


Volume
Avg volume
Perseroan didirikan dengan nama PT Kiani Mutulestari sebagaimana termaktub dalam Akta Pendirian Perseroan No. 6 tanggal 2 Maret 1990 yang dibuat di hadapan Jacinta Susanti, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah mendapatkan pengesahan dari Menkumham berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehakiman No. C2-3293.HT.01.01.th.90 tertanggal 5 Juni 1990 dan telah didaftarkan pada buku register untuk maksud itu berada di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta dengan No.1233/1990 pada tanggal 19 Juni 1990 serta telah diumumkan dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 2831 dari Berita Negara Republik Indonesia No. 64 tanggal 10 Agustus t... Read More
ini cuma catatan dari hasil screener. ga ada yg dibeli, cuma ngetest analisa dan hasil screen nya. ditulis di SB setelah closing H+2 setelah analisa awal. screener pure bandarmology. analisa via BMO, Fibo Retracement, dan Volume Profile Visible Range. kalo ada yg mau berbagi ilmu/insight boleh, kalo mau sotoy/ngatain orang jangan disini.
SELASA WATCHLIST
SOCI
- Buy: 460-466
- SL: 390
- TP: 480-490-500-512
- Conviction: 24 Dec 2025 - 9 Feb 2026 akum ZP 520k lot avg 589
- Update (10/02/2026): O470 H565 L450 C565 Hit TP4 diluar prediksi cuma sehari. stop following
BVIC
- Buy: 123-128
- SL: < 114
- TP: 135-140-147
- Conviction: not sure ya yang ini, udah masing2 2x retest resist dan support dan mantul semua. Price alert aja kalo close > 131 berarti uptrend, close < 116 berarti dibawa turun ke sekitar 100an
- Update (10/02/2026): O128 H130 L127 C129 BMO slight up still on target
- Update (11/02/2026): O129 H130 L127 C129 BMO moderate drop still on target, tapi harus close > 131 karena ini udah berhari2 ga tembus
CAMP
- Buy: 208-214
- SL: < 200
- TP: 220-224-230
- Conviction: sideways Panjang di avg 210, BMO naik perlahan. kemungkinan bakal lama naiknya, tapi target 220 masih bisa minggu ini
- Update (10/02/2026): O214 H222 L210 C222 Hit TP1 BMO sharp up still on target
- Update (11/02/2026): O220 H222 L216 C220 BMO slight up still on target, harus close >= 224 untuk tembus ke 230
MPOW
- Buy: 105-110
- SL: < 95
- TP: 119-128-135
- Conviction: jatoh karena IHSG crash, check bisa close >= 118 ga 2 hari kedepan. kalo bisa makin keatas harganya. hari ini udah test resist di 117, tapi gagal.
- Update (10/02/2026): O106 H111 L105 C109 BMO slight up still on target
- Update (11/02/2026): O110 H112 L107 C109 BMO slight down still on target, menarik karena retail keluar dan asing masuk hari ini
MUTU
- Buy: 107-110
- SL: 100
- TP: 116-125-130
- Conviction: Fase distribusi (16 Dec 2025 - 20 Jan 2026) diisi YP di avg 136. 20 Jan 2026 - 9 Feb 2026 mulai akum lagi di 117
- Update (10/02/2026): O108 H110 L105 C106 koreksi sedikit, BMO moderate down still on target
- Update (11/02/2026): O106 H114 L106 C109 BMO neutral still on target
hindari:
- BGTG (banyak yg avg 115, akum juga udah top banget; kemungkinan bakal kebanting ke 120an)
$MPOW $MUTU $CAMP
PT Mutuagung Lestari Tbk - MUTU
Laporan Keuangan
- Neraca Keuangan
- Laporan Laba Rugi
- Laporan Arus Kas
- Laporan Perubahan Ekuitas
Sumber Data: https://cutt.ly/utb6Ttge
$MUTU
1/4




$MUTU Berikut adalah analisis fundamental mendalam terhadap emiten MUTU Berdasarkan data keystats yang tersedia saat ini sampai Q3 2025.
berikut bedah tuntasnya:
Analisis Komprehensif.
1. Bedah Angka Laporan Keuangan (Key Stats)
Top Line (Revenue): Pendapatan TTM sebesar 330 Miliar. Secara tahunan (YoY), pertumbuhan pendapatan melambat ke angka -3.36% pada kuartal terakhir. Meskipun secara Year-to-Date masih tumbuh 10.65%, terjadi deselerasi signifikan pada Q3 2025.
Bottom Line (Net Income & EPS): Terjadi degradasi profitabilitas yang sangat tajam. Laba bersih Q3 hanya 151 Juta, anjlok 98.07% YoY. Ini menyebabkan EPS TTM merosot ke 5.94. Penurunan laba yang jauh lebih dalam dibanding penurunan pendapatan mengindikasikan adanya lonjakan pada Operating Expenses atau beban bunga/pajak yang tidak efisien.
Profitability Margins: * Gross Profit Margin (GPM) 33.66%: Cukup sehat untuk industri jasa sertifikasi/inspeksi.
Net Profit Margin (NPM) 0.21%: Angka ini sangat mengkhawatirkan (distres). Perusahaan hampir tidak menghasilkan sisa dari setiap rupiah pendapatan yang masuk setelah dipotong seluruh beban.
Solvency & Liquidity: Current Ratio 3.25x: Likuiditas jangka pendek sangat aman.
Debt to Equity Ratio (DER) 0.23x: Struktur modal sangat konservatif. Ekspansi perusahaan selama ini tidak didanai oleh hutang yang agresif.
Cash Flow (Red Flag): Free Cash Flow (FCF) negatif -16 B. Hal ini disebabkan oleh Cash From Operations yang negatif -24B. Artinya, operasional inti perusahaan justru membakar uang, bukan menghasilkan kas. Angka laba bersih di atas kertas tidak terkonversi menjadi uang tunai.
2. Valuasi Harga Wajar (4 Metode)
EPS (TTM): 5.94
BVPS: 70.88
Growth (Estimasi konservatif): 5%
Risk-Free Rate (Obligasi 10th): 6.7%
A. Metode Graham Number
Metode ini mencari titik temu antara valuasi aset (BVPS) dan valuasi laba (EPS).
Fair value = √22.5 x EPS 5.94 xBVPS 70.88 = √9472.4
Harga wajar =Rp. 97.32
B. Metode Benjamin Graham Revised (Intrinsic Value)
Menggunakan formula pertumbuhan untuk saham small-cap.
Nilai wajar saham dihitung menggunakan rumus Graham Formula, yaitu EPS × (8,5 + 2g) × 4,4 dibagi Y. Dengan asumsi EPS = 5,94, g = 5, dan Y = 6,7, maka diperoleh nilai wajar sekitar = Rp. 72,16.
C. Metode Peter Lynch (Fair Value PE)
Peter Lynch menilai harga wajar berada pada tingkat PE yang sama dengan laju pertumbuhan EPS (Growth). Jika kita menggunakan asumsi pertumbuhan moderat 10% (historis sebelum anjlok):
Fair Value= Growth Rate 10 x EPS 5.94
Harga wajar = Rp.59.40
3. Kesimpulan Analisis (Sharp Insights)
Earnings Quality Crisis: Terdapat anomali besar antara pendapatan yang relatif stabil (330 Miliar) dengan laba bersih yang hancur hingga NPM 0.21%. (Menurut opini saya)
Perusahaan sedang mengalami tekanan margin yang luar biasa, kemungkinan akibat lonjakan beban operasional atau fixed costs yang tidak tertutupi saat pendapatan melambat.
Cash Flow Mismatch: Arus kas operasional yang negatif menunjukkan adanya masalah pada piutang (penagihan macet) atau pembayaran ke pemasok yang terlalu cepat di tengah kinerja yang lesu. Ini adalah sinyal bahaya bagi investor fundamental
(Menurut opini saya)
Valuasi: Dengan harga pasar saat ini Rp.110
(PE 18.53x dan PBV 1.55x) saham ini diperdagangkan di atas harga wajar mayoritas metode perhitungan (rata-rata harga wajar di kisaran Rp 60 - Rp 75).
Verdict: High Risk. Secara neraca (solvabilitas) memang kuat, namun secara kinerja operasional dan efisiensi, MUTU sedang berada dalam fase kontraksi yang dalam
(Menurut keyakinan saya)
Tidak disarankan untuk Saya entry sebelum ada perbaikan pada Net Profit Margin dan arus kas operasional kembali positif.
(Menurut Opini saya).
Disclaimer : Analisis ini merupakan opini/ pendapat pribadi berdasarkan data keystats yang tersedia saat ini, Bukan Rekomendasi Ajakan Jual/Beli.
1/2


🍂 ARE YOU OKAY? DAIJOBU DESU KA?
Moment seperti ini adalah waktu yang tepat bagi kita semua untuk melakukan pijat refleksi..
Ajukan pertanyaan-pertanyaan berikut kepada diri kita sendiri (sambil pijat kepala):
🗿 PERTANYAAN TENTANG FUNDAMENTAL BISNIS PERUSAHAAN
1. Apakah thesis/alasan awal saya membeli saham ini masih valid?
Coba diingat kembali apa alasan kita membeli saham-saham yang ada di porto kita. Jika alasan kita adalah karena alasan yang fundamental seperti perusahaannya memiliki moat yg kokoh dan manajemen yang jujur, apakah hal-hal tersebut berubah hanya karena harga sahamnya turun dua hari ini?
2. Apakah penurunan harga ini disebabkan oleh faktor internal atau eksternal?
Apakah laba perusahaan diprediksi hancur permanen, atau harga saham turun karena sentimen saja (seperti isu MSCI sekarang ini)? Jika bisnisnya tetap sehat tapi harganya murah, bukannya itu justru adalah diskon?
3. Jika mulai besok bursa saham tutup selama 5 tahun, apakah saya masih merasa tenang memiliki saham perusahaan tersebut?
Ini adalah pertanyaan klasik Warren Buffett. Jika jawabannya "Ya", maka fluktuasi 2 hari ini hanyalah noise yang tidak penting.
💀 PERTANYAAN TENTANG VALUASI
1. Apakah harga saat ini sudah jauh di bawah intrinsic value?
Hitung ulang valuasi wajar harga saham perusahaan kita. Jika harga pasar jauh di bawah harga wajar, kita sebenarnya sedang melihat peluang emas, bukan bencana.
2. Jika saya belum punya saham ini, apakah saya akan membelinya di harga sekarang?
Jika jawabannya "OF COURSE, ini murah banget!" "NO BRAINER!", maka IT DOESN'T MAKE ANY SENSE untuk menjual saham yang sudah kita miliki di harga tersebut.
👻 PERTANYAAN MENGENAI MANAJEMEN RISIKO & PSIKOLOGI
1. Apakah saya menggunakan uang dingin (bukan uang panas/dana darurat/utang/MARGIN)?
Jika kita tidak butuh uang tersebut dalam 3-5 tahun ke depan, kita memiliki kemewahan untuk menunggu hingga pasar kembali pulih.
2. Apakah emosi saya terpengaruh oleh portofolio orang lain?
Fokuslah pada diri sendiri. Panik seringkali menular (herding behavior). Be a contrarian investor: fearful when everybody else is greedy, GREEDY WHEN EVERYBODY ELSE IS FEARFUL.
🔥 WHAT TO DO NEXT?
1. Apakah saya memiliki cash untuk menambah muatan?
Market Crash adalah waktu terbaik untuk melakukan average down pada saham-saham berfundamental kuat yang ikut terdiskon. Kalau isi portomu $ADRO $MUTU PEVE SIDO yo waktunya tambah muatan lah!
2. Kalau gak ada cash gimana?
Seringkali, the best action that we can do as an investor is doing nothing. Menjual saat panik hanya akan mengubah "floating loss" menjadi "REAL LOSS".
⚠️ Note: Sejarah menunjukkan bahwa pasar saham selalu bergerak dalam siklus. Penurunan tajam biasanya diikuti oleh pemulihan (recovery) bagi perusahaan yang memiliki fundamental yang solid (klo yang liquid atau gas kurang tau saya 🙃)
$IHSG

go$BLOG bener dah gw, ngapain gw beli saham yg ga ber$MUTU..... i$KLASin aja dah😩😩
setelah diperhatikan hari ini semuanya merah merona 🤣🤣🤣🤣🤣
IDXChannel - Kabar duka tengah menyelimuti keluarga besar PT Mutuagung Lestari Tbk atau Mutu International (MUTU). Firdaus yang menjabat sebagai Komisaris MUTU selama lebih dari 20 tahun telah berpulang.
"Pada hari Jumat, 23 Januari 2026, Bapak Firdaus selaku Komisaris pereseroan telah meninggal dun...

www.idxchannel.com
