180

+1

(0.56%)

Today

311,100

Volume

882,222

Avg volume

Company Background

PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan dan industri keramik yang berdiri pada tahun 1995. Pada tahun 2016 Perseroan meningkatkan modal dasar dari sebelumnya pada saat pendirian sebesar Rp 10 miliar, menjadi Rp 150 miliar. Perseroan memiliki cakupan kegiatan usaha yang diatur dalam Anggaran Dasar Perseroan, dan kegiatan usaha utama yang dijalankan adalah perdagangan dan industri keramik

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Desember 2025.
Lagi iseng bedah laporan keuangan sektor keramik (Tiles) buat validasi narasi "Program 3 Juta Rumah".
Jujur, awalnya skeptis karena sentimen Gas Non-HGBT ($16/MMBTU) itu horor buat cost structure industri ini.

Tapi setelah deep dive data impor & neraca, ternyata ada ANOMALI menarik di sektor ini.
nemu satu pola divergensi (perbedaan) nasib yang gila antara pemain di sektor ini:

1. Si "Beban Bunga": Ada emiten yang DER-nya di atas 100%, margin tipis atau bahkan negatif. Kenaikan harga gas bakal bikin dia berdarah-darah karena cashflow habis buat bayar bunga bank, bukan buat ekspansi.

2. Si "Anomali": Tapi ada satu emiten yang profilnya aneh banget.
* Hutang Bank: Nol (Net Cash).
* Margin Laba: Masih tebal di 16%++ (padahal temannya cuma 7% atau rugi).
* Dividen: Rutin yield 8%.
* Katalis: Paling siap nampung "muntahan" demand 200 juta m² akibat keramik China kena gebuk BMAD sampai Rp90rb/m².

Kesimpulan Sementara:
Market terlalu takut sama isu Gas (Noise), sampai lupa kalau tembok BMAD China (Signal) itu game changer buat yang neracanya sehat.
Di saat badai datang, kapal yang banyak utang kemungkinan bakal karam. Tapi "Benteng" yang punya cash tebal justru bakal belanja murah.
Disclaimer: Just my personal research notes. Do your own diligence.

Menurut kalian yang mana?
$MLIA $CAKK $ARNA

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IKAI Perusahaan Keramik Milik OSO

Request member External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

IKAI adalah perusahaan keramik di IHSG. Tapi IKAI itu bukan cerita ubin yang rapi dan stabil seperti pabrik mapan. IKAI ini lebih cocok jadi cerita pabrik asset-heavy yang lagi kehilangan volume, namun masih punya nyawa dari arus kas operasional.

Revenue IKAI selama 9 bulan di 2025 turun 33,3% jadi Rp97,7 miliar dan rugi bersih membengkak jadi Rp11,73 miliar, jadi secara laba rugi, IKAI jelas sedang payah. Namun CFO (cash flow from operations) justru positif Rp31,6 miliar dan FCF (free cash flow) Rp28,7 miliar, ini bikin IKAI tidak bisa dinilai cuma dari rugi bersih. Ditambah free float 80,66%, sahamnya cenderung mudah jadi arena sentimen bandar, jadi menarik bagi trader, tapi bikin investor yang cari kontrol kuat harus ekstra waspada. Jadi kalau investor mau masuk IKAI, harus paham ini saham turnaround berpotensi, tapi syaratnya banyak dan risikonya nyata. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

IKAI itu PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk yang bisnis intinya produksi dan distribusi ubin porselen dan granit merek Essenza, plus punya bisnis perhotelan lewat entitas anak dan penyewaan unit bangunan. Perusahaan berdiri 26 Juni 1991, mulai operasi komersial 1 Mei 1993, lalu IPO 4 Juni 1997, jadi jarak berdiri ke IPO sekitar 6 tahun. Karyawannya 179 orang per 30 September 2025, jadi skala organisasinya ramping. Jadi IKAI ini sebenarnya perusahaan yang sudah tua, tapi kapasitas dan aktivitas operasionalnya tidak lagi sebesar pemain utama sektor keramik.

Struktur kepemilikan IKAI ini juga yang bikin karakter sahamnya beda. Pengendali PT Finix Bangun Indonesia memegang 19,34%, sedangkan publik memegang 80,66%, dan UBO disebut Tuan Raja Sapta Oktohari, anak OSO. Dengan free float sebesar ini maka itu artinya likuiditas bisa tinggi, tapi kontrol pengendali relatif kecil, sehingga keputusan strategis yang butuh suntikan modal besar atau perubahan cepat tidak otomatis dijamin oleh pengendali. Dalam praktik pasar, free float besar juga sering membuat harga lebih sensitif terhadap sentimen bandar, karena kepemilikan tersebar. Jadi daya tariknya bisa muncul dari volatilitas dan potensi re-rating saat ada kabar perbaikan, sementara risikonya adalah harga mudah ditarik ke dua arah tanpa pegangan kontrol yang kuat. Tapi yang paling bikin potensial IKAI adalah karena dimiliki oleh orang politik sehingga sangat potensial meroket. Kita sudah lihat banyak saham milik politisi atau keluarga politisi yang sahamnya meroket. Saham keluarga banteng, keluarga ijo, dll semuanya meroket. Jadi potensi IKAI itu bukan fundamental nya tapi relasi politiknya. If you know, you know. YTTA. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Masuk ke laba rugi, masalah IKAI jelas ada di ketidakselarasan antara revenue dan biaya produksi keramik. Revenue IKAI hanya Rp97,7 miliar turun 33,3%, sementara SGA masih Rp60,4 miliar, terdiri dari beban penjualan Rp7,4 miliar dan umum administrasi Rp52,9 miliar. Itu artinya overhead perusahaan masih berat untuk skala penjualan yang mengecil, sehingga operasional inti jatuh ke rugi, terbukti OPM -18,5%. GPM IKAI 43,3% memang terlihat tinggi, tapi turun dari 51,4% dan itu tetap tidak cukup untuk menutup beban SGA. Beban keuangan turun 55,4% jadi Rp3,24 miliar karena restrukturisasi, ini poin positif, tetapi belum menyelesaikan akar masalah.

Rugi bersih IKAI mencapai Rp11,73 miliar dengan NPM -12,0% membuat ROA dan ROE annualised negatif. Itu artinya aset dan ekuitas IKAI yang besar belum menghasilkan imbal hasil, sehingga dari kacamata fundamental murni, IKAI belum layak disebut sehat. Namun di saham turnaround, justru fase buruk inilah yang sering jadi sumber peluang, asal ada bukti perbaikan yang bisa diukur. Di IKAI, bukti potensi turnaround muncul dari arus kas, bukan dari laba. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Bagian paling menarik dari IKAI ada di kualitas kasnya. Kas yang didapatkan IKAI dari pelanggan mencapai Rp93,8 miliar hampir setara revenue Rp97,7 miliar, itu artinya penjualan benar-benar banyak yang jadi uang, bukan sekadar angka piutang. Lalu CFO positif Rp31,6 miliar saat rugi bersih Rp11,7 miliar, ini anomali bagus yang biasanya terjadi karena beban non-kas, di sini ada depresiasi Rp16,2 miliar. Itu artinya depresiasi IKAI memang besar besar sehingga laba turun di atas kertas tapi kasnya tidak ikut keluar. FCF Rp28,7 miliar karena capex rendah, jadi operasional masih menghasilkan kas bersih yang bisa dipakai bertahan.

Namun risiko IKAI juga tidak kecil karena likuiditas neracanya tipis. Kas di neraca hanya Rp3,5 miliar atau 0,3% dari total aset, sementara aset tetap neto Rp725,1 miliar atau 65,2% dari aset. Dengan struktur asset-heavy seperti ini, perusahaan tergantung pada kelancaran operasi harian karena tidak punya bantalan kas besar. Piutang Rp10,1 miliar dan persediaan Rp20,1 miliar relatif kecil, ini positif untuk modal kerja, tapi kas yang kecil membuat ruang salah langkah sempit. Jadi IKAI bisa tampak baik di CFO, tapi tetap rapuh kalau terjadi gangguan produksi, demand, atau tekanan kreditur.

Risiko utang juga wajib jadi dipantau. Total utang bank IKAI mencapai Rp176,6 miliar, dan dengan estimasi FCF tahunan sekitar Rp38 miliar, utang secara teori bisa lunas sekitar 4,6 tahun, ini not bad sih. Makna not bad di sini bukan berarti aman, melainkan masih masuk akal jika FCF IKAI tetap konsisten dan tidak ada kejutan. Kalau FCF turun, periode pelunasan utang bisa langsung membengkak, dan karena kas neraca kecil, tekanan likuiditas bisa cepat terasa. Jadi investor harus pantau apakah FCF itu berulang, bukan cuma sekali terjadi karena modal kerja. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Dari sisi diversifikasi pelanggan dan vendor, IKAI punya poin unggul. Tidak ada pelanggan atau vendor tunggal yang kontribusinya lebih dari 10%, jadi risiko ketergantungan rendah. Ini membuat pendapatan lebih tahan terhadap hilangnya satu pelanggan besar. Pihak berelasi juga kecil, utang modal kerja dari PT Finix Bangun Indonesia Rp2,4 miliar tanpa bunga hanya 0,56% dari total liabilitas, jadi tidak signifikan. Itu artinya IKAI tidak terlalu bergantung pada skema relasi untuk mencetak revenue, ini positif dibanding emiten yang bergantung pada satu kanal.

Namun ada risiko besar yang lebih menakutkan dari sekadar margin, yaitu isu entitas anak. IKAI sudah menyelesaikan PKPU melalui homologasi yang disahkan pada 2018, jadi status hukum induk relatif stabil. Tapi entitas anak PT Saka Mitra Sejati gagal memenuhi kovenan bank dan aset SHM Sei Sikambing masuk proses pra-lelang. Makna pra-lelang ini serius karena bisa memicu kerugian aset, tekanan ke neraca, dan gangguan ke persepsi kreditur. Ini salah satu faktor yang bisa menghancurkan cerita turnaround kalau tidak dibereskan. Tapi dari keterbukaan informasi terbaru saya lihat IKAI mau suntik modal ke anak usahanya biar tidak kena lelang. Mungkin ada investor strategis masuk. Apakah ini awal dari rencana goreng? Entahlah.

Sekarang coba bandingkan IKAI dengan $ARNA dan $CAKK agar kelihatan posisi sebenarnya. ARNA berada di kelas pabrik sehat, revenue 9 bulan 2025 Rp1,92 triliun dan laba bersih Rp306,02 miliar, margin tebal, CFO Rp448 miliar, FCF Rp271 miliar, kas Rp236,3 miliar, dan utang bank hanya Rp91,6 miliar dengan utang jangka panjang nol. Maknanya, ARNA kuat secara fundamental dan cashflow, risikonya lebih ke konsentrasi penjualan 67,83% ke pihak berelasi PT Catur Sentosa Adiprana, sehingga channel distribusi terkunci tapi konsentrasinya ekstrem. IKAI kalah telak di skala, laba, kas neraca, dan stabilitas fundamental dibanding ARNA. IKAI unggul di satu hal yang ARNA justru riskan, yaitu diversifikasi pelanggan karena IKAI tidak punya pelanggan tunggal di atas 10%. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Dibanding CAKK, IKAI punya profil risiko yang beda. CAKK revenue 9 bulan 2025 Rp238,87 miliar naik 46%, tetapi rugi bersih Rp30,22 miliar, GPM hanya 1,7%, dan utang bank Rp207,48 miliar plus masalah kovenan yang membuat utang jangka panjang digeser jadi liabilitas jangka pendek, lalu ada working capital deficit besar yang memunculkan going concern. Maknanya, CAKK problemnya struktural, margin produksi sangat tipis dan tekanan kreditur lebih keras. IKAI lebih unggul dari CAKK di kualitas margin produk, GPM 43,3% vs 1,7%, dan beban keuangan IKAI relatif kecil Rp3,24 miliar dibanding CAKK Rp10,69 miliar. Tapi IKAI masih kalah dari CAKK di pertumbuhan revenue karena IKAI turun 33,3% sementara CAKK naik 46%, jadi CAKK menang di demand, IKAI menang di struktur laba kotor.

Apakah IKAI punya potensi turnaround? Ada, dan bukti awalnya bukan dari laba, melainkan dari kas. CFO positif Rp31,6 miliar dan FCF positif Rp28,7 miliar saat rugi adalah sinyal bahwa operasional masih menghasilkan uang tunai. Ditambah revenue vs kas pelanggan yang in line menunjukkan kualitas pendapatan masih rapi. Beban keuangan turun 55,4% juga memberi ruang napas untuk pemulihan margin. Tetapi turnaround IKAI hanya masuk akal kalau data berikut mulai membaik secara berurutan.

Yang harus dipantau agar turnaround IKAI benar-benar kejadian ada beberapa syarat yang konkret. Pertama revenue harus berhenti turun dan mulai stabil, minimal yoy tidak lagi -33,3%, karena tanpa volume, overhead akan terus memakan margin. Kedua SGA harus turun lebih cepat dari revenue, karena akar rugi IKAI adalah SGA Rp60,4 miliar yang terlalu berat untuk revenue Rp97,7 miliar. Ketiga OPM harus kembali ke positif, karena selama OPM -18,5% berarti bisnis inti masih rugi. Keempat CFO dan FCF harus tetap positif tanpa trik modal kerja, artinya konsistensi kas lebih penting daripada satu kali angka bagus. Kelima isu entitas anak pra-lelang harus ada solusi yang jelas, karena ini bisa menghancurkan neraca kapan saja. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Jadi investor IKAI harus pantau revenue dan trend-nya untuk menunjukkan permintaan dan skala bisnisnya. GPM menunjukkan kualitas laba kotor per rupiah penjualan, tapi OPM menunjukkan apakah overhead terkendali, ini jauh lebih menentukan. CFO membuktikan apakah laba itu nyata jadi uang, dan FCF menunjukkan apakah setelah capex perusahaan masih punya sisa kas untuk bayar utang dan bertahan. Kas neraca menunjukkan bantalan darurat, dan di IKAI bantalan ini tipis sehingga risiko likuiditas tinggi. Utang dan kovenan menentukan seberapa besar ruang napas dari bank, dan isu pra-lelang pada anak usaha menentukan risiko kejutan yang bisa menghapus harapan turnaround.

Jadi kalau IKAI dibandingkan dengan ARNA, maka jelas IKAI kalah di hampir semua aspek fundamental dan skala, tapi IKAI bisa lebih menarik bagi investor yang suka turnaround karena base effect-nya besar dan sahamnya sangat likuid akibat free float 80,66%. Apalagi ini IKAI saham milik politikus. Dibanding CAKK, IKAI lebih unggul di struktur margin dan beban bunga, tetapi kalah di momentum pertumbuhan revenue. Turnaround IKAI lebih realistis daripada CAKK karena tidak dibebani going concern seberat CAKK, tetapi tetap berisiko karena kas neraca tipis dan ada isu pra-lelang entitas anak. Kalau investor mau main di IKAI, ukurannya bukan berharap, ukurannya adalah memantau data-data tadi dan menunggu tanda perbaikan yang konsisten.

🏭 IKAI
🧱 Ubin porselen dan granit Essenza
🏨 Hotel dan sewa unit

🗓️ Berdiri 26 Juni 1991
📈 IPO 4 Juni 1997
👥 Karyawan 179

👑 Kepemilikan
🏢 Finix Bangun Indonesia 19,34%
🌊 Free float 80,66% likuid tapi sensitif sentimen
🧩 UBO Tuan Raja Sapta Oktohari
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

📉 9M25 fundamental
💸 Revenue Rp97,7 miliar turun 33,3%
🧾 SGA Rp60,4 miliar bikin overhead berat
📊 GPM 43,3% turun
⚠️ OPM -18,5% operasional rugi
🩸 Rugi bersih Rp11,73 miliar

💰 Kas dan beban
🧰 CFO Arus Kas Operasi Rp31,6 miliar masih masuk
🪙 FCF Arus Kas Bebas Rp28,7 miliar masih positif
🧊 Kas Rp3,5 miliar tipis
🏗️ Aset tetap 65,2% asset-heavy
⛓️ Utang bank Rp176,6 miliar

🧨 Risiko utama
🏷️ Anak usaha SMS pra-lelang aset

🆚 Cepat banding
🥇 ARNA unggul fundamental
💰 Laba Rp306,0 miliar
🧰 CFO Rp448 miliar
🧊 Kas Rp236,3 miliar
🥉 CAKK berisiko struktural
📊 GPM 1,7%
🩸 Rugi Rp30,22 miliar
⛓️ Utang Rp207,48 miliar kovenan going concern
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

🔄 Syarat turnaround IKAI
📦 Revenue stabil dulu
✂️ SGA turun lebih cepat dari revenue
✅ OPM balik positif
🔁 CFO dan FCF konsisten
🧯 Pra-lelang beres dan jelas dampaknya

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/9

testestestestestestestestes

$FUTR

⚡ SCALPING PLAN

🟢 Entry
Buy on Support: 580 – 610 (Menunggu di area bantalan harga yang merupakan support psikologis kuat setelah penurunan tajam).

Buy on Rebound: > 650 (Konfirmasi jika harga berhasil memantul kembali ke atas level psikologis 650 dengan volume beli yang meningkat).

🎯 Take Profit
TP 1: 680 – 700 (Amankan profit cepat di area resisten minor pertama sebelum penurunan terakhir).

TP 2: 750 – 780 (Target area konsolidasi atas di mana harga sebelumnya sempat tertahan).

TP 3: 820+ (Jika harga berhasil berbalik arah sepenuhnya dan menguji kembali level tertinggi historisnya).

🔴 Stop Loss
SL Area: < 550 (Jika harga menembus level ini, tren penurunan jangka pendek kemungkinan besar akan berlanjut lebih dalam menuju area 500).

Note: Wajib Cut Loss jika ditutup (Daily Close) di bawah 550.

⚠️ Catatan Singkat
Tekanan Jual Masih Ada: Garis MACD (biru) telah memotong garis sinyal (merah) ke bawah, menandakan tren turun jangka pendek masih memiliki tenaga.

Disiplin Eksekusi: Saham FUTR memiliki histori pergerakan yang lincah; jangan ragu untuk keluar jika harga tidak sesuai skenario guna melindungi modal.

Sektor Energi: Pantau sentimen global pada sektor energi yang seringkali menjadi penggerak utama volatilitas saham ini.

Jangan Lupa Follow!

Random Tag :

$IHSG $CAKK

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Harga $TRIN sekarang Rp 835

Zona Area Beli Aman : Rp 800 – 820
• Area support kuat, cocok untuk entry aman jika harga pullback ke zona ini, Boss

Zona Stoploss : < Rp 780
• Jika turun di bawah level ini, struktur swing melemah dan rawan koreksi lebih dalam, Boss

Jika naik & breakout : > Rp 860 → ENTRY LANJUTAN (tambah posisi)
• Breakout 860 berpotensi memicu momentum bullish lanjutan, Boss

Target Profit:
• TP1 = Rp 900
• TP2 = Rp 960 – 1.000

Keterangan Tambahan:
• Selama harga bertahan di atas 800, peluang swing bullish tetap terjaga, Boss
• Entry ideal dekat support untuk risk/reward optimal
• Breakout 860 membuka potensi kenaikan menuju area 1.000-an

Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.

Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti

$MTDL $CAKK
,Nanti Kami Buatkan Flowchart Keputusan biar analisa makin gampang!

Support like agar terus update!!!

Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend

Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$MPIX $ENAK $CAKK

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$CAKK pabrik granit yang baru sudah mulai produksi dan masih menambah mesin²nya, sudah banyak pengiriman granit. saya kerja disitu jadi tau

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$CAKK saham ini sudah di akusisi oleh pak hermanto tanoko

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$CAKK penuh dengan kejutan bikin dag-dig-dug

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$CAKK biasa nya ada kejutan

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk. - CAKK
Laporan Keuangan
- Neraca Keuangan
- Laporan Laba Rugi
- Laporan Arus Kas
- Laporan Perubahan Ekuitas

Kunjungi dan follow kami untuk laporan lengkap fundamental emiten!

Sumber Data: https://cutt.ly/8toQEsMq

$CAKK

1/4

testestestes

$IKAI saham ini akan membersamai saudaranya di perusahaan keramik, harga masih murah sekali, sedang akumulasi, mudah2an to the moon…🥰

$CAKK sama $ARNA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$CAKK bantu Ara dong bandar $BUMI $DEWA
DYOR

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

harga nya di jaga banget nih $CAKK

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$CAKK pelan naik, diam tapi ngumpulin tenaga. Yang teliti pasti lihat peluangnya

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Gass $CAKK ndarrr

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$CAKK $DEPO $BLES

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$CAKK bisa di pantau

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Momentum Kebangkitan sektor Keramik Mulai terlihat Tahun 2026, Emang Iya?

Sebenarnya ini tulisan gak terlalu relevan sama kondisi sekarang, disaat saham konglo sedang hype, emas juga ATH, sektor CPO juga booming, harga saham tentu udah pada terbang... mau masuk tentu akan ada risiko beli di harga Pucuk... mending sabar aja ya...

Meskipun mengalami tekanan dari beberapa sisi, salah satunya Efisiensi Operasional tingginya biaya produksi (LNG-Gas), namun Industri keramik RI bidik ekspansi regional. Tentu ini gak lantas bikin laba emiten di sektor keramik langsung lompat, gak semudah itu ferguso... beda sama sektor Coal, pada saat harga acuan naik, udah pasti cetak laba tinggi, berdampak pad harga sahamnya.

Sektor keramik sedikit berbeda, segmennya aja beda, sangat dipengaruhi daya beli masyarakat...yang menyerap produknya itu rumah tangga, paling banter ya sektor properti... Secara bisinis model emang gak rumit, Perusahaan bikin pabrik dan beli mesin produksi, lalu beli bahan baku (komplit), trus produksi, setelah jadi produknya langsung di jual ke distributor. Capex gak terlalu gede sih, tapi lumayan juga prosesnya bikin pabrik dan mesin... setelah jadi pabriknya dan siap beroperasi, masih ada tantangan lain yaitu masuknya barang (keramik) impor yang tentu bisa menggerus market share, tapi ini bisa diatasi karena ada kebijakan pemerintah anti dumping.

Persoalan berikutnya, adalah belum pulihnya daya beli masyarakat, meskipun angka pertumbuhan ekonomi indonesia cukup mengesankan diatas 5% di Q3 2025, namun tetap aja daya beli perlu dorongan dan stimulus serta momentum yang sepadan.

Secara internal dan sektoral gak ada persoalan, masalah utilitas pabrik, udah oke, apalagi ASAKI mencatat tingkat utilisasi mesin produksi diatas 70% per oktober 2025 ini... semakin menari lagi karena ternyata produksi meningkat hingga dua digit 15-an%...

Kalau kinerja emiten keramik cukup bagus, meskipun harga saham sektor keramik seperti ARNA cenderung seret, bukan karena perusahaan jelek kinerja nya, tetapi ini hanya soal momentum yang belum dapat, jadi yang pegang sahamnya bisa bersabar sebentar, karena yang menarik mereka bakal bagi dividen rutin tiap tahun, anggap aja bonus...waktu tunggu.

Good News....
Investasi kumulatif di sektor keramik juga tercatat telah menembus Rp 224 triliun, sementara ekspor keramik tumbuh sekitar 17 persen, dengan nilai ekspor mendekati 31 juta dollar AS pada Januari sampai Agustus 2025.

Sumber: https://cutt.ly/RtunZLX0.

https://cutt.ly/7tunZXhb

Kalau menurut saya sih, ada beberapa catatan yang patut kita dinantikan:
1. Pertumbuhan ekonomi sejalan dengan pemulihan daya beli masyarakat sehingga menopang kebangkitan sektor properti, yang juga berdampak positif pada sektor keramik.
2. Harga Bahan Baku (GAS/LNG) tidak mengalami kenaikan sehingga tidak menakan biaya produksi
3. Maraknya Keramik Impor (Bisa diatasi)
4. Industri Keramik masih bertumbuh, baik dari kapasitas produksi (ditandai dengan tingginya investasi di sektor keramik)
5. TIngkat Utilisasi pabrik masih diatas 70% ini pertanda bagus...

Ini bukan ajakan jual beli, hanya pendapat pribadi, dibilang pom pom gak juga karena saya gak punya follwer wkwkwk...

Mudah-mudahan tahun 2026 bisa jadi momentum $ARNA setidaknya disini dulu ya:

Random Tag:
$CAKK $IKAI

Read more...

1/4

testestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$CAKK ingat ya, sahamnya ga likuid. 😉

@dhe89 $CAKK
peminatnya sepi...pakai ditembokim segala..💩
kalau pengen ramai ya diangkatklah...badut bener..🤡

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$CAKK itu sahamnya ga likuid. perusahaan rugi dan ga pernah bagi dividen. siapa coba yg tertarik sama saham modelan bgini?
Tapi, jika melihat lebih dalam lagi, sedang ada rencana besar para pemangku kepentingan disana. jadi kita tonton aja nanti akan seperti apa.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$CAKK

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Hit 2 doang hari ini 🤡🤣

$CAKK Predict Tgl 22 Nov +7.95%
https://stockbit.com/post/23492539

$IBFN Predict Tgl 25 Nov +12.50%
https://stockbit.com/post/23815546

Random Tag : $IHSG

1/3

testestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$CAKK

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$CAKK
Sampe ke 168 keknya masih aman, barang tipis banget, note pribadi aja

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Skitar 2 minggu lalu pernah sy tulis kl masuk $CAKK. Motivasinya apa belum sy share. Jadi gini CAKK ini secara liquid tidaknya, emang sahamnya ga liquid. Tapi kenapa koq nekat masuk di saham ga liquid. Pertama2 kalo masuk saham ga liquid gini masuknya harus dicicil2 sabar ya. soalnya transaksinya masih rendah.
Alasan sy masuk di CAKK ini ga muluk2 koq. sama pas sy masuk beli BUKK di 990 (BUKK ini lbh ga liquid lagi dulu).
Jadi kita tau CAKK ini kepemilikannya dimiliki oleh TanCorp. Yg kita tau Tancorp ini lg getol2nya promo saham RISE punya dia. which is di RISE ini dia mau bikin proyek properti besar2an buat nyaingin PANI. itu ambisinya Tanoko.
Nah sekarang kl proyek pembangunan properti RISE ini jalan. keramiknya pake siapa? Ya sudah jelas pake keramik punya doi sendiri. Emang sudah disiapkan bisnis hulu ke hilirnya. Dah ini cuma analisa alur bisnisnya aja. Sy ga bahas soal angka2. Smoga yg beli CAKK ada gambaran chartnya mau dibawa kemana.🙏

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$CAKK

Haka 176++? DYOR
Buy 1 174
Buy 2 168
CL < 164
TP1 190
TP2 205

Arah Trend: 💹 Uptrend
Validasi Teknis: 🛡 Support Defense + 💹 Akumulasi Bertahan

random tag $INET $DEWA
CMIIW, Disclaimer On, DYOR!

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$AVIA LK Q3 2025: Growth Belum Bisa Mengejar Valuasi?

Request member External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

AVIA adalah mahkota grup Tanoko yang lagi dipajang di etalase paling terang di bursa. Bisnisnya nyaris tanpa cacat kalau dilihat dari neraca dan arus kas, seperti mesin kasir besar yang terus berputar dan jarang ngadat. Kas melimpah, utang finansial hampir tidak terasa, konversi laba ke kas sangat bersih. Masalahnya, harga saham 454 itu bukan harga untuk perusahaan yang tumbuh pelan, tetapi harga untuk emiten yang seolah siap tancap gas. Investor yang beli AVIA di level sekarang secara tidak langsung sedang bilang bahwa pertumbuhan laba ke depan akan jauh lebih tinggi daripada 2,53% yang tercatat di 9 bulan 2025. Jadi sebelum ikut antri beli mahkota ini, investor perlu jujur bertanya, ini beli karena kualitas emasnya yang aman atau karena yakin mahkota ini sebentar lagi berkilau lebih terang dari sisi pertumbuhan laba dan dividen. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Dari sisi neraca, struktur aset AVIA sangat konservatif dan nyaman. Aset lancar sekitar 8,06 triliun Rupiah atau sekitar 72,36% dari total aset. Artinya, sebagian besar aset perusahaan ada di kas, setara kas, piutang, persediaan, dan instrumen keuangan yang relatif likuid, bukan di aset tetap yang besar besar dan sulit dicairkan. Di dalam aset lancar ini, pos investasi menjadi salah satu tulang punggung penting, sekitar 2,60 triliun Rupiah yang ditempatkan di Surat Utang Negara, investasi jangka pendek, dan reksa dana. Ini sinyal jelas bahwa laba yang dikumpulkan selama bertahun tahun tidak dihambur hamburkan, tetapi diparkir rapi di instrumen yang aman dan menghasilkan.

Di sisi kewajiban, cerita AVIA bahkan lebih menenangkan. Liabilitas jangka pendek hanya sekitar 1,25 triliun Rupiah dan hampir menjadi seluruh liabilitas perusahaan. Utang usaha sekitar 667,29 miliar Rupiah, terdiri dari sekitar 293,98 miliar Rupiah ke pihak berelasi dan sekitar 373,30 miliar Rupiah ke pihak ketiga. Tidak ada tumpukan utang bank yang mengkhawatirkan. Dari sisi kinerja operasional, penjualan neto 9 bulan sekitar 5,93 triliun Rupiah dengan laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sekitar 1,19 triliun Rupiah. Penerimaan kas dari pelanggan sekitar 5,97 triliun Rupiah, sedangkan kas bersih dari aktivitas operasi sekitar 1,19 triliun Rupiah. Mayoritas omzet mengalir lewat distributor milik sendiri dengan nilai sekitar 5,34 triliun Rupiah. Posisi ini membuat AVIA tidak hanya kuat di sisi produk, tetapi juga sangat mengontrol kanal distribusi dan arus kasnya sendiri.

Kalau angka angka itu diubah menjadi rasio, kualitas mesin kas AVIA terlihat sangat meyakinkan. Dengan penjualan sekitar 5,93 triliun Rupiah dan kas dari aktivitas operasi sekitar 1,19 triliun Rupiah, CFO margin berada di kisaran 20,10%. Jadi dari setiap 1 Rupiah penjualan, sekitar 20,10% berubah menjadi kas operasional. Capex selama 9 bulan hanya sekitar 351,35 miliar Rupiah. Kalau CFO dikurangi Capex, free cash flow sekitar 840,53 miliar Rupiah. FCF margin sekitar 14,18%. Capex ini hanya sekitar 29,53% dari laba bersih, sekitar 29,48% dari CFO, dan sekitar 5,93% dari penjualan. Polanya jelas, ini tipe perusahaan yang sudah matang, tidak perlu bakar triliunan setiap tahun untuk menjaga bisnis tetap hidup. Pabrik dan jaringan sudah terbangun, sehingga kas yang dihasilkan relatif bebas digunakan untuk dividen, buyback, atau investasi lain yang sifatnya lebih strategis. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Begitu pindah ke sisi utang, AVIA terlihat seperti perusahaan yang hampir alergi terhadap leverage. Total utang finansial hanya sekitar 22,32 miliar Rupiah, kombinasi dari pinjaman bank jangka pendek sekitar 8,41 miliar Rupiah dan liabilitas sewa jangka panjang sekitar 13,90 miliar Rupiah. Dibandingkan laba sekitar 1,19 triliun Rupiah, rasio utang terhadap laba hanya sekitar 0,02 kali. Dibandingkan CFO sekitar 1,19 triliun Rupiah, rasionya juga sekitar 0,02 kali. Bahkan kalau memakai FCF sekitar 840,53 miliar Rupiah, rasio utang terhadap FCF hanya sekitar 0,03 kali. Secara praktis, utang finansial ini bisa dilunasi hanya dengan sebagian kecil kas operasi dalam satu tahun. Rasio CFO terhadap laba sekitar 1,002 kali, yang artinya laba akrual hampir seluruhnya didukung kas nyata. Sekitar 70,6% laba bersih berubah menjadi free cash flow yang benar benar bisa dipakai manajemen secara fleksibel.

