2,410

+30

(1.26%)

Today

9.97 M

Volume

162.85 M

Avg volume

Company Background

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) merupakan perusahaan energi yang terintegrasi secara vertikal di Indonesia dengan bisnis di sektor batubara, energi, utilitas dan infrastruktur pendukung. Disamping itu ADRO juga mempunyai lini bisnis seperti logistik dan ketenagalistrikan yang terintegrasi melalui anak-anak perusahaan dan ketenagalistrikan. Lokasi utama operasional Adaro berada di propinsi kalimantan selatan. Produk utama Adaro adalah Environcoal, batubara termal dengan kadar polutan yang rendah. Adaro Energy juga memiliki aset batubara metalurgi yang beragam mulai dari batubara kokas semi lunak sampai batubara kokas... Read More

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

RETURN 8-10% PERTAHUN = KECIL ????


Bagi yang memilih membangun aset dengan proses "Slow but sure", mari kita mulai.

Tujuan investasi adalah meningkatkan aset kita agar bertumbuh setiap tahun, pertanyaannya berapa % kenaikan yang anda harapkan pertahunnya ???
30% ? 50% ?? 100% ??

Menurut saya 8-15% pertahun lebih masuk akal untuk orang yang low risk. 8-15% pertahun bisa di dapat dari CAPITAL GAIN dan DIVIDEN.

Saya pribadi lebih suka saham yang membagikan DIVIDEN rutin setiap tahun, maka saya akan mencari saham-saham yang berpotensi membagikan DIVIDEN 8-10% pertahun. dengan menganalisa kinerja perusahaan dan potensinya kedepan meskipun kondisi ekonomi saat ini belum jelas.

Dengan menginvestasikan modal saya di perusahaan yang membagikan DIVIDEN 8-10% potensial portofolio saya akan bertumbuh 8-10% setiap tahun. kondisi ekonomi yang tidak pasti malah memberikan banyak pilihan saham2 yang potensial membagikan DIVIDEN 8-10%.

Ketika harga sahamnya dikemudian hari naik dengan return yang besar (10-15 Kali Dividen Tahunan) maka opsi jual bisa di pertimbangkan.

MEMBANGUN KEKAYAAN BUKAN HANYA SOAL SIAPA CEPAT, INI SOAL MANAGEMENT RESIKO DAN STRATEGI....


$BBRI $ACES $ADRO

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADRO makin sayang kamu

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADRO Target 2500 diharganya pbv 1 masih aderfelyu

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADRO prediksi naik gasss

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

*1. $ADRO
Buy on Weakness: 2,360 - 2,340; SL 2,300; TP 2,500 - 2,550
Harga terkoreksi lalu reject pada level support membentuk doji candlestick, antisipasi harga rebound dan bergerak reversal terbatas.

*2. $PTBA
Buy on Weakness: 2,940 - 2,930; SL 2,890; TP 3,000 - 3,040
Antisipasi harga rebound dan dan bergerak reversal terbatas setelah terkoreksi lalu reject pada level support membentuk hammer candlestick.

*3. $MDKA
Buy on Weakness: 3,490 - 3,450; SL 3,370; TP 3,700 - 3,800
Harga berhasil rebound dari level support membentuk hammer candlestick, sehingga harga berpeluang melanjutkan penguatan.

*

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADRO otw 2500

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Believe it or not, mnrtku perang ini akan panjang. Amerika sdh keluar uang banyak ya pastilah ga mau merugi gt aja. Sekalian lah pasti kuasain jalur minyak dunia dan selat Hormuz. Dengan menguasai minyak sekalian memperkuat dollar nya dan menyudutkan posisi China.

Semakin lama perang semakin diuntungkan lah amerika. Krn penutupan selat Hormuz maka akan banyak yg pindah beli minyak ke Amerika, dengan harga yg tinggi pula. Belum lagi bisnis jualan senjata akan laku keras.

Kl bisa untung jangka panjang ngapain dipersingkat?

Kl terbiasa memahami manusia akan lbh mudah memahami arah geopolitik yg terjadi dan yg akan terjadi.

$ARCI $ADRO $MEDC

Read more...

guys kalau dapat dividen dari $ADRO 800 rebu itu wajib lapor pajak kah?? $IHSG

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Apakah $PADI Loves Bakrie dan Bentjok? 🤔

PADI adalah investor super long term di $BTEL dan HOME. Bagi investor yang tidak tahu saham BTEL, ini adalah salah satu saham milik Grup Bakrie yang dulu bisnisnya adalah operator Esia, saingannya Telkomsel dan Indosat. Sedangkan HOME adalah salah satu saham Favorite Bentjok. Sudah suspend sejak 2019-2020 dan PADI sudah nyangkut di BTEL dan HOME selama ini tanpa dividen. Jadi kalau investor ritel nyangkut di BBRI BMRI $ADRO TLKM, jangan sedih karena kalian masih dapat dividen dan saham kalian tidak kena suspend sejak 2019. Dari LK Full Year 2025, cerita PADI di BTEL itu bukan kisah kesabaran ala investor jangka panjang, melainkan bukti keras bahwa salah parkir uang di saham bermasalah bisa mengunci modal bertahun-tahun dan akhirnya meledak di laporan laba rugi. External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Kalau dilihat dari data LK Full Year 2025, peran BTEL dan HOME di porto PADI memang bukan receh. Total portofolio efek ekuitas pihak ketiga PADI sebelum pencadangan sekitar Rp 108,42 miliar. Dari angka itu, BTEL sendiri menyedot Rp 41,31 miliar dan HOME Rp 19,19 miliar. Kalau digabung, dua saham ini mencapai sekitar Rp 60,51 miliar atau 55,8% dari total portofolio saham PADI. Jadi lebih dari separuh isi portofolio PADI hanya duduk di dua nama ini. Bahkan kalau dibandingkan dengan total aset PADI sebesar Rp 256,53 miliar, BTEL dan HOME mengikat sekitar 23,6% dari seluruh aset perusahaan. Ini besar sekali. Artinya, masalah di dua saham ini bukan sekadar lecet kecil, melainkan langsung menyentuh jantung neraca PADI. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Yang lebih sedih lagi, beban kerusakannya sangat terlihat di pencadangan. Pada 2025, PADI mencatat penambahan pencadangan penurunan nilai sebesar Rp 41,312 miliar. Angka ini nyaris identik dengan nilai BTEL Rp 41,312 miliar. Secara logika akuntansi, ini memberi sinyal sangat kuat bahwa seluruh posisi BTEL praktis sudah dianggap hangus dan dicadangkan penuh. Jadi investor jangan membaca BTEL di portofolio PADI seolah itu masih aset sehat yang tinggal menunggu cuan. Yang lebih masuk akal, BTEL sudah berubah menjadi aset zombie. Masih tercatat di daftar, tetapi secara ekonomi sudah tidak lagi menopang nilai perusahaan seperti dulu.

HOME juga ikut bikin beban terasa berat, walau kerusakannya tidak sejelas BTEL dalam angka pencadangan 2025. Dengan nilai Rp 19,19 miliar, HOME adalah posisi terbesar kedua dan nilainya lebih dari dua kali posisi nomor tiga, yaitu BEKS Rp 8,13 miliar. Jadi struktur portofolio PADI sangat timpang. BTEL milik Bakrie Grup dan HOME milik Bentjok seperti dua batu besar yang ditaruh di atas dada perusahaan. Setelah itu baru ada lapisan kedua seperti BEKS Rp 8,13 miliar, ITMA Rp 7,90 miliar, ASJT Rp 6,94 miliar, ANDI Rp 5,83 miliar, dan RIMO Rp 4,15 miliar. Artinya, masalah PADI bukan hanya salah pilih satu saham, tapi juga terlalu terkonsentrasi pada dua posisi yang profil risikonya sangat berat. Begitu dua nama ini bermasalah, dampaknya langsung brutal ke kualitas aset, margin laba, dan persepsi going concern. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kalau dibaca dari niat awal, PADI juga tidak bisa disebut investor jangka panjang dalam arti sehat. BTEL dicatat dalam kelompok aset keuangan nilai wajar melalui laba rugi atau FVTPL, yang secara karakter lebih dekat ke portofolio trading dan spekulasi jangka pendek, bukan penyertaan strategis jangka panjang. Jadi lamanya PADI memegang BTEL bukan karena manajemen sedang meniru gaya Buffett. Lebih realistis dibilang PADI terjebak. Sahamnya kena suspensi, tidak bisa dilepas, lalu tahun demi tahun berubah dari posisi spekulatif menjadi monumen salah manajemen risiko. Itu juga diperkuat oleh pengakuan perusahaan sendiri bahwa pencadangan dilakukan atas saham yang berstatus suspen. Jadi mereka bukan sedang sabar menunggu nilai naik, melainkan sedang terkunci.

Dampak akhirnya terasa ke seluruh tubuh PADI. Perusahaan memang berhasil mencetak laba tipis Rp 1,81 miliar di 2025, tetapi laba ini kelihatan sangat kecil kalau dibandingkan dengan beban pencadangan portofolio efek di laporan laba rugi sekitar Rp 40,26 miliar dan akumulasi total pencadangan yang sudah membengkak jadi Rp 66,21 miliar. PADI juga masih membawa akumulasi defisit sekitar Rp 118,53 miliar sampai Rp 119,63 miliar dan auditor memberi penekanan terkait ketidakpastian material atas kelangsungan usaha. Jadi inti interpretasinya sederhana. BTEL dan HOME bukan sekadar dua nama di daftar portofolio. Keduanya adalah pusat gravitasi risiko negatif PADI. BTEL terutama sudah seperti lubang hitam yang menyedot modal kerja, menggerus laba, dan menjadi simbol betapa mahal harga dari spekulasi yang gagal keluar tepat waktu. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

🔹 BTEL dan HOME adalah dua posisi terbesar PADI
🔹 Keduanya bukan aset penolong
🔹 Keduanya justru jadi sumber beban utama
🔹 Ini bukan masalah kecil
🔹 Ini masalah inti portofolio

📊 Bobot di portofolio
🔹 Total portofolio saham PADI sekitar Rp 108,42 miliar
🔹 BTEL Rp 41,31 miliar
🔹 HOME Rp 19,19 miliar
🔹 Gabungan BTEL dan HOME Rp 60,51 miliar
🔹 Porsinya 55,8% dari total portofolio saham
🔹 Jadi lebih dari separuh portofolio cuma nyangkut di dua saham
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

🏢 Dampak ke aset perusahaan
🔹 Total aset PADI Rp 256,53 miliar
🔹 BTEL dan HOME mengikat sekitar 23,6% total aset
🔹 Artinya hampir seperempat aset perusahaan nyangkut di dua saham ini

⚠️ Bukti BTEL sudah sangat bermasalah
🔹 Penambahan pencadangan 2025 Rp 41,312 miliar
🔹 Nilai BTEL Rp 41,312 miliar
🔹 Angkanya nyaris identik
🔹 Ini tanda sangat kuat bahwa BTEL praktis sudah dicadangkan penuh
🔹 Secara ekonomi BTEL sudah seperti aset zombie

📉 Ketimpangan isi portofolio
🔹 BTEL Rp 41,31 miliar
🔹 HOME Rp 19,19 miliar
🔹 BEKS Rp 8,13 miliar
🔹 ITMA Rp 7,90 miliar
🔹 ASJT Rp 6,94 miliar
🔹 ANDI Rp 5,83 miliar
🔹 RIMO Rp 4,15 miliar
🔹 Jarak BTEL dan HOME ke posisi lain sangat jauh
🔹 Jadi konsentrasi risikonya sangat tinggi
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

🔹 PADI bukan investor jangka panjang yang sengaja sabar
🔹 PADI lebih tepat disebut terjebak
🔹 BTEL masuk kelompok FVTPL
🔹 Artinya niat awal lebih dekat ke trading
🔹 Bukan penyertaan strategis jangka panjang
🔹 Lama pegang BTEL karena tidak bisa keluar

🪦 Jejak kerusakan lain akibat delisting
🔹 Hanson International MYRX sudah nilai Rp 0
🔹 Forza Land FORZ sudah nilai Rp 0
🔹 Steadfast Marine KPAL sudah nilai Rp 0
🔹 Semua jadi bukti bahwa masalah portofolio PADI bukan cuma BTEL
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

