


Volume
Avg volume
PT Astra International Tbk didirikan di Jakarta pada tahun 1957 sebagai sebuah perusahaan perdagangan umum dengan nama Astra International Inc. Pada tahun 1990, telah dilakukan perubahan nama menjadi PT Astra International Tbk, dalam rangka penawaran umum perdana saham Perseroan kepada masyarakat, yang dilanjutkan dengan pencatatan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia dengan menggunakan ticker ASII. Nilai kapitalisasi pasar Astra pada akhir tahun 2020 adalah sebesar Rp244 triliun. Sesuai anggaran dasar Perseroan, kegiatan usaha yang dapat dijalankan oleh Perusahaan mencakup perdagangan umum, perindustrian, pertambangan, penga... Read More
Jakarta, CNBC Indonesia - Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlanjut selama tiga hari beruntun. Indeks ditutup naik 0,3% ke posisi 8.146,72 pada perdagangan Rabu (4/2/2026).
Nilai transaksi mencapai Rp 25,74 triliun dari 45,43 miliar saham yang berpindah tangan sebanyak 2,89 juta kali. S...

www.cnbcindonesia.com

Yang nyangkut cuma ada dua kemungkinan:
1. Nasabahnya UBS (AK)
2. Yang gak average down pas crash kemarin
Yang nyerok pas crash karena nggak terpengaruh sama kata-kata influencers, "EPS-nya bakalan turun jadi sekian," atau malah banding-bandingin PER sama pure play batu bara yang kuota produksinya dikurangin, sekarang udah full senyum semua, floating dan proyeksi dividend yield on cost double digit
$UNTR $ASII $IHSG
$ASII turunkan ndar udah pasang buy 6300,6200,6100,6000,5900 5 lapis buy all in kembali buy bertahap,kangen ndar sangkutkan lagi donk hidup ga nyangkut begitu Damai ga berdebar debar lesu ga semangat tidur cepat pulas otak ga berpikir analisa.
cintailaaa nyangkut:)
Mundur Bukan Karena Tanggung Jawab Moral
Jumat, 30 Januari 2026, akan tercatat dalam sejarah pasar modal Indonesia sebagai hari yang dramatis. Di pagi hari, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan pengunduran diri. Sore harinya, langkah tersebut disusul oleh Ketua Dewan Komisioner OJK. Narasi yang dibangun seragam dan terdengar begitu "ksatria": mundur sebagai bentuk tanggung jawab moral.
Namun, bagi kita yang berada di lantai bursa, yang melihat portofolio berdarah-darah sejak Rabu, 28 Januari 2026, saat IHSG dihantam bak palu godam hingga mengalami trading halt dua kali, alasan tersebut terdengar sumbang.
Mari kita bicara jujur. Ini bukan tentang moralitas yang tiba-tiba tumbuh. Ini adalah konsekuensi dari kelalaian fatal yang sudah menumpuk terlalu lama.
Surat MSCI yang Diabaikan
Peringatan keras dari MSCI yang memicu kepanikan massal minggu lalu bukanlah petir di siang bolong. Fakta menunjukkan bahwa MSCI telah berkirim surat dan memberikan warning kepada otoritas bursa kita sejak tahun 2025.
Apa respons otoritas saat itu? Dianggap angin lalu. Peringatan strategis yang menyangkut kredibilitas pasar Indonesia di mata global direspons dengan sikap menggampangkan, seolah-olah posisi kita tidak tergoyahkan. Sikap arogan dan lamban inilah yang meledak menjadi bencana koreksi masif yang kita saksikan hari ini. Ketika nasi sudah menjadi bubur, barulah kata "maaf" dan "mundur" terucap. Itu bukan tanggung jawab; itu adalah lari dari kenyataan pahit yang mereka ciptakan sendiri.
Rahasia Umum: "Main Mata" dan Regulasi Pesanan
Lebih dalam lagi, kejatuhan ini membuka kotak pandora yang selama ini menjadi rahasia umum di kalangan pelaku pasar. Patut diduga kuat, independensi regulator telah tergadaikan.
Indikasi "main mata" antara otoritas dengan emiten tertentu dan investor raksasa (Big Money) begitu kental terasa dalam produk-produk regulasi yang diterbitkan belakangan ini. Hampir semua aturan baru condong memfasilitasi kepentingan exit strategy atau manuver bandar besar, sementara investor ritel dibiarkan telanjang tanpa perlindungan.
Lihat saja penerapan aturan UMA (Unusual Market Activity) dan FCA (Full Call Auction).
• Definisi Karet: Apa indikator pasti sebuah saham masuk UMA atau dijebloskan ke papan pemantauan khusus (FCA)? Parameternya abu-abu.
• Subjektivitas: Penindakannya terasa tebang pilih. Saham A yang naik tidak wajar dibiarkan melenggang, sementara Saham B yang baru bergerak sedikit langsung digembok.
• Like and dislike: Regulasi seolah menjadi alat untuk memukul lawan bisnis dan melindungi kawan bisnis.
Ketika wasit ikut bermain atau setidaknya memihak salah satu tim, maka pertandingan itu sudah tidak lagi layak disebut kompetisi yang adil. Itu adalah pengaturan skor.
Edukasi: Integritas Regulator adalah Fundamental Pasar
Pelajaran mahal bagi pemerintah dan praktisi pasar modal: Kepercayaan (Trust) adalah mata uang termahal di bursa.
Valuasi pasar saham bukan hanya soal Earnings Per Share (EPS) atau Book Value emiten. Di dalamnya ada komponen Risk Premium. Semakin buruk tata kelola regulatornya, semakin tinggi risiko pasarnya, dan semakin enggan investor asing (seperti MSCI) menaruh uangnya.
Mundur adalah langkah awal, tapi itu tidak menyelesaikan masalah sistemik.
Harapan: Bersih-Bersih Sampai ke Akar
Kepada pemerintah dan pemangku kebijakan yang tersisa, pesan kami jelas: Jangan biarkan momen ini hanya menjadi pergantian kursi jabatan belaka. Kami menuntut Reformasi Total.
1. Hapus Anasir Jahat: Bersihkan bursa dari oknum-oknum yang menjadikan regulasi sebagai komoditas dagang.
2. Transparansi Aturan: Revisi aturan UMA, FCA, dan suspensi. Buat indikator kuantitatif yang transparan, otomatis, dan tidak bisa diintervensi manusia (non-discretionary).
3. Keadilan Ritel: Kembalikan fungsi bursa sebagai sarana investasi publik, bukan sekadar ladang pembantaian ritel oleh predator finansial yang dilindungi regulasi.
Pembenahan kali ini harus bersifat komprehensif dan tuntas. Jangan sisakan celah bagi praktik-praktik kotor masa lalu untuk tumbuh kembali. Pasar modal Indonesia layak mendapatkan pengelola yang profesional, bersih, dan punya nyali untuk menegakkan aturan, bukan pejabat yang baru "bermoral" setelah pasar hancur lebur.
random tag : $BBCA $ASII $BRPT
Pelajaran tentang "Tuan Rumah" dan "Tamu" di Bursa Kita
Kejadian trading halt dan tekanan jual akibat sentimen MSCI beberapa hari terakhir ini membuka mata kita semua: betapa rentannya bursa kita terhadap keputusan indeks global. Banyak yang bertanya, "Kenapa kita seolah tidak berdaya? Apakah negara besar seperti China atau Jepang juga selemah itu di hadapan MSCI?"
Mari kita bedah faktanya secara sederhana untuk bahan edukasi bersama:
1. Masalah Bobot: Siapa yang Butuh Siapa? Dalam indeks MSCI Emerging Markets, China memegang bobot raksasa sekitar 27% - 31%. Sementara Indonesia? Kita hanya punya porsi kecil di kisaran 1,5% - 1,8%.
Dampaknya: Jika MSCI mencoba "menghukum" China, indeks dunia akan terguncang hebat. Sebaliknya, jika Indonesia yang "ditegur" (seperti isu transparansi free float saat ini), para fund manager global lebih mudah untuk melepas kepemilikannya karena porsi kita yang kecil.
2. Jepang: Kekuatan di Liga Utama Jepang berada di liga yang berbeda (Pasar Maju). Di dalam MSCI World Index, Jepang adalah pemain nomor dua setelah AS dengan bobot sekitar 5,5%. Dengan standar transparansi yang sangat tinggi, hampir mustahil mereka terkena masalah teknis data seperti yang kita alami sekarang.
3. Kekuatan Dana Domestik (Kunci Kemandirian) Alasan utama China dan Jepang lebih "tahan banting" bukan hanya karena mereka kaya, tapi karena investor domestik mereka sangat kuat.
• Di Jepang, ada dana pensiun raksasa (GPIF) yang menjaga stabilitas.
• Di China, ada "National Team" (BUMN keuangan) yang siap menyerap tekanan jual asing.
• Di Indonesia? Kita masih sangat bergantung pada aliran dana asing sebagai penggerak likuiditas utama. Saat asing panik, domestik kita seringkali ikut panik atau tidak punya cukup peluru untuk menahan kejatuhan.
Pelajaran untuk Kita: Ketergantungan pada indeks global seperti MSCI adalah konsekuensi dari pasar yang terbuka. Namun, agar tidak terus-menerus "didikte", solusinya bukan menutup diri, melainkan:
1. Memperbaiki Integritas Data: Transparansi data free float dan akurasi data bursa adalah harga mati untuk kepercayaan global.
2. Memperkuat Institusi Lokal: Kita butuh lebih banyak dana pensiun dan asuransi lokal yang aktif di bursa agar kita menjadi "tuan rumah" di negeri sendiri.
Kesimpulan: Kekacauan ini adalah "obat pahit". Secara kacamata Volume Spread Analysis (VSA), kepanikan massal seringkali menciptakan peluang bagi mereka yang berkepala dingin. Saat "tamu" (asing) berebut keluar pintu karena isu administratif, itulah saatnya kita melihat apakah "fondasi rumah" kita masih kokoh.
Mari tetap tenang, perhatikan price action, dan jangan lupa: pasar yang dewasa dibangun dari investor yang teredukasi.
random tag : $BBRI $ASII $ANTM
Sekedar Sharing Analisa #Fundamental dengan Keystat kurang lebih :
PER ~16–17 → valuasi tidak murah tapi wajar
Earnings Yield ~5–6% → perusahaan profit
PBV ~3,8 → bukan value, ini quality / growth
Price to Cashflow & FCF sangat tinggi →
➜ cashflow ketekan (ekspansi / capex besar / heavy investment)
PEG negatif (-1,75) →
➜ biasanya earning growth fluktuatif / sempat turun, atau base effect
👉 Kesimpulan profil:
Saham growth / semi-growth, market leader, kuat di laba, tapi bukan cash flow
🇮🇩 Saham Indonesia yang PALING mendekati profil ini
⭐ 1. $BBCA
Paling mirip secara karakter
PER: 16–18
PBV: 4–5
Cashflow kadang ketekan (ekspansi digital)
Earnings kuat & stabil
✅ Benchmark saham quality di IDX
⭐ 2. $TLKM
PER: 15–18
PBV: 2,5–3,5
FCF sering tertekan (capex jaringan, Telkomsel, data center)
Earnings stabil tapi growth tidak linear
📌 Mirip dari sisi cashflow pressure
⭐ 3. $ASII
PER: 14–16
PBV: 2,5–3,5
Earnings kuat, tapi cashflow bisa fluktuatif
Bukan value, tapi core holding
📌 Lebih “balanced version” dari profil ini
- Disclaimer ON
- Bukan ajakan jual/beli saham
- DYOR lakukan research dan analisa ulang sendiri
- CMIW
- Data tersedia saat stream ini dibuat dan sewaktu waktu dpt berubah sesuai kondisi market dan emiten perusahaan)
mohon masukannya ya suhu
$ASII kurang begitu menarik viewnya hari ini, terlihat ASII koreksi karena masih gagal untuk bisa BO keatas Resistancenya yang ada diangka 6800an dimana ASII saat ini berada diangka 6675 dimana secara flow juga hari ini ASII terpantau cenderung ada didistribusikan yaitu oleh Pihak Foreign sekitar 146 Milyar Rupiah.
ASII ada Support saat ini dikisaran angka 6500, semestinya dalam jangka pendeknya ASII bisa turun menguji area tersebut dahulu dimana selama kedepannya ASII bisa terus bertahan diatas Supportnya ini, ASII punya view at the end bakalan bisa naik kembali dengan Target di 6800an.
$UNTR $TLKM
$ASII +2,64% (6625-6800)
$INKP +2,53% (8900-9125)
$VKTR +3,31% (755-780)
Persentase dihitung dari harga yg dilingkarin (blue to yellow)
1/10










🔥 Fresh Buy Golden Cross (≤24 jam):
MDLA.JK
• Entry: 254.0
DGWG.JK
• Entry: 368.0
UNTR.JK
• Entry: 27850.0
$UNTR $ASII $ICBP
$UNTR🐉
Yang harus nya di berantas itu tambang-tambang illegal yang tidak memiliki IUP atau KK.
Karena tambang illegal yang membuat negara Indonesia rugi miliaran hingga trilliunan.
sedangkan UNTR ini perusahaan besar, mereka memiliki kontrak karya yg sudah diteken sejak tahun 1997, mereka patuh terhadap regulasi hukum, mereka bayar denda jika dinyatakan bersalah, bahkan mereka juga membayar pajak & royalti.
•Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) memandang langkah pemerintah mencabut izin usaha tambang emas Martabe merupakan tindakan prematur, sebab tambang aset tersebut beroperasi berdasarkan kontrak karya (KK) yang diteken pada tahun 1997.
•Ketua Umum Perhapi Sudirman Widhy Hartono berpendapat pengambilalihan tambang milik PT Agincourt Resources (PTAR) seharusnya dilakukan dengan tahapan pemutusan KK, bukan pencabutan izin usaha seperti yang dinarasikan pemerintah.
•Hingga saat ini, berdasarkan pengetahuan Sudirman, Kementerian ESDM sebagai pihak berwenang masih belum secara resmi memutus KK Agincourt.
Sumber : Bloomberg
https://cutt.ly/xtv9COBN
Random : $ASII $ASGR

@Stockbit $UNTR $ASII $ANTM ea🤭 baru beberapa hari dah jiper. baru kena hajar MSCI, Goldman, Nomura, belum yg lain2. gimana investasi mau masuk bisa diambil alih seenak jidat tanpa proses hukum😅
ANALISA SAHAM $ASII
Harga Sekarang: Rp 6.625
Zona Area Beli Aman:
Rp 6.300 – 6.450
• Area support kuat, cocok untuk entry aman jika harga pullback ke zona ini, Boss
Zona Stoploss:
< Rp 6.050
• Jika turun di bawah level ini, struktur swing melemah dan rawan koreksi lebih dalam, Boss
Jika naik & breakout:
> Rp 6.750 → ENTRY LANJUTAN (tambah posisi)
• Breakout 6.750 berpotensi memicu momentum bullish lanjutan, Boss
Target Profit:
• TP1 = Rp 6.950
• TP2 = Rp 7.200 – 7.500
Keterangan Tambahan:
• Selama harga bertahan di atas 6.300, peluang swing bullish tetap terjaga, Boss
• Saham otomotif & konglomerasi big cap dengan likuiditas besar dan pergerakan teknikal relatif stabil
• Breakout valid jika disertai volume meningkat
Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$TLKM $SMRA
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