Produktivitas per karyawan juga menggambarkan efisiensi operasional yang tinggi. Dengan sekitar 1.342 karyawan tetap, penerimaan kas dari pelanggan per karyawan sekitar 4,45 miliar Rupiah. Penjualan per karyawan sekitar 4,42 miliar Rupiah, laba bersih per karyawan sekitar 886,6 juta Rupiah, dan CFO per karyawan sekitar 888,1 juta Rupiah. Di antara semua angka itu, CFO per karyawan adalah indikator paling tajam, karena langsung menunjukkan berapa banyak kas riil yang dihasilkan setiap karyawan dari bisnis inti. Revenue per karyawan belum memperhitungkan biaya. Laba per karyawan masih bisa dipengaruhi faktor non kas seperti penyusutan dan kebijakan akuntansi. CFO per karyawan langsung berbicara soal likuiditas murni yang bisa dipakai untuk membayar gaji, dividen, dan ekspansi.

Kalau semua metrik kunci itu digabung, sinkronisasi antara laba, CFO, FCF, dan struktur modal AVIA memang tampak sangat bagus. Aset lancar sekitar 8,06 triliun Rupiah jauh di atas liabilitas jangka pendek sekitar 1,25 triliun Rupiah. Perusahaan berada dalam posisi net cash sekitar 2,09 triliun Rupiah, bukan net debt. Modal kerja berlimpah, tekanan likuiditas hampir tidak terasa, dan ruang manuver manajemen sangat lebar. Namun di tengah semua kenyamanan ini, ada satu titik lemah yang penting. Pertumbuhan penjualan sekitar 9,68% secara tahunan di 9 bulan 2025, sementara pertumbuhan laba bersih hanya sekitar 2,53%. Beban pokok penjualan naik sekitar 12,78%, lebih cepat dari pertumbuhan penjualan. Ini berarti margin sedang ditekan. Bisa karena kenaikan harga bahan baku, persaingan harga, promosi agresif, atau kombinasi semuanya. Intinya, mesin pertumbuhan laba tidak secepat yang diasumsikan oleh valuasi. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Begitu berpindah ke ranah valuasi, kontras antara kualitas neraca dan harga saham mulai terasa tajam. Dengan harga 454 per saham dan jumlah saham beredar sekitar 59,62 miliar lembar, kapitalisasi pasar AVIA sekitar 27,06 triliun Rupiah. Laba per saham yang sudah dianualisasi sekitar 26,33 Rupiah. Hasilnya, rasio price earnings berada di kisaran 17,24 kali. Untuk bisnis yang laba bersihnya hanya tumbuh sekitar 2,53%, angka ini jelas bukan kategori murah. Kalau PER 17,24 kali dibagi pertumbuhan laba 2,53%, rasio PEG sekitar 6,81 kali. Jauh di atas angka 1 yang biasanya dianggap wajar. Nilai buku per saham sekitar 164,38 Rupiah sehingga price to book value sekitar 2,76 kali. Karena aset tak berwujud hanya sekitar 30,08 miliar Rupiah, rasio terhadap tangible book kurang lebih sama. Rasio price to cash flow dari CFO sekitar 17,03 kali. Price to FCF sekitar 24,15 kali. Price to sales sekitar 3,42 kali berdasarkan penjualan tahunan yang dianualisasi sekitar 7,90 triliun Rupiah.

Kalau dilihat dari perspektif enterprise value, karena AVIA memiliki net cash sekitar 2,09 triliun Rupiah, EV berada di kisaran 24,96 triliun Rupiah. EV terhadap penjualan sekitar 3,16 kali. EV terhadap EBITDA sekitar 12,60 kali dan EV terhadap EBIT sekitar 14,59 kali. EV terhadap CFO sekitar 15,71 kali dan EV terhadap FCF sekitar 22,28 kali. Gambarnya konsisten, pasar memberikan premi yang cukup besar kepada AVIA, bukan hanya karena perusahaannya menjual cat, tetapi karena neracanya bersih, kasnya tebal, dan kualitas laba plus konversi kasnya di atas rata rata.

Dari sisi dividen, AVIA juga tampil sebagai emiten yang cukup royal. Dividen per saham sekitar 22 Rupiah menghasilkan dividend yield sekitar 4,85% di harga 454. Dividend payout ratio diperkirakan sekitar 86,46% terhadap laba. Jadi mayoritas laba dibagikan kembali ke pemegang saham. Ini kabar baik untuk investor yang mencari cashflow rutin. Tapi di sisi lain, payout setinggi ini juga menunjukkan bahwa ruang ekspansi organik lewat Capex internal memang tidak terlalu agresif. Perusahaan lebih mirip mesin kas matang yang mengalirkan laba ke pemegang saham dan sesekali melakukan buyback, bukan tipe emiten yang kejar pertumbuhan dua digit lewat ekspansi besar besaran.

Kalau memakai patokan konservatif misalnya PER layak 10 kali untuk bisnis stabil dan PBV sekitar 1 kali, gambarnya menjadi lebih keras. Dengan EPS sekitar 26,33 Rupiah, PER 10 kali berarti harga wajar sekitar 263,3 Rupiah. Jadi, di harga 454 sekarang, investor sedang membayar hampir setara skenario di mana laba per saham naik ke sekitar 45,4 Rupiah dan PER turun ke 10 kali, tetapi harga tidak bergerak. Untuk mewujudkan itu, laba tahunan harus naik ke sekitar 2,71 triliun Rupiah. Kenaikannya sekitar 70,6% dibanding proyeksi laba dari kinerja 9 bulan 2025. Logikanya, kenaikan ini harus didukung oleh pertumbuhan penjualan yang jauh lebih tinggi dari 9,68% saat ini dan pemulihan margin yang cukup besar. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kalau dividend payout ratio tetap tinggi di kisaran 86%, laba setinggi itu akan memaksa perusahaan membayar dividen sekitar 2,33 triliun Rupiah per tahun, dengan DPS sekitar 39,14 Rupiah. Dividend yield di harga sekarang akan melonjak ke sekitar 8,6%. Di atas kertas, ini skenario yang sangat menarik. Namun untuk sampai ke titik itu, AVIA harus meng-upgrade mesin pertumbuhan laba dengan cukup signifikan. Itu bukan perkara mudah di industri cat dan bahan bangunan yang persaingannya ketat dan tidak selalu punya ruang pricing power lebar.

Kalau target investor adalah break even dalam 10 tahun hanya dari dividen, kebutuhan angkanya makin jelas. Untuk menutup harga beli 454 dengan dividen selama 10 tahun, investor butuh rata rata DPS sekitar 45,4 Rupiah per tahun. Dengan payout ratio sekitar 86,46%, laba per saham yang dibutuhkan sekitar 52,51 Rupiah. Dikalikan sekitar 59,62 miliar lembar saham, laba tahunan yang dibutuhkan sekitar 3,13 triliun Rupiah. Dividen kas yang harus keluar tiap tahun sekitar 2,71 triliun Rupiah. Dibandingkan proyeksi laba dan CFO sekarang yang berada di kisaran 1,5 sampai 1,6 triliun Rupiah, perusahaan harus hampir menggandakan kapasitas cetak laba dan kas agar skenario BEP 10 tahun dari dividen benar benar aman. Tanpa lonjakan fundamental seperti itu, BEP 10 tahun hanya dari dividen adalah harapan yang cukup agresif.

Di titik ini, wajar kalau interpretasi investor pecah menjadi beberapa kubu. Investor yang optimis akan bilang harga 454 masih wajar karena yang dibeli bukan hanya laba tahun ini, tetapi reputasi grup Tanoko, kualitas neraca, posisi net cash sekitar 2,09 triliun Rupiah, dan disiplin manajemen dalam membagikan dividen serta melakukan buyback. Mereka percaya pertumbuhan akan akselerasi begitu proyek proyek dan inisiatif yang dibiayai kas mulai matang. Investor yang pesimis akan menunjuk rasio PEG 6,81 kali, PBV 2,76 kali, dan pertumbuhan laba 2,53% sebagai kombinasi yang terlalu mahal. Menurut sudut pandang ini, tanpa lonjakan pertumbuhan yang nyata, harga saham berpotensi kembali turun ke kisaran yang lebih dekat ke PER 10 kali dan PBV yang lebih bersahabat. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Investor yang realistis cenderung menilai AVIA sebagai saham yang sedikit mahal tetapi sangat stabil. Cocok untuk profil yang mengutamakan keamanan kas dan dividen, bukan mengejar multibagger. Dari sudut pandang shortseller, saham seperti ini menarik ketika narasi kas melimpah dan buyback sudah priced in, sementara data pertumbuhan laba tetap lemah. Kalau suatu saat pasar berhenti memaklumi selisih antara pertumbuhan laba dan valuasi premium, ruang koreksi teknikal dan fundamental terbuka cukup lebar. Bagi bandar atau market maker, profil AVIA justru ideal. Kas perusahaan kuat, buyback berjalan, likuiditas terjaga, dan risiko kejutan negatif terkait utang sangat kecil, sehingga harga relatif mudah dikelola dalam koridor tertentu.

Pada akhirnya, AVIA memang pantas disebut mahkota grup Tanoko. Logamnya kokoh, permatanya asli, dan kilau kualitas neracanya sulit dibantah. Tetapi label harga di bawah mahkota ini sudah disetel seolah mahkota tersebut bukan hanya aman, melainkan juga akan membawa pemakainya berjalan jauh lebih cepat dari rata rata emiten konsumsi lain dari sisi pertumbuhan laba. Investor yang masuk di harga sekarang harus menentukan sendiri, apakah sedang membayar premi untuk ketenangan pikiran karena neraca super kuat dan dividen lumayan, atau sedang bertaruh bahwa dalam beberapa tahun ke depan, mesin laba AVIA benar benar sanggup berlari secepat yang diasumsikan oleh valuasi premium hari ini.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$CLEO $CAKK

Read more...

1/10

testestestestestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Laporan Laba Rugi 2025Q3
Tahun 2025 Kuartal 3

Kunjungi dan follow kami untuk laporan lengkap fundamental emiten!

$CAKK

2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy