6,150

-125

(-1.99%)

Today

49.75 M

Volume

53.8 M

Avg volume

Company Background

PT Astra International Tbk didirikan di Jakarta pada tahun 1957 sebagai sebuah perusahaan perdagangan umum dengan nama Astra International Inc. Pada tahun 1990, telah dilakukan perubahan nama menjadi PT Astra International Tbk, dalam rangka penawaran umum perdana saham Perseroan kepada masyarakat, yang dilanjutkan dengan pencatatan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia dengan menggunakan ticker ASII. Nilai kapitalisasi pasar Astra pada akhir tahun 2020 adalah sebesar Rp244 triliun. Sesuai anggaran dasar Perseroan, kegiatan usaha yang dapat dijalankan oleh Perusahaan mencakup perdagangan umum, perindustrian, pertambangan, penga... Read More

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@Mbustam
haah... $ASII dividen 4% mendingan obligasi

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ELSA selagi gak jebol ke 860 maka masih aman untuk serok

SILAHKAN NANYA NANYA PORTO $ASHA $ASII

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ASII

💸 ASII 2025: Laba Bersih -3% YoY, Sejalan Ekspektasi
/February 27, 2026 by Stockbit Snips

Astra International (ASII) mencatatkan laba bersih sebesar Rp8,3 T pada 4Q25 (+3% YoY, -7% QoQ). Hasil ini membuat laba bersih selama 2025 mencapai Rp32,8 T (-3% YoY), sejalan dengan ekspektasi (102% estimasi konsensus). Di antara ketiga bisnis inti perseroan, segmen ‘financial services’ menjadi penopang kinerja pada 2025, sementara segmen 'heavy equipment, mining, construction & energy (HEMCE)’ di bawah anak usaha United Tractors ($UNTR) menjadi pemberat kinerja.

Laba ‘Financial Services’ Tumbuh +14% CAGR dalam 3 Tahun Terakhir

Segmen ‘financial services’ kembali mencetak kinerja solid pada 2025 dengan laba bersih tumbuh +13 YoY/+9% YoY pada 4Q25/2025. Dalam 3 tahun terakhir, laba segmen ini konsisten bertumbuh dengan CAGR +14% dan kini menyumbang ~27% terhadap laba keseluruhan ASII (vs. 2022: ~21%). Selama 2025, kenaikan laba bersih segmen ‘financial services’ didorong oleh pertumbuhan pembiayaan konsumen baru +5% YoY, terutama dari berlanjutnya permintaan kuat pembiayaan multiguna.

Sementara itu, laba bersih segmen ‘automotive & mobility’ flat di level Rp11,4 T selama 2025. Pertumbuhan bisnis komponen dan motor berhasil mengkompensasi bisnis mobil yang mengalami pelemahan seiring penurunan penjualan mobil nasional sebesar -7% YoY selama 2025.

Laba ‘HEMCE’ via UNTR Terkontraksi -24% YoY
UNTR mencatat laba bersih sebesar Rp3,3 T pada 4Q25 (+0% QoQ, -15% YoY). Hasil ini membuat laba bersih UNTR selama 2025 mencapai Rp14,8 T (-24% YoY), di bawah ekspektasi (92% estimasi 2025F konsensus). Penurunan laba bersih turut ditekan oleh kerugian penurunan nilai atas investasi pada PT Supreme Energy Rantau Dedap senilai Rp866,1 M.

Mengecualikan kerugian tersebut, laba bersih UNTR tetap turun -20% YoY selama 2025, relatif sejalan dengan ekspektasi (97% estimasi 2025F konsensus). Berdasarkan segmennya, bisnis ‘emas dan mineral lainnya’ menjadi penopang kinerja UNTR dengan pertumbuhan laba bersih +104% QoQ/+79% YoY pada 4Q25/2025, di tengah pelemahan segmen ‘alat berat’, ‘kontraktor pertambangan’, dan ‘pertambangan batu bara’ secara tahunan pada 2025.

Bisnis Non–Inti Tumbuh Baik, Kini Berkontribusi ~10% pada Laba Keseluruhan

Segmen–segmen di luar ketiga segmen inti di atas membukukan kinerja yang solid selama 2025, dengan masing–masing mencetak pertumbuhan laba bersih di atas +20% YoY. Segmen ‘property’ mencatatkan pertumbuhan laba tertinggi hingga +224% YoY, didorong kontribusi dari aset pergudangan industri yang baru saja diakuisisi serta pembukuan negative goodwill dari akuisisi Mega Manunggal Property ($MMLP). Segmen ‘agri’ didorong oleh kenaikan harga jual CPO (+11% YoY) sementara segmen ‘infra & logistics’ didorong kenaikan pendapatan tol harian (+8% YoY).

Kinerja solid yang dicatatkan segmen–segmen non–inti ini membuat kontribusi labanya mencapai sekitar ~10% terhadap laba bersih keseluruhan ASII (vs. 2024: ~7%).

Key Takeaway

Secara umum, stabilitas kinerja laba ASII tetap terjaga — meski kinerja UNTR tertekan cukup dalam selama 2025 — berkat diversifikasi portofolio perseroan, terutama dengan semakin meningkatnya kontribusi dari segmen–segmen non–inti. Kami menilai bahwa stabilitas kinerja membuat ASII menjadi salah satu opsi dividend play yang atraktif. ASII sendiri mengusulkan dividen final Rp292/saham, mengindikasikan dividend yield 4,4% per Jumat (27/2). Sebelumnya, ASII telah membagikan dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp98/saham pada Oktober 2025.

Dalam waktu dekat, kami menilai pergerakan harga saham ASII berpotensi lebih dipengaruhi oleh aksi korporasi dan perkembangan terkait status perizinan tambang emas Martabe. ASII sendiri baru saja menyelesaikan akuisisi 100% PT Arafura Surya Alam, perusahaan tambang emas Doup di Sulawesi Utara, pada Februari 2026. ASII juga telah menyelesaikan buyback saham tranche ke–2 pada 25 Februari 2026 dengan realisasi senilai Rp685 M, serta berencana kembali menggelar buyback dengan rincian yang belum diumumkan. Terakhir, ASII berencana mengumumkan hasil strategic review perseroan pada akhir 1H26.

https://snips.stockbit.com/snips-terbaru/-asii-2025-laba-bersih-3-yoy-sejalan-ekspektasi?source=research

https://cutt.ly/OtRsaMG5

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ASII aman di jagain AK (3.6T) & ZP 1.7T dalam setaon terakir

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@fikrikawakibi walamak mantan emitenku ini pas januari buat day trade bersama $GPSO $PIPA.

Turun jauh juga.
Tenang, manajemen $ASII bukan kaleng kaleng.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@ronamukhtar iya nih huhu, mana 2024 saya masih mahasiswa kere wkwk 😭💀

sebelum 2024 kayanya cuma ordal $ASII tertentu yang melirik $MMLP

Nih udah di 6000 $ASII
Yang bilang barang bagus didiemin manaa nihhh ???

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BBCA $BBRI $ASII pada akhirnya blue chip emang gak menguntungkan....yg ijo tetep saham gorengan

positif aja $ASII mau tender offer $MMLP di harga murah 😄🤣

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Ihsg crash???

Sesuai sm bahasan saya di post sblmnya https://stockbit.com/post/29060617, eskalasi konflik ini emang udh diprediksi, cuma realita marketnya beda jauh sm ekspektasi kita.

Dulu pas rusia ukraina meledak bursa kita pesta pora euforia komoditas kan. Sekarang? IHSG rontok diiris tipis-tipis tiap hari. Asing jualan terus, kemaren aja net sell udh tembus ratusan miliar lagi. Porsi asing di saham reguler emang tinggal dikit sih sekitar 30an sampe 40 persen, tapi ya duit segitu kalo dibuang konsisten tiap hari cukup bgt kok buat bikin indeks kita nyungsep. mrk pinter keluarnya pelan2 biar ritel ga pada ikutan panic selling.

Yg jd pertanyaan skrg, kok perang segede ini sektor energi ga se-bullish jaman mr putin ngamuk? Kalian perhatiin ga sih, tadi aja sempet liat sektor energi intraday malah ambrol -4.8%. Apakah ini sekedar profit taking doang abis naik dikit, apa emang asing lagi jualan, kabur pelan-pelan alias distribusi barang?
Ya jawabanya ya krn impact perangnya langsung ke kita. kita ini kan net importir minyak. Kebutuhan bbm dlm negeri gila-gilaan bisa 1,5 juta barel per hari , padahal kilang kita mentok produksi 600 ribuan barel. Tekor bandar tiap hari kita beli selisihnya dari luar.
Kalian tau cadangan operasional bbm pertamina sisa brp hari? rata-rata cuma kuat 20 sampe 25 harian. bayangin ngerinya kalo selat hormuz mampet total, kelangkaan bbm di depan mata bos. inflasi ngamuk, ongkos logistik hancur, pabrik ikutan tutup. Emg sih harga jual emiten energi naik, tapi kalo harganya terlalu ga ngotak ya sapa yg mau beli? demand industri bisa drop, awalnya naik tp ujungnya collaps jg pabrik pd tutup.

Kalo kondisinya udh serba salah gini, terus sektor apa donk yg kira-kira masih bisa napas atau bertahan? Kalo saya sih ya larinya pasti ke sektor defensive macem consumer goods yg jualan barang pokok. Liat aja emiten macem $ICBP gitu. Biar kata perang meledak, bensin langka, ihsg hancur, orang tetep butuh makan kan? Coba deh iseng cek lapkeu terakhir mereka, laba bersihnya tetep lumayan stabil naik biarpun daya beli katanya lg lesu. Secara GCG (Corporate Governance) juga perusahaannya udh lumayan solid ngelewatin krisis berkali-kali dari krisis 98 sampe covid kmrn. Manajemennya jago efisiensi sm ngatur pasokan gandum mrk dr luar.

Nilai plusnya kalo perang ini beneran jadi panjang n awet, demand barang consumer goods kyk mrk tuh inelastis. Orang mungkin nunda beli motor &mobilnya $ASII , nunda ambil kpr, atau nunda liburan, tapi indomie mah tetep diborong. Kalo bahan baku gandum sm logistik naik tajam gara2 perang, mrk tinggal pass on cost ke konsumen. entah naikin harga eceran tipis-tipis atau ngurangin gramasi isinya dikit wkwk. Tetep laku n dibeli!

Makanya asing tau kondisi kita rapuh, mending mrk kabur bawa duit keluar dr indo. Smart money skrg pegang cash usd sambil nunggu kebijakan aneh trump yg suka dadakan out of the box. Atau mrk milih nyetok emas fisik sekalian buat safe haven, inget ya emas fisik betulan bkn future. Jaga-jaga kalo ekonomi global beneran di-reset dan perang makin panjang. Gatau deh sampe kapan napas kita kuat nahan floating profit yg makin tergerus, atau malah udah loss??

Kok asing gak masuk coal sama gold di ihsg?
Kalo coal, emang cina n india butuh, tp kalo perang timteng makin merembet n logistik jalur laut kacau balau, itu kapal tongkang batu bara mau lewat mana coba? asuransi kapal (freight rate) bisa naek ga ngotak. Ujungnya margin kual tipis jg.

Nah kalo saham gold? Inget ya, EMAS FISIK yg bagus buat safe haven pelindung nilai, BUKAN saham emitennya! Tadi liat chart $MDKA bentar aja udh pusing pala gw. Logikanya gini, operasional nambang emas sm jalanin smelter itu butuh BBM yg gila2an gedenya buat alat berat. Kalo BBM beneran langka n mahal d indo, Opex (biaya operasional) emiten emas bkl bengkak parah, labanya malah kegerus. Lagian harga saham emas jg biasanya udh priced in duluan digoreng bandar sblm ritel sadar ikutan fomo wkwk. gatau jg sih bener apa ngga analisa lemes gw ini.

Read more...

Barusan review beberapa dashboard data kepemilikan saham 1%, Canggih-Canggih!

Tapi pada lupa satu data dasar :
"NILAI" = jumlah saham x harga terupdate.

Ane bikinin yang sederhana aja. Enjoy.
yg mau collab silahkan DM buat edit.
ps : best view from phone


$BBRI $BUMI $ASII

1/3

testestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BUVA $INET $ASII
Udah cape dan udah habis serokannya, turunnya ga udah².. 😭😭😭

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$MMLP katanya saham milik $ASII tapi kok ya rasanya kaya hold $INDS 🤣

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ASII masih belom mau cabut wkwk 😵‍💫

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Berita terbaca siang 04 Maret 2026
Freefloat belum di update, masih nunggu banyak yang lapor dulu.
sembarang tag : $BBRI , $BULL , $ASII

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ASII paman Trump berdamaila lelah aku dihajar sentimen berita negatif msci,rating s&p, perang usa Iran.
mana dalam negeri , bobrok bermula dracin ceo masuk got dipasar pramuka bangun infrastuktur gila gilaan pake utang, disusul kembaran Trump ceo pecatan militer dengan ide gila koperasi desa+MBG sampe sampe orang asing ngeri beli bond Indonesia minta yield naik!

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IHSG sampe kapan merah gini dah
$ASII $CDIA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BBCA $BMRI$ASII kok diem? gk gerak lg

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham Rabu (04/3/2026) dibuka melemah di level 7.896,377. Hingga pukul 09.03 WIB, IHSG terpantau di level 7.848,328, merosot 91,439 poin atau anjlok 1,15% dari penutupan Selasa (03/3/2026) di level 7.939,767.
Saham-sah...

stockwatch.id

stockwatch.id

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

IHSG Tahun Ini: Ujian Berat bagi Investor Baru, Kesempatan Emas bagi yang Berpengalaman

Tahun ini terasa seperti tahun yang “apes” bagi banyak investor retail yang baru pertama kali masuk ke pasar saham. Indeks Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak tidak menentu, bahkan cenderung melemah di beberapa periode penting. Mereka yang masuk dengan semangat tinggi dan ekspektasi keuntungan cepat justru dihadapkan pada kenyataan pahit: portofolio merah dan sentimen pasar yang penuh kekhawatiran. Euforia yang biasanya dirasakan di awal perjalanan investasi berubah menjadi ujian mental yang tidak ringan.

Namun, di balik tekanan tersebut, ada sisi lain yang sering luput dari perhatian. Bagi investor lama yang sudah melewati berbagai siklus pasar, kondisi seperti ini bukanlah hal baru. Justru ketika pasar melemah, mereka melihatnya sebagai peluang. Harga saham yang turun dianggap sebagai “diskon besar-besaran” untuk mengakumulasi saham-saham berkualitas dengan valuasi yang lebih menarik. Prinsip klasik “beli saat murah” kembali menjadi pegangan utama.

Perbedaan sudut pandang inilah yang membedakan investor baru dan investor berpengalaman. Investor baru cenderung fokus pada pergerakan harga harian dan merasa panik saat melihat penurunan. Sementara itu, investor lama lebih melihat fundamental perusahaan dan prospek jangka panjang. Mereka memahami bahwa siklus pasar adalah bagian alami dari investasi. Ketika ekonomi melambat, suku bunga naik, atau kondisi global memanas, pasar memang bisa terkoreksi. Tetapi sejarah menunjukkan bahwa pasar juga memiliki kemampuan untuk pulih seiring waktu.

Situasi tahun ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pelaku pasar. Bagi investor baru, ini adalah momen untuk belajar tentang manajemen risiko, pentingnya diversifikasi, dan kesabaran dalam berinvestasi. Bagi investor lama, ini adalah kesempatan untuk memperkuat posisi dengan strategi yang lebih matang. Pada akhirnya, pasar saham bukan tentang siapa yang paling cepat meraih untung, tetapi siapa yang paling tahan menghadapi badai. Tahun yang terasa “apes” hari ini, bisa jadi adalah fondasi keuntungan besar di masa depan.

$BBRI $ASII $BBCA

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah merilis kepemilikan saham emiten di atas 1%. Dalam laporan tersebut, terungkap pula saham-saham pilihan investasi BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek).
Laporan kepemilikan ini menindaklanjuti ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (O...

www.cnbcindonesia.com

www.cnbcindonesia.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@Ga27 masalahnya $ASII aja longsor parah bro

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi rawan melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari ini. Pergerakan indeks saham akan menguji level ketahanan bawah atau support terdekatnya.
Fanny Suherman, CFP®, Head of Retail Research BNI Sekurita...

stockwatch.id

stockwatch.id

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

niat spread buat menghindari resiko, eh malah turun berjamaah 🥀
$ASII $ANTM $EXCL

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ASII apakah bakal jebol di bawah 6000?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IHSG hit 7.700, semoga rebound cepat di April.

$ASII $BUMI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$RMKO $BNBR $ASII tunggu IHSG rebound ya
sejauh ini volatilitynya masih oke 👍🏻

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Gimana? masih kuat terima kenyataan? kalau $ASII masih 5000-6000an, ekonomi RI masih oke sih. Tapi siap2 gaes. semua instrumen investasi bs jadi nol (0).

$BBCA $BMRI

https://cutt.ly/3tRykv6z

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ASII GO GO $ASII bisa tembus 6600 😄

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ASII ditunggu pulang ke harga terakhir aku jual setelah nyangkut 3 tahun kmren wkwk

2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy