pembanding. Perbedaan angka ini bukan sekadar ukuran, tapi juga menggambarkan seberapa ramai mesin pendapatan masing-masing saat 2025 berjalan.

TPMA juga punya laba bersih yang paling besar secara nominal yakni, US$15,79 juta, dengan marjin laba neto 18,8%. TAMU mencetak laba bersih US$0,47 juta, marjin 14,9%, tetapi basis pendapatannya kecil sekali sehingga sedikit perubahan utilisasi kapal bisa mengubah rasio dengan cepat. PSSI mencetak laba bersih US$1,56 juta, marjin 3,5%, artinya ruang bantalan dari sisi laba memang tipis karena beban pokok pendapatan memakan porsi besar dari pendapatan. Jadi di sini terlihat dua hal sekaligus, TPMA dominan dari sisi jumlah laba, sementara PSSI lebih tertekan pada marjin. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

TPMA mencatat CFO US$31,51 juta, kira-kira 2,0 kali laba bersihnya US$15,79 juta, ini biasanya menandakan laba didukung kas yang benar-benar masuk. PSSI CFO tercatat sekitar US$12,23 juta dan pada ringkasan lain US$13,61 juta, sementara laba bersihnya US$1,56 juta, rasio kas terhadap laba jadi sangat besar dan ini sering terjadi ketika ada beban non-kas besar, pergeseran modal kerja, atau timing pembayaran yang berbeda. TAMU CFO US$1,51 juta dibanding laba US$0,47 juta, sekitar 3,2 kali. Secara praktis, tiga-tiganya menghasilkan kas operasi, hanya saja skala kasnya sangat berbeda dan cerita di balik kas PSSI paling berbeda dibanding laba.

PSSI punya kas dan depositosekitar US$76,64 juta, jauh di atas utang bank jangka panjang US$14,21 juta, sehingga posisi bersihnya net cash dan gearing ratio tercatat -40,34%. TPMA punya kas US$11,75 juta, tetapi utang bank besar, sekitar US$102,64 juta, sehingga ketergantungan pada pendanaan eksternal lebih terasa saat ekspansi berjalan. TAMU kasnya US$1,27 juta dengan utang bank US$13,62 juta, jadi ruang gerak kas paling sempit di antara tiga ini. Kalau investor hanya melihat laba, perbedaan daya tahan kas seperti ini sering tidak langsung terbaca. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Belanja modal memperjelas fase siklus masing-masing. TPMA capex US$38,98 juta, paling agresif, dan ini bahkan lebih besar dari CFO 9M 2025 sebesar US$31,51 juta, rasio sekitar 1,24 kali, tanda ekspansi armada didorong kombinasi kas operasi dan pendanaan. PSSI capex US$5,53 juta, jauh di bawah CFO sekitar US$12 sampai 14 juta, rasio kira-kira 0,4 sampai 0,5 kali, lebih terukur untuk fasilitas dan alat pendukung. TAMU capex US$155.230, kecil sekali dibanding CFO US$1,51 juta, rasio sekitar 0,10 kali, sehingga ekspansi fisiknya minimal. Pola ini biasanya membuat profil risiko berbeda, yang ekspansif sensitif ke eksekusi proyek kapal dan biaya dana, yang konservatif sensitif ke utilisasi aset yang sudah ada.

TPMA punya utang bank terbesar juga di antara mereka bertiga, sekitar US$102,64 juta, dengan kreditur seperti PT Bank Central Asia Tbk dan PT Bank OCBC NISP Tbk, sehingga beban bunga dan covenant biasanya menjadi faktor yang perlu dipantau saat capex tinggi. PSSI utang bank jangka panjang US$14,21 juta kepada PT Bank Multiarta Sentosa Tbk, relatif kecil dibanding kas, sehingga tekanan refinancing jauh lebih ringan. TAMU utang bank US$13,62 juta didominasi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, namun dengan kas US$1,27 juta, sensitivitas terhadap arus kas proyek menjadi lebih penting. Ini bukan soal baik-buruk, tapi soal seberapa besar tagihan tetap yang harus dibayar saat pasar sedang sepi.

Produktivitas per karyawan menunjukkan bentuk operasi yang berbeda. TPMA punya 193 karyawan dengan laba per karyawan sekitar US$81.850, yang tertinggi di antara mereka bertiga, dan pendapatan per karyawan sekitar US$434 ribu. PSSI 96 karyawan, laba per karyawan sekitar US$16.250, tetapi pendapatan per karyawan sekitar US$464 ribu, jadi pendapatannya per orang tidak kecil, hanya saja marjin konsolidasinya tipis sehingga laba per orang ikut kecil. TAMU 9 karyawan tetap, laba per karyawan sekitar US$52.222, pendapatan per karyawan sekitar US$350 ribu, angka per orang bisa terlihat tinggi karena basis karyawannya sangat kecil. Di metrik seperti ini, jumlah karyawan yang kecil membuat rasio TAMU mudah bergeser besar hanya karena perubahan laba ratusan ribu dolar.

Secara teoritis, PSSI pada dasarnya bisa melunasi utang bank US$14,21 juta dengan kas US$76,64 juta, sehingga secara matematis bisa sangat cepat karena kasnya sudah ada. TPMA dengan total utang sekitar US$109,01 juta, laba tahunan setara sekitar US$21,06 juta, CFO tahunan setara sekitar US$42,01 juta, dan FCF tahunan setara sekitar US$19,52 juta, menghasilkan estimasi waktu pelunasan kira-kira 5,17 tahun dari laba, 2,59 tahun dari CFO, dan 5,58 tahun dari FCF, tentu ini asumsi seluruh kapasitas diarahkan ke utang. TAMU dengan utang US$13,62 juta, laba tahunan setara sekitar US$0,62 juta, CFO tahunan setara sekitar US$2,01 juta, dan FCF tahunan setara sekitar US$1,81 juta, menghasilkan estimasi sekitar 21,7 tahun dari laba, 6,77 tahun dari CFO, dan 7,52 tahun dari FCF. Angka-angka ini bukan ramalan, tapi cara melihat jarak kemampuan kas terhadap kewajiban berbunga dengan asumsi yang dibuat transparan. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

📌 Pendapatan 9M 2025
• TPMA US$83,89 juta, -6,1% YoY
• PSSI US$44,50 juta, -28,6% YoY
• TAMU US$3,15 juta, turun dari US$16,92 juta

💰 Laba bersih dan marjin neto 9M 2025
• TPMA US$15,79 juta, 18,8%
• PSSI US$1,56 juta, 3,5%
• TAMU US$0,47 juta, 14,9%

🌊 Arus kas operasi 9M 2025
• TPMA US$31,51 juta
• PSSI sekitar US$12,23 juta sampai US$13,61 juta
• TAMU US$1,51 juta
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

🏦 Kas dan deposito vs utang bank
• PSSI kas US$76,64 juta, utang US$14,21 juta, gearing -40,34%
• TPMA kas US$11,75 juta, utang US$102,64 juta, gearing 66,75%
• TAMU kas US$1,27 juta, utang US$13,62 juta, gearing 64,91%

⚙️ Capex 9M 2025
• TPMA US$38,98 juta
• PSSI US$5,53 juta
• TAMU US$155.230

👷 Produktivitas per karyawan
• TPMA 193 karyawan, laba per karyawan US$81.850, pendapatan per karyawan sekitar US$434 ribu
• PSSI 96 karyawan, laba per karyawan US$16.250, pendapatan per karyawan sekitar US$464 ribu
• TAMU 9 karyawan, laba per karyawan US$52.222, pendapatan per karyawan sekitar US$350 ribu
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

🧾 Estimasi waktu pelunasan utang berbasis annualised
• PSSI, bisa sangat cepat karena net cash
• TPMA, sekitar 2,59 tahun bila memakai CFO tahunan setara
• TAMU, sekitar 6,77 tahun bila memakai CFO tahunan setara
• TPMA, disiplin capex dan biaya dana saat ekspansi
• PSSI, pemulihan marjin karena pendapatan turun lebih dalam
• TAMU, utilisasi kapal offshore dan kesinambungan proyek

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/2

testes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ELPI

Halo Investor! Mari kita bedah **PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI)**. Saham ini sedang menjadi sorotan karena performa fundamental yang sangat solid dan lompatan harga yang signifikan.

Sebagai mentor Anda, berikut adalah **analisa mendalam** poin-poin kunci yang perlu Anda perhatikan sebelum mengambil keputusan investasi:

### 1. Kinerja Fundamental: "Mesin" yang Sangat Panas
ELPI bukan sekadar saham *gorengan*, fundamentalnya membaik secara signifikan.
* **Laba Melonjak:** ELPI menutup tahun 2024 dengan laba bersih **Rp263,98 miliar**, naik **64%** dibandingkan tahun sebelumnya. Tren ini berlanjut di Kuartal III 2025 dengan laba bersih mencapai Rp189,2 miliar.
* **Efisiensi Tinggi:** Salah satu "senjata rahasia" ELPI adalah integrasi vertikal. Mereka memiliki galangan kapal sendiri (di Samarinda dan Gresik). Ini membuat biaya perbaikan dan pembuatan kapal jauh lebih efisien dibandingkan kompetitor yang harus menyewa galangan luar.
* **Neraca Sehat:** Rasio utang terhadap ekuitas (DER) sangat rendah di angka **0,26x** (per akhir 2024), memberikan ruang gerak luas untuk pinjaman bank guna ekspansi armada tanpa membebani arus kas.

### 2. Katalis "Game Changer": Kontrak Jangka Panjang
Ini adalah alasan utama kenapa valuasi ELPI mengalami *re-rating* (kenaikan penilaian pasar):
* **Kontrak Jumbo:** ELPI memenangkan tender proyek Genting FLNG senilai **Rp2,39 triliun** dengan durasi **18 tahun**. Di industri pelayaran, kontrak sepanjang ini sangat langka (biasanya 1-5 tahun). Ini memberikan kepastian pendapatan (*recurring income*) yang sangat stabil hingga jangka panjang.
* **Target Agresif:** Manajemen menargetkan pendapatan tembus Rp2,3 triliun pada 2026, didukung oleh capex Rp1 triliun untuk penambahan armada baru.

### 3. Diversifikasi Cerdas
ELPI tidak hanya bergantung pada sektor *offshore* migas. Mereka melakukan diversifikasi ke sektor **kargo curah (dry bulk)** dan angkutan batubara melalui anak usahanya, ELPI Trans Cargo (ETC). Mereka bahkan membeli "Mother Vessel" yang diproyeksikan menyumbang pendapatan besar dari aktivitas *transshipment*.

### 4. Valuasi & Risiko: Jangan FOMO!
Sebagai mentor, saya harus ingatkan Anda untuk hati-hati di level harga sekarang.
* **Harga Sudah Naik Tinggi:** Harga saham menyentuh level tertinggi (ATH) di Rp1.375 per Januari 2026. Kenaikan harga yang sangat cepat ini menyebabkan Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan peringatan **UMA (Unusual Market Activity)**. Ini sinyal volatilitas tinggi.
* **Valuasi Premium:** PBV (Price to Book Value) ELPI kini berada di kisaran **3,6x** dengan PER (Price to Earnings) sekitar **25x - 30x**. Ini jauh lebih mahal dibandingkan kompetitor seperti LEAD (PBV 0,56x) atau WINS (PBV 1,2x). Pasar sudah "menghargai" potensi pertumbuhan ELPI di harga sekarang.
* **Indikator Teknis:** RSI (Relative Strength Index) berada di area *overbought* (jenuh beli) di level 75, yang biasanya mengindikasikan potensi koreksi jangka pendek.

### 5. Komitmen pada Investor & ESG
* **Dividen:** ELPI rutin membagikan dividen. Tahun buku 2024, dividen naik menjadi **Rp13,50 per saham** (total Rp100 miliar), menunjukkan manajemen yang ramah terhadap pemegang saham.
* **Kesiapan Regulasi:** ELPI siap menghadapi regulasi ketat IMO 2020 dan target emisi karbon dengan armada *Diesel Dual Fuel* (DDF) dan kapal ramah lingkungan, yang menjadi nilai tambah bagi klien global seperti ExxonMobil.

### Arahan untuk Investor:
1. **Untuk Trader:** Manfaatkan momentum *uptrend*, tapi **pasang stop loss ketat**. Peringatan UMA dan RSI *overbought* adalah sinyal lampu kuning untuk potensi *profit taking* massal.
2. **Untuk Investor Jangka Panjang:** Cerita pertumbuhan ELPI (kontrak 18 tahun & ekspansi galangan) sangat valid. Namun, masuk di harga pucuk saat ini berisiko. **Tunggu koreksi wajar** (buy on weakness) untuk mendapatkan *margin of safety* yang lebih baik.
3. **Pantau:** Perhatikan realisasi kedatangan kapal-kapal baru dari capex Rp1 triliun. Jika armada terlambat datang, potensi pendapatan bisa tertunda.

