


Volume
Avg volume
PT. Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) adalah perusahaan yang bergerak di bidang layanan pemanduan dan penundaan kapal, dengan nama dagang IPC Marine Service. Jasa Armada Indonesia adalah anak perusahaan PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero). Perusahaan mulai beroperasi tahun 1960.
Masih belum cukup nambah di $IPCC, tadi war di 1300 ga kebagian, kebagiannya beberapa lot di 1305. cukup selot-selot aja, dry powder masih banyak, average masih double digit jauh
Sampai kapan capeknya akumulasi?
1. Sampai dry powder habis
2. Sampai average rapet di single digit
Mana yang tercapai lebih dulu
FAQ:
1. Targetnya berapa?
a. Untuk Grahamist, sampai tidak ada margin of safety. Jadi bukan harga statis, karena kalau free cash flow naik, margin of safety juga akan naik, KECUALI kalau harganya naik lebih kencang daripada kenaikan free cash flow-nya
b. Untuk Lynchist, sampai story-nya berubah atau terpatahkan
c. Untuk Fisherist, sampai integritas manajemennya rusak permanen
d. Untuk Berkshirist, sampai moat-nya rusak permanen
2. Insentif EV kan dihapuskan?
Pelindo Multi Terminal TIDAK berbisnis terminal kendaraan hanya karena ajimumpung ada katalis insentif EV. Kalau orang bikin bisnis cuma karena ada satu katalis saja, jadinya kaya orang yang pas musim es kepal milo bikin es kepal milo, pas musim dalgona bikin dalgona, pas lebaran bikin nastar, pas tahun baru bikin terompet, pas agustus jahit bendera, dsb.
Pelindo Multi Terminal berbisnis karena sebagai negara maritim, ada demand yang tidak akan pernah habis, dan demand itu akan selalu datang TANPA mereka perlu bermanuver
Tapi kalau tetap mau bahas EV secara khusus, memang ada roadmap-nya:
Low hanging fruit: impor CBU. Impor CBU bukan hanya kendaraan pribadi, tapi juga kendaraan komersial, bahkan alat berat
Jangka menengah: selain CBU, CKD juga tetap butuh handling dan inspeksi khusus. Ini latar belakang dan alasan kenapa Pelindo memekarkan antara Pelindo Terminal Peti Kemas dan Pelindo Multi Terminal
Jangka panjang: baik CBU maupun CKD, terminal kendaraan TIDAK hanya handling inbound, tetapi juga bisa handling outbound. Kalau foreign direct investor mau bikin plant manufaktur di Indonesia, kalau Indonesia mau industrialisasi menjadi negara berbasis produksi, bukan hanya konsumsi, kalau mau neraca dagang surplus, maka mereka akan persiapan infrastrukturnya dulu. Jadi kalau dari sudut pandang asing, kalau mau invest ya partnership-nya akan lewat konsorsium yang dipimpin Pelindo dulu, dari sudut pandang Indonesia, IPCC akan jadi terminal EKSPOR baik CBU maupun CKD
3. Pemain di konsorsium ekosistem industri EV Subang-Patimban kan ada banyak, kenapa memilih IPCC?
a. Posisi dan kinerja keuangan paling solid, manajemen paling pro shareholder berdasarkan prinsip-prinsip Scuttlebutt ala Fisher-Munger-Berkshire. Kamu mau lebih percaya sama "story" bikinan influencer stockbit, atau lebih critical thinking sama tanya-jawab manajemen di public expose dan RUPS, ya itu hak kamu. Moat paling lebar, dan satu-satunya yang bisa merusak adalah jika kebijakan negara tidak sejalan dengan Danantara. Posisinya stalwart, tidak perlu manuver untuk merayu pelanggan, kalau manajemennya brain-dead pun, demand tetap datang, sedangkan manajemen IPCC know what they're doing
b. Pemain-pemain lain di konsorsium-konsorsium ekosistem ini, dari mulai yang dikatain sama influencer, "story-nya sudah berakhir, bandarnya sudah distribusi semua, cuma dibikin false breakout trap biar ritel beli terus," sampai yang hanya bagian dari diversifikasi kecil-kecilan di industri EV, semuanya sudah priced-in. Yang stalwart dan punya moat paling lebar malah paling small cap. Yang lain hari-hari dipompom media, bawa-bawa afiliasi konglomerat, yang ini masih pada akumulasi diam-diam di harga bawah. Bukan berarti pemain lain bisnisnya kopong, tentu saja tidak. Hanya saja kalau mau tahu apa yang dimaksud Ben Graham dan Howard Marks, "Mr. Market salah harga," nah inilah contohnya
4. Teknikal, volume, bandarnya gimana?
Nggak menarik, kalau mau yang menarik silakan ke dada dewa bumi dan dada burung walet, ikuti aja influencer yang mendongeng rumor cocoklogi dengan volume spike, BUKAN dari integritas, interaksi, dan keterbukaan publik manajemennya
5. Apakah akan multibagger dalam seminggu?
Nggak. Ini perusahaan YSSA (yang sabar-sabar aja). Yang nggak sabar, yang maunya swing, nggak akan tahan di sini
Tag juga partner-partner strategisnya: $ASII $IPCM
1/5





Jujur liat $IPCM ini emang bukan buat kaum mendang-mending yang mau bagger seminggu. Pergerakan harganya lemot parah. TAPI, coba bedah jeroannya:
- Zero Debt Club: Utang berbunga nol. Debt to Equity 0.00x. Di era ekonomi nggak jelas, perusahaan tanpa utang itu King.
- Cash Rich: Market Cap 1,8T, tapi pegang Cash Rp 489 Miliar. Duitnya tebel banget.
- Monopoli: Anak usaha Pelindo, pangsa pasar jelas. Laba bersih masih tumbuh +18% YoY.
Minusnya? Free float cuma 12%, jadi kurang likuid.
Kesimpulan: Ini saham buat parkir dana rasa deposito plus-plus (Yield 7-8%) + Capital Gain, bukan buat copet.
Status: Accumulate pelan-pelan di area 336-344.
"Ilusi Antrean Tebal: Taktik Menjepit Ritel"
Pernahkah Anda melihat sebuah saham dengan antrean Bid (beli) yang sangat tebal namun harganya tidak kunjung naik, atau malah perlahan-lahan turun? Banyak ritel merasa aman karena menyangka ada "tembok" yang menjaga harga. Padahal, seringkali itu adalah taktik Smart Money untuk memancing ritel agar berani pasang posisi di atas, sementara mereka sendiri sedang membuang barang secara perlahan. Ketebalan antrean itu hanyalah umpan, bukan niat beli yang sesungguhnya.
Untuk membongkar ilusi ini, Anda harus melihat data Trade Done. Trigger Smart Money tidak peduli dengan seberapa tebal antrean yang dipasang, sistem hanya menghitung transaksi yang benar-benar terjadi. Jika antrean beli tebal tapi data Clean Money menunjukkan dana keluar yang masif, itu artinya tembok tersebut hanyalah "tembok kertas" yang siap ditarik kapan saja. Arus Bad Money sering terjebak dalam posisi ini karena mereka membeli berdasarkan apa yang terlihat di order book, bukan berdasarkan aliran dana nyata.
Jadilah trader yang tidak mudah tertipu oleh tampilan visual. Fokuslah pada volume transaksi yang tervalidasi. Lonjakan volume 5x lipat yang dibarengi dengan akumulasi dana bersih adalah satu-satunya bukti kekuatan yang sah. Dengan memiliki filter deteksi dana besar, Anda bisa menghindari jebakan antrean palsu dan memastikan bahwa setiap posisi yang Anda ambil didukung oleh uang nyata yang masuk ke dalam sistem bursa, bukan sekadar angka digital yang bisa dihapus dalam sekejap.
$HRUM $IPCM $MORA
1/2


saya pengen lihat ini bisa koreksi seberapa jauh
$WEHA
$IPCM
$HAIS
kalau sudah murah, dikasih murah lagi MANTAP betul
$IPCM Waduh antri di Rp 330 malah gak kejemput sekalian tadi pas bikin wick low wkwkwk
Luck Rank F beneran T A T
ANALISA SAHAM $BRPT
Harga Sekarang: Rp 3.090
Zona Area Beli Aman:
Rp 2.950 – 3.020
• Area support kuat, cocok untuk entry aman jika harga pullback ke zona ini, Boss
Zona Stoploss:
< Rp 2.850
• Jika turun di bawah level ini, struktur swing melemah dan rawan koreksi lebih dalam, Boss
Jika naik & breakout:
> Rp 3.150 → ENTRY LANJUTAN (tambah posisi)
• Breakout 3.150 berpotensi memicu momentum bullish lanjutan, Boss
Target Profit:
• TP1 = Rp 3.250
• TP2 = Rp 3.400 – 3.600
Keterangan Tambahan:
• Selama harga bertahan di atas 2.950, peluang swing bullish tetap terjaga, Boss
• Saham petrokimia & energi, pergerakan sensitif sentimen sektor dan volume
• Breakout valid jika disertai volume meningkat
Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.
Ketik nama sahamnya Boss, contohnya $URBN $IPCM. DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Menu BPJS(epuluh tahun)
$IPCM.
Entry: HAKA
Cl: kalau ingat
TP: kalau sempat
#DYOR
$ADRO
Entry: HAKA
Cl: kalau butuh
TP: 10000
$PTPS
Entry: HAKA
Cl: Apa itu?
TP: emang perlu?
saya garansi tidak cepat kaya, tapi juga minim resiko jadi gila karena kalah judi...
Bukan rekomendasi jual pagi, beli sore atau beli pagi, jual sore.
VALUASI Series ke satu
Price to earnings
Pengantar Valuasi, memahami definisi dan tujuan valuasi
baca tulisan sebelumnya
https://stockbit.com/post/25959733
Untuk kali ini Akan membahas valuasi method yang cukup sederhana, dan mungkin sering di bahas kebanyakan orang
Yaitu PER price to earnings Ratio
Rumusnya = Harga per lembar saham ÷ EPS
semakin kecil hasilnya maka semakin terdiskon
Sangat sederhana sekali
Tujuan dari melihat rasio ini untuk mengukur, perbandingan antara Harga yang harus dibayar dengan pendapatan yang dihasilkan
contoh IPCM
EPS nya 35 Perlembar saham Disetahunkan
dan harga sahamnya di 350 saat ini
350 ÷ 35 = 10 x
artinya
Investor membeli diharga 10x Dari pendapatan yang di hasilkan, namun sifat pendapatan tidaklah tetap.
ia bersifat bertumbuh terutama pada case IPCM ini
jika misal harga nya 350 terus menerus atau bahkan turun, namun pendapatan naik maka harga akan lebih terdiskon
misalnya saja EPS naik ke 50
terus harga turun ke 300 misalnya
maka 300÷50 = 6x jauh lebih murah lagi.
contoh skenario ekstrem anggap saja harga turun ke 200 dengan EPS Disetahunkan saat ini 35
200÷35 = 5,7 x
jadi cukup sulit jadi kenyataan jika harga turun ke 100-200
random tag
$IPCM $INET
Sumber gambar
• Key statistik App Stockbit
Refrensi bacaan atau materi lainnya
Buku : Value Investing, The inteligen investor
Chanel ytb
tentang PER
https://cutt.ly/PthCKWAq
Apa itu EPS
https://cutt.ly/5thCKWTf
Jangan lupa juga baca Value trap di tulisan saya sebelumnya
https://stockbit.com/post/25258106
1/2


$ASLC 🚀
baru kemarin Calling 6 Januari
https://stockbit.com/post/25890243
RT: $ASSA $IPCM

Saham Piotroski Score 8, Harga Gorengan? 🤔
Nemu satu emiten yang fundamentalnya "Sultan" tapi harganya masih receh (350-an): $IPCM.
Neraca bersih ✅
FCF Positif ✅
Rutin bagi dividen (Yield hampir 7%) ✅
Bisnis Jasa Pelabuhan (Defensif) ✅
Kenapa harganya nggak terbang? Karena nggak ada hype dan bandar belum akumulasi lagi. Justru ini waktu terbaik buat collect barang bagus di harga wajar sebelum hype-nya datang.
Disclaimer on. Do your own research.
#HiddenGem #SahamIndonesia #IPCM #ValueInvesting
Miliarder yang Tidak Pernah Bangun dari Tidur
Ada seorang miliarder, kita sebut saja Pak Tua, yang tak pernah melewati rapat dewan direksi. Ia tidak suka slide presentasi, tidak suka telekonferensi, dan paling benci kalau harus "menjaga momentum" perusahaan. Padahal, ia membangun kekayaannya dari nol. Rahasianya? Ia memiliki bisnis yang tidak perlu diawasi—perusahaan yang tetap mencetak uang meski CEO-nya sedang zoning out di rapat.
Suatu malam, di perpustakaan kayunya yang berdebu, Pak Tua menemukan sebuah slip kertas tua. Di situ tertulis: "Compounder engine: bisnis yang seperti anak kelas yang menatap keluar jendela, tapi dapat nilai sempurna."
Ia tersenyum. Itulah intinya. Bukan perusahaan hebat. Tapi perusahaan yang tidak bisa gagal.
---
Pak Tua memangkas daftarnya dengan pertanyaan sederhana:
"Jika aku mati besok dan pewarisku lupa cek bisnis 30 tahun, apakah bisnis ini masih ada?"
Ia bayangkan mereka sebagai mesin yang berjalan sendiri—tidak perlu perintah, tidak perlu perbaikan, hanya mengirim uang setiap kuartal.
GasNusantara, Penjaga Pipa
GasNusantara bukan perusahaan gas. Ia adalah hak hukum yang melekat pada ribuan kilometer pipa bawah tanah. Undang-undang migas memaksa gas dialirkan ke dalam negeri. Penyedia listrik negara wajib beli gas. Harga? Ditentukan regulator, bukan pasar.
Pak Tua pernah tanya CEO GasNusantara: "Strategi kalian apa?"
Jawabnya: "Sir, gas mengalir sendiri. Kami cuma cek tekanan."
Itulah autopilot. CEO berganti 3 kali dalam 10 tahun. Margin laba bersih: 28-32%. Tidak ada perubahan.
AquaIndustri, Penjual Air yang Dibayar Tak Peduli Terjual
AquaIndustri punya kontrak 25 tahun yang menyatakan: "Kalian tidak pakai air pun, tetap bayar."
Di kawasan industri, pabrik baja butuh ribuan liter air per detik. AquaIndustri bangun instalasi dengan klause minimum take-or-pay 80%. Artinya, kalau pabrik mati, AquaIndustri tetap kirim tagihan.
Margin laba bersih: 31,97%. Tidak ada biaya marketing. Tidak ada departemen penjualan. Hanya pompa otomatis yang menyala pagi, siang, malam.
TolNasional, Jembatan yang Dibangun Demografi
TolNasional bukan jalan tol. Ia adalah sungai kecil yang mengalir ke kota. Setiap tahun, 3 juta orang Indonesia pindah ke kota. Semua lewat tol.
Tarif diatur otomatis setiap 5 tahun: (Inflasi × 0,7 + Biaya konstruksi × 0,3). Tidak perlu lobi. Tidak perlu strategi.
Pak Tua hitung: TolNasional punya ribuan hektar tanah di sepanjang tol. Nilainya naik 2x lipat setiap 10 tahun, karena wilayah metropolitan semakin menjalar luas.
AutoTerminal, Tempat Parkir Super
AutoTerminal menguasai 83% pasar mobil impor. Tapi ada pelabuhan baru, anak perusahaan Toyota-NYK, yang potong harga dari $80 jadi $40 per mobil.
Ini satu-satunya mesin yang masih butuh mikir. Pak Tua menambahkan AutoTerminal ke daftar "watchlist".
---
Bisnis untuk Orang yang Sudah Mati
GasNusantara: Plumbing yang Tidak Punya Ego
Di meja di kantor pusat Jakarta, ada kontrak 30 tahun antara GasNusantara, perusahaan migas, dan penyedia listrik. Kontrak itu ditulis dengan konstitusi. Setiap hari, gas mengalir, uang mengalir, dan tidak ada yang bisa menghentikannya.
Pak Tua punya saham GasNusantara sejak 2010. Ia tidak pernah cek harga. Hanya tiap kuartal, ia lihat dividen masuk. CAGR: 16,2%. CEO berganti 3 kali. Tidak ada efek.
Ini hak hukum. Dan hak hukum tidak punya ego.
AquaIndustri: Surat Wasiat yang Cair
AquaIndustri adalah saham rasa obligasi 25 tahun dengan kupon yang naik tiap tahun. Bedanya: obligasi bayar bunga; AquaIndustri bayar air.
Pabrik baja bisa gulung tikar. Tapi di kontrak ada kalimat: "Pembayaran minimum 80% volume."
