


Volume
Avg volume
PT Tunas Baru Lampung Tbk merupakan perusahaan yang bergerak dalam produksi minyak goreng sawit, minyak goreng kelapa, minyak kelapa mentah, CPO, dan sabun mandi. Kegiatan bisnis Perusahaan meliputi produksi dan distribusi produk-produk konsumen berbasis agrikultural, seperti minyak sawit, minyak kelapa, minyak sayur, minyak kelapa mentah, stearin, minyak sawit mentah, minyak biji sawit, distilat asam lemak sawit, distilat asam lemak kelapa, keping sawit dan kopra, serta sabun. Perusahaan yang merupakan kelompok usaha Sungai Budi ini mempunya brand yang terkenal yaitu Rose Brand. Perusahaan ini menjual produk-produknya di pasar... Read More
@Salli2487
$TBLA Kalo saya lagi, exportnya tidak terlalu besar, dominan dari domestik. Kemudian untuk liabilitas, meski tinggi tapi liabilitas jangka pendeknya masih tertutupi dengan aset lancar, terutama piutang.
Sepertinya ini perusahaan sehat ya, tapi mengandalkan hutang untuk operasionalnya.
Mohon koreksi.
"Sinyal Akumulasi di Balik Tekanan Jual Global"
Seringkali bursa kita (IHSG) tertekan oleh sentimen negatif dari pasar global, seperti penurunan bursa Amerika atau kenaikan suku bunga. Di saat seperti ini, kepanikan ritel biasanya memuncak dan mereka berbondong-bondong melakukan panic selling. Inilah yang disebut sebagai arus Bad Money yang keluar karena ketakutan. Namun, bagi mata yang jeli, momen ini seringkali dimanfaatkan oleh Smart Money untuk menampung saham-saham bagus di harga diskon. Mereka justru masuk saat semua orang sedang takut.
Trigger Smart Money membantu Anda melihat anomali ini secara real-time. Di tengah harga yang memerah, sistem akan mendeteksi saham-saham yang justru mencatat lonjakan volume intraday 5x lebih besar. Jika data menunjukkan nilai Clean Money terus bertambah positif saat indeks sedang turun, itu adalah sinyal bahwa "tangan kuat" sedang melakukan perlindungan harga atau akumulasi defensif. Mengikuti jejak ini berarti Anda membeli saat risiko sudah sangat terdiskon oleh ketakutan pasar yang berlebihan.
Jangan biarkan sentimen makro membutakan analisis mikro Anda pada aliran dana. Harga bisa turun karena sentimen, tapi jika Smart Money tidak keluar, maka penurunan tersebut hanyalah peluang sementara. Dengan radar deteksi dana besar, Anda bisa tetap tenang di tengah badai pasar. Anda akan tahu mana saham yang benar-benar hancur dan mana saham yang sedang dipersiapkan untuk memantul paling kuat saat kondisi pasar mulai stabil kembali.
$MTEL $PYFA $TBLA
1/2


@ekoferihandi good ini yg gw maksud.
indo kenakan tarif ekspor tinggi ya tinggal beli dr malaysia. ga ngaruh banyak ππ
$BBRI $BMRI $TBLA
$TBLA
Berikut analisis dampak kebijakan pemerintah yang menunda mandatory biodiesel B50 terhadap emiten PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) dan perkiraan profit TBLA di tahun 2025 berdasarkan data industri teraktual: οΏΌ
βΈ»
π Dampak Penundaan Mandatori B50 terhadap TBLA;
1. Permintaan biodiesel domestik tumbuh lebih lambat
β’ Pemerintah memutuskan menunda penerapan mandatori B50 pada 2026 dan mempertahankan mandatori B40 untuk 2026 dengan alasan kesiapan teknis dan pendanaan. οΏΌ
β’ Penundaan ini mengurangi potensi kenaikan serapan crude palm oil (CPO) domestik hingga sekitar tambahan Β±2,2 juta ton yang semula diharapkan dari B50. οΏΌ
β’ Bagi TBLA, yang merupakan pemain besar di segmen biodiesel (FAME), kebutuhan biodiesel dalam negeri akan tumbuh lebih moderat dibanding skenario B50. Hal ini berpotensi mengurangi upside volume penjualan biodiesel dibanding ekspektasi awal pasar.
2. Harga sawit dan biodiesel berpotensi lebih volatil
β’ Penundaan B50 memberi sinyal kepada pasar global bahwa serapan domestik tidak sebesar ekspektasi sebelumnya, sehingga harga minyak sawit (CPO) cenderung melemah atau lebih volatil. οΏΌ
β’ Harga CPO dan produk turunannya (termasuk biodiesel) sangat memengaruhi margin operasional TBLA. Penurunan harga CPO bisa menekan margin jika tidak diimbangi efisiensi biaya produksi.
3. Subsidi dan pendanaan program biodiesel lebih terkendali
β’ Fokus di B40 berarti beban subsidi biodiesel BPDP tetap berada pada level yang relatif bisa dikelola saat ini, sehingga risiko finansial terhadap pabrikan biodieselβtermasuk TBLAβlebih rendah dibanding skenario B50 yang membutuhkan dana subsidi jauh lebih besar. οΏΌ
β’ Ini positif bagi TBLA karena mengurangi risiko perubahan kebijakan subsidi yang drastis.
π Intinya: penundaan B50 memperlambat pertumbuhan volume biodiesel domestik yang bisa diserap TBLA, tetapi mengurangi risiko volatilitas dan tekanan subsidi yang ekstrem di jangka pendek.
βΈ»
π Kapasitas Produksi TBLA dan Implikasinya
β’ TBLA telah menyelesaikan pabrik biodiesel keduanya dan kini memiliki total kapasitas produksi Β±765 ribu ton per tahun. οΏΌ
β’ Dengan kapasitas ini, TBLA secara teknis siap mendukung kenaikan mandatori biodiesel di masa depanβbaik B40 maupun ketika B50 kembali dibahas. οΏΌ
β’ Saat ini pabrik biodiesel TBLA baru digunakan sekitar Β±82% dari kapasitas mereka, artinya masih ada spare capacity yang bisa menyerap kontrak baru bila permintaan naik. οΏΌ
βΈ»
π° Perkiraan Profit TBLA Tahun 2025
Karena laporan keuangan resmi penuh belum tersedia, kita gunakan perkiraan berbasis indikator industri dan proyeksi analis:
π Asumsi & Proyeksi
Komponen Estimasi
Perkiraan Revenue 2025 Β±Rp22 triliun (proyeksi) οΏΌ
Net Profit Margin (2025) Β±4,3% (lebih tinggi dari 2024) οΏΌ
Estimasi Laba Bersih 2025 Β±Rp0,95 triliun*
*Perkiraan: Rp22 triliun Γ 4,3% β Rp0,946 triliun
π Proyeksi Berdasarkan Kinerja Q1βQ3 2025
β’ Per kuartal III 2025, TBLA menunjukkan kenaikan laba bersih sekitar +25,8% yoy dan ROE yang bisa mencapai 12β15% bila momentum kuat berlanjut. οΏΌ
β’ Kenaikan ASP biodiesel serta produk kebun (CPO, PKO) cenderung mendukung kinerja bisnis hilir TBLA sepanjang 2025. οΏΌ
π Secara konservatif, laba bersih TBLA di 2025 diperkirakan berada di kisaran Β±Rp0,9β1,2 triliun, tergantung harga komoditas dan realisasi penjualan biodiesel.
βΈ»
π Inti Kesimpulan
Dampak Penundaan B50:
β’ π Permintaan biodiesel domestik tumbuh lebih lambat β tekanan upside volume
β’ βοΈ Risiko subsidi/pembiayaan lebih terkendali β stabilitas bisnis relatif lebih baik
Proyeksi TBLA 2025:
β’ Revenue sekitar Rp22 triliun
β’ Laba bersih sekitar Rp0,9β1,2 triliun (tergantung harga CPO/biodiesel dan penjualan)
β’ ROE diperkirakan meningkat bila pemakaian kapasitas dan kontrak biodiesel terus meningkat
Berikut analisis sensitivitas profit TBLA dengan beberapa skenario harga CPO & biodiesel (bearishβbaseβbullish), difokuskan pada kapasitas pabrik terbaru TBLA dan kondisi B40 (tanpa B50).
βΈ»
1οΈβ£ Asumsi Dasar Model (2025)
Kapasitas & Operasional
β’ Kapasitas biodiesel TBLA: Β±765.000 ton/tahun
β’ Utilisasi rata-rata 2025: 80β90%
β’ Volume penjualan biodiesel: 610β690 ribu ton
β’ Segmen non-biodiesel (CPO, gula, dll) tetap berkontribusi Β±35β40% revenue
Biaya & Struktur
β’ Feedstock utama: CPO
β’ Margin biodiesel sangat sensitif ke:
β’ Harga CPO
β’ Harga indeks biodiesel (HIP)
β’ Selisih subsidi BPDP
βΈ»
2οΈβ£ Skenario Harga (2025)
Skenario Harga CPO Harga Biodiesel (HIP)
Bearish Rp10.500/kg Rp12.500/liter
Base Case Rp11.500/kg Rp13.500/liter
Bullish Rp13.000/kg Rp15.000/liter
Catatan:
β’ Saat B50 ditunda, base case jadi skenario paling masuk akal
β’ Bullish biasanya terjadi jika ekspor ketat + gangguan supply global
βΈ»
3οΈβ£ Dampak ke Margin Biodiesel TBLA
Skenario Gross Margin Biodiesel
Bearish 6β7%
Base Case 9β10%
Bullish 12β14%
TBLA relatif lebih tahan margin dibanding emiten sawit murni karena:
β’ Hilirisasi (biodiesel)
β’ Kontrak pemerintah (lebih stabil volume)
βΈ»
4οΈβ£ Sensitivitas Laba Bersih TBLA (2025)
π Estimasi Laba Bersih
Skenario Laba Bersih
Bearish Rp550β650 miliar
Base Case Rp900β1.000 miliar
Bullish Rp1,25β1,45 triliun
βΈ»
5οΈβ£ EPS & Valuasi Implikasi
Estimasi EPS
Skenario EPS
Bearish Rp53β63
Base Case Rp87β110
Bullish Rp125β150
Estimasi Harga Wajar (PER 8β10x)
Skenario Fair Value
Bearish Rp425β630
Base Case Rp700β970
Bullish Rp1000β1.500
PER 8β10x wajar untuk emiten sawit hilir dengan volatilitas komoditas.
βΈ»
6οΈβ£ Inti Insight Penting untuk Investor
πΉ Penundaan B50 bukan game changer negatif untuk TBLA
β lebih ke delay upside, bukan penurunan fundamental
πΉ Base case TBLA tetap solid
β’ Laba mendekati Rp1 triliun
β’ Utilisasi pabrik baru terpakai optimal
β’ Arus kas relatif stabil dari biodiesel
πΉ Upside terbesar TBLA justru dari:
1. Kenaikan harga CPO global
2. Kenaikan HIP biodiesel
3. Peningkatan utilisasi >90%
4. Kembalinya wacana B50 (2026+)
$TAPG $DSNG
Tantangan Sektor saham Crude Palm Oil (CPO) di 2026
Pemerintah secara resmi menunda implementasi mandatori biodiesel B50 yang semula ditargetkan berlaku pada semester II/2026. Sebagai gantinya, pemerintah memutuskan untuk melanjutkan penggunaan B40 hingga tahun 2026. Penundaan ini didasarkan pada beberapa alasan strategis:
* Kesiapan Teknis: Pemerintah masih memerlukan waktu untuk mengevaluasi hasil uji coba pada berbagai sektor strategis [3].
* Stabilitas Pasokan: Fokus saat ini adalah menjaga stabilitas pasokan energi nasional.
* Faktor Harga: Terdapat selisih harga (gap) yang lebar antara minyak mentah (Brent) yang masih murah (sekitar US$64/barel) dengan harga CPO yang tinggi (sekitar US$864/ton). Hal ini membuat pemerintah cenderung mengumpulkan energi fosil terlebih dahulu untuk ketahanan energi jangka pendek.
* Kendala Suplai: Realisasi pemanfaatan biodiesel domestik tahun 2025 tercatat sebesar 14,2 juta kiloliter, sementara B50 diperkirakan membutuhkan 20,1 juta kiloliter, sehingga dari sisi suplai produksi masih menjadi tantangan.
##Prospek Saham Sawit
Prospek emiten CPO dalam jangka pendek hingga menengah diperkirakan akan tertekan dengan ruang koreksi yang masih terbuka. Beberapa poin penting terkait prospeknya meliputi:
**Tekanan Permintaan dan Margin: Dengan ditundanya B50, ekspektasi peningkatan permintaan domestik menjadi batal, sehingga pasar kembali bergantung pada ekspor. Di sisi lain, kenaikan pungutan ekspor dari 10 persen menjadi 12,5 persen (serta kenaikan 2,5 persen untuk produk turunan) yang mulai berlaku Maret 2026 berpotensi menekan margin keuntungan emiten, terutama yang memiliki eksposur ekspor besar.
**Sentimen Pasar: Mayoritas pergerakan harga saham CPO saat ini masih berada di zona merah akibat kombinasi penundaan B50 dan rencana kenaikan pungutan tersebut.
**Peluang Valuasi Murah: Meskipun tertekan, kondisi ini menciptakan peluang bagi investor karena harga saham yang terkoreksi membuat valuasi menjadi semakin menarik. Berdasarkan pantauan terhadap 10 emiten CPO, terdapat empat emiten yang sudah memiliki valuasi murah dengan diskon di atas 10 persen dilihat dari mean PBV 5-year nya yakni $TBLA, $LSIP, $AALI, TLDN. Sementara SIMP, GZCO, DSNG, BWPT, TAPG dianggap memiliki harga lebih premium.
##Kesimpulan untuk Investor
Penurunan harga saham saat ini dapat dijadikan sebagai titik masuk (entry point) yang menarik sambil menunggu perbaikan katalis di masa depan. Namun, investor disarankan untuk tetap selektif dan disiplin dalam memeriksa fundamental serta teknikal perusahaan, terutama mencari emiten dengan struktur biaya yang efisien dan neraca keuangan yang solid.

@ferdiarrahman jadi pembatalan B50 malah menguntungkan dan dongkrak harga CPO gitu? aneh banget thesisnya.
$TBLA $SIMP $ASII
$DSNG $TAPG $TBLA penerapan B50 gak jadi di tahun ini karena harga minyak dunia masih murah. Hati-hati saham emiten CPO rawan longsor
*Ringkasan Snips (14/1/2026)*
_*by Stockbit Sekuritas*_
*Implementasi B50 Ditunda, Bea Ekspor CPO Naik*
* Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, mengatakan pada Rabu (14/1) bahwa pemerintah akan mempertahankan mandatori pencampuran biodiesel B40 hingga akhir 2026, berubah dari rencana awal di mana pemerintah menyebut mandatori B50 akan diluncurkan pada 2H26.
* β Selain itu, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit mengumumkan bahwa pemerintah akan menaikkan pungutan ekspor CPO dari 10% menjadi 12,5% per Maret 2026, serta akan menaikkan pungutan pada produk kelapa sawit lainnya sebesar 2,5 percentage point.
$TBLA
@DimasDanRosa untuk pabrik Biodiesel apakah memang ada % kapasitas yg belum terutilisasi?
Dewan direksi dan komisaris sekilas terlihat hidup hedon dan menghamburkan duit perusahaan tidak? makan mahal, meeting mahal, dinas kesana sini, mobil dinas mahal dll?
$TBLA $SMAR $LSIP
$TBLA Sudah mulai terlihat momentumnya ya teman2, higher low, cicil saat koreksi, main santai dan sabar seperti permainan kita di $DATA kemarin, gas keras saat sdh breakout spy uangnya lebih kerja kerasπππβ
Hapcu guys...
1/2


MASUK SCREENING PANTAUAN
$GOTO (AWAS SANGKUT AWAS GOCEK)
$CPRO (AWAS SANGKUT AWAS GOCEK)
$TBLA (AWAS SANGKUT AWAS GOCEK)
CHEM (AWAS POM POM, AWAS SANGKUT)
ESTI (AWAS SANGKUT AWAS GOCEK)
MAYA (AWAS SANGKUT AWAS GOCEK)
#DYOR
$TBIG
β‘ SCALPING PLAN: TBIG
π’ Entry
Buy on pullback: 2.450 β 2.580 (Menunggu harga menguji area support dinamis dan angka psikologis 2.500).
Buy breakout (agresif): > 2.750 (Valid jika harga mampu kembali menembus ke atas area koreksi hari ini dengan volume beli yang besar).
π― Take Profit
TP 1: 2.800 β 2.850 β jual 40% (Target menguji kembali area swing high terdekat).
TP 2: 2.950 β 3.000 β jual 40% (Target psikologis angka bulat dan level tertinggi baru).
TP 3: 3.150+ β jual sisa (Jaga dengan trailing stop untuk memaksimalkan profit dari tren besar).
π΄ Stop Loss
SL pullback: 2.380.
SL breakout: 2.650.
Daily close < 2.400 β CUT LOSS segera (Menghindari risiko kejatuhan lebih dalam menuju level 2.100).
β οΈ Catatan Cepat
Momentum Alert: MACD sangat tinggi, yang bisa menandakan kondisi overextended (kenaikan terlalu cepat); waspadai pembalikan arah tajam jika terjadi dead cross.
Karakter Saham: TBIG adalah saham blue-chip di sektor menara; pergerakannya biasanya didukung oleh arus dana besar, sehingga konfirmasi volume sangat penting.
Manajemen Risiko: Mengingat penurunan -4,63% cukup dalam, sebaiknya masuk secara bertahap (averaging up) setelah harga menunjukkan pantulan yang valid.
Jangan Lupa Follow!
Random Tag :
$TBLA $TBMS
$TBLA
β‘ SCALPING PLAN
π’ Entry
Buy on pullback: 660 β 680 (Harga saat ini sedang berkonsolidasi di area support historis setelah tren penurunan panjang).
Buy breakout (agresif): > 700 (Valid jika harga mampu menembus area resisten minor dengan volume yang meningkat).
π― Take Profit
TP 1: 720 β jual 30β40% (Area resisten psikologis terdekat dan zona konsolidasi sebelumnya).
TP 2: 750 β jual 30β40% (Target rebound teknikal menuju area middle trendline).
TP 3: 780 β 800 β jual sisa (Jika momentum pembalikan arah berlanjut menguji area supply November).
π΄ Stop Loss
SL pullback: 650.
SL breakout: 685.
Daily close < 650 β CUT LOSS tanpa ragu (Menghindari risiko harga mencari level terendah baru).
β οΈ Catatan Cepat
MACD Signal: Garis MACD (-12,53) sudah berada di atas garis sinyal (-13,73), menunjukkan potensi awal pembalikan arah (Golden Cross) di area negatif.
Histogram: Batang histogram sudah berubah menjadi positif (1,20), yang merupakan sinyal akumulasi mulai masuk setelah fase oversold yang panjang.
Karakter Saham: TBLA sedang mencoba membentuk base di harga bawah; sabar menunggu konfirmasi volume sebelum menambah posisi.
Jangan Lupa Follow!
Random Tag :
$AALI $BMSR
https://cutt.ly/utfQ1yKI $TBLA
https://cutt.ly/UtfQK7EV $TBLA