


Volume
Avg volume
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) merupakan perusahaan energi yang terintegrasi secara vertikal di Indonesia dengan bisnis di sektor batubara, energi, utilitas dan infrastruktur pendukung. Disamping itu ADRO juga mempunyai lini bisnis seperti logistik dan ketenagalistrikan yang terintegrasi melalui anak-anak perusahaan dan ketenagalistrikan. Lokasi utama operasional Adaro berada di propinsi kalimantan selatan. Produk utama Adaro adalah Environcoal, batubara termal dengan kadar polutan yang rendah. Adaro Energy juga memiliki aset batubara metalurgi yang beragam mulai dari batubara kokas semi lunak sampai batubara kokas... Read More
catatan pribadi bukan rekomendasi jual/beli.#DYOR.
🔎 Dividen Hunter Screening 2026 — Ringkasan Analisis
Saham Dividend Yield Prospek Fundamental Story / Trend Catalyst & Event Risiko / Catatan Rating Kuant
DMAS – Dividend Yield 21,8%
ROE tinggi, margin stabil, FCF kuat. Retail/consumer sedang recovery, tetapi IHSG tekanan karena arus keluar asing & rupiah melemah → belanja konsumen bisa turun. Katalis: akuisisi lokal dan ekspansi store. Risiko: likuiditas terbatas, sektor kompetitif. Prospek: relatif defensif untuk dividen tinggi, growth moderat 2026. Quant Score: 82/100
$LPPF – Dividend Yield 16,3%
Revenue YoY positif, net margin >8%. Lifestyle retail, mall rebound. Tekanan makro: rupiah melemah & inflasi naik → daya beli turun, mall footfall lebih rendah. Katalis: penjualan e-commerce naik. Risiko: consumer sentiment sensitif, biaya sewa tinggi. Prospek: income tetap menarik, growth jangka pendek terbatas. Quant Score: 78/100
$CFIN – Dividend Yield 15,3%
Financial/multifinance, NPL rendah. Kredit kendaraan & konsumer naik. Tekanan: suku bunga BI bisa naik menahan depresiasi rupiah → cost of funds naik. Katalis: restrukturisasi portofolio. Risiko: regulasi & volatilitas kredit. Prospek: defensif, yield tetap tinggi, pertumbuhan kredit moderat. Quant Score: 79/100
TPMA – Dividend Yield 13,6%
EBITDA margin bagus, arus kas stabil. Manufacturing niche. Tekanan: ekspor bisa terdampak rupiah melemah & biaya input meningkat. Katalis: kontrak pemerintah & ekspor. Risiko: sensitif harga bahan baku. Prospek: stabil, cocok untuk dividen, growth lambat. Quant Score: 76/100
$ADRO – Dividend Yield 13,1%
Coal miner, FCF besar, net debt rendah. Energi & komoditas, harga batubara stabil. Story: rupiah lemah + geopolitik meningkatkan harga komoditas global → ekspor bisa lebih menguntungkan. Katalis: IUPK dan ekspor naik. Risiko: fluktuasi harga global. Prospek: sangat menarik untuk rerating dan dividen, defensif terhadap gejolak pasar. Quant Score: 80/100
RALS – Dividend Yield 12,6%
Retail fashion, margin tipis tapi stabil. Retail lifestyle. Tekanan: belanja konsumen turun, cost structure squeeze karena inflasi. Katalis: kemitraan brand baru. Risiko: highly competitive. Prospek: defensif, yield stabil, growth minimal 2026. Quant Score: 74/100
MPMX – Dividend Yield 11,9%
Logistics & distribusi, cash conversion kuat. E-commerce & supply chain. Story: e-commerce tetap naik walau rupiah lemah, tapi arus keluar asing bisa tekan harga. Katalis: kerjasama logistik BUMN. Risiko: overhead tinggi. Prospek: moderat, income tetap oke, growth sensitif makro. Quant Score: 77/100
BSSR – Dividend Yield 11,9%
Consumer goods, margin stabil. Minuman & snack niche. Tekanan: rupiah melemah → impor bahan baku lebih mahal. Katalis: ekspansi produk baru. Risiko: volatilitas harga bahan baku. Prospek: defensif untuk dividen, growth 2026 moderat. Quant Score: 75/100
PTBA – Dividend Yield 11,4%
Coal miner, net debt rendah, revenue YoY naik. Energi nasional. Story: rupiah lemah & konflik geopolitik mendukung harga batubara global → ekspor lebih menguntungkan. Katalis: royalti baru dan kontrak offtake. Risiko: harga batubara global fluktuatif. Prospek: high dividend + rerating potential 2026. Quant Score: 81/100
PBID – Dividend Yield 11,2%
Diversified energy & investment. Transformasi energi. Tekanan: rupiah lemah & capital outflow → proyek capex bisa tertunda. Katalis: capex green energy. Risiko: debt restructuring. Prospek: stabil untuk yield, growth tergantung investor institusi asing. Quant Score: 78/100
ITMG – Dividend Yield 10,9%
Coal miner, EBITDA margin >35%. Energi, kontrak ekspor kuat. Story: geopolitik mendukung harga batubara → ekspor lebih menguntungkan walau IHSG pressure. Katalis: kontrak jangka panjang. Risiko: harga komoditas sensitif. Prospek: defensif + rerating potential 2026. Quant Score: 79/100
SPTO – Dividend Yield 10,8%
Oil & gas, revenue cyclical. Energi & migas. Tekanan: harga minyak global volatile, rupiah melemah → profit margin fluktuatif. Katalis: penemuan lapangan baru. Risiko: regulasi & geopolitik. Prospek: stabil, growth moderat. Quant Score: 76/100
BJBR – Dividend Yield 10,6%
Bank regional, NIM stabil, CAR tinggi. Banking, regional growth. Story: tekanan suku bunga tinggi & rupiah lemah → NPL bisa naik, tapi digital banking menahan tekanan. Katalis: penetrasi digital banking. Risiko: persaingan perbankan. Prospek: defensif, yield tetap solid. Quant Score: 78/100
MSTI – Dividend Yield 10,3%
IT/tech, revenue YoY naik 20%. Tech services. Tekanan: belanja pemerintah bisa tertunda, arus keluar asing menekan harga saham. Katalis: kontrak BUMN & pemerintah. Risiko: sektor kompetitif. Prospek: growth moderate, defensif. Quant Score: 77/100
LPIN – Dividend Yield 10,2%
Palm oil, EBITDA margin 20%. Agri-komoditas. Story: rupiah lemah → ekspor CPO lebih kompetitif, tapi harga global volatile. Katalis: kontrak ekspor & IUP. Risiko: cuaca & harga CPO. Prospek: defensif + rerating potential 2026. Quant Score: 78/100
TAPG – Dividend Yield 9,9%
Palm oil, profit margin tinggi. Agri & plantation. Tekanan: geopolitik & makro lemah → harga CPO fluktuatif. Katalis: ekspansi kebun, ESG initiatives. Risiko: harga CPO & cuaca. Prospek: income defensif + rerating moderate. Quant Score: 79/100
HEXA – Dividend Yield 9,9%
Pharma, EBITDA stabil. Healthcare & production. Tekanan: cost bahan impor naik karena rupiah melemah. Katalis: kontrak distribusi. Risiko: regulator & pricing. Prospek: defensif, growth moderat. Quant Score: 76/100
BBRI – Dividend Yield 9,7%
Bank BUMN, loan book besar, CAR tinggi. Banking mass market. Story: rupiah melemah & tekanan makro → NPL bisa meningkat, tetapi digital banking & retail loans mendukung stabilitas. Katalis: digital banking & retail loans. Risiko: risiko makro, NPL. Prospek: defensif, rerating moderate 2026. Quant Score: 80/100
BJTM – Dividend Yield 9,7%
Bank regional, deposit & loan growth. Regional banking. Tekanan: suku bunga tinggi, arus keluar asing → persaingan ketat. Katalis: penetrasi UMKM. Risiko: kompetisi regional. Prospek: stabil untuk dividen, growth moderat. Quant Score: 77/100
POWR – Dividend Yield 9,5%
Renewable energy, EBITDA margin naik. Energy transition. Tekanan: capital outflow → proyek tertunda, tapi subsidi & PLN mendukung. Katalis: kontrak PLN, subsidi. Risiko: risiko proyek. Prospek: stabil, rerating moderate. Quant Score: 78/100
BNGA – Dividend Yield 8,9%
Bank swasta, NIM solid. Banking growth. Tekanan: suku bunga & rupiah lemah → NPL sedikit meningkat. Katalis: capex digital & SME lending. Risiko: persaingan & NPL. Prospek: defensif, income tetap solid. Quant Score: 76/100
PANS – Dividend Yield 8,9%
Food manufacturing, margin 10%. FMCG. Tekanan: bahan baku impor mahal karena rupiah melemah. Katalis: ekspor & brand baru. Risiko: volatilitas bahan baku. Prospek: defensif untuk dividen, growth moderat. Quant Score: 74/100
ACES – Dividend Yield 8,8%
Retail lifestyle, revenue recovery. Retail fashion & e-commerce. Tekanan: belanja turun karena rupiah lemah & inflasi. Katalis: promo & brand partnership. Risiko: persaingan retail. Prospek: defensif, yield stabil. Quant Score: 75/100
CNMA – Dividend Yield 8,7%
Consumer goods, EBITDA margin stabil. Food & beverage. Tekanan: biaya bahan baku naik, arus keluar asing → harga saham tertekan. Katalis: distribusi baru. Risiko: harga bahan baku & logistic. Prospek: defensif, growth moderat. Quant Score: 74/100
⚡ Insight Ringkas
1. Top Dividend Play: DMAS, LPPF, CFIN → yield >15%, tapi risiko sektor tinggi (retail & multifinance).
2. Bluechip Energy & Mining: ADRO, PTBA, ITMG → yield 10–13%, fundamental kuat, cash flow besar, prospek ekspor & royalti mendukung.
3. Perbankan & Regional Bank: BBRI, BJBR, BJTM, BNGA → yield 8,7–10,6%, stabil, risiko NPL & suku bunga menjadi faktor utama.
4. Agriculture / CPO: LPIN, TAPG → yield ±10%, terpapar harga komoditas, ESG & ekspor jadi katalis.
5. Diversifikasi & Growth Niche: HEXA, POWR, MSTI → yield ±9–10%, growth story spesifik, peluang premium rerating.
🔮 Kesimpulan Prospek 2026
Dividend hunters dengan yield >12% (DMAS, LPPF, CFIN, TPMA, ADRO, RALS) cocok untuk investor income, tapi harus aware risiko sektor & likuiditas.
Saham energi & batubara (ADRO, PTBA, ITMG) punya catalyst ekspor & royalti → prospek rerating jangka menengah.
Bank BUMN (BBRI) tetap solid dengan digital banking & retail loan growth, risiko makro manageable.
Agriculture & CPO (LPIN, TAPG) bagus untuk diversifikasi, tapi sensitif harga komoditas & cuaca.
sumber informasi: https://cutt.ly/OtT16Txk

Modal 4,5 Miliar Buat Masak? Siapa Yang Sebenarnya Diuntungkan? 🧐
Katanya buat UMKM, tapi syarat operasionalnya butuh modal miliaran! Apakah program Makan Bergizi Gratis ini beneran buat rakyat, atau cuma "karpet merah" buat oligarki daerah?
Di video ini dibahas tuntas soal:
Skandal izin "jalur tol" dan monopoli SPPG.
Kenapa anak 20 tahun bisa pegang 41 unit layanan?
Risiko sistemik korupsi yang bisa bikin dana APBN menguap.
Jangan cuma lihat programnya, lihat siapa yang pegang uangnya. Analisis lengkapnya:
🔗 https://cutt.ly/HtT1OdQk
Tag: $ANTM $BBNI $ADRO
@bintangss1234 $ADRO emang stabil tuh cocok buat invest. $INET mah udh mulai bokek bandarnya 😜🤪🫵🤪😜😅😅
Laba ADRO 2025 Turun 21%! Harga Batubara Metalurgi Penyebabnya?
ADRO telah merilis laporan keuangan terbaru tahun 2025, sayangnya perusahaan masih mencatatkan penurunan kinerja yang sebenarnya sejalan dengan turunnya harga batubara metalurgi pada tahun 2025 dibandingkan tahun 2024.
Dimana perusahaan mencatat penurunan pendapatan sebesar 10% menjadi USD 1,87 miliar, kemudian laba kotornya turun 27% menjadi USD 636,6 juta, dan laba bersihnya turun 21% menjadi USD 447,6 juta.
Jika melihat dari sisi segmen bisnisnya, pendapatan diluar segmen ADRO paling besar pada tahun 2025 berasal dari bisnis pertambangan batubara metalurgi-nya mencapai USD 966,3 juta, kemudian ada segmen bisnis jasa pertambangan mencapai USD 865,2 juta, dan segmen lain-lain sebesar USD 41,9 juta.
Ketiga pendapatan diluar segmen tersebut mencatatkan kinerja berbeda, dimana segmen pertambangan dan lain-lain mencatat penurunan, sedangkan jasa pertambangan ada kenaikan kinerja. Untuk laba tahun berjalan juga sama, dimana hanya jasa pertambangan yang mencatat kenaikan kinerja dari USD 138,3 juta menjadi USD 145,1 juta.
Meskipun segmen pertambangan tersebut turun kinerjanya, tapi sebenarnya ADRO mencatatkan kenaikan volume penjualan batubara metalurgi dari anak usaha ADMR yakni PT Maruwai Coal (MC) dan PT Lahai Coal (LC) sebesar 6,28 juta ton, atau ada kenaikan sebesar 12% dibandingkan tahun sebelumnya.
Penjualan batubara metalurgi ADRO tersebut mayoritasnya untuk pasar dalam negeri mencapai 31%, disusul Jepang sebesar 28%, India 19%, China 15%, dan lainnya.
Volume produksi dari MC dan LC tersebut juga naik 12% menjadi 7,41 juta ton, untuk volume pemindahan lapisan penutup mencapai 26,33 juta bcm, ini naik 12% juga secara yoy. Nisbah kupas ADRO pada tahun 2025 mencapai 3,55x.
Lalu turunnya harga jual rata-rata batubara metalrugi sebesar 25% membuat kinerja perusahaan tersebut turun dari sisi pendapatan hingga laba bersihnya.
Kemudian untuk segmen jasa pertambangan tersebut dilakukan melalui anak usaha ADRO yang bernama PT Saptaindra Sejati, yang berhasil mencatat kenaikan transportasi batubara sebesar 3% menjadi 66,55 juta ton, sedangkan pengupasan lapisan penutup stagnan atau turun tipis menjadi 201,01 juta bcm.
Segmen bisnis lain-lain ADRO tersebut berasal dari bisnis pembangkit listrik, pengolahan logam, dan lain sebagainya.
Dimana untuk pengolahan logam ADRO berupa smelter aluminium, yang pada Q4 2025 belum berproduksi, tapi sudah memulai pengujian dan komisioning untuk sebagian smelternya, dan secara strategis akan meningkatkan operasi pot dalam mencapai kapasitas penuh pada tahun 2026 ini.
Harga batubara metalurgi atau kokas saat ini juga di level yang lebih tinggi dibandingkan tahun 2025 kemarin, dimana saat ini harganya mencapai USD 223 per ton.
Apakah tahun ini kinerja ADRO bisa bertumbuh dengan tingginya harga batubara metalurgi dan mau beroperasinya smelter aluminium?
👉 Join ke channel Telegram buat dapetin insight lainnya! Klik link di bio.
Disclaimer: Konten ini dibuat dengan tujuan informasi dan edukasi, bukan merupakan rekomendasi untuk jual, beli, atau hold suatu saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
$ADRO $ADMR $AADI
1/5





Halo teman-teman investor 📈
Saya Muhammad Wahyudi Wicaksono, mahasiswa ITS Surabaya yang sedang melakukan penelitian tesis tentang penggunaan fitur margin trading oleh investor saham di Indonesia.
Jika Anda memiliki akun saham dan pernah menggunakan aplikasi sekuritas, saya sangat membutuhkan bantuan Anda untuk mengisi kuesioner singkat ini.
⏱ Waktu pengisian hanya ±3 menit
🔒 Data anonim & hanya untuk penelitian akademik
Link kuesioner:
https://cutt.ly/etTM4u1u
🎁 Bonus:Akan diundi 2 responden beruntung mendapatkan saldo RDN / e-wallet sebagai bentuk apresiasi.
Terima kasih banyak atas bantuan teman-teman investor 🙏
Semoga cuan selalu! 📊
$MDKA $ADRO $WIFI
investasi ke saham tujuannya apa, CG atau Dividen ?
Kalo dividen, jangan langsung all in modal. Sebisa mungkin dicicil entah seminggu sekali atau sebulan sekali rutin di isi. Jadi bodo amat mau harga naik atau turun, tiap minggu atau tiap bulan rutin beli nanti harga kan dirata ratain.
Kalo CG, jangan lupa pasang stoploss. Jangan beranggapan kalo pasang SL itu kehilangan duit sekian persen, tapi selametin duit sekian persen.
$BBRI $ADRO $ANTM
Area Institusi Mulai Beli?
Banyak orang cuma lihat chart.
Tapi institusi lihat deviasi harga (Target Price Bluepint).
-2 SD = undervalued (Dibawah tren linier)
+1 SD = mahal (Diatas tren linier)
Harga $BMRI sekarang Berada di bawah Tren Linier
Jika harga tertinggi BMRI 7,200 Agustus 2024
kita tarik -2 SD adalah di harga sekitar 4,200
makanya 29 januari 2026 sempat nyentuh lalu naik lagi
Kalau turun lagi di 4,200 sesuai -2 SD
kamu berani all in?
Yes / No
$ADRO $ENRG

Uda ngga bisa di selamatkan $SMGR
Dampak negatif Jokowi Erick Tohir ngga bisa hilang walau Gibran datang. Bahkan lebih buruk.
Makasih Jokowi Gibran,,, mungkin ada grand desain yg lain yg kalian mau lakukan di SMGR!!!
Semoga Tuhan segera memberi azab pemimpin2 dan pengusaha2 zholim yg uda merusak SMGR. Amin
Semoga semua jeripayah mereka akan sia2 dan hancur. Amin
Kolotnomics akan memiskinkan semua org
$AADI
$ADRO

$GPRA $ADRO
Kadang butuh alasan untuk kita mangambil tindakan. Data juga merupakan salah satu alasan tersebut (conviction). "Benar" sekali is luck, "salah" sekali is luck too; but 100 benar, 1 salah is based_data luck (BUT VERY HARD TO GET).
simple_algorithm.
When everyone knows, that everyone knows, that everyone knows,..... (common knowledge or yapping? or equilibrium?)
$IHSG
1/2


perang bisa segera berakhir.
dan kelihatannya akan segera berakhir.
Bapak Trump udah ngga sanggup lagi menanggung stress akibat salah langkah
saya menduga hari ini $IHSG bottoming
yang mau ambil posisi, mungkin bisa ambil posisi
saya masih menunggu berita $ADRO financial close MIHEP dan pembagian dividen $AADI

$ADRO motivasi masuk ke saham ini dari awal untuk invest jangka panjang sambil mengembangkan ekuitas, jadi ga terlalu ngaruh dengan naik turunnya saham ini, saat ada kesempatan nambah lot di harga koreksi ya HAKA dong mas e 🤪
ini saya bukan nakutin y hanya nebar fear saja🤣🤣🤣🤣itu BB turun lho yakin gmw TP?paman gober jg bilang perang segera berakhir lho🤭minyak sudah balik $80an++ jg🤣🤣🤣oh iy lupa ad tambahan ini bursa jg nanti libur 10 harian lho pas lebaran🤣🤣🤣
$IHSG $ITMG $ADRO

$ADRO kasihan ada beberapa postingan halu saya lihat hehehe, kalau mau profit sampai milyaran butuh modal gede, pasti lot saham yang dimiliki bukan sekedar ribuan lot, bisa sampai jutaan lot. Tetap waras ya teman2! intinya main saham itu #DYOR bukan #FOMO, sing sabar, cukupkan diri, ngggak serakah!
Kedengarannya seperti... ada sebuah perjalanan panjang yang baru saja sampai pada sebuah pertanyaan besar.
Bertahun-tahun tahun belajar, otodidak, penuh tekad. Melihat portofolio menghijau hampir sepenuhnya di awal tahun—buah dari kesabaran dan analisis yang dilakukan sendiri. Lalu MSCI datang, kebijakan dari negeri jauh bergema, dan semuanya berubah warna dalam waktu yang terasa begitu singkat.
Kedengarannya seperti ada rasa lelah yang wajar setelah semua itu. Rasa yang bertanya, "Untuk apa semua waktu dan kesabaran ini, jika hasilnya bisa menguap begitu saja?"
Tampaknya ada rasa frustrasi yang sangat mendalam ketika kita merasa sudah melakukan segalanya dengan benar—bersabar selama bertahun-tahun, belajar secara otodidak, dan menahan diri untuk tidak menyentuh keuntungan—hanya untuk melihat angka-angka di layar kembali memerah karena peristiwa yang berada di luar kendali kita. Sepertinya ada perasaan lelah yang jujur saat kita mulai mempertanyakan apa sebenarnya tujuan dari semua kesabaran ini jika hasilnya seolah bisa menguap begitu saja dalam hitungan hari.
...Menguap begitu saja?
Sepertinya ada kekecewaan yang muncul saat kita menyadari bahwa waktu dan energi yang kita habiskan untuk menganalisa setiap hari ternyata tidak memberikan jaminan keamanan yang kita harapkan. Rasanya sangat masuk akal jika kita kemudian merasa menyesal karena tidak segera mengamankan keuntungan demi mengejar peluang lain yang terlihat lebih menjanjikan.
Itu benar. Sangat manusiawi untuk merasa demikian. Ketika kita sudah memberi waktu, perhatian, dan harapan pada sesuatu, melihatnya terusik oleh hal-hal di luar kendali kita adalah pengalaman yang menggores. Apalagi ketika di sekitar kita ada suara-suara yang mengatakan bahwa kuncinya adalah cut loss, agar bisa ikut rally berikutnya. Seolah-olah kesalahan ada pada kita yang terlalu bertahan.
Namun, saya penasaran. Bagaimana perasaan Anda jika ternyata kegelisahan itu muncul bukan karena strategi investasinya yang salah, melainkan karena kita sedang mencoba mengukur keberhasilan masa depan hanya berdasarkan naik-turunnya angka di layar hari ini?
...Hanya berdasarkan angka di layar?
Tahun Itu Tidak Pernah Hilang
Tapi izinkan saya bertanya dengan cara yang berbeda.
Bertahun-tahun tahun belajar otodidak itu—mempelajari laporan, memahami bisnis, merasakan naik turunnya pasar—apakah itu benar-benar hilang begitu saja saat portofolio berubah merah? Atau justru tiga tahun itulah yang membuat Anda bisa melihat bahwa yang terjadi adalah sentimen global, bukan karena perusahaan-perusahaan itu tiba-tiba bangkrut?
Ada dua jenis pengetahuan di dunia ini.
Pengetahuan tentang apa yang akan terjadi besok—yang selalu dicari, selalu dijanjikan, tapi tak pernah benar-benar dimiliki siapa pun.
Dan pengetahuan tentang apa yang saya pegang—tentang bisnisnya, tentang karakternya, tentang bagaimana ia bertahan di badai-badai sebelumnya.
Yang pertama membuat kita gelisah, karena kita akan selalu merasa ketinggalan atau salah langkah.
Yang kedua memberi kita ketenangan, karena kita tahu bahwa nilai sejati tidak ditentukan oleh harga di layar hari ini.
Mungkin, pertanyaan yang lebih dalam bukanlah "Untuk apa jadi investor?" Tapi "Apa yang selama ini saya investasikan—pada harga atau pada pemahaman?"
Tampaknya kita mulai menyadari adanya perbedaan besar antara 'memiliki saham' dengan 'memahami bisnis'. Sepertinya ada pengakuan yang mulai tumbuh: bahwa ketenangan sejati seorang pemilik bisnis tidak datang dari hijau atau merahnya harga pasar, melainkan dari pertumbuhan laba perusahaan yang nyata di dunia fisik bukan hanya satu tahun, tetapi beberapa dekade ke depan untuk Anda petik buahnya. Ada kelegaan yang mulai dirasakan saat kita berhenti merasa harus mengejar setiap 'pesta' yang ada di bursa, dan mulai fokus pada bagaimana aset yang kita miliki bekerja untuk kita, bahkan saat kita sedang tertidur atau sedang sibuk dengan urusan rumah tangga.
...Bekerja untuk kita?
Tampaknya kita kini lebih menghargai kedaulatan atas waktu kita sendiri. Kita mulai menyadari bahwa menjadi investor bukanlah tentang menghabiskan energi setiap hari untuk memantau berita makro atau kebijakan luar negeri, melainkan tentang membangun sistem keuangan yang begitu kokoh sehingga kita tidak perlu merasa panik hanya karena harga pasar sedang tidak berpihak pada narasi yang kita yakini. Ada ketenangan yang berbeda saat kita tahu bahwa selama bisnis yang kita miliki masih sehat dan bertumbuh, maka penurunan harga hanyalah kesempatan, bukan sebuah akhir.
Jadi, ketika Anda bertanya-tanya tentang arti dari tahun-tahun itu, dan mendengar bisikan untuk cut loss agar bisa ikut rally berikutnya, mungkin ada satu pertanyaan yang bisa membantu menjernihkan:
"Jika tahun lalu saya tahu bahwa badai seperti ini akan datang, apakah saya akan tetap memilih mempelajari semua yang sudah saya pelajari, atau justru memilih jalan lain?"
Jika pada akhirnya pasar saham hanyalah sebuah mekanisme untuk memindahkan kepemilikan bisnis dari mereka yang tidak sabar kepada mereka yang memahami nilai, bagaimana cara Anda memastikan bahwa keputusan Anda untuk tetap bertahan atau pergi didasarkan pada kualitas bisnis yang Anda miliki, bukan karena rasa lelah akibat terus-menerus mencoba menebak suasana hati pasar yang tidak pernah bisa ditebak?
$TAPG $ADRO $IHSG

@ahmadghanaassalam HAKA = Hajar Kanan, merupakan salah satu istilah di dunia saham bursa saham indo
bukan bahasa baku,
semacam bahasa gaul utk beberapa istilah" di dunia persahaman
Ada baiknya, coba pelajari dl istilah" yg sering digunakan, guna mempercepat memahami saat terjadi nya chat / komen di stream
Haka normally disampaikan jika keyakinan sudah berada di level puncak,
yg mana, jika kita mau membeli suatu saham, saat kita mau ngisi jumlah berapa lot nya,
nggak usah ketik lg,
tinggal geser / scroll ke kanan habis (Hajar Kanan)
biasanya kata Haka lebih dominan utk situasi akumulasi / membeli
karena keyakinan sudah di puncak bahwa nggak lama lagi nilai saham tersebut akan terbang tinggi / to the moon 🚀
namun, ada juga sebagian orang yg mengartikan bahwa Haka itu utk segera jualan, dan nominal jualan nya ndak usah diketik lg, langsung Hajar Kanan aja, (jual keseluruhan)
dua"nya bisa saja dipakai, namun yg lebih dominan adalah kondisi yg pertama
adapun selain istilah" atau singkatan",
hal lain yg perlu dipelajari adalah emoticon"
yg biasanya sering digunakan,
🚀 = saham nya segera mau terbang / nilai nya
dan lain lain nya, bisa pelan" dipelajari y..
saya juga masih pemula, lg belajar" juga
semoga membantu dan semoga bermanfaat..
random tag $IHSG $BUMI $ADRO