28,950

+350

(1.22%)

Today

2.2 M

Volume

7.52 M

Avg volume

Company Background

PT United Tractors Tbk merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang kontraktor penambangan. Kegiatan utama Perusahaan terbagi ke dalam lima segmen: Mesin Konstruksi, Kontraktor Penambangan, Pertambangan Batu Bara, Industri Konstruksi, dan Energi. Segmen usaha Mesin Konstruksi mencakup penjualan dan penyewaan alat berat, serta layanan purna jual. Segmen usaha Kontraktor Penambangan memberi berbagai layanan pertambangan termasuk desain tambang, explorasi, ekstrasi, hauling, barging dan transportasi komoditas. Segmen usaha Pertambangan Batu Bara fokus kepada penambangan dan penjualan batubara. Segmen usaha konstruksi menyediakan... Read More

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Harga Emas Global saat ini terbang menuju 5,400 USD/troy ounce.
$UNTR $AMMN

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Mindset Hold Saham – Chapter 3: Dari Menumbuhkan Menjadi Mesin Penghasil Uang

Ketika fase menumbuhkan aset sudah terlewati, investor mulai memasuki tahap yang lebih matang: portofolio bekerja menghasilkan arus kas secara nyata. Pada titik ini, fokus tidak lagi pada berapa persen kenaikan harga, tetapi pada berapa besar penghasilan yang dihasilkan oleh saham setiap tahun. Dividen yang dulu terasa kecil kini berubah menjadi aliran dana yang konsisten, bahkan mampu digunakan untuk membeli saham baru tanpa perlu menambah modal dari luar. Inilah momen ketika investasi tidak lagi bergantung pada gaji aktif, karena portofolio mulai membiayai pertumbuhannya sendiri.

Di fase ini, waktu menjadi faktor yang paling terasa dampaknya. Saham-saham yang dulu dikumpulkan sedikit demi sedikit mulai menunjukkan kekuatan compounding yang sesungguhnya. Kenaikan harga yang dulunya tampak lambat kini terlihat signifikan karena jumlah lot yang dimiliki sudah jauh lebih besar. Investor yang bertahan akan menyadari bahwa keputusan untuk tidak menjual di kenaikan kecil pada masa lalu adalah titik pembeda yang membuat nilai portofolionya melesat.

Kematangan mindset juga terlihat dari ketenangan dalam menghadapi koreksi market. Jika di awal perjalanan penurunan harga terasa menakutkan, kini justru disambut dengan perhitungan rasional: apakah ini kesempatan menambah aset dengan yield lebih tinggi. Tidak ada lagi kepanikan, karena investor memahami bahwa selama bisnis yang dimiliki tetap sehat dan menghasilkan laba, fluktuasi harga hanyalah bagian dari perjalanan. Fokus utama adalah menjaga kualitas portofolio, bukan bereaksi terhadap emosi pasar.

Pada akhirnya, fase ini membawa investor pada tujuan yang sesungguhnya: kebebasan finansial yang dibangun dari aset produktif. Saham bukan lagi sekadar instrumen investasi, tetapi telah menjadi sumber penghasilan yang terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Inilah hasil dari disiplin, kesabaran, dan konsistensi dalam memegang saham berkualitas dalam jangka panjang. Bukan tentang seberapa cepat kita mendapatkan keuntungan, melainkan seberapa lama kita memberi waktu bagi compounding untuk bekerja dan mengubah portofolio menjadi mesin uang yang sesungguhnya.

$SIDO $UNTR $MARK

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham Senin (02/3/2026) dibuka melemah di level 8.092,905. Hingga pukul 09.06 WIB, IHSG terpantau di level 8.106,299, melemah 129,186 poin atau anjlok 1,57% dari penutupan Jumat (27/2/2026) di level 8.235,485.
Saham-sa...

stockwatch.id

stockwatch.id

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas yang melonjak akibat eskalasi konflik Amerika Serikat dan Iran mendorong penguatan sejumlah saham emiten emas di Bursa Efek Indonesia.
Pada Senin (2/3/2026) pukul 06.28 WIB, harga emas dunia tercatat melonjak 1,4% ke level US$ 5.360,49 per troy ons. Ini menjadi k...

www.cnbcindonesia.com

www.cnbcindonesia.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$UNTR 26 Feb 26
Investor: UNITED TRACTORS
Action: BUY
Shares Traded: +2,090,700 (+0.0560%)
Current: 192,189,600 (5.1523%)
Previous: 190,098,900 (5.0963%)
Broker: -
Investor Type: Domestic
Source: KSEI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@cahayaterangbanget udah disediain sama SB (stockbit) ; nama screenernya = GREENblatt's MAGIC FORMULA

$UNTR $TAPG $INDF

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Harga minyak bisa meroket 400% dalam sekejap? 🤯 (Part 3)

Ketegangan AS vs Iran bukan sekadar isu politik.

Ini ancaman nyata buat portofolio investasimu.

Iran sadar mereka kalah kekuatan militer.

Lawannya adalah raksasa pertahanan dunia.

Tapi mereka punya strategi namanya:

Perang Asimetris.

Taktiknya bukan menang adu pesawat tempur.

Tapi bikin ekonomi musuh hancur perlahan.

Menciptakan kekacauan jelang pemilu AS.

Gimana cara kerjanya di lapangan?

Iran fokus lindungi aset pertahanan udara.

Sembunyikan peluncur rudal di parit khusus.

Belajar dari kesalahan perang sebelumnya.

Target utamanya bukan pangkalan militer.

Tapi jalur urat nadi energi dunia.

Selat Hormuz diblokir total.

Menggunakan drone laut & ranjau bawah air.

Senjata murah tapi kerusakannya super masif.

Bikin rantai pasok minyak global lumpuh.

Coba bayangkan harga minyak naik 2-4x lipat.

Inflasi global bakal meledak tak terkendali.

Harga barang naik, daya beli masyarakat drop.

Suku bunga bank sentral makin susah turun.

Bagi pasar saham, ini jelas badai sempurna.

Biaya operasional emiten bakal meroket.

Margin keuntungan perusahaan tergerus habis.

Saham-saham non-komoditas rawan boncos.

Iran juga tak berjuang sendirian.

Mereka didukung banyak sekutu.

Skala konflik ini bisa menyebar sangat luas.

Ini adalah Perang Atrisi (berlarut-larut).

Tujuannya menguras uang & kesabaran musuh.

Bukan soal siapa yang senjatanya canggih.

Tapi siapa yang dompetnya paling tahan lama.

Sebagai investor, kita wajib pasang mata.

Geopolitical risk sedang di level ekstrem.

Saat para raksasa sedang adu kekuatan...

Seberapa siap portofoliomu menahan kejutannya?

$MEDC $BUMI $UNTR
____

Follow & Like biar yang lain bisa dapat manfaat juga ^^

Cek link bio untuk join VIP Membership Saham Bagger.

Kamu bisa dapetin akses analisa saham mingguan, dashboard data 800+ saham, Watchlist Momentum investing terbaik saat ini: https://cutt.ly/EetQOBGO

Kalo mau ebook gratis, klik link nya diatas, join newsletter analisa saham bareng ribuan subscriber lain☝🏻
___
Stockbit External Community

Saya seorang Momentum Investor yang fokus di Fundamental first lalu technical analysis secara quantitative.

Mau ikutan perjalanan investasi saya?

❤️ Join External Community, masukkan kode: A39716
https://stockbit.com/community

Read more...

1/2

testes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BSSR
Coba kita prediksi hasil Q4 THN 2025

Dari SS 1, kita peroleh selisih Asp Q4 - Q3 = $4,51 x 16.650 = +-75.000/ton🤔, tambahan penerimaan yg mungkin seluruhnya berpotensi jadi laba bersih.🤔

Diketahui, RKAB BSSR 2025 18,5 JT ton.
Dan dari SS 2, info volume kerja
Sampe Q3 baru realisasi 13,5 JT ton.
Artinya di Q4 25 berpotensi 5 JT ton, kalo target tercapai 100%🤔
Dan selama ini, BSSR selalu >100% target.🤔

Maka, potensi tambahan keuntungan di Q4 adalah +-5 JT ton x 75.000 = 375 Milyar.
Tambahan eps 375M/2,62M =143/ share.🤔☺

Bila kondisi ceteris paribus dapat dipertahankan, dan Hasil Q3= 74/share.
Maka potensi hasil Q4 est = 74 + 143= +-217.🤔

Dan Hasil Q1/2/3 = 386,76🤔
+/+Est Q4= 217,
Maka estimasi potensi eps fy 25 = +-603👍☺🤔🤭
Kalo DPR tahun ini seperti prediksi saya di 100% , interim 350, maka sisa final berpotensi 250.🤔☺🥰🤣

Ini adalah prediksi kasar, dan banyak asumsi yg di terapkan.

Dan ini bukan ajakan jual/beli saham.
Dyor.
Silahkan analisa sendiri, dan resiko tanggung sendiri.🙏

$PTBA $UNTR

Read more...

1/2

testes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$UNTR

Seperti dugaan awal, nego bayar denda.

https://cutt.ly/ltETggG6

1/2

testes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

IDXChannel - PT Astra International Tbk (ASII) membukukan laba bersih Rp8,3 triliun pada kuartal IV-2025, tumbuh 3 persen secara tahunan (YoY) namun turun 7 persen secara kuartalan (QoQ).
Dengan capaian tersebut, laba bersih ASII sepanjang 2025 tercatat Rp32,8 triliun atau turun tipis 3 persen YoY, ...

www.idxchannel.com

www.idxchannel.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Tulisan #7 — Dividend Trap Itu Nyata

Ada momen ketika sebuah imbal hasil terlihat terlalu menarik untuk diabaikan. Angkanya tinggi, jauh di atas rata-rata, dan terasa seperti peluang yang jarang datang dua kali. Kita mulai membayangkan cashflow yang besar, membandingkan dengan instrumen lain, lalu merasa telah menemukan sesuatu yang “lebih cerdas” dari kebanyakan orang. Di sinilah ilusi sering bekerja tanpa kita sadari. Kita terpikat pada persentase, bukan pada cerita di belakangnya. Kita melihat hasil yang besar, tetapi tidak selalu bertanya mengapa ia terlihat sebesar itu.

Dividend trap biasanya tidak datang dengan peringatan yang jelas. Ia justru hadir dalam bentuk yang paling meyakinkan: yield tinggi, histori pembagian yang terlihat stabil, dan harga yang tampak murah dibanding masa lalu. Secara psikologis, kombinasi ini menciptakan rasa urgensi. Kita takut kehilangan peluang. Kita merasa jika tidak segera masuk, orang lain akan lebih dulu menikmati hasilnya. Padahal dalam banyak kasus, yield tinggi bukanlah hadiah, melainkan refleksi dari risiko yang belum sepenuhnya kita pahami. Harga bisa turun karena pasar meragukan prospek bisnis, bukan karena pasar “lalai” melihat peluang.

Secara teknis, dividend trap sering berkaitan dengan penurunan laba, arus kas yang melemah, atau struktur utang yang semakin berat. Ketika harga saham turun signifikan, yield secara matematis memang naik. Namun kenaikan itu tidak selalu mencerminkan kekuatan bisnis. Jika laba terus tergerus atau arus kas operasional tidak lagi cukup menopang pembagian, maka dividen bisa dipangkas atau bahkan dihentikan. Kita yang masuk hanya karena terpikat yield tinggi akhirnya menghadapi dua tekanan sekaligus: penurunan harga dan pemotongan dividen.

Masalah terbesar dari dividend trap bukan hanya kerugian finansial, tetapi cara berpikir yang keliru di awal. Kita berasumsi bahwa angka tinggi identik dengan nilai tinggi. Kita merasa sudah cukup melakukan analisis karena melihat histori pembagian dan persentase imbal hasil. Padahal menjadi dividend investor realistis menuntut kita untuk melangkah lebih dalam. Kita perlu memahami model bisnis, siklus industrinya, kualitas arus kasnya, dan ruang manajemen untuk bertahan di masa sulit. Tanpa itu, kita hanya sedang membeli angka, bukan bisnis.

Dalam perjalanan membongkar ilusi, kita belajar bahwa tidak semua yang terlihat menguntungkan benar-benar aman. Dividend trap mengingatkan kita bahwa stabilitas tidak bisa dinilai dari satu indikator saja. Ia harus dibaca dalam konteks yang lebih luas dan lebih jangka panjang. Dengan menjaga cara berpikir ini, kita tidak mudah terpikat oleh angka yang mencolok, dan tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa yield tinggi adalah peluang emas. Kita bergerak lebih hati-hati, karena kita tahu bahwa tujuan kita bukan sekadar mendapatkan hasil besar hari ini, tetapi membangun sistem yang mampu bertahan besok.

$DMAS $ADRO $UNTR

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Engkong saya, Peter Lynch, membagi growth story dan turnaround story ke dalam dua kategori story yang berbeda

Kedua story itu valid untuk investasi, tapi bisa menjadi senjata makan tuan jika kita mixed up, menyamakan atau mengira turnaround story sebagai growth story

Secara bahasa, turnaround itu artinya berputar balik. Contoh sederhananya perusahaan dengan laba 2024 -1 miliar, 2025 jadi 100 miliar. Berapa persen growth yoy-nya?

Banyak lapkeu yang labanya naik 1000++% yoy, lalu dinarasikan sebagai, "story growth-nya masih panjang." Padahal secara matematis, laba naik 1000% yoy itu artinya laba tahun lalu adalah 1/10 dari tahun ini. Ini bisa terjadi pada perusahaan yang pas IPO masih project pembangunan aset yang belum beroperasi, lalu ketika mereka pertama kali beroperasi, mereka punya laba dari usaha inti dari yang sebelumnya hanya dari anak usaha, afiliasi, atau jual aset. Perusahaan backdoor juga bisa mengalami hal yang sama

Bedanya growth story dengan turnaround story bukanlah dari persentasenya. Growth story adalah tentang competitive advantage-nya, runway total addressable market (TAM)-nya, hingga opsionalitasnya. Sederhananya, seberapa likely perusahaan ini membukukan growth yang konsisten selama 10, 20, 30 tahun berturut-turut?

Jadi jika kita membandingkan growth dari sektor yang sama, pertanyaan yang tepat bukanlah siapa yang persentasenya lebih besar, melainkan siapa yang paling likely untuk mengulang persentase growth tersebut beberapa dekade berturut-turut? Berapa dekadenya tergantung dari horizon tujuan keuangan masing-masing

$SIDO $UNTR $IHSG

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$UNTR $ENRG $BUMI

laba untr merosot
baca artikel : https://cutt.ly/HtEf7nuB

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

EmitenNews.com - Laporan keuangan PT United Tractors Tbk (UNTR) tahun buku 2025 mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 24,1 persen menjadi Rp14,81 triliun. Di mata investor, angka koreksi ini sering kali sekadar dimaklumi sebagai dampak dari melandainya harga batu bara global. Namun, jika kita m...

www.emitennews.com

www.emitennews.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PSAB

Akan terbang setahun sekali...

Juni 2025 terbang karena Q1 2025 bagus dan harapannya Q2 bagus juga (walau drop karena financial engineering, buangin aset dengan rugi).

Harga emas terbang dari USD 2800/troy oz ke USD 3300/troy oz dan sahamnya terbang 100%.

Sejak itu flat ga bergerak ketahan di 550
padahal harga emas sudah USD 5200/oz menuju USD 6000/oz:

Mereka ini profitnya bener-bener ada dan bener -bener cuan dan sudah terima triliunan dari $UNTR

Januari 2026 sudah lewat,
Februari 2026 hari ini terakhir.

Hayoklah Maret 2026, 4 bulan lagi menuju LK Q1 2026

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Waktu, Kecepatan, dan Kendali yang Tak Terbeli

Tampaknya ada kegelisahan yang mendalam saat kita melihat angka di rekening dan merasa bahwa pertumbuhan yang wajar saja tidak akan pernah cukup. Sepertinya ada tekanan yang berat untuk segera melompat jauh, mengejar apa yang disebut sebagai 'pertumbuhan kilat', karena merasa bahwa menunggu dan membangun secara perlahan adalah sebuah pemborosan waktu yang sia-sia.

...Pemborosan waktu yang sia-sia?

Kedengarannya seperti... Anda sedang berada di persimpangan yang ramai. Di satu sisi, ada suara-suara lantang yang berkata, "Modal kecil? Jangan buang waktu dengan dividen. Kejar yang cepat. Dua minggu bisa multibagger." Di sisi lain, ada bisikan yang mengatakan, "Tapi aku tidak punya informasi istimewa. Aku tidak kenal bandar. Apa aku hanya ikut-ikutan?"

Sepertinya narasi tentang 'modal kecil harus berani' terdengar sangat heroik, seolah-olah pasar modal adalah satu-satunya tempat di mana nasib kita ditentukan. Rasanya sangat melelahkan jika kita dipaksa percaya bahwa setiap menit yang tidak kita gunakan untuk memantau pergerakan harga adalah peluang yang hilang.

Kedengarannya seperti ada keinginan besar untuk maju, untuk keluar dari keterbatasan, untuk merasakan bahwa uang Anda benar-benar bekerja. Dan di tengah desakan itu, muncul tawaran yang terdengar sangat meyakinkan: "Belajarlah dari orang yang berhasil kaya dari market. Mindset mereka pasti beda."

Itu benar. Wajar untuk mencari teladan. Wajar untuk ingin belajar dari yang sudah mencapai apa yang kita impikan. Dan wajar untuk merasa bahwa dengan modal terbatas, kita harus bergerak lebih cepat, lebih agresif, mengambil jalan pintas.

Namun, saya penasaran. Bagaimana perasaan Anda jika ternyata investasi yang paling memberikan hasil tertinggi bukanlah apa yang Anda klik di layar hari ini, melainkan apa yang Anda bangun pada diri Anda sendiri di dunia nyata saat pasar sedang tutup?

...Dunia nyata saat pasar sedang tutup?

Aset yang Paling Sering Terlupakan

Tapi ada satu hal yang tidak pernah disebut dalam semua tawaran itu. Tidak ada yang pernah bertanya: Siapa Anda sebenarnya?

Mereka tidak tahu dari mana Anda memulai. Mereka tidak tahu berapa banyak yang bisa Anda relakan tanpa mengganggu tidur. Mereka tidak tahu apa yang sebenarnya Anda inginkan—bukan untuk dipamerkan, tetapi untuk benar-benar Anda miliki. Dan karena mereka tidak tahu, mereka menawarkan resep yang sama untuk semua orang: "Kejar momentum. Ikuti arus. Yang penting cuan."

Sementara itu, di luar layar, ada aset yang paling sering diabaikan oleh para penjual resep itu: Anda sendiri.

Waktu Anda. Energi Anda. Kemampuan Anda untuk belajar, tumbuh, dan menjadi lebih berharga di dunia nyata. Tidak ada influencer yang bisa memberi Anda itu. Tidak ada momentum backdoor yang bisa menggantikannya. Itu adalah satu-satunya aset yang sepenuhnya—100%—berada dalam kendali Anda.

Bayangkan jika semua energi yang Anda habiskan untuk mengikuti drama pasar yang provokatif, dan mengejar saham yang sedang ramai, Anda alihkan untuk sesuatu yang lain. Satu keterampilan baru. Satu proyek kecil. Satu langkah nyata yang membuat diri Anda lebih bernilai besok daripada hari ini. Hasilnya mungkin tidak terlihat dalam dua minggu. Tapi hasil itu nyata, milik Anda, dan tidak bisa diambil oleh siapa pun—termasuk koreksi pasar.

Lalu, dari hasil itu, Anda menyisihkan. Sekecil apapun. Menabung di perusahaan-perusahaan yang bisnisnya Anda pahami, yang membagikan laba, yang tidak menjanjikan multibagger tapi memberi Anda ketenangan. Itu bukan strategi cepat kaya. Itu strategi membangun fondasi.

Tampaknya kita mulai menyadari bahwa mengikuti arus yang tidak kita pahami—hanya karena janji keuntungan besar dalam waktu singkat—sebenarnya adalah bentuk penyerahan kedaulatan kita kepada orang lain. Sepertinya ada pengakuan yang jujur bahwa kita tidak pernah benar-benar tahu apa kepentingan di balik ajakan tersebut, atau apakah mereka yang mengajak memiliki jaring pengaman yang jauh lebih kuat daripada yang kita bayangkan.

...Jaring pengaman yang tidak kita lihat?

Ada ketenangan yang mulai tumbuh saat kita berhenti membandingkan kecepatan kita dengan papan skor orang lain. Tampaknya kita sedang belajar bahwa memulai dari apa yang kita miliki, melakukan apa yang kita bisa, dan fokus pada peningkatan nilai diri kita di kehidupan sehari-hari adalah bentuk investasi yang paling jujur. Menabung hasil kerja keras di tempat yang aman, sekecil apa pun itu, adalah langkah kedaulatan yang tidak bisa diganggu gugat oleh bisingnya tren.

Jadi, dari semua yang ditawarkan kepada Anda hari ini—dari janji multibagger tiap dua minggu, dari resep mindset orang kaya, dari tekanan untuk ikut arus dan momentum—ada satu pertanyaan yang mungkin hanya bisa Anda jawab sendiri, di luar keramaian:

"Berapa banyak dari waktu dan energi saya hari ini yang benar-benar saya investasikan untuk membuat diri saya lebih berharga di dunia nyata, dibandingkan untuk sekadar mengikuti ke mana arah angin bertiup?"

Jika pada akhirnya Anda adalah satu-satunya orang yang akan menanggung setiap risiko dari modal yang Anda kumpulkan dengan susah payah, bagaimana cara Anda memastikan bahwa strategi yang Anda ikuti hari ini benar-benar dirancang untuk masa depan Anda, dan bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan narasi orang lain?

$IPCC $UNTR $ADRO

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$UNTR pinter banget bandar disini maennya , haha
jempol lah, mereka turunin kenceng, lalu di serok bawah sambil nutup gap bawah, bener2 mau di borong habis barang ritel,

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Saham konglo yang punya fundamental bagus dan rajin bagi dividen yield cukup menarik ya cuma di Grup Adaro, Grup Astra, Grup Harita, dan 1 lagi emiten CPO milik pak Theodore Permadi Rachmat.

Random : $CITA $AADI $UNTR

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Produksi Emas $UNTR Nyungsep di Januari 2026: Efek Izin Dicabut

Diskusi hari ini di External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Dampak dari penghentian izin tambang emas Martabe milik UNTR benar-benar terlihat jelas di Laporan Bulan Januari 2026. Angkanya bukan sekadar melemah, tapi seperti tombol off yang ditekan mendadak. Penjualan emas cuma 1 ribu oz dari 18 ribu oz pada Januari 2025, turun sekitar 94,44%, dan penurunan sedalam ini hampir tidak pernah terjadi kalau operasional normal-normal saja. Di saat yang sama, segmen lain masih bergerak, bahkan ada yang tumbuh kencang, jadi sumber masalahnya terlihat sangat terkonsentrasi di emas. Ini yang bikin cerita Januari 2026 jadi terasa getir, karena investor melihat kontras yang ekstrem dalam satu grup usaha yang sama. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kalau dilihat dari sisi trend, yang paling jelas sedang menanjak itu nikel dan alat berat. Nikel melonjak 40,8% YoY dari 179 ribu wmt ke 252 ribu wmt, dengan komposisi limonite 169 ribu wmt dan saprolite 83 ribu wmt, jadi growth-nya tidak cuma ditopang satu jenis bijih. Di alat berat, Komatsu naik 13,8% YoY dari 536 unit ke 610 unit. Yang membuatnya lebih penting bukan hanya volume, tapi perubahan sumber permintaan. Porsi mining turun dari 72% jadi 47%, digantikan forestry yang naik dari 9% jadi 23%, lalu konstruksi 17% dan agro 13%. Ini biasanya dibaca sebagai diversifikasi demand yang lebih sehat, karena penjualan unit tidak sepenuhnya nempel ke siklus tambang.

Sekarang lihat skala supaya kelihatan mana yang sebenarnya paling besar tenaga mesinnya. PAMA adalah mesin volume utama UNTR. Produksi batubara 10,7 juta ton memang cuma naik tipis dari 10,6 juta ton, tetapi overburden naik 6,7% dari 78,9 juta bcm ke 84,2 juta bcm. Stripping ratio naik dari 7,5x ke 7,9x. Secara statistik sederhana, ini artinya untuk setiap 1 ton batubara, pekerjaan kupas tanahnya lebih berat daripada tahun lalu, atau secara praktis cost dan intensitas kerja berpotensi naik. Jadi PAMA itu unggul di skala, tapi di Januari 2026 ada indikasi beban kerja meningkat lebih cepat dibanding output batubara, yang bisa jadi tekanan margin kalau tidak diimbangi produktivitas atau tarif jasa yang lebih baik. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Di batubara milik sendiri lewat TTA, polanya kebalikan dari PAMA. Skala penjualannya lebih kecil dibanding produksi batubara PAMA karena ini memang beda peran, TTA adalah penjual batubara, bukan kontraktor yang mengerjakan tambang pelanggan. Di Januari 2026, volume penjualan TTA turun 11,7% dari 1.696 ribu ton ke 1.497 ribu ton. Komposisinya didominasi thermal coal dari tambang sendiri 981 ribu ton, lalu metallurgical coal 312 ribu ton, dan pihak ketiga 203 ribu ton. Kelemahannya jelas, volume turun. Potensinya tergantung dua hal yang biasanya jadi penentu, apakah penurunan ini karena strategi mix harga dan kualitas, atau karena kendala produksi dan demand. Kalau penurunan terjadi pada komponen yang marginnya tipis, dampaknya bisa tidak separah penurunan volume terlihat. Tapi tanpa data harga realisasi, investor harus menganggap ini tekanan sampai terbukti sebaliknya.

Lalu balik lagi ke emas, karena ini sumber guncangannya. Penjualan emas 1 ribu oz dari 18 ribu oz itu bukan hanya penurunan, tapi perubahan rezim. Secara trend, ini titik terendah dibanding pola bulanan sepanjang 2025. Secara skala, emas memang biasanya bukan yang paling besar secara tonase fisik dibanding batubara atau OB, tapi kontribusinya sering signifikan karena nilai per unit tinggi dan biasanya margin menarik. Itu sebabnya ketika emas jatuh sedalam ini, dampaknya ke persepsi kualitas laba bisa besar, meskipun nikel dan alat berat sedang bagus. Jadi UNTR sedang punya dua mesin yang menyala terang, yakni nikel dan alat berat. PAMA besar dan stabil tapi mulai lebih berat bebannya. TTA sedang melemah dari sisi volume. Dan emas sedang jadi sumber risiko utama, karena penurunannya ekstrem dan biasanya terkait isu yang sifatnya struktural, bukan sekadar cuaca atau jadwal pengapalan. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

🛠️ Alat Berat Komatsu
📈 Volume 610 unit, naik 13,8% YoY dari 536 unit ✅
🔄 Mix pelanggan berubah ekstrem
⛏️ Mining turun 72% ➝ 47% ⚠️
🌲 Forestry naik 9% ➝ 23% ✅
🏗️ Konstruksi 17% ✅
🌾 Agro 13% ✅
🎯 Pangsa pasar 28% ✅
🧠 Growth ada, dan dependensi mining mulai dikurangi. Ini sehat buat siklus komoditas

⛏️ Kontraktor Penambangan PAMA
🪨 Produksi batubara 10,7 juta ton, naik tipis dari 10,6 juta ton ✅
🚜 Overburden 84,2 juta bcm, naik 6,7% YoY ✅
📊 Stripping ratio 7,9x dari 7,5x ⚠️
🧠 Aktivitas gali makin berat, cost pressure bisa naik kalau harga jasa dan produktivitas tidak ngikut

🧱 Batubara TTA
📉 Penjualan 1.497 ribu ton, turun 11,7% YoY ❌
🧩 Komposisi penjualan
🔥 Thermal coal own mine 981 ribu ton
⛓️ Metallurgical coal 312 ribu ton
🧾 Pihak ketiga 203 ribu ton
🧠 Volume turun itu sinyal demand, supply, atau strategi jual lagi berubah. Efek ke margin tergantung mix harga dan biaya angkut

🟢 Nikel Stargate
🚀 Penjualan 252 ribu wmt, naik 40,8% YoY ✅✅
🧱 Limonite 169 ribu wmt ✅
🪨 Saprolite 83 ribu wmt ✅
🧠 Ini mesin growth paling kencang. Biasanya pasar suka karena narasi hilirisasi dan demand nikel masih jadi tema besar

🟡 Emas Agincourt dan Sumbawa Jutaraya
💥 Penjualan 1 ribu oz, anjlok dari 18 ribu oz YoY ❌❌❌
📉 Ini level bulanan terendah dibanding tren 2025 ❌
🧠 ni bukan turun biasa, ini shock. Dampak izin kena cabut.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$ASII $PSAB

Read more...

1/7

testestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Fyp medsos saya skrg soal AI yg semakin canggih, bisa bikin video2 anime/film dgn alur berbeda dgn aslinya, kemudian robot di china yg bisa ngikutin gerakan kungfu, tapi kok tukang parkir minimarket di depan komplek makin banyak aja ya muncul tiba-tiba dari antah berantah. Gak nyambung emang. Tapi ngomong-ngomong soal hal yang kadang gak masuk akal, tadi saya iseng baca laporan keuangannya $ASII yang full year 2025. Iya, saya masih setia baca PDF ratusan halaman pake pc rakitan intel gen sandy bridge yg jadul banget.
Laba astra sekilas emang masih konsisten dan patut diacungi jempol meskipun penurunan 3persenan dari tahun sebelumnya. Tapi pas saya baca pelan-pelan ada satu kata yang di-bold terus sama auditor pwc-nya. Impairment.

Kalian inget gak akhir tahun lalu tambang emas Martabe (PTAR) nya $UNTR itu kena siklon senyar? Longsor kan tuh sampe operasinya stop. Sampai gosipnya mau dicabut ijinnya di oper ke perminas. Nah di catatannya, nilai aset tambang ini masih dicatat sekitar 15 -an triliun gitu. Logikanya kan aset nganggur abis kena bencana harusnya di-test tuh impairment-nya. Tapi manajemen santai aja bilang nilainya gak turun, jadi gak perlu di-impair. Jiwa skeptis sy mulai meronta-ronta disini, ini mereka lagi jalanin bisnis konglomerasi apa lagi main tebak-tebakan harga emas sih? Mereka nebak harga emas bakal tinggi terus biar nutupin risiko longsornya. Gimana kalau tahun depan emas dunia crash? Itu belasan triliun bisa langsung amblas jadi rugi imperment di buku. Ngeri juga ngebayanginnya. Padahal prediksi sy emas lg di goreng sama Trump. https://stockbit.com/post/28700577

Terus tiba-tiba saya kepikiran kang ojol yang motornya ditarik lising minggu lalu. Di perut astra kan ada FIF sama ACC. Piutang mereka puluhan triliun. Aturan akuntansi sekarang maksa mereka nyadangin rugi di awal sebelum orangnya bener-bener gagal bayar cicilan. Kalau ekonomi tahun depan lesu dan banyak phk, ASII wajib ngegedein cadangan kerugian ini sekarang juga. Laba gede yang kita lihat sekarang ini kayaknya cuma ilusi aja sebelum cicilan macet masyarakat menengah ke bawah beneran meledak.

