


Volume
Avg volume
Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. adalah perusahaan yang bergerak di bidang energi dan sumber daya terintegrasi dengan portofolio dan aset pada beberapa sektor pertambangan yang mencakup jasa infrastruktur batubara dan sektor minyak dan gas bumi. Selain bidang minyak bumi dan gas, bisnis perusahaan juga terdifersifikasi pada pertambangan mineral dan jasa penunjang pertambangan.
Berdasarkan skema tender Proyek Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy (WtE), pemenang tender tidak diwajibkan untuk memiliki PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) yang sudah siap operasi. Namun, mereka harus menyediakan, membangun, dan mengoperasikan PLTSa tersebut. Diperlukan keahlian dalam pembangunan dan perawatan PLTSa, serta kemampuan finansial yang jelas dan kompetitif untuk memenangkan proyek ini.
Akhir-akhir ini, ada informasi yang beredar bahwa DAAZ mungkin akan terlibat dalam WTE. Saya tidak ingin mengonfirmasi kebenarannya, tetapi pemenang proyek ini pasti memiliki banyak modal (lihat Struktur Permodalan DAAZ). DAAZ sebelumnya telah menandatangani kesepakatan kerjasama hilirisasi nikel yang bernilai fantastis. Meskipun DAAZ terlibat dalam tahap awal konsorsium hilirisasi nikel, itu belum otomatis menjamin mereka menang dalam proyek final. OASA memiliki rekam jejak yang baik dan kemungkinan besar akan memenangkan tender ini.
Menurut pendapat saya, BIPI dan MHKI masih terlihat samar, sedikit sama seperti DAAZ(Meskipun di konfirmasi sama orang terkenal). Saya merasa kurang nyaman melihat orang yang terlalu ambisius tanpa adanya konfirmasi yang jelas. Jika kita mencari yang potensial, mengapa tidak mempertimbangkan OASA? Mengapa memilih untuk berjudi pada BIPI-MHKI?
Ingatlah bahwa semua saham memiliki potensi, tetapi jangan anggap SKIBIDI atau SIGMA pasti akan menang. Yang perlu diperhatikan adalah rekam jejak dan modal yang dimiliki.
Saya adalah pemegang 3 saham WTE: OASA, SOFA, dan satu lagi yang mungkin sedang hangat (bukan berniat untuk apa-apa) DAAZ. Banyak yang mengatakan bahwa OASA, SOFA, dan terutama DAAZ sedang dalam fase over value dan juga distribusi. Namun, mereka tidak menyadari seberapa besar MCAP mereka, dan perusahaan mereka masih mengalami kerugian (lebih gorengan dari yang mereka klaim tidak gorengan). Mereka menganggap PBV kami mahal, tetapi kurang bijak jika tidak melihat ROE. Kualitas banyak, tetapi bergantung pada aset (semua perusahaan juga seperti ini sih 😭). Namun, penting untuk memahami seberapa besar liabilitasnya. Di sini, saya berusaha untuk tetap netral. Meskipun, dari segi BIPI sendiri, mereka sudah memiliki pengalaman di bidang ENERGY, dan MHKI juga sudah berpengalaman dalam mengelola sampah.
Ini hanya teks diskusi, bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Saya yakin komentar negatif yang muncul hanya berasal dari ritel yang terjebak dan tidak memahami apa yang saya sampaikan.
Inget jangan Bego, Jangan malu sendiri, yang distribusi ke saham lu juga asing😒😭YU, AK, BK...sangking niatnya nge fear lupa lihat saham sendiri
$BIPI$DAAZ$OASA
$DAAZ
Menurut keyakinan saya
.
Sepertinya lagi fase distribusi
Yg sudah profit baiknya TP
Sampai ada alumulasi baru menarik u/ di hold atau beli lagi
$BIPI $BULL

makanya di saat $OASA$MHKI$BIPI turun lagi dia malah naik... dan boom dari 5 konsorsium ada salah satu konsorsiumnya yg kemungkinan dapet tender Danantara... 👏👏👏
hujan $BIPI $HUMI kehujanan gimana ini permainan saham aku kurang bagus mines semua 1 emiten mines 5% nan wkwk total 10% 2 emiten ini

salah besar bro analisa bro, yang punya technology itu yang sudah terdaftar 24 DPT dan di indonesia tidak ada yg punya pengalaman beneran di WTE, OASA, BIPI, MHKI, bahkan TOBA, semua belom punya PLTSA bro, itulah kenapa danantara adakan konsorium dengan perusahaan yang sudah berpengalaman dari luar negeri, tetapi harus ada lokal nya supaya lokal juga belajar dan ada transfer of knowledge. WTE DAAZ syat
gabisa tidur dah tu ritel yang tp duluan kemarin😹😹
IZIINNNN🫷
$BUMI
$BIPI
$OASA
Udahlah. Yang Ara Berjilid Jilid itu ntar $BIPI $OASA Tel.
wkwkwk
Foreign Flow:
- BIPI 1,65 Triliun (Top 1)
- OASA 1,07 Triliun (Top 2)
- MHKI minus 2,74 Milyar
- $DAAZ cuma 42 Milyar
Tunggu aja akhir Februari.
wkwkwk
#Dyor
Bukan Ajakan Jual Beli

jika melihat kas $OASA sepertinya tidak mencukupi untuk membuat pabrik PLTSa, apakah oasa akan melakukan CA ?
just info
oasa sudah menang tender PLTSa di tangsel pada 2025 lalu dan akan melakukan GROUND BREAKING di 2026
dan kenapa kalian berjudi di $BIPI, $SOFA dan SGER yang belum jelas siapa yang ikut kebagian roti ?

$BIPI baca Danantara Umumkan Pemenang Tender WTE Batch I Akhir Februari 2026 https://cutt.ly/AtmsKlLx

gacor sih berita ini beneran kejadian buat WTE, $SOFA $BIPI $OASA , barang DAAZ kering gini dan belom naik, DAAZ 30.000 mah kelihatan hilal nya. MANGSTAP
$BIPI $HUMI turun aja udahh Ngapain main saham indo lebih baik crypto saham di naikin ga mau ekonomi di bagusin ga mauu mikir kids
rekap profit minggu lalu terbesar di $BIPI $HUMI ada beberapa yg lupa ke ss kek $LEAD entery 144 lupa ss😂 tapi tetap profit dari 144 hit tp di 170
1/6






Klo turun ke bawah 124...Insya Allah tidak turun kesitu, karena gap bawah sdh ditutup....lebih potensi nutup gap atas di 189 yang belum terjadi...
Byk saham turun karena pada profit taking buat long weekend termasuk taking profit $BIPI..
Minggu depan moga nutup gap di 189 agar ada struktur harga yang baru di atas 200...secara market cap & harga wajar BIPI diskon daripada emiten wte yg lain...paling rendah harga sahamnya..
$OASA $BIPI Berdasarkan pengamatan gw sendiri, OASA & BIPI merupakan kandidat terkuat dalam nominasi tender WTE (Waste to Energy). Tapi menurut gw pribadi, OASA lah yg memenangkan tender tsb. Ini didasarkan pada experience dan behaviorism observ gw sendiri selama di market ± 6 bulan.
NB: Jgn tanya alasan krn itu intuisi personal