


Volume
Avg volume
PT. Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) merupakan perusahaan kendaraan terminal yang beroperasi di Tanjung Priok. Perusahaan memberikan pelayanan Cargodoring, Stevedoring, Receiving & Delivery, Vehicle Processing Center (VPC), dan Equipment Processing Center (EPC). Perusahaan merupakan salah satu anak perusahaan PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero).
Ada beberapa faktor yang TIDAK menghasilkan arus kas, sehingga secara fundamental tidak menciptakan value, tapi memiliki peran untuk meningkatkan kinerja investasi, baik secara total return, maupun secara psikologis. Salah satunya: probstat
Mungkin kalau melihat fundamentalist seperti saya, muncul pertanyaan di benakmu: katanya fundamental, kenapa mikirin probstat? Kenapa nggak all-in aja di perusahaan yang si paling yield arus kas bebas dan si paling value?
Strategi seperti itu nggak kekurangan apa-apa, tapi nggak ada salahnya kita kenalan sama beberapa kasus di mana probstat diakui secara ekonomi sebagai komplementer value
Yang pertama adalah mbah buyut saya, ekonom peraih penghargaan nobel ekonomi, namanya Mbah Harry Magui..., eh, Markowitz. Mbah buyut saya inilah yang merupakan nenek moyangnya portfolio management dan position sizing. Menurut beliau, portfolio management dan position sizing yang terukur--bukan diversifikasi asal--adalah makan siang gratis. Prinsip makan siang gratis ini yang bikin dia menang nobel ekonomi
Topik ini bersentuhan dengan topik yang pernah saya ceritakan sebelumnya tentang saya yang memiliki setidaknya 5 sektor yang berkorelasi negatif, berbeda dengan reksa dana indeks pasif yang tracking indeks-indeks utama yang jumlah sahamnya tampak banyak padahal >60%-nya berada di sub-industri yang sama yaitu bank
Kasus lain di mana probstat bisa berguna adalah untuk mengelola downside risk. Ada setidaknya dua skenario dan metode untuk menggunakan probstat di sini
Pertama ada yang namanya modal scenario. Metode probstat yang bisa digunakan untuk strategi ini salah satunya adalah kelly criterion. Saya juga pernah cerita di jurnal lama saya tentang bagaimana saya menggunakan kelly criterion untuk portfolio management dan position sizing, dan bagaimana saya mendapatkan saham-saham seperti $JRPT $IPCC $TAPG IPCM, dll., yang half kelly-nya bisa memiliki bobot yang terbesar di porto. Atau kalau dibalik, porto yang bobot terbesarnya saham-saham dengan karakteristik seperti itu akan memiliki expected calmar dan sharpe tertinggi, selama belum ada perubahan fundamental permanen
Lalu skenario manajemen downside risk lain adalah probability distribution portfolio. Metode ini berfokus pada long-fat tail risk. Long-fat tail risk ini adalah risiko-risiko yang tidak bisa dikompensasi hanya dengan diversifikasi sektor yang berkorelasi negatif, melainkan membutuhkan kelas aset alternatif (alternative asset class) atau yang biasa disebut sebagai hedge
Makanya, manajer aset yang menggunakan strategi ini biasa disebut juga hedge fund manager. Aset ini juga dipakai oleh manajer aset endowment atau dana abadi. Endowment funds ini bisa banyak perannya dari mulai pengelola dana penelitian, yayasan filantropi, hingga gereja
Contoh hedge fund manager yang paling popular menggunakan probability distribution portfolio adalah strategi all weather Bridgewater, milik Ray Dalio, penasihat sukarela Danantara/Danabandar
Kenapa strategi ini tidak popular, dan memang TIDAK sewajarnya popular?
Karena kalau kita berangkat dari value investing Grahamian, factor investing Fama-French, dan kembangan-kembangan modernnya, large majority sudah fobia dan mental block, "belajar dasar-dasar akuntansi nggak akan bikin harga saham naik, saham yang baik adalah yang naik, yang penting cuan."
Untung ada engkong saya Peter Lynch yang bisa menerjemahkan prinsip-prinsip value investing ke dalam stories yang berporos pada kesehatan neraca keuangan
Sedangkan strategi-strategi yang harus bersentuhan dengan probstat, membutuhkan dasar probstat minimal sampai level memahami distribusi gaussian. Ini membutuhkan kerja kognitif yang JAUH lebih berat daripada dasar-dasar akuntansi
Justru akan paling berbahaya kalau ritel yang probstat level TPA Bappenas aja nggak ngerti, udah ikut-ikutan ngomongin money management berbasis risk : reward ratio supaya terdengar keren dan rasional. Kalau diminta menjelaskan gimana dasar-dasar probstat money management berbasis risk : reward ratio cuma bisa jawab entry di sekian, TP di sekian, SL/CL di sekian, which obviously cuma ngikutin arahan ketua grup atau influencer yang dikultuskannya
Jadi problemnya large majority ritel mau ikan tapi nggak tertarik kalau dikasih kail dan diajarin mancing. Di sisi lain, komunitas-komunitas tertentu, kelas berbayar tertentu, hingga influencers tertentu, tampak seolah-olah memberi ikan, sehingga nggak ada yang mempertanyakan kepentingan di baliknya
Tanpa pemahaman nilai ekonomi di baliknya, semua mantra expected value, risk : reward ratio, dan money management hanyalah label supaya narasi yang kosong terdengar seolah-olah kredibel
1/3



Waktu market lagi bubble, mitos yang paling sering dijadikan mantra adalah: saham fundamental, neraca sehat, harga wajar, terlalu muluk-muluk kalau berekspektasi return di atas obligasi. Sedangkan sekelompok saham afiliasi tertentu yang konsisten menukar utang dengan saham, dan arus kas bebas negatif, memiliki expected CAGR 60-400%
Lalu setelah bubble IHSG mulai menunjukkan keretakan, para centang hijau kicep selain bermantra, "cash is king," kemudian para pembuat konten fundamental, terutama dividend dan value investing mulai kebagian panggung, mitos lain mulai menjadi mantra: saham-saham fundamental dan value yang memiliki kebijakan dividen rutin, sekarang harganya sudah ketinggian
Faktanya? Yang waras aja... dari mana biasanya sumber dividen? Dari mana biasanya nilai intrinsik dihitung? Keduanya sama: arus kas. That simple
Jauh sebelum bubble IHSG serapuh sekarang, jauh sebelum saya suka journaling tentang 1001 jurus analisis, saya lebih suka journaling tentang dua topik:
1. Kalau modal masih kecil, solusinya BUKAN mengambil high beta dengan uncompensated risk, apapun narasinya. Modal masih kecil ya solusinya investasi leher ke atas dan fokus 'nguli' di dunia nyata. Hasilnya ditabung ke saham. Jangan dibalik, pertumbuhan dunia nyata stagnan, lalu menjadikan saham sebagai get rich quick scheme instan
2. Target pribadi saya BUKAN CAGR porto mengalahkan rate tertentu, melainkan pertumbuhan SAVING RATE saya harus mengalahkan CAGR porto saya sendiri. Kenapa? Ini indikator apakah saya lebih fokus bertumbuh di dunia nyata, atau lebih fokus di kinerja jangka pendek market
Jadi apa yang bikin saya survive saat bubble IHSG pecah, BUKAN karena porto saya isinya saham defensif berdividen jumbo semua, melainkan karena saving rate yang konsisten bertumbuh artinya saya SELALU punya dry powder. Persetan semesta mau bilang, "masih bisa turun lagi," karena saat itu tiba, saya sudah punya dry powder lagi
Influencers centang ijo yang sedang pivot dari konten-konten bertema stockpick dan pamer historical return, menjadi ke konten-konten bertema 'cash is king' mungkin lupa, atau pura-pura lupa, bahwa cash is king TIDAK hanya berlaku untuk RDN. Untuk perusahaan yang kita beli, cash is king juga berlaku
Masa iya mereka dan followers mereka pada berebut exit demi mengamankan cash, tapi nggak tahu arus kas bebas dan yield arus kas bebas dari saham-saham mereka sebelum membeli? Coba dipikirkan secara logika
Yang waras aja lah:
- saving rate lebih penting daripada return market
- cash is king TIDAK hanya berlaku untuk RDN, yield arus kas bebas yang cukup kompetitif di tiap-tiap saham yang kita miliki juga sama pentingnya
That simple
Contoh kasus perusahaan-perusahaan dengan yield arus kas bebas jumbo, yang membuahkan dividen rutin + capital gain yang sustainable + runway pertumbuhan yang masih panjang tanpa butuh narasi influencers bak mimpi atau target harga 80 ribu. Nggak menjanjikan CAGR 60-400% memang, tapi konsistensinya sudah battle proven $IPCC $TOTL $ASGR JTPE dll.
1/7







Sebenernya sudah paham pentingnya investasi (dan sedikit tahu tentang saham) dari bertahun-tahun yang lalu.
Tapi waktu baca-baca tentang saham, katanya bisa dapat return 15% per tahun bagus. Akhirnya mengurungkan niat buat beli saham.
Tetap Fokus ke jualan Online.
Waktu rame-ramenya jualan online, omset lebih dr 100 jt per bulan, bisa dapat margin 15%.
Trus mikir "masak harus nunggu 1 tahun buat dapat 15%" 😅
Mending duitnya diputer sendiri.
Tapi makin ke sini, gw makin ke sana 😁
Jualan online ribet ngurus barang, packing, pengiriman, retur, margin juga makin tipis.
Sedikit demi sedikit, ingin memperbesar porsi sebagai investor. Tujuan akhir: Kepingin lebih santai.
Nah, gimana ini portofolio gw menurut teman-teman penghuni $ASGR $IPCC $TOTL
Apakah ini start yang bagus? Atau ada saran emiten yang bisa lebih nendang?

Kalau hari ini Anda beli saham sebuah bisnis bagus, di mana
*nominal laba dan nominal dividend nya NAIK dari tahun ke tahun
*kualitas capital allocation yang top notch
*long runway to grow
Maka persen dividend yield setiap tahun berikutnya selama Anda hold, yang Anda harapkan adalah:
A. Lebih kecil dari sewaktu Anda beli.
B. Lebih besar dari sewaktu Anda beli.
$TOTL $IPCC $SMSM
$CBRE ini saham udah murah,gua berharap bisa lebih murah lagi kalo bisa turun ke 500an gua all in disini.
random:
$IPCC $BBCA
Di layar gelap ini, dua garis berjalan,
Hijau melangkah tenang, ungu terguncang.
Indeks boleh lelah, boleh terjatuh,
namun nilai sejati tak ikut runtuh.
Ketika euforia MSCI dipuja-puja,
free float dilonggarkan, harga terbang ke angkasa.
Bukan laba yang bicara, bukan arus kas yang jujur, hanya likuiditas—rapuh dan kabur.
Lalu datang hari aturan menagih janji,
angka-angka diuji, bukan narasi.
Saham yang besar karena sorotan,
jatuh satu per satu kehilangan pegangan.
Di saat itu, fundamental berdiri,
tak perlu teriak, tak perlu sensasi.
Ia tak selalu tercepat naik ke langit,
tapi paling sabar menunggu waktu membuktikan diri.
Ini bukan tentang siapa paling tinggi,
melainkan siapa bertahan ketika pasar sepi.
Saat MSCI play mulai berjatuhan,
nilai sejati pelan-pelan mengambil peran.
Hijau mungkin berliku, sempat goyah dan diuji, namun akhirnya… ia yang kembali berdiri.
$IPCC
$BMRI

3 SKENARIO ENTRY SAHAM $IPCC (Swing Trader Plan)
Harga sekarang: 1345
1) SKENARIO ENTRY SEKARANG (Moderate Entry)
- Entry: 1320 – 1370
- Stoploss: < 1270
- TP1: 1450
- TP2: 1550 – 1600
Alasan: Harga masih bergerak di area konsolidasi atas demand minor, struktur swing masih memungkinkan rebound lanjutan selama support terjaga Boss.
2) SKENARIO ENTRY PULLBACK (Conservative – Paling Aman)
- Entry: 1250 – 1270
- Stoploss: < 1200
- TP1: 1420
- TP2: 1550 – 1600
Alasan: Area ini dekat support kuat dan zona demand struktur sebelumnya, risk lebih kecil dan lebih aman buat swing sabar Boss.
3) SKENARIO ENTRY AGRESIF (Buy on Breakout)
- Entry: Buy kalau breakout > 1380 dengan volume besar
- Stoploss: < 1320
- TP1: 1470
- TP2: 1600 – 1650
Alasan: Breakout valid di atas resistance minor bisa jadi trigger momentum lanjutan dan konfirmasi kelanjutan trend naik Boss.
Alasan Buy:
• Harga masih di area demand
• Struktur swing memungkinkan rebound / masih bullish
• Breakout 1380 bisa jadi trigger lanjutan
Risiko:
• Kalau 1250 jebol = potensi lanjut turun / koreksi lebih dalam
• Breakout tanpa volume rawan fake
• Stoploss wajib buat jaga modal Boss
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$BRPT $ISSP
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
Sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi di Q4 2025
Transportasi dan Pergudangan
Infokom
Jasa Keuangan
Jasa Lainnya
https://cutt.ly/atbrVEY6
$SMDR $GTRA $IPCC

Melihat fundamental perusahaan itu tidak bikin loh cepat kayak tetapi bikin loh pasti kaya entah 5 tahun atau 10 tahun lagi setidaknya menghindarkan loh dari yang namanya rungkad dan juga bikin loh lebih tenang dari penurunan jangka pendek.
$IPCC $KETR $BBCA
Hasil nyerok-nyerok pas bubble IHSG pecah kemarin. Banyak wajah baru yang sudah membuahkan hasil. Dua saham swasta sektor super defensif, seperti $MYOR dan satu conviction yang belum waktunya dibuka ke publik wkwk
Wajah baru lainnya adalah danantoro, atau "danabandar" play, dari mulai saham dividen sejuta umat seperti $PTBA sampai saham danantoro yang jarang dilirik, belum waktunya dibuka ke publik juga supaya tetap ga ada yang melirik 👀
Sementara itu saham-saham penghuni lama masih didominasi danantoro seperti IPCC, BUMD seperti JRPT, hingga saham yang anak perusahaannya lagi diincar danantoro seperti UNTR
Jadi tema tahun 2026 ini adalah kombinasi deep value x danantoro/danabandar
Story-nya adalah kalau universe danantoro aja masih banyak yang deep value seperti $IPCC, hanya tinggal soal waktu untuk Mas Pandu melirik
1/2


$IPCC
⚠️ Disclaimer aktif
Opini pribadi, bukan ajakan beli/jual.
Lakukan analisa mandiri & manajemen risiko tetap nomor satu.
🤝 Jangan lupa follow untuk analisa yang lqinnya
😊🙏
🏹 #BandarStyle
📊 #CUANLUBEERR
🔥 Mari kita bedah chart & maksimalkan peluang trading bersama.
$BANK good momentum, lagging rebound daripada bank yang lain
Stochastic and MACD nya goldencross di area oversold
rt
$BUMI $IPCC
Terima kasih para pahlawan bursa "backdoor listing" dan "story growth-nya masih panjang" 👏🏽👏🏽👏🏽 🙏🏽
$KARW $SMDR $IPCC
$IPCM Secara kenaikan sih gak wah ya ini perusahaan. Tapi enaknya cukup stabil, gampang juga bisnisnya. cuma jadi kang parkir kapal.
Kemarin mau masuk tapi harganya udah tinggi. Lumayan bisa masuk lagi pas IHSG crash nyentuh angka 7.400an kemarin 😀
tag
$IPCC
PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. - IPCC
Laporan Keuangan
- Neraca Keuangan
- Laporan Laba Rugi
- Laporan Arus Kas
- Laporan Perubahan Ekuitas
Kunjungi dan follow kami untuk laporan lengkap fundamental emiten!
Sumber Data: https://cutt.ly/qtvQWwjF
$IPCC
1/4




$IPCC
Halo Sobat Investor, mari kita bedah **PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC)**. Saya melihat emiten ini sebagai "Permata Defensif" di sektor infrastruktur yang sangat menarik untuk dikoleksi, terutama jika Anda mencari kombinasi *growth* dan *dividend* yang solid.
Berikut adalah analisis mentor untuk strategi investasi Anda:
### 1. Fundamental: "Mesin Pencetak Uang yang Bersih"
Secara fundamental, IPCC sedang dalam kondisi prima. Jangan terkecoh dengan lesunya penjualan mobil domestik, karena IPCC punya "senjata rahasia":
* **Laba Melonjak Tinggi:** Hingga Kuartal III 2025, laba bersih mereka tembus **Rp 190,30 miliar**, naik **28,55%** secara tahunan (YoY). Ini jauh melampaui pertumbuhan pendapatan mereka yang "hanya" 12,7%. Artinya apa? Efisiensi mereka luar biasa.
* **Raja Ekspor-Impor:** Bisnis mereka didominasi segmen internasional (78% dari pendapatan). Saat pasar domestik turun 18%, volume impor justru meroket 80% dan ekspor naik 10%. Ini bukti ketahanan bisnis (*resilience*) yang kuat.
* **Neraca "Anti Badai" (Debt Free):** Ini yang paling saya suka. IPCC adalah perusahaan **Zero Interest-Bearing Debt** (tidak punya utang bank/obligasi berbunga). Kas mereka melimpah, mencapai kisaran Rp 900 miliar - Rp 1 triliun. Di era suku bunga yang fluktuatif, perusahaan tanpa utang adalah raja.
### 2. Katalis Utama: "Demam Kendaraan Listrik (EV)"
Tahun 2025 adalah tahun panen bagi IPCC berkat banjir impor mobil listrik (CBU EV) seperti BYD, Vinfast, dan AION.
* **The Rush (Akhir 2025):** Pemerintah akan **menghentikan insentif impor CBU EV mulai awal 2026**. Ini pedang bermata dua. Jangka pendek (Q4 2025), pabrikan akan "kejar tayang" mengimpor stok sebanyak-banyaknya, yang akan memompa kinerja IPCC gila-gilaan di akhir tahun ini.
* **Waspada 2026:** Di awal 2026, mungkin ada penurunan volume impor tiba-tiba. Namun, IPCC sudah memitigasi ini dengan ekspansi terminal satelit (seperti Banjarmasin) dan layanan nilai tambah (VPC/PDC).
### 3. Dividen: Surga bagi *Income Investor*
Jika Anda tipe investor yang suka "gajian" dari saham, IPCC adalah *Dividend Aristocrat*-nya bursa kita saat ini.
* **Yield Tinggi:** *Dividend yield* tercatat sekitar **7,29%**, jauh di atas rata-rata industri yang hanya 1,51%.
* **Payout Ratio Royal:** Mereka rutin membagikan **70-80%** dari laba bersih sebagai dividen.
* **Proyeksi:** Dengan laba yang melonjak di 2025, estimasi total dividen bisa mencapai **Rp 95 per saham**.
### 4. Valuasi: Masih Diskon?
Mari bicara harga wajar.
* **Posisi Harga:** Di kisaran Rp 1.275 - Rp 1.305 (Januari 2026), IPCC diperdagangkan dengan **PE Ratio 9,32x**. Ini lebih murah dibandingkan rata-rata sektor infrastruktur (9,7x) dan kompetitor seperti ASSA (11,57x).
* **Target Harga:** Konsensus analis menargetkan harga di **Rp 1.460**. Riset internal Kiwoom bahkan menghitung nilai intrinsik di **Rp 1.782**, namun menetapkan target konservatif di **Rp 1.330**. Masih ada *upside* yang lumayan.
### 5. Strategi & Analisa Teknikal: "Buy on Weakness"
Secara teknikal, saham ini sedang dalam fase **konsolidasi/sideways** setelah reli panjang.
* **Tren:** *Sideways* dengan bias *bullish*. Indikator MACD menunjukkan sinyal beli (akumulasi), sementara RSI netral.
* **Zona Beli (Buy Zone):** Area **Rp 1.180 - Rp 1.235** adalah area *demand* yang sangat kuat. Jika harga turun ke sini, *serok*!.
* **Resistance/Target:** Jual bertahap jika harga menyentuh **Rp 1.350** hingga **Rp 1.450**.
* **Stop Loss:** Jika jebol di bawah **Rp 1.140 - Rp 1.150**, segera batasi risiko.
### Kesimpulan & Arahan Mentor:
**IPCC adalah saham "WAJIB PANTAU" untuk portofolio 2026.**
* **Untuk Investor Dividen:** *HOLD* atau *Accumulate*. Nikmati *yield* 7%+ dan tidur nyenyak karena perusahaan tidak punya utang dan kas melimpah.
* **Untuk Swing Trader:** Manfaatkan volatilitas jangka pendek. Beli saat mendekati Rp 1.200, jual saat mendekati Rp 1.400.
* **Risiko yang Perlu Dijaga:** Perhatikan data impor EV di awal 2026. Jika drop parah pasca pencabutan insentif, siapkan strategi *exit* sementara atau *averaging down* di harga bawah.
Ingat, investasi di IPCC bukan tentang mengejar *bagger* dalam semalam, tapi tentang **kepastian pertumbuhan** dan **arus kas (dividen) yang nyata**.
*Disclaimer: Analisa ini untuk tujuan edukasi. Keputusan jual-beli tetap di tangan Anda.*
https://cutt.ly/ZtvvLDDi
RANDOM TAG $SMDR $WINS
Kalau Anda punya hurdle rate 15% setahun dan Anda beli $TOTL di harga 1000 dengan estimasi dividen nanti 75 sd 90 perak, maka sudah dapat di tangan yield 7,5 sd 9%.
Cari sisa 6 sd 7,5% lagi untuk genapi 15% bisa ga?
Bisa banget donk. Coba cek backlog nya. Perolehan kontrak selalu lebih besar daripada revenue tahun berjalannya.
Selisih antara perolehan kontrak dan revenue, akan terakumulasi ke masa depan. Artinya, sudah lebih ada kepastian peningkatan revenue untuk 1 sd 3 tahun mendatang.
Ini yang dinamakan dengan rational investing. Ga perlu bandar-bandaran, naga di antara para naga, atau putra terbaik bangsa.
Sekarang Anda tahu kenapa harganya strong di situ-situ aja walaupun ada badai? Karena kalau lebih murah lagi, lebih gampang tercapai itu 15% nya.
Hanya contoh, bukan ajakan membeli ya! Tidak juga dianjurkan ALL-IN!!!
$CASS $IPCC
✅ Sepanjang tahun 2025, transportasi pengangkutan barang meningkat di semua moda.
https://cutt.ly/mtvxmIgm
$IHSG $IPCC $IPCM
