


Volume
Avg volume
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) merupakan perusahaan energi yang terintegrasi secara vertikal di Indonesia dengan bisnis di sektor batubara, energi, utilitas dan infrastruktur pendukung. Disamping itu ADRO juga mempunyai lini bisnis seperti logistik dan ketenagalistrikan yang terintegrasi melalui anak-anak perusahaan dan ketenagalistrikan. Lokasi utama operasional Adaro berada di propinsi kalimantan selatan. Produk utama Adaro adalah Environcoal, batubara termal dengan kadar polutan yang rendah. Adaro Energy juga memiliki aset batubara metalurgi yang beragam mulai dari batubara kokas semi lunak sampai batubara kokas... Read More
Halo semua, kembali lagi bersama saya SentimenX, rekan setia Anda dalam membedah dinamika pasar modal Indonesia secara tajam dan terpercaya.
Malam ini, sorotan utama kita tertuju pada raksasa batu bara pelat merah, PT Bukit Asam Tbk ($PTBA). Di tengah fluktuasi pasar komoditas global, muncul kabar mengenai ketangguhan fundamental mereka. Mari kita bedah informasinya lebih dalam.
Informasi Aktual & Terpercaya: Prospek PTBA di Tengah Normalisasi Harga
Berdasarkan laporan terkini per 18 Januari 2026 pukul 13:30 WIB, PTBA dinilai masih memiliki fundamental bisnis yang sangat solid dan berkelanjutan. Meskipun saat ini pasar dunia sedang mengalami normalisasi harga batu bara global, PTBA dianggap mampu menjaga stabilitas operasionalnya berkat efisiensi dan kontrak-kontrak strategis yang dimiliki. Per tanggal 18 Januari 2026, harga saham PTBA tercatat berada di level 2.450.
Efek Sentimen terhadap Sektor Energi (Batu Bara)
Ketahanan fundamental PTBA ini memberikan sinyal penting bagi sektor energi, khususnya emiten batu bara lainnya:
Sentimen Penopang Sektor: Kabar solidnya fundamental PTBA menjadi angin segar bagi emiten se-sektor seperti ADRO (Adaro Energy) dan ITMG (Indo Tambangraya Megah). Jika pemimpin pasar (market leader) seperti PTBA mampu bertahan di tengah normalisasi harga, kepercayaan investor terhadap daya tahan sektor ini secara keseluruhan akan meningkat.
Tolok Ukur Efisiensi: Langkah PTBA dalam menjaga keberlanjutan bisnis menjadi standar baru bagi emiten energi lain untuk memperkuat pasar domestik (DMO) guna memitigasi risiko penurunan harga internasional.
Hasil Analisa SentimenX
PTBA memiliki keunggulan kompetitif sebagai bagian dari Holding BUMN Industri Pertambangan (MIND ID). Meskipun harga komoditas sedang mendingin, profil dividen yang biasanya besar menjadi daya tarik utama yang menjaga harga saham ini agar tidak merosot tajam. Analisa kami menunjukkan bahwa pasar mulai melakukan akumulasi moderat pada harga saat ini.
Kesimpulan Strategi: SWING / HOLD (Positif Berkelanjutan)
Berita mengenai fundamental yang solid ini lebih mengarah pada strategi jangka menengah bagi investor yang mengincar dividen dan stabilitas.
1. Untuk Scalping (Sesi 1)
Bagi Anda yang mencari keuntungan dari volatilitas harian:
Support: 2.420 (Level pertahanan terdekat jika terjadi koreksi teknis).
Resistance: 2.500 - 2.530 (Target penguatan jika volume beli meningkat secara signifikan).
2. Untuk Swing / Hold (Jangka Panjang)
Target Harga: 2.750 - 2.900
Insight: Target ini cukup realistis untuk dicapai dalam jangka panjang seiring dengan rilis laporan keuangan tahunan yang biasanya diikuti dengan pengumuman pembagian dividen. PTBA adalah tipe saham yang layak dikoleksi saat harga terkonsolidasi seperti sekarang.
3. Jika Hasil Negatif (Risiko)
Sentimen bisa berubah menjadi negatif jika terjadi penurunan permintaan batu bara dari negara tujuan ekspor utama secara drastis atau jika beban operasional meningkat tajam melebihi pendapatan. Jika harga menembus ke bawah 2.350, maka ada potensi pelemahan lebih lanjut.
Rangkuman Sederhana:
Meskipun harga batu bara di dunia sedang tidak setinggi dulu, PTBA dilaporkan masih punya kondisi keuangan dan bisnis yang sangat kuat. Ini ibarat kapal besar yang tetap stabil meski ombak sedang agak kencang. Harganya sekarang di 2.450, dan buat Anda yang suka investasi santai sambil menunggu bagi hasil (dividen), saham ini masih sangat menarik untuk disimpan (Swing/Hold).
still use ur DYOR
$ITMG $ADRO

Halo semuanya, kembali lagi bersama saya SentimenX, rekan terpercaya Anda dalam membedah dinamika pasar modal Indonesia.
Malam ini, kita akan menyoroti langkah strategis dari PT TBS Energi Utama Tbk ($TOBA) yang baru saja merilis informasi krusial mengenai pendanaan mereka di awal tahun 2026 ini. Mari kita bedah apa yang sebenarnya terjadi di balik angka-angka tersebut.
Informasi Aktual & Terpercaya: Obligasi TOBA 2026
Berdasarkan data terbaru per 18 Januari 2026, TOBA resmi menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026 dengan nilai nominal Rp500 miliar.
Langkah ini merupakan bagian dari target besar penghimpunan dana sebesar Rp800 miliar.
Berikut adalah rincian kupon yang ditawarkan kepada investor:
Seri A: Bunga 7,25% per tahun (Tenor 3 tahun)
Seri B: Bunga 8,00% per tahun (Tenor 5 tahun)
Seri C: Bunga 8,65% per tahun (Tenor 7 tahun)
Dana yang terkumpul ini akan digunakan untuk memperkuat modal kerja dan mendukung transformasi bisnis mereka ke arah energi terbarukan (EBT) serta ekosistem kendaraan listrik (Electrum).
Saat ini, harga saham TOBA bertengger di level 820.
Efek Sentimen terhadap Sektor Energi
Langkah TOBA ini memberikan "angin segar" sekaligus sinyal kompetisi di sektor energi dan emiten yang bergerak di bidang Waste-to-Energy (WTE) serta kendaraan listrik.
Sentimen Positif Se-Sektor: Emiten seperti OASA (Maharaksa Biru Energi) biasanya ikut tersengat sentimen positif jika ada aliran dana besar masuk ke proyek energi hijau.
Kepercayaan Investor: Keberhasilan TOBA menyerap dana masyarakat melalui obligasi menunjukkan bahwa likuiditas pasar untuk proyek EBT masih sangat tinggi, yang bisa memicu emiten lain seperti ADRO atau INDY untuk mempercepat diversifikasi serupa.
Hasil Analisa SentimenX
Penerbitan obligasi ini adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, ini adalah bukti ekspansi agresif. Di sisi lain, beban bunga (cost of fund) akan meningkat di laporan keuangan mendatang. Namun, mengingat TOBA juga sedang menjalankan rencana Buyback Saham (hingga Maret 2026) senilai Rp586 miliar, terlihat jelas bahwa manajemen sedang berusaha keras menjaga stabilitas harga sahamnya di pasar.
Kesimpulan Strategi: SWING / HOLD (Cenderung Positif)
Berita ini lebih cocok untuk strategi jangka menengah hingga panjang karena dana obligasi membutuhkan waktu untuk menjadi laba nyata (revenue-generating).
1. Untuk Scalping (Sesi 1)
Jika Anda ingin bermain cepat memanfaatkan momentum berita:
Support: 800 (Level psikologis kuat)
Resistance: 850 - 865 (Target penguatan jika volume beli melonjak di pembukaan)
2. Untuk Swing / Hold (Jangka Panjang)
Target Harga: 950 - 1.100
Penjelasan: Target ini realistis jika proses buyback berjalan lancar dan proyek PLTS Terapung Batam mereka menunjukkan progres signifikan di pertengahan 2026. Saham ini memiliki fundamental transformasi yang kuat, meski secara bottom line masih tertekan biaya ekspansi.
3. Jika Hasil Negatif (Risiko)
Sentimen akan berubah negatif jika penyerapan obligasi ini tidak mencapai target atau jika pasar merespons buruk kenaikan rasio utang (Debt to Equity Ratio) perusahaan. Jika harga menembus ke bawah 780, maka tren jangka pendek akan patah.
Rangkuman Sederhana:
TOBA lagi "pinjam uang" 500 miliar lewat surat utang (obligasi) buat modal usaha bikin bisnis ramah lingkungan dan motor listrik. Karena mereka juga lagi beli balik saham mereka sendiri (buyback), harga sahamnya punya "penjaga" agar tidak jatuh terlalu dalam. Ini berita bagus buat yang mau simpan sahamnya agak lama (Swing).
Still use ur DYOR (Do Your Own Research)
Ada lagi emiten lain yang ingin Anda bedah bersama SentimenX?
$ADRO $INDY

Mungkin bisa diringkas jadi 3 saham aja kalo mau invest jangka super panjang
$ADRO - $BSSR - $BBRI
Tinggal fokus di situ, tiap gajian cicil cicil
@LukmanulHakimBvb Hehehee iyaa, Kak. Ini ss porto beberapa minggu yg lalu, Kak 😁
$ADRO nya udh ijo, $BBRI juga ijo, $DMAS masih merah tipis.
Terima kasih sudah berkenan menjawab yaa, Kak 🙏🏻
Selalu sehat dan Happy cuan untuk Kakak sekeluarga 🥰🥰
BISMILLAH
REQUEST ANALISA SAHAM $COAL
Dilihat dari teknikal analisisnya emiten ini menarik untuk swing yaa, kenapa?
1. MACD menunjukkan akan ada persilangan goldencross
2. RSI di area oversold
3. dilihat dari garis MA support terdekatnya di 78
4. untuk resist terdekatnya diarea 100
kesimpulan:
- menarik untuk swing
- area support tedekat 78
- area resist terdekat 100
- best entry di area support atau area ungu
DYOR
sekian dan terima gajiii
random tag $PTRO $ADRO
1/4




$ADRO $AADI $ADMR
3 pilar dalam 1 genggaman.
ADRO (Capital Gain + Dividen).
AADI (Dividen).
ADMR (Capital Gain).
gacocok buat scalping, cocok nya untuk jangka menengah hingga jangka panjang.
1/2


Malam bro, gue mau bedah ADRO (Alamtri Resources Indonesia Tbk.) ya..
Saham ini baru aja ngelewatin fase yang bener-bener emosional buat para trader dan investor. Dari drama ganti nama, spin-off bisnis, sampe pesta dividen, semuanya numpuk jadi satu di akhir 2025 kemarin.
Gue mulai dari jeroan fundamental, si raksasa yang Lagi diet
Kalau kita liat isi perutnya, $ADRO di 2025 ini emang lagi nggak sebuas tahun sebelumnya.
Laba bersih tahun 2025 secara tahunan (annualised) diproyeksi cuma 6.600 Miliar, drop parah dibanding 2024 yang bisa tembus 21.873 Miliar.
Revenue Q3 2025 ada di 8.030 Miliar, naik dikit dibanding Q3 2024 (7.827 Miliar), tapi secara keseluruhan tahunan diprediksi turun ke 29.508 Miliar dari sebelumnya 32.947 Miliar.
Tapi Meskipun laba turun, PBV-nya masih di bawah angka satu, yaitu 0,85x dengan PE Ratio (TTM) 8,09x. Artinya, harga sekarang sebenernya masih dihargai di bawah nilai aset bersihnya.
Story-nya: Masa keemasan booming harga batu bara emang udah lewat, makanya profitnya menciut. Tapi, daya tarik utama orang masih di ADRO itu satu: Dividen. Dengan yield lumayan gede, saham ini masih jadi inceran buat para pemburu passive income.
Trus Gue Bandarmology si Garis Kuning.
Sep to Des Smart Money sempet terjun bebas. Ini fase distribusi murni pas orang-orang mungkin ragu sama aksi korporasi perusahaannya.
Awal 2026 Perhatiin ujung kanan chart-nya. Garis kuningnya naik vertikal alias tegak lurus
Ternyata, pasca Ex-Date dividen (30 Desember 2025), ternyata ada pemain raksasa terutama broker AK dan LG)
yang justru HAKA gila-gilaan. Mereka nampung muntahan barang dari broker XL yang buang 1,1 Juta Lot.
Dari sisi teknikalnya, lagi agak overheated tapi tetep bertenaga
Posisi Harga Sekarang Di level 2.230, harga main jauh di atas EMA 50 (1.920) dan EMA 200 (1.985). Ini tandanya tren lagi Strong Uptrend.
RSI 14 ada di level 71,0. Ini sinyal Overbought. Biasanya kalau udah di atas 70, harga bakal rawan koreksi dulu buat napas.
Volume kemaren 128,58 M jauh di dibawah rata-rata 189,55 M, turunnya harga dibarengi volume turun itu konfirmasi kalau koreksi sehat.
Trading Plan
Story-nya: ADRO lagi transisi jadi Alamtri. Bandarnya (AK & LG) lagi semangat banget nampung barang di area 2.150 - 2.190.
Jadi menurut gue BUY ON WEAKNESS pilihan yang pas.
Jangan FOMO, RSI udah di 71, mending jangan HAKA agresif sekarang.
Incer di area 2.100 - 2.150. Ini deket sama harga modal bandar AK (2.150) dan area gap kenaikan kemarin.
Target realistis ngetes puncak psikologis di 2.400 - 2.500.
Wajib disiplin kalau harga jebol di bawah 1.980 (EMA 200). Kalau itu jebol, berarti tren besarnya resmi patah.
Summary:
ADRO lagi punya "supir baru" yang lagi rakus banget nampung barang.
Manajemennya juga makin agresif berbenah dengan ngehapus 1,36 miliar saham hasil buyback buat efisiensi modal. Gue liat ADRO ini lagi pinter banget main teka-teki panen kas"di tengah fluktuasi harga energi global.
Disclaimer ya bro, ini hanya pandangan pribadi. anything keputusan beli jual, tolong dicross check and analysis lagi ya.
random tag : $PTBA $ITMG

Indonesia Siap Kukuhkan Eksistensi di WEF 2026
https://cutt.ly/KtlPiYiU
ANGIN SEGAR bagi $MBMA $NCKL $ADRO
@ustadzagus saya lapor tiap maret, kan ada menu misal dividen $ADRO terima tanggal re invest tanggal
$100.000 Pertama
Dipopulerkan oleh Charlie Munger sebagai titik kritis di mana pertumbuhan aset dari bunga majemuk (compounding) mulai bekerja lebih keras daripada kontribusi uang segar dari gaji Anda.
Di Indonesia, jika kita mengonversi angka tersebut secara langsung, nilainya saat ini (Januari 2026) sekitar Rp1,69 miliar. Namun, karena perbedaan biaya hidup dan daya beli (Purchasing Power Parity), angka psikologis dan teknis untuk "titik balik" di Indonesia sedikit berbeda.
Berikut adalah analisis nilai yang setara untuk konteks Indonesia:
1. Nilai Konversi Langsung (Januari 2026)
Secara nominal, $100.000 setara dengan:
* Rp1.690.900.000 (Kurs ~1 USD = Rp16.909).
* Mengapa ini titik balik? Jika aset ini ditempatkan di instrumen dengan imbal hasil (return) 10% per tahun, portofolio Anda menghasilkan Rp169 juta/tahun atau sekitar Rp14 juta/bulan. Angka ini sudah melampaui biaya hidup layak (KHL) di kota-kota besar Indonesia seperti Jakarta yang berada di kisaran Rp5,8 juta/bulan.
2. Nilai Setara Berdasarkan "Daya Beli" (PPP)
Jika kita menggunakan pendekatan daya beli, angka $100.000 di AS sering kali digunakan untuk membiayai kebutuhan dasar kelas menengah selama 1,5–2 tahun tanpa bekerja. Di Indonesia, angka yang memberikan "rasa aman" dan momentum compounding yang sama biasanya berada di angka:
* Rp500 Juta – Rp1 Miliar.
* Logikanya: Pada angka Rp1 Miliar, hasil investasi 8% per tahun (misal: SBN atau Reksa Dana Obligasi) menghasilkan Rp80 juta/tahun. Untuk banyak orang di Indonesia, ini adalah safety net yang cukup untuk menutupi biaya hidup dasar setahun penuh, sehingga tekanan untuk "mencari uang demi makan" berkurang drastis dan fokus bisa beralih sepenuhnya ke akumulasi kekayaan.
Kesimpulan: Kapan Titik Balik Anda?
Bagi investor di Indonesia, titik balik sesungguhnya terjadi saat imbal hasil portofolio tahunan Anda sama dengan biaya hidup minimal Anda dalam setahun.
Di Indonesia, biaya hidup di Jawa Tengah (KHL ~Rp.3,5 juta) jauh berbeda dengan Jakarta (~Rp.5,8 juta). Jika Anda tinggal di daerah dengan biaya hidup rendah, angka Rp. 500 juta sudah bisa menjadi "titik balik" yang sangat kuat.
Namun bila anda tinggal di Kota Besar seperti Jakarta, mungkin angka Rp. 1 Milyar lebih sesuai dan equivalen dengan $100.000 yg dimaksudkan oleh Charlie Munger.
Alhamdulillah dan bukan untuk bermaksud sombong. Sayapun merasakan seolah-olah semua terasa lebih mudah saat aset portofolio saya telah mencapai 1M pertama. Rasanya lebih fleksibel dan santai dalam mengelola dan mengambil keputusan. Mungkin karena secara psikologis dengan persentase profit yg kecil pun 5-10%, keuntungan tersebut sudah melebihi biaya hidup bulanan saya dan keluarga, sehingga masih ada space untuk melakukan skema compounding sehingga aset menjadi lebih besar dan lebih cepat dari sebelumnya..
$ADRO, $DMAS, $HEXA
bukan kah itu sudah pada hijau yaaa...
$ADRO udah ke jemput
$BBRI udah cuan luber
$DMAS otw kejemput hehehe
not financial advice,do your own research,tidak ada jaminan untung,resiko di tanggung masing-masing,hanya pendapat pribadi dan bisa salah,saham yang ingin saya cicil beli:
$PGEO (Pertamina Geothermal Energy Tbk)
Data: PER 20.2x, PBV 1.75x, DER 0.44x, ROE 9.7%, EPS Rp59, FCF stabil.
Valuasi: Fair Value. PGEO adalah pemimpin di sektor geothermal. Valuasinya memang premium karena prospek energi hijau, tapi fundamentalnya sangat solid.
$BRIS (Bank Syariah Indonesia Tbk)
Data: PER 19.5x, PBV 2.6x, DER 0.65x, ROE 17.8%, EPS Rp120.
Valuasi: Fair Value. Pertumbuhan laba BRIS sangat impresif, tapi harga saat ini sudah mulai "mahal" sehingga potensi upside mungkin tidak sebesar saham properti atau bank konvensional yang sedang diskon.
$ADRO (Adaro Energy Indonesia Tbk)
Data: PER 4.5x, PBV 0.8x, DER 0.3x, ROE 25%, EPS (Sangat fluktuatif karena restrukturisasi).
Valuasi: Sangat Undervalue. Pasca-transaksi besar (pemisahan unit bisnis batubara termal), ADRO sedang dalam masa transisi. Jika restrukturisasi berhasil, ini bisa menjadi kejutan besar bagi investor.
Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah orang dalam daftar orang terkaya di Indonesia tercatat mendapatkan kekayaan lewat tambang batu bara. Ini terjadi saat harga batu bara sempat menurun secara global pada 2024 lalu.
Saat awal perdagangan Desember, harga batu bara dunia sempat terjungkan saat produksi ...

www.cnbcindonesia.com

Re invest di trading juga bisa kok
Misal 10 jt dibelikan $ADRO
Terus di TP
Yg penting akun senilai 10 jt itu masih ada di akhir tahun
Meski saham nya ganti2
Intinya masih didalam kolam
@NabilaLasmana Kebetulan saya juga penganut dividen investing. Kalo ini porto saya maka akan saya lakukan hal berikut:
Saya akan fokus ke $ADRO utk dividen dan gain jangka panjang, karena story diversifikasinya cukup bagus, proyek2 smelter dan EBTnya sedang berjalan dan ada uang tunggu dividen, dgn harga sekarang Yield bisa 10% Up. Dividen terima 2x di bulan Januari dan Juni, jadi ada cashflow masuk sbg uang tunggu.
Untuk saham Batubara saya agak kurangi dulu, kalaupun mau cicil pilih saja salah satu yg terjangkau secara nominal (karena saya karyawan yg mengandalkan gaji utk beli saham). Dari AADI, BSSR dan $PTBA, saya lebih memilih PTBA utk jangka panjang dividen bulan Juni atau Juli, tapi BSSR juga bagus, pilih saja salah satunya.
Grup astra saham AUTO juga perlu dipegang utk cashflow dari dividen bulan Mei dan Oktober dengan Yield sekitar 7%, namun karna posisinya cuma 1 lot bisa dipertimbangkan untuk dijual dan bisa dibelikan saham ADRO utk akumulasi sambil averaging down.
Saya akan jual semua saham Bank non-syariah (BBRI, BJTM, BNGA, NISP) jual bertahap saat hijau/untung. Jika masih tetap mau saham Bank, pilih saja yg syariah selagi masih punya pilihan misal BRIS, tapi karna yieldnya kecil, pilihan utk saham Bank bagi saya prioritas akhir juga porsinya akan kecil, atau bisa juga saham perusahaan dgn ekosistem emas.
Saham $MPMX tetap saya pertahankan ini sbg saham dividen play murni, karna dapat gainnya agak sulit. Yield 10% Up dan konsisten terima di bulan Juni.
DMAS, yield dividen cukup tinggi, namun bolong bagi dividen tahun 2024, ini saya jadikan prioritas belakangan utk masuk porto, kalau mau porto lebih ringkas DMAS bisa dijual (kalau sudah hijau) dan dibelikan ke MPMX dividen yieldnya hampir mirip.
Untuk saham utilitas (PGAS, POWR), POWR paling stabil secara dividen bulan Juni dan Desember dengan Yield tahunan berkisar 9-10%, ini tetap saya pertahankan secara nominal harganya juga pas untuk dibeli rutin oleh karyawan seperti saya. Untuk PGAS juga bagus yield dividen juga sekitar 9% up dgn pembagian dividen bulan Juni/Juli, nominal harga lebih tinggi dari POWR, pilih salah satu, tapi saya lebih suka POWR karna lebih stabil dan PGAS lebih volatil.
Salah satu saham sawit terbaik menurut saya adalah TAPG apalagi dgn story pemanfaatan sawit sbg biodisel B40 maupun nantinya B50, permintaan domestik akan cukup tinggi kedepannya, jadi dari TAPG bisa diharapkan capital gain dan dividen rutin 10% up.
TPMA perusahaan kapal tongkang batubara, masuk ke ekosistem batubara, dividen yield 9% up tergantung EPS, pembagiannya sekitar bulan Mei atau Juni, saya akan masukkan sbg prioritas belakangan utk masuk porto karna masuk ekosistem batubara saya anggap PTBA sudah mewakili.
Jadi utk dividen investing fokus porto saya akan pada ADRO porsi 35% (DY 10% up), MPMX porsi 25% (DY 10% up), POWR 18% (DY 9% up), dan PTBA/BSSR porsi 20% (DY 10% up).
Untuk saham lainnya yg gainnya besar tapi lotnya kecil, disimpan saja sebagai pemanis (AADI odd lot PUPS gain 35% dan TAPG gain 65%) total sekitar 2% dari total porto.
Dengan begitu saya akan dapat dividen yield sekitar 10% up jika DPS kira-kira sama dgn tahun lalu. Dan sebaran dividennya diterima di bulan Januari (ADRO), Mei (TAPG), Juni (ADRO, MPMX, POWR, PTBA), November (AADI), Desember (POWR).
Itu kalau saya yg punya porto ya,..DC on,..😄
Karena target 2K $PKPK sdh hit senin besok, maka kita upgrade lagi targetnya.
Gak muluk2 tapi realistis utk dicapai.
Selamat menikmati..
Jayalah IHSG
🇮🇩🇮🇩
$BUMI $ADRO
Sharing Reinvest Dividen Bebas Pajak 10% (dengan Rujukan & Contoh Multi-Tahun)
Izin sharing pemahaman dan praktik pribadi terkait fasilitas dividen tidak dikenai PPh 10% sepanjang direinvestasikan, sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku.
Rujukan aturan:
- UU HPP (UU No. 7 Tahun 2021)
- PP No. 9 Tahun 2021
- PMK No. 18/PMK.03/2021
Intinya: dividen orang pribadi dalam negeri tidak dikenai PPh sepanjang diinvestasikan di Indonesia dan dipertahankan minimal 3 tahun pajak sejak diterima.
---
### Contoh Kasus Reinvest Dividen
- 2021: terima dividen Rp10 juta, direinvest ke Sekuritas A
- 2022: terima dividen Rp10 juta, direinvest ke Sekuritas A
- 2023: terima dividen Rp10 juta, direinvest ke Sekuritas A
Total dividen direinvest: Rp30 juta
---
### Tantangan Praktik
Dalam satu akun sekuritas, dana sering bercampur antara:
- investasi jangka panjang
- trading jangka pendek
Sehingga secara teknis sulit memisahkan mana “uang dividen” dan mana dana lain.
---
### Pemahaman Pelaporan SPT Tahunan
Yang diperhatikan adalah saldo investasi minimal di akhir tahun pajak, bukan mutasi harian.
Maka pelaporannya menjadi:
- Akhir 2021 (SPT 2022): saldo investasi minimal Rp10 juta
- Akhir 2022 (SPT 2023): saldo investasi minimal Rp20 juta
- Akhir 2023 (SPT 2024): saldo investasi minimal Rp30 juta
Walaupun di tengah tahun saldo sempat ditarik atau ditambah (top up), selama di akhir tahun pajak saldo investasi minimal masih sebesar dividen yang wajib dipertahankan, maka dianggap memenuhi syarat.
---
### Tambahan Kasus Tahun 2025
Misal:
- Tahun 2025 sudah tidak menerima dividen lagi
Karena dividen tahun 2021 hanya wajib dipertahankan selama 3 tahun pajak (2021–2023) dan berhenti dilaporkan di SPT 2024, maka:
➡️ Di akhir 2025 (SPT 2026)
Saldo investasi minimal yang wajib dipertahankan tinggal:
- Dividen 2022 + 2023 = Rp20 juta
Dividen 2021 sudah selesai masa kewajiban investasinya.
---
Kesimpulan singkat:
- Setiap dividen punya “masa wajib tahan” 3 tahun pajak masing-masing
- Yang penting adalah saldo minimal di akhir tahun pajak, bukan pergerakan saldo harian
- Jika sudah lewat 3 tahun, dividen tahun tersebut tidak lagi dihitung dalam saldo minimal
Mohon koreksi jika ada pemahaman yang kurang tepat. Ini murni sharing sudut pandang praktisi, bukan nasihat pajak profesional.
$ITMG $BSSR $ADRO

Skenario Hipotesis Cuan Lewat Backdoor di Negara Wakanda
Bayangkan kalau kamu adalah investor di negara Wakanda. Kamu ada duit dan kamu juga ada ambisi. Investor tipe begini biasanya tidak tertarik menunggu bisnis cetak laba 5 tahun, apalagi 50 tahun. Investor maunya satu hal, uang kerja cepat. Di Wakanda, ada jalan yang kelihatan legal di permukaan tapi licin di praktiknya. Jalannya bukan bikin pabrik, bukan jual produk, bukan cari pelanggan. Jalannya adalah mengubah harga saham jadi mesin pencetak uang, lalu mengambil uangnya tanpa perlu menjual saham itu sendiri. Kedengarannya seperti dongeng, tapi kalau dibedah pakai angka, pola ini justru terasa terlalu logis. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Mulainya sederhana. Investor beli saham FCA di harga 1 rupiah sebanyak 1 miliar lembar. Modalnya 1 miliar rupiah. Setelah itu saham digoreng, biasanya dengan cerita besar seperti Backdoor, injeksi aset, ganti pengendali, atau masuk bisnis baru yang kedengarannya canggih. Harga didorong sampai 100 rupiah. Di layar portofolio, nilai kepemilikan langsung berubah jadi 100 miliar rupiah karena 1 miliar lembar x 100 rupiah. Tapi ini baru floating profit. Ini angka yang terlihat kaya, tapi belum jadi cash. Kalau investor cuma berhenti sampai sini, ini masih panggung. Keren dilihat, tapi belum bisa dipakai bayar apa-apa.
Triknya muncul saat investor ingin cuan tanpa jual. Saham yang sudah terbang itu dibawa ke sekuritas untuk repo atau gadai saham. Sekuritas biasanya tidak mau mengakui harga pasar 100 rupiah penuh, karena tahu saham gorengan bisa jatuh kapan saja. Maka sekuritas pakai haircut, misalnya menilai jaminan cuma 20 rupiah per lembar. Dari 1 miliar lembar, nilai jaminan repo jadi 20 miliar rupiah. Ini bagian yang mengubah permainan. Portofolio yang tadinya cuma angka 100 miliar di layar, tiba-tiba menghasilkan cash 20 miliar di tangan. Investor belum jual saham, tapi sudah pegang uang tunai. Secara psikologis, ini terasa seperti sulap. Secara matematis, ini cuma memindahkan status kekayaan, dari floating profit menjadi pinjaman berbasis jaminan.
Kalau saham di pasar masih 100 rupiah, kenapa sekuritas mau terima repo dihitung 20 rupiah? Karena mereka cari aman. Mereka bikin pagar. Investor juga bikin pagar. Misalnya disepakati harga jaminan harus dijaga minimal 40 rupiah. Artinya ada buffer 2x dari nilai repo 20 rupiah. Dengan pagar 40 rupiah, sekuritas merasa margin of safety-nya tebal. Selama harga tidak turun mendekati 40 rupiah, mereka cenderung tidak rewel, tidak agresif margin call, karena secara teori masih ada ruang aman yang besar. Di sisi investor, pagar 40 rupiah itu seperti garis hidup. Selama harga di atas itu, repo aman, cash aman, cerita masih bisa dipelihara.
Di sinilah skema yang sering bikin pasar jadi absurd. Investor menarik cash repo, misalnya dari 20 miliar, investor ambil 10 miliar untuk diri sendiri sebagai cuan cepat. Sisa cash dipakai untuk maintenance. Maintenance ini bukan berarti investor harus menghabiskan 100 miliar untuk menjaga harga 100 rupiah. Justru yang dipakai seringnya relatif kecil dibanding nilai layar, karena pasar yang tipis bisa digerakkan dengan uang yang tidak sebesar angka kapitalisasi yang terlihat. Maintenance dilakukan lewat transaksi yang bikin saham terlihat tetap hidup. Ada bid yang rutin muncul, ada offer yang tidak bikin panik, ada volume yang sengaja dijaga supaya terlihat likuid. Intinya, harga dijaga agar minimal tidak jebol 40 rupiah, dan kalau bisa tetap terlihat nyaman di area tinggi seperti 100 rupiah supaya publik tetap percaya cerita. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Di kepala investor yang menjalankan skema, ada dua kontrak yang berjalan bersamaan tapi sengaja dipisah mentalnya. Kontrak pertama adalah repo dengan sekuritas. Itu urusan kredit, haircut, jaminan, dan batas margin call. Kontrak kedua adalah operasi pasar dengan bandar. Itu urusan tiki-taka supaya harga dan likuiditas tetap terjaga. Dua kontrak ini kalau berdiri sendiri terlihat seperti hal biasa. Repo itu instrumen pembiayaan. Trading itu aktivitas pasar. Tapi ketika digabung, hasilnya jadi mesin. Saham digoreng untuk menciptakan valuasi layar. Valuasi layar dipakai untuk repo agar keluar cash. Cash dipakai lagi untuk menjaga harga agar repo tidak bermasalah. Dan karena harga terjaga, cerita tetap laku, sehingga roda bisa berputar lebih lama.
Di titik ini investor perlu paham kenapa Backdoor Listing sering jadi bahan bakar favorit. Backdoor bikin narasi cepat matang. Tidak perlu drama panjang ala IPO yang penuh proses. Cukup ganti kulit. Beli perusahaan cangkang, tender offer, rights issue untuk injeksi aset, lalu pasar disuguhi cerita babak baru. Saham bisa terbang duluan sebelum laba beneran muncul. Bahkan kalau labanya nanti kecil atau telat, itu urusan belakangan, karena tujuan awalnya bukan dividen, bukan laba tahunan, tapi monetisasi harga saham secepat mungkin. Itulah kenapa skema ini menggoda. Kalau bisnis riil cuma sanggup cetak laba rata-rata 1 miliar setahun, mau dapat 100 miliar dari laba butuh 100 tahun. Tapi dari permainan harga saham, angka puluhan sampai ratusan miliar bisa disentuh jauh lebih cepat.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Tapi jangan-jangan justru di sini letak bomnya. Skema ini terlihat rapi selama maintenance berhasil. Selama harga tetap jauh di atas 40 rupiah, sekuritas tenang, repo aman, investor sudah pegang cash, dan publik masih percaya karena harga di layar tetap tinggi. Masalahnya, semua kestabilan itu bergantung pada satu hal yang rapuh, yaitu kemampuan menjaga harga. Begitu likuiditas tiba-tiba hilang, begitu bandar berhenti dorong, begitu cerita mulai basi, harga bisa turun cepat. Kalau harga mendekati 40 rupiah, tekanan meningkat. Kalau jebol, margin call bisa muncul. Kalau margin call muncul, forced sell bisa terjadi. Forced sell biasanya membuat harga jatuh lebih dalam, lalu menciptakan spiral. Di fase runtuh ini, angka 100 miliar di layar bisa menguap, sementara utang repo tetap nyata.
Jadi investor bisa mulai dari modal 1 miliar rupiah untuk beli 1 miliar lembar di harga 1 rupiah. Harga digoreng sampai 100 rupiah sehingga nilai layar jadi 100 miliar rupiah. Lalu saham itu direpo dihitung 20 rupiah supaya keluar cash 20 miliar rupiah tanpa jual saham. Demi menjaga repo aman, harga dijaga minimal 40 rupiah agar ada buffer 2x dari nilai repo. Sebagian cash diambil sebagai cuan, sebagian dipakai untuk maintenance agar harga tidak jebol dan tetap terlihat likuid. Selama roda ini berputar, skema terlihat masuk akal dan bahkan terasa pintar. Tapi begitu roda macet, yang tersisa adalah dua realitas yang berseberangan, cash yang sudah ditarik itu nyata, sementara harga saham yang jadi fondasi jaminan bisa runtuh kapan saja. Itu sebabnya di Wakanda, permainan ini sering terlihat seperti easy money, sampai hari pertama ketika pasar memutuskan berhenti percaya.
Sekali lagi, ini hanya cerita skenario di negara Wakanda.
🎭 Premis Utama
🧠 Targetnya uang kerja cepat, bukan nunggu laba bisnis tahunan.
🧩 Caranya ubah harga saham jadi mesin cash tanpa jual saham.
🧾 Tahap 1. Bangun posisi murah
🛒 Beli FCA 1 rupiah sebanyak 1 miliar lembar.
💰 Modal 1 miliar rupiah.
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
🔥 Tahap 2. Goreng pakai cerita
📣 Narasi Backdoor, injeksi aset, ganti pengendali, bisnis baru.
🚀 Harga didorong ke 100 rupiah.
📈 Nilai layar jadi 100 miliar rupiah (1 miliar lembar x 100).
🌫️ Status masih floating profit, belum jadi cash.
🏦 Tahap 3. Cuan tanpa jual lewat repo
🔒 Saham jadi jaminan repo di sekuritas.
✂️ Haircut, jaminan dihitung 20 rupiah per lembar.
💵 Dana repo keluar 20 miliar rupiah (1 miliar lembar x 20).
🪄 Uang nyata keluar, saham tetap dipegang.
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
🛡️ Pagar pengaman sekuritas
🧱 Level repo 20 rupiah.
🧯 Level jaga 40 rupiah.
📐 Buffer 2x lipat dari nilai repo, margin of safety tebal.
📉 Selama harga tidak mendekati 40 rupiah, margin call cenderung aman.
🧰 Tahap 4. Maintenance harga dan likuiditas
💸 Contoh alokasi cash repo
🤑 Ambil 10 miliar sebagai cuan cepat.
🧃 Sisa dipakai untuk maintenance.
🎯 Tujuan maintenance
📌 Jaga harga minimal tidak jebol 40 rupiah.
🌟 Kalau bisa tetap nyaman di area tinggi seperti 100 rupiah.
🧿 Pola yang terlihat di layar
🧲 Bid muncul rutin.
🧊 Offer dijaga supaya tidak panik.
🎚️ Volume dibuat hidup agar terlihat likuid.
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
🔗 Dua kontrak yang saling mengunci
📃 Kontrak 1 repo dengan sekuritas
🏦 Urusan haircut, jaminan, margin call.
🎮 Kontrak 2 operasi pasar dengan bandar
🎲 Tiki-taka menjaga harga dan cerita tetap laku.
⚙️ Jika digabung, jadilah mesin
🔥 Goreng harga ➝ 🏦 repo ➝ 💵 cash ➝ 🧰 maintenance ➝ 🔁 Repeat.
💣 Titik rapuh skema
🕳️ Semua stabilitas bergantung pada kemampuan menjaga harga.
🌪️ Kalau likuiditas hilang atau cerita basi
📉 Harga turun cepat ke area 40 rupiah.
🚨 Risiko margin call.
🧨 Risiko forced sell.
🌀 Spiral jatuh, nilai layar 100 miliar bisa menguap, utang repo tetap nyata.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$ADRO $ADMR $AADI
1/10










Kata BEI: Mereka Pastikan Selektif Pada Saham yang Mau Backdoor Listing 🤔
Diskusi hari ini di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Banyak perusahaan yang lebih memilih Backdoor Listing karena tidak perlu lagi bayar biaya dan izin macam - macam ke BEI dan OJK. Jadi kalau banyak yang Backdoor listing maka cuan fee dari IPO BEI dan OJK bisa berkurang.
Yang pengen Backdoor cukup beli saham lalu tender offer. Lalu RI buat injeksi aset. Selesai.
Kalau mau IPO, banyak yang harus diurus. Macam - macam.
Terus saham Backdoor listing itu enak buat digoreng. Narasinya gampang dibuat dongeng.
Setelah Backdoor nanti beneran bisa laba atau tidak itu urusan belakangan, yang penting sahamnya bisa terbang duluan. Saham terbang sebelum perusahaan benar-benar cetak laba. Itulah enaknya pasar saham. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Tidak perlu menunggu 5 tahun atau 100 tahun atau 1000 tahun untuk bisa BEP atau balik modal dari real laba atau dividen bisnis asli. Dari goreng saham saja bisa cuan lebar. Mau jual kaos atau perumahan untuk bisa cetak laba 10 Miliar setahun itu sangat berat, bisa lihat DADA laba setahun di 2024 tidak sampai 2 Miliar. PSP nya kalau mau cuan lebar dari harap laba dari jual real properti dan dividen, maka itu mustahil bisa BEP dalam waktu cepat. Tapi dari jualan saham DADA, PSP bisa langsung dapat 200-300 Miliar kontan. Easy money. Kalau DADA mau jual semua unit di Apple Unit DADA itu butuh berapa lama? 🤔
Lihat laba DADA dari 2022 - 2024 (gambar 4) laba setahun rata-rata 1 miliar saja. Bagaimana caranya PSP bisa dapat duit ratusan miliar? Jual properti, tentu lama banget. Tapi dari jual saham, lebih cepat dapat ratusan miliar. Mau dapat laba 100 Milyar dari jual unit, butuh waktu 100 tahun kalau laba DADA setahun cuma 1 miliar. Tapi dari jual saham, hanya butuh waktu 1 hari langsung dapat.
Itulah enaknya di pasar modal. Apakah apa yang dilakukan PSP $DADA itu salah dan jahat? Jawabannya, itu tergantung posisi. Kalau investor posisi nyangkut mungkin itu dianggap jahat. Tapi bagi investor yang posisinya udah cuan di DADA, itu dianggap hal wajar. Sekali lagi, posisi menentukan opini. Pasar saham itu netral, tak ada jahat dan baik, selama semuanya berada dalam koridor hukum. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Tak ada aturan yang melarang PSP menjual saham ke investor ritel, yang penting wajib lapor ke BEI dan kebetulan DADA sudah lapor juga ke BEI kalau PSP jualan saham. Toh, investor ritel sendiri yang pengen beli ketika PSP jualan. Jadi sekali lagi, pasar saham itu netral. Kalau PSP memang lagi butuh duit untuk renovasi rumah atau beli McLaren, lalu jual saham, tentu siapa yang bisa melarang? Jual beli saham adalah hak semua investor. Selama semua berada dalam koridor peraturan keterbukaan informasi yang benar, maka ketika PSP jualan saham ke investor ritel, itu tidak melanggar hukum.
Yang melanggar hukum itu adalah kalau memang ada bukti manipulasi harga saham. Tapi kan susah banget untuk membuktikan praktik goreng saham di IHSG. Yang bisa membuktikan hanya BEI dan OJK. Kalau BEI dan OJK diam saja tidak pernah menindak pelaku goreng saham, berarti bisa dianggap pejabat OJK dan BEI tidak terlalu concern sama hal tersebut karena bukan prioritas. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Kembali lagi ke soal Backdoor tadi. Jadi Backdoor Listing itu sifatnya juga netral. Tak ada istilah jahat dan baik. Selama berada dalam koridor aturan yang benar maka pada akhirnya keputusan akhir ada di tangan masing-masing investor. Mau ikutan atau tidak. Kalau mau ikutan, ya harus sadar risiko. Jangan sampai masuk cuma ikut - ikutan, pas Nyangkut langsung menyalahkan orang lain. Jadi lah investor yang pengen Pintar Nyangkut atau Investor yang pengen Mencintai Cutloss.
Kalau tidak mau Nyangkut, pilihannya hanya dua yakni tidak masuk sama sekali atau cutloss.
Risiko masuk saham itu ya cuma Nyangkut dan Cutloss. Gila akibat saham itu hanyalah efek samping. 😌
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$ADRO $BBRI
1/9









Saham Terbaik Hanyalah Mitos
Banyak investor, terutama di awal perjalanan investasinya, sibuk mencari saham terbaik. Mereka berharap ada satu saham unggulan yang bisa dibeli hari ini, disimpan lama, dan memberi hasil paling optimal. Sayangnya, dalam dunia investasi saham, konsep seperti itu hanyalah mitos. "Saham terbaik" selalu bersifat relatif, tergantung siapa investornya dan untuk tujuan apa saham tersebut dimiliki.
Setiap investor memiliki kebutuhan dan kondisi yang berbeda. Ada yang berinvestasi untuk membangun kekayaan jangka panjang, ada yang mengejar pendapatan rutin, dan ada pula yang ingin menjaga nilai aset agar tidak tergerus inflasi. Saham yang cocok untuk tujuan pertumbuhan agresif tentu berbeda dengan saham yang cocok untuk stabilitas dan dividen. Ketika kita memaksakan satu saham sebagai yang terbaik untuk semua orang, kita mengabaikan perbedaan mendasar ini.
Toleransi risiko juga memainkan peran besar. Sebuah saham dengan potensi pertumbuhan tinggi biasanya disertai volatilitas yang lebih besar. Bagi investor yang masih muda dan memiliki horizon panjang, fluktuasi ini mungkin bisa diterima. Namun bagi investor yang mendekati masa pensiun, gejolak harga yang sama bisa menimbulkan stres dan memaksa keputusan yang kurang rasional. Saham yang terasa ideal bagi satu orang bisa menjadi sumber kecemasan bagi orang lain.
Selain itu, peran sebuah saham dalam portofolio juga penting. Sebuah saham bisa sangat masuk akal ketika dilihat sebagai pelengkap, tetapi kurang tepat jika berdiri sendiri. Ada saham yang berfungsi sebagai penyeimbang, ada yang berperan sebagai pendorong pertumbuhan, dan ada pula yang memberi arus kas rutin. Nilai sebuah saham tidak hanya ditentukan oleh kualitasnya secara individual, tetapi juga oleh bagaimana ia berinteraksi dengan aset lain di dalam portofolio.
Kita juga perlu memahami bahwa waktu sangat memengaruhi persepsi “terbaik”. Saham yang tampil luar biasa dalam satu dekade tertentu belum tentu memberikan hasil yang sama di dekade berikutnya. Kondisi industri berubah, teknologi bergeser, dan keunggulan kompetitif bisa terkikis. Investor yang terlalu terpaku pada label saham terbaik sering kali terlambat menyadari bahwa konteks sudah berubah.
Agar tidak terjebak pada pencarian yang keliru, kita bisa menggeser cara berpikir dengan pendekatan berikut:
1. Mulai dari tujuan keuangan pribadi, bukan dari rekomendasi saham.
2. Kenali batas kenyamanan terhadap risiko dan fluktuasi harga.
3. Pahami peran setiap saham dalam keseluruhan portofolio.
4. Evaluasi saham secara berkala berdasarkan relevansinya, bukan reputasinya.
Dengan cara ini, kita berhenti berburu saham terbaik dan mulai membangun portofolio yang paling tepat. Investasi menjadi proses yang lebih personal, rasional, dan berkelanjutan.
Setelah memahami hal ini, coba evaluasi: Saham seperti apa yang sebenarnya paling sesuai dengan tujuan dan kondisi Anda saat ini? Apakah portofolio Anda hari ini benar-benar mencerminkan kebutuhan Anda, atau sekadar mengikuti narasi saham terbaik yang populer di pasar?
@Blinvestor
Follow my Telegram: https://cutt.ly/Btd6w8CM
Random tags: $DATA $ARNA $ADRO
Kalo suka ya di Hold aja kak, begitulah type investor.. yg $ADRO aja yg perlu beli lagi yg banyak dibawah supaya rata² harganya turun (Avg down).
@benny0108 Ada konsep T+2 om. Setiap transaksi yang kita lakukan baru tercatat 2 hari kerja setelah transaksi. Jika cum date adalah T+0, maka ex date T+1 dan record date T+2. Jumlah lembar saham yang kita miliki saat penutupan cum date akan tercatat pada T+2 atau saat record date, sehingga berhak atas dividen. Walaupun saat ex date sudah dijual, hak dividen tetap ada karena saat record date kita tercatat masih punya sahamnya. Kepemilikan saat penutupan ex date baru tercatat satu hari kerja setelah record date. Jadi aman, karena saat record date kita masih tercatat punya sahamnya. Dengan kata lain, Daftar Pemegang Saham (DPS) saat record date adalah pemegang saham s.d. penutupan cum date.
Saya mengatakan ini, atau siapapun yang menjelaskan tentang ini, bukan berarti bermaksud mengajarkan untuk jual pada saat ex date, karena kita sudah tahu, biasanya harga saat ex date akan turun senilai nominal dividen. Saya hanya ingin menjelaskan mengenai konsep cum date, ex date, dan record date. Saya sendiri tidak pernah menjual saham berdividen yang saya punya, entah di cum date, ex date, record date, dsb.
Untuk TS @ROISNURIHSAN dan juga om @nrlmustafa mohon bisa di-update perkembangan kasusnya sampai saat ini, apa betul masih punya barang s.d. penutupan cum date, tapi dividen belum masuk ke RDN saat payment date? $ADRO $BBRI $BSSR