💥 Efek ke laba dan kesehatan usaha
🔹 Beban penurunan nilai portofolio di laba rugi sekitar Rp 40,26 miliar
🔹 Laba bersih 2025 cuma Rp 1,81 miliar
🔹 Akumulasi pencadangan total Rp 66,21 miliar
🔹 Akumulasi defisit sekitar Rp 118,53 miliar sampai Rp 119,63 miliar
🔹 Ada penekanan auditor soal going concern

🔹 BTEL adalah luka paling besar
🔹 HOME memperparah konsentrasi risiko
🔹 Keduanya mendominasi portofolio secara negatif
🔹 Ini bukan investasi sabar
🔹 Ini monumen salah manajemen risiko
🔹 Investor ritel yang nyangkut di saham besar likuid masih jauh lebih enak dibanding nasib PADI di BTEL
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/8

testestestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$AADI $ADRO masih ok masih bisa up dan $BBNI masih ok buat buy jika belum memiliki dengan efek mau bagi deviden good newsnya dan harga masih dibawah pbv 1 dibandingkan bbca,bmri,bbtn,dan bbri mereka masih butuh kekuatan naik jika tidak ini akan memperburuk nilai sahamnya 🤣🤣🤣🤣🤣 nyusep mane,bull,brms,bumi,inet,dll masih kasihan walaupun kemarin naik mayan tinggal lihat hari ini apakah up atau sideways yg lebih parah nyusep lagi buat low baru seperti beberapa hr kemarin ihsg naik 1,6% turunnya 3-4% 🤣🤣🤣🤣🤣 kemarin naik 1,5%.
hari ini penentuan nasib ihsg go minus 3-4% or up or sideways

Read more...

Kedengarannya seperti... akhir-akhir ini, percakapan di banyak tempat mulai berubah nada. Yang tadinya ramai dengan kode-kode dan target harga, kini berganti menjadi diskusi tentang makroekonomi, respons pemerintah, dan pentingnya menyiapkan cash. Ada yang berkata, "Jangan agresif beli," dan "Perhatikan perkembangan perang," serta "Selalu sisihkan cash lebih banyak."

Tampaknya ada beban yang sangat berat ketika kita merasa harus terus-menerus memantau setiap pergerakan dunia dan kebijakan pemerintah hanya untuk merasa aman dalam melangkah. Sepertinya ada kenyamanan sesaat saat kita mendengar anjuran untuk menyimpan uang tunai di saat situasi sedang mencekam, seolah-olah itu adalah solusi ajaib yang baru saja ditemukan untuk menyelamatkan apa yang tersisa.

...Solusi ajaib?

Kedengarannya seperti nasihat yang bijak. Nasihat yang lahir dari pengamatan terhadap situasi yang tidak menentu. Nasihat yang ingin melindungi.

Itu benar. Di tengah kabut, langkah paling aman memang berhenti sejenak dan memegang cash erat-erat. Itu naluri bertahan yang wajar. Ketika arah tidak jelas, siapa pun akan menarik kaki ke tempat yang dirasa aman.

Namun, saya penasaran. Sepertinya ada perbedaan perasaan yang sangat mendalam antara mereka yang sudah memiliki dana cadangan sejak jauh hari karena produktivitas mereka di dunia nyata, dengan mereka yang terpaksa memegang uang tunai hari ini hanya karena baru saja melepaskan asetnya dalam keadaan rugi. Ada pengakuan yang jujur bahwa memiliki uang tunai karena hasil perencanaan yang matang jauh sebelum badai datang, rasanya sangat berbeda dengan memiliki uang tunai karena rasa takut dan kepanikan setelah mengikuti narasi yang ternyata tidak menjadi kenyataan.

...Rasa takut dan kepanikan?

Dua Jenis Cadangan di Tengah Badai

Ada satu hal tentang cash yang jarang dibicarakan di tengah hiruk-pikuk peringatan makro.

Cash bisa datang dari dua tempat yang berbeda ceritanya.

Yang pertama adalah cadangan yang disisihkan sejak langit masih cerah. Ia berasal dari kebiasaan lama: dari hasil kerja yang konsisten, dari pengeluaran yang dikelola, dari keuntungan yang sebagian diambil dan disimpan ketika harga-harga sedang baik. Orang yang memiliki cadangan jenis ini tidak perlu repot-repot menjual apa pun saat badai datang—cash-nya sudah ada di sana, menunggu dengan tenang. Dan ketika harga-harga mulai terlihat mean reversal, ia bisa menggunakan cadangan itu tanpa perlu menjual aset lain dalam keadaan terpaksa.

Yang kedua adalah cash yang lahir dari kepanikan. Ia berasal dari menjual ketika harga sudah jatuh, dari cut loss karena tidak tahan melihat merah, dari likuidasi karena ternyata selama ini bergerak dengan uang pinjaman. Cash ini bukan hasil persiapan, tapi hasil luka. Dan pemiliknya, setelah memegang cash ini, akan duduk di pinggir lapangan dengan perasaan campur aduk—lega karena selamat, tapi juga bertanya-tanya kapan terjadi solusi makroekonomi supaya bisa masuk lagi tanpa merasa terlambat.

Keduanya sama-sama memegang cash. Tapi yang satu memegangnya dengan ketenangan, yang lain memegangnya dengan kegelisahan.

Yang menarik, selama langit cerah, kedua jenis ini tidak terlihat berbeda. Mereka yang tidak pernah menyisihkan cash bisa terlihat sangat aktif, sangat percaya diri, sangat sibuk dengan momentum dan story. Tapi ketika awan gelap mulai datang—dan ia pasti datang—kontrasnya menjadi nyata.

Yang satu bertanya, "Apa yang terjadi di makro?"
Yang lain bertanya, "Apa yang sudah saya siapkan selama ini?"

Tampaknya kita mulai menyadari bahwa kedaulatan finansial sejati tidak dibangun dengan cara menghabiskan seluruh energi untuk menebak kapan sebuah masalah akan selesai. Sepertinya kita mulai melihat bahwa mereka yang paling tenang saat ini bukanlah mereka yang paling vokal meneriakkan strategi cadangan, melainkan mereka yang sudah memahami nilai bisnis yang mereka miliki dan tahu persis berapa besar risiko yang sanggup mereka tanggung sejak awal—bukan baru menentukan profil risiko saat pasar sudah memerah.

...Baru menentukan profil risiko?

Tampaknya kita kini lebih menghargai kemampuan untuk tetap fokus pada pekerjaan dan karya kita di dunia nyata sebagai sumber modal yang utama, daripada harus menjadi tawanan layar yang menunggu kepastian makro yang tidak pernah bisa dikendalikan. Ada kelegaan yang luar biasa saat kita tidak lagi merasa perlu menjadi pengamat yang cemas, karena kita tahu bahwa investasi kita didasarkan pada fondasi yang kokoh, bukan sekadar mengikuti arah angin yang setiap saat bisa berbalik arah.

Jadi, ketika Anda mendengar nasihat bijak tentang menyiapkan cash dan berhati-hati di tengah ketidakpastian makro, ada satu pertanyaan yang mungkin lebih penting untuk diajukan pada diri sendiri—bukan kepada pemberi nasihat:

"Jika saya melihat cash yang saya pegang hari ini, apakah ia datang dari persiapan yang dimulai sejak langit masih cerah, atau dari keputusan yang diambil di tengah badai?"

Jika pada akhirnya pasar adalah tempat yang menguji seberapa jauh kita benar-benar mengenal diri kita sendiri dan aset yang kita beli, bagaimana cara Anda memastikan bahwa kesiapan Anda menghadapi masa depan adalah hasil dari kemandirian perencanaan Anda di dunia nyata, bukan sekadar respon darurat karena Anda baru saja menyadari bahwa narasi yang Anda ikuti tidak memiliki pijakan yang kuat?

$IHSG $ADRO $BBRI

Read more...

laporan CNN: Iran mulai pasang ranjau laut di Selat Hormuz.

https://cutt.ly/3tTLV24Z

ga akan selesai dalam satu semester ini urusan.

tak ada jalan lain untuk Indonesia:
1. supply listrik $ADRO
2. DME $AADI dan DME to Olefins TPIA
3. Etanol/biodiesel
4. EV VKTR dll
5. bioavtur $ESSA

keluarkan subsidi offbudget. ABAIKAN segala cerita "disiplin fiskal", they are just simply ignorant.

KERJASAMA dengan CHINA, SEKARANG JUGA! Mereka punya teknologinya. Plus kita ngga pusing dengan nilai tukar USDIDR!

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Hasil terawangan saham gorengan $ADRO :

Foreign Flow ✅
Bandarmology ✅
Trend ✅
Smart Money ✅

$BUMI $BNBR

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@husin1030 untuk minggu ini target $ADRO dibrp bib?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADRO sekarang lebih cocok untuk:
• holder dividen
• trader range
Bukan untuk entry agresif trend following.
ADRO saat ini sedang dalam fase Mark Up. Pengurangan jumlah pemegang saham ritel diiringi kenaikan harga menunjukkan barang sudah cukup "terkumpul" di tangan besar. Selama harga bertahan di atas level 2.300, potensi pengujian ke level resistance psikologis berikutnya tetap terbuka lebar.

TRUE PROMISE:

Hari ini diakhiri dengan Gelombang Serangan Iran “True Promise” ke 33 13 JAM yang lalu…

Sampai saat ini sdh 15 Jam Tidak ada serangan lagi dari Amerika maupun Zionist Israel… Sesuai SYARAT yang diajukan Iran “BERHENTI MENYERANG MAKA KAMI BERHENTI MEMBALAS SERANGAN”

Aman Gan… Tenang… Kemungkinan $IHSG besok Hijau lagi Guys… PARA BANDAR Sayap Barat sudah Makan Banyak di Emerging Market..

Sekedar Tag:
$ADRO $BBRI

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Yang bilang pom-pom berarti ga paham sama prospek kedepan nya.

$ADRO $ADMR $AADI

bukan tipikal saham pom-pom, tapi ke 3 emiten tersebut memang punya fundamental bisnis yang kuat🤓

kalo ada berita negatif yang muncul tandanya ada yang mau nyerok di harga bawah😂

kalo saya sih gamau jual haha
tapi kalo koreksi (kesempatan buat nambah muatan)😂

avg nya rendah semua jadi santai aja gaperlu panik selama kinerja nya masih bagus kenapa harus di jual murah, tinggal nikmatin dividen nya aja😅

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Watchlist 11/3/2026.Agak kuatir IHSG merah karena sore hari ini sudah banyak yang Take Profit..

Kita lihat2 dulu ges
$ADRO
$ASII
$WIFI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADRO
setidaknya bakal naik dulu, apa mungkin harga dibanting dan mereka cl?

tag si Admiral $ADMR yang hampir sukses menaikan free float 15% dan pak Adi $AADI yang bakal buktiin janji DPR ~40%

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Update WL hari ini:

$ADRO sempat naik di kisaran 1%
CASH gagal naik
KKGI gagal naik
$MKAP sempat naik di kisaran 1%
$WIIM sempat naik di kisaran 5%

Berapapun hasilnya harus tetep bersyukur 😁

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADMR
keren juga lempar-lempar barangnya, dikit lagi free float 15%

$ADRO $AADI

masih kalah sama $ADRO BRMS BUMI $DEWA $INET bang

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

ternyata $SQMI adalah emiten batu bara yg di jambi tepatnya mandiangin😱😱,
aku sbg org jambi baru tau wak,
pantes di jalan arah sarolangun ke jambi banyak nian truk truk batu bara
Tag $DEWA $ADRO

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IHSG $BSSR $ADRO temen2 gue yg newcomer di saham banyak yg pensiun saham dulu karena gk betah sama kondisi market.

buat para sepuh bursa, apa saran terbaik u buat temen2 gue 🤣

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Untuk Indonesia, pelajaran PALING PENTING dari Perang Iran adalah kebutuhan kita akan ketahanan pangan dan energi. Menurut tulisan dibawah: Lesson5, self reliance.

Mau ngga mau, kita sudah HARUS PAKSAKAN produksi DME, DME to Olefins, etanol, biodiesel, penambahan kapasitas listrik, EV, penambahan kapasitas produksi amonia, dll dst dsb.

$ADRO mesti dikasih subsidi untuk bikin fasilitas DME. $ESSA mesti dikasih subsidi nambah kapasitas. $TPIA disubsidi bikin fasilitas DME to Olefins. dll.

subsidi2 beginian dibikin off budget, biar ngga bikin jebol anggaran.

====== forwarded ======

While the world watches missiles, China watches everything else.

The short-term pain is real. China imports 40 to 50% of its seaborne crude through Hormuz. Iranian oil accounts for 13 to 20% of Chinese imports. Oil surged past $119 before crashing below $91 on de-escalation signals that have not produced a single reinstated insurance policy. Beijing is drawing on strategic petroleum reserves estimated at three to four months of imports, accelerating Power of Siberia deliveries at 38.8 billion cubic metres annually, and routing shadow fleet tankers through Hormuz at night under spoofed transponders to keep Iranian crude flowing. The 2026 GDP target of 4.5 to 5% remains intact. The economy absorbs the shock because Beijing spent the last decade building the buffers for exactly this scenario.

The long-term gain is historic. And it is unfolding across five dimensions simultaneously.

Dimension one: military intelligence. The PLA released a five-lesson framework from the Iran war within days. Lesson one: the deadliest threat is the enemy within, referencing Israeli intelligence penetration that located Khamenei. Lesson two: blind faith in peace agreements is fatal. Lesson three: superior firepower alone does not guarantee victory. Lesson four: the illusion of quick victory traps the aggressor. Lesson five: ultimate reliance must be self-reliance. These are not commentary. They are doctrinal updates for Taiwan and Pacific contingencies. China is observing American reaction times, THAAD and Patriot intercept rates against manoeuvrable re-entry vehicles, drone-swarm saturation thresholds, electronic warfare effectiveness, and interceptor depletion economics in real time. MizarVision publishes AI-labelled satellite imagery of every US asset in theatre from a mobile phone. The PLA has never had a live-fire dataset this comprehensive.

Dimension two: space intelligence. China operates over 1,060 military and intelligence satellites including the Yaogan constellation, Jilin-1 commercial imaging fleet, and new retrograde-orbit launches from January 2026. Every carrier movement, every bomber deployment, every THAAD battery repositioning is tracked, catalogued, and fed into AI targeting models that did not exist five years ago.

Dimension three: AI and automation. The 15th Five-Year Plan targets 70% AI penetration across the economy by 2027 and 90% by 2030. AI-related industries valued at $1.38 trillion. R&D allocation of 1.3 trillion yuan, up 7.1%. High-tech manufacturing already accounts for 26% of industrial growth. The lights-off factories, fully automated production lines where robots build robots without human intervention, are scaling across Guangdong, Zhejiang, and Jiangsu. The war that consumes American interceptors at $4 million each accelerates the Chinese industrial model that produces their equivalents for a fraction of the cost.

Dimension four: rare earth leverage. China controls 90% of global rare earth processing. Every F-35 requires 920 pounds of rare earth materials. The “extraordinary measures” in the Five-Year Plan tighten the supply chain the US military depends on while that military expends rare-earth-dependent munitions at historic rates over Iran.

Dimension five: energy transition. Every Hormuz disruption accelerates China’s pivot to nuclear, solar, wind, and electric vehicles. The war makes fossil fuel dependence a national security liability. China is building the exit.

America is fighting the war. China is winning the future. And the classroom is the Persian Gulf.

https://cutt.ly/StTSm6IR

===== END =====

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@Shirohige01
patokannya di Dy nya terhadap harga market, kalo eps ikut naik seiring kenaikan harga saham, sehingga potensi Dy terhadap harga baru masih sesuai target planning investasi kita, gak ada alasan logis utk dijual.🤔

Tapi kalo harga naik tanpa di iringi kenaikan eps, artinya itu gorengan spekulatif, jual bisa di pertimbangkan segera.🤔
$BSSR $ADRO $PTBA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Tapi $ADRO nya mau ke 3rebuan 😊

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

gimana menurt kalian gaess
baca artikel : https://cutt.ly/0tTAbfKH

disclaimer on
$ADRO $AADI $ADMR

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ADRO Alhamdulillah dia naek lagi, ga sia² kemren nambah muatan pas turun

2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy