


Volume
Avg volume
PT Astra International Tbk didirikan di Jakarta pada tahun 1957 sebagai sebuah perusahaan perdagangan umum dengan nama Astra International Inc. Pada tahun 1990, telah dilakukan perubahan nama menjadi PT Astra International Tbk, dalam rangka penawaran umum perdana saham Perseroan kepada masyarakat, yang dilanjutkan dengan pencatatan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia dengan menggunakan ticker ASII. Nilai kapitalisasi pasar Astra pada akhir tahun 2020 adalah sebesar Rp244 triliun. Sesuai anggaran dasar Perseroan, kegiatan usaha yang dapat dijalankan oleh Perusahaan mencakup perdagangan umum, perindustrian, pertambangan, penga... Read More
Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah sentimen perang AS-Israel dengan Iran, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi signifikan. Indeks turun 218,66 atau -2,66% ke 8.016,83 pada perdagangan Senin (2/3/2026).
Nilai transaksi kemarin tinggi, tembus Rp29,83 triliun, melibatkan 56,60 miliar s...

www.cnbcindonesia.com

Ini dia salah satu cara saya filter saham agar tetap pede dan nggak gampang panik saat saham turun/market crash. Kuncinya simpel: Ikuti jejak ”Big Money”, tapi tetap berpijak pada Valuasi Rasional.
▶️ Tiga Screener Andalan Saya:
1. Frequency Spike: Deteksi dini saham yang tiba-tiba ramai (lonjakan aktivitas). Cocok untuk pantau momentum.
2. Bandar Accumulation Uptrend: Filter saham yang sedang dikumpul "Big Money" saat tren naik. Kita ikut arus besar.
3. Big Accumulation: Mencari akumulasi masif pada saham dengan fundamental sehat.
▶️ Dua Ratio "Safety Net" Wajib:
Di setiap screener, saya wajib pasang parameter ini untuk meminimalisir risiko:
1. PE Ratio < 20: Harga tidak kemahalan dibanding laba perusahaan.
2. Book Value > Price: Harga masih di bawah atau mendekati nilai aset bersihnya (PBV rendah).
▶️ Money Management & Strategi RDN:
Punya screener bagus tapi berantakan di modal itu bahaya. Strategi saya:
1. Multi-RDN: Pisahkan RDN untuk Trading (jangka pendek) dan RDN Investasi (jangka panjang) agar psikologi tidak terganggu fluktuasi harian.
2. Porsi Cash: Selalu siapkan "peluru cadangan". Jangan pernah All-In di satu harga.
3. Average Down Logis: Jika harga turun tapi akumulasi jalan terus & fundamental oke, saya pilih Average Down. Penurunan harga justru jadi "diskon" untuk nambah muatan.
Jadi Kesimpulannya,
Trading jadi nyaman kalau kita tahu "apa" yang kita beli dan "gimana" cara kelola uangnya. Strategi ini bikin saya tetap tenang meski market lagi merah membara. Tentunya masih banyak cara-cara lain yang lebih variatif dan mungkin jauh lebih baik, jadi tetap belajar untuk bertumbuh.
⚠️ DYOR (Do Your Own Research): Screener hanyalah alat bantu. Selalu gunakan uang dingin dan sesuaikan dengan profil risiko masing-masing!
$BBRI $BMRI $ASII

3 SKENARIO ENTRY SAHAM $BIRD (Swing Trader Plan)
Harga sekarang: 1710
1) SKENARIO ENTRY SEKARANG (Moderate Entry)
- Entry: 1680 – 1730
- Stoploss: < 1620
- TP1: 1820
- TP2: 1920 – 1980
Alasan: Harga masih bertahan di atas support terdekat dan struktur swing masih rapi, peluang rebound lanjutan masih terbuka Boss.
2) SKENARIO ENTRY PULLBACK (Conservative – Paling Aman)
- Entry: 1580 – 1630
- Stoploss: < 1520
- TP1: 1750
- TP2: 1850 – 1950
Alasan: Area ini zona demand kuat dan bekas support valid, cocok buat entry sabar dengan risk lebih aman Boss.
3) SKENARIO ENTRY AGRESIF (Buy on Breakout)
- Entry: Buy kalau breakout > 1780 dengan volume besar
- Stoploss: < 1680
- TP1: 1900
- TP2: 2050 – 2150
Alasan: Breakout resistance kunci dengan volume bisa jadi trigger momentum lanjutan Boss.
Alasan Buy:
• Harga masih di area demand
• Struktur swing memungkinkan rebound / masih bullish
• Breakout 1780 bisa jadi trigger lanjutan
Risiko:
• Kalau 1580 jebol = potensi lanjut turun / koreksi lebih dalam
• Breakout tanpa volume rawan fake
• Stoploss wajib buat jaga modal Boss
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
Nyangkut disaham apa Boss? Sini aku bantu $ASII $KIJA
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan saham Senin (02/3/2026). Berdasarkan data RTI Business, IHSG anjlok 218,652 poin atau terpangkas 2,65% ke level 8.016,833.
IHSG pada awal Maret 2026 ini dibuka di level 8.092,905, lebih rendah dibandingka...

stockwatch.id

#AI #ForeignInflow #Akumulasi
===========================================================
LAPORAN ANALISA PASAR & NET FOREIGN BUY (PER 2 MARET 2026)
===========================================================
KONDISI PASAR UMUM:
IHSG tertekan ke level 8.016 (-2,66%) akibat tensi geopolitik
AS-Iran. Terjadi anomali di mana investor asing justru melakukan
akumulasi masif pada sektor Komoditas dan Energi.
-----------------------------------------------------------
1. SEKTOR EMAS & LOGAM (ANTM)
-----------------------------------------------------------
* Status: Top Net Foreign Buy (156,60B)
* Harga: 4.610 (+5,98%)
* Analisa: Emas menjadi "Safe Haven" utama. Didorong kenaikan
harga emas fisik ke Rp 3,15 jt/gram dan isu kuota RKAB Nikel.
* Proyeksi: Target terdekat 4.850. Potensi uji level 5.000
jika tensi global memanas.
-----------------------------------------------------------
2. SEKTOR ENERGI & JASA TAMBANG (PTRO, AADI, ADRO, INDY, ESSA)
-----------------------------------------------------------
* Status: Akumulasi Agresif (Buy on Weakness & Momentum)
* Pergerakan:
- AADI: +7,03% (Target 10.500) - Valuasi masih murah.
- PTRO: -2,04% (Target Rebound 6.500) - Asing serok di bawah.
- INDY: +15,53% (Target 4.500) - Waspada Profit Taking.
- ESSA: +12,40% (Target 800) - Imbas lonjakan gas global.
* Analisa: Antisipasi gangguan logistik Selat Hormuz yang
memicu lonjakan harga energi fosil.
-----------------------------------------------------------
3. SEKTOR PERBANKAN & KONSUMER (BBRI, ASII, $INDF)
-----------------------------------------------------------
* Status: Tekanan Kurs Rupiah (Rp 16.868/USD)
* Pergerakan:
- $BBRI: -2,30% (Support kuat di 3.700)
- $ASII: -5,62% (Target pemulihan 6.500)
* Analisa: Asing tetap masuk (Net Buy) namun harga turun.
Ini indikasi strategi rebalancing jangka panjang di harga diskon.
-----------------------------------------------------------
KESIMPULAN STRATEGI:
-----------------------------------------------------------
Pasar saat ini digerakkan oleh "War & Energy Shock".
Fokus pada saham komoditas sebagai pelindung nilai portofolio
(Hedging). Sektor perbankan cenderung 'Wait and See' hingga
kurs Rupiah stabil.
===========================================================
Disclaimer: Analisa ini bersifat informatif, keputusan
investasi sepenuhnya ada di tangan investor.
===========================================================
#DYOR

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham sesi I, Senin (02/3/2026) ditutup di posisi 8.103,718, melemah 131,767 poin atau terpangkas 1,60%. Ini dipicu harga saham 645 emiten yang berakhir melemah, sementara sebanyak 110 saham ditutup naik dan 62 saham t...

stockwatch.id

$ASII flash back nyangkut saat arb sebelom agin Court 6675 500jt saat msci 6475 500jt exit TP 1jt+4jt selamat skrg nyangkut lagi 6375 10 jt.
kayaknya saham paling aman itu asii deh besok turunkan ndar 6100 mau buy 20 jt
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada penutupan perdagangan sesi I Senin (2/3/2026). Meski demikian, sejumlah saham tercatat masih diborong investor asing di tengah pelemahan pasar.
IHSG ditutup turun 131,77 poin atau 1,6% ke level 8.103,72 pada pe...

www.cnbcindonesia.com

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok ke zona merah pada perdagangan sesi I Senin, 2 Maret 2026. IHSG turun 131 poin atau 1,60 persen ke level 8.103, di tengah tekanan eksternal yang membayangi pasar global.
Meskipun demikian, aktivitas transaksi tercatat cukup padat denga...

www.kabarbursa.com

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memangkas koreksi pada akhir sesi 1 perdagangan hari ini, Senin (2/3/2026).
IHSG ditutup turun 131,77 poin atau 1,6% ke level 8.103,72. Sebanyak 113 saham naik, 682 turun, dan 163 tidak bergerak.
Nilai transaksi mencapai Rp 16,...

www.cnbcindonesia.com

Mindset Hold Saham: Menikmati Proses, Bukan Tergoda Profit Tipis
Banyak investor gagal menikmati hasil besar di pasar saham bukan karena salah pilih saham, tetapi karena terlalu cepat menjual saat baru untung sedikit. Ketika melihat portofolio hijau 5–10%, muncul dorongan untuk segera mengamankan cuan. Padahal saham yang dibeli dengan fundamental baik sejatinya adalah kepemilikan atas sebuah bisnis, bukan sekadar angka yang naik turun setiap hari. Jika dianalogikan dengan ruko yang selalu disewa, tentu kita tidak akan menjualnya hanya karena harganya naik sedikit.
Mindset hold saham dimulai dari perubahan fokus: dari mengejar profit cepat menjadi mengumpulkan aset. Investor yang kuat memegang saham dalam jangka panjang tidak lagi melihat pergerakan harian sebagai godaan, tetapi sebagai proses menuju pertumbuhan nilai yang lebih besar. Selama bisnisnya sehat, laba stabil, dan arus kas tetap baik, kenaikan kecil justru menjadi tanda bahwa investasi berjalan di jalur yang benar, bukan sinyal untuk keluar.
Dividen juga berperan penting dalam membangun ketenangan. Ketika saham rutin memberikan “gaji tahunan”, fluktuasi harga menjadi tidak terlalu menakutkan. Investor mulai menikmati compounding: dividen yang diterima digunakan untuk menambah jumlah saham, sehingga penghasilan pasif di masa depan terus meningkat. Di titik ini, saham terasa seperti aset produktif yang bekerja untuk kita, bukan sesuatu yang harus diawasi setiap saat.
Pada akhirnya, kekuatan terbesar seorang investor adalah kesabaran. Naik sedikit bukan waktunya menjual, melainkan awal dari potensi kenaikan yang lebih panjang. Dengan memegang saham berkualitas dalam waktu yang cukup lama, kita memberi kesempatan bagi pertumbuhan bisnis dan efek compounding untuk bekerja maksimal. Dari sinilah kekayaan di pasar saham benar-benar terbentuk.
$AMOR $ASII $BMRI

Rilis data inflasi Indonesia Feb 2026 oleh BPS
❌ Inflasi IHK yoy Feb = 4,76%
(vs Jan 2026 3,55%, vs Feb 2025 -0,09%)
❌ Inflasi IHK mtm Feb = 0,68%
(vs Jan 2026 -0,15%, vs Feb 2025 -0,48%)
➖ Inflasi IHK ytd Feb = 0,53%
➖ Inflasi Inti yoy Feb = 2,63%
(vs Jan 2026 2,45%, vs Feb 2025 2,48%)
❌ Inflasi Inti mtm Feb = 0,42%
(vs Jan 2026 0,37%)
https://cutt.ly/rtEDVESH
Inflasi Indonesia melonjak secara bulanan didorong oleh kenaikan harga emas perhiasan seiring naiknya harga komoditas emas dunia, serta pengaruh musiman kenaikan harga bahan makanan memasuki bulan Ramadhan.
Secara tahunan, inflasi pun meroket yang lebih dikarenakan pengaruh low base, yang mana tahun lalu ada diskon listrik 50% sementara tahun ini sudah tidak ada.
Angka inflasi memang terkesan menakutkan, namun lebih dikarenakan harga emas, pengaruh musiman, dan low base effect.
Bukan karena faktor negatif yang bersifat fundamental.
$BMRI $MAPI $ASII

investor pemula izin belajar om2. saya baru beli 3lot $ASII di harga 6375 dan match, knp di average pricenya di 6384 ya? pdhl emg baru punya 3lot itu dan beli diharga dan waktu yg sama
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham Senin (02/3/2026) dibuka melemah di level 8.092,905. Hingga pukul 09.06 WIB, IHSG terpantau di level 8.106,299, melemah 129,186 poin atau anjlok 1,57% dari penutupan Jumat (27/2/2026) di level 8.235,485.
Saham-sa...

stockwatch.id
