


Volume
Avg volume
PT Astra International Tbk didirikan di Jakarta pada tahun 1957 sebagai sebuah perusahaan perdagangan umum dengan nama Astra International Inc. Pada tahun 1990, telah dilakukan perubahan nama menjadi PT Astra International Tbk, dalam rangka penawaran umum perdana saham Perseroan kepada masyarakat, yang dilanjutkan dengan pencatatan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia dengan menggunakan ticker ASII. Nilai kapitalisasi pasar Astra pada akhir tahun 2020 adalah sebesar Rp244 triliun. Sesuai anggaran dasar Perseroan, kegiatan usaha yang dapat dijalankan oleh Perusahaan mencakup perdagangan umum, perindustrian, pertambangan, penga... Read More
Perusahaan afiliasi konglomerat tidak otomatis sahamnya gorengan. Tapi fenomena MSCI & menkeu setahun terakhir ini nggak lepas dari hukum alam. Kalau kamu adalah guru PAUD, melihat orang ngompol di tempat kerja itu biasa. Kalau kamu adalah perawat medis atau lansia, melihat orang ngompol di tempat kerja juga biasa
Tapi kalau kamu ada di profesi-profesi mainstream, misalnya pegawai sekuritas, asset management, dll., kejadian yang sama mungkin tak tertahankan untuk kamu ceritakan ke kerabat. Itu semua hukum alam
Saham properti sederhana di suburban di kota satelit, pernah lama FCA, pernah harga satu digit, pernah mati likuiditasnya, jadi saham gorengan. Dia akan jadi perbincangan sementara saat volumenya spiking, satu-dua tahun lagi akan terlupakan, kecuali di kalangan profesional dan komunitas tertentu
Atau jangankan saham FCA, saham IPO fenomenal belasan ARA berturut-turut pun, nggak semua investor yang financially literate aware, karena saham IPO butuh waktu sampai masuk universe investor mainstream, masuk top holdings reksa dana, dll.
Yang stereotipenya awet menempel, pastinya yang terafiliasi konglomerat besar, punya portfolio top market cap, pernah berotasi di daftar orang terkaya, punya jabatan politik, menantu selebritis, dll. Itu BUKAN karena publik prejudice/berprasangka, tetapi karena emang konglo-konglo itu udah flashy dari sananya, terbiasa atau bahkan mungkin emang suka dengan sensasinya
Jadi gimana cara ritel unyu merespon fenomena ini dengan baik?
Pertama, bedakan antara konglo yang beneran berbisnis, dengan yang kaya dari skema piramida dan manipulasi
Ciri-cirinya gampang, bahkan engkong saya Peter Lynch udah sering mewanti-wanti: awas diworsification
Konglo yang beneran berbisnis, perusahaan yang dibuka ke bursa pasti adalah ekosistem yang bukan hanya terintegrasi erat, tetapi juga jadi pilar penopang satu sama lain dalam value chain mereka, dari mulai vertikal (upstream-downstream) hingga opsionalitas horizontal
Caranya gampang. Kalau mendengar konglo x, bisnis apa yang top of mind melekat banget sama dia, baik secara historical root, sumber cash flow terbesar, dll. Setelah terjawab, baru lihat apakah perusahaan yang diafiliasikan ke dia, itu memang esensial untuk bisnis top of mind tadi
Misalnya Pak Haji Kusumo terkenal sebagai petani yang punya kebun jagung, tapi dia punya toko bibit, dia punya pabrik cangkul, dia punya pabrik pupuk, distributor mesin bajak sawah, dll. Kalau nggak nyambung, ini yang Engkong Lynch bilang diworsification
Kalau kamu nggak bisa secara spontan menjawab top of mind: awal mulanya pengusaha apa, sekarang sumber cash flow terbesarnya dari mana; skip. Tapi kalau misalnya kamu bisa jawab, oh dia dulu punya pabrik rokok, sekarang sumber cash flow terbesarnya dari bank, maka makes sense
Kalau kamu nggak tahu, most likely itu konglo yang skemanya berputar antara raise funding, bikin anak usaha, nerbitin surat utang, ngutangin anak usaha yang nggak berdikari, anak usahanya akuisisi perusahaan lain lagi, ngutang buat bayarin utang anak usahanya lagi, terus anak usahanya di-IPO kan lagi untuk raise funding lagi, kalau masih kurang ya right issue lagi, kalau habis cash buat ngegoreng lagi ya merepo saham perusahaan lamanya yang udah top market cap, begitu terus sampai kehabisan greater fool yang mau beli gorengan dia
Kedua, gimana strategi yang cuan di konglo? Hampir semua afiliasi konglo yang ada di $IHSG, saya pernah beli minimal salah satu sahamnya. Apakah di-hold atau di-scalp, apakah profit atau loss, semua pernah. Yang terpenting saya sudah mengalami pattern-nya, dan pastinya mendalami bisnis dan medan perusahaannya
Strategi yang cuan: track the money
Pak Haji A punya tambak lele, Pak Haji B punya kolam pemancingan, Pak Haji C punya sawah. Mau beli aset yang mana? Semua aset haji-haji ini flashy, menarik, tapi mereka semua dapat air dari kali dan irigasi
Track the money, semua aset haji-haji tadi butuh air, airnya dari mana? Siapa yang menguasai sistem irigasi? Dari mana hulu kalinya? Mereka lah yang punya economic moat, yang terdepan punya supply air saat musim kekeringan tiba, bahkan bisa mengatur debit air yang dialirkan ke hilir
Jadi gimana maksudnya? Konglo yang beneran bisnis, pasti punya sumber cash flow utama yang menjadi supply pengisi war chest dia, yang akan dia pakai untuk investasi agresif. Konglo piramida dan manipulatif nggak punya ini, tapi konglo yang beneran berbisnis pasti punya
Ciri-cirinya? Ya baca aja sendiri lapkeunya. Biasanya konglo yang perusahaan-perusahaannya pada punya rasio utang yang berlipat ganda dan neraca keuangan yang nggak sehat, pasti punya satu perusahaan yang somehow neraca keuangan dan rasio utangnya sehat sendiri
Konglo yang perusahaan-perusahaannya pada punya margin laba bersih kurang dari rate zakat mal, atau bahkan negatif, pasti punya satu perusahaan yang margin bersihnya double digit sendiri
Konglo yang perusahaan-perusahaannya pada punya growth yang dipoles, fluktuatif ekstrem, atau bahkan yang lebih sering terjadi: one hit wonder; pasti punya satu perusahaan yang growth-nya stabil. Mungkin bukan yang tertinggi, tapi sangat steady
Konglo yang perusahaan-perusahaannya pada ga bagi dividen dengan dalih, "perusahaan cash cow berarti udah ga bisa tumbuh," (atau yield ga sampai 1% padahal payout ratio ratusan persen) pasti punya satu perusahaan yang bagi dividen. Mungkin nggak jumbo, tapi cukup merepresentasikan bahwa perusahaan itu mampu menghasilkan cash flow
Hanya satu fundamental yang mungkin perusahaan sumber air kehidupannya ini pun nggak ada obat: valuasi. Jangan harap ada valuasi yang wajar. Karena market nggak sebodoh itu juga
Kalau sumber cash flow utama si konglo ini valuasinya wajar, pasti gorengannya sepi karena market akan pricing-in ke mata airnya ini. Untuk memastikan gorengannya laku, ya semua dibikin valuasi premium lah supaya ritel yang nggak due diligence, atau yang agak literate dikit tapi cuma tau asset play, nggak bisa membedakan dari mana cash flow sebenarnya berasal
Apakah ada konglo yang sumber cash flow utamanya bervaluasi wajar? Jangankan wajar, yang margin of safety tebal juga ada. Konglo yang kaya gini pasti nggak akan pernah mau menggoreng, karena emang dia nggak butuh lagi cari duit dari situ
Kalau akuisisi juga pasti dari cash yang mereka kumpulkan dari usaha, nggak butuh raise funding apalagi dikit-dikit nerbitin surat utang. Kalaupun ada yang valuasinya premium gara-gara dia akuisisi, ya itu cuma efek duit dia kebanyakan aja, tapi tetap sahamnya murni, organik
$BBCA $ASII
1/3



STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Dibuka menguat di level 8.959,091, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham, Rabu (07/01/2026) kembali menguat 11,203 poin atau naik 0,13% ke 8.944,813, dari penutupan Selasa (06/1/2026) di posisi 8.933,609.
IHSG hari ini sempat naik ke level tertinggi ...

stockwatch.id
@dapre tergantung gaya investasinya. kalau institusional gayanya dana abadi, jadi baik gain maupun dividen sama-sama diharapkan
kalau kepemilikannya sampai 5%, bisa jadi activist investing, tapi di indonesia masih jarang. kalau 90% namanya akuisisi, contohnya kaya $ASII akuisisi $MMLP
Allhamdulillah.
Bye $ASII NCKL, 🖐
Allhamdulillah. Targt Harga udah tercapai. Jika lanjut Naik, tetap patut bersyukur, Memang Sudah Rejeki segini.
Hasilnya sebagian buat rotasi ke $BBRI, semoga Cap gain tetap dapat, atau minimal Juni dapat Dividen, dan sebagain buat AvD yg masih merah.🤲
Gaskeun Asal Tag :
$ADRO PGEO

$MPMX This is a good stock, with a good dividend, solid fundamentals, a stable business, suitable for long-term investment, and also suitable for scalping. This stock should be considered a blue chip stock. $IHSG $ASII
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat pada perdagangan Rabu (7/1/2026) dan melanjutkan reli perdagangan pekan ini. Indeks menguat 11,20 poin atau terapresiasi tipis 0,13% ke level 8.944,81 pada akhir perdagangan sesi kedua.
Ini merupakan rekor harga penutup...

www.cnbcindonesia.com

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham sesi I, Rabu (07/01/2026) ditutup di posisi 8.946,251, menguat 12,641 poin atau naik 0,14%. Ini dipicu oleh naiknya harga saham 346 emiten, sementara sebanyak 325 saham ditutup turun dan 135 saham tidak mengalami...

stockwatch.id
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat di 8.959,091 pada awal perdagangan saham, Rabu (07/01/2026). Hingga pukul 09.07 WIB, IHSG terpantau di level 8.957,427, menguat 23,818 poin atau naik 0,27% dari penutupan Selasa (06/01/2026) di level 8.933,609
Penguatan ...

stockwatch.id
$MMLP #1 Insight
Saya ambil langsung aja dari artikel Riset JLL
Kalau leaseable area jadi rebutan apa yg terjadi kedepan?
Yes turnaround story, jadi MMLP kalau pun enggak diakuisisi $ASII sudah cukup menarik untuk saya koleksi sahamnya.
Apalagi setelah diakuisisi ASTRA yg gak main-main langsung caplok 91% artinya sudah menjadi bagian EKOSISTEM bisnis dari group ASTRA,
you know lah mereka bisnisnya paling besar di segmen apa.
Dari kebutuhan pasar untuk logistik pergudangan dan prospek bisnis under Group ASTRA
Menurut saya di tahun-tahun yg akan datang gak hanya turnaround tp juga growth,
Kan growth story biasanya butuh capex besar?
Hmmm menurut saya uang bukan masalah kalau sudah dibawah group konglomerasi besar 😊
Contohnya aja $ARKO
