CM: "Ada banyak hal yang perlu dikatakan tentang pentingnya mengembangkan temperamen yang mampu memiliki saham tanpa merasa gelisah. Watak yang mudah gelisah adalah musuh kinerja jangka panjang."
WB: "Hampir mustahil untuk meraih hasil yang baik dalam ekuitas selama kurun waktu tertentu jika setiap malam Anda tidur sambil memikirkan harganya. Kami memikirkan nilainya; jika mereka menutup pasar saham besok, itu tidak akan mengganggu saya dan Charlie sama sekali ... Banyak orang memiliki perusahaan tertutup dan mereka tidak pernah mendapatkan penawaran harga. Kami membeli See's Candies pada tahun 1972, kami tidak pernah mendapatkan penawaran harga sejak itu; apakah itu membuat kami bertanya-tanya tentang kinerja kami dengan See's Candies? Tidak, kami melihat hasil perusahaan.
"Berfokus pada harga saham adalah hal yang berbahaya; itu berarti Anda berpikir bahwa pasar saham tahu lebih banyak daripada Anda. Pasar saham mungkin tahu lebih banyak daripada Anda—tetapi jika demikian, Anda seharusnya tidak berinvestasi di saham. Pasar saham ada untuk melayani Anda, bukan untuk mengajar Anda. Anda perlu merumuskan ide Anda sendiri tentang nilai, dan jika harganya semakin murah dan Anda memiliki dana, Anda harus membeli lebih banyak... Sejujurnya, kami melakukan kesalahan ketika kami berfokus pada harga dan nilai dan kami mulai membeli, dan harganya naik sedikit dan kami berhenti, seperti yang hampir kami lakukan pada See's Candies. Kesalahan seperti itu merugikan kami $8 miliar dalam kasus saham Walmart beberapa tahun yang lalu, karena harganya naik dan kami berhenti membeli. Kami tidak senang ketika barang yang kami beli naik harganya. Kami ingin harganya turun terus."
— Berkshire Hathaway Annual Shareholders Meeting, 2003
Sebagai investor, kita harus memiliki ketenangan dalam menghadapi fluktuasi harga saham. Kecemasan berlebihan terhadap pergerakan harga justru dapat merugikan kinerja investasi jangka panjang. Pasar saham selalu bergejolak. Jika kita terus-menerus khawatir tentang pergerakan harga harian, kita akan mudah terpengaruh oleh emosi dan mengambil keputusan yang tidak rasional. Pendekatan yang lebih baik adalah fokus pada nilai bisnis yang dimiliki, bukan pada volatilitas harga sahamnya.
Harga saham seharusnya tidak menjadi satu-satunya acuan dalam menilai suatu investasi. Banyak pemilik bisnis tidak mendapatkan laporan harga harian atas perusahaannya, tetapi mereka tetap bisa menilai kinerja bisnisnya berdasarkan hasil keuangan dan pertumbuhan usaha. Hal yang sama berlaku untuk saham—selama bisnisnya berjalan dengan baik dan menghasilkan keuntungan, harga pasar harian seharusnya tidak menjadi kekhawatiran utama. Jika bursa saham tutup selama bertahun-tahun, investor yang berfokus pada nilai bisnis tidak akan merasa cemas, karena mereka memahami bahwa yang penting adalah fundamental perusahaan, bukan fluktuasi harga jangka pendek.
Kesalahan besar sering terjadi ketika kita terlalu fokus pada harga dan berhenti membeli hanya karena harga saham naik sedikit. Padahal, jika nilai perusahaan masih menarik, harga yang sedikit lebih tinggi seharusnya tidak menjadi alasan untuk berhenti berinvestasi. Sebaliknya, saat harga saham turun tetapi nilai bisnis tetap kuat, justru itulah kesempatan terbaik untuk menambah kepemilikan. Pasar saham seharusnya melayani kita, bukan mengatur kita. Oleh karena itu, memiliki pemahaman yang kuat tentang nilai suatu perusahaan dan disiplin dalam mengikuti prinsip investasi adalah kunci untuk meraih kesuksesan jangka panjang.
@Blinvestor
A Business-Oriented and Long-Term Investor
------------------------------
Silahkan cek bio untuk follow channel Telegram @Blinvestor.
Random tags: $GGRM $EXCL $GJTL