


Volume
Avg volume
PT Jasa Marga (Persero) Tbk didirikan pada tahun 1978 dan merupakan perusahaan infrastruktur jalan tol terbesar di Indonesia. Sebagai perusahaan publik sejak IPO pada 2007, Jasa Marga berfokus pada pengelolaan, pembangunan, dan pemeliharaan jaringan jalan tol yang mendukung mobilitas serta pertumbuhan ekonomi Indonesia. Perseroan mengoperasikan berbagai ruas jalan tol di seluruh Indonesia, menggunakan teknologi canggih seperti Intelligent Transport System (ITS) dan Integrated Tollroad Maintenance System (ITMS) untuk meningkatkan layanan. Jasa Marga juga memiliki 17 entitas anak dan berencana untuk mengembangkan lebih lanjut infr... Read More
Emiten $CDIA (PT Chandra Daya Investasi Tbk) memiliki beberapa isu positif yang menarik perhatian investor. Berikut beberapa di antaranya:
- Kinerja Keuangan: CDIA mencatatkan pertumbuhan pendapatan 41% pada Maret 2025 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan laba bersih mencapai Rp493,5 miliar.
- Ekansi Bisnis: CDIA memiliki portofolio bisnis yang terdiversifikasi, termasuk energi, air, pelabuhan, penyimpanan, dan logistik.
- Investasi: CDIA telah menerima suntikan modal sebesar US$185 juta dari TPIA dan EGCO Group untuk memperkuat bisnisnya.
- Proyek Strategis: CDIA memiliki proyek strategis seperti penambahan armada kapal dan pengembangan fasilitas penyimpanan.
Harga saham CDIA saat ini sekitar Rp1.715, dengan kapitalisasi pasar Rp208,47 triliun.
DYOR
Bukan ajakan beli
Random tag $JSMR $TOWR
Analisa IHSG dan 3 Saham Menarik yang Berpotensi Naik Tanggal 5 - 9 Januari 2026 @AnTekSaham
https://cutt.ly/ptgNcLfr
$ERAL $JSMR $AKRA
Karena saya follow banyak user dan penulis konten yang beraliran Grahamist dan kembangan-kembangannya, salah satu komentar yang paling sering diajukan di kolom komentarnya adalah soal jumlah posisi dan ukuran posisi
Grahamists biasanya punya posisi yang JAUH lebih banyak daripada yang nyaman dimiliki aliran non-Graham, dan secara ukuran biasanya relatif lebih equal, dibandingkan aliran lain yang biasanya relatif top heavy
Sampai sini, biasanya respon penulisnya seputaran waktu dan kemampuan analisis: wajar punya posisi yang concentrated bet jika memang hanya mampu dan sempat analisis segitu, sedangkan Grahamist rata-rata memang economics enthusiast yang menjadikan analisis fundamental sebagai hobi, bukan tanggung jawab, sehingga mendalami banyak conviction itu memang sudah alamiah
Tapi yang lebih heboh lagi adalah penulis konten yang portonya "open source", dari mulai jumlah posisi, besaran modal, hingga pastinya kinerjanya. Ini pasti sering mengundang komentar, "modal segitu return puluhan persen pun mana kerasa, lebih baik fokus 3 saham, satu aja untung udah bisa nutupin loss yang lain dengan cepat karena padat modal."
Atau yang lebih jauh lagi: modal segitu posisi sejumlah itu mending invest di reksa dana indeks. Tapi saya nggak akan mendalami topik ini karena sebelumnya saya pernah menulis tentang realita indeks di Indonesia:
https://stockbit.com/post/24109666
Kali ini saya memperkenalkan terobosan baru saya, yaitu menentukan diversifikasi dan position sizing BUKAN berdasarkan ukuran modal, melainkan berdasarkan fundamental, yaitu: kompetisi, dan entropinya
Kapan concentrated bet merupakan pilihan yang tepat? Apakah ketika modal di bawah threshold tertentu? Dalam terobosan baru saya, concentrated bet merupakan pilihan yang tepat di sektor yang entropi kompetisinya sangat rendah, di mana concentrated bet yang kamu ambil lebih mendekati monopolistik daripada oligopoli
Kapan diversifikasi seluas-luasnya dan strategi equal weight merupakan pilihan yang tepat? Apakah ketika kita mengelola AUM dana pensiun nasional? Dalam terobosan baru saya, diversifikasi luas dan strategi equal weight merupakan pilihan yang tepat di sub-industri yang entropi kompetisinya sangat tinggi, di mana kamu berinvestasi di sub-industri yang lebih mendekati red ocean daripada oligopoli
Contoh pertama, kalau investor $JSMR dikasih waktu satu bulan untuk disuruh analisis rivalitas kompetisi, mungkin mereka akan lebih banyak menghabiskan waktu mereka untuk healing, traveling, nyari jodoh, dll., karena memang serendah itu entropi di kompetisinya
Kalau disuruh analisis lebih luas seperti lima gaya porter pun, paling lama 8 jam kelar. Dari zaman orba, industry leader-nya dia. Memang ada penyedia tol lain seperti Bosowa, dll., tapi secara pangsa pasar jauh tidak apple to apple, tidak bisa merusak economic moat, dan cukup mudah memprediksi apakah JSMR bisa sustain sampai 1-2 dekade ke depan
Investor JSMR punya privilege untuk memilih concentrated bet. Kalaupun mau diversifikasi, mereka tinggal cari satu saham dari satu sektor yang korelasinya paling berkebalikan, and call it a day
$SIDO berkompetisi di market yang entropinya agak sedikit lebih tinggi. Antangin dan Bintang 7 lebih terlihat di mata konsumen dibandingkan Bosowa, tapi secara pangsa pasar juga masih jauh, masih amat sangat sulit untuk merusak economic moat SIDO
Tolak Angin udah ada dari zaman penjajahan, sudah produksi massal dalam skala industri dari zaman orde lama, dan brand moat-nya sudah jadi top of mind jauh sebelum bapak dan ibu saya nikah
Nggak susah untuk memprediksi apakah Tolak Angin bisa mempertahankan posisinya 1-2 dekade ke depan, walaupun ada kompetitornya, karena entropi kompetisinya pun masih amat sangat rendah. Investor SIDO boleh saja diversifikasi ke produk-produk kesehatan lain, tapi ya nggak perlu-perlu amat
$ICBP punya brand moat yang identik dengan Tolak Angin, tapi entropi kompetisinya lebih tinggi, baik dari dalam maupun luar negeri, karena entry barrier-nya lebih rendah dan marketnya lebih red ocean daripada market jamu yang lebih niche
Investor ICBP bisa jadi menilai brand Indomie masih terlampau jauh untuk bisa dirusak moat-nya atau digerogoti pangsa pasarnya oleh brand-brand lain di dunia, tapi investor lain bisa jadi juga menilai Mi Sedap sebagai ancaman yang konkret
Investor yang menurut pengetahuannya, menilai kompetisi mi instan ini memiliki entropi yang cukup tinggi, mungkin akan mencari perusahaan konsumer lain di market, yang sekiranya punya niche produk yang nggak dimiliki oleh Wings, entah mungkin KINO, ADES, CMRY, JPFA, dll. Seolah mereka berkata, "Indomie memang memiliki pangsa pasar terbesar dan moat terlebar hari ini, tapi belum tentu 1-2 dekade lagi akan tetap sama."
Yang entropinya paling tinggi? Yang hampir semua produknya "sama saja" di mata pembelinya. Contohnya CPO, nggak ada satu perusahaan yang pangsa pasarnya paling besar gara-gara tandan buah segarnya paling difavoritkan pembeli di market
Karena produknya komoditas, maka penentu siapa yang terbaik kembali ke efisiensi dan efektivitas manajemennya, siklus usia tumbuhan produktifnya, yield-nya, utilisasi lahannya, dll., dan efisiensi dan efektivitas manajemen ini nggak ada yang menjamin pasti selalu sama 1-2 dekade ke depan
Bahkan LSIP yang literally perusahaan perkebunan tertua di tanah air yang pertama kali bawa bibit sawit dari Inggris ke Kebun Raya Bogor sebelum dibudidayakan di Sumut, nggak menjamin yield dia paling efisien
Ini entropi tinggi. Investor yang berpengalaman menganalisis sektor CPO minimal akan memiliki barbel: satu perusahaan yang spesialis paling efisien di hulu/upstream/produksi buah, dan satu yang paling spesialis di hilirisasi. Zaman now, bahkan hilirisasi ini bisa dibagi lagi, satu untuk consumer brand, satu untuk bioenergi
Yang paling tinggi? Sektor yang pure play-nya sudah menjadi minoritas, dan mayoritasnya sudah diversifikasi ke produk-produk lain, misalnya batu bara, ada yang pure play, ada yang bikin smelter, ada yang bikin motor listrik, ada yang bikin pembangkit sampah, ada yang berubah jadi holding yang di dalamnya ada pembangkit hidro
Bahkan yang paling bikin tepok jidat, ada yang sejak 2023 proyek terbesarnya adalah data center, sejak itu pula sebagian besar investornya investasi karena story data center-nya, tapi di BEI masih terdaftar sebagai sektor energi, membuat misleading energi jadi sektor paling leading padahal digendong dia doang sedangkan yang lain diiris tipis-tipis
Kalau udah di sektor ini, dengan entropi setinggi ini, masih bisa prediksi siapa jadi sustainable winner 2 dekade yang akan datang, lalu bikin concentrated bet? Boleh aja dicoba, paling nanti akhirnya bilang dividend trap
Kata Engkong Warren Buffett, "diversification is protection against ignorance," seringkali ditafsirkan porto supermarket, equal weight = ignorant
Padahal ignorance di sini termasuk:
1. Merasa perusahaan tersebut tidak monopolistik di sektor tersebut
2. Merasa pemenang kompetisi bisa sering berubah-ubah, dan penguasa pangsa pasarnya hanya bisa berada di puncak dalam waktu yang singkat-singkat (misalnya kurang dari 2 dekade)
Melihat makro saat ini saja: iya benar harga logam mulia sedang uptrend, iya benar EBT sedang dapat insentif dan kemudahan pembiayaan besar-besaran, iya benar hilirisasi jadi fokus pemerintah terutama energi dan mineral, tapi apakah hari ini ada pemenang yang memiliki pangsa pasar dan moat yang sulit digeser? Apakah dominasi itu mudah sustain lebih dari 2 dekade ke depan?
Ini ide baru saya, boleh percaya boleh enggak: concentrated bet vs diversified, equal weight bukan tergantung threshold modal, tapi tergantung apa yang kamu ketahui tentang kompetisi dan entropinya

Contoh dari materi Ekonomi Dasar Suplay and demand
permintaan dan penawaran
https://stockbit.com/post/25644988
Pada pasar saham ADMR terlihat harga sebelumnya ketika harga turun di ikuti volume turun, di susul rebound
dan saat ini JSMR harga turun + Volume ikut turun, artinya tekanan jual dari penjual sudah mengalami pelemahan.
Catatan, saya tidak mengajarkan trading atau spekulasi tapi ini hanya sharing saja, Bagaimana Ilmu ekonomi di aplikasikan
Indikator volume memberitahukan bahwa bagaimana pola transaksi dan dominan mana antara tarikan Suplay and demand nya.
Apakah setiap harga turun akan dilanjutkan kenaikan?
tidak, Penurunan yang disertai volume turun hanya tanda bahwa tekanan jual sudah melemah
Random tag
$AKRA$JSMR$ICBP
Tertarik belajar indikator volume ?
tonton vidio berikut
https://cutt.ly/wtgbdtAB
1/2


$JSMR tunggu divestasi tol tolnya jalan, cashflow membaik bakal jadi cash machine deviden buat danantara.
Uda murah, tergantung situ mau beli sekarang atau nunggu insider haka masif karena tahu ada divestasinya.
Yang penting kamu uda tahu next storynya apa. Dari mana saya tahu, dari baca LK aja dan liat gerak gerik Danantara. All yoh need is experience, lama - lama peka cara mainnya.
Analisis Saham tanggal 30 Desember 2025
$ANTM: https://www.tiktok.com/@primbonsaham/video/7590240766539156744
$JSMR: https://www.tiktok.com/@primbonsaham/video/7590213059252112648
$LPKR: https://www.tiktok.com/@primbonsaham/video/7590204754148527378
BBRI: https://www.tiktok.com/@primbonsaham/video/7590197307602242834
AMRT: https://www.tiktok.com/@primbonsaham/video/7590181312506481938
Semoga bermanfaat juragan
Happy New Year 2026
Saham Pilihan OmegaX Trader
Jumat, 02 Jan 2026
Note : Lakukan riset mandiri sebelum memutuskan jual/beli
$JSMR $UNTR $NICL

Menkeu Purbaya mengkritik permintaan dana dan belanja pemulihan bencana banjir Sumatera bagian utara yang lambat dan sedikit.
https://cutt.ly/itfCyLcB
Padahal Menkeu sudah menyiapkan anggaran yang cukup untuk tahun 2025 dan 2026.
Menkeu mendorong penyelesaian pendanaan dan belanja penanggulangan bencana yang bisa diselesaikan di akhir tahun 2025.
$SMGR $MEDC $JSMR
PRINSIP INVESTASI
Opportunity Loss
kerugian berupa manfaat atau keuntungan yang seharusnya bisa diperoleh, Dari pilihan terbaik yang dikorbankan demi memilih pilihan alternatif
Opportunity loss sebagai berikut =
keuntungan alternatif terbaik dikurangi
Keuntungan pilihan yang diambil
Emas naik 60% Ytd lalu misal kita untung setahun ini 40%
maka 60-40 terjadi opportunity loss sebesar 20%
Hal ini penting untuk melihat mana pilihan paling potensial, Dengan hasil optimal
Apa yang harus dilakukan yaitu evaluasi, mungkin diversifikasi bisa jadi jawaban untuk menjaga nilai pertumbuhan porto lebih optimal
Contoh dalam kehidupan
Memilih antara Buah melon atau semangka dengan keterbatasan Dana, misal cuma membawa uang 100 ribu saja, baik semangka atau melon harga nya sama 100ribu per butir
solusinya adalah negosiasi untuk bisa membeli 50 ribu untuk semangka 50 ribu untuk melon
Tapi Di sisi lain, ketika pertanyaan nya soal waktu, sulit untuk dipilih. Memilih kesibukan A atau B yang notabene nya sama sama penting, Maka perlu untuk menghitung secara jangka panjang mana yang memberikan dampak paling baik, Balik ke rumus atas
Random tag
$HUMI$JSMR$BULL
Komen dibawah Jika kamu sering kebingungan menentukan dua pilihan dalam hidup
1/2


screener pagi udah rampung setelah 1,5 bulan backtest, sekarang lagi nyoba bikin screener buat sore dan sebisa mungkin dibuat aman serta minim false signal.
nunggu 15.40 buat entry tapi ternyata $RMKO keburu mentok atas 😅 yaudahlah ya RMKO juga udah dapet dari pagi 😁
masih ada $INTP sama $JSMR, entry sebelum pre-closing

⚠️ Mitigasi Risiko: Hanya Ikuti Akumulasi yang Telah Teruji
Risiko terbesar dalam trading adalah false signal. Anda membeli karena volume tinggi, tetapi itu adalah distribusi. Anda membeli karena harga naik, tetapi itu adalah jebakan sesaat. Mitigasi risiko terbaik adalah hanya bertindak berdasarkan sinyal akumulasi yang telah diverifikasi secara ketat, yaitu pergerakan Smart Money yang teruji.
Trigger Smart Money adalah alat mitigasi risiko yang didesain untuk memverifikasi setiap sinyal volume di pasar saham Indonesia. Kami mengubah trading yang penuh risiko menjadi keputusan yang didasarkan pada bukti yang teruji.
Pilar mitigasi risiko kami adalah Sistem Verifikasi Money Flow yang Tak Kompromi. Meskipun kami secara cepat mendeteksi Volume Anomali yang Ekstrem (misalnya, lonjakan 4x hingga 7x rata-rata intraday), kami tidak akan pernah mengeluarkan sinyal beli kecuali diverifikasi. Proses verifikasi ini adalah Analisis Arus Dana Bersih, di mana kami memastikan bahwa volume abnormal tersebut didominasi oleh dana masuk (net buying). Jika hasil analisis menunjukkan dominasi net selling, sinyal itu diabaikan, melindungi Anda dari risiko distribusi. Dengan Trigger Smart Money, risiko false signal Anda diminimalkan secara drastis, memungkinkan Anda untuk berinvestasi hanya pada peluang yang telah diuji dan didukung oleh modal besar.
$JSMR $SLIS $CASA
1/2

