


Volume
Avg volume
PT Astra International Tbk didirikan di Jakarta pada tahun 1957 sebagai sebuah perusahaan perdagangan umum dengan nama Astra International Inc. Pada tahun 1990, telah dilakukan perubahan nama menjadi PT Astra International Tbk, dalam rangka penawaran umum perdana saham Perseroan kepada masyarakat, yang dilanjutkan dengan pencatatan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia dengan menggunakan ticker ASII. Nilai kapitalisasi pasar Astra pada akhir tahun 2020 adalah sebesar Rp244 triliun. Sesuai anggaran dasar Perseroan, kegiatan usaha yang dapat dijalankan oleh Perusahaan mencakup perdagangan umum, perindustrian, pertambangan, penga... Read More
skydrugz27 ini akun centang ijo yang paling anti mainstream. secara bahasa, anti + mainstream = melawan arus utama
coba kita tungguin ya influencers yang lain pada speak up juga atau malah kicep, karena saham-saham pompoman mereka pada lebih obviously nggak wajar
ritel butuh role model yang lebih banyak seperti ini supaya punya common sense, dan supaya ngerti manipulasi di bursa
$UNTR $ASII $IHSG
Perbedaan antara high growth yang organik sama manipulasi influencers, "story growth-nya masih panjang," perusahaan-perusahaan yang konsisten restrukturisasi utang, nerbitin obligasi buat ngutangin anak usaha atau akuisisi anak usaha milik sirkel oligarki, menukar utang dengan saham, repo saham, dan nggak punya growth path selain, "anak usahanya mau IPO," dan, "mau masuk MSCI."
Yang karbitan kopong dijagain regulator, yang organik ditekan, atau dikasih sentimen negatif $UNTR $ASII $IHSG
Sekedar sharring setelah habis kasih konsultasi kemaren terkait perencanaan keuangan buat org yg bakal dapat pesangon cukup gede, pertanyaan konsulnya bgmn melakukan perencanaan finansial terkait dana yg akan didapat dr pesangon.
Advice gw ada minimal 5 langkah yg harus dilakukan.
1. Tentukan Tujuan atau goalnya apa dgn dana itu
- tujuan investasi itu ada 3, lindung nilai, meingkatkan asset dan passive income
2. Kumpuin semua data terkait keuangan, yg paling utama kalau punya laporan keuangan pribadi sbg dasar, cash flow, debt aka hutang beserta cicilan2nya, asset dll
3 . Lakukan analisa, setelah tdk bekerja lagi apakah masih punya pendapatan, jika ada apakah pendapatan itu mencukupi utk pengeluaran, LIHAT CASH FLOW, jika cash flow aman artinya pendapatan anda mencukupi utk tetap melanjutkan gaya hidup anda, jika tidak maka hanya ada 2 cara, pertama ubah gaya hidup agar bisa menurunkan pengeluaran, atau anda harus cari cara mendapatkan income utk menutup kekurangan. Dan yg terbaik anda melakukan keduanya sekaligus. Pada poin ini anda harus mereview kembali tujuan anda pd langkah 1. Jika cash flow aman maka tujuan anda investasi hanya 2 yaitu lindung nilai dan peningkatan asset
Kemudian langkah selanjutnya apa ? Nah kita bahas lain kali ya.. lg di bengkel benerin kendaraan
Salam CUAN
Random tag $ITMG $ADRO $ASII
ANALISA SAHAM $BEEF
Harga Sekarang: Rp 408
Zona Area Beli Aman:
Rp 380 – 400
• Area support kuat, cocok untuk entry aman jika harga pullback ke zona ini, Boss
Zona Stoploss:
< Rp 365
• Jika turun di bawah level ini, struktur swing melemah dan rawan koreksi lebih dalam, Boss
Jika naik & breakout:
> Rp 420 → ENTRY LANJUTAN (tambah posisi)
• Breakout 420 berpotensi memicu momentum bullish lanjutan, Boss
Target Profit:
• TP1 = Rp 440
• TP2 = Rp 465 – 485
Keterangan Tambahan:
• Selama harga bertahan di atas 380, peluang swing bullish tetap terjaga, Boss
• Saham sektor konsumer dengan likuiditas terbatas, perhatikan pergerakan volume
• Breakout valid jika disertai volume meningkat
Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$GZCO $ASII
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
$ISAP uppss prusahaan sedang menyembunyikan sesuatu masa gak tau apa apa , curiga sama broksum
NI,Yj, borong2 miliaran , ya kali yang udah invest saham bertaun² gak tau aksi YJ masuk emiten isap mau ngapain 😋📈
$BUMI $ASII
Emiten perkebunan sawit, PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) menjadi salah satu perusahaan yang turut membayar denda kepada Satuan Tugas Penerbitan Kawasan Hutan (Satgas PKH) akibat terindikasi melakukan pelanggaran pemanfaatan kawasan hutan. Anak usaha dari PT Astra Internasional Tbk (ASII) ini telah...

