


Volume
Avg volume
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) merupakan perusahaan energi yang terintegrasi secara vertikal di Indonesia dengan bisnis di sektor batubara, energi, utilitas dan infrastruktur pendukung. Disamping itu ADRO juga mempunyai lini bisnis seperti logistik dan ketenagalistrikan yang terintegrasi melalui anak-anak perusahaan dan ketenagalistrikan. Lokasi utama operasional Adaro berada di propinsi kalimantan selatan. Produk utama Adaro adalah Environcoal, batubara termal dengan kadar polutan yang rendah. Adaro Energy juga memiliki aset batubara metalurgi yang beragam mulai dari batubara kokas semi lunak sampai batubara kokas... Read More
Ketika “Asing Masuk” Menjadi Ilusi: Pelajaran Kasus Adani, Broker Asing, dan Bahaya REPO Saham bagi Investor Ritel Indonesia
Di pasar saham Indonesia, ada satu kalimat yang hampir selalu menenangkan investor ritel:
“TENANG, ASING LAGI MASUK.”
Seolah-olah dengan satu label itu, risiko langsung mengecil dan masa depan saham menjadi cerah. Padahal, sejarah pasar global justru menunjukkan sebaliknya. Label “asing” sering kali menjadi alat pembenaran, bukan jaminan kesehatan bisnis.
CONTOH KASUS runtuhnya Adani Group di India menjadi contoh nyata bagaimana ilusi permintaan, utang berbasis saham, dan SALAH TAFSIR terhadap investor asing bisa membawa kehancuran besar.
Kasus Adani: Ketika Harga Naik Bukan Karena Bisnis
Pada awal 2023, laporan investigatif dari Hindenburg Research membuka praktik berisiko di balik kenaikan saham Adani. Intinya bukan sekadar tuduhan, melainkan pola:
Saham-saham Adani naik sangat tinggi dalam waktu singkat. Saham tersebut kemudian dijadikan jaminan utang (share-backed loans atau REPO). Dana hasil utang tidak sepenuhnya masuk ke bisnis riil, tetapi kembali berputar ke saham yang sama untuk dipompa naik. Harga naik lagi —> nilai jaminan membesar —> utang bertambah, dan dari luar semuanya TAMPAK SEHAT.
Masalah muncul ketika ADANYA HINDENBURG RESEARCH maka kepercayaan pasar terguncang. Harga saham turun, jaminan menyusut, bank dan kreditur menarik diri, dan penjualan paksa terjadi. Dalam waktu singkat, nilai pasar Adani runtuh. Investor ritel yang datang belakangan menjadi korban paling akhir.
Pelajaran terpenting dari kasus ini sederhana:
harga saham bisa naik karena utang dan rekayasa, bukan karena kekuatan bisnis.
Mengapa Kisah Adani Penting untuk Investor BEI ?
Karena mekanisme yang digunakan bukan hal asing di Bursa Efek Indonesia.
Di Indonesia, investor mengenal:
- Investor Ritel sudah Mulai Banyak
- Margin trading
- REPO saham
- Broker lokal dan broker asing masih sering jadi Acuan
Semua ini legal dan sah. Namun masalah muncul ketika fasilitas ini dipakai bukan untuk mendukung pertumbuhan bisnis, melainkan untuk mendorong harga saham agar terlihat kuat.
Broker Asing Bukan Berarti UANG ASING
Inilah kesalahpahaman paling berbahaya di kalangan investor ritel.
Broker asing hanyalah perantara transaksi, bukan identitas pemilik dana. Uang yang masuk lewat broker asing bisa saja:
- Milik pihak lokal
- Milik grup terafiliasi
- Menggunakan nominee
- Berasal dari dana utang atau REPO
Kasus Adani menunjukkan bahwa dana yang terlihat “asing” bisa saja berasal dari lingkaran yang sangat sempit. Yang berubah hanya jalur transaksi, bukan sumber risiko.
Karena itu, melihat broker asing aktif membeli saham tidak pernah cukup untuk menyimpulkan saham tersebut aman atau berkualitas.
Apa Itu REPO Saham dan Mengapa Berbahaya?
REPO saham adalah transaksi di mana saham dijadikan jaminan untuk mendapatkan pinjaman. Selama harga saham stabil atau naik, REPO terlihat aman.
Masalahnya muncul ketika REPO dipakai berlebihan.
Polanya biasanya seperti ini:
Harga saham naik —> saham dijadikan jaminan —> dana pinjaman dipakai membeli saham lagi biasanya juga lewat broker asing —> harga naik lebih tinggi —> jaminan membesar —> utang bertambah.
Selama harga naik, semua terlihat terkendali. Namun begitu harga berhenti naik:
- Jaminan menyusut
- Kreditur meminta tambahan agunan
- Terjadi margin call dan jual paksa
- Harga jatuh cepat dan dalam
Inilah sebabnya saham berbasis REPO jarang turun pelan-pelan. Ketika jatuh, ia jatuh sekaligus.
Pola ini kemungkinan akan Sering Terjadi di Pasar Indonesia
Tanpa menyebut nama emiten, pola ini sering terlihat:
- Saham naik ratusan persen dalam waktu singkat
- Volume besar, pelaku transaksi terbatas
- Broker asing dominan di sisi beli
- Narasi “smart money masuk” menyebar
Investor ritel masuk karena takut ketinggalan. Namun ketika pasar terkoreksi, saham jatuh tajam dan likuiditas menghilang. Saat itulah baru disadari bahwa kenaikan sebelumnya bukan karena pertumbuhan bisnis, melainkan karena leverage dan ilusi permintaan.
Investasi Bukan Soal Siapa yang Masuk, Tapi Dari Mana Kekuatan dan Apresiasi harga Datang
Kasus Adani mengajarkan bahwa pasar tidak runtuh karena isu, tetapi karena struktur yang rapuh. Konteks Indonesia menunjukkan bahwa risiko serupa bisa muncul kapan saja jika investor hanya melihat harga dan label broker.
Bagi investor ritel BEI, prinsip paling aman tetap sama:
- Jangan percaya hanya karena harga naik
- Jangan merasa aman hanya karena “asing masuk”
- Pahami REPO, margin, dan sumber risiko
- Fokus pada bisnis dan arus kas
Karena pada akhirnya,
lebih baik kehilangan satu peluang
daripada kehilangan modal akibat ilusi.
Semoga Besok saham-saham Teman-teman pada Hijau semua..
Sekedar Tag:
$ADRO $BUMI $PTPS
$MTFN Badai Salju Eropa dan USA menguntungkan Emiten Baru Bara. minyak dan Energi.. Permintaan Besar. Stok Terbatas..
$ADRO. $CNKO. BUMI 🚀🚀🚀
BIARKAN PASAR MENJADI GURU YANG PALING KEJAM
Ada satu titik dalam berinvestasi di mana kita harus berhenti berdebat dan mulai diam.. Ketika logika sudah kalah oleh euforia, maka nasehat sebijak apapun hanya akan dianggap angin lalu..
BIARKAN SAJA MEREKA EUFORIA
Biarkan mereka merasa menjadi jenius karena kebetulan tebakan nya tepat.. Biarkan saja narasi "ayo tambah muatan" atau "jangan ketinggalan" atau "jangan cuma jadi penonton" memenuhi stream.. Jangan mencoba menjadi pahlawan bagi mereka yang dengan senang hati terjun ke jurang..
Ingatlah tiga hal ini:
1. Pasar adalah Hakim yang Adil: Market tidak peduli seberapa berisik seseorang di Stream.. Market hanya peduli pada suplai dan permintaan.. Ketika bandar selesai berpesta, mereka akan mematikan lampu dan meninggalkan ruangan, sementara mereka yang FOMO masih sibuk berdansa di kegelapan..
2. Pelajaran Termahal adalah Kerugian: Nasehat dari ribuan buku investasi tidak akan pernah seefektif saldo yang berubah menjadi merah membara dalam satu malam.. Beberapa orang memang harus "dibanting" oleh market untuk mengerti apa itu manajemen risiko..
3. Ego Tidak Bisa Memberi Makan: Biarkan mereka menang debat di kolom komentar, yang penting Anda menang dalam menjaga modal.. Di akhir hari, yang dihitung bukan siapa yang paling vokal, tapi siapa yang portofolionya masih bertahan saat badai datang..
random tags : $BBCA $ADRO $INDS
Saham yang Jumlah Investornya Bekurang Drastis Dalam 1 Bulan Terakhir
Mayoritas saham di list ini mengalami pengurangan investor 1 bulan, skala normalnya ribuan sampai puluhan ribu orang. $ADRO berkurang 33.012 orang, BBRI berkurang 17.861 orang, TLKM berkurang 9.072 orang, $CDIA berkurang 9.331 orang. Ini biasanya tanda ritel mulai kapok atau pindah ke saham lain, dan kalau benar-benar yang keluar itu weak hand, maka bandar bisa goreng-goreng lain. Mungkin ya. 🤔 Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Menariknya, beberapa saham tetap naik walau investor berkurang, contohnya RLCO naik 52,22%, BBTN naik 17,17%, AADI naik 16,78%, INDY naik 9,20%, $BBRI naik 1,61%. Secara teori, ini lebih cocok dengan skenario pergerakan digerakkan pelaku besar atau supply ritel sudah terkuras, bukan karena gelombang investor baru yang masuk.
1. SUPA
Harga Rp 955.
Jumlah investor 141,62 ribu orang.
Perubahan jumlah investor 1 bulan berkurang 554.578 orang.
Return 1 bulan -4,98%.
Laba YTD 20,51 Miliar.
2. RLCO
Harga Rp 6.500.
Jumlah investor 79,85 ribu orang.
Perubahan jumlah investor 1 bulan berkurang 438.306 orang.
Return 1 bulan 52,22%.
Laba YTD 12,34 Miliar.
3. ADRO
Harga Rp 2.220.
Jumlah investor 188,55 ribu orang.
Perubahan jumlah investor 1 bulan berkurang 33.012 orang.
Return 1 bulan -3,06%.
Laba YTD 4,95 Triliun.
4. BBRI
Harga Rp 3.780.
Jumlah investor 705,60 ribu orang.
Perubahan jumlah investor 1 bulan berkurang 17.861 orang.
Return 1 bulan 1,61%.
Laba YTD 40,78 Triliun.
5. CDIA
Harga Rp 1.155.
Jumlah investor 261,50 ribu orang.
Perubahan jumlah investor 1 bulan berkurang 9.331 orang.
Return 1 bulan -24,76%.
Laba YTD 1,27 Triliun.
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
6. TLKM
Harga Rp 3.450.
Jumlah investor 155,76 ribu orang.
Perubahan jumlah investor 1 bulan berkurang 9.072 orang.
Return 1 bulan -4,70%.
Laba YTD 15,78 Triliun.
7. BBYB
Harga Rp 374.
Jumlah investor 58,08 ribu orang.
Perubahan jumlah investor 1 bulan berkurang 7.990 orang.
Return 1 bulan -20,43%.
Laba YTD 464,00 Miliar.
8. PTBA
Harga Rp 2.550.
Jumlah investor 140,06 ribu orang.
Perubahan jumlah investor 1 bulan berkurang 7.700 orang.
Return 1 bulan 5,37%.
Laba YTD 1,39 Triliun.
9. CBRE
Harga Rp 870.
Jumlah investor 50,22 ribu orang.
Perubahan jumlah investor 1 bulan berkurang 6.826 orang.
Return 1 bulan -4,92%.
Laba YTD rugi 32,84 Miliar.
10. INDY
Harga Rp 3.560.
Jumlah investor 19,96 ribu orang.
Perubahan jumlah investor 1 bulan berkurang 6.650 orang.
Return 1 bulan 9,20%.
Laba YTD 7,86 Miliar.
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
11. BBTN
Harga Rp 1.365.
Jumlah investor 59,15 ribu orang.
Perubahan jumlah investor 1 bulan berkurang 6.524 orang.
Return 1 bulan 17,17%.
Laba YTD 3,50 Triliun.
12. AADI
Harga Rp 8.700.
Jumlah investor 77,82 ribu orang.
Perubahan jumlah investor 1 bulan berkurang 6.412 orang.
Return 1 bulan 16,78%.
Laba YTD 9,64 Triliun.
13. AMMN
Harga Rp 7.550.
Jumlah investor 25,39 ribu orang.
Perubahan jumlah investor 1 bulan berkurang 5.921 orang.
Return 1 bulan -6,79%.
Laba YTD rugi 2,93 Triliun.
14. COCO
Harga Rp 318.
Jumlah investor 9,03 ribu orang.
Perubahan jumlah investor 1 bulan berkurang 5.431 orang.
Return 1 bulan -11,17%.
Laba YTD rugi 103,62 Miliar.
15. INKP
Harga Rp 9.850.
Jumlah investor 18,99 ribu orang.
Perubahan jumlah investor 1 bulan berkurang 4.959 orang.
Return 1 bulan -3,43%.
Laba YTD 5,35 Triliun.
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
16. MDKA
Harga Rp 3.220.
Jumlah investor 46,78 ribu orang.
Perubahan jumlah investor 1 bulan berkurang 4.714 orang.
Return 1 bulan 3,21%.
Laba YTD rugi 570,29 Miliar.
17. BREN
Harga Rp 8.000.
Jumlah investor 32,10 ribu orang.
Perubahan jumlah investor 1 bulan berkurang 4.635 orang.
Return 1 bulan -13,04%.
Laba YTD 1,75 Triliun.
18. FPNI
Harga Rp 660.
Jumlah investor 17,22 ribu orang.
Perubahan jumlah investor 1 bulan berkurang 4.194 orang.
Return 1 bulan -21,89%.
Laba YTD 90,98 Miliar.
19. PJHB
Harga Rp 282.
Jumlah investor 48,60 ribu orang.
Perubahan jumlah investor 1 bulan berkurang 4.170 orang.
Return 1 bulan -18,50%.
Laba YTD 5,86 Miliar.
20. BBNI
Harga Rp 4.480.
Jumlah investor 171,25 ribu orang.
Perubahan jumlah investor 1 bulan berkurang 4.079 orang.
Return 1 bulan 3,23%.
Laba YTD 20,04 Triliun.
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
21. DATA
Harga Rp 3.770.
Jumlah investor 11,19 ribu orang.
Perubahan jumlah investor 1 bulan berkurang 4.028 orang.
Return 1 bulan -30,83%.
Laba YTD 64,72 Miliar.
22. ADMR
Harga Rp 1.865.
Jumlah investor 40,37 ribu orang.
Perubahan jumlah investor 1 bulan berkurang 3.919 orang.
Return 1 bulan -7,21%.
Laba YTD 3,35 Triliun.
23. GZCO
Harga Rp 212.
Jumlah investor 33,05 ribu orang.
Perubahan jumlah investor 1 bulan berkurang 3.744 orang.
Return 1 bulan -17,19%.
Laba YTD 40,39 Miliar.
24. KPIG
Harga Rp 156.
Jumlah investor 10,85 ribu orang.
Perubahan jumlah investor 1 bulan berkurang 3.695 orang.
Return 1 bulan -41,79%.
Laba YTD 612,08 Miliar.
25. COAL
Harga Rp 77.
Jumlah investor 51,97 ribu orang.
Perubahan jumlah investor 1 bulan berkurang 3.612 orang.
Return 1 bulan -12,50%.
Laba YTD 31,26 Miliar.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/6






Kecepatan dan Arah yang Terlupakan
Tampaknya ada kegembiraan yang sangat manusiawi saat kita melihat angka-angka di layar bergerak naik dengan cepat dalam waktu singkat. Sepertinya ada kepuasan tersendiri ketika sebuah pilihan yang terasa impulsif ternyata membuahkan hasil instan, seolah-olah kita telah menemukan rahasia untuk melompati proses yang panjang dan membosankan.
...Melompati proses?
Sepertinya ada daya tarik yang kuat untuk percaya pada angka-angka besar yang dijanjikan di masa depan—target-target tinggi yang membuat kita merasa sedang memegang tiket menuju perubahan hidup yang drastis. Rasanya sangat mendebarkan saat kita merasa sedang berjalan di 'jalur cepat' bersama orang-orang yang tampak begitu yakin.
Itu benar. Kalimat itu seperti kunci yang membuka pintu harapan. Siapa yang tidak tergoda oleh sebuah story yang indah? Siapa yang tidak merasa tenang mendengar ada orang-orang tepercaya di baliknya? Ini adalah bahasa yang membuat kita merasa ikut masuk ke dalam lingkaran dalam, merasa mendapat informasi yang tidak dimiliki orang lain. Dan ketika ditambah dengan bukti—harga yang terbang 20% dalam sehari, target 2000 dari harga 300—semakin sulit untuk tidak percaya bahwa FOMO yang dikelola dengan baik adalah sebuah keterampilan, bukan sebuah jebakan.
Namun, saya penasaran. Bagaimana perasaan Anda jika ternyata keyakinan pada angka-angka fantastis itu sebenarnya hanyalah cara untuk menutupi kenyataan bahwa kita tidak benar-benar tahu kapan lantai yang kita pijak akan runtuh?
...Kapan lantai akan runtuh?
Story yang Ditulis Siapa, untuk Siapa?
Ada cerita, dan ada dongeng pengantar tidur.
Cerita yang baik biasanya sederhana. Ia bisa dijelaskan dalam dua atau tiga kalimat oleh siapa pun yang memegang sahamnya. Ia tidak perlu bergantung pada tokoh-tokoh karismatik di belakang layar, karena bisnisnya sendiri yang berbicara.
Dongeng pengantar tidur, sebaliknya, selalu indah dan rumit. Penuh intrik, penuh tokoh misterius, penuh janji yang ditunda-tunda. Dan seperti dongeng pengantar tidur, fungsinya bukan untuk membangunkan, melainkan untuk membuat kita terlelap—lelap dari kenyataan bahwa yang kita pegang sebenarnya bukanlah kepemilikan bisnis, melainkan sebuah tiket lotre yang sedang dioper dari satu tangan ke tangan lain.
Ketika sebuah story hanya bisa diceritakan oleh segelintir orang yang diuntungkan olehnya, dan hanya masuk akal selama harga terus naik, maka story itu bukanlah fondasi. Ia adalah umpan.
Dan orang-orang di baliknya yang trusted? Dalam bisnis yang sehat, orang-orang di baliknya tidak perlu disembunyikan atau didramatisasi. Nama mereka tercetak di laporan tahunan, rekam jejak mereka bisa dilacak, dan konflik kepentingan mereka diatur oleh aturan. Ketika kepercayaan hanya bisa dibangun melalui bisikan di grup dan postingan di media sosial, kita mungkin perlu bertanya: trusted by whom, and for how long?
Membedakan Cerita dan Dongeng
Mungkin kita bisa membedakannya dengan satu pertanyaan sederhana: Apakah cerita ini masih indah jika saya mematikan layar selama setahun?
Karena pada akhirnya, cerita bisnis yang sejati tidak butuh tagar dan sorak-sorai. Ia bekerja diam-diam, mencetak laba, membayar dividen, dan nilainya tumbuh seiring waktu. Ia tidak akan mati hanya karena para penceritanya kehabisan bahan bakar untuk panggung berikutnya.
Tampaknya kita mulai menyadari perbedaan antara 'mendapatkan keuntungan karena kebetulan' dengan 'membangun kekayaan karena pemahaman'. Sepertinya ada pengakuan yang mulai muncul dalam diri kita: bahwa sebuah cerita yang terdengar sangat meyakinkan tidak selalu berarti bisnis di baliknya benar-benar memiliki nilai yang sebanding. Ada ketenangan yang berbeda saat kita tidak lagi perlu bergantung pada harapan bahwa harga akan terbang ke langit, karena kita sudah tahu persis berapa nilai nyata dari apa yang kita miliki di bumi.
...Nilai nyata di $BUMI?
Ada sebuah kelegaan yang mulai tumbuh: saat kita tidak lagi merasa perlu mengejar setiap lonjakan yang terjadi dalam satu hari, karena kita lebih memilih untuk memiliki sesuatu yang kualitasnya tetap terjaga dalam bertahun-tahun. Kita mulai memahami bahwa kedaulatan finansial bukan tentang seberapa berani kita bertaruh pada angka-angka imajiner, melainkan seberapa cerdas kita menjaga hasil kerja keras kita dari janji-janji yang sering kali menguap saat kenyataan datang menyapa.
Sepertinya kita semua sedang belajar bahwa pertumbuhan yang sesungguhnya tidak butuh teriakan atau target yang muluk-muluk, melainkan butuh fondasi yang cukup kuat untuk menahan beban di saat badai datang tanpa peringatan.
Jadi, di tengah riuhnya tagar dan target harga yang terus diperbarui, mungkin ada satu hal yang layak kita tanyakan pada diri sendiri:
"Jika semua orang yang bercerita tentang saham ini tiba-tiba diam besok, akankah saya masih bisa tidur nyenyak memegangnya?"
Jika pada akhirnya setiap lonjakan harga akan selalu mencari titik keseimbangannya kembali pada nilai bisnis yang sebenarnya, bagaimana cara Anda memastikan bahwa apa yang Anda sebut sebagai kemenangan hari ini bukan sekadar pinjaman dari pasar yang sewaktu-waktu bisa ditarik kembali dengan bunga yang jauh lebih besar?
$ADRO $ANTM

Kesempatan dan Fondasi yang Tidak Bisa Ditukar
Kedengarannya seperti... akhir-akhir ini muncul sebuah kerangka berpikir yang sangat rapi. Sebuah peta yang membagi kelompok-kelompok saham, memberikan label pada masing-masing, dan menjanjikan bahwa semuanya bisa cuan. Ada tempat untuk konglo, ada tempat untuk backdoor, ada tempat untuk fundamental, dan ada tempat untuk yang tidak likuid. Tinggal pilih, sesuaikan strategi, disiplin ambil untung 20-30%, pasang stop loss, dan—katanya—semua akan baik-baik saja.
Tampaknya ada antusiasme yang besar saat kita melihat angka-angka yang bergerak cepat dan menjanjikan keuntungan yang luar biasa dalam waktu singkat. Sepertinya ada semacam pembenaran yang muncul bahwa selama hasilnya mendatangkan keuntungan, maka cara apa pun yang kita tempuh—entah itu berdasarkan perhitungan bisnis atau sekadar mengikuti arus cerita—adalah langkah yang sama benarnya.
...Langkah yang sama benarnya?
Sepertinya ada upaya untuk menyederhanakan segala sesuatu dengan mengatakan bahwa semua risiko adalah sama, asalkan kita memiliki 'disiplin' untuk keluar di waktu yang tepat. Rasanya sangat menenangkan saat kita percaya bahwa kita bisa mengendalikan volatilitas yang liar hanya dengan sebuah rencana di atas kertas.
Kedengarannya seperti penawaran yang sangat masuk akal. Sangat inklusif. Tidak ada yang salah, tidak ada yang ditinggalkan. Semua orang bisa ikut, semua strategi valid, asal tahu porsinya.
Itu benar. Di permukaan, ini adalah cara berpikir yang dewasa. Yang mengakui kompleksitas pasar. Yang tidak menghakimi pilihan orang lain.
Namun, saya penasaran. Bagaimana perasaan Anda jika ternyata keberhasilan yang didapatkan dari keberanian tanpa dasar tersebut justru sedang membangun rasa percaya diri palsu yang akan membahayakan Anda di kemudian hari?
...Percaya diri palsu?
Peta untuk Pulang
Tapi saya ingin menawarkan sesuatu untuk direnungkan.
Ada dua jenis peta. Peta pertama adalah peta untuk berkeliling kota. Ia menunjukkan semua jalan, semua gang, semua tempat ramai, semua tempat sepi. Ia memberi tahu rute tercepat ke pasar malam yang sedang ramai dikunjungi. Peta ini sangat berguna—jika tujuan Anda memang ingin melihat keramaian.
Peta kedua adalah peta untuk pulang ke rumah. Ia mungkin hanya menunjukkan satu jalan. Jalan itu mungkin tidak selalu yang tercepat, tidak selalu yang paling ramai, dan kadang terasa membosankan karena Anda sudah melewatinya ribuan kali. Tapi peta ini memiliki satu keunggulan: ia selalu membawa Anda ke tempat yang aman, apapun yang terjadi di kota itu.
Pertanyaannya bukanlah peta mana yang lebih benar. Keduanya benar secara teknis. Pertanyaannya adalah: sedang apa Anda sebenarnya di kota ini? Apakah Anda sedang berkeliling melihat-lihat, atau Anda sedang dalam perjalanan pulang?
Orang yang sedang berkeliling untuk melihat-lihat butuh peta yang lengkap. Ia butuh tahu semua gang, semua jalan pintas, semua tempat di mana kembang api sedang dinyalakan. Dan itu tidak salah—selama ia ingat bahwa ia hanya sedang melihat-lihat.
Tapi orang yang sedang dalam perjalanan pulang—yang keluarganya menunggu, yang rumahnya butuh kehangatan—ia tidak butuh peta yang lengkap. Ia butuh satu jalan yang pasti. Ia tidak perlu tahu di mana kembang api sedang meledak malam ini. Ia perlu tahu bahwa jalan yang ia pilih akan tetap ada esok pagi, dan akan membawanya pulang.
Tampaknya kita mulai menyadari bahwa ada perbedaan yang sangat mendalam antara 'mendapatkan keuntungan' dengan 'membangun kekayaan'. Sepertinya kita mulai melihat bahwa mengikuti sebuah cerita yang terlihat solid atau tokoh di baliknya yang terlihat terpercaya, tidaklah sama dengan memiliki aset yang memang mampu mencetak laba secara konsisten. Ada pengakuan yang jujur bahwa di saat likuiditas menghilang dan pintu keluar tertutup rapat, segala bentuk rencana keluar yang lincah itu tidak lagi memiliki arti.
...Pintu keluar tertutup rapat?
Ada sebuah kejelasan yang mulai tumbuh: bahwa ketenangan yang sejati tidak lahir dari kemampuan kita untuk 'menebak' saham mana yang akan terbang hari ini, melainkan dari pengetahuan bahwa apa yang kita miliki memiliki akar yang kuat di dunia nyata. Ada perbedaan besar antara seseorang yang merasa menang karena berhasil keluar sebelum badai, dengan seseorang yang tetap tenang karena tahu rumah yang ia tempati dibangun di atas tanah yang solid, bukan di atas angin.
Sepertinya kita semua sedang belajar bahwa di dalam pasar, kita tidak hanya sedang mengelola uang, tapi juga sedang mengelola waktu hidup kita. Dan waktu hidup terlalu berharga jika hanya digunakan untuk mengejar bayangan yang bisa hilang dalam semalam.
Jadi, di tengah semua peta rapi yang ditawarkan, dengan segala strategi untuk setiap kelompok dan janji bahwa semua bisa cuan, ada satu pertanyaan yang mungkin perlu kita tanyakan pada diri sendiri, terutama ketika layar akan dimatikan dan malam tiba:
"Dari semua peta yang saya pegang ini, mana yang benar-benar saya percaya untuk membawa saya pulang—bukan sekadar membawa saya berkeliling?"
Jika pada akhirnya setiap strategi akan diuji oleh waktu, bagaimana cara Anda memastikan bahwa apa yang Anda miliki hari ini tetap akan memberikan hasil yang nyata bagi hidup Anda, bahkan saat cerita-cerita hebat itu tidak lagi terdengar di telinga Anda?
$BUMI $ADRO $FILM

Selamat pagii, happy imlek bagi yang merayakan. 🥳
Untuk teman teman ku seperjuangan
Jangan FOMO tergiur ajakan beli oleh SIAPAPUN, termasuk saya.
Apalagi terkena pom poman 1 emiten saja, seperti hal nya yg rame lagi dibicarakan 1 emiten sekarang yaitu INDS. Jangan pernah kemakan pompoman, wajib analisa riset sendiri!
Sayangi dan cintai uang kamu yg kamu dapatkan dengan jerih susah payah.
Bursa memang tempat cari uang, tapi banyak juga oknum yang cari korban. Hati hati selalu, sebelum lakukan jual beli alangkah baiknya selalu analisa riset kembali masing masing.
Yuk semangat untuk besok dan seterusnya mencari cuan! 😍
Random tag $BUMI $ADRO $ZATA
Kabarnya pemain dibalik $INDS dan $FILM orang yang sama, FILM ditarget ke 10000 tapi harga terkerek ke 14000
Sekarang INDS ditarget 11000 , Kira-kira bakal kerek sampe mana ya..
holder $ADRO mampirlah

Kalau benar Chendong sisa distribusi tipis dibawah 1%, BUMI bisa masuk fase baru.
Pertanyaannya... kalau stand-by seller selesai, fase barunya gimana menurut kalian?
$BUMI $ADRO $AGII
1/5





$LPIN sudah lama dikenal melalui lisensi busi Champion. Namun, di 2026, wajah LPIN telah berubah:
Pilar Otomotif: Masih memproduksi komponen, namun kontribusinya mulai tergerus oleh tren kendaraan listrik (EV) karena busi tidak dibutuhkan di mobil listrik murni.
Pilar Investasi: LPIN kini lebih berperan sebagai investment holding di bawah bendera Lippo. Mereka memiliki aset-aset investasi yang seringkali memberikan keuntungan non-operasional yang besar.
Di tahun 2026 ini, daya tarik utama LPIN bukan lagi sekadar jualan busi, melainkan dua hal:
Daya Tarik Dividen (Dividend Play): LPIN memiliki sejarah sebagai emiten yang sangat royal membagikan dividen dengan yield yang seringkali di atas rata-rata pasar. Investor jangka pendek biasanya masuk menjelang pengumuman RUPS di kuartal II 2026.
Efisiensi Operasional: Perusahaan terus melakukan perampingan biaya manufaktur untuk menjaga margin laba tetap tebal meskipun volume penjualan komponen konvensional stagnan.
Likuiditas Saham: LPIN dikenal memiliki volume perdagangan yang cenderung kecil (tidak selikuid saham blue chip). Ini membuatnya rentan terhadap fluktuasi harga yang tajam jika ada akumulasi dari investor besar.
Tantangan terbesar LPIN menuju 2030 adalah relevansi. Sebagai produsen busi, mereka menghadapi "sunset industry". Strategi mereka meliputi:
Diversifikasi Produk: Mencari lini komponen baru yang tetap dibutuhkan dalam kendaraan listrik (misalnya sistem pendingin atau komponen mekanis non-mesin bakar).
Reorganisasi Portofolio: Memanfaatkan kas yang kuat untuk berinvestasi di sektor-sektor yang sedang tumbuh di ekosistem Lippo lainnya (seperti kesehatan atau teknologi digital).
$BBCA $ADRO
wkwkwkwk eh plot twizz yg dapet monster wte si $ADRO tapi tetep yg bangun oabrik nya $PTPP nah makin bingung kan luuu 🤣🤣🤣 biar sekalian bingung bingung dah $OASA @Miftahudinnn
Indonesia itu surganya komoditas. Batu bara baru permulaan
Biarkan aseng yang merugi karena gak ikutan party
$IATA $MITI $ADRO

YUK bahas $TPMA Transportasi komoditas Curah
Ada 4 Poin Penting yg kita bahas di Tahun 2026 :
1. Pemangkasan RKAB Kuota Ekspor Batubara.
2. Suku Bunga BI dan Suku Bunga The Fed.
3. Insentif pembelian dan reparasi Kapal 2026
4. Disversifikasi curah lain seperti nikel, pasir silika, bahan baku semen dll.
---------------------------------------
1. RKAB kuota ekspor Batubara dipangkas sama menteri Goblin, alasannya untuk mengkerek naik harga $COAL-NEWCASTLE , sedangkan RKAB Batubara Domestik dibuat naik dari 25% (2025 lalu) menjadi 30% (2026 sekarang).
Hal ini, poin POSITIF bagi TPMA yg pendapatannya berasal 95% pasar Domestik. Harga Coal Newcastle naik = harga coal domestik pasti naik, ini berkah bagi TPMA dan Pemangkasan tidak bedampak ke TPMA.
-------------------------------------
2. DER TPMA lumayan 0,75 tapi masih diambang batas < 1. Dimana tahun ini suku bunga BI bertahan di 4,75% menurut analis tetap akan tertahan hingga akhir tahun.
Begitu juga suku Bunga The Fed 3,5-3,75% cenderung turun menurut analis.
kenapa suku bunga ini perlu diperhatikan? karena TPMA agresif ekspansi besar-besaran sebagian dana ekspansi jelas menggunakan hutang baik itu rupiah (acuan suku bunga BI) maupun Dollar (acuan suku Bunga The FED).
dengan tertahannya suku bunga yang rendah, makaTPMA mampu saving cash lebih banyak lagi (Positif Dividen Tetap besar).
--------------------------------
3. Adanya insentif pembelian dan Reparasi KAPAL 2026.
Pemerintah sekarang 2026 sedang menyorot pertumbuhan transportasi laut yg mampu menyumbang dari total PDB ekonomi nasional yang besar 7,6 - 8% (SEKARANG), target baru pemerintah menjadi 12,5-15% di tahun 2045 (kemungkinan besar Insentif ini akan berlangsung lama).
Hubungan Dengan TPMA? TPMA berkomitmen setiap tahun membeli 5 kapal tongkang dan tugboat. Insentif ini sinyal positif.
-------------------------------
4. Disversifikasi Komoditas curah terutama Nikel.
Dengan agresif nya TPMA menambah Kapal-kapal ini, salah satunya mengambil pasar komoditas curah lain. seperti Nikel, woodchip, bahan baku semen. yang setiap tahun saya yakin akan menaikan kontribusi pendapatan TPMA.
Sekian pembahasan dari saya agar saling menguatkan sesama VALUE Investor, jangan kasih asing harga murah emiten-emiten fundamental kita ya.
Tag Value Investor $ADRO
Masih pada inget ga beberapa bulan sebelum kegaduhan MSCI ini, Robinhood menyatakan mau masuk ke market Indonesia.
Robinhood ini sangat terkenal di negara asalnya, Amerika Serikat, karena trading fee nya 0. Iya, gratis.
Kenapa bisa gratis?
Karena mereka menggunakan sistem PFOF (Payment for Order Flow).
Apa itu PFOF?
Sederhananya bid-ask yang dipasang oleh retail tidak dieksekusi secara langsung ke bursa, melainkan “dioper” dulu ke market maker gede untuk mereka eksekusi.
Nanti market maker bakal bermain di spread bid-ask yang akan diambil sebagai revenue market maker.
Nah lewat mekanisme ini, justru market maker yang akan membayar Robinhood atas bid-ask yg dioper, dari bayaran inilah sumber revenue utama Robinhood.
Kenapa mesti bahas PFOF?
Ini jadi penting karena diferensiasi sekaligus kekuatan Robinhood ada di sini dan itu cara mereka menjebol persaingan antar broker dengan memberikan 0 trading fee.
Masalahnya, PFOF itu sangat sulit diimplementasikan di IHSG, terlepas dari segi regulasi.
Secara teknis, syarat utama PFOF itu bisa diimplementasi adalah market punya likuiditas tinggi.
Likuiditas tinggi secara sederhana bisa ditranslasikan sebagai volume perdagangan yang tinggi serta actual free float yang juga cukup tinggi.
Balik ke pembahasan MSCI, mereka tiba-tiba mengeluarkan surat yang mempermasalahkan likuiditas termasuk actual free float emiten-emiten yang ada di IHSG beberapa bulan setelah Robinhood menyatakan rencana masuk ke pasar Indonesia.
Saya tidak bicara soal konspirasi hubungan antara Robinhood dengan MSCI karena saya tidak punya akses untuk memvalidasi hal tersebut.
Tapi yang pasti, jika regulator Indonesia mampu memenuhi apa yg dituntut oleh MSCI maka itu juga akan menjadi pintu lebar bagi Robinhood untuk menjalankan bisnisnya di Indonesia.
MSCI jalan.
Robinhood juga jalan.
Bayangkan akan seberapa bullish nantinya jika kepercayaan asing ke bursa kita sudah kembali.
Random tag
$ADRO $PTRO $BBCA
pada seneng banget bahas $ADRO ...
Itu artinya apa?
Awas fomo.
Kalau kata MM: ARAKAN RETAILL
$AADI $ADMR

$ADRO Reclaim Area Kunci, Akumulasi Asing Mulai Terlihat Konsisten
ADRO bergerak cukup lama dalam fase base di rentang 1.625–1.970 sebelum akhirnya terjadi dorongan naik dan harga berhasil kembali ke area 2.200-an. Zona 1.970 yang sebelumnya menjadi resistance kini berfungsi sebagai support terdekat, sementara area 2.430 menjadi supply penting yang menentukan kelanjutan tren.
Struktur harga menunjukkan pergeseran karakter dari fase turun menjadi fase akumulasi. Higher low mulai terbentuk setelah harga mampu bertahan di atas demand menengah. Selama 1.970 tetap terjaga, bias teknikal cenderung konstruktif dengan potensi uji ulang area 2.430.
Aliran dana asing mulai menunjukkan perubahan perilaku. Setelah periode net sell yang panjang, muncul fase net buy yang lebih konsisten pada area bawah hingga fase awal kenaikan. Pola seperti ini umumnya merefleksikan akumulasi bertahap, bukan sekadar reaksi jangka pendek. Validasi niat akan terlihat dari konsistensi net buy saat harga mendekati area supply, bukan hanya saat harga berada di dasar.
Dalam kondisi seperti ini, fokus analisis berada pada kemampuan harga mempertahankan area reclaim dan respons market ketika mendekati 2.430. Jika supply mampu ditembus dengan partisipasi volume yang meningkat, struktur berpotensi berlanjut ke fase ekspansi. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan 1.970 akan membuka ruang kembali ke area base sebelumnya.
Jangan cuma lihat chart, pahami arahnya. ❗️
FOLLOW akun ini sekarang supaya tidak ketinggalan insight teknikal berikutnya.
$BUMI $BBCA

DSSA Stock Split 2026: Upaya Meningkatkan Likuiditas Saham Sultan
💎 Emiten grup Sinarmas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), resmi mengumumkan rencana aksi korporasi stock split.
📈 Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham di bursa yang selama ini memiliki harga nominal tinggi.
📊 Rasio pemecahan nilai nominal saham diharapkan dapat menjangkau lebih banyak investor ritel untuk masuk.
💰 Kinerja fundamental DSSA yang solid di sektor energi dan teknologi menjadi sokongan utama daya tarik aksi ini.
🚀 Secara historis, stock split emiten blue-chip sering kali menjadi katalis positif bagi pergerakan harga saham di pasar reguler.
Baca analisisnya
https://cutt.ly/LtmPhtK0
$DSSA $BBCA $ADRO

$ADRO https://cutt.ly/TtmPd4tA
$ADRO https://cutt.ly/JtmPaSu8
$ADRO nunggu bulan April baru nambah lot..
Trus nambah lot lagi sesudah ex dividen sktr bulan Juni/Juli dan beli pas di support kuat.
3 SKENARIO ENTRY SAHAM $BMRI (Swing Trader Plan)
Harga sekarang: 5075
1) SKENARIO ENTRY SEKARANG (Moderate Entry)
- Entry: 4950 – 5150
- Stoploss: < 4800
- TP1: 5400
- TP2: 5700 – 6000
Alasan: Harga masih konsolidasi di atas area support kuat, struktur swing BMRI masih memungkinkan lanjutan naik Boss.
2) SKENARIO ENTRY PULLBACK (Conservative – Paling Aman)
- Entry: 4700 – 4800
- Stoploss: < 4550
- TP1: 5150
- TP2: 5500 – 6000
Alasan: Area demand bawah cukup solid, ini zona paling aman buat entry sambil jaga risiko Boss.
3) SKENARIO ENTRY AGRESIF (Buy on Breakout)
- Entry: Buy kalau breakout > 5250 dengan volume besar
- Stoploss: < 4950
- TP1: 5700
- TP2: 6200 – 6600
Alasan: Breakout resistance kunci bisa jadi trigger momentum lanjutan Boss.
Alasan Buy:
• Harga masih di area demand
• Struktur swing memungkinkan rebound / masih bullish
• Breakout 5250 bisa jadi trigger lanjutan
Risiko:
• Kalau 4700 jebol = potensi lanjut turun / koreksi lebih dalam
• Breakout tanpa volume rawan fake
• Stoploss wajib buat jaga modal Boss
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$ADRO $PDPP
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