**Kesimpulan:** ELPI adalah perusahaan "Tier 1" di sektornya dengan manajemen solid dan masa depan cerah, namun harganya saat ini sudah mencerminkan optimisme tersebut. Bersabarlah menunggu harga diskon.

https://cutt.ly/StcFvlYH

RANDOM TAG $LEAD $PSSI

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$GTSI

⚡ TRADING PLAN: GTSI

🟢 Entry
Speculative Buy: 360 – 380 (Masuk secara bertahap selama harga tertahan di atas level support harian).

Confirmation Entry: > 410 (Tambah posisi jika harga berhasil menembus resisten minor terdekat untuk membatalkan sinyal bearish jangka pendek).

🎯 Take Profit (TP)
TP 1: 430 – 450 → jual 50% (Target resisten psikologis menengah untuk mengamankan modal).

TP 2: 480 – 500 → jual sisa (Target pengujian kembali area puncak sebelumnya jika volume beli kembali meledak).

🔴 Stop Loss (SL)
Strict SL: 340.

Daily Close < 350 → EXIT TOTAL (Wajib keluar segera karena menembus level ini menandakan rusaknya struktur tren naik jangka menengah).

⚠️ Catatan Cepat
High Volatility: GTSI memiliki karakter pergerakan harga yang sangat liar; pastikan Anda menggunakan modal yang siap menghadapi risiko tinggi.

MACD Watch: Pantau apakah garis biru mulai mendatar atau histogram memendek; jika histogram terus menebal ke bawah, hindari melakukan average down.

V-Shape Potential: Jika harga mampu kembali di atas 400 dengan volume tinggi, ada potensi pemulihan cepat ke area 450.

Jangan Lupa Follow!

Random Tag :

$PSSI $RIGS

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PSSI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PSSI

Halo rekan investor, mari kita duduk sejenak dan bedah ulang kondisi PT IMC Pelita Logistik Tbk (PSSI). Sebagai mentor Anda, saya ingin Anda melihat emiten ini tidak hanya dari satu sisi, tetapi secara menyeluruh: dari kinerja yang sedang "berdarah" hingga potensi *turnaround* di masa depan.

Berikut adalah analisis ulang komprehensif berdasarkan data terbaru untuk strategi investasi Anda:

### 1. Realitas Kinerja: Sedang Masa Transisi Berat
Anda harus sadar bahwa kinerja keuangan jangka pendek PSSI sedang tertekan hebat. Data Kuartal III 2025 (9M25) menunjukkan rapor merah yang signifikan dibandingkan tahun lalu:
* **Laba Bersih Anjlok:** Laba bersih turun drastis sebesar 88% menjadi Rp 25,5 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,.
* **Pendapatan Tergerus:** Pendapatan usaha turun 21,4% menjadi Rp 742,3 miliar.
* **Penyebab Utama:** Penurunan ini bukan tanpa alasan. Perusahaan sedang melakukan strategi divestasi aset (menjual kapal tua) yang menyebabkan volume pengangkutan menurun sementara. Selain itu, terjadi penurunan margin laba kotor yang signifikan.

**Insight Mentor:** Jangan panik dulu melihat penurunan laba. Kuartal 3 2025 (QoQ) sudah menunjukkan tanda pemulihan dengan kenaikan pendapatan 23,4% dibanding kuartal sebelumnya. Ini sinyal bahwa fase terburuk transisi armada mungkin sudah lewat.

### 2. Valuasi: Aset Murah (Undervalued)
Di sinilah peluang bagi *value investor*. Meskipun laba turun (membuat PER terlihat mahal di 76x), kita harus melihat nilai asetnya (PBV) untuk perusahaan aset berat seperti pelayaran:
* **Diskon Aset:** PSSI diperdagangkan di bawah nilai bukunya dengan PBV sekitar 0,76x hingga 0,82x,. Ini memberikan *margin of safety* yang cukup tebal.
* **Kesehatan Neraca:** Posisi kas sangat kuat (Rp 793,3 miliar) dengan rasio utang (DER) yang sangat rendah di 0,16x,. Ini berarti PSSI sangat aman dari risiko kebangkrutan meski laba sedang turun.

### 3. Dividen: Incaran *Income Investor*
Jika Anda mencari arus kas pasif, PSSI adalah salah satu "sapi perah" yang menarik:
* **Yield Tinggi:** Secara historis, *dividend yield* PSSI mencapai 9,8%,.
* **Komitmen Tinggi:** Rasio pembayaran dividen (Payout Ratio) bahkan tercatat di atas 100% (menggunakan saldo laba ditahan dan kas yang melimpah). Total dividen tahun buku 2024 mencapai Rp 188,6 miliar.

### 4. Prospek Masa Depan: Transformasi "Bulk to Blue"
Jangan beli PSSI karena masa lalunya sebagai pengangkut batu bara saja, tapi belilah karena masa depannya di logistik terintegrasi:
* **Diversifikasi ke Nikel:** PSSI sedang gencar beralih dari sekadar batu bara ke komoditas non-batu bara seperti nikel dan bauksit (untuk ekosistem EV). Targetnya, pada 2026 pendapatan non-batu bara mencapai 50%,.
* **Kondisi Pasar 2026:** Sektor transportasi dan logistik diprediksi menjadi "kuda hitam" di 2026 karena terbatasnya suplai kapal baru secara global (*supply tightness*) yang menjaga tarif sewa tetap menguntungkan,.
* **Harga Komoditas:** Meskipun target produksi batu bara nasional mungkin turun di 2026, harga acuan (HBA) di awal 2026 masih stabil di level US$ 104 per ton, yang menjaga permintaan jasa angkut tetap ada,.

### Arahan Strategis untuk Anda:

1. **Untuk *Dividend Hunter*:** Saham ini **BUY/HOLD**. Dengan posisi kas bersih yang kuat, PSSI kemungkinan besar tetap membagikan dividen. Beli saat harga terkoreksi untuk mengunci *yield* tinggi di atas bunga deposito,.
2. **Untuk *Swing Trader*:** Perhatikan area teknikal. Saham ini berada di level *support* 362-366. Jika laporan keuangan Q4 2025 menunjukkan perbaikan lanjutan (seperti pola di Q3), ada potensi *rebound* ke area 380-400.
3. **Untuk Investor Jangka Panjang:** Fokus pada cerita "peremajaan aset". Kapal-kapal baru yang lebih efisien akan meningkatkan margin di masa depan. Valuasi PBV < 0.8x adalah titik masuk yang masuk akal untuk menyimpan aset yang sedang "diskon".

**Kesimpulan Mentor:**
PSSI saat ini ibarat kapal yang sedang renovasi di tengah laut. Kinerjanya terlihat lambat karena sedang ganti mesin (peremajaan armada & diversifikasi), tapi fundamentalnya (kas & neraca) sangat kokoh. Jika Anda sabar menunggu proses transformasi ini selesai hingga 2026, potensi keuntungan dari kenaikan harga (*capital gain*) dan dividen jumbo cukup terbuka lebar.

*Disclaimer: Keputusan investasi tetap ada di tangan Anda. Pelajari risiko volatilitas harga komoditas yang masih membayangi.*

https://cutt.ly/dtxv0uLz

RANDOM TAG $BDKR $AKRA

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$MYOR

PT Mayora Indah Tbk merupakan perusahaan produsen makanan dan minuman terkemuka yang berbasis di Indonesia dengan jangkauan operasional di lima benua. Sumber-sumber ini merinci struktur permodalan, susunan pengurus, serta portofolio produk perusahaan yang mencakup biskuit, kopi, hingga permen. Selain profil korporasi, dokumen tersebut menyoroti rencana penerbitan obligasi berkelanjutan yang ditujukan untuk memperkuat modal kerja dan membiayai operasional. Analisis keuangan menunjukkan optimisme terhadap pemulihan laba pada tahun 2025 dan 2026, yang didukung oleh efisiensi biaya dan kuatnya konsumsi rumah tangga. Secara hukum, perusahaan mengonfirmasi kepatuhan terhadap regulasi pasar modal serta status bebas sengketa hukum yang material saat ini. Penjelasan ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai aspek strategis, finansial, dan legalitas dari entitas bisnis tersebut.

https://cutt.ly/7txct57d

RANDOM TAG $CASS $PSSI

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PSSI lemeessssss

2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy