


Volume
Avg volume
PT. Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) adalah perusahaan yang bergerak di bidang layanan pemanduan dan penundaan kapal, dengan nama dagang IPC Marine Service. Jasa Armada Indonesia adalah anak perusahaan PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero). Perusahaan mulai beroperasi tahun 1960.
Penting untuk dicatat bahwa PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo sendiri bukan perusahaan publik (emiten) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham induknya 100% dimiliki oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian BUMN.
1. PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM)
2. PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC)
ini akan berdampak Signifikan
$IHSG $IPCM $IPCC

ini fakta yang memang menyebalkan waktu awal karena bikin saham yang saya akumulasi dalam diam jadi mendadak popular
1-2 bulan pertama yang saya lakukan adalah konfirmasi berulang kali apakah memang dia best of the best atau hanya narasi influencers saja
waktu itu momennya berbarengan dengan $STAA dan beberapa saham lain di porto saya kena UMA. Akhirnya keduanya saya hold karena bobot fundamentalnya lebih besar daripada bobot narasinya, yang lain saya TP
lalu setelah itu saya mulai penasaran siapa beliau, nontonin konten-konten beliau di YouTube, bacain artikel-artikel beliau di stockbit, saya coba konfirmasi langsung ke pubex dan lapkeu perusahaan-perusahaannya, akhirnya saya simpulkan beliau pembuat konten yang jujur dan berdasarkan fundamental, bukan narasi-narasi kosong untuk pump & dump, rights issue, backdoor, MSCI, dll.
tapi kalau beneran nyari perusahaan dengan fundamental yang sama solidnya tapi belum dilirik "smart money", bisa cek $IPCM dan $TOTL
$IPCM $SIMP $TOTO
Mau tanya, apa saja yang perlu dilaporkan didalam coretax ketika mengisi laporan tahunan spt? untuk saat ini gw udah melaporkan dividend yang direinvestasikan kembali agar tidak kena pajak selain itu apa saja yang perlu dilaporkan? thx all
$IPCC saham "tidur" yang "nggak ke mana-mana" karena holders-nya cuma beli habis itu nggak berpindah-pindah dari saham ke saham, melainkan nggak ke mana-mana, fokus value investing meningkatkan value diri sendiri di dunia nyata, dari mulai dalam karier hingga bisnis, dan saham "tidur" nya hanya mereka tinggal tidur, karena prinsip investasi utamanya adalah yang bisa membuat mereka tetap tidur nyenyak untuk beberapa dekade ke depan
Tapi ternyata kita dibangunkan oleh danantoro/danabandar melalui programnya agrinas
Tapi ingat, ada perbedaan kontras yang mendasar antara momentum chaser dengan investor yang conviction-nya terus bertambah seiring berjalannya waktu. Yang satu terombang-ambing, harus selalu waspada supaya tidak telat untuk melompat keluar saat momentum itu berubah, yang satu membangun kastil, mercusuar, pelabuhan, dan infrastruktur lainnya yang membuat mereka tetap kokoh di tengah terjangan badai dan ombak manapun, supaya mereka bisa hidup nyaman, mapan, sejahtera, makmur, dan tidur nyenyak di dalamnya
$IPCM $IHSG
@SariSanusi free float $BNGA $TOTO $IPCM
https://stockbit.com/post/28470554
Dalam investasi dividen, tujuan utamanya bukan sekadar mengumpulkan saham atau mengejar imbal hasil cepat, melainkan membangun sistem yang meringankan beban finansial di masa depan. Strategi ini bekerja pelan, tapi terukur. Dengan pendekatan yang benar, kebutuhan top up tidak harus selamanya besar, sementara akumulasi dana justru bisa berjalan lebih cepat karena dibantu oleh arus dividen yang terus tumbuh. Fokusnya bukan pada sensasi, melainkan pada keberlanjutan.
Salah satu kesalahan paling umum pemula adalah melihat dividend yield hanya dari kacamata hari ini. Padahal, dividen investing sejatinya berbicara tentang waktu. Saham dibeli bukan untuk menikmati yield saat ini saja, melainkan untuk “mengamankan” yield masa depan berdasarkan harga beli awal. Ketika perusahaan mampu menumbuhkan laba dan menaikkan dividen secara konsisten, maka yield yang dihitung dari harga beli awal akan ikut membesar seiring berjalannya waktu—tanpa perlu tambahan modal.
Bayangkan sebuah saham dibeli puluhan tahun lalu dengan yield yang tampak biasa. Selama bisnisnya berkembang dan dividen terus naik, angka yield tersebut—jika dihitung dari harga beli awal—bisa berubah drastis. Sahamnya tetap sama, jumlahnya tidak bertambah, tetapi dividen yang diterima menjadi jauh lebih besar. Di titik ini, investor mulai merasakan kekuatan sebenarnya dari dividen: bukan pada nominal awalnya, melainkan pada efek pertumbuhan jangka panjang yang bekerja diam-diam.
Perjalanan ini memiliki fase yang jelas. Pada awalnya, top up masih menjadi penopang utama karena dividen belum signifikan. Di fase tengah, kontribusi dividen mulai terasa dan berjalan berdampingan dengan setoran rutin. Hingga akhirnya, dividen mengambil alih peran utama, sementara top up bisa dikurangi atau bahkan dihentikan. Jika fase ini tercapai, dividen tidak lagi sekadar alat akumulasi dana pensiun, melainkan sudah berfungsi sebagai sumber penghidupan. Inilah titik di mana investasi dividen benar-benar bekerja sebagaimana mestinya: pelan, rasional, dan menopang kehidupan dengan tenang.
$POWR $IPCM $BUMI

PT Jasa Armada Indonesia Tbk. - IPCM
Laporan Keuangan
- Neraca Keuangan
- Laporan Laba Rugi
- Laporan Arus Kas
- Laporan Perubahan Ekuitas
Sumber Data: https://cutt.ly/Ttv7tZDU
$IPCM
1/4



