imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Sayap Patah Sang Rajawali
Bagian 1 - Lahirnya Sang Rajawali https://stockbit.com/post/24941654
Bagian 2 – Skandal Negeri Jiran https://stockbit.com/post/24967224
Bagian 3 - Adu Mekanik Sang Rajawali

Di awal 2019, setelah pergantian pemerintahan di Malaysia dan publikasi white paper FELDA, terdapat laporan internal yang menyimpulkan bahwa investasi di Eagle High adalah kesalahan mahal. Dari sinilah babak baru dimulai.

Dalam perjanjian jual beli saham 37% Eagle High, FELDA memiliki hak put option, hak untuk menjual kembali saham tersebut ke pihak Rajawali dengan harga tertentu, jika syarat-syarat yang disepakati tidak terpenuhi. Salah satu syarat kunci adalah perolehan sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dalam jangka waktu 30 bulan. Ketika tenggat lewat dan target tidak tercapai, FELDA merasa memiliki dasar kuat untuk memaksa Rajawali membeli kembali saham itu.

Pada 11 Januari 2019, FIC mengirim put option notice pertama, mengklaim bahwa Rajawali gagal memenuhi komitmen, terutama terkait RSPO. Di meja pengacara, angka yang dibahas bukan sekadar US$505 juta yang pernah dibayarkan FELDA, tetapi juga kompensasi dan bunga yang secara total bisa menembus kisaran lebih dari US$600 juta–US$678 juta. Rajawali membantah, menyatakan bahwa kondisi pasar dan faktor-faktor teknis menjadikan pelaksanaan put option tidak sesederhana membalik kontrak.

Perselisihan ini segera beranjak ke meja arbitrase internasional di Singapore International Arbitration Centre (SIAC). Pada 2019, Rajawali mengajukan arbitrase untuk menggagalkan pelaksanaan put option pertama, dan hasil awalnya berpihak pada Rajawali. Kemenangan itu memberi napas sejenak bagi Eagle High, namun FELDA tidak berhenti. Upaya kedua dilakukan pada 11 Mei 2022, dengan nilai kewajiban yang disebut mencapai sekitar US$678,09 juta jika put option dijalankan penuh. Sengketa bergeser ke Second Arbitration, dan di sinilah Second Tribunal memutus bahwa eksekusi 2022 sah dan Rajawali wajib melaksanakan kewajiban membeli kembali EHP Shares pada harga kontrak plus bunga 6% per tahun sejak 11 Mei 2017 (https://cutt.ly/Ttarz0kP). Tak kalah cerdik, PT Rajawali Capital International (RCI) dan PT Rajawali Corpora (RC) mengajukan Gugatan Penolakan atau Non-Eksekuatur application di PN Jakarta pada Februari 2025.

Di tengah tarik-menarik ini, melalui laporan publik FELDA mengakui melakukan impairment sekitar RM1,58 miliar, atau sekitar 71% dari nilai investasi di Eagle High. Direktur jenderal FELDA bahkan melaporkan dugaan penipuan dan konspirasi terkait transaksi ini, menyebut perjanjian sebagai “satu arah” dan menguntungkan Rajawali secara tidak proporsional. Sedangkan untuk Rajawali dan Eagle High, sengketa ini adalah luka terbuka yang terus menganga. Di Indonesia, perusahaan berusaha menegaskan bahwa mereka tidak menggugat FELDA dan ingin solusi damai, tetapi nyatanya proses hukum dan arbitrase terus berjalan. Di Malaysia, setiap pernyataan resmi tentang arbitrase baru atau put option selalu mengingatkan publik pada uang miliaran ringgit yang telah “terkunci” di perusahaan yang kinerjanya belum sepadan dengan pengorbanan.

Setiap kali investor memencet tombol “Buy” atau “Sell”, mereka sejatinya ikut menjadi saksi dari adu mekanik put option ini.

$BWPT

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy