Salah satu framework sederhana yang sering saya gunakan adalah dividend yield + growth rate. Meskipun simple, ia tetap cukup konservatif.

1. Tentukan hurdle rate pribadi. Sebaiknya di atas 12%. Kalau saya pribadi pakai 15%.

2. 15 % = Dividend Yield + growth rate.

3. Screen perusahaan yang ROE-nya >= 15%.

4. Perhatikan juga ROIC-nya. Sebaiknya di atas 13%, meskipun terdapat pengecualian untuk beberapa perusahaan yang ROIC-nya rendah tapi punya income non-operasi rutin dari anak usahanya.

4. Estimasi growth rate. Ini bagian paling tricky, karena ada banyak faktor (internal maupun eksternal) yang dapat mempengaruhi. Secara matematis rumusnya adalah ROIC x reinvestment rate, di mana reinvestment rate adalah berapa % dari NOPAT yang dihasilkan tahun sebelumnya yang diinvestasikan kembali ke usaha. Tapi ga segampang itu, karena harus memperhatikan base rates, secular tail (head) wind, growth of market size, moat, dll.

5. Pelajari satu per satu mana yang DY + estimasi growth nya bisa memenuhi 15% itu.

6. Kalau sudah nemu, ya tinggal dibeli dan hold, lalu evaluasi berkala.

Kenapa konservatif?

*Karena aslinya hurdle rate itu rumusnya adalah FCFE Yield + growth. DI mana FCFE Yield adalah Dividend Yield + % of Retained Cash. Jadi kita mengesampingkan value of % of Retained Cash, yang mana fungsinya adalah untuk memperkuat balance sheet, sehingga risk lebih teredam. Cash ini suatu saat juga dapat direinvestasikan atau dikembalikan ke kita sebagai investor.

*Karena kita pakai hurdle rate 15%, yang mana itu sudah lebih tinggi 3% dari hurdle rate market. 3% ini berfungsi sebagai MOS, sekaligus sebagai ruang untuk capital gain ketika market bullish.

Kenapa ROIC dan ROE penting?

Semakin tinggi ROIC/ROE, tingkat reinvestasi yang dibutuhkan untuk mencapai sebuah level pertumbuhan semakin kecil, sehingga sisa uangnya (FCFE) semakin besar. Yang berarti potensi returning to shareholder juga semakin besar. Jadi ROIC/ROE itu memiliki dampak terhadap dua variable sekaligus, yaitu dividend yield dan juga growth rate.

Dengan framework ini, seharusnya investor akan lebih tenang ketika terjadi gejolak di market. Ketika harga saham rontok, tapi fundamental perusahaan belum berubah, kita malah senang. Karena, DY nya semakin besar, membuat kita semakin mudah mencapai hurdle rate 15% itu. Ketika harga saham naik, cuannya lebih banyak lagi dari capital gain. Mau naik mau turun tetap happy.

Mudah-mudahan sharing ini bermanfaat! Bisa dibaca juga beberapa contoh dalam post:

https://stockbit.com/post/27790477
https://stockbit.com/post/27881223
https://stockbit.com/post/28033189
https://stockbit.com/post/28044530

$TOTL $SMSM $IPCC

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy