


Volume
Avg volume
PT Astra International Tbk didirikan di Jakarta pada tahun 1957 sebagai sebuah perusahaan perdagangan umum dengan nama Astra International Inc. Pada tahun 1990, telah dilakukan perubahan nama menjadi PT Astra International Tbk, dalam rangka penawaran umum perdana saham Perseroan kepada masyarakat, yang dilanjutkan dengan pencatatan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia dengan menggunakan ticker ASII. Nilai kapitalisasi pasar Astra pada akhir tahun 2020 adalah sebesar Rp244 triliun. Sesuai anggaran dasar Perseroan, kegiatan usaha yang dapat dijalankan oleh Perusahaan mencakup perdagangan umum, perindustrian, pertambangan, penga... Read More
Sampai saat ini, keputusan cut porsi $ASII di 4500an dan tumpukin di $AUTO di 1900an masih on track.
sekarang kedua nya sama2 sudah naik di atas 45%. yang membedakah adalah EPS trend nya ...
ASII EPS trend turun, AUTO EPS trend nanjak...
Tp memang management ASII keren..
disela trend turunnya laba, lakukan buy back besar itu baik buat share holder nya..sedikit memperbaiki nilai EPSnya, lebih2 buy back nya bukan waktu harga di kolong jembatan tp di harga sekitaran BV....
Stock market (pasar saham) itu tempat jual beli saham perusahaan. Banyak orang mikir saham cuma soal grafik naik atau turun, padahal sebenarnya jauh lebih luas dari itu. Di dalamnya ada analisa, strategi, psikologi, manajemen risiko, dan pemahaman kondisi ekonomi.
Orang yang sukses di market biasanya bukan yang paling cepat beli atau jual, tapi yang paling paham apa yang dia lakukan.
Di market ada 3 hal utama yang selalu jalan bareng:
1. Peluang → harga saham bisa naik karena kinerja perusahaan bagus, sentimen positif, atau banyak investor masuk.
2. Risiko → harga juga bisa turun karena berita buruk, krisis ekonomi, atau panic selling.
3. Mental → emosi sangat berpengaruh. Takut, serakah, atau panik bisa bikin keputusan jadi salah.
Kalau kamu cuma fokus ke keuntungan tanpa ngerti risiko, biasanya malah gampang rugi. Sebaliknya, kalau kamu paham cara kerja market, kamu bisa lebih tenang walau harga lagi turun.
Contoh sederhana:
- Contoh peluang:
Kamu beli saham perusahaan A di harga 1.000 karena laporan keuangannya bagus. Beberapa minggu kemudian naik ke 1.300 → kamu dapat profit.
- Contoh risiko:
Kamu beli saham B karena ikut-ikutan orang. Ternyata perusahaan itu punya masalah utang dan harga turun dari 800 ke 500 → kamu rugi.
- Contoh mental:
Saham kamu turun sedikit, padahal fundamental masih bagus. Kalau kamu panik dan jual cepat, kamu bisa kehilangan potensi naik di masa depan.
📌 Intinya:
Stock market itu bukan judi, tapi permainan strategi dan pengetahuan. Semakin kamu belajar memahami cara kerjanya, semakin besar peluang kamu bisa ambil keputusan yang tepat
Analisis ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi jual atau beli saham. Keputusan sepenuhnya berada pada masing-masing investor.
▶️ Follow & Kunjungi profil saya untuk insight dan postingan bermanfaat lainnya.
Random tag : $ARCI $ASII $BRPT

ANALISA SAHAM $ENRG
Harga Sekarang: Rp 1.760
Zona Area Beli Aman:
Rp 1.680 – 1.720
• Area support kuat, cocok untuk entry aman jika harga pullback ke zona ini, Boss
Zona Stoploss:
< Rp 1.620
• Jika turun di bawah level ini, struktur swing melemah dan rawan koreksi lebih dalam, Boss
Jika naik & breakout:
> Rp 1.820 → ENTRY LANJUTAN (tambah posisi)
• Breakout 1.820 berpotensi memicu momentum bullish lanjutan, Boss
Target Profit:
• TP1 = Rp 1.950
• TP2 = Rp 2.050 – 2.150
Keterangan Tambahan:
• Selama harga bertahan di atas 1.680, peluang swing bullish tetap terjaga, Boss
• ENRG saham energi dengan karakter agresif, sering bergerak cepat saat volume spekulatif masuk
• Breakout valid jika disertai volume meningkat
Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.
Nyangkut bukan salah, tapi diam tanpa rencana itu bahaya. Sebutkan sahamnya Boss, kita atur langkahnya. $ASII $NIKL
IDXChannel - PT Astra International Tbk (ASII) membukukan laba bersih Rp8,3 triliun pada kuartal IV-2025, tumbuh 3 persen secara tahunan (YoY) namun turun 7 persen secara kuartalan (QoQ).
Dengan capaian tersebut, laba bersih ASII sepanjang 2025 tercatat Rp32,8 triliun atau turun tipis 3 persen YoY, ...

www.idxchannel.com
$DRMA kendaraan roda 3 powerAce produksi PT DharmaPolimetal Dapat pesanan banyak untuk Koperasi Merah putih.
$AUTO
$ASII
1/3



Sumber: detikOto https://cutt.ly/YtExUjgQ
$ASII $AUTO bismillah to the moon ✈️
Untunglah cuma tinggal 2 saham aja di porto. Antisipasi libur panjang lebaran makanya cuci gudang. Udah pengalaman dari dulu, weekend dan libur panjanh sering berita aneh-aneh muncul. Good luck aja on Monday. Hopes bukan awal Perang Dunia Ke-3..!!
$MEDC $PACK $ASII

mengapa dividen interim $ASII selalu 98 98 98 ? apakah karena ASII itu agen Si Ay E (CIA) atau ASII hadir di reformasi tahun 98 ?

SAHAM : $ASII
HARGA SAAT INI : 6675
1️⃣ TREN & STRUKTUR HARGA (Swing View)
- Tren Utama : Uptrend moderat
- Timeframe Acuan : Daily (Swing Trader)
- Catatan : Struktur masih membentuk higher low setelah fase konsolidasi. Momentum naik relatif stabil, namun harga mendekati area resistance sehingga rawan koreksi sehat.
2️⃣ SUPPORT & RESISTANCE
- Support Minor : 6500
- Support Kunci : 6300
- Resistance 1 : 6900
- Resistance 2 : 7200
3️⃣ KONDISI VOLUME & BANDAR
- Analisa volume : Stabil dengan dorongan saat kenaikan
- Indikasi : Akumulasi bertahap
- Selama harga di atas 6300 → masih dijaga
4️⃣ RISK / REWARD (WAJIB)
- Entry Acuan : 6675
- Stop Loss : 6200
- Target Swing : 7100
- Risk : Reward : ±1 : 0,9 (SPEKULATIF)
5️⃣ FUNDAMENTAL SINGKAT
- Emiten konglomerasi otomotif & infrastruktur, kinerja relatif stabil
- Cocok untuk swing mengikuti tren hingga mid-term, volatilitas moderat
📌 KESIMPULAN SWING TRADER
- ASII masih menarik untuk swing follow trend selama bertahan di atas support kunci 6300
- Target area 6900–7200, risiko meningkat jika breakdown 6300
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
Merah bukan masalah. Diam tanpa action itu masalah. Sebutkan sahamnya Boss, kita bereskan. $AVIA $FILM
Gaes kadang kita denger sekitar kita nebar aura fear bahwa Indonesia Gloomy, madesu, gak ada harapan, dll.
Tapi gw ttp santuy. Apa indikatornya? Nyok, kite ikutin alurnye‼️
Pertama-tama… stop kebiasaan FOMO-in headline. Perkuat literasi, logic & nalar loe Bro.
“Ekonomi melambat!”
“Global resesi!”
“Rating Indonesia terancam!”
Semua kayak trailer film kiamat versi CNBC.
In reality? Indonesia bukan negara yang gampang “gloomy”, kayak anak tongkrongan yang kalem tapi duitnya stabil.
So, apa indikator vibes ekonomi Indonesia yang paling jujur?
Bukan IHSG. Bukan Rupiah.
Ta, ta, tapi: Astra International ($ASII).
Yup, that's right, yg kntr pusatnye di Jl. Sudirman Jkt (Menara Astra).
Kenapa ASII? Karena ini company group adlh “Miniatur Indonesia”‼️
ASII bukan cuma sekadar saham otomotif!
Astra Jardine Group punya konglomerasi bisnis:
Jualan mobil Toyota & Daihatsu
Jualan motor Honda
Main di alat berat lewat United Tractors
Punya exposure ke batu bara
Punya pembiayaan (Astra Credit Companies)
Main agribisnis (Astra Agro)
So, skalanya bukan lagi cuma business entity!
Ini proxy GDP Indonesia dalam satu ticker.
Kalau Indonesia batuk, ASII pilek duluan.
Kalau Indonesia sehat, ASII lari ngiprit duluan.
Simple as it is!
Concern disini!
Investor asing (aka Aseng; aka Loser, krn klo dah kalah, lagaknya kyk crying oldboy) itu bukan makhluk random yang lempar dart ke papan saham.
Loe plototin neh indikator:
Konsumsi domestik
Jualan mobil
Kredit
Harga komoditas
Permintaan alat berat
Cashflow korporasi besar
Dan semua itu… terkumpul di ASII.
Kalau asing masih net buy ASII dalam size besar, itu artinya mereka masih percaya:
Konsumsi masih jalan
Kredit masih sehat
Komoditas belum kolaps
Middle class belum collapse
Kalau semua itu aman…
Kenapa harus takut rating Indonesia jatuh?
Hubungannya sama Rating BBB?
Indonesia saat ini ratingnya BBB (investment grade).
Yang kasih? Salah satunya Standard & Poor's. Lainnya Moody's, Fitch, etc.
S&P itu bukan cenayang‼️
Mereka plototin:
Stabilitas fiskal
Pertumbuhan ekonomi
External balance
Ketahanan sistem keuangan.
Sekarang pertanyaannya…
Kalau perusahaan sebesar ASII:
Laba stabil
Arus kas kuat
Market share solid
Investor asing masuk
Itu sinyal apa❓
Itu sinyal bahwa sektor riil Indonesia belum breakdown‼️
Dan kalau sektor riil belum breakdown, biasanya rating agency nggak tiba-tiba panik dan kasih outlook negative tanpa trigger fundamental besar.
Indonesia Itu Unik‼️
Beda sama negara yang bergantung ekspor tunggal.
Indonesia itu 50%+ digerakkan konsumsi domestik.
Dan siapa rajanya konsumsi domestik? Mobil & motor?
Kalau penjualan Toyota & Honda di Indonesia masih tebal, artinya kelas pekerja masih belanja‼️
Kalau United Tractors masih kirim alat berat, artinya tambang masih ngegas‼️
Kalau pembiayaan Astra masih lancar, artinya NPL belum chaos‼️
Jadi Gloomy❓
Kalau Indonesia benar-benar gloomy, biasanya pattern-nya gini:
Penjualan mobil drop brutal, gw ulangin, harus SEBRUTAL-BRUTAL-nya ya gaes‼️
Kredit macet naik
Alat berat anjlok
Asing net sell konsisten di ASII, maybe turun level 1000-2000‼️
Baru dah IHSG ambyar, boncos, dan apestor dimane2...
Belvin bengong gak bs ucap kata lagi... Andry Hakim jualan bakmi, Hengki jualan di pssar ikan dgn kios label "Lapak Ikan Remora", Bong Reiner single fighter (tanpa karyawan) buka bisnis ngelap mobil, Prof Gema ttp nyantai hidup di luar negeri, jarang podcast tp lbh mendalami ilmu perbintangan ala Galileo dan tentunya si Daud makin koar2 tentang Emas, akhir zaman bla3‼️
Kalau itu terjadi?
Yes, baru kita mulai waspada ke rating outlook, bahkan bisa turun NON-INVESTMENT GRADE, kala itu, MAMPUS adlh diksi yg tepat buat deskripsi nasib inpestor & apestor ‼️
Tapi selama... Eng ing eng...
Asing akumulasi ASII
Cashflow kuat
Dividen tetap royal
Fundamental stabil
Narasi “Indonesia mau kiamat fiskal” itu mostly drama. Khayalan penebar fear yg halu delu.
Plot Twist-nya ...
Pas semua orang takut, kadang justru itu fase akumulasi. Si licik aseng nadah barang murah dari loe loe pade‼️Dah kejadian pas crash maren. Bnyk barang bagus & jelek diobral.
Indonesia itu sering over-feared, jarang over-leveraged.
Dan sejarah nunjukin: Yang bikin rating jatuh bukan noise global. Tapi krisis domestik struktural besar.
Dan yg paling membanggakan, kita punya MBG, yup, Makan Bergizi Gratis (aka Gretongan). Entah siapa yg pertama cetusin ide ini! Ide liar nan out of the box! Bahkan ada yg menanyakan "gimana hisabnya?" Wallahualam gaes.
Pokoknya selama...
Defisit terkendali
Utang manageable
Perusahaan konglomerat sehat, maka
BBB masih aman ditangan Indonesia ‼️
Jadi next time ada yang bilang:
“Bro Indonesia mau downgrade nih.”
Tanya balik:
“Asing lagi ngapain di ASII?”
Kalau jawabannya:
“Net buy.”
Yaudah…
Santai aja bestie 😌
Suruh doi nyuci kolor aje.🫣
Karena indikator ekonomi paling jujur bukan headline, tapi arus uang yang diem-diem masuk ke saham paling boring, ditakuti, seolah-olah dunia runtuh tak bersisa😖
Selain ASII itu, banyak di bursa kita yg jauh lbh profitable, moat gede, yield cakep, kualitas tokcer, bisnis riil, ya ta ta tapi, harganya bikin boring, ngebosenin banget‼️
Tapi yang ngebosenin itu, kadang bikin hati tenang. Ini fakta! Contohnya $BBRI yg dah berumur 130 tahun (since Des 1895)‼️
Ada studi tentang masa hidup Korporasi, ditemukan bahwa telah terjadi DEGRADASI UMUR HIDUP PERUSAHAAN ‼️
Di tahun 1965, usia hidup rata2 perusahaan di S&P 500 adalah 33 tahun. Durasi ini dah turun jadi 20 tahun di tahun 1990 dan diproyeksikan akan menyusut menjadi 14 tahun pada tahun 2026‼️Masa Hidup Rata-Rata Saat Ini: Berdasarkan analisis terbaru, masa hidup rata-rata sebuah perusahaan di S&P 500 adalah sekitar 18 tahun‼️
Ada lagi studi menarik... 90% bisnis gagal dalam waktu 10 tahun‼️ Bisnis yang tidak gagal dengan tingkat yang sama seringkali adalah waralaba. BBRI dari luar itu kliatan sebagai BANK, tp sesungguhnya jualannya adalah franchise Rural Economic Transaction Driver, penggerak ekonomi rakyat/pedesaan. Medan ribet, bank kota angkat tangan. Mereka survive di bnyk krisis besar dunia & domestik.
Gimana caranya perusahaan Indo yg satu ini (BBRI) bisa survive lewatin event Perang Dunia 1, Perang Dunia 2, wabah flu global (masuk Jawa pula), perang kemerdekaan, Orde Lama, Great Inflation -Sanering, Orde Baru, Krismon 1998, Orde Reformasi, Bubble Dotcom, Lehman Brothers kolaps (bisnis yg lbh dr 100 thn pdhl), Subprime mortgage - Global Financial Crisis 2008, European Fiscal Crisis 2011, Trade War 2019, Covid-19, dan lain-lain (termasuk krisis perubahan iklim yg sngt nyata)‼️
Not to mention, kala $BBCA direstrukturisasi di BPPN, dicantollah petinggi BBRI (DE Setijoso) buat benahin itu bank eks-Salim, sebelum akhirnya dikuasai Farallon (aka Djarum). Ini mengindikasikan bahwa talenta terbaik ada di perusahaan bagus, mereka yg bikin breakthrough, juga kompeten dan mampu bawa kluar perusahaan dari Crisis ‼️
Dan klo loe nanya, "Berapa persen perusahaan bisa bertahan lebih dari 100 tahun?"
SANGAT SEDIKIT SEKALI ‼️ Jujur aje, makin kemari, makin brutal seleksinye.
Secara global...
Dari 1000 perusahaan yg berdiri, biasa kurang dr 1/3 yg bertahan di tahun ke 3 sd. 10.
Dan hanya <10% yg tahan melebihi thn ke 10.
Dari yg tahan di thn ke 10 itu, paling sekitar 10–15% perusahaan bisa bertahan lebih dari 30 tahun.
Turun jadi sekitar 3–5% yang tembus 50 tahun.
Dan yang bertahan 100 tahun atau lebih? Biasanya cuma 1–2%, angka ini tidak sama di beda negara. Malah di negara ga maju bisa <1%.
Yes. Itu artinya dari 1000 perusahaan yang lahir hari ini, kemungkinan besar cuma 1 atau 2 yang masih hidup di tahun 2126.
Sisanya?
Bangkrut
Diakuisisi
Merge
Rebranding total
Atau technically masih ada, tapi zombie company ‼️
Kenapa Susah Banget Tembus 100 Tahun?
Karena 100 tahun itu berarti survive:
3–4 siklus krisis ekonomi besar
Perang
Perubahan teknologi radikal
Disrupsi industri
Pergantian generasi manajemen
Perubahan regulasi.
Itu bukan cuma soal profit. Ini lebih ke kemampuan adaptasi‼️ Akhirnya waktu yg akan buktikan "SIAPA YG BERENANG BUGIL DI BURSA".
Apakah mungkin seorg trader terhebat bisa 100% win rate tanpa putus selama 1 tahun? 3 tahun? 5 tahun? 10 tahun? Dst...
Bisa membeli bisnis hebat, diharga wajar, atau malah salah harga, undervalue... you'll get FINANCIAL FREEDOM in LONG RUN‼️
"TAMAK KETIKA PADA TAKUT", tips kaya yg ga prnh boleh loe2 pade lupakan😉
1/8








EmitenNews.com - Sekilas, kinerja keuangan PT Astra International Tbk (ASII) sepanjang tahun 2025 terlihat wajar. Laba bersih perusahaan hanya turun tipis 3,3 persen menjadi Rp32,76 triliun year-on-year. Bagi sebagian pelaku pasar, penurunan kecil ini mungkin menjadi kabar sedikit melegakan di teng...

www.emitennews.com

EmitenNews.com - Laporan keuangan PT United Tractors Tbk (UNTR) tahun buku 2025 mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 24,1 persen menjadi Rp14,81 triliun. Di mata investor, angka koreksi ini sering kali sekadar dimaklumi sebagai dampak dari melandainya harga batu bara global. Namun, jika kita m...

www.emitennews.com

EmitenNews.com - Astra International (ASII) bakal mengusulkan dividen final Rp292 per lembar. Gelontorkan dividen itu, akan diusulkan dalam rapat umum pemegang saham tahunan perseroan pada April 2026 mendatang. Sebelumnya, pada Oktober 2025, Astra telah menyalurkan dividen interim Rp98.
Nah, kalau ...

www.emitennews.com

EmitenNews.com - Astra International (ASII) sepanjang 2025 mengemas laba bersih Rp32,8 triliun. Turun tipis 3 persen dibanding edisi sama akhir 2024 senilai Rp33,9 triliun. Laba bersih per saham susut 3 persen menjadi Rp810 dari sebelumnya Rp837.
Pendapatan bersih konsolidasian grup pada 2025 sebes...

www.emitennews.com

Perputaran Zaman sudah Modern, tetapi Ritel lain masih banyak yang FOMO?
Sekarang
Buy Saat Hijau?
Sell Saat Merah?
Sideways Ketakutan?
IHSG ATH, FOMO Mendekat?
IHSG ATL, Greedy Menjauh?
Panic Selling, Sell?
Dulu
Buy Saat Merah
Sell Saat Hijau
Sideways Akumulasi Perbanyak Lot
IHSG ATL, Greedy Mendekat
IHSG ATH, FOMO Menjauh
Panic Selling, Buy 📝
Memang beneran Unik perubahan Investasi di IHSG kita.
Akan datangnya, Semua Saham di IHSG memasuki Fase Laporan Keuangan Q4 2025 di tahun 2026 ini. Ada kalanya, Laporan Keuangan Q4 2025 Negatif, tetapi digoreng oleh Mister Market Marker? Ritel Tertarik untuk Masuk? Situ masuk, jadi Exit Likuiditas Mister Market Marker? Atau karna FOMO.
Laporan Keuangan Q4 2025 Positif, tetapi Laba turun? Semua orang ketakutan? Disitu sudah tidak aneh lagi, ketika Laporan Keuangan Q4 2025 Positif tetapi Laba Negatif bukannya untuk di Akumulasi 🥹.
Saham apa yang Laporan Keuangan Q4 2025 Positif tetapi Laba Minus? BIG BANK ataupun Bluechip lainnya, Laba Minus tetapi orang lain ketakutan untuk Akumulasi sebelum memasuki Fase Dividen, tetapi ketika sudah Memasuki Fase Dividen mereka Masuk dengan All In. Situ Judi atau Investasi?
Random Tag: $VKTR $ASII $BBRI

Produksi Emas $UNTR Nyungsep di Januari 2026: Efek Izin Dicabut
Diskusi hari ini di External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Dampak dari penghentian izin tambang emas Martabe milik UNTR benar-benar terlihat jelas di Laporan Bulan Januari 2026. Angkanya bukan sekadar melemah, tapi seperti tombol off yang ditekan mendadak. Penjualan emas cuma 1 ribu oz dari 18 ribu oz pada Januari 2025, turun sekitar 94,44%, dan penurunan sedalam ini hampir tidak pernah terjadi kalau operasional normal-normal saja. Di saat yang sama, segmen lain masih bergerak, bahkan ada yang tumbuh kencang, jadi sumber masalahnya terlihat sangat terkonsentrasi di emas. Ini yang bikin cerita Januari 2026 jadi terasa getir, karena investor melihat kontras yang ekstrem dalam satu grup usaha yang sama. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Kalau dilihat dari sisi trend, yang paling jelas sedang menanjak itu nikel dan alat berat. Nikel melonjak 40,8% YoY dari 179 ribu wmt ke 252 ribu wmt, dengan komposisi limonite 169 ribu wmt dan saprolite 83 ribu wmt, jadi growth-nya tidak cuma ditopang satu jenis bijih. Di alat berat, Komatsu naik 13,8% YoY dari 536 unit ke 610 unit. Yang membuatnya lebih penting bukan hanya volume, tapi perubahan sumber permintaan. Porsi mining turun dari 72% jadi 47%, digantikan forestry yang naik dari 9% jadi 23%, lalu konstruksi 17% dan agro 13%. Ini biasanya dibaca sebagai diversifikasi demand yang lebih sehat, karena penjualan unit tidak sepenuhnya nempel ke siklus tambang.
Sekarang lihat skala supaya kelihatan mana yang sebenarnya paling besar tenaga mesinnya. PAMA adalah mesin volume utama UNTR. Produksi batubara 10,7 juta ton memang cuma naik tipis dari 10,6 juta ton, tetapi overburden naik 6,7% dari 78,9 juta bcm ke 84,2 juta bcm. Stripping ratio naik dari 7,5x ke 7,9x. Secara statistik sederhana, ini artinya untuk setiap 1 ton batubara, pekerjaan kupas tanahnya lebih berat daripada tahun lalu, atau secara praktis cost dan intensitas kerja berpotensi naik. Jadi PAMA itu unggul di skala, tapi di Januari 2026 ada indikasi beban kerja meningkat lebih cepat dibanding output batubara, yang bisa jadi tekanan margin kalau tidak diimbangi produktivitas atau tarif jasa yang lebih baik. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Di batubara milik sendiri lewat TTA, polanya kebalikan dari PAMA. Skala penjualannya lebih kecil dibanding produksi batubara PAMA karena ini memang beda peran, TTA adalah penjual batubara, bukan kontraktor yang mengerjakan tambang pelanggan. Di Januari 2026, volume penjualan TTA turun 11,7% dari 1.696 ribu ton ke 1.497 ribu ton. Komposisinya didominasi thermal coal dari tambang sendiri 981 ribu ton, lalu metallurgical coal 312 ribu ton, dan pihak ketiga 203 ribu ton. Kelemahannya jelas, volume turun. Potensinya tergantung dua hal yang biasanya jadi penentu, apakah penurunan ini karena strategi mix harga dan kualitas, atau karena kendala produksi dan demand. Kalau penurunan terjadi pada komponen yang marginnya tipis, dampaknya bisa tidak separah penurunan volume terlihat. Tapi tanpa data harga realisasi, investor harus menganggap ini tekanan sampai terbukti sebaliknya.
Lalu balik lagi ke emas, karena ini sumber guncangannya. Penjualan emas 1 ribu oz dari 18 ribu oz itu bukan hanya penurunan, tapi perubahan rezim. Secara trend, ini titik terendah dibanding pola bulanan sepanjang 2025. Secara skala, emas memang biasanya bukan yang paling besar secara tonase fisik dibanding batubara atau OB, tapi kontribusinya sering signifikan karena nilai per unit tinggi dan biasanya margin menarik. Itu sebabnya ketika emas jatuh sedalam ini, dampaknya ke persepsi kualitas laba bisa besar, meskipun nikel dan alat berat sedang bagus. Jadi UNTR sedang punya dua mesin yang menyala terang, yakni nikel dan alat berat. PAMA besar dan stabil tapi mulai lebih berat bebannya. TTA sedang melemah dari sisi volume. Dan emas sedang jadi sumber risiko utama, karena penurunannya ekstrem dan biasanya terkait isu yang sifatnya struktural, bukan sekadar cuaca atau jadwal pengapalan. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
🛠️ Alat Berat Komatsu
📈 Volume 610 unit, naik 13,8% YoY dari 536 unit ✅
🔄 Mix pelanggan berubah ekstrem
⛏️ Mining turun 72% ➝ 47% ⚠️
🌲 Forestry naik 9% ➝ 23% ✅
🏗️ Konstruksi 17% ✅
🌾 Agro 13% ✅
🎯 Pangsa pasar 28% ✅
🧠 Growth ada, dan dependensi mining mulai dikurangi. Ini sehat buat siklus komoditas
⛏️ Kontraktor Penambangan PAMA
🪨 Produksi batubara 10,7 juta ton, naik tipis dari 10,6 juta ton ✅
🚜 Overburden 84,2 juta bcm, naik 6,7% YoY ✅
📊 Stripping ratio 7,9x dari 7,5x ⚠️
🧠 Aktivitas gali makin berat, cost pressure bisa naik kalau harga jasa dan produktivitas tidak ngikut
🧱 Batubara TTA
📉 Penjualan 1.497 ribu ton, turun 11,7% YoY ❌
🧩 Komposisi penjualan
🔥 Thermal coal own mine 981 ribu ton
⛓️ Metallurgical coal 312 ribu ton
🧾 Pihak ketiga 203 ribu ton
🧠 Volume turun itu sinyal demand, supply, atau strategi jual lagi berubah. Efek ke margin tergantung mix harga dan biaya angkut
🟢 Nikel Stargate
🚀 Penjualan 252 ribu wmt, naik 40,8% YoY ✅✅
🧱 Limonite 169 ribu wmt ✅
🪨 Saprolite 83 ribu wmt ✅
🧠 Ini mesin growth paling kencang. Biasanya pasar suka karena narasi hilirisasi dan demand nikel masih jadi tema besar
🟡 Emas Agincourt dan Sumbawa Jutaraya
💥 Penjualan 1 ribu oz, anjlok dari 18 ribu oz YoY ❌❌❌
📉 Ini level bulanan terendah dibanding tren 2025 ❌
🧠 ni bukan turun biasa, ini shock. Dampak izin kena cabut.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$ASII $PSAB
1/7







Fyp medsos saya skrg soal AI yg semakin canggih, bisa bikin video2 anime/film dgn alur berbeda dgn aslinya, kemudian robot di china yg bisa ngikutin gerakan kungfu, tapi kok tukang parkir minimarket di depan komplek makin banyak aja ya muncul tiba-tiba dari antah berantah. Gak nyambung emang. Tapi ngomong-ngomong soal hal yang kadang gak masuk akal, tadi saya iseng baca laporan keuangannya $ASII yang full year 2025. Iya, saya masih setia baca PDF ratusan halaman pake pc rakitan intel gen sandy bridge yg jadul banget.
Laba astra sekilas emang masih konsisten dan patut diacungi jempol meskipun penurunan 3persenan dari tahun sebelumnya. Tapi pas saya baca pelan-pelan ada satu kata yang di-bold terus sama auditor pwc-nya. Impairment.
Kalian inget gak akhir tahun lalu tambang emas Martabe (PTAR) nya $UNTR itu kena siklon senyar? Longsor kan tuh sampe operasinya stop. Sampai gosipnya mau dicabut ijinnya di oper ke perminas. Nah di catatannya, nilai aset tambang ini masih dicatat sekitar 15 -an triliun gitu. Logikanya kan aset nganggur abis kena bencana harusnya di-test tuh impairment-nya. Tapi manajemen santai aja bilang nilainya gak turun, jadi gak perlu di-impair. Jiwa skeptis sy mulai meronta-ronta disini, ini mereka lagi jalanin bisnis konglomerasi apa lagi main tebak-tebakan harga emas sih? Mereka nebak harga emas bakal tinggi terus biar nutupin risiko longsornya. Gimana kalau tahun depan emas dunia crash? Itu belasan triliun bisa langsung amblas jadi rugi imperment di buku. Ngeri juga ngebayanginnya. Padahal prediksi sy emas lg di goreng sama Trump. https://stockbit.com/post/28700577
Terus tiba-tiba saya kepikiran kang ojol yang motornya ditarik lising minggu lalu. Di perut astra kan ada FIF sama ACC. Piutang mereka puluhan triliun. Aturan akuntansi sekarang maksa mereka nyadangin rugi di awal sebelum orangnya bener-bener gagal bayar cicilan. Kalau ekonomi tahun depan lesu dan banyak phk, ASII wajib ngegedein cadangan kerugian ini sekarang juga. Laba gede yang kita lihat sekarang ini kayaknya cuma ilusi aja sebelum cicilan macet masyarakat menengah ke bawah beneran meledak.
Belum lagi ngomongin hobi ASII yang suka beli barang kemahalan, seperti beli rumah sakit heartology atau logistik mmlp itu. Selisih harga mahalnya dicatat di neraca jadi godwill. Angka ini siap-siap aja di write-down sama auditor kalau ternyata bisnisnya zonk di masa depan. Kena impair lagi deh tuh laba.
Saya nulis ini bukan buat ngajak kalian cutloss berjamaah. Saya sendiri jujur aja masih nge-hold ASII di porto dan lumayan deg-degan ngeliatnya. Kita tuh cuma harus siap mental. Astra emang lagi nyimpen bom waktu. tapi kita harus ingat dia ini bukan Titanic, kapal besar yg jumlah skocinya sedikit. Walaupun di lambung kapal ada bocor-bocor halus, krunya udah nyiapin sekoci duluan lewat pencadangan yang super ketat dan konservatif ini. Bisnisnya juga masih dimana-mana. Jadi biarin aja manajemen mainin akuntansi imperment buat bersih-bersih buku, kita ritel pegangan yang kenceng aja ngelewatin badainya.
Kira-kira, kalau badai impairment beneran meledak di kuartal depan, astra bakal ngeluarin jurus sulap apalagi ya buat nutupin lobangnya dari mata investor? Apa kira-kira buyback lagi kaya yg sudah-sudah.
Disclaimer on. Bukan ajakan cutloss
-kerak bumi-
Random tag: $BNBR

$ASII
💸 ASII 2025: Laba Bersih -3% YoY, Sejalan Ekspektasi
/February 27, 2026 by Stockbit Snips
Astra International (ASII) mencatatkan laba bersih sebesar Rp8,3 T pada 4Q25 (+3% YoY, -7% QoQ). Hasil ini membuat laba bersih selama 2025 mencapai Rp32,8 T (-3% YoY), sejalan dengan ekspektasi (102% estimasi konsensus). Di antara ketiga bisnis inti perseroan, segmen ‘financial services’ menjadi penopang kinerja pada 2025, sementara segmen 'heavy equipment, mining, construction & energy (HEMCE)’ di bawah anak usaha United Tractors ($UNTR) menjadi pemberat kinerja.
Laba ‘Financial Services’ Tumbuh +14% CAGR dalam 3 Tahun Terakhir
Segmen ‘financial services’ kembali mencetak kinerja solid pada 2025 dengan laba bersih tumbuh +13 YoY/+9% YoY pada 4Q25/2025. Dalam 3 tahun terakhir, laba segmen ini konsisten bertumbuh dengan CAGR +14% dan kini menyumbang ~27% terhadap laba keseluruhan ASII (vs. 2022: ~21%). Selama 2025, kenaikan laba bersih segmen ‘financial services’ didorong oleh pertumbuhan pembiayaan konsumen baru +5% YoY, terutama dari berlanjutnya permintaan kuat pembiayaan multiguna.
Sementara itu, laba bersih segmen ‘automotive & mobility’ flat di level Rp11,4 T selama 2025. Pertumbuhan bisnis komponen dan motor berhasil mengkompensasi bisnis mobil yang mengalami pelemahan seiring penurunan penjualan mobil nasional sebesar -7% YoY selama 2025.
Laba ‘HEMCE’ via UNTR Terkontraksi -24% YoY
UNTR mencatat laba bersih sebesar Rp3,3 T pada 4Q25 (+0% QoQ, -15% YoY). Hasil ini membuat laba bersih UNTR selama 2025 mencapai Rp14,8 T (-24% YoY), di bawah ekspektasi (92% estimasi 2025F konsensus). Penurunan laba bersih turut ditekan oleh kerugian penurunan nilai atas investasi pada PT Supreme Energy Rantau Dedap senilai Rp866,1 M.
Mengecualikan kerugian tersebut, laba bersih UNTR tetap turun -20% YoY selama 2025, relatif sejalan dengan ekspektasi (97% estimasi 2025F konsensus). Berdasarkan segmennya, bisnis ‘emas dan mineral lainnya’ menjadi penopang kinerja UNTR dengan pertumbuhan laba bersih +104% QoQ/+79% YoY pada 4Q25/2025, di tengah pelemahan segmen ‘alat berat’, ‘kontraktor pertambangan’, dan ‘pertambangan batu bara’ secara tahunan pada 2025.
Bisnis Non–Inti Tumbuh Baik, Kini Berkontribusi ~10% pada Laba Keseluruhan
Segmen–segmen di luar ketiga segmen inti di atas membukukan kinerja yang solid selama 2025, dengan masing–masing mencetak pertumbuhan laba bersih di atas +20% YoY. Segmen ‘property’ mencatatkan pertumbuhan laba tertinggi hingga +224% YoY, didorong kontribusi dari aset pergudangan industri yang baru saja diakuisisi serta pembukuan negative goodwill dari akuisisi Mega Manunggal Property ($MMLP). Segmen ‘agri’ didorong oleh kenaikan harga jual CPO (+11% YoY) sementara segmen ‘infra & logistics’ didorong kenaikan pendapatan tol harian (+8% YoY).
Kinerja solid yang dicatatkan segmen–segmen non–inti ini membuat kontribusi labanya mencapai sekitar ~10% terhadap laba bersih keseluruhan ASII (vs. 2024: ~7%).
Key Takeaway
Secara umum, stabilitas kinerja laba ASII tetap terjaga — meski kinerja UNTR tertekan cukup dalam selama 2025 — berkat diversifikasi portofolio perseroan, terutama dengan semakin meningkatnya kontribusi dari segmen–segmen non–inti. Kami menilai bahwa stabilitas kinerja membuat ASII menjadi salah satu opsi dividend play yang atraktif. ASII sendiri mengusulkan dividen final Rp292/saham, mengindikasikan dividend yield 4,4% per Jumat (27/2). Sebelumnya, ASII telah membagikan dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp98/saham pada Oktober 2025.
Dalam waktu dekat, kami menilai pergerakan harga saham ASII berpotensi lebih dipengaruhi oleh aksi korporasi dan perkembangan terkait status perizinan tambang emas Martabe. ASII sendiri baru saja menyelesaikan akuisisi 100% PT Arafura Surya Alam, perusahaan tambang emas Doup di Sulawesi Utara, pada Februari 2026. ASII juga telah menyelesaikan buyback saham tranche ke–2 pada 25 Februari 2026 dengan realisasi senilai Rp685 M, serta berencana kembali menggelar buyback dengan rincian yang belum diumumkan. Terakhir, ASII berencana mengumumkan hasil strategic review perseroan pada akhir 1H26.
https://snips.stockbit.com/snips-terbaru/-asii-2025-laba-bersih-3-yoy-sejalan-ekspektasi?source=research

💸 ASII 2025: Laba Bersih -3% YoY, Sejalan Ekspektasi
Astra International ($ASII) mencatatkan laba bersih sebesar Rp8,3 T pada 4Q25 (+3% YoY, -7% QoQ). Hasil ini membuat laba bersih selama 2025 mencapai Rp32,8 T (-3% YoY), sejalan dengan ekspektasi (102% estimasi konsensus). Di antara ketiga bisnis inti perseroan, segmen ‘financial services’ menjadi penopang kinerja pada 2025, sementara segmen 'heavy equipment, mining, construction & energy (HEMCE)’ di bawah anak usaha United Tractors ($UNTR) menjadi pemberat kinerja.
Laba ‘Financial Services’ Tumbuh +14% CAGR dalam 3 Tahun Terakhir
Segmen ‘financial services’ kembali mencetak kinerja solid pada 2025 dengan laba bersih tumbuh +13 YoY/+9% YoY pada 4Q25/2025. Dalam 3 tahun terakhir, laba segmen ini konsisten bertumbuh dengan CAGR +14% dan kini menyumbang ~27% terhadap laba keseluruhan ASII (vs. 2022: ~21%). Selama 2025, kenaikan laba bersih segmen ‘financial services’ didorong oleh pertumbuhan pembiayaan konsumen baru +5% YoY, terutama dari berlanjutnya permintaan kuat pembiayaan multiguna. Sementara itu, laba bersih segmen ‘automotive & mobility’ flat di level Rp11,4 T selama 2025. Pertumbuhan bisnis komponen dan motor berhasil mengkompensasi bisnis mobil yang mengalami pelemahan seiring penurunan penjualan mobil nasional sebesar -7% YoY selama 2025.
Laba ‘HEMCE’ via UNTR Terkontraksi -24% YoY
UNTR mencatat laba bersih sebesar Rp3,3 T pada 4Q25 (+0% QoQ, -15% YoY). Hasil ini membuat laba bersih UNTR selama 2025 mencapai Rp14,8 T (-24% YoY), di bawah ekspektasi (92% estimasi 2025F konsensus). Penurunan laba bersih turut ditekan oleh kerugian penurunan nilai atas investasi pada PT Supreme Energy Rantau Dedap senilai Rp866,1 M. Mengecualikan kerugian tersebut, laba bersih UNTR tetap turun -20% YoY selama 2025, relatif sejalan dengan ekspektasi (97% estimasi 2025F konsensus). Berdasarkan segmennya, bisnis ‘emas dan mineral lainnya’ menjadi penopang kinerja UNTR dengan pertumbuhan laba bersih +104% QoQ/+79% YoY pada 4Q25/2025, di tengah pelemahan segmen ‘alat berat’, ‘kontraktor pertambangan’, dan ‘pertambangan batu bara’ secara tahunan pada 2025.
Bisnis Non–Inti Tumbuh Baik, Kini Berkontribusi ~10% pada Laba Keseluruhan
Segmen–segmen di luar ketiga segmen inti di atas membukukan kinerja yang solid selama 2025, dengan masing–masing mencetak pertumbuhan laba bersih di atas +20% YoY. Segmen ‘property’ mencatatkan pertumbuhan laba tertinggi hingga +224% YoY, didorong kontribusi dari aset pergudangan industri yang baru saja diakuisisi serta pembukuan negative goodwill dari akuisisi Mega Manunggal Property ($MMLP). Segmen ‘agri’ didorong oleh kenaikan harga jual CPO (+11% YoY) sementara segmen ‘infra & logistics’ didorong kenaikan pendapatan tol harian (+8% YoY). Kinerja solid yang dicatatkan segmen–segmen non–inti ini membuat kontribusi labanya mencapai sekitar ~10% terhadap laba bersih keseluruhan ASII (vs. 2024: ~7%).
🔑Key Takeaway
Secara umum, stabilitas kinerja laba ASII tetap terjaga — meski kinerja UNTR tertekan cukup dalam selama 2025 — berkat diversifikasi portofolio perseroan, terutama dengan semakin meningkatnya kontribusi dari segmen–segmen non–inti. Kami menilai bahwa stabilitas kinerja membuat ASII menjadi salah satu opsi dividend play yang atraktif. ASII sendiri mengusulkan dividen final Rp292/saham, mengindikasikan dividend yield 4,4% per Jumat (27/2). Sebelumnya, ASII telah membagikan dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp98/saham pada Oktober 2025.
Dalam waktu dekat, kami menilai pergerakan harga saham ASII berpotensi lebih dipengaruhi oleh aksi korporasi dan perkembangan terkait status perizinan tambang emas Martabe. ASII sendiri baru saja menyelesaikan akuisisi 100% PT Arafura Surya Alam, perusahaan tambang emas Doup di Sulawesi Utara, pada Februari 2026. ASII juga telah menyelesaikan buyback saham tranche ke–2 pada 25 Februari 2026 dengan realisasi senilai Rp685 M, serta berencana kembali menggelar buyback dengan rincian yang belum diumumkan. Terakhir, ASII berencana mengumumkan hasil strategic review perseroan pada akhir 1H26.
Stockbit Snips 27 Februari 2026
https://cutt.ly/otEeDNds

sejak tahun 2024 mencoba invest di fundamental, salah satu sektornya adalah perbankan, memutuskan metode value investing, dikarenakan juga ada kesibukan.
Hasilnya, porto tidak ke mana2.
Melihat orang lainnya selalu cuan saat bermain dengan para naga, akhirnya bulan desember kemaren memutuskan untuk sell dan cutloss, dan belajar menjadi trader.
Dan hasilnya, violaa, syukur kepada Tuhan selalu closing hijau. Sempet shock dihantam trading halt. Namun mencoba hold karena follow foreign flow dan mencoba serok bawah tipis2, hasilnya tidak mengecewakan.
Yapp, selain skill trading, mental juga perlu diasah. Diasah ketika bermain di fundamental. terima kasih teruntuk market maker yg sudah memberikan jalan bagi kami untuk cuan.
Rndm tag
$ASII $$BREN $BUVA

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Meski dibuka melemah di 8.211,305, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham, Jumat (27/2/2026) berakhir di level 8.235,485, naik 0,222 poin (0,00%) dari penutupan Kamis (26/2/2026) di level 8.235,262.
IHSG selama bulan Februari 2026 (02-27 Februari) men...

stockwatch.id

News Update
👉 IHSG ditutup menguat tipis 0,223 poin di 8,235 dan Asing tercatat net sell Rp694M.
👉 Rupiah melemah 0,17% ke level Rp16,787/USD di penutupan pasar hari ini.
👉 Menyusul Moody's, S&P Global Ratings juga berikan 'Lampu Kuning' untuk resiko Utang RI.
👉 $ASII berencana untuk membagikan deviden final sebesar Rp292/Saham.
👉 $CMRY raih laba bersih Rp2,03T di 2025, naik 33% secara YoY.
👉 BBTN targetkan Wealth Management tumbuh 15% di 2026.
👉 BLTA infokan pengunduran diri anggota Direksi perseroan.
👉 Gandeng Visa, $BMRI gelar program Debit berhadiah Nonton Langsung Piala Dunia.

$PGAS +4,37% (2290-2390)
$BMRI +1,42% (5275-5350)
$ASII +1,23% (6650-6725)
Persentase dihitung dari harga yg dilingkarin (blue to yellow)
1/9









Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tiba-tiba berakhir stagnan pada perdagangan hari ini, Jumat (27/2/2026), setelah tertekan dalam sepanjang hari.
IHSG yang sempat tercatat turun 1,47% mampu memangkas koreksi secara signifikan dan berakhir menguat tipis. Pada akhir perdag...

www.cnbcindonesia.com

IDXChannel - PT Astra International Tbk (ASII) memiliki sembilar pilar bisnis mulai dari divisi Otomotif & Mobilitas hingga Properti. Emiten konglomerasi itu membukukan laba bersih sebesar Rp32,7 triliun sepanjang 2025.
Menariknya, pilar bisnis Astra ditopang utamanya oleh tiga divisi, yakni Otomoti...

www.idxchannel.com

$ASII
ASII 2025 Brief Results
- Astra International ($ASII) catat laba bersih Rp8,3 T pada 4Q25 (+3% YoY, -7% QoQ).
- Laba bersih 2025 mencapai Rp32,8 T (-3% YoY), sejalan dengan ekspektasi (102% estimasi 2025F konsensus).
- Pertumbuhan laba bersih selama 2025 ditopang oleh segmen ‘Financial Services’ yang menghasilkan kenaikan laba +9% YoY.
- Laba segmen ‘Automotive & Mobility’ flat secara tahunan, sementara segmen ‘HEMCE’ di bawah United Tractors ($UNTR) catat penurunan laba -24% YoY.
- Seluruh segmen lain di luar 3 segmen inti di atas mencatatkan pertumbuhan laba di atas +20% YoY.
- ASII mengusulkan dividen final Rp292/saham, mengindikasikan dividend yield 4,3% per Kamis (26/2).
- ASII akan mengadakan earnings call 2025 pada Senin (2/3) pukul 10.00 WIB.
*[Sumber: Laporan Keuangan]*
--------------
Edi Chandren (@EdiChand)
Investment Analyst Lead Stockbit
https://stockbit.com/post/28978276

KABARBURSA.COM – PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatatkan penurunan pendapatan yang menyebabkan laba bersih anjlok sepanjang tahun 2025 akibat tekanan segmen tambang dan kenaikan beban operasional.
Berdasarkan laporan kinerja keuangan konsolidasian, United Tractors membukukan pendapatan bersih Rp...

www.kabarbursa.com
