


Volume
Avg volume
PT Daaz Bara Lestari Tbk yang berusaha dalam bidang perdagangan besar logam dan bijih logam (KBLI Nomor 46620), dan aktivitas perusahaan holding (KBLI Nomor 64200). Perseroan memiliki Perusahaan Anak dengan bidang usaha Perdagangan, Jasa angkutan laut, dan Jasa Pertambangan. Perseroan dan Perusahaan Anaknya didukung dengan rantai pasokan yang terintegrasi dalam industri mineral untuk menjalankan usahanya. untuk mengoptimalkan integrasi rantai pasokan antara Perseroan dan Perusahaan Anak sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses bisnis Perseroan dan Perusahaan Anak. Dalam melaksanakan kegiatan usaha PT Daaz Bar... Read More
$DAAZ yang lain udah pada bangun lu tdur hahahah
cari saham yang bagus bro pdahal gua kemaren” sudah bilang hati” dengan saham ini malah pada fomo😇
$DAAZ $PTRO $BREN anjai trading halt untuk yang kedua kali di bulan Januari ini sobat
membara abangku.... 🔥🔥🔥🔥🔥
1/2


$MDKA
⚡ TRADING PLAN: MDKA
🟢 Entry
Buy on Weakness: 3.050 – 3.150 (Area beli ideal jika harga terkoreksi ke arah garis rata-rata pergerakan).
Confirmation Entry: > 3.450 (Masuk kembali jika harga mampu menembus resisten minor terakhir untuk melanjutkan reli menuju 3.800).
🎯 Take Profit (TP)
TP 1: 3.550 – 3.650 → jual 50% (Target resisten puncak sebelumnya untuk mengamankan modal).
TP 2: 3.800 – 4.000 → jual sisa (Target psikologis jangka menengah jika tren komoditas logam tetap kuat).
🔴 Stop Loss (SL)
Strict SL: 2.980.
Daily Close < 3.000 → EXIT TOTAL (Wajib keluar segera karena menembus level ini menandakan berakhirnya momentum bullish dan risiko kembali ke area 2.600).
⚠️ Catatan Cepat
Commodity Price Link: Pergerakan MDKA sangat dipengaruhi oleh harga emas dan tembaga dunia; pastikan Anda memantau sentimen pasar komoditas global.
MACD Histogram: Jika histogram berubah menjadi negatif (merah), ini adalah sinyal kuat untuk keluar sementara dari posisi.
Trailing Stop: Naikkan level stop loss Anda secara berkala untuk melindungi keuntungan yang sudah berjalan seiring kenaikan harga.
Jangan Lupa Follow!
Random Tag :
$DAAZ $OPMS
Sebenarnya saya sudah capek. Tapi dengan setulus hati saya ingin mengatakan kalian semua bego! Hari ini dikasih pesan khusus dari alam semesta untuk kalian ritel bego "Yang pegang $DAAZ akan dihajar di tempat". Saya salut untuk ritel yang sudah exit dari kemarin pada saat saya kasih peringatan pertama untuk saham ini. Sekali lagi, saham ini adalah mainan bandar. Jangan salah pikir, semesta telah menghukum bandar yang gocekin uang ritel awam, tapi ritel keras kepala pegang juga akan dihukum tanpa minta ampun.
Apa itu Free Float? Secara teori, Free Float adalah jumlah saham yang benar-benar dimiliki oleh Publik (Masyarakat Ritel + Institusi Independen) dan bebas diperjualbelikan di pasar.
Aturan BEI: Perusahaan wajib melepas minimal 7.5% sahamnya sebagai Free Float agar bisa terdaftar (Listing).
Trik Kotor "Free Float Palsu" (Yang Diprotes MSCI) Banyak pemilik perusahaan (Bandar) nakal di Indonesia melakukan trik ini:
Mereka lapor ke Bursa: "Kami sudah lepas 20% saham ke publik, kok!"
Kenyataannya: 20% saham itu TIDAK dibeli oleh masyarakat murni. Melainkan dibeli oleh Akun Nominee (Nama Pinjaman/Boneka) milik si Bandar itu sendiri.
Contoh: Pak Boss menyuruh Sopir, Satpam, dan sepupunya buka akun sekuritas, lalu dikasih uang buat beli saham perusahaannya sendiri saat IPO.
Hasilnya:
Di data resmi: 20% Milik Publik (Kelihatan Liquid & Bagus).
Di lapangan: 99% Saham dikuasai satu orang (Pak Boss).
Kenapa Mereka Melakukan Ini? (Goreng Sendiri) Untuk Menggoreng Harga.
Ingat hukum Supply & Demand?
Karena Pak Boss menguasai 99% barang, maka Supply di pasar jadi tipis/langka.
Pak Boss tinggal pakai akun "Tangan Kanan" untuk pasang harga Jual tinggi, lalu akun "Tangan Kiri" membeli barang itu.
Harga saham naik (di layar komputer), volume transaksi terlihat ramai, padahal cuma oper-operan barang dari kantong kiri ke kantong kanan.
Tujuannya: Memancing Ritel (kamu) dan Asing untuk ikut beli di harga pucuk. Saat kalian masuk, baru Pak Boss guyur (Jualan beneran).
Kemarahan MSCI: MSCI mendeteksi praktek ini. Mereka melihat saham X naik 1000% tapi yang trading kok cuma akun-akun aneh. Asing merasa tertipu: "Katanya Free Float 20%, tapi pas kami mau beli barangnya gak ada (karena disimpan Bandar semua). Ini penipuan data!" Makanya MSCI membekukan Indonesia. Mereka minta transparansi: "Siapa sebenarnya pemilik di balik akun-akun publik itu?"
Hasil research AI. Hanya untuk pembelajaran saja.
Random Tag: $RMKO $DAAZ $BUVA
$DAAZ kemaren sudah saya aba” hati2 market dan hari ini terjadi 😇😇 gimana ritel yang fomo beli di pucuk?
28.01.2026
$DAAZ
Overview
Trend: Uptrend (minor);
Indicator(s): Stochastic RSI, Volume, MA200 (merah), MA50 (biru) & MA21 (kuning);
Potential:
+ Stochastic RSI berpotensi golden cross.
Recommendation
Buy, Entry Level: 4350-4410; Target: 4960-4970; Stoploss: 4220-4230;
VWAP (20D): 3829 | ADTV (IDR B): 19
$ERAA
Overview
Trend: Uptrend;
Indicator(s): Stochastic RSI, Volume, MA200 (merah), MA50 (biru) & MA21 (kuning);
Potential:
+ Rebound dari area support.
Recommendation
Buy, Entry Level: 418-428; Target: 448-450; Stoploss: 306-408;
VWAP (20D): 414 | ADTV (IDR B): 21
Sumber: HPS
Histori: https://cutt.ly/vtx5GFg7
$MEDS
📅 Timestamp: 28 Januari 2026, 00:15 WIB | 💰 Last Price: Rp88 (0,00%)
🚦 PHASE STATUS: SILENT ACCUMULATION DI ATAS BASE
(Bandar lagi rapikan barang di range 80–90 setelah satu leg markup dari 60-an ke 110-an.)
⚡ STRATEGI EKSEKUSI (TACTICAL PLAN)
🛡️ PLAN A: KONSERVATIF (Best Entry)
Buy Area: Rp80 – Rp86
The Logic:
Daily: MEDS breakout dari base 60–70 di awal Desember dengan volume jumbo (puluhan juta lot), sempat spike ke 110 lalu kembali turun, sekarang konsolidasi rapi di box 80–90; lower shadow beberapa kali mentok 80–82 tapi selalu ditarik naik—itu tipikal demand zone yang dijaga bandar. MA20 merayap di sekitar 82–84, dan Bollinger midline juga mulai sejajar dengan range ini, menandakan ini harga keseimbangan baru setelah mark-up.
Dari Stockbit/StockBot, broker summary hari ini: Top 1 Big Acc, Top 3 Normal Acc, Top 5 Small Acc, dan Average tetap Normal Acc; Net Volume +74 ribu lot meski harga flat—smart money masih serok di bawah, bukan buang. Secara fundamental, MEDS memang belum untung: Q1 2025 revenue hanya Rp1,8 miliar dengan rugi bersih Rp1,8 miliar, EBITDA minus Rp708 juta, equity Rp54,8 miliar dan utang jangka panjang Rp2,3 miliar. Data trailing dari FT menunjukkan pendapatan 12 bulan sekitar Rp3,7 miliar dengan rugi bersih Rp9,4 miliar; PBV sekitar 1,4x dengan market cap sekitar Rp78 miliar—jadi ini murni growth/speculative play, bukan value stock.
Kesimpulan: area 80–86 adalah harga akumulasi bandar di atas base, dengan downside relatif terbatas ke 67–70 (support lama) asalkan tesis growth alat kesehatan masih hidup. Konservatif: cicil 30–40% porsi di 84–86, sisanya siap di 80–82 saat ada flush pendek.
⚔️ PLAN B: AGRESIF (Momentum/Breakout)
Buy Area (Trigger): Rp92 – Rp95
The Logic:
Di daily, area 92–95 adalah batas bawah supply merah yang terbentuk setelah spike sebelumnya ke 110; di 15m tampak jelas beberapa kali harga ditahan di sekitar 92–93 sebelum dipukul turun, jadi ini mini-neckline short-term.
Skenario momentum:
Harga break 92 dan close 2–3 candle 15m di atas 93.
Volume intraday naik signifikan (≥2x average beberapa hari, misal >7–8 juta saham).
Orderbook berubah: offer 92–95 menipis, bid 90–92 menggendut, tanda bandar siap mark-up.
Kalau tiga hal ini muncul, entry agresif di 92–95 masuk akal untuk ride push ke supply atas 100–110. Tapi begitu breakout palsu (tembus 93 lalu close balik di bawah 90), jangan maksa—cut cepat, treat sebagai pancingan bandar.
🎯 EXIT STRATEGY (Risk/Reward Ratio: ±1:2)
Asumsi entry Plan A di 84 & Plan B di 93.
🟢 TP 1 (Scalp/Fast Trade): Rp98 – Rp102
Gain:
Dari 84: +17% – 21%
Dari 93: +5% – 10%
Reason:
98–102 adalah supply minor dekat MA atas dan batas bawah box merah di daily; di sini banyak trader pendek yang sebelumnya masuk di area 90-an dan nyangkut akan buru-buru sortir begitu harga balik mendekati modal. Untuk entry agresif, ini target wajib—jangan tunggu sampai market maker balik badan.
🟢 TP 2 (Swing/Jackpot): Rp110 – Rp120
Gain:
Dari 84: +31% – 43%
Dari 93: +18% – 29%
Reason:
Zona 110–120 adalah puncak spike Desember (top candle panjang dengan volume ±44 juta saham) dan sejalan dengan target Fibo expansion dari swing 60 → 100 yang Anda gambar di chart. Kalau story sektor healthcare/masker kembali diangkat (misal isu polusi, pagebluk lokal, atau kontrak instansi), bandar punya alasan dorong sekali lagi ke area ini untuk distribusi besar. Tapi probabilitasnya lebih kecil; treat TP2 sebagai “jackpot”, bukan target utama.
🔴 STOP LOSS (Hard Limit): Rp76
Loss:
Dari 84: sekitar -9%
Dari 93: sekitar -18%
Note:
76 berada di bawah lower box support 80 dan sedikit di atas strong low 67–69; jebol 76 dengan volume berarti:
Base 80–90 gagal,
Bandar melepas pegangan,
Harga berisiko balik ke area 60–70, bahkan menguji kembali level near-IPO.
Mengingat fundamental sekarang masih rugi (TTM net margin sekitar -251%, ROA -13,6%), saham seperti ini cuma layak dipegang selama bandar menopang harga. Begitu teknikal berkata “game over” (close di bawah 76), jangan baper—keluar.
📰 NEWS & MACRO CONTEXT (THE CATALYST)
🌍 Sektor & Komoditas
MEDS adalah pabrikan alat kesehatan berbasis Cimahi yang fokus ke masker medis, stethoscope, tensimeter, dan cap operasi di bawah brand Evo Plusmed. Sektor healthcare-device domestik relatif defensif, tapi segmen masker mengalami boom–bust: meledak saat pandemi, lalu kompetisi brutal dan overcapacity membuat banyak pemain penjualan & margin turun.
Sekarang katalisnya bergeser:
Permintaan masker harian tetap ada (polusi, kebiasaan pasca-pandemi).
Rumah sakit dan fasilitas kesehatan masih butuh alat monitoring (stetho, tensi).
Namun skala MEDS kecil (TTM revenue hanya Rp3,7 miliar), jadi sensitif ke kontrak besar dan fluktuasi order.
📢 Key Drivers (Pemicu Utama)
1. Fundamental 2025: Revenue Mini, Masih Rugi
Q1 2025: revenue Rp1,8 miliar, gross profit Rp229 juta (margin kotor ~12,7%), tapi operating loss Rp1,7 miliar dan rugi bersih Rp1,8 miliar; EBITDA -Rp708 juta. Data trailing FT: revenue 12 bulan Rp3,74 miliar dengan rugi Rp9,39 miliar, book value per share sekitar Rp35,09; pada market cap Rp78 miliar, PBV sekitar 1,42x dan PER negatif. Ini jelas bukan saham value; ini murni spekulasi atas potensi scaling bisnis alat kesehatan. IMPACT: FUNDAMENTAL NEGATIF, tapi size kecil → mudah digoreng.
2. Struktur Neraca: Equity Lumayan, Utang Ringan
Q1 2025 mencatat equity Rp54,8 miliar dan utang jangka panjang hanya Rp2,3 miliar; quick ratio sekitar 0,67x, tidak super kuat tapi belum bahaya. Dengan rugi yang masih moderat, perusahaan punya runway beberapa tahun sebelum butuh aksi korporasi besar (rights issue, dll.), selama tidak terjadi shock besar. IMPACT: NEUTRAL–SEDIKIT POSITIF – risiko finansial moderat, memberi ruang bandar main di harga tanpa takut emiten kolaps.
3. Brand & Positioning: Evo Plusmed 4D Mask
MEDS mengklaim Evo Plusmed sebagai pelopor masker 4D premium lokal, dengan berbagai varian (4-ply, 5-ply, hijab, anak). Kekuatan brand ini penting karena segmen masker sudah commoditized; kalau awareness tinggi (misalnya sering muncul di marketplace dan retail modern), potensi volume besar tetap ada. Namun tanpa data penjualan yang meledak, market belum sepenuhnya percaya. IMPACT: POTENSI POSITIF, tapi belum terefleksi di angka.
4. Sentimen Health/Masker & Small-cap Healthcare
Artikel global soal sektor healthcare menyorot bahwa banyak emiten medtech kecil bersifat high risk – high reward: growth bisa tinggi, tapi profitabilitas sangat volatile. MEDS masuk pola itu di Indonesia: small cap, omzet kecil, mudah digerakkan satu–dua broker. Tidak ada news besar Januari 2026 (dividen, rights issue, akuisisi), jadi pergerakan terakhir di 80–110 lebih condong dikendalikan market maker & teknikal ketimbang berita konkret.
Ringkasnya: katalis harga MEDS saat ini lebih ke story brand & rotasi dana ke healthcare, bukan perbaikan laba signifikan.
⚖️ THE FINAL VERDICT
🚀 SIGNAL: SPECULATIVE BUY di 80–86 (Plan A) | SELL ON STRENGTH di 98–110 bagi yang sudah pegang dari bawah
🌡️ Risk Profile: HIGH RISK (small-cap healthcare merugi, mudah digoreng)
⭐ Confidence Score: 68%
📝 INTELLIGENCE SUMMARY
[+] Bullish Factor:
Teknikal menunjukkan base kuat 80–90 di atas support lama 67–70, dengan akumulasi broker (Top 1–Top 5 Acc) dan volume menurun saat konsolidasi—indikasi akumulasi senyap, bukan distribusi.
[+] Bullish Factor:
Neraca relatif ringan (equity >50 miliar, utang kecil), brand Evo Plusmed sudah dikenal di segmen masker 4D; jika penjualan berhasil diskalakan (kontrak RS, ekspansi marketplace), leverage operasional bisa cepat mengubah rugi jadi laba.
[-] Bearish Risk:
Fundamental saat ini masih minus: revenue mini, rugi TTM Rp9,4 miliar, ROA & ROE negatif, dan valuasi PBV >1x; kalau growth tidak datang, saham bisa kembali ditekan ke bawah 70, apalagi jika bandar selesai main di sini.
🌅 OPENING INSTRUCTION (09:00 WIB)
“Untuk MEDS besok: jangan haka kalau dibuka lompat di atas 95—itu zona bandar jual cepat. Fokus pasang bid bertahap di 82–86; kalau pagi ada flush ke area 80 tapi langsung ditarik dengan bid tebal, boleh tambah porsi. Namun bila closing nanti jebol 76 dengan volume membesar, jangan berdoa di depan layar—cut bersih, biarkan bandar cari korban berikutnya.”
⚠️ Disclaimer: Ini bedah data & pola pergerakan, bukan ajakan beli/jual. Selalu gunakan money management dan disiplin stop loss.
$DAAZ $PLAN