


Volume
Avg volume
PT Jasa Marga (Persero) Tbk didirikan pada tahun 1978 dan merupakan perusahaan infrastruktur jalan tol terbesar di Indonesia. Sebagai perusahaan publik sejak IPO pada 2007, Jasa Marga berfokus pada pengelolaan, pembangunan, dan pemeliharaan jaringan jalan tol yang mendukung mobilitas serta pertumbuhan ekonomi Indonesia. Perseroan mengoperasikan berbagai ruas jalan tol di seluruh Indonesia, menggunakan teknologi canggih seperti Intelligent Transport System (ITS) dan Integrated Tollroad Maintenance System (ITMS) untuk meningkatkan layanan. Jasa Marga juga memiliki 17 entitas anak dan berencana untuk mengembangkan lebih lanjut infr... Read More
$JSMR
Halo, Rekan Investor. Senang sekali Anda bertanya tentang **PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR)**. Sebagai mentor Anda, saya melihat emiten ini sedang berada di posisi yang sangat menarik: **Fundamentalnya sedang "berbenah", namun harganya sedang "diskon" besar-besaran.**
Mari kita bedah secara mendalam, bukan hanya melihat kulit luarnya saja. Berikut adalah analisa lengkap dan arahan strategi investasi untuk JSMR:
### 1. Bedah Kinerja: Jangan Terkecoh Angka Laba Bersih
Banyak investor pemula panik melihat laporan keuangan Semester I 2025 di mana laba bersih JSMR turun 20,27% menjadi Rp1,87 triliun. Namun, sebagai *smart investor*, Anda harus melihat di balik angka tersebut:
* **Penurunan Wajar:** Penurunan laba bersih ini sebagian besar disebabkan oleh faktor non-operasional (pajak tangguhan dan beban bunga) serta tingginya basis pembanding tahun 2023 akibat keuntungan *one-off* (sekali saja) dari aksi korporasi.
* **Laba Inti Justru Tumbuh:** Jika kita melihat *Core Profit* (laba inti) yang mencerminkan kinerja operasional murni, JSMR justru mencatatkan pertumbuhan yang solid. Pada 2024 saja, laba inti tumbuh 36%.
* **Pendapatan Tol Stabil:** Meski pendapatan konstruksi turun (karena proyek selesai), pendapatan tol sebagai mesin uang utama tetap tumbuh 5% di Semester I 2025.
### 2. Katalis Utama: "Vitamin" Penguat Stamina
JSMR baru saja melakukan langkah strategis yang brilian, yaitu **Divestasi Tol Trans Jawa (JTT)**.
* **Suntikan Dana Segar:** JSMR mendapatkan total dana sekitar Rp15,75 triliun dari divestasi 35% saham JTT ke konsorsium Salim Group dan GIC.
* **Penyehatan Neraca (Deleveraging):** Dana ini digunakan untuk melunasi utang berbunga. Hasilnya? Rasio utang terhadap ekuitas (*Debt to Equity Ratio*/DER) turun drastis dari 2,47x (2023) menjadi sekitar 1,04x - 1,54x. Ini membuat beban bunga di masa depan menjadi lebih ringan dan laba bersih berpotensi melonjak.
### 3. Mesin Pertumbuhan 2025: Kenaikan Tarif & Proyek Baru
Tahun 2025 adalah tahun "panen" bagi operator tol.
* **Pesta Kenaikan Tarif:** Ada sekitar 38 ruas tol yang dijadwalkan naik tarifnya pada 2025. Kenaikan ini bervariasi antara 3,5% hingga 11,4%. Ini adalah pendapatan yang hampir pasti naik karena elastisitas pengguna tol rendah (orang tetap butuh tol meski harga naik).
* **Proyek Strategis Nasional:** JSMR akan segera mengoperasikan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Tahap 1) dan Jogja-Solo. Ini akan menjadi sumber pendapatan baru.
### 4. Valuasi: Salah Harga (Undervalued)
Di sinilah letak peluang emasnya.
* **PBV di Bawah 1 Kali:** Saat ini, JSMR diperdagangkan pada *Price to Book Value* (PBV) sekitar **0,66x - 0,7x**. Artinya, Anda membeli aset perusahaan infrastruktur raksasa ini dengan harga lebih murah daripada nilai buku asetnya.
* **Target Harga Konsensus:** Mayoritas analis (JP Morgan, Kiwoom, Binaartha) memberikan rating **BUY** dengan target harga rata-rata di kisaran **Rp5.100 - Rp5.500**. Upside potensialnya cukup besar dari harga sekarang (kisaran Rp3.600 - Rp3.800).
### 5. Dividen: Pemanis yang Konsisten
Manajemen JSMR berkomitmen menjaga rasio pembagian dividen (*Payout Ratio*) sebesar 25% dari laba inti. Pada tahun buku 2024, mereka membagikan Rp156 per lembar. Ini memberikan *safety net* berupa pendapatan pasif bagi Anda yang memegang saham ini dalam jangka panjang.
---
### ⚠️ Risiko yang Harus Diwaspadai
Sebagai mentor, saya harus ingatkan risikonya agar Anda tidak lengah:
1. **Suku Bunga Tinggi:** JSMR memiliki utang yang besar. Jika suku bunga (BI Rate) naik atau bertahan tinggi, beban bunga bisa menggerus laba.
2. **Pendapatan Konstruksi:** Pendapatan dari segmen ini akan terus menurun seiring selesainya proyek-proyek besar. Fokuslah pada pertumbuhan pendapatan tol, bukan total pendapatan gabungan.
---
### 🎯 Arahan Strategi untuk Investor (Action Plan)
Berdasarkan analisa di atas, rekomendasi saya adalah **BUY on Weakness (Beli Saat Melemah)**.
* **Area Beli Ideal:** Manfaatkan koreksi pasar untuk mengakumulasi di area **Rp3.500 - Rp3.650**.
* **Target Jangka Menengah (6-12 Bulan):** Rp4.500 - Rp4.800.
* **Target Jangka Panjang (>1 Tahun):** Rp5.100 - Rp5.500 (Menuju nilai wajar PBV 1x).
* **Mindset:** Anggap ini sebagai investasi di "mesin pencetak uang" (jalan tol) yang sedang dijual murah karena renovasi (restrukturisasi utang). Begitu renovasi selesai dan tarif baru berlaku, kinerja keuangannya akan lari kencang.
Ingat, investasi di infrastruktur membutuhkan kesabaran. Jangan panik dengan fluktuasi harian. Fundamental JSMR saat ini berada di posisi terkuatnya dalam 5 tahun terakhir pasca-divestasi.
*Disclaimer: Keputusan investasi tetap ada di tangan Anda. Pelajari kembali (DYOR) dan sesuaikan dengan profil risiko Anda.*
https://cutt.ly/gtbtE0UT
RANDOM TAG $CMNP $META
3 SKENARIO ENTRY SAHAM $KLBF (Swing Trader Plan)
Harga sekarang: 1140
1) SKENARIO ENTRY SEKARANG (Moderate Entry)
- Entry: 1125 – 1160
- Stoploss: < 1080
- TP1: 1200
- TP2: 1280 – 1320
Alasan: Harga masih bergerak di area konsolidasi atas demand minor, struktur swing masih memungkinkan rebound lanjutan selama support terjaga Boss.
2) SKENARIO ENTRY PULLBACK (Conservative – Paling Aman)
- Entry: 1060 – 1080
- Stoploss: < 1020
- TP1: 1180
- TP2: 1280 – 1320
Alasan: Area ini dekat support kuat dan zona demand struktur sebelumnya, risk lebih kecil dan lebih aman buat swing sabar Boss.
3) SKENARIO ENTRY AGRESIF (Buy on Breakout)
- Entry: Buy kalau breakout > 1170 dengan volume besar
- Stoploss: < 1125
- TP1: 1220
- TP2: 1320 – 1380
Alasan: Breakout valid di atas resistance minor bisa jadi trigger momentum lanjutan dan konfirmasi kelanjutan trend naik Boss.
Alasan Buy:
• Harga masih di area demand
• Struktur swing memungkinkan rebound / masih bullish
• Breakout 1170 bisa jadi trigger lanjutan
Risiko:
• Kalau 1060 jebol = potensi lanjut turun / koreksi lebih dalam
• Breakout tanpa volume rawan fake
• Stoploss wajib buat jaga modal Boss
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$LPKR $JSMR
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
UNTR
UNVR
JSMR
DEWA
BRMS
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Rabu (4/2) di zona hijau dengan kenaikan 0,30% ke level 8.146,72.
Penguatan indeks ditopang oleh saham-saham berkapitalisasi besar seperti Amman Mineral Internasional (AMMN) yang melesat 8,73%,...

www.cnbcindonesia.com

🚨 BANDAR DETECTOR by @defnilay
📊 $JSMR
📅 Tanggal: 2026-02-04
🏦 Broker Bandar: CC, KK, AK, XA, BK
📈 Acc Status: BIG ACC
📆 Acc 7 Hari: BIG ACC
📆 Acc 20 Hari: BIG ACC
📊 Volume Ratio (MA20): 1.62x 👍
📊 Volume Ratio (Kemarin): 2.55x 🔥
📉 RSI: 71.6 (Overbought)
👁🗨 MACD: 54.44 | Signal: 39.62 (No Crossover)
🚀 Breakout: Yes (Bullish Breakout)
⚠️ Breakout Trap: No✅
🧠 Smart Money: DISTRIBUTION
📦 Phase: MARKUP
📦 Phase Detail: Markup (Strong Buy)✅
💰 Harga Bandar (VWAP20): 3584
📈 Gap: 5.75% (Floating Profit)
📦 Total Beli (Lot): 36.81K
💰 Total Beli (Value): 13.66B
🎯 Rata-rata Harga: 3,732
🎉 Final Score: 6 (Medium Potential🟢)
𝖥rоm 🪱 тo 🐉
Kabar gembira buat dompet kita semua! Pemerintah baru saja mengumumkan "amunisi" sebesar Rp12,83 triliun untuk bikin ekonomi awal tahun 2026 makin ngebut.
1. Mudik & Jalan-Jalan Jadi Lebih Murah ✈️
Buat kamu yang sudah berencana pulang kampung atau liburan pas Lebaran 2026, siap-siap cek tiket! Pemerintah kasih:
- Diskon Tiket Pesawat: Khusus kelas ekonomi domestik, ada potongan hingga 16%.
- Pajak Bandara Dipangkas: Biaya layanan bandara (PJP2U) didiskon 50%.
- Kereta & Kapal Laut: Nggak ketinggalan, ada potongan tarif sekitar 30%.
- Diskon Tarif Tol: Buat yang tim jalur darat, tarif tol juga bakal dipotong biar mudik makin lancar.
2. Sembako Aman, Perut Kenyang 🍚
Sebagian besar anggaran (sekitar Rp12 triliun) dialokasikan untuk bantuan sosial (bansos). Jadi, keluarga penerima manfaat bakal dapat:
- Beras 10 Kg dan Minyak Kita gratis selama dua bulan. Lumayan banget buat stok dapur selama Ramadan dan Idul Fitri!
3. Kenapa Harus Sekarang? 🤔
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, bilang kalau pertumbuhan ekonomi di awal tahun (Kuartal I) biasanya agak lesu. Nah, stimulus ini ibarat "booster" supaya daya beli masyarakat tetap kuat, apalagi bertepatan dengan momen libur besar keagamaan.
Sektor apa yang diuntungkan? 🚀
1. Sektor Transportasi & Logistik (Top Pick! ✈️)
Karena ada diskon tiket pesawat, penghapusan pajak bandara, dan potongan tarif tol, saham-saham di sektor ini otomatis jadi primadona.
- Maskapai: Peningkatan volume penumpang berkat diskon 16% tiket pesawat.
- Operator Bandara & Jalan Tol: Volume lalu lintas kendaraan dan arus penumpang di bandara akan naik drastis selama periode mudik.
2. Sektor Konsumsi Primer (Consumer Staples 🛒)
Bansos beras dan minyak goreng senilai Rp12 triliun itu uang yang sangat besar.
- Produsen Makanan & Ritel: Ketika masyarakat menengah ke bawah terbantu kebutuhan pokoknya, mereka punya sisa uang lebih untuk belanja produk konsumsi lainnya (snack, minuman, sabun, dll).
- Emiten Pengolah Makanan: Terutama yang memproduksi barang-barang kebutuhan harian.
3. Sektor Perbankan (The Fuel 💳)
Bank-bank besar (Big Caps) biasanya ikut menguat karena:
- Peredaran uang di masyarakat meningkat.
- Transaksi digital lewat mobile banking untuk beli tiket atau belanja kebutuhan Lebaran bakal melonjak tajam.
4. Sektor Pariwisata & Perhotelan 🏨
Efek domino dari diskon transportasi adalah orang jadi lebih niat liburan.
- Hotel & Travel Agent: Okupansi hotel di destinasi wisata diprediksi akan naik karena biaya transportasi ke sana jadi lebih murah.
Catatan Penting (Disclaimer): > Stimulus ini sifatnya jangka pendek (Februari-Maret). Jadi, pergerakan sahamnya mungkin akan lebih agresif untuk trading jangka pendek daripada investasi jangka sangat panjang. Jangan lupa cek juga laporan keuangan masing-masing perusahaan sebelum "all-in"!
Berita $JSMR https://cutt.ly/3tvN9Guv
Saham yang berpotensi naik besok (Rabu, 4 Februari 2026) masih harus dilihat dengan sangat hati-hati, karena pasar tetap volatile pasca-krisis MSCI dan koreksi komoditas.
Hari ini (Selasa, 3 Februari 2026), IHSG rebound kuat dengan naik 2,52–2,53% ke level 8.122 (dari penutupan sebelumnya ~7.922), ditopang technical rebound, short covering, inflow domestik/institusi, dan sentimen regional positif.
Seluruh sektor menghijau (barang baku +6,52% memimpin), dengan transaksi tinggi dan investor asing masih net sell tapi tekanan jual mereda signifikan. Saham seperti BUMI jadi primadona (transaksi Rp3–6 T, naik 20%+).
Prediksi analis (dari Phintraco, MNC Sekuritas, BNI Sekuritas per 3 Februari 2026):
A. IHSG berpotensi konsolidasi atau menguat terbatas di rentang 8.094–8.318 (support 7.835–7.680 sebagai area koreksi wave, resistance 8.128–8.527). Jika hold di atas 8.000–8.100, peluang lanjutan rebound lebih tinggi; rawan koreksi jika jebol support.
B. Momentum rebound hari ini (dari oversold) bisa berlanjut besok jika tidak ada katalis negatif baru (misal update MSCI/OJK atau komoditas global). Fokus buy on weakness di saham undervalued, likuid, dan berfundamental kuat – hindari spekulasi agresif di kondisi ini.
Berikut saham yang sering direkomendasikan analis untuk besok (spekulatif, probabilitas rebound ~50–60% jika IHSG stabil di atas 8.100):
1. $AADI (PT Adaro Andalan Indonesia Tbk):
Rekomendasi buy on weakness dari MNC Sekuritas & Phintraco. Sektor energi/komoditas rebound kuat hari ini; area beli Rp8.150–Rp8.350, target Rp8.375+. Potensi lanjut naik jika komoditas batubara stabil.
2. $INCO (PT Vale Indonesia Tbk):
Buy on weakness dari MNC. Nikel/pertambangan undervalued pasca-koreksi, dukung rebound sektor barang baku. Support kuat, target lebih tinggi jika inflow berlanjut.
3. $JSMR (PT Jasa Marga Tbk):
Buy on weakness dari MNC & Phintraco. Infrastruktur defensif, area beli Rp3.610–Rp3.680. Ketahanan tinggi di volatilitas, potensi rebound terbatas.
4. SUPA (PT Super Bank Indonesia Tbk): Speculative buy dari MNC. Momentum positif, cocok trading rebound.
5. PANI (PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk):
Teknikal buy on weakness (naik 12%+ kemarin), support Rp8.900-an, potensi lanjut jika properti ikut rebound.
6. TOWR (PT Sarana Menara Nusantara Tbk):
Rekomendasi teknikal dari analis, infrastruktur telekomunikasi defensif – potensi naik jika sektor teknologi ikut menguat.
Catatan Penting:
Ini bukan prediksi pasti naik — rebound hari ini bagus (technical + short covering), tapi fondasi masih rapuh (asing net sell Rp760 M, Goldman Sachs underweight). Probabilitas lanjutan rebound lebih tinggi jika support 8.094 hold dan ada update positif OJK/MSCI.
Saran umum:
- Pantau pembukaan Rabu pagi (volume, net buy domestik/asing, berita reformasi free float atau MSCI).
- Gunakan stop loss ketat (3–5% di bawah entry) dan position sizing kecil – volatilitas masih tinggi.
Fokus jangka pendek: Buy on dip di support kuat, target resistance dekat – jangan FOMO.
- Jika jangka panjang, sektor defensif (konsumsi, infrastruktur) atau undervalued seperti di atas lebih aman dibanding komoditas volatile.
- Cek real-time di app sekuritas atau situs BEI/https://cutt.ly/rtvHJpFf pagi besok, karena kondisi bisa berubah cepat.
$CMNP
Halo, rekan investor. Mari kita bedah emiten milik Jusuf Hamka, **PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP)**.
Sebagai mentor Anda, saya melihat CMNP saat ini berada di "persimpangan jalan". Di satu sisi, valuasinya terlihat sangat murah, namun di sisi lain, ada awan gelap risiko yang cukup tebal menyelimuti perusahaan ini.
Berikut adalah analisa mendalam saya berdasarkan data terbaru hingga Februari 2026:
### 1. Kinerja Keuangan: Pendapatan Naik, Laba Tergerus
Anda harus jeli melihat laporan keuangannya. Jangan hanya terbuai oleh pendapatan, tapi perhatikan "bocorrnya" di mana.
* **Top Line (Pendapatan) Tumbuh:** Pendapatan CMNP diproyeksikan naik. Pada 2026, manajemen menargetkan pendapatan mencapai Rp4,18 triliun - Rp4,2 triliun, naik signifikan sekitar 23% dari estimasi 2025. Ini didorong oleh kenaikan trafik dan penyesuaian tarif tol.
* **Bottom Line (Laba) Tertekan:** Ini peringatan penting. Laba bersih justru diproyeksikan **turun 16%** menjadi sekitar Rp667 miliar pada 2026.
* **Penyebabnya:** Beban bunga yang membengkak. CMNP sedang agresif berutang untuk mendanai proyek, sehingga profitabilitasnya tergerus oleh biaya pinjaman (interest expense).
### 2. Ekspansi Agresif: Pertaruhan Besar (High Capex)
CMNP sedang dalam fase "bakar uang" untuk pembangunan aset masa depan.
* **Belanja Modal (Capex) Jumbo:** Tahun 2026, CMNP menyiapkan Capex sebesar **Rp6,1 triliun**, melonjak hampir dua kali lipat dari 2025.
* **Fokus Proyek:** Dana ini mayoritas tersedot untuk proyek *Harbour Road II* (HBR 2) Elevated dan penyelesaian utang kontraktor Cisumdawu.
* **Sumber Dana:** Kas internal, pinjaman bank (yang menambah beban bunga), dan ada opsi **Rights Issue** senilai Rp2,2 triliun. Jika *rights issue* terjadi, waspadai risiko dilusi kepemilikan saham Anda jika tidak menebusnya.
### 3. Risiko Non-Fundamental (Red Flags)
Sebagai investor cerdas, Anda tidak boleh mengabaikan sentimen negatif di luar angka laporan keuangan:
* **Kasus Hukum di Kejaksaan Agung:** Ini risiko terbesar. Kejagung sedang mengusut dugaan korupsi perpanjangan konsesi Tol Cawang-Pluit (2020-2060) yang dianggap tidak melalui lelang. Jika konsesi ini bermasalah secara hukum, ini bisa memukul valuasi aset utama CMNP.
* **Manajemen Tidak Stabil:** Pada pertengahan 2025, tiga komisaris (termasuk Komisaris Utama dan Komisaris Independen Rizal Mallarangeng) mundur serentak. Sebelumnya, anak-anak Jusuf Hamka (Fitria Yusuf & Feisal Hamka) juga mundur dari jabatan Direksi/Komisaris. Pergantian manajemen mendadak seperti ini seringkali menjadi sinyal adanya gejolak internal.
* **Absen Dividen:** Bagi Anda pemburu dividen, CMNP mungkin kurang menarik karena laba ditahan untuk ekspansi proyek.
### 4. Valuasi: Murah Tapi Berisiko
Secara rasio harga, CMNP terlihat *undervalued*.
* **Price to Book Value (PBV):** Di kisaran 0,6x - 0,7x. Ini jauh di bawah nilai buku asetnya. Pasar memberikan "diskon" besar karena risiko hukum dan utang yang tinggi.
* **Perbandingan dengan JSMR:** Jasa Marga (JSMR) memiliki PBV sedikit lebih tinggi (0,7x - 0,9x) namun dengan profil risiko yang lebih terukur karena status BUMN, meskipun laba bersihnya juga sempat tertekan oleh pajak tangguhan.
### Kesimpulan & Saran Mentor:
Bagi Anda **Investor Konservatif**, sebaiknya **Wait and See (Tahan Dulu)**.
Ketidakpastian hukum terkait konsesi tol dan tren penurunan laba bersih akibat beban bunga membuat saham ini berisiko tinggi dalam jangka pendek hingga menengah. Biarkan debu masalah hukum mereda terlebih dahulu.
Bagi Anda **Trader/Risk Taker**, perhatikan level teknikal.
Ada potensi *rebound* teknikal karena indikator MACD sempat menunjukkan *bullish divergence* dan harga sudah terdiskon dalam. Namun, batasi risiko Anda dengan ketat. Target harga konsensus analis berada di kisaran Rp1.200 - Rp1.520.
**Pesan Kunci:** Aset CMNP (Tol Dalam Kota) adalah mesin uang yang sangat bagus, namun saat ini mesin tersebut sedang memikul beban utang ekspansi dan masalah legalitas. Bijaklah dalam mengatur porsi portofolio Anda di saham ini.
https://cutt.ly/OtvP6VLc
RANDOM TAG $JSMR $WSKT
$JSMR semoga hit target ditengah rollercosternya $IHSG.
memang unik nih emiten tollnya yang harusnya jalur cepet kayak toll. ini malah slow tapi pasti 😂😂😂