


Volume
Avg volume
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) merupakan perusahaan energi yang terintegrasi secara vertikal di Indonesia dengan bisnis di sektor batubara, energi, utilitas dan infrastruktur pendukung. Disamping itu ADRO juga mempunyai lini bisnis seperti logistik dan ketenagalistrikan yang terintegrasi melalui anak-anak perusahaan dan ketenagalistrikan. Lokasi utama operasional Adaro berada di propinsi kalimantan selatan. Produk utama Adaro adalah Environcoal, batubara termal dengan kadar polutan yang rendah. Adaro Energy juga memiliki aset batubara metalurgi yang beragam mulai dari batubara kokas semi lunak sampai batubara kokas... Read More
$ADRO Terlihat menarik untuk di swing dengan potensi upside sampai dengan 40% , bisa dengan TP bertahap juga. Resiko juga cukup rendah dibanding potensi upsidenya, broksum juga mendukung dengan mulainya akumulasi dari asing/institusi, apalagi nanti kalau partisipasi retail sudah tinggi, seharusnya dalam waktu dekat akan bergerak cepat, gw sendiri sudah entry di harga 2,000.
Momentum up ,break keltner channel 2.25
RSI divergence
Inverted head and shoulder
Volume jump
banyak checklist teknikal yang menandakan bullish reversal π

Mantap Analisa Kohhπ π
Link ---> https://cutt.ly/qrNri5Yc π
$ADRO $CDIA $RLCO

Mantap Analisa Kohhπ π
Link ---> https://cutt.ly/qrNri5Yc π
$ADRO $CDIA $PJHB

Mantap Analisa Kohhπ π
Link ---> https://cutt.ly/qrNri5Yc π
$BUMI $ADRO $RLCO

$ANTM Seharusnya ANTM bakal untung banyak sih,
kenapa bakal untung?? karena Chart mendukung + isu nikel & geopolitik, bukan ajakan jual beli ya guys
Random tag $IHSG $ADRO

$ADRO $ADMR
senin ngegas lagi π
https://cutt.ly/QtjgGACV
$ADRO Untuk masuk MSCI Global standard, berapa kenaikan harga ADRO, jika likuiditas dan free float tetap seperti kondisi sekarang
Asumsi tetap (sesuai kondisi ADRO saat ini)
Free float: 30% (tetap)
Likuiditas: setara Β±120β130 juta saham/hari (tetap)
Jumlah saham beredar: Β± 31,99 miliar
Kurs asumsi: Rp15.500 / USD
Target: MSCI Emerging Markets Standard (aman, bukan borderline)
1οΈβ£ Ambang MSCI yang harus ditembus (kunci utama)
Dengan free float hanya 30%, MSCI akan sangat fokus ke:
Free-Float Adjusted Market Cap (FFMC)
Ambang praktis MSCI EM Standard:
Borderline: USD ~3,0 miliar
Aman: USD ~4,0β4,5 miliar
Karena float kecil, kita pakai target AMAN = USD 4,5 miliar
2οΈβ£ Hitung harga saham yang dibutuhkan
Target FFMC = USD 4,5 miliar Γ 15.500
β Rp 69,75 triliun
Saham free float = 31,99 miliar Γ 30%
β 9,597 miliar saham
Cek likuiditas pada harga tersebut
Jika:
Harga = Rp 7.250
Volume = 125 juta saham/hari
Nilai transaksi harian:
β Rp 906 miliar / hari
Nilai transaksi tahunan (Β±250 hari):
β Rp 226 triliun / tahun
ATVR:
226 Γ· 69,75 β 3,2Γ (320%)
Jauh di atas syarat MSCI (15%) β likuiditas LULUS
Jadi jawabannya: BERAPA KENAIKAN HARGA? Yaitu :
+230% sampai +260%
β 3,3β3,6 kali dari harga sekarang
Satu-satunya cara masuk MSCI adalah lewat KENAIKAN HARGA BESAR. Yaitu :
Rp 7.000β7.500 β aman MSCI
@bebankeluarga12 jarang ada emiten yg bilang nya buyback tapi tidak di realisasikan, kalo grup adro mereka bilang buyback $ADRO 4T tapi sudah di realisasikan sebesar 3T (kalo narik data selama 1 tahun) berarti masih ada 1T lagi, saya menilai management nya jujur itu karena dari situ sangat terbuka.
$ADRO itu ga kaya emiten lain, meskipun dia udah spin-off dari $AADI tapi semua grup adaro termasuk juga $ADMR saat ini management nya jujur dan pinter nyetak uang.
waktu itu sempet muncul berita korupsi tentang grup adaro (karena smart money mau masuk di harga rendah) tujuan nya untuk di hold longterm.
Menari di Atas Puing Geopolitik
Dunia sedang tidak waras dan harga $XAU adalah buktinya. Melihat harganya yang melonjak melewati angka empat ribu empat ratus dolar per troy ounce rasanya seperti melihat alarm kebakaran yang terus berbunyi tanpa henti. Semua orang mendadak ketakutan gara gara Amerika mulai main tangan di Venezuela awal Januari ini yang bikin pasar minyak panas dingin. Tapi anehnya saat saya membaca laporan ekonomi terbaru kita seolah sedang berada di dimensi lain yang tenang dan penuh optimisme. Ada angka pertumbuhan lima koma empat persen yang dipajang dengan sangat percaya diri untuk tahun dua ribu dua puluh enam ini. Rasanya seperti sedang menonton tetangga bertengkar hebat di luar sana sementara kita sendiri sibuk merapikan taman depan rumah dengan harapan tidak ada pot yang pecah kena lemparan batu.
Saya agak sulit mencerna bagaimana kita bisa begitu yakin dengan angka pertumbuhan setinggi itu saat Tiongkok yang merupakan pelanggan terbesar kita sedang lesu parah. Ekspor kita ke sana merosot tujuh persen lebih dan harga komoditas andalan seperti sawit atau batu bara juga sedang tidak baik baik saja dengan penurunan belasan persen. Narasi tentang surplus perdagangan yang sudah bertahan enam puluh tujuh bulan berturut turut itu sebenarnya punya sisi gelap yang jarang dibahas secara jujur. Kita terlihat surplus bukan karena jualan kita sedang hebat tapi karena kita sedang ngerem belanja barang dari luar. Ini seperti merasa tabungan aman hanya karena kita berhenti jajan padahal pendapatan pokok kita sebenarnya sedang dipotong oleh keadaan. Ada bias narasi yang coba dijual bahwa kita baik baik saja padahal kita hanya sedang bertahan dengan cara yang sangat pasif.
Lalu ada urusan inflasi yang dipatok di angka dua koma enam persen tahun ini. Kedengarannya memang manis di telinga tapi kalau kalian sering mampir ke minimarket atau bayar tagihan bulanan pasti tahu ada yang tidak sinkron antara angka statistik dengan kenyataan di rak toko. Kenaikan harga bensin nonsubsidi dan biaya perawatan diri pelan pelan mulai menggerus daya beli yang sebenarnya sudah terasa pas pasan sejak akhir tahun lalu. Bank Indonesia memang masih berusaha menahan suku bunga di angka empat koma tujuh puluh lima persen supaya Rupiah tidak makin babak belur melewati angka enam belas ribu per dolar Amerika. Ini adalah upaya mati matian menjaga wajah ekonomi kita tetap terlihat cantik di mata investor asing saat dunia luar sedang penuh asap dan ketidakpastian.
Hal yang paling menggelitik adalah bagaimana kita melihat krisis di Venezuela ini sebagai peluang terselubung. Jika Amerika berhasil mempercepat produksi minyak di sana mungkin harga energi global bisa melandai dan beban subsidi kita berkurang di masa depan. Tapi itu adalah sebuah kemungkinan yang sangat besar risikonya. Untuk saat ini satu satunya hal yang membuat saya sedikit lega adalah melihat angka impor barang modal yang naik hampir tiga puluh persen. Setidaknya masih ada pengusaha yang cukup berani beli mesin baru dan berharap pabrik mereka tetap berputar meskipun permintaan dari luar negeri sedang suram. Ini adalah taruhan besar pada konsumsi domestik yang selama ini selalu jadi penyelamat kita di saat saat genting.
Intinya semua ini soal seberapa kuat kita bisa menahan napas di bawah tekanan global. Kita sedang mencoba menjadi pulau stabilitas di tengah samudera yang sedang mengamuk hebat. Apakah kita benar benar kuat atau hanya sedang beruntung karena badainya belum sampai ke sini adalah pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh waktu. Pasar mungkin bisa dibumbui dengan narasi manis dan angka proyeksi yang memukau tapi realitas ekonomi tidak pernah bisa dibohongi selamanya. Kita tinggal menunggu apakah stabilitas ini akan bertahan sampai perayaan Imlek dan Lebaran nanti atau kita harus mulai bersiap dengan skenario yang lebih pahit saat peluru geopolitik benar benar mulai menghantam fondasi ekonomi kita secara langsung.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
$ADRO $BMRI
$ADRO buat holder setia, tp yg baru mlai alias newbie, yg pngen kaya mendadak skrng lah waktuβa, bursa bkn cm adro,admr atau gcg markotop.
maen2lah kluar agar naluri kalian sbgai pemburu cuan hidupπ
, jangan takut selama β ada kamiβπ€£
Ai ksih clue, para demit zombie pda bangkit dr kubur, sejak tahn kmrn,
$ITMG $PTBA $ADRO
Sektor batubara yang selama ini menjadi pendapatan negara dan favorit para investor dividen tampaknya akan menghadapi ujian berat di tahun 2026. Berdasarkan analisis variabel makro dan kebijakan terbaru, kita perlu waspada terhadap potensi "nyungsep"-nya harga komoditas ini.
Berikut adalah analisis mengenai 7 tantangan utama yang akan menekan emiten batubara di tahun 2026:
1. Fenomena Over-Supply & Permintaan Stagnan
Data menunjukkan bahwa permintaan dari negara importir utama seperti India dan China cenderung stagnan (hanya tumbuh sekitar 0,5%). Hal ini diperparah dengan kebijakan China dan India yang mulai masif membuka cadangan domestik mereka sendiri. Ketika produksi dalam negeri mereka meningkat, kebutuhan impor dari Indonesia akan terkikis, menciptakan kondisi oversupply global yang menekan harga.
2. Beban Domestik (DMO) yang Mengunci Margin
Kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) mewajibkan pengusaha menjual batubara ke PLN/industri lokal dengan harga diskon (dipatok sekitar $70/ton), jauh di bawah harga pasar internasional. Ini adalah dilema; bagi konsumen listrik ini kabar baik, namun bagi profitabilitas emiten, ini adalah "jangkar" yang menahan pertumbuhan laba.
3. Kenaikan Biaya Produksi (OpEx)
Tahun 2026 diprediksi akan menjadi tahun dengan biaya operasional tertinggi bagi kontraktor tambang:
Implementasi B50: Transisi ke bahan bakar B50 akan meningkatkan biaya pemeliharaan mesin alat berat secara signifikan (filter solar, modifikasi mesin, dan maintenance rutin).
Inflasi Upah: Tekanan kenaikan UMR secara nasional akan menambah beban biaya tenaga kerja.
4. Tekanan Kebijakan: Bea Keluar 5%
Rencana pemberlakuan bea keluar sebesar 5% menjadi risiko nyata. Dampaknya akan sangat variatif:
Emiten dengan porsi ekspor besar (seperti ITMG) diprediksi akan mengalami tekanan pendapatan hingga sepertiganya.
Emiten berorientasi domestik (seperti PTBA) mungkin lebih resilient, namun tetap terdampak secara keseluruhan sentimen sektor.
5. Pengetatan Devisa Hasil Ekspor (DHE)
Aturan yang mewajibkan DHE ditahan 100% di perbankan dalam negeri (Bank Himbara) menciptakan tantangan likuiditas bagi perusahaan. Selisih bunga pinjaman yang lebih tinggi dibanding bunga simpanan DHE berpotensi menciptakan beban bunga neto yang merugikan perusahaan.
6. Krisis Logistik & Larangan Jalan Umum
Tantangan di lapangan semakin kompleks:
Regulasi Daerah: Tren pelarangan truk batubara melintasi jalan umum memaksa perusahaan membangun infrastruktur hauling sendiri yang mahal.
Faktor Alam: Pendangkalan sungai-sungai utama (seperti Sungai Mahakam dan Musi) akibat sedimentasi seringkali menghambat proses pengapalan, menciptakan logistical nightmare.
7. Isu Restitusi Pajak & Keadilan Sosial
Sorotan terhadap restitusi pajak triliunan rupiah yang dinikmati pengusaha batubara mulai menjadi perdebatan publik. Jika pemerintah merespons ini dengan pengetatan insentif atau kenaikan royalti demi keadilan sosial (sesuai Pasal 33 UUD 1945), maka margin bersih emiten akan semakin tergerus.
Disclaimer: Bukan ajakan beli/jual. Do your own research.
1/2


$ADRO kita cari yg bagi dividen 2x dalam setahun, dengan asumsi harga di bawah 2.000 dan dividen Rp.100/lembar.
Katakankan lah dividen keluar per 6 bulan.
Target total dari dividen 120.000.000.
120.000.000 / 2 = 60.000.000 / 6 bulan atau periode pertama dalam pembagian dividen.
60.000.000 / 100 = 600.000 lembar atau 6.000 Lot.
Dengan harga 2.000 x 100 x 6.000 = 1.200.000.000.
Dengan modal 1.2 M kita udah santai tuh dapet gaji 120 jt / tahun a.k.a 10 jt / bulan. Sangat cocok untuk daerah garut tasik dan sekitarnya. wkwkwkw
Happy weekend π€
Rekap Saham Hasil Screening sebelumnya, harga closing Jumat 9 Januari 2026.
Bukan ajakan jual/beli, tetap analisa Lagi & manajemen resiko ! #DYOR
$ADRO $SMBR $KIJA

$ADRO kalau di pegang jangka panjang sangat menarik.
Perusahaan punya jasa pertambangan dan sbntr lagi smelternya akan beroperasi. Valuasi murah dan dividend yield juga tinggi.