Belum lagi ngomongin hobi ASII yang suka beli barang kemahalan, seperti beli rumah sakit heartology atau logistik mmlp itu. Selisih harga mahalnya dicatat di neraca jadi godwill. Angka ini siap-siap aja di write-down sama auditor kalau ternyata bisnisnya zonk di masa depan. Kena impair lagi deh tuh laba.

Saya nulis ini bukan buat ngajak kalian cutloss berjamaah. Saya sendiri jujur aja masih nge-hold ASII di porto dan lumayan deg-degan ngeliatnya. Kita tuh cuma harus siap mental. Astra emang lagi nyimpen bom waktu. tapi kita harus ingat dia ini bukan Titanic, kapal besar yg jumlah skocinya sedikit. Walaupun di lambung kapal ada bocor-bocor halus, krunya udah nyiapin sekoci duluan lewat pencadangan yang super ketat dan konservatif ini. Bisnisnya juga masih dimana-mana. Jadi biarin aja manajemen mainin akuntansi imperment buat bersih-bersih buku, kita ritel pegangan yang kenceng aja ngelewatin badainya.

Kira-kira, kalau badai impairment beneran meledak di kuartal depan, astra bakal ngeluarin jurus sulap apalagi ya buat nutupin lobangnya dari mata investor? Apa kira-kira buyback lagi kaya yg sudah-sudah.

Disclaimer on. Bukan ajakan cutloss

-kerak bumi-


Random tag: $BNBR

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@denian74 kayak2nye $UNTR yg nyusul ke harga $ITMG

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ASII

💸 ASII 2025: Laba Bersih -3% YoY, Sejalan Ekspektasi
/February 27, 2026 by Stockbit Snips

Astra International (ASII) mencatatkan laba bersih sebesar Rp8,3 T pada 4Q25 (+3% YoY, -7% QoQ). Hasil ini membuat laba bersih selama 2025 mencapai Rp32,8 T (-3% YoY), sejalan dengan ekspektasi (102% estimasi konsensus). Di antara ketiga bisnis inti perseroan, segmen ‘financial services’ menjadi penopang kinerja pada 2025, sementara segmen 'heavy equipment, mining, construction & energy (HEMCE)’ di bawah anak usaha United Tractors ($UNTR) menjadi pemberat kinerja.

Laba ‘Financial Services’ Tumbuh +14% CAGR dalam 3 Tahun Terakhir

Segmen ‘financial services’ kembali mencetak kinerja solid pada 2025 dengan laba bersih tumbuh +13 YoY/+9% YoY pada 4Q25/2025. Dalam 3 tahun terakhir, laba segmen ini konsisten bertumbuh dengan CAGR +14% dan kini menyumbang ~27% terhadap laba keseluruhan ASII (vs. 2022: ~21%). Selama 2025, kenaikan laba bersih segmen ‘financial services’ didorong oleh pertumbuhan pembiayaan konsumen baru +5% YoY, terutama dari berlanjutnya permintaan kuat pembiayaan multiguna.

Sementara itu, laba bersih segmen ‘automotive & mobility’ flat di level Rp11,4 T selama 2025. Pertumbuhan bisnis komponen dan motor berhasil mengkompensasi bisnis mobil yang mengalami pelemahan seiring penurunan penjualan mobil nasional sebesar -7% YoY selama 2025.

Laba ‘HEMCE’ via UNTR Terkontraksi -24% YoY
UNTR mencatat laba bersih sebesar Rp3,3 T pada 4Q25 (+0% QoQ, -15% YoY). Hasil ini membuat laba bersih UNTR selama 2025 mencapai Rp14,8 T (-24% YoY), di bawah ekspektasi (92% estimasi 2025F konsensus). Penurunan laba bersih turut ditekan oleh kerugian penurunan nilai atas investasi pada PT Supreme Energy Rantau Dedap senilai Rp866,1 M.

Mengecualikan kerugian tersebut, laba bersih UNTR tetap turun -20% YoY selama 2025, relatif sejalan dengan ekspektasi (97% estimasi 2025F konsensus). Berdasarkan segmennya, bisnis ‘emas dan mineral lainnya’ menjadi penopang kinerja UNTR dengan pertumbuhan laba bersih +104% QoQ/+79% YoY pada 4Q25/2025, di tengah pelemahan segmen ‘alat berat’, ‘kontraktor pertambangan’, dan ‘pertambangan batu bara’ secara tahunan pada 2025.

Bisnis Non–Inti Tumbuh Baik, Kini Berkontribusi ~10% pada Laba Keseluruhan

Segmen–segmen di luar ketiga segmen inti di atas membukukan kinerja yang solid selama 2025, dengan masing–masing mencetak pertumbuhan laba bersih di atas +20% YoY. Segmen ‘property’ mencatatkan pertumbuhan laba tertinggi hingga +224% YoY, didorong kontribusi dari aset pergudangan industri yang baru saja diakuisisi serta pembukuan negative goodwill dari akuisisi Mega Manunggal Property ($MMLP). Segmen ‘agri’ didorong oleh kenaikan harga jual CPO (+11% YoY) sementara segmen ‘infra & logistics’ didorong kenaikan pendapatan tol harian (+8% YoY).

Kinerja solid yang dicatatkan segmen–segmen non–inti ini membuat kontribusi labanya mencapai sekitar ~10% terhadap laba bersih keseluruhan ASII (vs. 2024: ~7%).

