imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Mencontek dalam berinvestasi, bolehkah?

Halo teman-teman semua, bagaimana kabarnya di awal 2026 ini? Semoga portonya selamat ya dari guncangan beberapa waktu ini, dan selamat yang sudah sedia cash dari kemarin, sehingga bisa memiliki kesempatan mengakumulasi beberapa saham yang lagi diberikan diskon oleh market. Saya yakin kesempatan tersebut hanya datang jika kita sudah siap, yang berarti jika kita investasi hanya ikut-ikut kata orang lain saja tanpa benar-benar mengerti apa yang kita beli, penurunan harga saham yang terjadi kemarin bisa jadi sesuatu yang menyeramkan, membuat tangan gelisah dan tidur jadi tidak nyenyak, apalagi jika posisi sudah all in, dimana saya sangat against all in yang saya jelaskan disini https://stockbit.com/post/22710930. Oleh karena itu untuk artikel kali ini saya mau membahas terkait investasi saham dengan mencontek orang lain, apakah itu hal yang salah atau sebenarnya tidak masalah?

Mencontek Style Investasi

Berhubung saya lagi baru selesai main Dark Soul, maka untuk case ini izin saya kaitkan dengan filosofi di game tersebut ya. Di awal game Dark Soul kita memiliki kesempatan untuk memilih character kita akan fokus di strength / dexerity / magic build. Yang keduanya memiliki pros dan consnya di masing-masing periode tertentu. Cabang dari ketiga build tersebut juga bisa bervariasi tergantung dari senjata apa dan magic apa yang akan kita pakai sepanjang perjalanan nanti, sehingga perjalanan setiap orang bisa dipastikan memiliki keunikannya sendiri, jarang sekali (kalaupun ada) game yang dimainkan dengan sama persis antara satu pemain Dark Soul dengan pemain lain. Pada akhirnya kita juga pasti memiliki style sendiri yang kita nyaman mainkan, meskipun mungkin style itu bukan yang paling kuat.

Begitupun di pasar modal, semakin banyak mendengar pendapat dari pelaku market melalui podcast ataupun seminar di sana sini, maka saya rasa teman-teman juga sadar begitu banyak style investasi yang bisa kita pilih ya. Mulai dari value investing ala PER PBV, value + growth investing, 'new era' of value investing, trading by momentum, scalping, dan banyak lagi style investasi orang yang membuat market menjadi unik dan sejujurnya tidak pernah multak ada kata benar dan salah di setiap transaksi yang terjadi. Pada akhirnya yang membeli selalu ingin saham yang dia beli naik dan saham yang dia jual tidak naik lagi kedepannya (kalau ada yang denial beli saham berharap harganya turun lagi percayalah itu biasanya hanya untuk menghibur diri saja wkwk).

Sehingga bisa saja kita mencontek style investasi mentor A atau B, tapi seharusnya seiring waktu jika kita benar-benar serius menekuni dunia saham maka kita juga pada akhirnya akan memiliki style yang akan nyaman kita pakai sendiri. Perjalanan menuju penemuan jati diri tersebut merupakan perjalanan panjang yang alhamdulillah saya pribadi sepertinya sudah selesai proses pencarian jalannya yang saya share disini https://stockbit.com/post/24117594. Buat yang masih belum menemukan style-nya tetap semangat, dan keep open minded untuk bisa menerima segala insight yang ada di market. Saya tidak menyarankan untuk keluar dari comfort zone, tapi perluaslah comfort zone kita setiap harinya dengan terus mempelajari hal-hal baru yang related dengan style yang ingin kita jalani selama perjalanan kita berinvestasi di saham kedepannya.

Mencontek Stockpick

Dari style investasi tadilah maka universe stockpick kita akan terbentuk, yang biasanya jika kita menjalani style yang sama maka ketemunya sahamnya ya itu lagi itu lagi, apalagi di IHSG yang universe sahamnya cukup kecil jika dibanding di market US. Jika teman-teman sadar sebenarnya saham-saham yang saya bahas di Stockbit mayoritas berasal dari saham-saham yang direkomendasikan oleh Mentor Baik juga, mulai dari $ADES, BTPS, $TSPC, ULTJ, WINS. Then why bother sharing? Toh sudah ada orang lain juga yang sudah membahasnya? (Pada masanya memang sampai ada yang bertanya hal seperti ini).

Uniknya di dunia saham adalah untuk 1 saham yang sama persis dengan orang lain, alasan masuknya bisa jadi 100% berbeda yang utamanya disebabkan perbedaan time horizon waktu kita mulai analisis dan beli sahamnya dibanding orang lain. Kita ambil contoh saja di ADES, yang saya tahu ada beberapa orang yang sudah beli dari harga < 2.000 dulu. Tapi orang yang sama tersebut juga menjelaskan alasan dia beli di harga itu dulu sangat berbeda dengan alasan dia hold hingga saat ini dan bahkan masih berani untuk tetap membeli lagi di harga 15,000. Dikarenakan story ADES yang berubah dari saham yang masih diragukan turnaround-nya di 2021 dulu menjadi saham yang jelas lagi masuk ke fase2 fast grower dan hanya dihargai dengan PEG 0,6x saja.

Semakin lama saya mengarungi market, maka semakin terbuka juga sudut pandang saya terhadap 'si paling awal dalam membahas suatu saham', karena pada akhirnya jarang ada yang benar-benar valid dengan klaim mereka sebagai yang pertama menganalisis sebuah saham, karena di sisi dunia lain ada saja sebenarnya yang sudah membahas thesis saham tersebut, kalaupun bukan berasal dari komunitas bisa saja berasal dari analisis sekuritas, atau bahkan ya prospektus IPO perusahaan tersebut. Yang menjadi pembeda adalah siapa yang berhasil 'meramaikan' saham tersebut dengan analisisnya saja. Pertanyaannya adalah, apakah perlu selalu menjadi penemu paling pertama untuk bisa sukses? Untungnya tidak, terkadang analisis apalagi di dunia value investing butuh waktu yang tidak sebentar untuk market mulai mengapresiasinya. Sehingga memberikan ruang bagi kita untuk crosscheck analisis orang-orang lain yang bisa menjadi referensi analisis kita.

Mencontek Money Management

Membahas contek mencontek ini membuat saya teringat dengan Monish Pabrai yang pernah dengan pede mengatakan 'saya peniru yang tidak tahu malu, segala sesuatu dalam hidup saya dikloning, saya tidak punya ide original', terus apakah Monish Pabrai tidak sukses? Silahkan dijawab sendiri ya. Begitupun dengan China yang sepertinya satu dunia sudah tahu pada masanya semua dicontek oleh manufaktur di China, sampai pada akhirnya mereka bisa semaju sekarang dan menjadi pelopor inovasi di bidang produksi dan teknologi. Amati, Tiru, Modifikasi di tangan yang tepat menjadi senjata paling efektif untuk belajar.

Jika teman-teman sadar 5 saham yang saya bahas di atas itu merupakan mantan penghuni porto saya (beberapa masih hold), yang sumbernya bukan berasal dari 1 mentor saja, karena risk profile saya pribadi yang tidak mungkin sama dengan orang lain termasuk mentor saya sekalipun. Penyebab mengapa saham yang sama juga akan berbeda di dalam porto seseorang dengan orang lain adalah dikarenakan kondisi keuangan satu dengan yang lain pastinya berbeda. Ada yang 100% asetnya di saham, ada yang hanya 50%, ada yang mungkin hanya 10% saja. Untuk yang 10% aset di saham menjadi sedikit wajar jika mereka berani all in di $BUMI misalnya, karena kalaupun ternyata BUMI balik ke gocap seharusnya hidupnya tidak begitu terdampak. Menjadi keputusan yang kurang bijaksana juga bila kita all in di ADES sekalipun jika aset kita 100% di saham, siapa tahu apa yang akan terjadi kedepannya?

Pada akhirnya pilihan saham kita bisa sama persis dengan orang lain, tapi conviction tidak akan bisa sama. Conviction itu pula yang akan berpengaruh ke timing buy and sell kita, kapan kita TP sebagian, Avg down, Avg up, belum lagi tiiming sizing saham tersebut di porto. Terlalu banyak faktor yang menjadi variabel dalam penentu kinerja kita, yang akan menjadi sangat berbahaya jika kita beli dan jual saham hanya karena 'eh si ini beli saham x, eh si ini udah jual saham y kemarin'. Semakin dalam pemahaman kita terhadap story emiten yang akan kita beli, maka akan semakin kecil pula penyesalan yang terjadi jika kita beli ketinggian atau jual kecepetan nanti. Ya, pada akhirnya pendalaman analisis yang dilakukan menurut saya pribadi lebih untuk mengurangi penyesalan kita dibanding meningkatkan return kita di saham tersebut.

Closing

Semoga dengan ini clear ya guys, mencontek tidak masalah asal ada pelajaran yang kita ambil dari mencontek tersebut. Ibarat ketika ujian orang yang mencontek tapi sudah belajar akan jauh lebih tenang dibanding orang yang mencontek jawaban temannya tanpa tau sama sekali asal muasal jawaban tersebut. Maka tidak usah malu untuk sharing hasil analisis kita di suatu saham walaupun sudah ada orang lain yang membahas saham tersebut ya. Minimal dengan sharing tersebut kita menjadi tahu sampai mana batas pemahaman kita terhadap emiten tersebut, dan bonusnya adalah bisa jadi berjumpa orang lain yang juga lagi membahas emiten tersebut sehingga lebih banyak lagi insight2 yang bisa didapatkan yang mungkin terlewat oleh kita.

Analisis detail di Stockbit saya kemarin menjadi landasan saya untuk mendapat kerangka berpikir cara menganalisis sebuah saham secara lebih komprehensif, namun karena effort yang cukup besar untuk membuatnya (dulu sampai 5 part untuk bahas 1 saham saja), maka belakangan ini saya lebih aktif sharing hasil rangkumannya saja via IG saya yang bisa dicek di @Ire1123. Disitu saya lumayan sering berbagi watchlist, update2nya, beserta beberapa kondisi makro d.l.l juga untuk bisa dipantau. Tidak akan sedetail pembahasan di Stockbit, tapi semoga cukup untuk menjadi trigger apa yang teman-teman perlu pantau kedepannya.

Oke, sekian dari saya kali ini, terima kasih sudah membaca dan semoga bermanfaat!

Read more...

1/10

testestestestestestestestestes
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy