imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Sayap Patah Sang Rajawali
Bagian 1 - https://stockbit.com/post/24941654
Bagian 2 – Skandal Negeri Jiran
Beberapa bulan setelah transformasi menjadi Eagle High, kabar mengejutkan datang dari seberang Negeri Jiran. Pada 2015, Felda Global Ventures (FGV) menandatangani Heads of Agreement untuk membeli 37% saham Eagle High dari Rajawali. Di permukaan, ini tampak seperti kisah dua raksasa sawit ASEAN bergandengan tangan membangun kekuatan baru. Namun segera, angka-angka di balik transaksi itu memantik kontroversi.
Nilainya berkisar antara sekitar US$505 juta hingga struktur awal sekitar US$680 juta untuk paket saham dan aset terkait, angka yang di kemudian hari dikritik sebagai membayar premi ratusan persen di atas nilai pasar. Laporan di Malaysia menyebut FELDA membayar harga yang mencerminkan premi lebih dari 300% atas nilai wajar untuk 37% saham Eagle High, sementara perusahaan saat itu bergulat dengan utang dan kinerja yang belum stabil. Bagi banyak analis, ini bukan sekadar transaksi bisnis, melainkan keputusan politik yang berbiaya tinggi.
Di balik keputusan FELDA, sosok Najib Razak, Perdana Menteri Malaysia kala itu, muncul dalam berbagai spekulasi. Pada periode yang sama, skandal 1MDB mulai mencuat ke permukaan, mengguncang kredibilitas pemerintahan dan menimbulkan pertanyaan tentang tata kelola dana publik. Media dan oposisi di Malaysia mempertanyakan mengapa FELDA, lembaga yang mewakili kepentingan ratusan ribu peneroka dan petani, mengambil risiko besar untuk masuk ke perusahaan Indonesia yang jelas-jelas punya profil risiko tinggi.
Di Jakarta dan Kuala Lumpur, nama Peter Sondakh sering muncul berdampingan dengan Najib dalam berbagai pemberitaan bisnis dan politik. Keduanya digambarkan memiliki kedekatan sebagai mitra strategis lintas negara, dengan Rajawali kerap menjadi jembatan investasi antara Indonesia dan Malaysia. Dalam narasi yang berkembang, transaksi Eagle High bukan sekadar pembelian saham, tetapi juga simbol “persahabatan politik” yang menembus batas negara.
Namun, di lantai bursa dan ruang-ruang diskusi analis, persepsi justru berbalik. Harga saham BWPT tidak melonjak sebagaimana diharapkan, keraguan atas valuasi dan prospek jangka menengah menguat. Di Malaysia, FELDA menghadapi tekanan publik; di Indonesia, Eagle High membawa beban reputasi sebagai “aset kontroversial” yang hidup di persimpangan bisnis dan politik.
Seiring skandal 1MDB berkembang, kejatuhan politik Najib menambah lapisan dramatis bagi kisah ini. Investasi FELDA di Eagle High menjadi contoh yang berulang kali dikutip media sebagai keputusan agresif yang berujung penyesalan. Di tengah badai itu, hubungan personal dan bisnis antara jaringan Rajawali dan lingkaran kekuasaan Najib mulai dipandang bukan lagi sebagai keunggulan strategis, tetapi sebagai sumber kecurigaan.

$BWPT

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy