$MUTU Berikut adalah analisis fundamental mendalam terhadap emiten MUTU Berdasarkan data keystats yang tersedia saat ini sampai Q3 2025.
berikut bedah tuntasnya:
Analisis Komprehensif.
1. Bedah Angka Laporan Keuangan (Key Stats)
Top Line (Revenue): Pendapatan TTM sebesar 330 Miliar. Secara tahunan (YoY), pertumbuhan pendapatan melambat ke angka -3.36% pada kuartal terakhir. Meskipun secara Year-to-Date masih tumbuh 10.65%, terjadi deselerasi signifikan pada Q3 2025.
Bottom Line (Net Income & EPS): Terjadi degradasi profitabilitas yang sangat tajam. Laba bersih Q3 hanya 151 Juta, anjlok 98.07% YoY. Ini menyebabkan EPS TTM merosot ke 5.94. Penurunan laba yang jauh lebih dalam dibanding penurunan pendapatan mengindikasikan adanya lonjakan pada Operating Expenses atau beban bunga/pajak yang tidak efisien.
Profitability Margins: * Gross Profit Margin (GPM) 33.66%: Cukup sehat untuk industri jasa sertifikasi/inspeksi.
Net Profit Margin (NPM) 0.21%: Angka ini sangat mengkhawatirkan (distres). Perusahaan hampir tidak menghasilkan sisa dari setiap rupiah pendapatan yang masuk setelah dipotong seluruh beban.
Solvency & Liquidity: Current Ratio 3.25x: Likuiditas jangka pendek sangat aman.
Debt to Equity Ratio (DER) 0.23x: Struktur modal sangat konservatif. Ekspansi perusahaan selama ini tidak didanai oleh hutang yang agresif.
Cash Flow (Red Flag): Free Cash Flow (FCF) negatif -16 B. Hal ini disebabkan oleh Cash From Operations yang negatif -24B. Artinya, operasional inti perusahaan justru membakar uang, bukan menghasilkan kas. Angka laba bersih di atas kertas tidak terkonversi menjadi uang tunai.
2. Valuasi Harga Wajar (4 Metode)
EPS (TTM): 5.94
BVPS: 70.88
Growth (Estimasi konservatif): 5%
Risk-Free Rate (Obligasi 10th): 6.7%
A. Metode Graham Number
Metode ini mencari titik temu antara valuasi aset (BVPS) dan valuasi laba (EPS).
Fair value = √22.5 x EPS 5.94 xBVPS 70.88 = √9472.4
Harga wajar =Rp. 97.32
B. Metode Benjamin Graham Revised (Intrinsic Value)
Menggunakan formula pertumbuhan untuk saham small-cap.
Nilai wajar saham dihitung menggunakan rumus Graham Formula, yaitu EPS × (8,5 + 2g) × 4,4 dibagi Y. Dengan asumsi EPS = 5,94, g = 5, dan Y = 6,7, maka diperoleh nilai wajar sekitar = Rp. 72,16.
C. Metode Peter Lynch (Fair Value PE)
Peter Lynch menilai harga wajar berada pada tingkat PE yang sama dengan laju pertumbuhan EPS (Growth). Jika kita menggunakan asumsi pertumbuhan moderat 10% (historis sebelum anjlok):
Fair Value= Growth Rate 10 x EPS 5.94
Harga wajar = Rp.59.40
3. Kesimpulan Analisis (Sharp Insights)
Earnings Quality Crisis: Terdapat anomali besar antara pendapatan yang relatif stabil (330 Miliar) dengan laba bersih yang hancur hingga NPM 0.21%. (Menurut opini saya)
Perusahaan sedang mengalami tekanan margin yang luar biasa, kemungkinan akibat lonjakan beban operasional atau fixed costs yang tidak tertutupi saat pendapatan melambat.
Cash Flow Mismatch: Arus kas operasional yang negatif menunjukkan adanya masalah pada piutang (penagihan macet) atau pembayaran ke pemasok yang terlalu cepat di tengah kinerja yang lesu. Ini adalah sinyal bahaya bagi investor fundamental
(Menurut opini saya)
Valuasi: Dengan harga pasar saat ini Rp.110
(PE 18.53x dan PBV 1.55x) saham ini diperdagangkan di atas harga wajar mayoritas metode perhitungan (rata-rata harga wajar di kisaran Rp 60 - Rp 75).
Verdict: High Risk. Secara neraca (solvabilitas) memang kuat, namun secara kinerja operasional dan efisiensi, MUTU sedang berada dalam fase kontraksi yang dalam
(Menurut keyakinan saya)
Tidak disarankan untuk Saya entry sebelum ada perbaikan pada Net Profit Margin dan arus kas operasional kembali positif.
(Menurut Opini saya).
Disclaimer : Analisis ini merupakan opini/ pendapat pribadi berdasarkan data keystats yang tersedia saat ini, Bukan Rekomendasi Ajakan Jual/Beli.
1/2

