


Volume
Avg volume
Hexindo berfokus pada penjualan alat berat &after sales services dari produk-produk terkenal seperti Hitachi dan Bell. Sebagai pendekatan layanan terpadu untuk menawarkan berbagai jenis solusi alat berat yang memenuhi kebutuhan pelanggan, Hexindo memiliki banyak fasilitas yang dilengkapi dengan layanan lengkap seperti remanufacturing, welding centre, e-service &training centre juga. Berdasarkan Akta Notaris Mohamad Ali S.H no 37 tertanggal 28 November 1988, Hexindo didirikan dan terus bekembang secara agresif dengan melakukan berbagai macam inovasi produk dan layanan, untuk menjadi perusahaan distribusi alat berat nomor satu ... Read More
@lyoxdt Terima kasih sudah berbagi sudut pandang dan pengalaman pribadi. Saya sepakat bahwa tidak semua penurunan harga otomatis menjadikan sebuah saham sebagai dividend trap. Ada perbedaan besar antara bisnis yang sedang mengalami tekanan siklus atau penurunan struktural dengan bisnis yang memang kehilangan daya tahannya secara permanen. Itu sebabnya konteks selalu lebih penting daripada sekadar angka yield.
Dividend trap yang saya maksud dalam tulisan bukanlah label otomatis untuk setiap saham yang harganya turun atau labanya menyusut. Trap terjadi ketika kita membeli semata-mata karena yield tinggi, tanpa cukup memahami mengapa yield itu menjadi tinggi. Jika seseorang memahami model bisnisnya, sadar akan tren penurunan laba, menerima risikonya, dan tetap nyaman secara rasional — itu bukan terjebak. Itu keputusan sadar.
Saya juga setuju bahwa kenyamanan pribadi dan pemahaman mendalam terhadap bisnis memegang peranan penting. Selama kita tahu apa yang kita miliki, memahami risiko penurunan laba, dan tidak menutup mata terhadap kemungkinan perubahan fundamental, maka itu bagian dari proses investasi. Tidak semua investasi dengan kinerja menurun adalah kesalahan; kadang itu fase transisi, kadang memang perubahan jangka panjang yang harus dihadapi.
Soal exit plan juga sangat relevan. Dividend investing bukan berarti pasif tanpa batas. Jika ada perubahan struktural yang signifikan — misalnya arus kas tidak lagi mendukung pembagian, utang memburuk, atau model bisnis kehilangan relevansi — maka evaluasi ulang menjadi wajib. Bukan karena panik, tetapi karena disiplin.
Dan benar, terlalu banyak pertimbangan bisa membuat kita kehilangan momentum. Di sisi lain, terlalu sedikit pertimbangan bisa membuat kita mengabaikan risiko. Mungkin keseimbangan di situlah yang sedang kita latih bersama dalam seri ini: bukan menjadi paling cepat, bukan juga paling hati-hati, tetapi menjadi paling sadar terhadap keputusan yang kita ambil.
Appreciate the thoughtful 2 cents. Diskusi seperti ini justru membuat cara berpikir kita makin tajam 🙏
$MPMX $BNGA $HEXA
Mumpung IHSG mau dividen party terutama $LPPF tercinta
Bisa ni dibanding2kan dulu pake project saya
Random: $HEXA $RALS

📢 ANALISA: $HEXA
💎 STOCK SPOTLIGHT: HEXA
Hexindo Adiperkasa Tbk.
Sector: Perindustrian
====================
📊 PERFORMA & SKOR
Price: 4.530 (+0.00%)
Score: 77/100
[■■■■■■■□□□]
Verdict: Buy
🔬 BEDAH DATA
• Trend: 🟢 bullish
• RSI: 63.0 (strong buy)
• Volume: Ratio 0.5x
• Bandar: accumulation
• Asing 5D: 988M
• Top Buyer:
code: PD, type: Lokal, amount: 424427000, code: XL, type: Lokal, amount: 174065000, code: YP, type: Asing, amount: 65710000, code: NI, type: Pemerintah, amount: 61263000, code: XC, type: Lokal, amount: 45347000
⚔️ ACTION PLAN
-------------------------
🛒 ENTRY: 4490 - 4439
🎯 TARGET: 4.631
🛡️ STOP LOSS: 4.454
⚠️ RISK: Medium
-------------------------
🤖 AI Insight:
HEXA menunjukkan fundamental yang baik dengan ROE tinggi dan DER rendah, namun laba bersih mengalami penurunan. Indikator teknikal cenderung bullish meskipun Stochastic RSI menunjukkan kondisi overbought. Aksi bandarmologi mengindikasikan akumulasi oleh pembeli lokal.
RT: $HMSP $TINS #Trading #MidnightOracle
Disclaimer: Analisis otomatis, DYOR.
📈 Symbol: HEXA
🕐 2026-02-25T07:06:19
#40 Investasi yang Bertumbuh Tanpa Ribut
Ada masa ketika saya mengira pertumbuhan harus selalu terlihat jelas dan terasa cepat. Seolah-olah setiap kemajuan perlu tanda yang tegas agar layak dianggap berhasil. Namun seiring waktu, saya menyadari bahwa tidak semua yang bertumbuh perlu bersuara. Banyak hal yang berkembang secara diam-diam, tanpa perayaan, tanpa sorotan. Dalam perjalanan investasi saya, justru fase yang paling sunyi sering menjadi fase yang paling sehat.
Saya mulai melihat bahwa pasar tidak selalu membutuhkan reaksi besar dari saya. Ada periode di mana yang diperlukan hanyalah konsistensi dan ketenangan. Tidak ada keputusan spektakuler, tidak ada langkah yang mengubah segalanya dalam semalam. Hanya rutinitas yang dijaga, prinsip yang tidak dilanggar, dan pikiran yang tetap jernih. Di situ saya belajar membedakan antara kebutuhan untuk bergerak dan dorongan untuk sekadar merasa produktif.
Perubahan terbesar terjadi ketika saya berhenti mengaitkan pertumbuhan dengan sensasi. Saya tidak lagi mencari momen yang membuat saya merasa unggul. Saya lebih menghargai stabilitas yang terjaga dari waktu ke waktu. Ketika ekspektasi menjadi lebih realistis, tekanan pun berkurang. Saya mulai melihat investasi sebagai proses pemeliharaan, bukan ajang pembuktian.
Pada akhirnya, saya menerima bahwa investasi yang bertumbuh tanpa ribut justru memberi ruang bagi hidup yang lebih seimbang. Pasar tetap bergerak, angka tetap berubah, tetapi saya tidak harus ikut berisik bersamanya. Ada ketenangan dalam mengetahui bahwa tidak semua kemajuan perlu diumumkan. Yang penting bukan seberapa keras ia terdengar, melainkan seberapa konsisten ia berkembang.
$IHSG $HEXA $SKRN

$HEXA pergerakannya cakep.. udah 2 tahun hold saham ini karna deviden.. tapi tahun ini aroma dan gerakannya agak beda.. biasanya statis, tapi ini walaupun di hajar isu msci malah semakin bergerak keatas.. ada apa ini?.. apakah deviden gede menunggu.. 😅.. kita liat saja nanti..
$CANI Utang Non Usaha yang Sangat Besar
Ada member yang tanya kenapa CANI tidak audit laporan keuangan yang rilis di Desember 2025 dan mengapa utang non-usaha CANI sangat besar. Memang CANI ini anomali karena ini perusahaan gede banget di lapangan tapi kok rugi terus ya. Di bursa, kesalahan paling sering itu bukan salah hitung rasio, tapi salah baca kalender tahun buku. Begitu tahun bukunya beda, investor yang ngotot menyamakan Desember dengan penutup tahun biasanya ikut salah menilai status audit dan ritme kinerja. Dan CANI itu contoh yang paling jelas karena utangnya seperti mengambil alih cerita perusahaan. External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Ada beberapa emiten di IHSG memang tidak tutup buku 31 Desember seperti $HEXA $AMOR RIGS karena tahun buku itu pilihan struktur korporasi, bukan kewajiban kalender. POJK 14/POJK.04/2022 membangun tenggat pelaporan berbasis tanggal laporan keuangan tahunan dan tanggal laporan keuangan tengah tahunan, jadi arsitekturnya sengaja fleksibel untuk emiten yang tahun bukunya berakhir di bulan lain. Di situ juga ada ruang untuk emiten yang efeknya tercatat di Indonesia sekaligus di bursa negara lain, sehingga batas waktu penyampaian dan pengumuman bisa mengikuti ketentuan otoritas pasar modal negara lain dalam kondisi tertentu.
Kenapa perusahaan memilih tidak Desember biasanya karena ingin satu set angka grup jalan bareng, konsolidasi rapi, dan audit lebih efisien, terutama kalau induknya luar negeri. Ada juga yang murni karena siklus bisnis musiman, mereka menghindari penutupan buku pas periode operasional paling ramai agar closing, stock opname, dan audit tidak saling tabrakan. Dan kalau ada dual listing atau kewajiban pelaporan luar, ritme pelaporan sering dipaksa mengikuti standar grup atau regulator di luar, sehingga wajar kalau investor yang terbiasa kalender Indonesia merasa janggal. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Ini yang menjawab pertanyaan kenapa CANI rilis LK Desember 2025 tapi ndaj diaudit. Untuk laporan keuangan tengah tahunan, tenggatnya beda tergantung ada laporan akuntan publik atau tidak, dan interim memang boleh tidak diaudit. Ada ketentuan juga bahwa kalau laporan sudah diotorisasi manajemen, penyampaian maksimal 2 hari kerja setelah tanggal otorisasi, jadi ritme publikasi bisa sangat cepat walau bukan audited. Di CANI, pola tahun buku 30 Juni terlihat dari laporan tahunan audited yang diotorisasi Direksi pada 16 September 2025, jadi laporan per 31 Desember itu logikanya interim di tengah tahun buku, bukan penutup tahun audited.
Sekarang coba cek utang non-usaha CANI. Angkanya tembus USD 39,44 juta, kira-kira Rp615 miliar, dan itu mendominasi total liabilitas jangka pendek CANI yang mencapai USD 41,78 juta, itu artinya sekitar 94,4% liabilitas jangka pendek CANI bertumpu pada pos ini. Komposisinya juga tidak normal untuk perusahaan yang sehat, karena utang non usaha dari pihak berelasi mencapai USD 39,37 juta atau sekitar 99,8% dari total utang non-usaha, sementara utang dari pihak ketiga cuma USD 0,07 juta. Kalau investor melihat struktur seperti ini, ini bukan sekadar utang besar, ini tanda perusahaan bertahan hidup lewat kantong grup.
Di satu sisi, utang non-usaha dari pemegang saham ini menyelamatkan CANI karena diberikan tanpa bunga, tanpa jaminan, dan praktis menjadi talangan biaya operasional yang dibayarkan pihak berelasi atas nama perusahaan. Di sisi lain, sifatnya repayable on demand membuat CANI seperti hidup di bawah tombol darurat kreditor, karena kapan saja bisa diminta bayar, sementara kemampuan kasnya terbatas. Tambah lagi, CANI ini mengalami defisiensi modal USD 34,06 juta, yang artinya ekuitas negatif dan secara substansi ini sudah masuk wilayah going concern yang bergantung pada niat baik pemegang saham mayoritas untuk terus menyokong. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Sebenarnya mudah saja bagi PSP CANI mengubah utang usaha non-usaha ini menjadi saham sehingga langsung lunas utang CANI tapi nampaknya itu menjadi last resort. Mungkin pas PSP-nya mau bagi warisan baru dikonversi jadi saham. Apalagi kalau nanti harga sahamnya sudah 10.000 rupiah, itu artinya publik yang beli saham di harga 10.000 yang bayar utang warisan tersebut. Tapi sekali lagi ini hanya skenario kemungkinan. Belum tentu akan terjadi.
Kalau kita lihat LK CANI, akar masalah perusahaan ini adalah CANI bahkan belum menang di level paling dasar, yaitu gross profit. Pendapatan sekitar USD 1,72 juta, beban pokok USD 2,11 juta, jadi rugi bruto USD 0,39 juta, atau margin kotor sekitar minus 22,7%. Beban penyusutan kapal sekitar USD 1,21 juta sendiri setara sekitar 57,3% dari beban pokok, jadi meski kapal kelihatan besar di lapangan, struktur biaya tetapnya tetap menekan saat tarif sewa dan utilisasi tidak kuat. Rugi tahun berjalan USD 0,54 juta membuat margin bersih sekitar minus 31,5%, jadi wajar kalau investor merasa, kok kerja besar tapi hasilnya masih bocor.
Di sisi trend, ada perbaikan yang pantas dicatat, tapi skalanya belum cukup untuk mengubah nasib. Rugi bruto membaik dari USD 0,80 juta menjadi USD 0,39 juta, turun sekitar 50,9%, beban umum administrasi turun sekitar 27,3%, penerimaan kas dari pelanggan naik sekitar 40,4%, dan saldo kas akhir sekitar USD 0,93 juta dengan kenaikan neto kas USD 0,45 juta. Masalahnya, utang non-usaha USD 39,44 juta itu kira-kira 42 kali lipat kas, jadi secara skala bantalan likuiditasnya tipis sekali kalau sewaktu-waktu ada tekanan penagihan atau kebutuhan modal kerja mendadak.
Potensi CANI itu ada, tapi syaratnya tidak bisa setengah-setengah. CANI harus balikkan economics bisnisnya dulu, dari rugi bruto menjadi laba bruto, yang berarti kombinasi tarif charter yang lebih masuk akal, utilisasi yang naik, dan biaya operasional yang lebih terkendali, terutama biaya tetap dan pos-pos yang melonjak seperti asuransi. Di level struktur modal, yang paling menentukan adalah arah pihak berelasi, apakah utang non-usaha akan terus jadi penyangga, dikonversi menjadi ekuitas, atau justru mulai ditarik, karena itu yang menentukan apakah anomali ini berubah menjadi turnaround atau berubah menjadi cerita yang selesai lebih cepat. Buat investor, indikator paling jujur bukan narasi, tapi tiga angka yang harus berbalik arah, margin kotor, kas dari pelanggan yang konsisten, dan penurunan dominasi liabilitas pihak berelasi terhadap total liabilitas. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/6






Tambahan bila memang betul terjadi. Bisa dipastikan lini bisnis $SKRN SANGAT SOLID dan target jauhnya ke 5000 up. Bisa melebihi $HEXA. Gass ara berjilid 😇
🔁 Strategi Dividend Compounding Lintas Saham🔥🔥🔥
Sahabat trader, ada yang tertarik dengan strategi ini? Kalau ada yang belum tahu, aku jelasin di bawah ini ya.
Dividend compounding lintas saham adalah strategi memutar dividen dari satu saham ke saham lain yang akan segera cum date, sehingga uang bekerja berkali-kali dalam satu tahun, bukan menunggu setahun di saham yang sama.
Jadi kita bukan “terima dividen → diam aja, tapi setelah terima dividen → hasil devidennya langsung di-invest lagi di saham deviden besar yang lain, bukan yang sama.
🧠 Cara Kerjanya:
Beli saham A menjelang cum date (sekitar 1-3 bulan sebelum, DYOR)
→ dapat dividen
Dividen cair
→ dipakai beli saham B yang akan cum date berikutnya
Ulangi terus ke saham C, D, dst
👉 Dalam 1 tahun, modal bisa panen dividen 3–5 kali
📅 Contoh Alur / Pola Deviden Tahunan (Indonesia)
Mar–Apr → Bank besar (BMRI, BBRI, BBNI)
Mei–Jun → Energi / blue chip yield tinggi (PTBA, ADRO, ITMG)
Sep → Mid–big cap khusus (HEXA)
Des → Interim dividend (BBRI, ADRO, $BBCA, dll)
➡️ Dividen bank → masuk energi → masuk $HEXA → masuk interim bank/lainnya.
⚠️ Prinsip Wajib (Biar Tidak Nyemplung)
Fokus big & mid cap sehat
Jangan kejar yield tinggi tapi harga jeblok
Entry sebelum cum date, bukan mepet. Biasanya sekitar 1-3 bulan sebelum.
Dividen itu bonus, bukan alasan beli saham jelek
🎯 Tujuan Utama Strategi Ini
Meningkatkan total yield tahunan
Memaksimalkan waktu & frekuensi dividen
Cocok buat investor: Sabar - Disiplin - Anti gorengan
-----------------------------------------------------------------------------------
🔢 SIMULASI DIVIDEND COMPOUNDING LINTAS SAHAM
- Modal awal: Rp100.000.000
- Fokus big & mid cap sehat
📅 Putaran Dividen 1 Tahun
🔵 PUTARAN 1 – BANK BESAR (Mar–Apr)
Saham: BMRI / BBRI
Gross yield: 9%
Net yield (setelah pajak): ~8%
📌 Hasil:
Dividen bersih: Rp8.000.000
Modal jadi: Rp108.000.000
⚙️ PUTARAN 2 – ENERGI / BLUE CHIP (Mei–Jun)
Saham: PTBA / ADRO / ITMG
Gross yield: 13%
Net yield: ~11.7%
📌 Hasil:
Dividen: 11.7% × 108 jt = Rp12.636.000
Modal jadi: Rp120.636.000
🛠️ PUTARAN 3 – MID–BIG CAP KHUSUS (Sep)
Saham: HEXA
Gross yield: 8%
Net yield: ~7.2%
📌 Hasil:
Dividen: Rp8.684.000
Modal jadi: Rp129.320.000
🏦 PUTARAN 4 – INTERIM DIVIDEND (Des)
Saham: BBCA / $EXCL / ADRO / BBRI
Gross yield: 2%
Net yield: ~1.8%
📌 Hasil:
Dividen: Rp2.328.000
Modal akhir tahun: Rp131.648.000
🎯 HASIL AKHIR 1 TAHUN
Modal awal: Rp100.000.000
Modal akhir: Rp131.648.000
👉 Yield efektif setahun: ≈ 31.6% (CASH YIELD)
👉 Ini BELUM termasuk capital gain.
------------------------------------------------------------------------------------------
Simulasi ini ada kelemahannya ya, gais. Dimanakah itu? hehe...
Jawabannya: pada saat Ex-Date harga gap down sedikit lebih besar dari persentase deviden yang kita terima. Jadi ada gak solusinya? Ternyata ADA ---> ini ada 2 skenario exitnya.
🔹 SKENARIO 1 — WAIT FOR PRICE RECOVERY (PALING SEHAT)
Ini yang profesional lakukan.
Alurnya:
Beli sebelum cum date
Lewati ex-date (gap down)
TIDAK langsung jual
Tunggu harga:
kembali ke area cum-date
atau minimal recover 70–90%
🔹 SKENARIO 2 — DIVIDEND + PARTIAL SWITCH (REALISTIS & TAKTIS)
Ini versi lintas saham paling masuk akal.
Alurnya:
Setelah ex-date: Jual sebagian
Sisanya ditahan sampai recover
Dividen + dana sisa → masuk saham lain
📉 Modal memang tidak utuh
📈 Tapi arus dividen tetap jalan
🟡 Cocok untuk:
Saham cyclical (PTBA, ADRO, ITMG)
📌 Strategi ini gak cocok untuk trader harian yang mau cepat profit, tapi:
investor sabar - disiplin - paham siklus
🙏 Perspektif Nilai:
Pasar mengajarkan hal yang sama seperti iman:
"Berkat yang dipaksakan cepat sering bocor.
Yang ditunggu dengan sabar, utuh & bertumbuh."
Selamat mencoba 😜👍
@riyan1428 Gak disarankan masuk saham konglo sih kalau ngejar deviden, Kak. itu bukan buat long-term hold, dan bisa dibanting pricenya anytime.
Kalau mau profit dari deviden dan bisa long-term hold, ini ada beberapa usulan berikut persentase deviden yieldnya (kurang lebih ya, soalnya bisa berubah):
Sektor Perbankan: BMRI (8-11%), BBRI (5-9%), $BBNI (7-8%)
Sektor Batubara: $ITMG (13%), PTBA (11-12%), ADRO (7-8%)
Sektor lain: $HEXA (7-8%)
kenapa BBCA tidak masuk usulan? deviden kecil sekitar 3%, Kak.
Khusus sektor batubara / komoditas, kalau bisa entry-nya di bawah ya, karna harganya sifatnya siklus / siklikal / cenderung sideways, kecuali memang uangnya tidak pernah akan dikeluarkan selamanya, ya masuk merem gpp, kak hehe....
Sepanjang tahun 2025, PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) membukukan laba bersih US$18,57 juta (US$0,022 per saham) atau turun 12,32% jika dibandingkan US$21,19 juta (US$0,025 per saham) pada tahun 2024. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dipublikasi di Jakarta, kema...

www.neraca.co.id

$BMRI $HEXA $ADMF
perbedaan saham fundamental dan IHSG secara keseluruhan.
IHSG ambruk, portofolio ku anteng aja,,malah cepat balik

$HEXA tahun ini harusnya siklus deviden gede 5 tahunan kan ya? Sisa laba ditahan dibagikan, apa ada yg punya info?