


Volume
PT. Hanson International Tbk (MYRX) bergerak dalam industri, perdagangan umum, layanan dan pengembangan. Perusahaan memulai operasi komersialnya pada tahun 1973. Aktivitas Perusahaan saat ini hanya berinvestasi pada anak perusahaannya.
$REAL
β‘ TRADING PLAN: REAL
π’ Entry
Buy on Weakness: 82 β 90 (Membeli secara bertahap jika harga mengalami koreksi sehat untuk menguji kekuatan support baru).
Confirmation Entry: > 102 (Masuk jika harga berhasil ditutup di atas level psikologis 100 dengan volume yang meningkat kembali).
π― Take Profit (TP)
TP 1: 108 β 115 β jual 50% (Mengamankan keuntungan di area target resisten puncak terakhir).
TP 2: 125 β 135 β jual sisa (Target jika momentum bullish dari MACD sanggup mendorong harga menuju level harga pertengahan tahun lalu).
π΄ Stop Loss (SL)
SL Agresif: 78.
Daily Close < 72 β EXIT TOTAL (Sinyal bahwa lonjakan harga ini hanyalah false breakout dan harga berisiko kembali ke area dasar di bawah 70).
β οΈ Catatan Cepat
Candlestick Shadow: Ekor atas yang panjang pada lilin terakhir adalah sinyal peringatan; jangan FOMO jika harga tiba-tiba melonjak di pagi hari namun tidak mampu bertahan di atas 100.
MACD Strength: Selama histogram tetap berwarna hijau dan garis biru berada di atas garis merah, struktur tren mikro masih menguntungkan untuk posisi beli.
Liquidity Check: Saham REAL sering kali memiliki volatilitas yang sangat cepat; pastikan Anda menggunakan dana dingin dan siap dengan risiko fluktuasi harga yang tajam.
Jangan Lupa Follow!
Random Tag :
$ARMY $MYRX
$IHSG $MYRX $ARTO
Belajar dari Sejarah: Kuburan Saham "Valuasi Langit" Saat Krisis
Melanjutkan post sebelumnya soal "Bug MSCI" dan Valuasi Abstrak. Banyak yang bilang "Kali ini beda, konglonya kuat, duitnya infinity."
Spoiler alert: Itβs never different.
Ketika keran likuiditas ditutup (suku bunga naik, krisis global, atau skandal internal), saham-saham yang naik karena "pompaan" tanpa fundamental inelastic adalah yang pertama kali dibantai. Mereka turun bukan 10-20%, tapi 90-99%.
Ini beberapa Hall of Fame saham "Idola" yang rontok ketika realita menghantam:
1. The Legend: BUMI (2008) - "Saham Sejuta Umat"
The Story: Dulu BUMI itu rajanya market (BOBOT TERTINGGI IHSG). Valuasi sempat tembus Rp 8.000-an. Semua orang merasa jenius pegang BUMI. Narasinya? Commodity Supercycle + Bakrie Empire.
The Crash: Krisis finansial 2008 datang + Isu REPO (Gadai Saham) meledak.
Result: Dari 8.000 terjun bebas ke gocap (Rp 50).
Lesson: Saham yang naik karena REPO, turunnya nggak pake rem. Fundamental tambang batubaranya ada, tapi financial engineering-nya yang bikin hancur.
2. The "Asset Play" Illusion: MYRX (Hanson) - Era Bentjok
The Story: Sempat jadi primadona properti dengan landbank raksasa di Maja. Laporan keuangan terlihat profit terus (walau cashflow operasional sering minus/aneh). Harganya dijaga rapi, grafiknya cantik kayak tangga.
The Crash: Kasus Jiwasraya/Asabri meledak. Ketahuan kalau buying power yang menjaga harga sahamnya berasal dari dana-dana institusi yang "diatur".
Result: Suspensi -> Delisting -> Owner masuk penjara. Duit ritel? Hilang 100%.
Lesson: Grafik yang terlalu rapi (dijaga bandar) adalah tanda bahaya terbesar saat likuiditas bandar itu sendiri kering.
3. The Covid Hype: KAEF & INAF (2020-2021)
The Story: Vaksin Covid-19. Narasinya simple: "Vaksin wajib, KAEF yang distribusi, profit bakal meledak." Harga sahamnya terbang ara-ara berjilid-jilid sampai ribuan persen. Valuasi P/E ratio sempat ratusan hingga ribuan kali.
The Crash: Covid mereda, vaksinasi selesai, dan earnings ternyata tidak setinggi ekspektasi gila pasar.
Result: Kembali ke habitat asalnya (turun >80% dari peak).
Lesson: Event-driven rally sifatnya sementara. Ketika beritanya basi, demand hilang seketika.
4. The Tech/Bank Digital Bubble: ARTO (2021-2022)
Disclaimer: ARTO bisnisnya riil dan legitimate, bukan scam. Tapi ini studi kasus "Valuasi Abstrak".
The Story: Bank Digital + Ekosistem GOTO. Market Cap sempat tembus Top 5 Big Caps, menyalip bank-bank BUMN raksasa yang profitnya triliunan. Harga peak di 19.000-an.
The Crash: The Fed naikin suku bunga agresif di 2022. Era easy money habis. Investor global kabur dari aset berisiko tinggi (high growth, high valuation).
Result: Turun sampai ke 1.000-2.000an (Drop >85%).
Lesson: Saham bagus pun kalau dibeli di valuasi yang salah (salah harga), bisa jadi investasi yang mengerikan. Saat krisis, market kembali melihat P/E, PBV, dan Dividend Yield yang masuk akal.
Benang Merahnya? Semua saham di atas punya satu kesamaan saat di pucuk: Valuasi mereka tidak disokong oleh Cashflow yang kuat dan stabil (High ROIC), melainkan oleh NARASI.
Saat krisis, narasi itu sampah. Cash is king.
Saham Konglo/IPO baru yang sekarang Market Cap-nya ratusan triliun tapi profit operasionalnya "imut" atau bahkan rugi? Silakan renungkan, kalau besok krisis datang dan MSCI nge-patch bug mereka, siapa yang mau nampung barangnya di harga segitu?
$COAL dimanapun insider tahu info kondisi di dalam perusahaan lebih dulu. Kemarin dumping besar2an dalam waktu singkat indikator kuat βmungkinβ akan ada badnews tentang perusahaan. Dan saat news keluar habislah kalian.
Cuma mengingatkan sayangi uang kalian. Trading saham pakai pikiran jernih jangan ikutin nafsu.
#lesson learned from $MYRX, $POSA
@dennisetiawan6 bisa. MSCI hanya peduli sama market cap, free float dan volume transaksi gede. Saham sejenis $MYRX $RIMO aja bisa kok masuk MSCI. πΏ
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Saham buriq $MYRX juga dulu masuk LQ45, mana ada artinya itu index...
https://cutt.ly/xtw9ouqE
@Rudyghendiarta nih good news $MYRX besok buka suspen
https://cutt.ly/otwImdTB
$MYRX Sewaktu mengelilingi benteng Vastenburg, Surakarta, ketemu dengan plang merah muda ini. Sudah lama sekali, ya.

https://cutt.ly/3r7djyTd
$MYRX juga dulu masuk LQ45
@investorbless jelas2 saya bilang saham bencok.... contoh $MYRX dia ipo tahun 90, ff 40%. ipo value di jaman itu termasuk mid cap. sekitar 10B. fyi, $CPIN di waktu yg sama mengumpulkan 12B dalam ipo. silahkan lihat saham bencok lainnya. FF besar/kecil tidak menentukan sulit/mudahnya digoreng. retail pasti tetap menjadi korban bila greedy
Kesalahan Pemula Saat Memilih Saham Smallcap
Banyak ritel pemula tergoda saham smallcap karena harganya murah dan potensi naik cepat. Padahal, risiko nyangkut atau volatilitas tinggi juga besar.
Kesalahan umum:
Membeli hanya karena harga murah, tanpa melihat fundamental.
Ikut hype atau pom-pom di forum.
Tidak menentukan batas modal atau exit plan.
Tips agar aman:
Pelajari laporan keuangan dan prospek perusahaan.
Gunakan smallcap sebagai bagian kecil dari portofolio, jangan all-in.
Amati volume dan likuiditas sebelum masuk.
Saham smallcap bisa memberi cuan besar, tapi hanya bagi yang disiplin dan tahu risikonya.
$MYRX $TOWR $LINK
$MYRX Delisting Juga Bareng MAMI
Ini adalah perusahaan crown jewel milik Benny Tjokro atau Bentjok atau Om Ben. Sepupunya Anne Patricia PBRX. Malah katanya Bentjok pernah pakai akun nya Anne Patricia PBRX buat goreng saham. Ini fakta persidangan. Cek aja berita (gambar 9). Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Bentjok adalah salah satu bandar paling terkenal di bursa. Sering main pingpong di lantai bursa. Literally main pingpong. Saking dekatnya itu Bentjok sama orang bursa. Tapi begitu Bentjok kena kasus Jiwasraya dan Asabri langsung seperti ndak itu orang BEI yang kenal Bentjok. πΏ
Waktu saya buka akun Stockbit di 2017, MYRX adalah salah satu saham yang paling trending topic di Stockbit. Tukang Pompom nya banyak banget. Saham sangat likuid. Bahkan bisa dibilang super likuid. Tapi saya tidak pernah tertarik beli saham MYRX karena saya sudah baca sejarah Bentjok dan gerakan sahamnya memang kasar banget. Pagi naik, sore nya ARB. Banyak trader nangis di sini. Yang cuan juga banyak sih. Saya pernah menulis tentang MYRX di 2019, bisa baca di sini https://stockbit.com/post/2195936
Pasukan Pompom MYRX juga sangat banyak waktu itu. Begitu Bentjok kena kasus Jiwasraya dan Asabri di 2020, langsung senyap.
Sekitar 7000an investor nyangkut di MYRX. Anggap aja 1000 orang adalah akun nominee. Itu artinya ada 6000an investor real yang nyangkut di MYRX.
Ini lah alasan mengapa kalau investor itu perlu belajar fundamental dan riset sejarah pendiri perusahaan agar tidak terjebak di perusahaan seperti MYRX ini.
Laporan keuangan itu bisa dimanipulasi tapi karakter pendiri dan pemilik perusahaan itu susah diubah. Kalau PSP atau pemilik utama perusahaan itu sifatnya kompeten, jujur, amanah, dan memikirkan investor minoritas maka selalu ada cara bagi perusahaan tersebut untuk bangkit di masa depan. Tapi kalau PSP nya rampok maka tinggal tunggu aja bangkrut itu perusahaan.
Di masa depan kasus seperti Bentjok mungkin akan terjadi lagi apalagi kalau seandainya bandarnya kerjasama dengan Dapen BUMN. Yang bikin Bentjok masuk penjara adalah karena Bentjok goreng saham pakai duit BUMN Jiwasraya dan Asabri. Seandainya Bentjok ndak pakai duit negara buat goreng MYRX maka mungkin Bentjok bisa bebas.
Tinggal cek aja nanti perusahaan mana yang pakai duit negara buat goreng saham. πΏπΏπΏ
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$COIN $CDIA
1/10










$ASLI saham udah lock 1,5 tahun π€£π€£, lap keu udah mulai lelet. tapi tiap bulan nominee nambah, emiten lucu sih ini BEI asal lolosin aje. calon penyusul $MYRX kayaknya
