


Volume
Avg volume
PT Mega Perintis Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang ritel pakaian fashion pria. Perusahaan ritel dengan merek Manzone dan MOC. Anak perusahaan Perseroan, PT Mega Putra Garment, bergerak dalam bisnis manufaktur pakaian sementara PT Mitrelindo Group bergerak dalam bisnis ritel merek internasional untuk merek Nike.
SCALPING $REAL (63)
RENCANA ENTRY & EXIT
Entry Buy (61 – 64)
Take Profit 1 (TP1) 66
Take Profit 2 (TP2) 69
Zona Stoploss (< SL) 58
RISK : REWARD (DETAIL)
Asumsi Entry Ideal (62)
Risiko (Risk)
Entry 62 → Stoploss 58
Risiko = 4 poin
Reward TP1
TP1 – Entry = 4 poin
Risk : Reward TP1 = 1 : 1
Reward TP2
TP2 – Entry = 7 poin
Risk : Reward TP2 = 1 : 1,75
Catatan Risk : Reward
- Minimal ambil TP1, jangan serakah
- TP2 hanya jika volume & momentum mendukung
- Jika TP1 tercapai, stoploss digeser ke BEP
Catatan Tambahan
- Scalping berhasil dari disiplin, bukan nekat
- Stoploss wajib dan tidak boleh digeser turun
- Tidak ada sinyal → tidak entry
- Fokus konsistensi, bukan sekali besar
Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$TINS $ZONE
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
$VAST tp dulu ah, kasih nafas geser PTMP, assalamualaikum ndarr izinn masukk sebelum berangkat🙏🏻🚀🔥 $LION $ZONE

ZONE – Swing Harian
Entry : 540 – 580
Stop Loss : 513
Take Profit :
TP 1: 615
TP 2: 640
TP 3: 660
Catatan Teknis:
Price Action: Harga melonjak sangat signifikan sebesar +21,85 ke level 580 dengan candle hijau panjang yang menembus garis resisten.
Trend: Melalui lonjakan ini, harga berhasil menembus ke atas MA 20 (507) dan MA 50 (521), menandakan potensi pembalikan tren dari bearish menjadi bullish.
Indikator: Stoch RSI menunjukkan momentum naik yang kuat (34,7 - 59,3) dan RSI 14 melonjak ke area 72,1, mengonfirmasi adanya dorongan beli yang masif.
Momentum: MACD mulai mencatatkan histogram positif hijau pertama (5,53), yang merupakan sinyal awal transisi momentum ke arah positif.
DISCLAIMER ON:🫡
$ZONE

🚀 WATCHLIST - SELASA, 10 FEB 2026 🚀
Strategi: Swing Trading / Day Trading (Multi-Timeframe Analysis)
1. $ZONE (Prime Choice - High Momentum)
DNA Tren: Aroon Up 100 (Strong Bullish).
DNA Flow: CMF TF 15m 0.41 (Akumulasi Agresif).
Entry Plan: Tunggu harga bertahan di atas EMA 21 High TF 15m.
Konfirmasi: Cek apakah MFI 7 (TF 15m) langsung melesat ke area Overbought (>80) di awal sesi.
2. $GDYR (High Velocity Flow)
DNA Tren: Aroon Up 100 & Trend BULL.
DNA Flow: CMF TF 15m 0.55 (Lonjakan uang masuk masif di akhir sesi).
Entry Plan: HAKA jika harga breakout EMA 21 High 1D dengan volume tebal.
Konfirmasi: Pastikan CMF TF 15m tetap stabil di atas 0.
3. $WINS (Solid Accumulation)
DNA Tren: Aroon Up 64.3 & Trend BULL.
DNA Flow: CMF TF 15m 0.55 (Aliran uang sangat kuat).
Entry Plan: Pantau pantulan di area VAP (Volume at Price) terdekat.
Konfirmasi: Pantau RSI 7 (15m) menembus angka 50 ke atas.
🛠️ GOLDEN RULES (Akal Sehat Trader):
1. Timeframe Check: Gunakan TF 1D untuk melihat potensi, konfirmasi eksekusi WAJIB di TF 15m.
2. Money Flow: Jangan entry jika CMF TF 15m tiba-tiba drop ke bawah 0 (False Breakout).
3. Risk Management: Stop Loss disiplin di 2 \times ATR atau di bawah EMA 21 Low.
DYOR
$ZONE Berikut adalah analisis fundamental mendalam terhadap emiten ZONE. berdasarkan data laporan keuangan yang tersedia di keystat saat ini sampai Q3 2025.
1. Bedah Angka: Efisiensi dan Operasional
Menganalisis performa ZONE memerlukan ketajaman dalam melihat disparitas antara pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas bersih.
Revenue (TTM: 700 B): Terjadi stagnasi bahkan kontraksi ringan (YoY Growth -3.68%).
Angka 700 B ini menunjukkan top-line yang sulit menembus resistensi psikologisnya, mengindikasikan saturasi pasar atau daya beli segmen menengah yang tertahan.
Gross Profit Margin (58.29%): Ini adalah angka yang sangat impresif untuk sektor retail fashion. Margin setebal ini membuktikan ZONE memiliki brand equity yang kuat dan kontrol rantai pasok yang efisien.
Mereka mampu memproduksi dengan biaya rendah namun menjual dengan harga premium.
Net Profit Margin (-0.17%): Di sinilah letak masalahnya. Terjadi bleeding pada bottom-line akibat tingginya beban operasional (OPEX) atau beban bunga.
Selisih masif antara Gross Margin (58%) dan Net Margin (negatif) menunjukkan inefisiensi biaya operasional yang sangat ekstrem.
EPS (TTM: 9.30 vs Annualised: 17.52): Ada proyeksi pemulihan di kuartal mendatang, namun angka TTM 9.30 mencerminkan realitas yang jauh lebih rendah dibanding tahun-tahun kejayaannya.
2. Struktur Permodalan dan Solvabilitas
Debt to Equity Ratio (0.39): Secara struktur modal, ZONE cukup konservatif. Utang berbunga tidak mendominasi neraca, yang memberikan nafas dari sisi risiko kebangkrutan.
Current Ratio (1.89) vs Quick Ratio (0.15): Red Flag Utama. Disparitas ini menunjukkan bahwa sebagian besar aset lancar ZONE terjebak dalam Persediaan (Inventory).
Quick Ratio 0.15 sangat mengkhawatirkan karena ZONE hanya memiliki kas dan setara kas yang sangat kecil untuk menutupi kewajiban jangka pendek tanpa menjual barang dagangan terlebih dahulu.
Cash from Operations 77 B: Meski laba bersih tipis, arus kas operasi positif menunjukkan model bisnis ini sebenarnya menghasilkan uang tunai secara riil.
3. Valuasi Harga Wajar (4 Metode)
Berdasarkan data: EPS (TTM) = 9.30, EPS (Annualised) = 17.52, BVPS = 438.34, Growth (G) diasumsikan konservatif di 5%.
A. Metode Graham Number
Metode ini mencari titik keseimbangan antara aset dan laba (asumsi konservatif P/E x P/B tidak boleh lebih dari 22.5).
Menggunakan EPS TTM (9.30):
Harga wajar : √22.5 x EPS TTM 9.30 x BVPS 438.34 = Rp. 303
Menggunakan EPS Annualised (17.52):
√22.5 x 17.52 x 438.34 = Rp.415
B. Metode Graham Revised (Intrinsic Value)
Rumus: V = EPS x (8.5 + 2G)
V= 17.52 x (8.5 + 2 x 5) = 17.52 x 18.5= Rp.324
C. Metode Peter Lynch (Fair Value PE = Growth)
Lynch menilai harga wajar perusahaan tumbuh lambat/sedang berdasarkan tingkat pertumbuhan (G).
Harga Wajar= EPS x G
V = 17.52 x 5 = Rp.87
(Menunjukkan jika pertumbuhan hanya 5%, harga saat ini sudah sangat mahal secara relatif).
D. Metode Peter Lynch (Earnings Line)
Lynch sering menggunakan garis P/E = 15 sebagai standar perusahaan yang sehat.
Harga wajar = EPS 17.52 x 15 = Rp.262
4. Kesimpulan Tajam
Valuasi: Overvalued Harga saat ini (berkisar di atas angka wajar Graham) tidak didukung oleh pertumbuhan bottom-line.
Profitabilitas: Weak Margin kotor tinggi tergerus habis oleh beban operasional.
Likuiditas: Danger Risiko inventory pile-up (stok menumpuk) tercermin dari Quick Ratio yang rendah.
Final Verdict:
ZONE saat ini merupakan Value Trap kecuali manajemen mampu melakukan efisiensi besar-besaran pada beban usaha (S&A Expenses).
Pertumbuhan pendapatan yang melambat di tengah kenaikan biaya operasional membuat rasio P/E TTM 62.39x menjadi tidak masuk akal untuk perusahaan retail dengan pertumbuhan rendah.
Secara teknikal dan fundamental, harga wajar berada di rentang Rp260 - Rp320
(Menurut pendapat saya).
Disclaimer : Analisis ini merupakan opini/ pendapat pribadi berdasarkan data kesytat yang tersedia saat ini, Bukan Rekomendasi
Ajakan Jual/Beli.
1/2

