


Volume
Avg volume
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) merupakan perusahaan energi yang terintegrasi secara vertikal di Indonesia dengan bisnis di sektor batubara, energi, utilitas dan infrastruktur pendukung. Disamping itu ADRO juga mempunyai lini bisnis seperti logistik dan ketenagalistrikan yang terintegrasi melalui anak-anak perusahaan dan ketenagalistrikan. Lokasi utama operasional Adaro berada di propinsi kalimantan selatan. Produk utama Adaro adalah Environcoal, batubara termal dengan kadar polutan yang rendah. Adaro Energy juga memiliki aset batubara metalurgi yang beragam mulai dari batubara kokas semi lunak sampai batubara kokas... Read More
tragedi tragedi sebelumnya, klo mau buyback harga akan dibawa turun dlu, atau pengendali ga mau beli harga atas. $ADRO
EmitenNews.com - Di saat PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) memasuki fase investasi besar pada proyek energi hijau, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) justru berada pada posisi operasional yang sudah matang. Setelah proses pemisahan aset selesai, AADI kini berperan sebagai cash cow bagi p...

www.emitennews.com

$AADI Terlihat hari ini sudah terkoreksi n retrace cukup signifikan yaitu hingga saat ini AADI sudah berada diangka 9625 dimana artinya hari ini AADI sudah breakdown dari kisaran area Support sebelumnya yang ada dikisaran angka 10.000 setelah sebelum"nya AADI ini sudah naik signifikan sekali bahkan hingga last highnya ada diangka 10.900 dimana kurang menariknya terlihat AADI hari ini terkoreksi signifikan dengan disertai adanya lonjakan volume transaksi + ada aksi distribusi yang jumbo dilakukan oleh broker kakap seperti CC, ZP, dll walaupun menariknya terlihat Pihak Foreign ternyata overall hari ini masih ada Inflow ke AADI, yaitu sekitar 8,6 Milyar Rupiah.
AADI ini ada kisaran area Support berikutnya diangka 9500-9550, ada potensi untuk AADI dalam jangka pendek kedepannya akan bisa turun menguji area ini dimana Jika AADI ini masih lanjut turun dari area Supportnya ini, AADI ada potensi bisa lanjut terkoreksi hingga bisa menutup Gapnya yang ada diangka 9350 atau bahkan bisa ke Support berikutnya yang ada dikisaran angka 8900-9000.
$ADRO $ADMR
$ADRO tambah kepemilikan lagi di $ADMR, ff sudah kurang dari 15%, kontradiktif dengan rencana OJK naikan batas ff 15%. atau ada rencana $ADMR go private?
astaga
ngga berenti2 ini buy-back terooooosssss
kagak naek2 la ini harga $ADRO kalau buy-back terus
🤩
saya ikutan ngumpulin barang!
😍
yay!
kasih tau ya kalau IHSG udah 8000an lagi
beberapa minggu ini, ga mau lihat porto
TR $ADRO $HUMI $BKSL
@TejaHimakashi wkwkw GURARARAAA! 😊😄 by the way Pak @Hendricrenanta …saya lihat masih banyak banget pemula di Stockbit ini…yang perlu dicerahkan lagi tentang Investasi..termasuk bagaimana menggunakan Dividen untuk menumbuhkan Porto sahamnya…ataupun meng-compunding kan Investasinya menggunakan Dividen (hasil Dividen digulung lagi ke Porto nya)…dalam jangka panjang..
.
Apa boleh Pak @Hendricrenanta beberapa tulisan ke depan..meng-edukasi tentang hal ini? Agar setidaknya mengurangi anak muda yang terkena investasi bodong atau terkena iming - iming kaya instan atau lainnya yg sejenis lainnya…
.
Mungkin tentang gimana cara mulainya…perlu apa agar Investasi berhasil…perlu konsisten seperti apa..perlu saham seperti apa..atau ada contoh sahamnya..dan lainnya..
.
Pasti bermanfaat banget Pak @Hendricrenanta …🙏🏻
.
$BSSR $ITMG $ADRO
.
Shirohige
@Shirohige01 njir seorang oyaji bsa2nya kena blok🤣🤣🤣
padahal om shirohige ini kalo di dunia sepakbola mirip N'golo Kante, selalu ramah dan bersahaja😌
shifunya $BBRI × $PTBA × $ADRO
@HendricRenanta yuk Guyz! Yang mau tau seluk beluk ataupun cara Investasi yang benar…perlu waktu…tapi pastiiii…jangan sungkan tanya beliau Pak @HendricRenanta GuyZ!
.
Apalagi bertanya tentang $BSSR …sangat tepst deh GURARARARAAA! 😊🍻🙏🏻
.
Jangan bosen - bosen mencerahkan Generasi Muda di Stockbit ini ya Pak 🙏🏻
.
Salam Hormat,
.
SHIROHIGE !!!
.
$ITMG $ADRO
EmitenNews.com - Di balik angka-angka pada laporan keuangan auditan tahun 2025 PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), secara tidak langsung menyingkap realitas bisnisnya di lapangan. Di balik sorotan penurunan laba bersih ADRO ini, ternyata alasannya merupakan efek konsekuensi logis dari hilang...

www.emitennews.com

catatan pribadi bukan rekomendasi jual/beli.#DYOR.
🔎 Dividen Hunter Screening 2026 — Ringkasan Analisis
Saham Dividend Yield Prospek Fundamental Story / Trend Catalyst & Event Risiko / Catatan Rating Kuant
DMAS – Dividend Yield 21,8%
ROE tinggi, margin stabil, FCF kuat. Retail/consumer sedang recovery, tetapi IHSG tekanan karena arus keluar asing & rupiah melemah → belanja konsumen bisa turun. Katalis: akuisisi lokal dan ekspansi store. Risiko: likuiditas terbatas, sektor kompetitif. Prospek: relatif defensif untuk dividen tinggi, growth moderat 2026. Quant Score: 82/100
$LPPF – Dividend Yield 16,3%
Revenue YoY positif, net margin >8%. Lifestyle retail, mall rebound. Tekanan makro: rupiah melemah & inflasi naik → daya beli turun, mall footfall lebih rendah. Katalis: penjualan e-commerce naik. Risiko: consumer sentiment sensitif, biaya sewa tinggi. Prospek: income tetap menarik, growth jangka pendek terbatas. Quant Score: 78/100
$CFIN – Dividend Yield 15,3%
Financial/multifinance, NPL rendah. Kredit kendaraan & konsumer naik. Tekanan: suku bunga BI bisa naik menahan depresiasi rupiah → cost of funds naik. Katalis: restrukturisasi portofolio. Risiko: regulasi & volatilitas kredit. Prospek: defensif, yield tetap tinggi, pertumbuhan kredit moderat. Quant Score: 79/100
TPMA – Dividend Yield 13,6%
EBITDA margin bagus, arus kas stabil. Manufacturing niche. Tekanan: ekspor bisa terdampak rupiah melemah & biaya input meningkat. Katalis: kontrak pemerintah & ekspor. Risiko: sensitif harga bahan baku. Prospek: stabil, cocok untuk dividen, growth lambat. Quant Score: 76/100
$ADRO – Dividend Yield 13,1%
Coal miner, FCF besar, net debt rendah. Energi & komoditas, harga batubara stabil. Story: rupiah lemah + geopolitik meningkatkan harga komoditas global → ekspor bisa lebih menguntungkan. Katalis: IUPK dan ekspor naik. Risiko: fluktuasi harga global. Prospek: sangat menarik untuk rerating dan dividen, defensif terhadap gejolak pasar. Quant Score: 80/100
RALS – Dividend Yield 12,6%
Retail fashion, margin tipis tapi stabil. Retail lifestyle. Tekanan: belanja konsumen turun, cost structure squeeze karena inflasi. Katalis: kemitraan brand baru. Risiko: highly competitive. Prospek: defensif, yield stabil, growth minimal 2026. Quant Score: 74/100
MPMX – Dividend Yield 11,9%
Logistics & distribusi, cash conversion kuat. E-commerce & supply chain. Story: e-commerce tetap naik walau rupiah lemah, tapi arus keluar asing bisa tekan harga. Katalis: kerjasama logistik BUMN. Risiko: overhead tinggi. Prospek: moderat, income tetap oke, growth sensitif makro. Quant Score: 77/100
BSSR – Dividend Yield 11,9%
Consumer goods, margin stabil. Minuman & snack niche. Tekanan: rupiah melemah → impor bahan baku lebih mahal. Katalis: ekspansi produk baru. Risiko: volatilitas harga bahan baku. Prospek: defensif untuk dividen, growth 2026 moderat. Quant Score: 75/100
PTBA – Dividend Yield 11,4%
Coal miner, net debt rendah, revenue YoY naik. Energi nasional. Story: rupiah lemah & konflik geopolitik mendukung harga batubara global → ekspor lebih menguntungkan. Katalis: royalti baru dan kontrak offtake. Risiko: harga batubara global fluktuatif. Prospek: high dividend + rerating potential 2026. Quant Score: 81/100
PBID – Dividend Yield 11,2%
Diversified energy & investment. Transformasi energi. Tekanan: rupiah lemah & capital outflow → proyek capex bisa tertunda. Katalis: capex green energy. Risiko: debt restructuring. Prospek: stabil untuk yield, growth tergantung investor institusi asing. Quant Score: 78/100
ITMG – Dividend Yield 10,9%
Coal miner, EBITDA margin >35%. Energi, kontrak ekspor kuat. Story: geopolitik mendukung harga batubara → ekspor lebih menguntungkan walau IHSG pressure. Katalis: kontrak jangka panjang. Risiko: harga komoditas sensitif. Prospek: defensif + rerating potential 2026. Quant Score: 79/100
SPTO – Dividend Yield 10,8%
Oil & gas, revenue cyclical. Energi & migas. Tekanan: harga minyak global volatile, rupiah melemah → profit margin fluktuatif. Katalis: penemuan lapangan baru. Risiko: regulasi & geopolitik. Prospek: stabil, growth moderat. Quant Score: 76/100
BJBR – Dividend Yield 10,6%
Bank regional, NIM stabil, CAR tinggi. Banking, regional growth. Story: tekanan suku bunga tinggi & rupiah lemah → NPL bisa naik, tapi digital banking menahan tekanan. Katalis: penetrasi digital banking. Risiko: persaingan perbankan. Prospek: defensif, yield tetap solid. Quant Score: 78/100
MSTI – Dividend Yield 10,3%
IT/tech, revenue YoY naik 20%. Tech services. Tekanan: belanja pemerintah bisa tertunda, arus keluar asing menekan harga saham. Katalis: kontrak BUMN & pemerintah. Risiko: sektor kompetitif. Prospek: growth moderate, defensif. Quant Score: 77/100
LPIN – Dividend Yield 10,2%
Palm oil, EBITDA margin 20%. Agri-komoditas. Story: rupiah lemah → ekspor CPO lebih kompetitif, tapi harga global volatile. Katalis: kontrak ekspor & IUP. Risiko: cuaca & harga CPO. Prospek: defensif + rerating potential 2026. Quant Score: 78/100
TAPG – Dividend Yield 9,9%
Palm oil, profit margin tinggi. Agri & plantation. Tekanan: geopolitik & makro lemah → harga CPO fluktuatif. Katalis: ekspansi kebun, ESG initiatives. Risiko: harga CPO & cuaca. Prospek: income defensif + rerating moderate. Quant Score: 79/100
HEXA – Dividend Yield 9,9%
Pharma, EBITDA stabil. Healthcare & production. Tekanan: cost bahan impor naik karena rupiah melemah. Katalis: kontrak distribusi. Risiko: regulator & pricing. Prospek: defensif, growth moderat. Quant Score: 76/100
BBRI – Dividend Yield 9,7%
Bank BUMN, loan book besar, CAR tinggi. Banking mass market. Story: rupiah melemah & tekanan makro → NPL bisa meningkat, tetapi digital banking & retail loans mendukung stabilitas. Katalis: digital banking & retail loans. Risiko: risiko makro, NPL. Prospek: defensif, rerating moderate 2026. Quant Score: 80/100
BJTM – Dividend Yield 9,7%
Bank regional, deposit & loan growth. Regional banking. Tekanan: suku bunga tinggi, arus keluar asing → persaingan ketat. Katalis: penetrasi UMKM. Risiko: kompetisi regional. Prospek: stabil untuk dividen, growth moderat. Quant Score: 77/100
POWR – Dividend Yield 9,5%
Renewable energy, EBITDA margin naik. Energy transition. Tekanan: capital outflow → proyek tertunda, tapi subsidi & PLN mendukung. Katalis: kontrak PLN, subsidi. Risiko: risiko proyek. Prospek: stabil, rerating moderate. Quant Score: 78/100
BNGA – Dividend Yield 8,9%
Bank swasta, NIM solid. Banking growth. Tekanan: suku bunga & rupiah lemah → NPL sedikit meningkat. Katalis: capex digital & SME lending. Risiko: persaingan & NPL. Prospek: defensif, income tetap solid. Quant Score: 76/100
PANS – Dividend Yield 8,9%
Food manufacturing, margin 10%. FMCG. Tekanan: bahan baku impor mahal karena rupiah melemah. Katalis: ekspor & brand baru. Risiko: volatilitas bahan baku. Prospek: defensif untuk dividen, growth moderat. Quant Score: 74/100
ACES – Dividend Yield 8,8%
Retail lifestyle, revenue recovery. Retail fashion & e-commerce. Tekanan: belanja turun karena rupiah lemah & inflasi. Katalis: promo & brand partnership. Risiko: persaingan retail. Prospek: defensif, yield stabil. Quant Score: 75/100
CNMA – Dividend Yield 8,7%
Consumer goods, EBITDA margin stabil. Food & beverage. Tekanan: biaya bahan baku naik, arus keluar asing → harga saham tertekan. Katalis: distribusi baru. Risiko: harga bahan baku & logistic. Prospek: defensif, growth moderat. Quant Score: 74/100
⚡ Insight Ringkas
1. Top Dividend Play: DMAS, LPPF, CFIN → yield >15%, tapi risiko sektor tinggi (retail & multifinance).
2. Bluechip Energy & Mining: ADRO, PTBA, ITMG → yield 10–13%, fundamental kuat, cash flow besar, prospek ekspor & royalti mendukung.
3. Perbankan & Regional Bank: BBRI, BJBR, BJTM, BNGA → yield 8,7–10,6%, stabil, risiko NPL & suku bunga menjadi faktor utama.
4. Agriculture / CPO: LPIN, TAPG → yield ±10%, terpapar harga komoditas, ESG & ekspor jadi katalis.
5. Diversifikasi & Growth Niche: HEXA, POWR, MSTI → yield ±9–10%, growth story spesifik, peluang premium rerating.
🔮 Kesimpulan Prospek 2026
Dividend hunters dengan yield >12% (DMAS, LPPF, CFIN, TPMA, ADRO, RALS) cocok untuk investor income, tapi harus aware risiko sektor & likuiditas.
Saham energi & batubara (ADRO, PTBA, ITMG) punya catalyst ekspor & royalti → prospek rerating jangka menengah.
Bank BUMN (BBRI) tetap solid dengan digital banking & retail loan growth, risiko makro manageable.
Agriculture & CPO (LPIN, TAPG) bagus untuk diversifikasi, tapi sensitif harga komoditas & cuaca.
sumber informasi: https://cutt.ly/OtT16Txk

Modal 4,5 Miliar Buat Masak? Siapa Yang Sebenarnya Diuntungkan? 🧐
Katanya buat UMKM, tapi syarat operasionalnya butuh modal miliaran! Apakah program Makan Bergizi Gratis ini beneran buat rakyat, atau cuma "karpet merah" buat oligarki daerah?
Di video ini dibahas tuntas soal:
Skandal izin "jalur tol" dan monopoli SPPG.
Kenapa anak 20 tahun bisa pegang 41 unit layanan?
Risiko sistemik korupsi yang bisa bikin dana APBN menguap.
Jangan cuma lihat programnya, lihat siapa yang pegang uangnya. Analisis lengkapnya:
🔗 https://cutt.ly/HtT1OdQk
Tag: $ANTM $BBNI $ADRO