Volume
Avg volume
PT Gajah Tunggal Tbk didirikan pada tahun 1951. Kegiatan usaha utama Perseroan, yaitu menjalankan usaha dalam bidang industri barang-barang karet dan mendirikan pabrik barang-barang karet untuk memproduksi, menjual, memperdagangkan dan mendistribusikan: Ban dalam dan ban luar untuk mobil, sepeda motor, dan kendaraan lainnya; Barang-barang lainnya dari karet; dan Barang-barang lainnya yang terkait dengan bahan baku ban. Produk-produk Perseroan antara lain: GT Radial untuk kategori ban Radial penumpang PCR, SUV, 4x4, dan Pick Up; Giti untuk kategori ban Radial Truck dan Bus (TBR), dan Ban Radial Truck dan Bus Ringan (LTR); Gajah T... Read More
Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Lo Kheng Hong terbaru menambah 100 ribu saham GJTL pada 25 Maret 2025, setelah sebelumnya memborong 300 ribu saham pada 24 Maret dan 80 ribu saham pada 21 Maret.Dengan tambahan ini, investor yang dijuluki Warren Buffett Indonesia itu kini menggenggam 187.664.900 saham (187,66 juta saham), setara dengan 5,39 persen dari total saham GJTL. Sejak awal tahun, LKH tercatat telah mengakumulasi saham GJTL dalam 11 kesempatan.
Sejak awal 2025 (year-to-date/YtD), saham GJTL telah terkoreksi 3 persen seiring dengan pelemahan pasar Indonesia secara keseluruhan. Dalam setahun terakhir, saham ini turun 12 persen.
Sumber : IDX Channel
$GJTL $BBRI $BMRI
$GJTL teruslah berlogika aneh, penguatan dollar untungin GJTL ? liat dong itu utangnya pake dollar, ekspor tertinggi jg negara tujuan AS yg kena tarif, blum lagi kondisi pasar AS yang amblas tadi malem, berharaplah LKH tambah terus sahamnya di GJTL.
US mau ga mau hrs ngambil karet & ban nya di indonesia, krna negara penghasil $RUBBER & $TYRE lainnya yg terbesar cuma tailand, vietnam, dan cina, jelas klo dibanding tarif indonesia msh yg paling rendah, aplgi yg diuntungkan dari kenaikan tarif ini ya cuma emiten $GJTL mreka expor ke us melalui perantara denham yg berbasis di singapur, smentara tarif expor singapur cuma 10% ke us
Sekedar Info aja $GJTL Ekspor ke US Hanya 12.7% Dari Total Penjualan dan 77.7% Itu Penjualan Ke Lokal.
1/2
GJTL - PT. Gajah Tunggal Tbk Rp 1.055 -20 (-2,00%) Info Selengkapnya! JAKARTA - PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) mencatat laba bersih sebesar Rp1,18 triliun sepanjang 2024. Meski tumbuh tipis 0,42% year-on-year (yoy) dari tahun sebelumnya, perseroan tetap optimistis dalam menghadapi tantangan pas...
idnfinancials.com
pemetaan perusahaan sektor otomotif yang terdampak kebijakan tarif trump kemungkinan $GJTL $DRMA $SMSM
mumpung libur bisa dikulik biar lebih bijak buat mutusin kedepannya
1/3
@skydrugz27 belum ada respon REZIM atas tarif perdagangan, masih sibuk open haus.
selasa $IHSG bisa dipastikan trading halt, tarif 32 % yang kena produk elektronik 5B usd, pakaian 4,5B usd, alas kaki 3,8B usd, cpo 2,7B usd, dan karet ban 2,5B usd.
BOIKOT IPHONE sekarang
$ERAA MAPA CEKA $GJTL
Trump ancam balas negara-negara yang tarifin produk AS. Indonesia masuk daftar. Kalau beneran jalan, ekspor kita bisa seret, margin tipis makin dicekik. Sektor-sektor tertentu bisa megap-megap.
Efek domino: ekspor turun, surplus dagang menyempit, rupiah tertekan dan BI bisa naikin suku bunga. IHSG siap-siap goyang, terutama saham yang doyan pasar ekspor!
Mari kita pantau karena bisa jadi faktor penentu arah cuan… atau arah kerugian!
Ini adalah tanggal pengumuman kebijakan sekaligus dimulainya implementasi awal untuk daftar negara yang dikenakan tarif balasan dan Indonesia termasuk salah satunya! 🔥
$PBRX $GJTL $SRIL
(Tanya)
1. tarif impor yg dilakukan "sepihak" oleh US itu apakah juga pernah/boleh dilakukan oleh negara lain?
2. Jika iya, apa fungsi WTO dalam urusan ekspor impor yg berlaku di dunia saat ini?
3. Apakah semua produksi/export US ke negara2 dunia sudah ada substitusi nya? Jika iya, knp negara-negara di dunia tidak "menghukum" US dgn tdk menerima barang dr mereka?
US ini kok "semena-mena" banget ya, apakah warga dunia selemah itu jika tdk ada US?
barangkali warga @Stockbit bisa ngasih pencerahan
$PTBA $ICBP $GJTL
Dalam langkah yang mengejutkan, Trump tidak hanya menargetkan China, tetapi juga banyak negara lain, termasuk Indonesia. Kenaikan tarif ini mencerminkan kebijakan proteksionisme yang semakin agresif, dengan tujuan mengurangi defisit perdagangan AS dan mengembalikan industri manufaktur ke dalam negeri.
Bagi Indonesia, ini adalah tantangan besar sekaligus wake-up call. Kita tidak bisa terus bergantung pada satu pasar ekspor. Diversifikasi pasar dan strategi perdagangan yang lebih cerdas harus segera dilakukan agar industri dalam negeri tidak terpukul terlalu dalam.
Selain kenaikan tarif ini, Trump juga menghapus skema “De Minimis”, yang selama ini menjadi celah bagi barang impor bernilai rendah untuk masuk tanpa bea masuk. Apa dampaknya?
1. Penghapusan "De Minimis"
"De Minimis" adalah celah hukum yang memungkinkan barang dengan nilai di bawah $800 masuk ke AS bebas bea dari China dan Hong Kong. Trump menutup celah ini mulai 2 Mei dengan alasan untuk menghambat aliran fentanyl ke AS.
2. Tarif Tambahan
AS juga akan menargetkan sektor semikonduktor, farmasi, dan mineral strategis dengan tarif tambahan. Ini berdampak pada sektor-sektor yang bergantung pada rantai pasokan global.
3. Reaksi Pasar
Keputusan ini menimbulkan ketidakpastian bagi pasar keuangan dan bisnis yang telah lama mengandalkan perdagangan dengan China.
4. Neraca Perdagangan AS
Data menunjukkan bahwa AS memiliki defisit perdagangan terbesar dengan China (-$295 miliar), diikuti oleh Uni Eropa dan Meksiko.
Dari tabel tersebut terlihat bahwa Indonesia dikenakan tarif baru sebesar +32% oleh AS, meskipun hanya menyumbang 0,9% dari total impor AS dan memiliki neraca perdagangan defisit AS terhadap Indonesia sebesar -$18 miliar.
Apa artinya ini bagi Indonesia?
1. Dampak Langsung untuk Ekspor Indonesia
Tarif 32% membuat barang-barang asal Indonesia menjadi lebih mahal di pasar AS.
Sektor-sektor yang sangat bergantung pada ekspor ke AS seperti tekstil, alas kaki, furnitur, elektronik ringan, dan produk pertanian bisa mengalami penurunan permintaan dari konsumen Amerika karena harga naik.
UKM dan eksportir menengah akan paling merasakan tekanan karena daya saingnya turun.
2. Tekanan bagi Industri Dalam Negeri
Pelaku industri dalam negeri yang selama ini ekspor ke AS mungkin terpaksa mengalihkan pasar ke negara lain atau menjual kembali ke dalam negeri dengan margin tipis.
Investasi di sektor ekspor bisa tertunda karena ketidakpastian pasar utama seperti AS.
3. Peluang di Balik Masalah
Ini bisa menjadi pemicu diversifikasi pasar ekspor. Indonesia bisa lebih fokus ke Eropa, Timur Tengah, atau ASEAN.
Pemerintah bisa memperkuat negosiasi dagang melalui FTA (Free Trade Agreement) seperti RCEP atau CEPA (contohnya dengan Uni Eropa) untuk menggantikan kerugian dari pasar AS.
4. Reaksi Pemerintah Diperlukan
Pemerintah Indonesia bisa mengajukan protes dagang atau negosiasi ulang jika tarif dianggap tidak adil.
Insentif untuk pelaku ekspor juga perlu dipercepat: misalnya subsidi logistik, kemudahan pajak ekspor, atau dukungan pembukaan pasar baru.
Singkatnya:
Tarif 32% dari AS jelas menjadi pukulan buat Indonesia. Tapi ini juga jadi wake-up call untuk mempercepat diversifikasi pasar ekspor dan memperkuat posisi dalam rantai pasok global non-AS. Perlu respons cepat dari pemerintah, dan adaptasi dari pelaku industri.
$GJTL $ASII $BBRI
Source: Google (AI).
DISCLAIMER: All investment strategies involve risk of loss. Current performance cannot be a reference for future performance. NOTHING contained in this publication should be construed as investment advice. The author is NOT responsible for the investment results of this publication. Readers are advised to do their own analysis.
RANDOM tag: $ASII $AUTO $GJTL
CM: "Ada banyak hal yang perlu dikatakan tentang pentingnya mengembangkan temperamen yang mampu memiliki saham tanpa merasa gelisah. Watak yang mudah gelisah adalah musuh kinerja jangka panjang."
WB: "Hampir mustahil untuk meraih hasil yang baik dalam ekuitas selama kurun waktu tertentu jika setiap malam Anda tidur sambil memikirkan harganya. Kami memikirkan nilainya; jika mereka menutup pasar saham besok, itu tidak akan mengganggu saya dan Charlie sama sekali ... Banyak orang memiliki perusahaan tertutup dan mereka tidak pernah mendapatkan penawaran harga. Kami membeli See's Candies pada tahun 1972, kami tidak pernah mendapatkan penawaran harga sejak itu; apakah itu membuat kami bertanya-tanya tentang kinerja kami dengan See's Candies? Tidak, kami melihat hasil perusahaan.
"Berfokus pada harga saham adalah hal yang berbahaya; itu berarti Anda berpikir bahwa pasar saham tahu lebih banyak daripada Anda. Pasar saham mungkin tahu lebih banyak daripada Anda—tetapi jika demikian, Anda seharusnya tidak berinvestasi di saham. Pasar saham ada untuk melayani Anda, bukan untuk mengajar Anda. Anda perlu merumuskan ide Anda sendiri tentang nilai, dan jika harganya semakin murah dan Anda memiliki dana, Anda harus membeli lebih banyak... Sejujurnya, kami melakukan kesalahan ketika kami berfokus pada harga dan nilai dan kami mulai membeli, dan harganya naik sedikit dan kami berhenti, seperti yang hampir kami lakukan pada See's Candies. Kesalahan seperti itu merugikan kami $8 miliar dalam kasus saham Walmart beberapa tahun yang lalu, karena harganya naik dan kami berhenti membeli. Kami tidak senang ketika barang yang kami beli naik harganya. Kami ingin harganya turun terus."
— Berkshire Hathaway Annual Shareholders Meeting, 2003
Sebagai investor, kita harus memiliki ketenangan dalam menghadapi fluktuasi harga saham. Kecemasan berlebihan terhadap pergerakan harga justru dapat merugikan kinerja investasi jangka panjang. Pasar saham selalu bergejolak. Jika kita terus-menerus khawatir tentang pergerakan harga harian, kita akan mudah terpengaruh oleh emosi dan mengambil keputusan yang tidak rasional. Pendekatan yang lebih baik adalah fokus pada nilai bisnis yang dimiliki, bukan pada volatilitas harga sahamnya.
Harga saham seharusnya tidak menjadi satu-satunya acuan dalam menilai suatu investasi. Banyak pemilik bisnis tidak mendapatkan laporan harga harian atas perusahaannya, tetapi mereka tetap bisa menilai kinerja bisnisnya berdasarkan hasil keuangan dan pertumbuhan usaha. Hal yang sama berlaku untuk saham—selama bisnisnya berjalan dengan baik dan menghasilkan keuntungan, harga pasar harian seharusnya tidak menjadi kekhawatiran utama. Jika bursa saham tutup selama bertahun-tahun, investor yang berfokus pada nilai bisnis tidak akan merasa cemas, karena mereka memahami bahwa yang penting adalah fundamental perusahaan, bukan fluktuasi harga jangka pendek.
Kesalahan besar sering terjadi ketika kita terlalu fokus pada harga dan berhenti membeli hanya karena harga saham naik sedikit. Padahal, jika nilai perusahaan masih menarik, harga yang sedikit lebih tinggi seharusnya tidak menjadi alasan untuk berhenti berinvestasi. Sebaliknya, saat harga saham turun tetapi nilai bisnis tetap kuat, justru itulah kesempatan terbaik untuk menambah kepemilikan. Pasar saham seharusnya melayani kita, bukan mengatur kita. Oleh karena itu, memiliki pemahaman yang kuat tentang nilai suatu perusahaan dan disiplin dalam mengikuti prinsip investasi adalah kunci untuk meraih kesuksesan jangka panjang.
@Blinvestor
A Business-Oriented and Long-Term Investor
------------------------------
Silahkan cek bio untuk follow channel Telegram @Blinvestor.
Random tags: $GGRM $EXCL $GJTL
@Watanta ini nih yang saya tunggu, kebetulan saya ada selot2 di $AUTO dan $GJTL, tapi GJTL pesimistis taun ini ngasih dividen, duitnya dipake buat bayar utang sama buyback 🥲
ntar malam gw mau compare $AUTO dgn $GJTL dan $MASA and DRMA
dari sekilas dari segala metriks, hampir di semua aspek , AUTO di atas GJTL
makanya gw heran juga, kenapa LKH bisa akumulasi GJTL sampai kepemilikan saham di atas 5%
padahal taglinenya LKH cari saham valuasi murah, hutang kecil, bagi dividen, GCG ok
tungguin ntar malam, klo gw ga ngantuck acha acha
$GJTL ...backtesting...PBV 0.51x...
Disclaimer On
Bukan ajakan buy/sell/hold
#self reminder atas dasar pengalaman, pengamatan dan "riset kecil".
salam cuan, salam silent investor
1/4
Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Lo Kheng Hong terbaru menambah 100 ribu saham GJTL pada 25 Maret 2025, setelah sebelumnya memborong 300 ribu saham pada 24 Maret dan 80 ribu saham pada 21 Maret.Dengan tambahan ini, investor yang dijuluki Warren Buffett Indonesia itu kini menggenggam 187.664.900 saham (187,66 juta saham), setara dengan 5,39 persen dari total saham GJTL. Sejak awal tahun, LKH tercatat telah mengakumulasi saham GJTL dalam 11 kesempatan.
Sejak awal 2025 (year-to-date/YtD), saham GJTL telah terkoreksi 3 persen seiring dengan pelemahan pasar Indonesia secara keseluruhan. Dalam setahun terakhir, saham ini turun 12 persen.
Sumber : IDX Channel
$GJTL $BBRI $PANI
$GJTL Mengalami kenaikan beban utang obligasi pada q4 2024, namun utang ini sudah dilunasi lebih awal di januari tahun 2025
$BGTG $SMDR
$SPMA secara revenue malah meningkat, kerugiaan disebabkan oleh rugi selisih kurs sebesar 30 milliar,
Mnuurt saya kerugian tat merupakan kerugian yg tidak bisa di kontrol.
Kejadian serupa juga pernah dialamai $GJTL dan mendapat respon dari pelaku market yg negative,
Namun ketikanrupiah menguat, dan terjadi laba.
Hal tsb jg mendapat respon positif dari pelaku pasar
UPDATE LK TAHUNAN 2024 - $GJTL
Note : Indeks KOMPAS100.
Bagi yang berminat data ALL EMITEN bisa menghubungi https://cutt.ly/Lrp9b2lX
$GJTL kenaikan harga bahan baku seharusnya bisa menjadi alasan tepat untuk menaikkan harga ban
karena sekelas direktur seharusnya mengerti hal tersebut tanpa perlu kita dikte
jadi kalau dari opini saya, direksi yang bagus sudah pasti akan mengambil langkah untuk mengantisipasi "kenaikan harga bahan baku" dengan "menaikkan harga ban" dahulu.
contoh :
september 2024
GT RADIAL CHAMP ECO 175/65/14
2024 : Rp. 525.000
2025 : Rp. 679.900
maret 2025
GT RADIAL CHAMP ECO 185/60/15
2024 : Rp. 625.000
2025 : Rp 658.000
cuma memang yang namanya investasi ya butuh waktu menunggu
terkait isu utang dolar yang $175.000.000
sudah masuk ke hitungan di 2024 dan sudah dilunasi 10januari2025 lalu totalnya jadi $179.917.500 sama bunganya , jadi 2025 nanti sudah tidak ada lagi hutang dolar.
*fyi : ban terbuat bukan 100% dari karet yang dikerok dari pohon, tapi ada juga yang namanya bahan "karet sintetis" yang terbuat dari minyak bumi.
dan GJTL sendiri kalau tidak salah kandungan karet sintetisnya lebih banyak, jadi harganya murah dan ban nya mudah mengeras.
ini semua hanya opini saya
silahkan berpikir jernih sebelum mengambil keputusan investasi