www.neraca.co.id

ihsg balik lagi ke 9100-9200 $ASII bakalan ke 7200-7300.
apalagi mendekati bagi deviden bisa 7500 up.
$ASII menarik secara teknikal ada gap untuk bullish dan pergerakan broker yang masif, menurut keyakinan saya ya 🏋🏽♀️ Ini swing untuk yang santai tapi pasti.

yang HOLD $ASSA hati-hati.
weeklnya mulai payah, keknya akan uji S/R terakhir, sebelum lanjut naik
1100 - 1080 tawar guys
$ASII $GOTO
Bercermin di Kolam Keruh
Kantornya Bayu tidak punya jendela menghadap ke jalan raya. “Gangguan visual,” begitu ia selalu bilang. Yang ada hanyela layar besar dengan empat kuadran: grafik, berita utama, terminal perdagangan, dan—yang paling besar—dokumen PDF laporan tahunan berbagai perusahaan. Suasana hening itu pecah oleh dering notifikasi yang bertalu-talu dari ponsel Revan.
“Bay, lihat timeline-ku. Ramai sekali,” kata Revan, yang baru saja masuk dengan wajah masam. “Seperti pasar ikan. Semua jadi nabi, semua jadi ahli.”
Bayu mengalihkan pandangannya dari laporan arus kas. Di layar kedua, ia membuka platform media sosial. Terpampanglah satu thread panjang dari seorang akun berpengikut ratusan ribu, bergaya mantan pelaku pasar yang sedang memberi wejangan.
“Baca ini,” ucap Revan. “Isinya tentang kita. Tepatnya, tentang orang-orang seperti kita yang disebutnya ‘penangkap pisau jatuh’.”
Bayu membacanya dengan tenang. Thread itu penuh dengan angka: proyeksi laba turun 27-39%, perhitungan PER jika $UNTR kehilangan separuh labanya, spekulasi tentang denda dan PHK, hingga kesimpulan bahwa harga wajar UNTR adalah seperempat dari harga sebelumnya, dan bahwa narasi emas yang selama ini mendongkrak harga telah runtuh.
“Dia pintar,” gumam Bayu akhirnya, bukan dengan nada kagum, tapi seperti dokter yang mendiagnosis gejala. “Dia menggunakan logika yang terlihat sangat rasional. Ambil angka dari sumber terpercaya, buat skenario terburuk, lalu simpulkan harga. Ini adalah seni menciptakan kepastian dari ketidakpastian. Pasar suka ini. Pasar lapar akan kepastian, meski itu palsu.”
“Tapi angkanya salah?” tanya Revan.
“Bukan salah, Rev. Tidak lengkap. Ibaratnya, dia dengan cermat mengukur berat dan warna ‘pisau’ yang jatuh—yaitu krisis Martabe. Tapi dia sama sekali tidak mengukur kekuatan, keseimbangan, dan pengalaman tangan ‘penangkap’nya, apalagi mengukur seluruh ‘pabrik senjata’ di belakangnya. Dia mengkalkulasi risiko, tetapi mengabaikan kapasitas.”
Bayu meminjam ponsel Revan, menggulir ke deretan komentar. “Lihat responsnya. ‘Terima kasih insightnya, Pak.’ ‘Semoga sehat selalu.’ Ini adalah bahasa pemujaan. Mereka tidak sedang mendiskusikan analisis; mereka sedang mencari ketenangan dari seorang ‘nabi’. Dan nabi ini memberikannya dengan harga murah: rasa takut.”
Perang Dua Filsafat: Harga vs. Kepemilikan
Revan duduk, frustasinya mulai berubah menjadi penasaran. “Jadi, bagaimana kita merespons? Mereka mendominasi narasi.”
“Kita tidak perlu merespons,” kata Bayu, kembali ke layar terminalnya. “Kita bertindak. Lihat, thread itu menyebut dua tipe orang yang panic sell. Dia lupa tipe ketiga.”
“Tipe ketiga?”
“Tipe yang tidak melakukan apa-apa karena tidak ada yang berubah. Bagi tipe ini, saham bukan harga yang berfluktuasi; ia adalah kepemilikan atas bisnis. Jika Anda pemilik warung bakmi, dan satu gerai cabang Anda ditutup sementara karena masalah izin, apakah Anda akan panik jual seluruh warung bakmi Anda dengan harga diskon 40%? Tentu tidak. Anda akan fokus mengamankan izin, memastikan gerai lain berjalan baik, dan memakai kas dari gerai yang sehat untuk melewati masa sulit. Persis seperti yang UNTR lakukan dengan cash flow dari alat berat dan batubara.”
Tiba-tiba, sebuah alert muncul di layar berita Bayu. Wajahnya sedikit tersenyum. “Dan lihat, pemilik warung bakminya sendiri ternyata sepikiran dengan kita.”
Dia memutar layarnya. Berita itu singkat: Iwan Hadiantoro, Direktur UNTR dan Komisaris Utama Agincourt, membeli 40.000 saham UNTR di harga Rp 27.250.
“Ini,” Bayu menunjuk layar, suaranya tegas, “adalah bahasa yang lebih keras dari semua thread influencer. Ini bukan analisis di awan. Ini adalah aksi dengan uang sendiri, di titik yang oleh si ‘nabi’ tadi disebut sebagai ‘menangkap pisau jatuh’. Sang direktur, yang paling tahu persis dampak operasionalnya, justru melihat ini bukan sebagai pisau, tapi sebagai koin emas yang tercecer. Dia tidak sedang average down karena panik. Dia sedang loading up karena yakin.”
Membedah Ilusi Narasi
Revan terdiam, memproses. “Jadi, narasi emas yang disebut-sebut runtuh itu…”
“… adalah ilusi pasar yang sekarang diungkit lagi untuk menakut-nakuti,” sambung Bayu. “Pasar tahun lalu membeli UNTR karena narasi emas naik. Sekarang mereka menjual karena narasi izin emas runtuh. Mereka diperbudak oleh narasi yang mereka ciptakan sendiri. Bisnis inti UNTR dari 2018, sebelum harga emas naik, apa? Alat berat, kontraktor tambang, batubara. Itu masih ada. Bahkan, itu masih menyumbang lebih dari 90% pendapatan. Apakah bisnis intinya rusak? Tidak. Apakah kekompetitifannya tiba-tiba lebih hebat? Tidak. Apakah manajemennya jadi tidak kompeten? Buktinya, mereka malah beli saham sendiri.”
Bayu kemudian membuka grafik UNTR vs ITMG (Indo Tambangraya). “Dia bilang UNTR akan kembali ‘bersanding’ dengan ITMG di level Rp 20.000-an. Ini analisis yang malas. Hanya melihat harga historis. Dia tidak bertanya: apakah struktur bisnis, moat kompetitif, dan kualitas manajemen kedua perusahaan ini sama? Membandingkan UNTR yang terintegrasi vertikal dan punya disribusi eksklusif Komatsu dengan perusahaan tambang batubara murni, itu seperti membandingkan pabrikan mobil dengan dealer besi tua.”
Ketenangan Sebagai Senjata
“Lalu apa yang kita lakukan?” tanya Revan.
“Apa yang sudah kita rencanakan kemarin. Saya sudah memasukkan order beli di harga Rp 27.300 tadi pagi. Terisi sebagian,” ujar Bayu dengan santai. “Sementara mereka sibuk berdebat di kolom komentar apakah PER 13x atau 10x yang wajar untuk sebuah perusahaan yang sedang ‘tersandung’, kita sedang memperbesar kepemilikan atas bisnis yang sebenarnya tidak tergores.”
Bayu menutup semua tab media sosial di layarnya. Keributan digital itu lenyap, kembali hanya menyisakan grafik dan laporan keuangan.
“Revan, dalam kegaduhan seperti ini, ketenangan bukanlah sifat pasif. Ia adalah senjata aktif. Influencer itu mencari kebenaran dengan meneriakkan pertanyaan ke kerumunan. Kita mencari kebenaran dengan membaca laporan, menelepon kontak di lapangan, dan mengamati tindakan insider. Dia menjual ketakutan untuk engagement. Kita, dengan membeli saham ini, sedang ‘membeli’ keyakinan bahwa pasar pada akhirnya akan melihat apa yang kita lihat: sebuah perusahaan unggul yang sedang diberi diskon karena salah satu dari puluhan anak perusahaannya mengalami masalah administratif.”
Keesokan harinya, berita tentang pembelian saham oleh direktur itu mulai menyebar. Harga UNTR mulai merangkak naik, tidak drastis, tetapi pasti. Komentar di bawah thread sang influencer mulai beragam. Mulai muncul yang bertanya, “Tapi kok direktur beli ya?”.
Revan mengirimkan pesan singkat ke Bayu: “Pisau yang jatuh itu, ternyata gagangnya terbuat dari emas.”
Bayu membalas: “Bukan. Pisau itu cuma ilusi. Yang kita tangkap adalah pabriknya.”
Mereka pun bersiap untuk pertemuan berikutnya, di mana seorang kontak di Kementerian ESDM akan memberikan konteks yang lebih jelas tentang gelombang kebijakan “Garda Hijau” ini. Perang narasi belum usai, tetapi bagi mereka yang bisa membedakan antara kebisingan dan sinyal, peluang justru semakin jelas.
$ASII $IHSG

@Tombus96 betul setuju, perusahan kalau mau bisa aja ngalihin dana internal mereka buat buyback saham dari masyarakat kayak $ASII kemarin untuk ngurangin ff, kasus sekarang untuk saham ini emang lagi dimanin bandar supaya ritel yg avg nya kecil2 keluar jadi harga nanti bisa disetir bandar
Lohhh…kok dia beli ya…ga takut uangnya turun gitu beli $UNTR ? GURARARARARARAAA! 😊😄🍻 $ASII
.
Shirohige
1/2


Jakarta, CNBC Indonesia — Asing masih melanjutkan aksi jual saham PT Bank Central Asia (BBCA). Pada perdagangan hari ini, Jumat (23/1/2026), BBCA kembali menjadi saham dengan net foreign sell terbesar.
Asing membukukan net sell Rp 569,5 miliar dengan harga jual rata-rata Rp 7.621. Dengan d...

www.cnbcindonesia.com

ESDM be like: "Saya terus terang enggak tahu. Terus terang saya tidak diberi tahu, saya tidak tahu, dan saya bahkan bertanya-tanya, kenapa kok saya tidak diberi tahu? Sampai hari ini saya enggak tahu."
$UNTR $ASII $IHSG
$ASII +3,76% (6650-6900)
$ISAT +2,55% (2350-2410)
Persentase dihitung dari harga yg dilingkarin (blue to yellow)
1/6






Ramaikan disini grup curhatan retail sharing dll
https://stockbit.com/chat/group/invitation/QANHu5X7rpoI
Random Tag $PNLF $ASII $PTRO
$MMLP merah.. ya serokkkk terus… siap makan indomie goreng 😂😅 sabar dan tawakal adalah jalan ninjaku 🐉💎
$ASII $UNTR

@BgsAdji justru yang ga menarik bagi retail itu yang di incar😁
cuan sudah naik tinggi banget.
dia sudah MSCI
dia sudah STOCKSPLIT.
lah saham CDIA?
MSCI belum STOCKSPLIT belum. dia belum ngapa ngapain. bagaikan benih masih berkecambah belum tumbuh jdi pohon
$CDIA $ASII $PANI
@yantmr waduh pak, EV sepertinya baru ngetrend di kota besar, sedangkan pelosok masih ICE oriented. Mengingat SPKL belum merara dan tidak sebanyak di kota besar. Apalagi insentive mobil listrik sudah di stop.
Kedepannya EV mungkin bisa menggantikan ICE, tapi saat ini sepertinya belum bisa menumbangkan dominasi $ASII