


Volume
Avg volume
Didirikan pada tahun 1996, Perseroan melalui merek-merek yang dipasarkannya merupakan produsen dan merek soft candy terkemuka dari Indonesia yang telah menjual produknya ke sembilan negara di wilayah Asia Tenggara dan 36 negara lainnya. Perseroan memasarkan produk-produknya dengan merek “Yupi,” “Just for Fun,” dan “Gummy Zone.” Perseroan memiliki 64 unique SKU dan empat kategori produk, yaitu Gummy, Bolicious, Extruded Soft Candy dan Marshmallow. Perseroan merupakan pemimpin pasar pada sub-kategori soft candy dengan pangsa pasar sebesar 66,5% di Indonesia, 21,2% di Malaysia, 17,2% di Singapura serta 23,4% di Thailand, berdasarka... Read More
Perang Bahan Baku: $YUPI vs $MYOR vs $ICBP
Lanjutan dari penjelasan tentang perang bahan baku di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
YUPI sangat bergantung pada gula. Dan justru karena itu, perbandingannya dengan MYOR dan ICBP jadi kelihatan jelas, siapa yang hidup dari satu tombol, siapa yang punya banyak tuas pengaman. Di saat harga bahan baku naik-turun dan Rupiah berubah arah, perusahaan yang punya ruang substitusi bahan, jalur ekspor besar, dan disiplin lindung nilai biasanya lebih stabil. Perusahaan yang fokus sempit bisa tetap bagus, tapi setiap guncangan di input utama langsung terasa ke marjin dan ritme penjualan. Jadi kalau investor mau membaca tiga emiten ini dengan adil, kuncinya bukan siapa yang paling terkenal, tapi siapa yang paling rapi mengelola biaya, kurs, dan kanal penjualan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Dari sisi bentuk bisnis, YUPI itu spesialis kembang gula, terutama jelly gum, dan untuk tujuan manajemen hanya satu segmen operasi. MYOR dan ICBP jauh lebih bercabang, MYOR punya tiga segmen utama termasuk jasa keuangan, sementara ICBP punya enam divisi dari mi instan sampai minuman. Bedanya seperti toko yang menjual satu jenis produk dengan fokus penuh, versus pusat perbelanjaan yang punya banyak tenant. Dampaknya ke angka biasanya begini, saat satu lini lagi seret, yang bercabang masih bisa ditopang lini lain, sementara yang spesialis harus menang lewat volume, pricing, dan efisiensi produksi di satu jalur yang sama. Ini juga nyambung ke kualitas pengungkapan dan ekspektasi pasar, karena YUPI emiten baru listing 25 Maret 2025, sedangkan MYOR sudah sejak 1990 dan ICBP sejak 2010, jadi rekam jejak siklus bisnis dan siklus komoditasnya lebih panjang untuk dinilai.
Kalau investor geser ke angka penjualan bersih sampai Q3 2025, ukuran bisnisnya beda jauh dan arah pergerakannya juga beda. ICBP naik dari Rp55,4 T ke Rp56,2 T, kenaikan Rp0,8 T atau 1,44%. MYOR naik dari Rp25,6 T ke Rp27,1 T, kenaikan Rp1,5 T atau 5,86%. YUPI justru turun dari Rp2,41 T ke Rp2,25 T, turun Rp0,16 T atau 6,64%. Di sini terlihat dua hal yang kontras, MYOR sedang lebih kencang dalam dorongan penjualan, ICBP tetap naik tapi lebih kalem, sementara YUPI sedang mengerem. Buat investor, penurunan penjualan pada perusahaan yang lini produknya fokus itu biasanya langsung memaksa pertanyaan sederhana, apakah ini masalah permintaan, distribusi, pricing, atau tekanan biaya yang tidak bisa dipindahkan ke konsumen.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Saat dibawa ke luar negeri, gapnya makin terbuka. ICBP mencatat penjualan luar negeri Rp17,2 T pada Q3 2025 dan punya jejak manufaktur lintas negara, jadi mesin ekspornya memang besar. MYOR mencatat penjualan luar negeri Rp11,1 T dan nilainya sekitar 40% dari total penjualan, jadi eksposur ekspornya terasa signifikan di struktur bisnis. YUPI punya ekspor Rp561,5 M pada Q3 2025, namun turun dari Rp633,2 M, jadi bukan cuma lebih kecil secara nominal, tapi juga sedang melemah dibanding periode sebelumnya. Lalu ketika masuk ke kurs, MYOR dan ICBP terlihat lebih terstruktur, MYOR menyatakan ada kebijakan untuk mengelola risiko valas dan mengupayakan hedging atas paparan nilai tukar, ICBP aktif memakai kontrak forward dan currency swap serta terbantu natural hedge dari pendapatan USD. YUPI menyatakan tidak punya kebijakan hedging formal, meski ada langkah taktis berupa aset keuangan FX forward Rp39 M pada 2025. Ini membuat profil YUPI terasa seperti perusahaan yang masih belajar menstabilkan hasil ketika input dan kurs bergerak, sementara dua raksasa sudah punya alat yang lebih lengkap.
🧠 Fokus bisnis dan kerumitan operasi
🍬 YUPI fokus kembang gula jelly gum, satu segmen operasi.
🏭 MYOR tiga segmen utama termasuk jasa keuangan.
🏢 ICBP enam divisi dari mi instan sampai minuman.
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
📅 Usia sebagai emiten
🆕 YUPI listing 25 Maret 2025.
📜 ICBP listing 2010.
📜 MYOR listing 1990.
📈 Penjualan bersih sampai Q3 2025
🏆 ICBP Rp56,2 T, sebelumnya Rp55,4 T, naik Rp0,8 T atau 1,44%.
🥈 MYOR Rp27,1 T, sebelumnya Rp25,6 T, naik Rp1,5 T atau 5,86%.
🧊 YUPI Rp2,25 T, sebelumnya Rp2,41 T, turun Rp0,16 T atau 6,64%.
🌍 Penjualan luar negeri Q3 2025
🚢 ICBP Rp17,2 T.
🚢 MYOR Rp11,1 T, sekitar 40% dari total penjualan.
🚢 YUPI Rp561,5 M, sebelumnya Rp633,2 M, turun Rp71,7 M atau 11,32%. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
🧂 Bahan baku yang paling menentukan marjin
🍭 YUPI gula jadi titik paling sensitif.
🌾 MYOR tepung terigu dan coklat jadi fokus pengawasan.
🌴 ICBP terdampak tepung terigu, minyak goreng, skim milk powder, juga CPO.
🛠 Cara meredam guncangan bahan baku
🧪 YUPI dorong efisiensi pemakaian bahan dan pengelolaan persediaan agar waste turun.
🧩 MYOR dan ICBP punya fleksibilitas formula untuk substitusi bahan baku tanpa turunkan kualitas.
🏷 MYOR dan ICBP aktif melakukan penyesuaian harga jual saat biaya bahan baku naik.
🧑🌾 ICBP dorong swasembada pasokan CPO dari grup agribisnis untuk kurangi paparan harga pasar.
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
💱 Manajemen kurs
🧯 MYOR mengupayakan hedging atas paparan nilai tukar.
🧷 ICBP memakai kontrak forward dan currency swap, plus natural hedge dari pendapatan USD.
🧩 YUPI tidak punya kebijakan hedging formal, tetapi ada posisi taktis FX forward Rp39 M pada 2025.
🏛 Struktur pengendalian
🏢 YUPI dikendalikan PT Confectionery Consumer Products Indonesia sebagai entitas induk terakhir.
👪 MYOR dikendalikan keluarga Jogi Hendra Atmadja melalui PT Unita Branindo.
🌐 ICBP anak usaha PT Indofood Sukses Makmur Tbk dengan entitas induk terakhir First Pacific.
⚠️ YUPI paling sensitif ke gula, jadi fluktuasi komoditas bisa lebih cepat menggerus marjin bila pricing tidak ikut naik.
📉 Saat penjualan YUPI turun, ruang manuver lebih sempit karena lini produknya fokus, sehingga pemulihan biasanya harus terlihat dari volume, distribusi, dan pricing di produk inti.
🧱 MYOR dan ICBP lebih punya bantalan dari diversifikasi, ekspor triliunan, dan perangkat manajemen kurs yang lebih mapan, sehingga hasil biasanya lebih tahan saat input dan kurs bergerak.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/10










Emiten produsen permen jeli, PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) belum merealisasikan penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Hingga periode 31 Desember 2025, seluruh dana hasil hajatan pasar modal tersebut masih tersimpan rapi di bank. Informasi tersebut...

www.neraca.co.id

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) belum merealisasikan penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Hingga periode 31 Desember 2025, seluruh dana hasil hajatan pasar modal tersebut masih tersimpan rapi di bank.
Emiten produsen per...

stockwatch.id
Salam hangat untuk seluruh pemirsa setia bursa! Saya SentimenX, presenter berita Anda yang selalu siap membedah tajam pergerakan pasar.
Hari ini, Selasa, 13 Januari 2026, fokus kita tertuju pada emiten permen jelly legendaris, PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk ($YUPI). Meskipun YUPI adalah pemimpin pasar mutlak di segmen soft candy, kabar terbaru mengenai pengelolaan dana hasil IPO mereka memicu perbincangan hangat di kalangan pelaku pasar.
Informasi Aktual & Terpercaya
Berdasarkan laporan terkini per 13 Januari 2026, diketahui bahwa dana hasil IPO YUPI masih banyak yang mengendap di bank dan belum dieksekusi sepenuhnya hingga akhir 2025.
Penundaan Proyek: Rencana besar pembangunan pabrik baru di Nganjuk, Jawa Timur, yang awalnya diestimasikan mulai beroperasi pada 2026, kini dikabarkan mengalami penundaan hingga tahun 2027.
Strategi Konservatif: Manajemen memilih sikap hati-hati di tengah volatilitas bahan baku global seperti gula dan gelatin. Namun, pasar melihat ini sebagai penundaan pembuktian ekspansi yang sebelumnya dijanjikan saat listing.
Posisi Harga: Saat ini YUPI diperdagangkan di level 1.605, jauh di bawah harga perdana (IPO) mereka yang dipatok di Rp2.390 pada Maret 2025.
Efek Sentimen ke Sektor Sejenis
Sentimen "menahan dana ekspansi" pada YUPI ini memberikan dampak bervariasi pada emiten Consumer Non-Cyclicals lainnya:
MYOR (Mayora Indah) & ICBP (Indofood CBP): Investor cenderung melakukan switching atau memindahkan dana ke emiten yang sudah mapan dengan eksekusi ekspansi yang lebih pasti untuk menjaga stabilitas portofolio.
GOOD (Garudafood): Sebagai pesaing di segmen camilan, lambatnya ekspansi YUPI bisa menjadi peluang bagi kompetitor untuk mencuri pangsa pasar di area distribusi yang belum terjangkau pabrik baru YUPI.
Emiten Baru Sektor Food & Beverage: Sentimen ini membuat investor lebih skeptis dan selektif terhadap emiten baru lainnya (seperti FORE atau BRRC) dalam hal realisasi penggunaan dana IPO.
Analisa Sentimen & Hasil Insight
Analisa kami menunjukkan sentimen ini bersifat Cenderung Negatif secara Psikologis dalam jangka pendek, namun tetap menyisakan Peluang Value Investing jangka panjang karena dominasi pasarnya yang mencapai 66,5%.
1. Strategi Scalping (Sesi 1 Besok)
Hasil Insight: Negatif/Wait and See. Pasar biasanya merespons negatif penundaan ekspansi fisik.
Support: 1.580 (Area krusial, jika jebol bisa menuju 1.500).
Resistance: 1.640 - 1.660 (Target kenaikan jika ada pantulan teknis).
2. Strategi Swing / Hold (Jangka Panjang)
Hasil Insight: Netral cenderung Positif (Hold).
Target Harga: 1.850 - 2.000.
Penjelasan: Meskipun pabrik tertunda, YUPI tetap memiliki fundamental sehat dengan laba bersih yang tumbuh (naik 9,95% YoY pada data terakhir) dan pengelolaan utang yang konservatif (DER rendah).
Selama dominasi pasar tidak terganggu, harga 1.605 merupakan area akumulasi yang menarik bagi investor jangka panjang yang sabar menunggu pabrik Nganjuk rampung di 2027.
3. Skenario Negatif
Sentimen ini dianggap negatif karena "Opportunity Cost". Dana triliunan yang mengendap di bank hanya menghasilkan bunga simpanan, padahal investor mengharapkan dana tersebut berubah menjadi pabrik yang mendongkrak kapasitas produksi dan laba bersih secara signifikan. Penundaan ini juga menimbulkan risiko ketidakpastian bagi investor yang mengharapkan pertumbuhan cepat pasca-IPO.
Rangkuman Sederhana:
YUPI punya uang banyak dari hasil jualan saham (IPO), tapi uangnya masih "disimpan di bank" dan pabrik barunya batal dibangun tahun ini (mundur ke 2027). Ini bikin investor sedikit kecewa karena ekspansi jadi lambat. Harganya sekarang (1.605) sudah jauh lebih murah dibanding harga awal (2.390).
Buat trading harian mungkin kurang oke, tapi buat yang mau koleksi jangka panjang, YUPI tetaplah "Raja Permen" yang keuangannya sebenarnya sehat.
Demikian laporan dari saya, SentimenX. Bijaklah dalam mengelola modal Anda.
still use ur DYOR
$GOOD $MYOR

KABARBURSA.COM - Penempatan dana hasil IPO PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) hingga akhir 2025 memberi gambaran yang cukup jelas tentang fase awal kehidupan emiten ini sebagai perusahaan terbuka.
YUPI berhasil mengumpulkan dana bruto sebesar Rp612,639 miliar dan hasil bersih setelah biaya emisi Rp59...

www.kabarbursa.com

IDXChannel - PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) belum merealisasikan penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) sebesar Rp596,6 miliar hingga awal 2026.
Berdasarkan laporan realisasi penggunaan dana IPO yang dipublikasikan pada Selasa (13/1/2026), seluruh da...

www.idxchannel.com

armada $BLOG itu kebanyakan buat expedisi utama Alfamart untuk jarak jauh diluar jabodetabek. Tau sendirilah prospeknya gimana, untuk jangka panjang okelah ...
Yg pasti selalu bawa $YUPI karena anak2 suka ini, $GMFI serokk tambah muatan buat bisnis strategis wilayah karawang, Purwakarta, Subang, Indramayu, Majalengka.
$YUPI PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (kode saham: YUPI) memiliki rencana ekspansi besar yang dijadwalkan mulai terealisasi pada tahun 2026.
Berikut adalah poin-poin utama rencana ekspansi bisnis YUPI di tahun 2026 berdasarkan prospektus dan keterbukaan informasi perusahaan setelah melantai di bursa (IPO) pada Maret 2025:
1. Pembangunan Pabrik Baru di Nganjuk
Fokus utama ekspansi YUPI adalah pembangunan pabrik baru yang berlokasi di Nganjuk, Jawa Timur.
Target Operasional: Pabrik ini diestimasikan mulai beroperasi paling cepat pada tahun 2026.
Nilai Investasi: Perusahaan mengalokasikan dana sekitar Rp437,5 miliar untuk proyek ini.
Tujuan: Meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi permintaan pasar domestik dan internasional yang terus tumbuh.
2. Ekspansi Pasar Global
Setelah memperkuat struktur permodalan melalui IPO dan akuisisi oleh pengendali baru (PT Confectionery Consumer Products Indonesia), YUPI menargetkan perluasan jejak bisnis ke pasar global. Perusahaan berencana meningkatkan penetrasi di kawasan Asia (seperti Thailand, Singapura, dan Malaysia) serta menjajaki pasar internasional lainnya di tahun 2026.
3. Modernisasi dan Peningkatan Kapasitas
Selain pabrik baru, strategi tahun 2026 juga mencakup:
Upgrade Mesin: Modernisasi fasilitas produksi yang ada untuk meningkatkan efisiensi dan margin keuntungan.
Inovasi Produk: Pengembangan varian produk baru guna mempertahankan pangsa pasar mereka yang saat ini mendominasi industri permen jelly (gummy) di Indonesia.
lihat $CGAS, ini pilarmas memang udah menunjukkan track recordnya seperti itu. yang beli pucuk aja yang bodoh, udah jelas-jelas track record suram malah nyoba-nyoba judi. ibaratnya udah kelihatan lobang di depan malah tetap jalan, pas jatuh ke dalam nyalahin BEI. $YUPI $SUPA
Saya ingat ketika $MDLA IPO bersamaan dengan $YUPI (nggak jauh beda). Rekomendasi saya menarik, tapi ada risiko Supply lembar saham yang cukup jumbo. Tapi, dari segi harga penawaran masih cukup murah.
Cuma satu hal, sampai saat ini, saya menilai risiko beli saham IPO untuk investasi jangka menengah panjang masih cukup tinggi. Probabilitasnya masih cukup rendah. Pilihannya kalau nggak saham konglo, atau saham tersebut memang ada siklus besar, hingga memang dari fundamental menarik bagi investor, terutama asing seperti $CMRY
Ternyata, saya melewatkan beberapa hal menarik, seperti IPO MDLA dibeli oleh IFC sekitar Rp190 miliar. Tapi, ya sesuai dengan plan saya, ogah ambil risk-reward yang lebih besar risk-nya.
Kini, MDLA sudah masuk lantai indeks global cukup cepat kurang dari 1 tahun. Dengan perkembangan pasca IPO ini, menurutmu seberapa menarik saham MDLA? kami buatkan 6 fakta terkait saham MDLA di sini: https://cutt.ly/RtdY9Ht8