Key Takeaway

Secara umum, stabilitas kinerja laba ASII tetap terjaga — meski kinerja UNTR tertekan cukup dalam selama 2025 — berkat diversifikasi portofolio perseroan, terutama dengan semakin meningkatnya kontribusi dari segmen–segmen non–inti. Kami menilai bahwa stabilitas kinerja membuat ASII menjadi salah satu opsi dividend play yang atraktif. ASII sendiri mengusulkan dividen final Rp292/saham, mengindikasikan dividend yield 4,4% per Jumat (27/2). Sebelumnya, ASII telah membagikan dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp98/saham pada Oktober 2025.

Dalam waktu dekat, kami menilai pergerakan harga saham ASII berpotensi lebih dipengaruhi oleh aksi korporasi dan perkembangan terkait status perizinan tambang emas Martabe. ASII sendiri baru saja menyelesaikan akuisisi 100% PT Arafura Surya Alam, perusahaan tambang emas Doup di Sulawesi Utara, pada Februari 2026. ASII juga telah menyelesaikan buyback saham tranche ke–2 pada 25 Februari 2026 dengan realisasi senilai Rp685 M, serta berencana kembali menggelar buyback dengan rincian yang belum diumumkan. Terakhir, ASII berencana mengumumkan hasil strategic review perseroan pada akhir 1H26.

https://snips.stockbit.com/snips-terbaru/-asii-2025-laba-bersih-3-yoy-sejalan-ekspektasi?source=research

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@LULUKCAHYANTORO kena stoplos itu $UNTR

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

💸 ASII 2025: Laba Bersih -3% YoY, Sejalan Ekspektasi

Astra International ($ASII) mencatatkan laba bersih sebesar Rp8,3 T pada 4Q25 (+3% YoY, -7% QoQ). Hasil ini membuat laba bersih selama 2025 mencapai Rp32,8 T (-3% YoY), sejalan dengan ekspektasi (102% estimasi konsensus). Di antara ketiga bisnis inti perseroan, segmen ‘financial services’ menjadi penopang kinerja pada 2025, sementara segmen 'heavy equipment, mining, construction & energy (HEMCE)’ di bawah anak usaha United Tractors ($UNTR) menjadi pemberat kinerja.

Laba ‘Financial Services’ Tumbuh +14% CAGR dalam 3 Tahun Terakhir
Segmen ‘financial services’ kembali mencetak kinerja solid pada 2025 dengan laba bersih tumbuh +13 YoY/+9% YoY pada 4Q25/2025. Dalam 3 tahun terakhir, laba segmen ini konsisten bertumbuh dengan CAGR +14% dan kini menyumbang ~27% terhadap laba keseluruhan ASII (vs. 2022: ~21%). Selama 2025, kenaikan laba bersih segmen ‘financial services’ didorong oleh pertumbuhan pembiayaan konsumen baru +5% YoY, terutama dari berlanjutnya permintaan kuat pembiayaan multiguna. Sementara itu, laba bersih segmen ‘automotive & mobility’ flat di level Rp11,4 T selama 2025. Pertumbuhan bisnis komponen dan motor berhasil mengkompensasi bisnis mobil yang mengalami pelemahan seiring penurunan penjualan mobil nasional sebesar -7% YoY selama 2025.

Laba ‘HEMCE’ via UNTR Terkontraksi -24% YoY
UNTR mencatat laba bersih sebesar Rp3,3 T pada 4Q25 (+0% QoQ, -15% YoY). Hasil ini membuat laba bersih UNTR selama 2025 mencapai Rp14,8 T (-24% YoY), di bawah ekspektasi (92% estimasi 2025F konsensus). Penurunan laba bersih turut ditekan oleh kerugian penurunan nilai atas investasi pada PT Supreme Energy Rantau Dedap senilai Rp866,1 M. Mengecualikan kerugian tersebut, laba bersih UNTR tetap turun -20% YoY selama 2025, relatif sejalan dengan ekspektasi (97% estimasi 2025F konsensus). Berdasarkan segmennya, bisnis ‘emas dan mineral lainnya’ menjadi penopang kinerja UNTR dengan pertumbuhan laba bersih +104% QoQ/+79% YoY pada 4Q25/2025, di tengah pelemahan segmen ‘alat berat’, ‘kontraktor pertambangan’, dan ‘pertambangan batu bara’ secara tahunan pada 2025.

Bisnis Non–Inti Tumbuh Baik, Kini Berkontribusi ~10% pada Laba Keseluruhan
Segmen–segmen di luar ketiga segmen inti di atas membukukan kinerja yang solid selama 2025, dengan masing–masing mencetak pertumbuhan laba bersih di atas +20% YoY. Segmen ‘property’ mencatatkan pertumbuhan laba tertinggi hingga +224% YoY, didorong kontribusi dari aset pergudangan industri yang baru saja diakuisisi serta pembukuan negative goodwill dari akuisisi Mega Manunggal Property ($MMLP). Segmen ‘agri’ didorong oleh kenaikan harga jual CPO (+11% YoY) sementara segmen ‘infra & logistics’ didorong kenaikan pendapatan tol harian (+8% YoY). Kinerja solid yang dicatatkan segmen–segmen non–inti ini membuat kontribusi labanya mencapai sekitar ~10% terhadap laba bersih keseluruhan ASII (vs. 2024: ~7%).

🔑Key Takeaway

Secara umum, stabilitas kinerja laba ASII tetap terjaga — meski kinerja UNTR tertekan cukup dalam selama 2025 — berkat diversifikasi portofolio perseroan, terutama dengan semakin meningkatnya kontribusi dari segmen–segmen non–inti. Kami menilai bahwa stabilitas kinerja membuat ASII menjadi salah satu opsi dividend play yang atraktif. ASII sendiri mengusulkan dividen final Rp292/saham, mengindikasikan dividend yield 4,4% per Jumat (27/2). Sebelumnya, ASII telah membagikan dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp98/saham pada Oktober 2025.

Dalam waktu dekat, kami menilai pergerakan harga saham ASII berpotensi lebih dipengaruhi oleh aksi korporasi dan perkembangan terkait status perizinan tambang emas Martabe. ASII sendiri baru saja menyelesaikan akuisisi 100% PT Arafura Surya Alam, perusahaan tambang emas Doup di Sulawesi Utara, pada Februari 2026. ASII juga telah menyelesaikan buyback saham tranche ke–2 pada 25 Februari 2026 dengan realisasi senilai Rp685 M, serta berencana kembali menggelar buyback dengan rincian yang belum diumumkan. Terakhir, ASII berencana mengumumkan hasil strategic review perseroan pada akhir 1H26.

Stockbit Snips 27 Februari 2026
https://cutt.ly/otEeDNds

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$UNTR dropnya berasa seperti deviden trap

$ASII

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ITMG $UNTR
2 sejoli ini mungkin akan dipertemukan kembali🥹

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tiba-tiba berakhir stagnan pada perdagangan hari ini, Jumat (27/2/2026), setelah tertekan dalam sepanjang hari.
IHSG yang sempat tercatat turun 1,47% mampu memangkas koreksi secara signifikan dan berakhir menguat tipis. Pada akhir perdag...

www.cnbcindonesia.com

www.cnbcindonesia.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$UNTR

UNTR: Laba Bersih -24% YoY pada 2025, di Bawah Ekspektasi

Stockbit's take:

- United Tractors ($UNTR) mencatat laba bersih sebesar Rp3,3 T pada 4Q25 (+0% QoQ, -15% YoY). Hasil ini membuat laba bersih selama 2025 mencapai Rp14,8 T (-24% YoY), di bawah ekspektasi (setara 92% estimasi 2025F konsensus).

- Penurunan laba bersih dipengaruhi oleh kerugian penurunan nilai atas investasi pada PT Supreme Energy Rantau Dedap (SERD) senilai Rp866,1 M. Mengecualikan kerugian tersebut, laba bersih tetap turun -20% YoY pada 2025, tetapi relatif sejalan dengan ekspektasi (setara 97% estimasi 2025F konsensus).

- Opex juga naik +33% QoQ/+15% YoY pada 4Q25/2025, seiring adanya penambahan provisi atas penurunan nilai piutang usaha senilai Rp587 M (vs, 2024: Rp39 M).

- Secara segmental, segmen ‘Emas dan Mineral Lainnya’ menjadi penopang kinerja UNTR. Sementara itu, hampir seluruh segmen lainnya mencatat kenaikan laba bersih secara kuartalan pada 4Q25 (kecuali segmen ‘Others’). Namun demikian, seluruh segmen selain ‘Emas dan Mineral Lainnya’ tetap mencatat penurunan kinerja secara tahunan sepanjang 2025.

Segmen Emas dan Mineral Lainnya Topang Kinerja 4Q25/2025

Laba bersih segmen ini meningkat +104% QoQ/+79% YoY pada 4Q25/2025. Hasil yang solid tersebut didukung oleh kenaikan harga emas, meski volume penjualan emas turun -6% QoQ/-2% YoY pada 4Q25/2025 seiring fasilitas tailings yang mendekati kapasitas maksimum. Di sisi lain, penjualan nikel naik +4% YoY selama 2025, meski turun -25% QoQ pada 4Q25. Dinamika tersebut mendorong margin laba bersih segmen meningkat menjadi 32% selama 4Q25 (+1459 bps QoQ) dan 20,9% selama 2025 (+436 bps YoY).

Segmen ‘Others’ Catat Rugi Bersih Pada 4Q25

Segmen ‘Others’ catat rugi bersih sebesar Rp1,1 T pada 4Q25 (vs. 3Q25: laba bersih Rp93 M). Kerugian ini terutama disebabkan oleh penurunan nilai investasi pada SERD akibat kendala operasional. SERD sendiri bergerak dalam bidang pembangkit listrik tenaga panas bumi dan merupakan entitas joint venture perseroan.

Segmen Lainnya Catat Kenaikan Laba Bersih secara QoQ pada 4Q25, tapi Turun secara YoY selama 2025

Segmen ‘Mining Contracting’ mencatat kenaikan laba bersih sebesar +1% QoQ pada 4Q25, tetapi turun -34% YoY selama 2025. Volume overburden removal turun -9% QoQ/-10% YoY pada 4Q25/2025, meski tarif pengerjaan meningkat +6% QoQ/+5% YoY.

Segmen ‘Batu Bara’ mencatat laba bersih sebesar Rp347 M pada 4Q25 (vs. 3Q25: rugi Rp23 M), tetapi turun -37% YoY selama 2025. Perbaikan kuartalan didorong oleh pemulihan harga jual rata-rata (+4% QoQ), meskipun secara tahunan masih turun -11% YoY.

Secara keseluruhan, metrik operasional UNTR relatif sejalan dengan ekspektasi, setara dengan 97–103% guidance 2025F manajemen yang telah direvisi turun. Manajemen UNTR sendiri sebelumnya telah memberikan guidance metrik operasional untuk tahun 2026 pada earnings call 9M25.

----------

Everson Sugianto (@EversonSugianto)
Investment Analyst Stockbit

https://stockbit.com/post/29026046

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ASII

ASII 2025 Brief Results

- Astra International ($ASII) catat laba bersih Rp8,3 T pada 4Q25 (+3% YoY, -7% QoQ).
- Laba bersih 2025 mencapai Rp32,8 T (-3% YoY), sejalan dengan ekspektasi (102% estimasi 2025F konsensus).
- Pertumbuhan laba bersih selama 2025 ditopang oleh segmen ‘Financial Services’ yang menghasilkan kenaikan laba +9% YoY.
- Laba segmen ‘Automotive & Mobility’ flat secara tahunan, sementara segmen ‘HEMCE’ di bawah United Tractors ($UNTR) catat penurunan laba -24% YoY.
- Seluruh segmen lain di luar 3 segmen inti di atas mencatatkan pertumbuhan laba di atas +20% YoY.
- ASII mengusulkan dividen final Rp292/saham, mengindikasikan dividend yield 4,3% per Kamis (26/2).
- ASII akan mengadakan earnings call 2025 pada Senin (2/3) pukul 10.00 WIB.

*[Sumber: Laporan Keuangan]*

--------------

Edi Chandren (@EdiChand)
Investment Analyst Lead Stockbit

https://stockbit.com/post/28978276

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

KABARBURSA.COM – PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatatkan penurunan pendapatan yang menyebabkan laba bersih anjlok sepanjang tahun 2025 akibat tekanan segmen tambang dan kenaikan beban operasional.
Berdasarkan laporan kinerja keuangan konsolidasian, United Tractors membukukan pendapatan bersih Rp...

www.kabarbursa.com

www.kabarbursa.com

2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy