


Volume
Avg volume
PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) merupakan perusahaan induk yang berbasis di Indonesia yang utamanya bergerak dalam industri produksi rokok. Kegiatan anak perusahaannya adalah memproduksi filter rokok dan berinvestasi pada perusahaan lain dengan kegiatan bisnis serupa dengan bisnis Perusahaan. Melalui anak perusahaannya, PT Gelora Djaja, perusahaan memproduksi rokok cengkeh, yang dikenal secara lokal sebagai rokok kretek, dan cerutu. Perusahaan ini memproduksi sigaret kretek tangan dan sigaret kretek mesin. Fasilitas produksinya berlokasi di Surabaya dan Bojonegoro, Indonesia. Perusahaan memasarkan rokok kreteknya dengan merek... Read More
21.01.2026
$DKFT
Overview
Trend: Uptrend;
Indicator(s): Stochastic RSI, Volume, MA200 (merah), MA50 (biru) & MA21 (kuning);
Potential:
+ Membentuk triangle pattern.
Recommendation
Buy, Entry Level: 900-930; Target: 995-1000; Stoploss: 880-885;
VWAP (20D): 925 | ADTV (IDR B): 36
$WIIM
Overview
Trend: Uptrend;
Indicator(s): Stochastic RSI, Volume, MA200 (merah), MA50 (biru) & MA21 (kuning);
Potential:
+ Membentuk triangle pattern.
+ Berada di golden area fibonacci 0.618.
Recommendation
Buy, Entry Level: 1770-1795; Target: 1925-1930; Stoploss: 1660-1665;
VWAP (20D): 1727 | ADTV (IDR B): 11
Sumber: HPS
Histori: https://cutt.ly/itzp3m8S
Thesis perokok an itu paling simpel dan gampang, kalau upah minimum daerah naik 5%. Lalu cukai ga naik. Ada peluang emiten untuk naikin harga supaya margin melebar.
Mungkin bisa jadi bahan kalian riset emiten mana yang naikin harga di tahun ini.
Saya tebak si $GGRM $WIIM ā¦
$WIIM
Punya pola asecending pattern nya mirip-mirip dengan $JPFA kemarin:
https://stockbit.com/post/26681357
Resist ada di 1930 Rp
Risk ada sekitar 11-12% = Di bawah harga 1600 Rp
$XAU

š kereta $HMSP akankah besok lanjut berangkat ke Stasiun B & Stasiun C dengan express atau akan ada trouble?? š
š https://stockbit.com/post/26647271
RT: $WIIM $ITIC

"Mengapa Volume Intraday Lebih Jujur dari Harga Penutupan?"
Banyak trader masih bergantung pada analisis harga penutupan (Closing Price) untuk mengambil keputusan di hari berikutnya. Masalahnya, harga penutupan seringkali bisa "dimainkan" di menit-menit terakhir perdagangan untuk menciptakan kesan tertentu di grafik harian. Sebaliknya, volume yang terjadi selama sesi perdagangan (intraday) jauh lebih sulit untuk dimanipulasi secara total. Volume intraday mencerminkan pertarungan nyata antara permintaan dan penawaran di setiap detik, dan di sanalah letak kejujuran yang sebenarnya dari aliran Smart Money.
Trigger Smart Money fokus memantau setiap denyut transaksi sepanjang jam perdagangan bursa. Ketika sebuah saham tiba-tiba mencetak volume 5x atau 10x lebih besar dari rata-rata biasanya di tengah sesi, itu adalah sinyal darurat yang harus segera diperhatikan. Dengan memfilter aliran Clean Money, kita bisa melihat apakah lonjakan tersebut adalah aksi borong bersih atau sekadar tukar barang antar broker. Informasi real-time ini memberikan Anda keunggulan waktu yang sangat krusial, karena Anda bisa mengambil tindakan sebelum pasar secara keseluruhan menyadari apa yang sedang terjadi di harga penutupan nanti.
Berhenti menunggu pasar tutup untuk memulai analisis Anda. Gunakanlah data yang bergerak secara dinamis untuk menangkap peluang saat ia baru saja lahir. Dengan memahami bahwa volume intraday adalah cerminan niat asli pemodal besar, Anda bisa beralih dari trader yang reaktif menjadi trader yang proaktif. Setiap lonjakan dana masuk yang tertangkap oleh sistem adalah peluang profit yang lebih awal dan lebih aman. Jadikanlah kejujuran volume intraday sebagai kompas utama Anda dalam menavigasi liarnya pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia setiap harinya.
$WIIM $BMHS $EAST
1/2


Ciri-Ciri Bisnis Yang Mengalami Penurunan Struktural
Dalam investasi jangka panjang, tantangan terbesar bukan sekadar menghadapi fluktuasi harga, melainkan mengenali kapan sebuah bisnis benar-benar mulai memburuk. Tidak semua penurunan kinerja adalah sinyal bahaya. Banyak bisnis yang bersifat siklikal dan wajar mengalami fase naik turun. Namun, ada kondisi tertentu di mana masalah yang muncul bersifat struktural dan berpotensi merusak nilai perusahaan secara permanen. Di sinilah kita perlu lebih waspada.
Salah satu tanda paling awal adalah penurunan kinerja yang konsisten tanpa pemulihan yang jelas. Jika pendapatan dan laba menurun satu atau dua periode karena kondisi ekonomi, itu masih bisa dimaklumi. Namun, ketika tren penurunan berlangsung bertahun-tahun dan tidak disertai perbaikan strategi atau arah bisnis yang meyakinkan, ini patut menjadi alarm. Biasanya, penurunan seperti ini mencerminkan hilangnya relevansi produk atau melemahnya posisi kompetitif perusahaan.
Tanda berikutnya adalah melemahnya keunggulan bisnis. Perusahaan yang dulu memiliki kekuatan harga, loyalitas pelanggan, atau diferensiasi produk bisa kehilangan semua itu secara perlahan. Kita bisa melihatnya dari margin laba yang terus tertekan, meskipun penjualan relatif stabil. Ketika perusahaan harus terus menurunkan harga atau meningkatkan biaya pemasaran hanya untuk mempertahankan penjualan, itu menandakan bahwa persaingan semakin keras dan keunggulan lamanya tidak lagi bekerja.
Masalah struktural juga sering tercermin dari kualitas arus kas. Laba akuntansi bisa terlihat baik, tetapi arus kas operasional justru seret. Jika perusahaan terus bergantung pada utang atau penjualan aset untuk membiayai operasional dan ekspansinya, hal itu menunjukkan bahwa mesin bisnisnya tidak lagi menghasilkan uang secara sehat. Dalam jangka panjang, kondisi itu dapat membatasi fleksibilitas dan meningkatkan risiko keuangan.
Indikator lain yang perlu diperhatikan adalah keputusan manajemen yang bersifat defensif dan jangka pendek. Ketika manajemen lebih fokus pada rekayasa laporan keuangan, akuisisi yang dipaksakan, atau perubahan strategi yang terlalu sering tanpa hasil nyata, biasanya ada masalah mendasar yang belum terselesaikan. Kurangnya komunikasi yang jujur dan konsisten kepada investor juga sering menjadi tanda bahwa manajemen sendiri belum memiliki solusi yang jelas.
Terakhir, kita perlu mencermati apakah masalah yang dihadapi perusahaan bersifat sementara atau permanen. Perubahan teknologi, pergeseran perilaku konsumen, atau regulasi baru bisa menggerus model bisnis lama secara permanen. Jika perusahaan tidak menunjukkan kemampuan beradaptasi yang nyata, sekadar bertahan hidup bukanlah strategi jangka panjang yang sehat bagi pemegang saham.
Sebagai investor, kita perlu menerima bahwa tidak semua bisnis layak dipertahankan selamanya. Ada kalanya dunia berubah lebih cepat daripada kemampuan perusahaan untuk beradaptasi. Ketika tanda-tanda pelemahan struktural mulai terlihat jelas, tugas kita adalah menilai ulang dengan tenang, bukan berharap keadaan akan kembali seperti dulu. Pertanyaannya, bila saham yang Anda miliki menunjukkan ciri-ciri penurunan fundamental yang bersifat struktural, bersediakah Anda melepaskannya secara rasional, terlepas dari apakah posisi Anda sedang untung atau rugi?
@Blinvestor
Follow my Telegram: https://cutt.ly/Btd6w8CM
Random tags: $GGRM $HMSP $WIIM
ANALISA SAHAM $WIIM
Harga Sekarang: Rp 1.710
Zona Area Beli Aman:
Rp 1.650 ā 1.680
⢠Area support kuat, cocok untuk entry aman jika harga pullback ke zona ini, Boss
Zona Stoploss:
< Rp 1.600
⢠Jika turun di bawah level ini, struktur swing melemah dan rawan koreksi lebih dalam, Boss
Jika naik & breakout:
> Rp 1.750 ā ENTRY LANJUTAN (tambah posisi)
⢠Breakout 1.750 berpotensi memicu momentum bullish lanjutan, Boss
Target Profit:
⢠TP1 = Rp 1.820
⢠TP2 = Rp 1.900 ā 1.980
Keterangan Tambahan:
⢠Selama harga bertahan di atas 1.650, peluang swing bullish tetap terjaga, Boss
⢠Saham consumer defensif (rokok), pergerakan cenderung stabil dan mengikuti struktur teknikal
⢠Breakout valid jika disertai volume meningkat
Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$BBNI $CTBN
,DM āmauā jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar š² di bawah ya. Terima kasih banyak š
Terbang sih gak. Tapi kalau naik ke 550-570 maybe.
After 22 baru gass..
yg avg under 300 after RI, duduk manis nikmati kopi, singkong goreng dan hisap $WIIM.. šš
Halo.
Emiten rokok sedang menarik lho, walaupun berita terbaru yang saya tau (CMIIW) pemerintah akan mengusahakan agar rokok ilegal dapat bercukai dengan mengurangi layernya, yang mana sebenarnya kurang menarik ya bagi emiten di bei, tapi who knows market akan respon seperti apa
Prepared ur self, for next rotation..
$ITIC 372 - 362 TARGET 414 (10,99%) CL 354 (5,09%)
$WIIM 1710 - 1645 TARGET 1930 (12,73%) CL 1600 (6,48%)
$GGRM 15050 - 14850 TARGET 20750 (37,75%) CL 13925 (7,60%)
HMSP 770 - 750 TARGET 1015 (31,78%) CL 715 (7,39%)
@yantyant kalau untuk saham rokok seperti $GGRM $HMSP $WIIM ngga akan saya beli mau sebagus apapun fundamentalnya.
Bagi saya membeli saham berarti saya menjadi owner perusahaan tersebut walaupun minoritas, saya tidak merokok dan tidak suka juga mencium bau rokok.
Jadi saya pun juga tidak mau membeli saham dari perusahaan rokok š
Pernahkah Anda melihat sebuah saham mendadak "terbang" ke bulan (to the moon) hanya karena satu cuitan atau berita di grup WhatsApp, tapi besoknya langsung anjlok parah?
Itulah dinamika "Rumor vs Fakta" di pasar modal. Agar Anda tidak menjadi korban "gorengan" berikutnya, mari kita bedah polanya dengan cara yang simpel.
1. Rumor: Si "Bumbu Penyedap" yang Berbahaya
Rumor biasanya muncul dalam bentuk narasi yang sangat manis namun tidak punya landasan resmi. Tujuannya? Menciptakan FOMO (Fear of Missing Out).
Ciri Khas: "Katanya mau diakuisisi raksasa teknologi," "Dengar-dengar ada kontrak triliunan," atau "Laporan keuangan bakal meledak."
Siapa yang untung? Biasanya "bandar" atau mereka yang sudah beli di harga bawah dan butuh "kerumunan" pembeli baru agar mereka bisa jualan di harga tinggi (exit strategy).
2. Fakta: Si "Jangkar" yang Membosankan tapi Aman
Fakta adalah data yang sudah terverifikasi. Biasanya keluar melalui saluran resmi seperti keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau laporan tahunan.
Ciri Khas: Angkanya pasti, ada hitam di atas putih, dan bisa dipertanggungjawabkan secara hukum.
Masalahnya: Berita fakta seringkali muncul saat harga sudah terlanjur naik tinggi, atau justru "biasa saja" sehingga tidak memicu adrenalin spekulan.
Cara Membedah Berita Viral
Sebelum Anda menekan tombol buy karena berita viral, pahami pola ini:
- Berita "gorengan" (Rumor) bersumber dari "Grup VIP", akun anonim, screenshot chat. Bahasanya hiperbola ("Pasti naik!", "Jangan sampai telat!"). Waktu rumor keluar saat harga sudah naik 10-20%. Tujuannya untuk menciptakan kepanikan beli (FOMO).
- Berita asli (Fakta) bersumber dari keterbukaan informasi BEI, Web resmi perusahaan. Bahasa yang digunakan netral, teknis, dan berbasis data. Informasi muncul secara terjadwal atau saat aksi korporasi dimulai. Tujuannya untuk memberikan transparansi kepada publik.
š” Tips Pro: "Buy on Rumor, Sell on News?"
Ada pepatah lama di bursa: "Buy on rumor, sell on news." Artinya, trader berpengalaman masuk saat isu baru berembus dan keluar justru saat fakta resmi diumumkan.
Jika Anda baru mendengar berita viral saat semua orang sudah membicarakannya, kemungkinan besar Anda adalah "pencuci piring" alias pembeli di harga puncak.
Ingat: Di pasar saham, jika sebuah berita terdengar terlalu indah untuk jadi kenyataan (too good to be true), biasanya memang bukan kenyataan.
Bukan random tag $WIIM
Yuks pantau $CTRA https://cutt.ly/ztkFUvRB