Artinya: AquaIndustri untung sekalipun jika pelanggan rugi. Karena mereka tetap bayar untuk air yang tidak dipakai.
Pak Tua simpan AquaIndustri di portofolio warisan. Ia beri nama: "Surat wasiat cair."
TolNasional: Tanah yang Menjadi Jalan Jadi Uang
Dulu, TolNasional hanya perusahaan jalan. Sekarang, ia REIT ghoib. Setiap kilometer tol adalah strip yang bernilai miliaran rupiah.
Mudik Lebaran? 74.000 kendaraan/hari. Tarif naik otomatis tiap 5 tahun. Tanah di rest area? Dari Rp 50 ribu/m² (1990) jadi Rp 5 juta/m² (2025).
Pak Tua tidak pernah jual TolNasional. Ia pikir: "Kalau aku mati, kuburkan aku di rest area. Tanahnya lebih mahal dari rumahku."
---
Rahasia yang Tak Pernah Diceritakan di Sekolah Bisnis
Suatu malam, anaknya Pak Tua—gadis 25 tahun, lulusan UI—bertanya: "Ayah, kenapa kamu tidak pernah panik pas pandemi covid 19 dan taper tantrum 2022?"
Pak Tua menjawab:
"Karena aku punya tiga mesin yang tidak peduli apakah dunia ini ada atau tidak. Gas harus mengalir. Air harus dibeli. Orang harus jalan. Aku tidak investasi di bisnis—aku investasi di biologi dan hukum."
Itulah playbook yang sebenarnya:
1. Bukan produk, tapi infrastruktur fisik yang tidak bisa diganti.
2. Pastikan ada "contract glue" atau undang-undang yang memaksa orang memakainya.
3. Jika CEO-nya meninggal pun, bisnis harus lebih baik.
4. Gas, air, jalan, kebutuhan biologis—semua tidak punya subtitusi.
---
Surat Wasiat Terakhir
Tahun 2045, Pak Tua wafat. Anaknya cek portofolio:
- GasNusantara: Harganya naik 6x, dividen kumulatif sudah melebihi modal awal.
- AquaIndustri: Kontrak diperpanjang otomatis 20 tahun lagi. Laba naik 5x.
- TolNasional: Tanahnya dijual ke developer, untung 10x. Tolnya tetap jalan, tetap bayar uang.
Dan yang paling penting—tidak ada satu pun dari tiga perusahaan itu yang pernah telepon anaknya minta keputusan strategis.
Mereka hanya mengirim laporan tahunan yang isinya: "Kami masih hidup. Dan kami masih mengirim uang."
Pak Tua meninggal sebagai orang paling malas—dan paling kaya—yang pernah mengerti: "Kekayaan sejati dibangun di atas sesuatu yang tidak perlu kamu urus."
Dan itu adalah pengalihan tanggung jawab yang penuh arti.
$IPCC $IPCM $ANTM

$IPCM Closing 352. Menarik atau Jebakan? 🤔
Bedah Data 7 Jan:
- Foreign Flow: Net Buy 4 hari beruntun, tapi harga malah lower low. Divergence? Mark-up atau nampung guyuran?
- Broker Summary: XL buang barang 249jt, ditampung PD & YP di avg 352-353.
- Order Book: Offer 352 tipis (152 lot), tapi Bid 350 jadi tembok beton (6.900 lot).
Strategy: Area 348-350 adalah Key Support. Jebol 348 = Goodbye. Mantul di 350 = Entry/Hold. Disclaimer On. #IHSG #Saham $IPCC $RAJA
3 SKENARIO ENTRY SAHAM $SKRN (Swing Trader Plan)
Harga sekarang: 520
1) SKENARIO ENTRY SEKARANG (Moderate Entry)
- Entry: 500 – 540
- Stoploss: < 480
- TP1: 560
- TP2: 590 – 620
Alasan: Harga lagi bertahan di area demand kuat, Boss. Selama 480 aman, peluang rebound masih terbuka.
2) SKENARIO ENTRY PULLBACK (Conservative – Paling Aman)
- Entry: 480 – 495
- Stoploss: < 460
- TP1: 520
- TP2: 560 – 590
Alasan: Area demand psikologis kuat, Boss. Entry paling aman buat swing trader yang nunggu retrace sehat.
3) SKENARIO ENTRY AGRESIF (Buy on Breakout)
- Entry: Buy kalau breakout > 560 dengan volume besar
- Stoploss: < 520
- TP1: 590
- TP2: 620 – 660
Alasan: Breakout 560 bisa aktifkan momentum bullish baru, Boss.
Alasan Buy:
• Harga masih di area demand
• Struktur swing memungkinkan reversal
• Breakout 560 bisa jadi trigger lanjutan
Risiko:
• Kalau 480 / 460 jebol = potensi lanjut turun
• Breakout tanpa volume rawan fake
• Stoploss wajib buat jaga modal Boss
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
Ketik nama sahamnya Boss, contohnya $URBN $IPCM. DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
$IPCM $IPCC bandarnya kayaknya kebalik buang barang, yg exdate siapa yg turun malah sodaranya wkwkek
$IPCC $IPCM $ANJT
assalamualaikum wr. wb
Halo Para Investor Di Stockbit,
Saya adalah mahasiswa S1 dari IAI SYAICHONA MOHAMMAD CHOLIL BANGKALAN, nama saya Abd Mu'ti (NIM 11629220001) yang sedang menyusun skripsi dengan judul “Pengaruh Analisis Fundamental terhadap Minat Investasi Saham Syariah di Stockbit."
Saya memohon kesediaan Anda untuk meluangkan waktu ±4 menit untuk mengisi kuesioner ini. Seluruh jawaban akan dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk keperluan akademik.
Partisipasi Anda sangat berarti dalam membantu kelancaran penelitian ini. Terima kasih atas perhatian dan bantuannya. 🙏
https://cutt.ly/wtheaYtq
$IPCM
Berdasarkan data saham IPCM (Jasa Armada Indonesia Tbk.) per tanggal 2 Januari 2026, berikut adalah analisis mendalamnya:
1. Analisis Teknikal (Chart & Indikator)
* Tren Harga: Harga sedang dalam fase Uptrend jangka menengah (terlihat dari struktur higher high dan higher low sejak November). Saat ini harga berada di level 360.
* RSI (Relative Strength Index): Berada di angka 61.2. Ini menunjukkan momentum bullish yang cukup kuat namun belum memasuki area overbought (jenuh beli >70), sehingga masih ada ruang untuk penguatan.
* Foreign Flow: Ada akumulasi asing yang cukup konsisten (bar hijau di Net Foreign Buy). Meskipun hari ini net buy-nya mengecil (108M), secara tren akumulasi asing masih mendukung kenaikan harga.
2. Analisis Orderbook (Bid-Offer)
* Ketebalan Antrean: Terjadi ketimpangan yang cukup mencolok.
* Total Bid: 8.876 Lot
* Total Ask (Offer): 36.105 Lot
* Interpretasi: Antrean jual (Ask) jauh lebih tebal (sekitar 4x lipat) dibanding antrean beli (Bid). Dalam psikologi pasar, ini sering disebut "Tebal Kanan". Biasanya, jika antrean jual sengaja ditebalkan, ada upaya untuk menahan harga agar tidak naik terlalu cepat atau sedang ada distribusi halus di area atas.
3. Broker Summary (Bandarmology)
* Status: Neutral (terlihat dari indikator bar yang berada di tengah).
* Top Buyers: ZP (301M) dan LG (183M) dengan rata-rata harga beli di 362-364.
* Top Sellers: YU (433M) dan PD (91M) dengan rata-rata harga jual di 361-363.
* Kesimpulan Bandarmology: Harga penutupan (360) saat ini berada di bawah harga rata-rata para pembeli besar hari ini (362-364). Ini berarti mayoritas pembeli hari ini sedang dalam posisi floating loss tipis.
Potensi Pergerakan:
IPCM berpotensi melakukan konsolidasi atau koreksi sehat terlebih dahulu mengingat antrean Offer yang cukup tebal di angka 366-368. Jika harga mampu menembus (breakout) dan bertahan di atas 364-368 dengan volume tinggi, maka target selanjutnya adalah area 380.
Saran Strategi:
* Buy on Weakness: Pertimbangkan untuk masuk jika harga kembali menyentuh area 354 - 356 (area support terdekat).
* Stop Loss: Jika harga ditutup di bawah 348.
* Profit Taking: Area 374 - 380.
1/3


